cover
Contact Name
Yogi Kuncoro Adi
Contact Email
pedagogi@uniku.ac.id
Phone
+6282323239779
Journal Mail Official
pedagogi@uniku.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan Jl. Cut Nyak Dien No. 36A Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, 45513
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Pedagogi : Jurnal Penelitian Pendidikan
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 24074837     EISSN : 26141728     DOI : https://doi.org/10.25134/pedagogi.v7i1
Core Subject : Education,
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan (P-ISSN 2407-4837, E-ISSN 2614-1728) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan (PGSD FKIP UNIKU), Indonesia. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (Mei & November) sebagai media diseminasi hasil penelitian akademisi dan praktisi pendidikan dasar. Kami mengundang penulis untuk men-submit karya ilmiah di bidang pendidikan dasar yang belum pernah diterbitkan atau tidak sedang ditinjau oleh jurnal lain. Ruang lingkup jurnal ini adalah artikel dari penelitian yang berkaitan dengan pendidikan dasar termasuk strategi pembelajaran, media pembelajaran, kurikulum dan pembelajaran, manajemen pembelajaran dan/atau pendidikan, evaluasi pembelajaran, dan bimbingan konseling di sekolah dasar.
Articles 186 Documents
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA TEMA 2 PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN MELALUI METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS VSD NEGERI 2 BOJONG SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2014/2015 mulyaningsih .
Pedagogi Vol 3, No 2 (2016): Pedagogi
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.95 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v3i2.1176

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa tema 2 peristiwa dalam kehidupan manusia melalui problem based learning. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas V SD Negeri 2 Bojong, dengan jumlah siswa 19 orang yang terdiri dari 10 laki-laki dan 9 perempuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa teknik tes, dan teknik non tes. Kondisi awal ke kondisi akhir terdapat peningkatan hasil belajar. Hasil belajar siswa dari kondisi awal ke siklus I mengalami peningkatan, yaitu dari 2 orang (10,53%) yang mendapat nilai tuntas menjadi 5 orang (26,32%), dan meningkat lagi menjadi 18 orang (94,74%) pada siklus II. Perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas pada Tema 2 Peristiwa Dalam Kehidupan dengan metode Problem Based Learning (PBL) telah dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga tujuan perbaikan tercapai dengan optimal. Penggunaan metode metode Problem Based Learning (PBL) terbukti sangat membantu peningkatan hasil belajar siswa hal ini dikarenakan kelebihan penggunaan metode metode Problem Based Learning (PBL). Dengan menggunakan pendekatan PBL ini, siswa akan bekerja secara kooperatif dalam kumpulan untuk menyelesaikan masalah sebenarnya dan yang paling penting membina kemahiran untuk menjadi siswa yang belajar secara sendiriKata Kunci: Hasil belajar, Problem Based Learning
PEMEBERIAN REWARD PIN LITERASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMBIASAAN LITERASI SISWA SDN 2 RAGAWACANA (Penelitian Tindakan Sekolah pada Siswa SDN 2 Ragawacana Kabupaten Kuningan Tahun Pelajaran 2018/2019) Iwan Hermawan
Pedagogi Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.844 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v5i2.1711

Abstract

Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya untuk menumbuhkan budi pekerti mulia.Upaya sistematis dan berkesinambungan perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. GLS untuk menumbuhkan minat baca dan kecakapan literasi telah dicanangkan sejak tahun 2016. Sekolah Dasar Negeri 2 Ragawacana menyambut program Gerakan Literasi Sekolah dengan melaksanakan pembiasaan membaca 15 menit sebelum pembelajaran di mulai. membiasakan budaya literasi di sekolah dengan adanya pojok baca di setiap kelas agar siswa dapat dengan mudah mengakses sumber literasi yang menunjang kebutuhan setiap siswa untuk berwawasan luas. Selain itu perpustakaan sebagai sumber pemenuhan kebutuhan informasi juga banyak mengadakan kegiatan-kegiatan yang menunjang kebijakan Gerakan Literasi Sekolah. Dengan pemberian Pin Literasi diharapkan dapat meningkatkan pembiasaan literasi pada siswa. Penelitian Tindakan Sekolah ini di lakukan dalam 2 siklus dengan pengumpulan data dari pengamatan dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis PTS ini diperoleh hasil adanya peningkatan pembiasaan berliterasi di lingkungan sekolah. Dari hasil observasi pada siklus pertama dan siklus kedua dapat dilihat ada Peningkatan dengan pemberian reward Pin Literasi dalam pembiasaan siswa berliterasi dengan rincian pada siklus 1 siswa laki-laki memperoleh Pin Literasi sebanyak 47 siswa atau 42% meningkat pada siklus 2 menjadi sebanyak 94 siswa atau 85% terjadi peningkatan 43%, siswa perempuan memperoleh Pin Literasi sebanyak 57 siswa 52% pada siklus1 sedangkan pada siklus 2 meningkat menjadi sebanyak 83 siswa atau 75 % terjadi peningkatan 23%. Persentase keseluruhan adalah 80% siswa telah memperoleh Pin Literasi.Kata Kunci : Pemberian Reward Pin Literasi
PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN TENTANG LUAS BANGUN MELALUI MODEL KOOPERATIF STAD DAN KUIS PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI CITAPEN Dayat .
Pedagogi Vol 3, No 2 (2016): Pedagogi
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.497 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v3i2.1167

Abstract

Pembelajaran Matematika yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu di urutan paling bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal ilmu  matematika memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar, maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model kooperatif STAD dan kuis. Hasil penelitian pada siklus I, aktifitas pembelajaran klasikal hanya mencapai 54,22%. Hal ini belum mencapai peningkatan proses pembelajaran yang diharapkan yaitu 60-70%. Namun pada proses pembelajaran kelompok telah mencapai 91,66% dengan target 70-80%, dan kuis mencapai 74,82% dengan target 70-80%. Sedangkan hasil belajar hanya mencapai 66,66% siswa mencapai nilai 60 - 60 dengan rerata nilai 65 sedangkan target yang ditentukan 100% tuntas mencapai nilai 60 - 60. Untuk meningkatkan proses pembelajaran klasikal pada siklus II setiap siswa diberi peraga beberapa bangun datar untuk dibentuk menjadi berbagai  gabungan bangun dalam membuat soal. Pada Siklus II terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal menjadi 66,15% karena mulai ada 4 orang siswa bertanya dan 20 orang siswa mencatat, di mana pada siklus I tidak ada siswa yang bertanya dan mencatat. Proses Pembelajaran kelompok meningkat menjadi 92,85%. Dan Pembelajaran kuis meningkat menjadi 86,16%. Sedangkan hasil belajar mencapai rerata 72,3% dengan 76,92% siswa mencapai 60 - 60. Dalam proses penyampaian soal kuis menunjukkan soalsoal yang dikemukakan siswa cukup rumit, karena berupa berbagai gabungan bangun datar yang bermacam-macam. Pada Siklus III selain ada peraga untuk setiap siswa, untuk dapat menemukan rumus luas bangun ruang berdasarkan rumus luas bangun datar yang telah dikuasai siswa, juga ditambah dengan pemberian tugas rumah berupa latihan-latihan. Hal ini disebabkan kompetensi yang harus dikuasai semakin sulit. Pada siklus III terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal yang cukup tinggi menjadi 84,61%. Hal ini disebabkan semakin banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan sebanyak 10 siswa dan mencatat sebanyak 26 siswa. Proses Pembelajaran kelompok meningkat menjadi 97,61%, dan proses kegiatan kuis meningkat menjadi 92,77%. Sedangkan hasil belajar mencapai rerata 79,61% dengan 100% siswa mencapai nilai 60 - 60. Dengan demikian semua target yang ditetapkan telah tercapai.Kata Kunci : Proses Pembelajaran, Model Kooperatif STAD, Kuis
Desain Bahan Ajar Dedaktis Dengan Memperhatikan Learning Obstacle Statistika Menggunakan Aktivitas Penalaran Matematis Nuranita Adiastuti
Pedagogi Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.452 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v5i1.1585

Abstract

Pembelajaran Statistika adalah pembelajaran yang meliputi bagaimana cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyajikan data, hingga menarik kesimpulan. Kesalahan berulang-ulang (Learning obstacle) yang sering ditemukan dalam pembelajaran statistika sebelumnya yaitu dalam memahami soal, membaca dan membuat tabel, grafik dan diagram, serta kesalahan dalam penarikan kesimpulan. Kesalahan ini terjadi dikarenakan kurangnya kemampuan penalaran mahasiswa. Tidak hanya dalam statistik, kemampuan bernalar juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi baik dalam lingkup pribadi, masyarakat dan sosial lain yang lebih kompleks.Penelitian ini memiliki tujuan untuk menemukan kesalahan berulang yang sering terjadi pada pembelajaran statistika lalu diperbaiki  menggunakan bahan ajar yang telah didesain secara dedaktis. Desain bahan ajar statistika ini juga menggunakan aktivitas penalaran matematis, agar membiasakan mahasiswa terlatih kemampuan bernalarnya. Tahapan yang dilakukan secara dedaktis untuk desain bahan ajar ini terdiri dari 3 tahapan, yaitu : (1) analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran, (2) analisis metapedadidaktis, (3) analisis pengaitan hipotesis dengan hasil analisis. Untuk desain awal diujicobakan pada kelas A sedangkan untuk desain revisi diuji cobakan pada kelas B prodi Pendidikan Matematika, FKIP, Uniku.Hasil Penelitian ini menunjukan beberapa kesalahan berulang yang sering dilakukan pada pembelajaran statistika, diantaranya (1) kesalahan bagaimana mengelompokan, memahami hingga bagaimana cara menyajikan data dengan tepat, (2) kesalahan dalam menentukan rumus atau formula dalam menentukan ukuran penyebaran data, (3) kesalahan dalam membaca grafik dan histogram,  untuk mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi berulang-ulang tersebut maka disusun desain bahan ajar yang berisi (1) materi statistika dasar beserta contoh aplikasinya, (2) variasi contoh soal dan latihan soal yang mengarah pada kemampuan aktivitas penalaran mahasiswa. (3) dikenalkan suatu software statistic yaitu SPSS dan dilengkapi petunjuk  bagaimana langkah-langkah menggunakan SPSS yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam pengolahan data sehingga mudah untuk menarik kesimpulan, sehingga diharapkan penalaran mahasiswa dapat meningkat. (4) kegiatan latihan survey, untuk melatih kemampuan bernalar dalam memahami suatu data (5) kegiatan membuat kesimpulan dalam laporan survey statistika, sehingga terbiasa membuat grafik dan table.  Desain ini telah divalidasi ahli dengan kriteria valid, sehingga desain bahan ajar didaktis ini dapat digunakan dengan harapan dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan serta meningkatkan kemampuan penalaran matematis pada perkuliahan statistika.Kata Kunci : Statistika, Learning Obstacle, Desain Bahan Ajar Didaktis, Aktivitas Penalaran Matematis
GOBAK SODOR DAN BENTENGAN SEBAGAI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES BERBASIS KARAKTER PADA SEKOLAH DASAR Pajar Anugrah Prasetio; Gilang Kripsiyadi Praramdana
Pedagogi Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.772 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v7i1.2858

Abstract

Pada kajian penelitian terdahulu, terdapat muatan pendidikan karakter dalam setiap permainan tradisional. Guru yang mengajarkan Gobak Sodor dan Bentengan, dua permainan tradisional yang melatih kemampuan motorik, sering tidak memperhatikan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter siswa yang dapat terbentuk melalui kedua permainan tradisional tersebut. Sementara, pembelajaran Penjasorkes dan permainan tradisional merupakan konsep yang beriringan dan dapat membentuk karakter yang baik bagi siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SD dan guru Penjasorkes di SDN 3 Awirarangan, SDN 2 Kuningan, dan SDN 10 Kuningan. Peneliti sebagai human instrument menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Pelaksanaan olahraga permainan tradisional dalam pembelajaran Penjasorkes berbasis karakter yang dilaksanakan di SDN 3 Awirarangan, SDN 2 Kuningan, dan SDN 10 Kuningan dapat memunculkan nilai-nilai karakter siswa seperti kerjasama, percaya diri, jujur, tanggung jawab, toleransi, saling menghargai, dan disiplin. Peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan permainan tradisional dalam pembelajaran Penjasorkes merupakan salah satu sarana alternatif yang dapat membentuk karakter siswa sekolah dasar.Kata Kunci: permainan tradisional; penjasorkes; pendidikan karakter
UPAYA MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS MENGGUNAKAN MODEL SETS (SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY SOSIETY) DALAM PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPA Arrofa Acesta
Pedagogi Vol 4 (2017)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.663 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v4i1.496

Abstract

ABSTRAKLiterasi sains merupakan upaya menggunakan ilmu pengetahuan tentang sains,mengidentifikasi pertanyaan, menarik kesimpulan dan mengembangkanpemahaman tidak hanya dalam konsep tetapi juga dari aplikasi nyata yang ditemuidalam kehidupan sehari-hari.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatankemampuan literasi sains mahasiswa PGSD KIP Universitas Kuningan Dalampembelajaran konsep dasar IPADua kelas digunakan dalam penelitian ini. Kelas 1 D dengan jumlah 37 siswamenggunakan metode pembelajaran SETS dan kelas 1 E dengan jumlah 36 anakmenggunakan metode konvensional.Hasil analisis data menunjukkan bahwa menunjukkan perbandingan skor rata-ratapeningkatan kemampuan literasi sain mahasiswa, bahwa skor tes awalmahamahasiswa kelas 1 D metode sets sebesar 50.92 dari skor ideal, sedangkanskor tes awal hasiswa kelas 1 E metode konvensional adalah 50.49 dari skor ideal.Hal ini menunjukkan skor rata-rata tes awal tidak terdapat perbedaan yang begitunyata. Untuk skor tes akhir kelas 1D metode sets 78.49 dari skor ideal sedangkanskor tes akhir kelas 1 E metode konvensional sebesar 68.32 dari skor ideal,sedangkan untuk N Gain peningkatan kemampuan literasi kelas 1 D metode sets0.56 dari kenaikan ideal dan untuk kelas 1 E metode konvensional 0.36 darikenaikan ideal, rata-rata N Gain kelas 1 D metode sets termasuk kategori sedangdan kelas 1E metode konvensional termasuk kategori sedang, hal inimenggambarkan bahwa peningkatan kemampuan literasi mahasiswa setelahmengikuti pembelajaran metode sets maupun metode konvensional secara umummeningkat, tetapi jika dilihat dari angka peningkatannya bahwa mahasiswa kelasmetode sets mengalami peningkatan perkembagan kemampuan literasi sains yanglebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran metode konvensionalKata Kunci Literasi Sains, Model Pembelajaran SETS
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR KESENIAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK DENGAN CARA MENYANGKAL PADA SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMPN 1 CINIRU KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Nurhayati, Yeyet
Pedagogi Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.586 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v4i1.1120

Abstract

Seorang guru tentunya dalam menyampaikan materi pembelajaran membutuhkan metode agar materi lekas bisa diterima oleh peserta didik.Tentunya dalam kegiatan penelitian ini peneliti ingin mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Kelompok Dengan Cara Menyangkal bisa meningkatkan minat belajar pada siswa.Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan di SMPN 1 Ciniru Kabupaten Kuningan tepatnya di kelas VII. Karena penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, maka penelitian dilakukan dimana guru mengajar pada kelas tersebut.Untuk pengambilan data digunakan dua angket yaitu angket aktivitas dan soal penilaian. Angket aktivitas untuk melihat keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar dan untuk melihat tingkat kerjasama siswa. Sedangkan angket penilaian untuk melihat hasil belajar siswa dalam satu siklus.Dari hasil penelitian ternyata bahwa pembelajaran dengan metode jurnal kemampuan siswa dan hasil belajar siswa terbukti meningkat. Terbukti tampak dari data daya kreasi pada siklus 3 mencapai 39 siswa atau 97,5%, daya pengembangan mencapai 40 siswa atau 100% dan daya penerapan mencapai 40 siswa atau 100% serta tingkat pemahaman mencapai 40 siswa atau 100%, tingkat pengamatan 38 siswa atau 95,00% dan tingkat penghayatan 37 siswa atau 92,5%.Dengan harapan penelitian ini dapat berkembang dan bermanfaat untuk meningkatkan hasil pembelajaran. Kata Kunci; Prestasi Belajar, Model Pembelajaran Kelompok
Upaya Meningkatkan Kemampuan Memahami Mendeskripsikan Benda Melalui Program Remedial Oleh Tutor Sebaya Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Supardi, Supardi
Pedagogi Vol 3, No 1 (2016): Pedagogi
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.125 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v3i1.1191

Abstract

Dalam pengajaran disekolah pun khususnya pengajaran Bahasa Indonesia guru senantiasa berusaha agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami konsep bahsa Indonesia yaitu mendeskripsikan benda, namun dalam kenyataannya masih banyak siswa yang tidak bisa memahami konsep bahasa Indonesia tentang mendeskripsikan benda sebagaimana yang diharapkan oleh guru. Hal ini sejalan dengan pendapat K. Goodman tentang konsep keterampilan materi pelajaran yang dapat dilihat dari dua segi, yaitu : keterpaduan antara materi bahasa dalam pembelajaran bahasa itu sendiri dan keterpaduan antara pembelajaran bahasa dengan materi pembelajaran mata pelajaran lain.Dalam pengajaran disekolah pun khususnya pengajaran Bahasa Indonesia guru senantiasa berusaha agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami konsep bahsa Indonesia yaitu mendeskripsikan benda, namun dalam kenyataannya masih banyak siswa yang tidak bisa memahami konsep bahasa Indonesia tentang mendeskripsikan benda sebagaimana yang diharapkan oleh guru.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VI SDN CIBENTANG KECAMATAN KRAMATMULYA KABUPATEN KUNINGAN Roheni Roheni
Pedagogi Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.678 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v6i1.1892

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan ini untuk mengupayakan perbaikan pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas VI SDN Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Tujuannya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan dengan mengangkat judul ”Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan”. Pelaksanan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDN Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Adapun Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan.Penelitian ini berlangsung pada tanggal 22 Januari 2018 s/d 19 februari 2018, karena waktu ini diperkirakan untuk memberikan materi tentang gejala alam dan merupakan waktu awal semester, sehingga penelitian ini tidak banyak terganggu oleh kegiatan lainnya dan dapat terlaksana sesuai jadwal. Terdiri dari Observasi Guru, Observasi Kegiatan Siswa, Tes, dan Wawancara. Setelah melakukan penelitian dengan siklus I dan II dalam pembelajaran IPS di kelas VI SDN Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan terlihat ada perubahan, baik dalam aktivitas guru waktu mengajar yang diperlihatkan dalam siklus ke satu sampai ke dua nampak ada perubahan, begitupun dengan aktivitas siswa.Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing, Hasil Belajar, IPS
MODIFIKASI BOLA VOLI MINI PADA SISWA KELAS V SD N SINDANGSARI KECAMATAN SINDANGAGUNG KABUPATEN KUNINGAN Oman .
Pedagogi Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.452 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v4i1.1110

Abstract

             Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan belajar siswa pada mata pelajaran  Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan kelas V SD materi pokok Pembelajaran Bola Voli melalui Modifikasi Bola Voli Mini.Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan secara kolaboratif dan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Sindangsari Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan dengan 37  siswa yang terdiri dari 24 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar mengalami peningkatan perolehan nilai akhir pengamatan pemahaman siswa (kognitif) 93,24% termasuk ke dalam kriteria sangat baik. Hasil akhir pengamatan perilaku siswa (afektif) 80,41% termasuk ke dalam kriteria sangat baik. Hasil akhir pengamatan keterampilan siswa (psikomotor) sebesar 79,92% termasuk ke dalam kriteria baik. Hasil peningkatan yang besar disebabkan karena siswa menjadi sangat antusias ikut serta dalam pembelajaran. Hal ini membuat siswa menjadi lebih termotivasi dan terdorong untuk lebih berkompetensi. Penelitian ini berkesimpulan bahwa pembelajaran bola voli yang diberikan dengan modifikasi bola voli mini dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Sindangsari Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan.Kata Kunci: modifikasi bola voli mini, hasil belajar 

Page 7 of 19 | Total Record : 186