cover
Contact Name
Adizty Suparno
Contact Email
adizty.suparno@mercubuana.ac.id
Phone
+6281310303548
Journal Mail Official
pasti@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana, Jl. Meruya Selatan No. 1, Kembangan, Jakarta Barat 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL PASTI (PENELITIAN DAN APLIKASI SISTEM DAN TEKNIK INDUSTRI)
ISSN : 20855869     EISSN : 25984853     DOI : 10.22441/pasti
The Journal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) receives scientific papers on research that are closely related to the research and application of Industrial Systems and Engineering.
Articles 377 Documents
ANALISIS PERENCANAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN REM MOBIL AVANZA DI PT X DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) Nurhanisa Maysa; Nunung Nurhasanah
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 1 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2834.306 KB)

Abstract

Dalam memenuhi permintaan pelanggan perusahaan harus membuat penjadwalan pemesanan material dengan supplier pada waktu yang tepat agar tidak terjadi over stock dan stock out. Untuk menyelesaikan masalah dalam pengendalian bahan baku PT X menerapkan metode MRP, yang bertujuan untuk menghitung banyaknya jumlah material yang harus diorder dalam pembuatan rem mobil Avanza dan mengidentifikasi perbedaan angka antara MRP yang dibuat oleh PT X dengan MRP standar yang dibuat oleh mahasiswa. Dari hasil perhitungan dengan metode MRP diperoleh Pemesanan material untuk part boot piston pada bulan juli 9000 pc. part boot pin 9000 pc, part pin lock 9200 pc, part bolt pin 8800 pc, part pin guide 9200 pc, part screw bleeder 6000 pc, part seal piston 27000 pc, part shim outer 27440 pc, part clip pad 66000 pc, part clip wi 34000 pc, part piston D01 32440 pc, part cap bleeder 14000 pc, part thread protector 28500 pc, part body caliper untuk RH dan LH masing-masing 27480 pc, part mounting support masing-masing 36600 pc, part ring boot 73600 pc. Berdasarkan hasil perhitungan MRP PT X dengan MRP standar terjadi perbedaaan angka pada produk lokal dan tidak terjadi perbedaan angka pada produk impor. Kata Kunci: MRP, input MRP, proses MRP, output MRP, terminologi dalam MRP 
PENINGKATAN KAPASITAS OVERHEAD CONVEYOR DI LINI PRODUKSI ELECTRODEPOSITION STUDI KASUS: DI PT. XYZ Hendri Hendri
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 2 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.462 KB)

Abstract

ABSTRAKKajian ini menyajikan cara melakukan analisis dan perhitungan peningkatan kapasitas overhead conveyor di lini produksi electrodeposition pada industri otomotif melakukan usulan perbaikan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan metode Toyoto Business Practices. Overheat conveyor (sistem konveyor diatas) adalah alat mekanis yang bergerak untuk memindahkan material dari satu lokasi ke lokasi lain yang dilakukan dengan cara digantung dari atas. Sedangkan Electrodeposition adalah suatu cara pengecatan untuk melapisi permukaan dasar besi atau permukaan logam lainnya dengan cara aliran listrik dan dengan alat Oven.  Setelah dilakukan analisis berdasarkan dua akar penyebab permasalahan (Mesin dan Metode) yang berdampak terhadap Safety, Quality, Cost diketahui alternatif perbaikan Overheat Conveyor  yang diputuskan adalah penambahan  jumlah Overheat Conveyor sebanyak 4 unit Overheat Conveyor. Kata Kunci: Kapasitas, overhead conveyor, electrodeposition ABSTRACTThis review discusses how to analyze and calculate the increase in overhead conveyor capacity in the electrodeposition production line in the automotive industry doing halo improvements to meet market needs with Toyoto Business Practices method. Overheat conveyor (conveyor tool above) is a mechanical device that moves to move material from one location to another location which is done by hanging from above. While Electrodeposition is a way to clean the surface in a way. After the analysis is based on two factors causing the overheat conveyor is decided the excessive amount of Overheat Conveyor as much as 4 units of Overheat Conveyor. Keywords: Capacity, overhead conveyor, electrodeposition
PERBAIKAN EFISIENSI GUDANG DENGAN METODE LEAN DAN KAIZEN (Studi : Gudang PT Sarana Kencana Mulya Divisi Mobile Phone Tangerang Banten) RUDI SETIAWAN; R BAGUS YOSAN
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.177 KB)

Abstract

Efisiensi merupakan perbandingan sebelum dan sesudah perbaikan atas suatu masalah sehingga didapat penyelesaian yang lebih baik. Proses perbaikan pada penelitian digunakan metode Lean dengan tools VSM (Value Stream Mapping), pada tahap ini diuraikan proses kerja dan waktu baku pengeluaran produk di gudang PT SKM sehingga diketahui penyebab keterlambatan pengiriman produk kepada konsumen. Untuk menyelesaikan kekurangan stok produk digunakan metode persediaan EOQ (Economic Order Quantity). Proses penyelesaian permasalahan kondisi gudang tidak rapi digunakan metode Kaizen tools 5S  (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu dan Shitsuke). Selain itu diterapkan SOP (Standard Operational Procedure) untuk menyelesaikan permasalahan ketiga yaitu penitipan produk tanpa tanda bukti dan proses kerja staff terhadap pembatalan pengiriman produk tanpa adanya tanda bukti dan SOP. Waktu baku pengeluaran produk sebelum perbaikan sebesar 345.786 second dan setelah perbaikan sebesar 1478 second, persediaan sebelum perbaikan sebesar 230 pcs setelah perbaikan persediaan menjadi 377 pcs.
APLIKASI METODE EARNED VALUE ANALYSIS UNTUK EVALUASI PERFORMANSI PEKERJAAN PROYEK PEMBANGUNAN (STUDI KASUS GEDUNG SENTRALAND SEMARANG) SUSATYO NUGROHO W P; DARMINTO PUJOTOMO; IMADUDDIN ZAKIY PURWANTO
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 3 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.024 KB)

Abstract

Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Pada proyek pengerjaan Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP) yang dilakukan oleh PT. Indospec, terjadi keterlambatan selama 9 minggu, mulai dari minggu ke 44 hingga minggu ke 52, dimana pada minggu ke 52 plan berada pada persentase 87,40% dan aktual berada pada persentase 33,53%. Hal ini membuat perusahaan merasa perlu melakukan evaluasi kinerja proyek agar dapat diketahui kinerja dalam penyelesaian proyek dan faktor keterlambatan,dengan menggunakan metode Earned Value Analysis (EVA) dan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil dari perhitungan EVA menunjukkan tidak adanya penambahan dari rencana biaya, namun terjadi keterlambatan dalam waktu penyelesaian. Material dipesan belum jadi, terlambat pengiriman, tidak ada gudang, penyesuaian biaya, perubahan material, perubahan fungsi, arsitektur, struktur menjadi penyebab utama dalam keterlambatan proyek. Koordinasi yang baik dan persiapan yang matang dalam pengerjaan proyek sangat penting agar keterlambatan dalam proyek dapat dihindari.
IDENTIFIKASI RISIKO ERGONOMI DENGAN METODE QUICK EXPOSURE CHECK DAN NORDIC BODY MAP Paoce Pratama; Hendy Tannady; Filscha Nurprihatin; Heksa Bekti Ariyono; Setyo Melany Sari
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 1 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.863 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang risiko ergonomi yang diamali oleh pekerja bagian desainer pada salah satu perusahaan desain interior di Jakarta. Adapun risiko ergonomi tersebut diidentifikasi menggunakan Quick Exposure Check dan Nordic Body Map. Hasil dari pengolahan data Quick Exposure Check menunjukkan exposure score 57,14% pada pekerja 1, 53,20% pada pekerja 2, dan 58,13% pada pekerja 3 mengindikasikan bahwa pekerjaan yang dilakukan dikategorikan kurang aman. Sedangkan Nordic Body Map memberikan hasil berupa keluhan pekerja terutama pada bagian leher, punggung, pantat, bahu, lengan, tangan dan pergelangan tangan. Dari kedua metode yang digunakan, didapatkan bahwa pekerjaan tersebut memerlukan tindakan perbaikan atau perubahan untuk mengurangi risiko ergonomi yang dialami pekerja. Kata Kunci: Risiko Ergonomi, Quick Exposure Check, Nordic Body Map, Exposure Score
PENDEKATAN BIOMEKANIKA PADA ANALISA PENGARUH USIA TERHADAP KARAKTERISTIK GERAK BERJALAN UNTUK INDIVIDU USIA LANJUT Irma Nur Afiah
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 11, No 2 (2017): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.015 KB)

Abstract

AbstrakTren perkembangan penelitian dari keilmuan Teknik Industri saat ini tidak hanya terfokus pada sektor manufaktur, pengembangan desain produk, ataupun sistem rekayasa. Hal ini dapat dilihat pada tren perkembangan penelitian dari salah satu lingkup keilmuan Teknik Industri, yakni Ergonomi dan Biomekanika, yang saat ini banyak berkontribusi pada bidang kedokteran, khususnya yang berkaitan dengan berkurangnya kemampuan fisik dalam aktifitas sehari-hari atau yang lebih dikenal dengan istilah ADLs (Activities of Daily Living).Sebagai bentuk penerapan teknologi, penilaian karakteristik berjalan pada lansia juga dituntut untuk menggunakan teknologi yang tepat guna. Salah satu bentuk penggunaan teknologi yang menerapkan kaidah esensial dari ilmu Ergonomi dan Biomekanika adalah three-dimensional (3D) motion analysis sytem. 3D motion analysis system dapat digunakan untuk menganalisa parameter-parameter yang berbeda dari gerak berjalan dan parameter-parameter ini dapat dipengaruhi oleh kecepatan berjalan. Oleh karena itu, untuk mengembangkan penilaian dari gerak berjalan, sangatlah penting untuk mengukur beberapa parameter dari gerak berjalan tesebut. Pada penilitian ini, parameter dasar dan parameter siklus dari gerak berjalan dianalisa untuk mendapatkan karakteristik dasar dari gerak berjalan bagi individu usia lanjut. Kata Kunci : Biomekanik, analisa gerak berjalan, lansia, karakteristik gerak berjalan. AbstractThe development of scientific study of engineering industry is not currently only focus on the manufacturing sector , the development of the product design , or engineering system .This can be seen in the research development of one scope of science technique industry , namely ergonomics and biomekanika , currently widely contribute to medicine, Especially with regard to a reduced ability physical in daily activities which is known more with the term ADLs ( Activities of  Daily Living ) .sebagai the form of application of technology , Assessment characteristic of running at elderly must be to using technology proper to .One form of the use of technology who apply essential rules of the ergonomics and biomekanika is three-dimensional ( 3D ) motion analysis sytem. 3D motion analysis system can be used to analyze parameters different of the motion walk and parameters this can be influenced by the speed of walking.Hence, to develop assessment of the motion walk, are important for some measure the parameters of motion walk tesebut.In penilitian this, parameter primary and parameter cycle of motion walk were analysed to get characteristic of the basis of motion in place for individual age.  Keywords : Biomekanik, motion walk analysis, old persons, motion walk characteristic.
OPTIMALISASI TATA LETAK GUDANG – AREA SIMPAN: STUDI KASUS DI PT.GMS Agung Chandra
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 1 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.355 KB)

Abstract

Salah satu benefit dari tata letak yang optimal adalah bisa menghasilkan ruang yang tidak boros. Penelitian yang dilakukan di PT.GMS dengan kondisi 24 lokasi simpan menghasilkan dimensi ruang simpan, panjang  4 m, lebar 12.6 m, lebar lorong 1.8 m,  jumlah lorong 6 buah, dan produktivitas lorong sebesar 42.9%. Semakin banyak jumlah lokasi simpan, maka ruang simpan yang dibutuhkan akan semakin luas; dan semakin banyak jumlah lokasi simpan maka waktu untuk melakukan picking juga semakin bertambah. Kata Kunci: tata letak optimal, dimensi ruang
LOT SIZING MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA PRODUK TIPE WALL MOUNTING DI INDUSTRI BOX PANEL Fachrurrozi Fachrurrozi; Indra Almahdy
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 3 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.225 KB)

Abstract

ABSTRAKObjek studi adalah pabrik di industri panel listrik. Permasalahaan yang sering terjadi dalam pelaksanaan proses produksi adalah persediaan bahan baku. Terjadi keterlambatan bahan baku dan komponen standar yang seharusnya sudah ada dalam ± 5 hari kerja menjadi 20 hari kerja atau lebih. Keterlambatan ini dapat memberikan dampak dalam pengiriman produk kepada konsumen. Material requiretment planing yang digunakan sebagai metode untuk menentukan apa, kapan dan berapa jumlah komponen dan material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dari suatu perencanaan produksi. Studi diawali dengan perhitungan jumlah kebutuhan dan barang yang dibutuhkan menggunakan peramalan  didukung sofware WINQSB. Selanjutnya dihitung total biaya persediaan bahan baku dengan menggunakan teknik Lotsizing Lot For Lot (LFL), Fix Ordet Quantity (FOQ), Economy Order Quantity (EOQ), dan Period Order Quantity (POQ). Berdasarkan hasil dan analisa, teknik lot sizing menunjukkan total biaya persediaan terendah sebesar Rp 562.787.335, tetapi pada penerapan sering terjadi lead time yang berlebih karna lamanya pengiriman. Dengan kondisi tersebut dipilih metode Fix Order Quantity yang memiliki biaya terendah kedua setelah Lot For Lot yaitu sebesar Rp 577.194.547, dan stock pengaman yang tidak terlalu besar.Kata Kunci: Material Requitment Planning (MRP), Peramalan dan Teknik Lot Sizing
RELIABILITY-CENTERED MAINTENANCE (RCM) EVALUATION IN THE INDUSTRY APPLICATION, CASE STUDY: FERTILIZER COMPANY, INDONESIA Rahayu Khasanah
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 1 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.093 KB)

Abstract

Nowadays, Reliability-centered Maintenance (RCM) has become the solution to determine the type of maintenance tasks and inspections needs to be performed to the assets in achieving effective and efficient maintenance. However, implementing RCM is not enough to achieve optimization of maintenance planning. The evaluation, as one of the important point should be done to prove the benefits of RCM and to continuously improve the maintenance planning. In this study, the effects of RCM implementation in the industry application were evaluated, as a step for continuous improvement in RCM application. The case study is an Ammonia plant in a fertilizer company in Indonesia. This research evaluates the RCM effects by investigating and analyzing maintenance cost as evaluation parameter. In general, the findings from the investigation of case study affirm that RCM implementation do reduce the maintenance cost. Overall, the study shows that RCM implementation brings many benefits to the company by reducing maintenance cost which can be resulted as the higher profit for the company.Keyword: RCM Evaluation, Maintenance Cost
ANALISA POSTUR KERJA DENGAN METODE RULA PADA OPERATOR PROSES MASKING FR DAN RR D30D DI PT SC PLANT 2 SAHRI PRAYITNO; BETHRIZA HANUM
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 12, No 1 (2018): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.847 KB)

Abstract

Ada beberapa permasalahan yang muncul di proses masking FR dan RR D30D salah satunya yakni proses kerja dengan kategori padat karya atau semuanya bergantung pada operator. Dapat dijumpai pula aktivitas yang ada didalamnya menuntut operator melakukan kegiatan yang kurang ergonomis sehingga operator sering merasakan lelah dan kaku terutama di area pergelangan tangan, bahu, dan pinggang. Pada penelitian kali ini penulis menggunakan Kuesioner Nordic Body Map dan metode RULA (Rapid Upper Limb Assesment) guna menganalisa postur kerja yang tidak alamiah di Proses Masking FR dan RR D30D dan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan terhadap postur kerja yang ada dalam aktifitas proses masking FR dan RR D30D. Dari hasil amatan yang dilakukan pada tanggal 2 – 20 Oktober 2017 diperoleh skor setiap postur kerja yang berhasil terdata oleh penulis dan hasilnya Skor tertinggi dimiliki oleh Operator pada Post 2 Pemasangan Masking untuk area upper front bumper D30D, yakni dengan skor akhir 7 (risiko dengan tingkat level tinggi dan diperlukan tindakan perbaikan postur kerja sekarang juga). Hal ini karena pada proses tersebut operator melakukan aktivitas dengan postur berdiri, lengan atas membentuk sudut 35°, lengan bawah membentuk sudut 45°, pergelangan tangan membentuk sudut 55°, leher membentuk sudut 65° serta mematah ke kanan dan batang tubuh membentuk sudut 35°. Dari pengamatan kuesioner Nordic Body Map, keluhan yang dirasa oleh Operator Proses Masking FR & RR Bumper D30D yakni merasakan nyeri dan kaku pada pergelangan tangan kanan dan kiri (95.00%), pinggang (91.67%), leher (81.67%), dan bahu kanan – kiri (75.00%). 

Page 10 of 38 | Total Record : 377