cover
Contact Name
Adizty Suparno
Contact Email
adizty.suparno@mercubuana.ac.id
Phone
+6281310303548
Journal Mail Official
pasti@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, Jl. Meruya Selatan No. 1, Kembangan, Jakarta Barat 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PASTI (PENELITIAN DAN APLIKASI SISTEM DAN TEKNIK INDUSTRI)
ISSN : 20855869     EISSN : 25984853     DOI : 10.22441/pasti
The Journal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) receives scientific papers on research that are closely related to the research and application of Industrial Systems and Engineering.
Articles 377 Documents
VALUE CHAIN ANALYSIS SEMBILAN INDUSTRI KOMPONEN OTOMOTIF DI BEKASI HENDRI, HENDRI
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.951 KB)

Abstract

Riset ini menganalisis industri komponen otomotif di Bekasi berdasarkan value chain  analysis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasikan dan kondisi internal proses industri manufaktur dengan menggunakan value chain  analysis, guna memberikan masukan pada industri komponen otomotif yang diteliti atau sejenisnya. Value chain analysis adalah rantai nilai yang dapat mengetahui kekuatan perusahaan, keuntungan dan kesuksesan dari rantai aktivitas (proses internal) pada industri. Metode riset menggunakan kuesioner berdasarkan teori value chain  analysis. Riset yang dilakukan terhadap sembilan industri komponen otomotif di Bekasi yang disurvei diketahui bahwa; aktivitas penerimaan barang (inbound logistic) ditemukan mayoritas industri masih beraktivitas sedang dan peluang perbaikan dengan menerapkan otomatisasi dan JIT; aktivitas proses (operations) ditemukan semua industri cukup bagus dan peluang perbaikan menggunakan mesin otomatis; aktivitas penyaluran barang (outbound logistics) ditemukan mayoritas industri beraktivitas sangat bagus dengan peluang perbaikan menerapkan distribusi berjalan cepat dan proses otomatisasi; aktivitas pemasaran dan penjualan (marketing and sales) ditemukan mayoritas industri beraktivitas sangat bagus dan sebagian kecil cukup bagus dengan peluang perbaikan dengan strategi periklanan secara gencar dan memiliki mitra saluran yang jelas serta memasarkan produk secara konsisten melalui promosi dan iklan dengan menggunakan multi-media; aktivitas pelayanan (service) ditemukan mayoritas industri beraktivitas sangat bagus dan sebagian kecil cukup bagus dengan peluang perbaikan memberikan kepuasan yang lebih baik bagi para konsumen dan menyiapkan pusat-pusat servis dan peralatan yang mudah dijangkau atau diakses oleh konsumen; aktivitas procurement ditemukan mayoritas industri beraktivitas cukup bagus dengan peluang perbaikan menggunakan prosedur procurement yang efektif   dan dilakukan analisis/seleksi serta dilakukan pemantauan terhadap kinerja pemasok; aktivitas technological development ditemukan semua industri masih sedang dan peluang perbaikan secara bertahap menggunakan mesin model terbaru serta menggunakan desain komponen dengan CAD/CAM dan ada pengujian  uji lapangan terhadap produk (uji kimia dan fisik); aktivitas human resources management ditemukan semua industri cukup bagus dengan peluang perbaikan dengan perekrutan dan pelatihan terhadap karyawan yang terprogram, kontinyu serta memiliki sistem penghargaan, lingkungan kerja dan hubungan dengan serikat pekerja baik; general admistration ditemukan semua industri cukup bagus dengan peluang perbaikan melakukan aktivitas pengawasan internal dan eksternal dengan standarisasi secara menyeluruh sehingga mampu mengantisifasi perubahan dan dapat memperoleh modal kerja murah serta perusahaan memiliki budaya dan pencitaraan yang baik.
USULAN PERBAIKKAN DALAM UPAYA MEMINIMALKAN CACAT DAKON DI PT. XYZ Renty Anugerah Mahaji Puteri; Leo Prasetio
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.716 KB)

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan makin ketatnya persaingan dalam dunia industri, maka perusahaan berusaha untuk tetap menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Dalam proses produksi Cam 54P-E7026 terdapat beberapa masalah produk cacat yang sering timbul, antara lain problem cacat Dakon, cacat Scratch, dan cacat Burry. Dari ketigajenis problem cacat yang timbul,cacat dakon adalah problem cacat yang sering timbul dibandingkan cacat lain sebesar 8972 pada periode November 2014 sampai April 2015. Cacat dakon timbul karena terdapat kotoran pada material sebelum dilakukan proses, hal ini menyebabkan perusahaan menerapkan proses pembersihan pada material sebelumdilakukannya proses produksi secara manual padasetiap proses produksi yang ada. Proses pembersihan ini dapat dikatakan berhasil jika dilihat dari data cacat periode Mei sampai September 2015 dengan jumlah cacat sebesar 1446 pcs, namun proses pembersihan manual membutuhkan waktu total sebesar 7,258 detik yang menjadikan bertambahnya waktu proses total yang diperlukan pada proses produksi Cam 54P-E7026.Kata kunci : Burry, Cacat, Dakon, Scratch.  ABSTRACTAlong with the increasing competition among suppliers, the company strives to maintain the quality of products produced. In the production process Cam 54P-E7026, there are several problems that often arise defective products, among other problems Dakon defects, defects Scratch and handicap Burry. Ketigajenis problem of defects arising, dakon defects are defects that often arise problems compared to other defects by 8972 in the period November 2014 to April 2015. Disability dakon arise because there is dirt on the material before the process is done, it caused the company implemented a cleaning process on the material sebelumdilakukannya the production process manually padasetiap existing production processes. This cleaning process can be said to be successful when viewed from flawed data period May to September 2015 the number of defects by 1446 pcs, but the manual cleaning process takes a total of 7.258 seconds which makes increasing total processing time required in the production process Cam 54P-E7026.  Keyword : Burry, Dakon, Defect, Scratch. 
PENINGKATAN KAPASITAS OVEN DI LINI PRODUKSI ELECTRODEPOSITION STUDI KASUS: DI PT. XYZ Hendri Hendri
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 2 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.386 KB)

Abstract

AbstrakKajian ini menyajikan cara melakukan analisis dan perhitungan peningkatan kapasitas oven di lini produksi electrodeposition pada industri otomotif melakukan usulan perbaikan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan metode Toyoto Business Practices.Oven adalah sebuah peralatan berupa ruang termal terisolasi yang digunakan untuk pemanasan, pemanggangan (baking) atau pengeringan suatu bahan, dan pada proses  di lini ElectroDeposition untuk pemanasan/pengeringan Frame Kendaraan. Setelah dilakukan analisis berdasarkan akar penyebab permasalahan aspek Mesin yang berdampak terhadap Safety, Quality, Cost diketahui alternatif perbaikan OVEN  yang diputuskan adalah penambahan  jumlah OVEN sebanyak 2 unit lagi. Kata Kunci: Kapasitas, oven dan electrodeposition. AbstractThis study presents a method of analyzing oven capacity calculations in electrodeposition production lines in the automotive industry to propose improvements to meet market demands with Toyoto Business Practices method. The oven is an apparatus in the form of an insulated thermal chamber used for heating, baking or drying of a material, and on the process in the line of ElectroDeposition for heating / drying of the Vehicle Frame. After analyzing based on root cause of machine aspect problem that impact to Safety, Quality, Cost known alternative OVEN repair which decided is the addition of OVEN counted 2 units more. Keywords: Capacity, oven and electrodeposition
ANALISIS VALUE CHAIN DI INDUSTRI OTOMOTIF Hendri Hendri
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 1 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.837 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisis industri otomotif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui aktivitas dan kondisi internal proses industri manufaktur dengan menggunakan value chain guna masukan  dimasa akan datang bagi industri otomotif secara khusus. Value Chain merupakan rantai nilai yang dapat mengetahui kekuatan perusahaan, keuntungan dan kesuksesan dari rantai aktivitas  dalam perusahaan atau industri manufaktur.Metode analisis menggunakan Statistika Deskriptif gunakan untuk menggambarkan kondisi aktivitas: inbound logistic, operations, outbound logistics,  marketing atau sales dan service, procurement, technological development, human resources management dan general admistration yang dilakukan oleh industri otomotif.Hasil penelitian ini telah dapat mengetahui bahwa  industri otomotif khususnya Denso Indonesia dari 9 aktivitas internal telah melakukan 7 aktivitas internal sangat baik yakni aktivitas: inbound logistic, outbound logistics, marketing/sales, service, procurement, human resources management dan general admistration Namun masih ada 2 aktivitas masih dilakukan dengan aktivitas sedang yakni: operations dan technological development. Kata Kunci: Value chain dan industri manufaktur
EVALUASI PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) MELALUI PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) UNTUK MENINGKATKAN KINERJA MESIN HIGH SPEED WRAPPING DI PT. TES HERRY AGUNG PRABOWO; MILLA AGUSTIANI
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2018): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.698 KB)

Abstract

Persaingan yang semakin tinggi menuntut perusahaan untuk bisa beroperasi dengan produktivitas yang maksimal melalui penerapan berbagai strategi optimasi produksi diantaranya adalah TPM (Total Productive Maintenance). TPM sendiri menurut Ahuja (2008) merupakan kunci kesuksesan dari setiap manufacturing optimization strategies karena tanpa mesin yang andal semua program optimasi produksi/manufaktur tidak akan bisa berjalan dengan sempurna. Salah satu metode mengukur tingkat keberhasilan penerapan TPM adalah melalui pengikuran nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE). PT. TES merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pangan yaitu produk susu sereal. Permasalahan terbesar yang dihadapi perusahaan saat ini ialah tingginya downtime mesin wrapping. Efek dari downtime tersebut adalah menurunnya kecepatan dan performa mesin sehingga menyebabkan rendahnya OEE. Untuk itulah penelitian ini dilakukan. Data dikumpulkan langsung di lapangan selama 12 minggu (3 bulan). Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai OEE diikuti dengan analisa six big losses serta dianalisa dengan menggunakan pareto chart, fishbone diagram dan regresi berganda. Dari pengolahan data diperoleh nilai OEE tertinggi yaitu terdapat pada periode minggu ke-8 dengan persentase sebesar 70,70%, sedangkan nilai OEE terendah terdapat pada periode minggu ke-8 yaitu sebesar 58,50% dengan OEE rata-rata 68.31%. Faktor six big losses yang paling berpengaruh terhadap rendahnya OEE mesin Wrapping High Speed Line 4 diketahui dengan analisa korelasi berganda adalah variabel X2 yaitu Breakdown loss dengan R sebesar -0,46.
STUDI KELAYAKAN PEMBENTUKAN KELOMPOK MASYARAKAT ENERGI MANDIRI DENGAN BIOGAS MEMANFAATKAN LIMBAH MENDONG Asrie Permata Dini; Rosad Ma'ali El Hadi; Rio Aurachman
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 3 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.81 KB)

Abstract

ABSTRAK Masalah utama pada kerajinan mendong di Tasikmalaya adalah limbah mendong yang menumpuk. Penanganan terhadap limbah mendong dapat dilakukan salah satunya dengan penerapan energi mandiri berupa biogas.Dalam studi kelayakan ini akan dibahas secara mendalam kelayakan instalasi biogas yang akan diimplementasi di kampung Lembur Sawah desa Kamulyan Kabupaten Manonjaya Kota Tasikmalaya. Analisis dilakukan dengan meninjau kelayakan dari aspek pasar sebanyak 92 responden di kampung Lembur Sawah, aspek teknis produksi biogas disesuaikan dengan kapasitas mesin digester dan ketersediaan limbah mendong dari pengrajin., aspek lingkungan pengelolaan limbah biogas dapat diolah kembali menjadi pupuk cair dan padat sehingga limbah dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan aspek finansial berdasarkan perhitungan NPV, BCR, dan PBP dengan proyeksi selama periode 5 tahun. Studi kelayakan ini menunjukkan bahwa implementasi pembangunan biogas layak untuk dijalankan. Kata kunci : limbah mendong, biogas, studi kelayakan, NPV, BCR
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER PADA PROSES PROCUREMENT DI PT. M3 KETAPANG SEJAHTERA DENGAN METODE FUZZY AHP DAN SOFTWARE SMARTPICKER Sinta Maryam; Ahmad Juang Pratama
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 1 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.779 KB)

Abstract

PT. M3 Ketapang Sejahtera adalah perusahaan dalam bidang oil and gas yang memiliki sistem operasional pada proses bisnisnya sehingga proses pengadaan (procurement) yang dilakukan selalu berbeda permintaan maupun supplier pada setiap kasusnya. Dengan menggunakan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process, peneliti akan melakukan perhitungan pembobotan untuk kriteria yang digunakan dalam proses procurement tersebut. Kemudian setelah didapatkan bobot untuk tiap kriteria tersebut maka dapat dilakukan proses pemilhan supplier dengan bantuan software smartpicker berdasarkan data penawaran dari supplier. Berdasarkan hasil pengolahan data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa urutan kriteria yang paling berkepentingan dalam proses procurement PT. M3 Ketapang Sejahtera adalah kriteria kualitas produk dengan nilai bobot 0,2714, reliabilitas barang dengan nilai bobot 0,2430, harga dengan nilai bobot 0,1628, tenggang waktu pembayaran dengan nilai bobot 0,1164, lead time dengan nilai bobot 0,0929, potongan harga dengan nilai bobot 0,0740, dan ketepatan jumlah pengiriman dengan nilai bobot 0,0296. Kemudian dengan menggunakan bantuan software smartpicker maka akan memudahkan dalam sistem pengambilan keputusan dimana software akan menampilkan pilihan alternatif supplier beserta bobot alternatifnya. Kata Kunci : pengadaan, Analytical Hierarchy Process, Fuzzy Analytical Hierarchy Process,reliabilitas, lead time, smartpicker
SISTEM PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK DISPERSANT DI INDUSTRI KIMIA Dinni Kushartini; Indra Almahdy
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.388 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, kondisi persaingan yang ada di dunia usaha saat ini semakin ketat. Hal ini disebabkan tuntutan konsumen terhadap suatu produk tidak terbatas pada harga dan kualitas saja tetapi juga pada pelayanan yang diberikan. Pelayanan yang dimaksud tersebut dapat berupa ketersediaan produk yang diinginkan konsumen pada lokasi dengan kuantitas dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan. Studi diawali dengan penentuan teknik peramalan yang paling sesuai. Selanjutnya perhitungan safety stock dan reorder point yang paling tepat. Kemudian perencanaan persedian bahan baku dengan karakteristik tingkat permintaan yang bervariasi dilakukan dengan teknik lot size Economic Order Quantity (EOQ) dan Lot For Lot untuk mendapatkan biaya penyimpanan yang paling rendah. Kata Kunci: Safety Stock, Reorder point, Lot size ABSTRACT Along with the development and advancement of technology, competitive conditions are increasingly tight. This is not only due to consumer demand for a product is not limited to the price and quality, but also on the service provided. The service in question may be the availability of a product that consumers want on the location with quantity and quality according to the needs. The studi began with deterimining appropriate forecasting method used. Then calculate safety stock  and reorder point of raw materials. Further material supply planning  was done by using data with demand levels vary using a model of Economic Order Quantity (EOQ) and Lot For Lot to determine the one with lowest cost.  Keywords: Safety Stock, Reorder point, Lot size  
ANALISIS KUALITAS PERSENTASE UKURAN KRISTAL PUPUK MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL RAKHMAT HIMAWAN; DEBRINA PUSPITA; MAULIVIA RIZMA
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2018): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.191 KB)

Abstract

Persentase ukuran kristal dari produk pupuk Zwavelzuur Ammonium (ZA) pada tahun 2016 masih banyak yang memiliki persentase ukuran kristal kurang dari 55%. Ukuran persentase tersebut merupakan standar yang ditetapkan oleh perusahaan selama ini. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas produk pupuk melalui pengendalian kualitas terhadap persentase ukuran kristal dengan menggunakan metode pengendalian kualitas statistik. Data produk pupuk ZA diambil sebanyak 30 observasi dan setiap observasi terdapat 3 shift yang berbeda setiap harinya. Pada peta kendali rata-rata (X-bar) diketahui nilai garis tengah, batas kendali atas, dan batas kendali bawah berturut-turut adalah 75,05; 88,41; dan 61,69. Berdasarkan hasil tersebut masih terdapat dua data yang berada diluar batas kendali. Sedangkan pada peta kendali jarak (R) diketahui nilai garis tengah, batas kendali atas, dan batas kendali bawah berturut-turut adalah 13,06; 33,62; dan 0. Pada peta ini juga masih terdapat satu data yang berada diluar batas kendali, sehingga diperlukan revisi pada kedua peta. Tahap selanjutnya dilakukan analisis akar penyebab masalah dengan menggunakan diagram tulang ikan, meliputi faktor manusia, mesin, material, proses, dan lingkungan untuk merumuskan usulan perbaikan yang diharapkan dapat mengurangi jumlah produk pupuk ZA yang tidak sesuai dengan standar persentase ukuran kristal yang telah ditetapkan dan meningkatkan kualitas produk tersebut.
PEMILIHAN SUPLIER MENGGUNAKAN METODE ANP ANALYTIC NETWORK PROCESS FRANSISCA DINI ARIYANTI
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.844 KB)

Abstract

Kuatnya tekanan kompetisi memaksa banyak organisasi/perusahaan untuk menyediakan produk dan layanan  kepada pelanggan lebih cepat, lebih murah dan lebih baik daripada pesaing. Perusahaan menyadari bahwa mereka tak dapat melakukan sendiri tanpa pemasok yang handal dan memuaskan. Oleh karena semakin pentingnya keputusan seleksi pemasok dalam organisai, diperlukan metode yang mudah di mengerti, hasilnya dapat di tunjukan dengan grafik atau angka, mudah dipakai dan sesuai dengan pemikiran manusia. Dipilih ANP Analytic Network Prosess, karena kelebihan yang di punyai yaitu: menggunakan struktur jaringan, mengakomodasi saling keterkaitan antar kriteria, subkriteria dan alternatif, pertukaran suatu aspek untuk mendapatkan aspek lain. Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan multinasional terbesar di Indonesia, yang bergerak di bidang Flavours (esen, perasa makanan dan minuman). Hasil akhir diperoleh urutan 4 kriteria utama dalam rnemilih suplier yaitu: harga, pengiriman tepat waktu, kualitas dan flexibilitas dalam keadaan darurat. Hal ini dikarenakan pengaruh 4 kriteria tersebut sangat besar terhadap kriteria lainnya. Sebagai ilustrasi, bila kualitas baha baku tidak memenuhi standard minimum, kriteria lainya seperti harga dan pengiriman tidak di pertimbangkan lagi.

Page 11 of 38 | Total Record : 377