cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
MODEL BERMAIN PERAN DAN JIGSAW MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL MEMPERHATIKAN POLA ASUH Nikki Tri Sakung; Pargito Pargito; Edy Purnomo
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine: the difference between the student's social skills model of role playing and jigsaw model with parenting attention. The research method was experiment research. Analysis of the data was using a two way analysis of variance and t-test of two independent samples. Conclusions of this study were: (1) there was a difference between student learning social skills using role playing models and ofusing jigsaw model with parenting attention, (2) the social skills students in which democratic patterns was better than permissive parentingTujuan penelitian ini untuk mengetahui: perbedaan keterampilan sosial siswa yang menggunakan model bermain peran dan modelJigsawdengan memperhatikan pola asuh orang tua siswa.Metode penelitian adalah penelitian eksperimen. Analisis data menggunakan analisis varians dua jalan dant-test dua sampel independen. Kesimpulan penelitian: (1) terdapat perbedaan keterampilan sosial siswa yang pembelajarannya menggunakan model bermain peran dengan modelJigsawdengan memperhatikan pola asuh orang tua (2) keterampilan siswa yang pola asuhnya demokratis lebih baik dibandingkan dengan pola asuh orang tuanya permisif.Kata kunci: bermain peran, keterampilan sosial, tipejigsaw,pola asuh orang tua
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SIMULASI Alwansyah Alwansyah; Eddy Purnomo; Pargito Pargito
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This class action research was aimed at finding out the increasing of students social skills by using simulation model approach to social studies learning of the 8th grade students. It was carried out by applying simulation steps to improve students social skills in each cycle. It was conducted in three cycles. The data obtained from observations of each cycle was used as basis or corrections for the next cycle. The results showed that in Cycle I, the indicators of students social skills did not yet reach 70% of their activities. In Cycle II, the indicators of social skills reached 70% of students activities including the applications of turn-taking/sharing and making efforts/following instructions indicators. In Cycle III, the applications of all social skill indicators reached 70% or more including the indicators of turn-taking/sharing, appreciating/respecting each other, assisting/helping each other, making efforts, controlling emotions, expressing opinions, accepting opinions.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan sosial siswa dengan menggunakan pendekatan model simulasi pada pembelajaran IPS. Penelitian ini dilaksanakan dengan proses pembelajaran yang menerapkan langkah-langkah simulasi untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa pada setiap siklusnya. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus, data hasil observasi dari setiap siklus menjadi dasar atau bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian meningkatkan keterampilan sosial siswa dengan menggunakan model simulasi. Pada siklus I, indikator keterampilan sosial belum ada yang mencapai 70% aktivitas siswa. Pada siklus II indikator keterampilan sosial yang telah mencapai 70% aktivitas siswa dengan indikator keterampilan sosial bergiliran/berbagi dan bersungguh-sungguh/mengikuti petunjuk. Pada siklus III semua indikator keterampilan sosial telah mencapai 70% atau lebih indikator bergiliran/ berbagi, menghargai/ menghormati, membantu/ menolong orang lain, bersungguh-sungguh, mengontrol emosi, menyampaikan pendapat, menerima pendapat.Kata kunci: keterampilan sosial, pembelajaran ips, simulasi
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU GEOGRAFI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA BANDAR LAMPUNG Sunardi Sunardi; Sudjarwo Sudjarwo; Sumadi Sumadi
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The goal of the research was to discover the pedagogic competence of geography teachers. The method that used was phenomenological qualitative descriptive. The result of the research showed that the geography teachers comprehension on the educational insight and foundation at SMAN 1, 2 and 3 were in good criteria, on students understanding at SMAN 1, 2 and 3 were in good criteria, on learning plan at SMAN 1, 2 and 3 were in good criteria, on educated and dialogic learning implementation at SMAN 1, 2 and 3 were in passable criteria, on learning technology utilization at SMAN 1, 2 were in passable criteria, while at SMAN 3 were in deficient criteria, on studying result evaluation at SMAN 1 and 2 were in passable criteria, while at SMAN 3 were in deficient criteria, on students improvement toactualize their potencies at SMAN 1, 2 and 3 were in good criteria.Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi pedagogik guru geografi. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan guru geografi pada pemahaman wawasan dan landasan kependidikan di SMAN 1, 2 dan 3 kriteria baik, pada pemahaman terhadap peserta didik di SMAN 1, 2 dan 3 kriteria baik, pada perancangan pembelajaran di SMAN 1, 2 dan 3 kriteria baik, pada pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis di SMAN 1, 2 dan 3 kriteria cukup baik, pada pemanfaatan teknologi pembelajaran di SMAN 1 dan 2 kriteria cukup baik, sedangkan di SMAN 3 kriteria kurang baik, pada evaluasi hasil belajar di SMAN 1 dan 2 kriteria cukup baik sedangkan di SMAN 3 kriteria kurang baik, pada pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya di SMAN 1, 2 dan 3 kriteria baik.Kata kunci: guru geografi, kompetensi pedagogik,kota bandar lampung
BRAINSTORMING METHOD AND DISCUSSION TO INCREASING SOCIAL SKILL BY STUDENTS LEARNING ENVIRONMENT Dian Ramahwati; Trisnaningsih Trisnaningsih; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of the research were to know the difference of the social skill improvement concerning the students learning environment among students interaction and between students teacher interaction that teaching learning used brainstorming method and discussion. This research used quasi experiment with factorial design. The interpretation sampling was probability sampling by using cluster random sampling. The collecting data technique used documentation, interviews, and social skill observation sheets. The first and sixth hypothesis testing were using two way variants while for second, third, fourth, fifth, an seventh were using t-test. The result of the research showed that there were difference increasing in social skills by observing the students learning environment seen from the students interaction among the students and between students and teacher who using brainstorming method and discussion.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan sosial dengan memperhatikan lingkungan belajar siswa dilihat dari interaksi siswa dengan siswa dan interaksi siswa dengan guru yang pembelajarannnya menggunakan metode brainstorming dan diskusi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi experiment dengan desain faktorial. Teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan lembar pengamatan keterampilan sosial. Pengujian hipotesis pertama dan keenam menggunakan analisis varian dua jalan sedangkan untuk hipotesis kedua, ketiga, keempat, kelima, dan ketujuh menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan keterampilan sosial dengan memperhatikan lingkungan belajar siswa dilihat dari interaksi siswa dengan siswa dan interaksi siswa dengan guru yang pembelajarannnya menggunakan metode brainstorming dan diskusi.Kata kunci: diskusi, keterampilan sosial, lingkungan belajar, metode brainstorming
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP BERFIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA Sanun Sanun; Pargito Pargito; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was done because of the writers concern about the quality of learning done by the teachers in the classroom was less intensive. This study used kuasi experiment design by using nonequivalent group pre-test post-test design. From the results of the statistical data it showed that there were significant differences between critical thinking skills and creative thinking of children who used the Problem Based Learning in class experiments with the Inquiry Learning on class control. Critical and creative thinking skills of children who used the Problem Based Learning has increased very significantly compared to used Inquiry Learning. This would greatly help the students in their activities and seeking knowledge or understanding to satisfy curiosity so that students would become critical and creative thinking who were able to solve various problems.Penelitian ini dilaksanakan karena kekhawatiran peneliti mengenai kualitas pembelajaran yang dilakukan guru di kelas yang kurang intensif dalam hal memberikan pelajaran. Penelitian ini menggunakan metode desain kuasi eksperimen dengan menggunakan model rancangan nonequivalent group pre-test post-test design. Dari hasil data statistik menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa memiliki pengaruh yang sangat signifikan dimana dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah anak mampu mengembangkan berpikir kritisnya, anak menjadi seorang analis dan kritis dalam hal bertanya dan masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama, menemukan hal-hal yang beragam serta siswa mampu melahirkan hal yang baru dan lebih menarik, selain itu Model Pembelajaran Berbasis Masalah efesien untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif siswa. Kata kunci: berfikir kreatif, berfikir kritis, model pembelajaran berbasis masalah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TIME TOKEN PELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL Royan Rosyadi; Pargito Pargito; Edy Purnomo
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The background of the problem was the lack of social skills of students. The goal of this research was economics, the purpose of this study was to describe the application cooperative learning model type time token economy learning and to determine the effects of cooperative learning model type time token in improving students' social skills. The method used in this research was the Classroom Action Research, which consists of three cycles. Each cycle included planning, implementation, observation, and reflection. Data collection technique used observation to assess the affective aspects. Data were analyzed using descriptive by analysis.The results showed an increase in: (1) an increase in students' social skills, the indicator reached the third cycle; (2) the student's social skills of students in the second cycle of the indicator has been reached later in the third cycle of increasing and reached ? 77.42%.Penelitian ini pada mata pelajaran Ekonomi, latar belakang masalahnya adalah rendahnya keterampilan sosial siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran cooperative tipe Time Token dalam pembelajaran Ekonomi dan untuk mengetahui efek dari model pembelajaran Kooperative tipe Time Token dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk menilai aspek afektif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada: (1) peningkatan keterampilan sosial siswa, indikator tercapai pada siklus ketiga; (2) keterampilan sosial siswa siswa pada siklus kedua indikatornya sudah tercapai selanjutnya pada siklus ketiga semakin meningkat dan mencapai ? 77.42%Kata kunci: keterampilan sosial, metode pembelajaran time token, model pembelajaran kooperatif
PENINGKATAN MOTIVASI, AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN MODEL TIPE STAD Nurbaiti Nurbaiti; Sumadi Sumadi; Yon Rizal
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this observation was determine the level of student motivation through model STAD application, find the model STAD in enhancing learning activities and determine the STAD model in increasing student learning outcomes. Data Collecting Technique in this research was using, test methods, and observation methods. Based on the analysis and discussion, it could be concluded that: Application of STAD cooperative learning model was by reporting the results of the group work in the group at standards of competency of knowing the social deviation, and understanding the factors that influence. The students application of STAD Cooperative learning model by giving different tasks for each group on the standarts of competency knowing the social deviation, and understanding the factors that influence. Application of STAD Cooperative learning model by giving different tasks for each group and report on the work in batches around between groups of standard of competency know the social deviation, and understanding the factors that influence the students.Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa melalui peanerapan model pembelajaran STAD, mengetahui model pembelajaran STAD dalam meningkatkan aktivitas belajar dan mengetahui model pembelajaran STAD dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, dan metode observasi. Berdasarkan analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa: Penerapan model pembelajaran Cooperative tipe STAD dengan melaporkan hasil kerja kelompok secara berkeliling antar kelompok pada Standar Kompetensi mengenal penyimpangan sosial, pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi siswa. Tugas yang berbeda untuk setiap kelompok pada Standar Kompetensi mengenal penyimpangan sosial, pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi siswa. Penerapan model pembelajaran Cooperative tipe STAD dengan pemberian tugas yang berbeda untuk setiap kelompok dan melaporkan hasil kerja kelompok berkeliling antar kelompok pada Standar Kompetensi mengenal penyimpangan sosial, pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi siswa.Kata kunci: aktivitas, hasil belajar ips, motivasi, stad
UPAYA MENINGKATKAN KARAKTER SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN MENGGUNAKAN MEDIA CATATAN MOVE-ON Wellfa Rina Hamer; Eddy Purnomo; Darsono Darsono
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research were to analyze how Move-on media notes could increase students characters. The methodology used in this research was Classroom Action Research. Based on the result of the research, it could be informed as follows: Move-on media notes which contained expectation, inspiration, religious motivation, and also an effort to develop habits by keeping the promise to change behavior that could increase students characters.By using Move-on media notes, the names of good characters could be obtained from habits.The students characters which were more dominantcould be seen from the percentage as follows: religious character was 79%, discipline was 76%, tolleran was 83%, hard workwas 76% andresponsibilitywas 76%. For the character of honesty, it was only 62%. It means that it could not reach the indicatorof achievement, however there was a progress on each cycle.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana media catatan Move-on dapat meningkatkan karakter siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Dari penelitian ini hasilnya sebagai berikut: Media catatan Move-on yang didalamnya terdapat catatan impian yang ingin diraih, inspirasi, motivasi religi, juga upaya membangun kebiasaan baik dengan perjanjian perubahan perilaku dapat meningkatkan karakter siswa. Penanaman karakter baik juga dapat diperoleh melalui Habits atau kebiasaan. Dari siklus I karakter siswa belum mencapai indikator. Hingga pada siklus ke-II dan ke-III terjadi peningkatan karakter secara signifikan hingga mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu dari 29 siswa. Karakter dominan dan mulai membudaya yaitu pada karakter religius 79%, disiplin 76%, toleransi 83%, kerja keras 76% dan tanggung jawab 76%. Karakter kejujuran masih belum tercapai yaitu 62% namun dalam setiap siklus sudah nampak perbaikannya.Kata kunci: media catatan move-on, nilai karakter, pkn
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMAHAMAN PKn Tutut Zatmiko; Darsono Darsono; Irawan Suntoro
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to improve the lesson plan, the implementation of learning, the students critical thinking skills, and students' understanding of civics through social PBL models. This research was a classroom action research by using three cycles. The subject of research were students in grade X MIA 1 and X MIA 2. The data were collected by observation and tests and analyzed by descriptive analysis. The result of research: 1) the students instructional design was in accordance with the results of the analysis of the needs of the poor critical thinking skills and students understanding of civics, 2) the activity of students in the learning process were the teachers guide students to analyze and evaluate the process of solving the problem, 3) the ability of critical thinking of students was increased in each cycle, and 4) students' understanding of civics has also increased each cycle.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perencanaan pembelajaran, meningkatkan pelaksanaan pembelajaran, meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, dan meningkatkan pemahaman PKn siswa melalui model PBM sosial. Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas dengan mengunakan tiga siklus. Subjek penelitian siswa kelas X MIA 1 dan X MIA 2. Pengumpulan data melalui observasi dan tes serta dianalisis secara deskriptif analisis. Hasil penelitian: 1) desain pembelajaran sesuai dengan hasil analisis kebutuhan tentang rendahnya kemampuan berpikir kritis dan pemahaman PKn siswa, 2) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran adalah guru membimbing siswa untuk menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, 3) kemampuan keterampilan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan setiap siklusnya, dan 4) pemahaman siswa tentang PKn juga meningkat setiap siklusnya.Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, pbm sosial, pkn
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL DALAM KERJA KELOMPOK DENGAN PEMBELAJARAN OUTDOOR STUDY Mulat Sudrajat; Pargito Pargito; Risma. M Sinaga
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to improve social skills in group work and social studies with outdoor study. The research methodology used Classroom Action Research Approach. The results showed that study of outdoor learning can improve social skills in group work, Cycle III of social skills in work groups of students for each indicator was visible on the indicator of turns or share a very good criteria with a total score of 109, or 90.83%, both indicators provide criticism and suggestions gained both criteria with a total score of 104, or 86.66%, The third indicator of emotional control criteria obtained a very good total score of 96 or 80%, obtained good the fourth indicator criteria very well with a total score of 91 or 50.83%, the fifth indicator of expressing opinion in problem solving obtained criteria with a total score of 82 or 63.33%, The sixth indicator receive opinions find solutions together to get both criteria with a total score of 84 or 70%.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial dalam kerja kelompok mata pelajaran IPS dengan outdoor study. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran outdoor study dapat meningkatkan keterampilan sosial dalam kerja kelompok. Pada akhir siklus III keterampilan sosial dalam kerja kelompok setiap indikatornya terlihat pada indikator bergiliran atau berbagi memperoleh kriteria sangat baik dengan skor total 109 atau 90,83%, indikator memberikan kritik dan saran memperoleh kriteria baik dengan skor total 104 atau 86,66%, indikator mengontrol emosi memperoleh kriteria sangat baik skor total 96 atau 80%, indikator memperoleh kriteria sangat baik dengan skor total 91 atau 50,83%, indikator menyampaikan pendapat pemecahan masalah memperoleh kriteria baik dengan total skor 82 atau 63,33%, indikator menerima pendapat mencari solusi bersama mendapatkan kriteria baik dengan skor total 84 atau 70%.Kata kunci: kerja kelompok, keterampilan sosial, outdoor study