cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Studi Sosial Program Pascasarjana P-IPS
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
Penerapan Model Poblem Possing Untuk Meningkatkan Minat Belajar Akutansi Siswa Kelas X SMK nuraini nuraini; Sudjarwo Sudjarwo; Pargito Pargito
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know the interest and the result of the students’ accounting cognitive learning by using problem posing learning model. This research is an action research. The activity of this research was conducted a number of three cycles. The subject of this research was the students’ of accounting tenth grade SMK a number 35 students. The data collecting technique used observation learning activity sheet with seven indicators of success namely The data of observation result and formative test on each cycle become the basic or repair material on the next cycle. The result of research show that : there is improvement of learning interest and result of the students’ cognitive learning on each cycle. After using model in learning problem posing accounting subject.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat dan hasil belajar kognitif Akutansi siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Posing. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus. Subjek penelitian adalah seluruh siswa di kelas X Akutansi SMK sebanyak 35 siswa. Alat pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan aktivitas belajar dengan 10 indikator  keberhasilan.  Data dari hasil observasi dan tes formatif pada setiap siklus menjadi dasar atau bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat peningkatan minat belajar dan hasil belajar kognitif siswa disetiap siklus.Kata Kunci : Minat belajar, akuntansi, problem posing.
Kompetensi Pedagogik Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial SMPN 2 Sidomulyo Euis Rusmini; Pargito Pargito; pujiati pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this research is to describe pedagogical competence of teachers at SMPN 2 Sidomulyo. The study  used qualitative method. The informants in this research are Social Studies teachers, school principal, and supervisor. The results of this study conclude that in general the pedagogical competence of teachers of IPS at SMPN 2 Sidomulyo good, and in particular: 1) teachers have  good competence in mastery of the characteristics of learners, 2) teachers have  good competence in mastery of learning theory and principles of learning that educate, 3) teachers have good competence in curriculum development, 4) teachers have o good competence in the design of learning activities that educate, 5) teachers have o good competence in the development of learners potentials, 6) teachers have o good competence in communication with learners, and 7) teachers have a fair competence in assessment and evaluation, and 8) The score of Social Students were good. pedagogic competence required advocacy, guidance, and intensive supervision, by both the principal and supervisor of IPS.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik guru IPS di SMPN 2 Sidomulyo. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah guru IPS, kepala SMPN 2 Sidomulyo, dan pengawas. Hasil penelitian ini secara umum kompetensi pedagogik guru mata pelajaran IPS SMPN 2 Sidomulyo baik, dan secara khusus: 1) penguasaan karakteristik peserta didik cukup baik, 2) penguasaaan teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik baik, 3) pengembangan kurikulum baik, 4) perancangan kegiatan pembelajaran yang mendidik baik, 5) pengembangan potensi peserta didik kurang baik,6) komunikasi dengan peserta didik baik,7) penilaian dan evaluasi baik, serta 8) hasil belajar IPS siswa baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan bahwa untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru diperlukan advokasi, bimbingan, dan pengawasan yang intensif, baik oleh kepala sekolah maupun pengawas mata pelajaran IPS. Kata kunci    : kompetensi,pedagogik, guru IPS
Perbandingan Keterampilan Sosial Antara Penggunaan Model Jigsaw dan TSTS Dengan Minat Belajar Dwiana Arista; Sudjarwo Sudjarwo; Trisnaningsih Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the differences of social skills in which the  learning using Jigsaw and TSTS models with interest in learning. the research used an experimental method with a comparative approach. The technique in collecting data used observation and questionnaires. The results showed that there were differences in social skills between the students who learned using the Jigsaw learning model compared to those who learned the TSTS model. Social skills of students who learned using the Jigsaw learning model were higher than students who learned using TSTS with high interest in learning. The social skills of the students who learned using Jigsaw is lower than TSTS in students who have a low interest in learning, There is an interaction between the Jigsaw learning model and TSTS with students' learning interest in social skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan sosial yang pembelajarannya menggunakan model Jigsaw dan TSTS dengan minat belajar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan komparatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan sosial antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Jigsaw dibandingkan yang pembelajarannya menggunakan model TSTS, Keterampilan sosial siswa yang pembelajaranya menggunakan model pembelajaran Jigsaw lebih tinggi dibandingkan TSTS pada siswa yang memiliki minat belajar tinggi, Keterampilan sosial siswa yang pembelajarannya menggunakan model Jigsaw lebih rendah dibandingkan TSTS pada siswa yang memiliki minat belajar rendah, Ada interaksi antara model pembelajaran Jigsaw dan TSTS dengan minat belajar siswa pada keterampilan sosial. Kata kunci: keterampilan sosial, jigsaw, tsts, minat belajar 
Penerapan Model Scaffolding Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Pada Pembelajaran Sosiologi Megawati Megawati; Sudjarwo Sudjarwo; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to implementation the scaffolding learning model in improve the students’ critical thinking ability in sociology students on a x banjar 1 the n high school. Research methodology improving a tenth grade of SMAN 1 Banjar Agung is the Classroom Action Research. This is classroom action research and the result shaved that elaborate the language think critically learning sociology students on is the perancah learning model.Students work in a group called to observe any information, data, and symbols that is in a media shown after the solution of the problem.Tujuan penelitian ini adalah untuk penerapan model pembelajaran scaffolding dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa pada mata pelajaran Sosiologi di kelas X SMA N 1 Banjar Agung.  Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Sosiologi dapat dilakukan dengan penerapan model pembelajaran Scaffolding. Siswa bekerja dalam kelompok diajak untuk mengamati berbagai informasi, data, dan simbol yang terdapat pada media yang ditampilkan kemudian mencari solusi dari permasalahan yang terjadi tersebut. Kata kunci: scaffolding,kemampuan berpikir kritis, sosiologi 
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL INKUIRI SOSIAL PADA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XII IPS SMA NEGERI 1 WAY LIMA Herawati Herawati; Sudjarwo Sudjarwo; Risma M Sinaga
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine students' critical thinking skills through social inquiry models in learning sociology. The research method used is descriptive research method. Data collection techniques used are tests, observation sheets, interviews and documentation. Data analysis technique used is qualitative data analysis technique which is directed to obtain information about critical thinking skills indicators that emerge through social inquiry models when sociology learning takes place. The research subjects are all students of class XII IPS2, amounting to 20 people obtained through purposive sampling techniques . The results showed that the indicators of students' critical thinking skills that emerged through the application of social inquiry models during sociology learning took place in different categories. In addition, the results of the study showed the difficulties of students when reaching indicators of critical thinking skills through social inquiry in learning sociology.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa melalui model inkuiri sosial pada pembelajaran sosiologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif yang diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai indikator keterampilan berpikir kritis yang muncul melalui model inkuiri sosial pada saat pembelajaran sosiologi berlangsung.Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas XII IPS2 yang berjumlah 20 orang yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator keterampilan berpikir kritis siswa yang muncul melalui penerapan model inkuiri sosial pada saat pembelajaran sosiologi berlangsung memiliki kategori yang berbeda. Selain itu hasil penelitian menunjukkan adanya kesulitan siswa pada saat mencapai indikator keterampilan berpikir kritis melalui inkuiri sosial pada pembelajaran sosiologi. Kata kunci: keterampilan berpikir kritis, inkuiri sosial
Analisis Keterampilan Sosial Siswa Pada Pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Pardasuka Ririh Pintoko Jati; Pargito Pargito; Erlina Rufaida
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to findout the social activity social studies learning in SMP Negeri 3 Pardasuka. This research used a qualitative approach, and decrypted analysis of students social skills on social studies learning in SMP Negeri 3 Pardasuka naturally and genuinely. The results of this research which is social skills students on social studies learning in SMP Negeri 3 Pardasuka students have been spotted capable in, social skills like ventured to ask a teacher when there are subjects that are not intelligible, dare to pass an opinion without harming others hearts, starting to like, study group and began to dare to take on before class. Someone who has personal identificattion confident entered on social skills of them can appreciate his own business, and dare to state your opinion.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keterampilan sosial siswa pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Pardasuka.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, sebab akan mendiskripsikan analisis keterampilan sosial siswa pada pembelajaran IPS SMP Negeri 3 Pardasuka secara natural dan apa adanya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu keterampilan sosial siswa pada pembelajaran IPS di SMP Negeri 3 Pardasuka peserta didik sudah terlihat cakap dalam keterampilan sosial, seperti memberanikan diri untuk bertanya kepada guru ketika ada mata pelajaran yang tidak dimengerti, berani menyampaikan pendapat tanpa melukai hati orang lain, mulai menyukai belajar kelompok, dan mulai berani untuk mengerjakan soal didepankelas. Ciri-ciri pribadi seseorang yang memiliki sikap percaya diri yang masuk pada ciri-ciri keterampilan sosial diantaranya bisa menghargai usahanya sendiri, dan berani menyampaikan pendapat. Kata kunci: keterampilan sosial, pembelajaran IPS
STUDI PERBANDINGAN KETRAMPILAN SOSIAL (SOCIAL SKILL) MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER DAN TIME TOKEN ARRENDS PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 19 BANDAR LAMPUNG. Ardhi Yudisthira; Darsono Darsono; Trisnaningsih Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the low social skills of students in Integrated Social Studies subjects in class VII SMP Negeri 19 Bandar Lampung. This study aims to compare students' social skills using the MURDER type of cooperative learning model and Time Token Arrends by paying attention to the assignment technique in Integrated Social Studies. The results of data analysis show (1) There are differences in social skills between students whose learning uses the MURDER type cooperative learning model with the cooperative learning model Time Token Arrends type. (2) There is an interaction between the learning model and the assignment of social skills in Integrated Social Studies subjects (3) There are differences in the social skills of students taught using the MURDER type cooperative learning model better than the Time Token Arrends.Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya keterampilan sosial (social skill) siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di kelas VII SMP Negeri 19  Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keterampilan sosial (social skill)) siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER dan Time Token Arrends dengan memperhatikan teknik penugasan pada mata pelajaran IPS Terpadu. Hasil analisis data menunjukkan (1) Ada perbedaan keterampilan sosial antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER dengan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token Arrends.  (2) Ada interaksi antara model pembelajaran dengan teknik penugasan terhadap keterampilan sosial (3) Ada perbedaan ketrampilan sosial siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER lebih baik daripada Time Token Arrends. Kata kunci: keterampilan sosial (social skill), time token, MURDER, teknik penugasan.  
Analisis Pemahaman Konsep Sosialisasi Dan Internalisasi Nilai Budaya Dalam Sikap Menjunjung Tinggi Persatuan Masyarakat Di Desa Pancasila Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan S Vianita Zulyan; Pargito Pargito; Pujiati Pujiati
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze and explain the understanding of the concept of socialization and internalization of cultural values in an attitude of upholding community unity in the Pancasila. The results of this study conclude that 1) Understanding the concept of socialization in upholding community unity in the Pancasila Village is in the category of "very bad". 2) Internalization of cultural values in upholding community unity in the Pancasila Village is in the category of "not good”.Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menjelaskan pemahaman konsep sosialisasi dan internalisasi nilai budaya dalam sikap menjunjung tinggi persatuan masyarakat di Desa Pancasila. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1) Pemahaman konsep sosialisasi dalam sikap menjunjung tinggi persatuan masyarakat di Desa Pancasila dalam kategori “sangat tidak baik, 2) Internalisasi nilai budaya dalam sikap menjunjung tinggi persatuan masyarakat di Desa Pancasila dalam kategori “tidak baik”.Kata kunci: Sosialisasi, Budaya dan Persatuan
Keterampilan Sosial Menggunakan Model Pembelajaran TPS Dan Model TSTS Memperhatikan Sikap Eka Marlia; Pargito Pargito; Trisnaningsih Trisnaningsih
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study based on low level of social skills and attitudes from the classroom VIII SMP N 1 Abung Selatan. The purpose of this research is use of model TPS and TSTS to perceive the difference the social skills. The methodology used the apparent experiment approach. Look at the level of explanations, this research is comparative research. The research results show that (1) there is a difference in social skill students who learning use cooperative lesson type TPS compared with TSTS type on the subjects of social studies, (2) students who use cooperative lesson type TSTS more important than type TPS to the students who have negative against, (3) students who uses cooperative lesson type TPS more important than  type TSTS to the students who have a positive response, and (4) there are classroom interactions between of social skills and students against on the subject of social studies.Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya keterampilan sosial dan sikap siswa di kelas VIII SMP N 1 Abung Selatan.  Tujuan penelitian ini adalah penggunaan model TPS dan model TSTS untuk melihat perbedaan keterampilan  sosial dengan memperhatikan sikap siswa.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimen semu. Melihat tingkat eksplanasinya, penelitian ini tergolong penelitian komparatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) ada perbedaan keterampilan sosial siswa yang menggunakan model TPS dibandingkan dengan model TSTS pada mapel IPS, (2) keterampilan sosial siswa yang menggunakan model  TSTS lebih efektif dibandingkan menggunakan model TPS pada siswa yang memiliki sikap negatif, (3) keterampilan sosial siswa yang menggunakan model TPS lebih efektif dibandingkan menggunakan model TSTS pada siswa yang memiliki sikap positif, dan (4) ada interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan sikap siswa terhadap keterampilan sosial siswa pada mapel IPS.Kata kunci: TSTS, TPS, keterampilan sosial, sikap
Pengembangan Media Puzzle 3D Pkn Untuk Menumbuhkan Nilai-Nilai Demokrasi Pada Peserta Didik Kelas X Azkiya Maisari; Sudjarwo Sudjarwo; Risma MSinaga
Jurnal Studi Sosial / Journal of Social Studies Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Studi Sosial
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to develop 3D Puzzle media on Civics Subjects at MA Karang Karang NU. This research was conducted using the research and development model and ASSURE development design which described the results of the development of 3D Puzzle media on Civics learning to foster democratic values in class X MA NU Tanjung Karang students based on the results of the trial. The results obtained from this research are the development of learning media in the form of 3D puzzles in Civics learning at MA NU Tanjung Karang  so that they effectively produce learning conditions that are interactive, inspiring, fun, challenging and motivating. In addition, it can foster democratic values such as freedom, equality, solidarity, tolerance, respect for honesty, and civilization.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media Puzzle 3D pada Mata Pelajaran PKn di MA NU Tanjung Karang.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian dan pengembangan serta desain pengembangan ASSURE yang akan mendeskripsikan hasil dari pengembangan media Puzzle 3D pada pembelajaran PKn untuk menumbuhkan nilai-nilai demokrasi pada peserta didik kelas X MA NU Tanjung Karang berdasarkan hasil uji coba. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu pengembangan media pembelajaran berupa Puzzle 3D pada pembelajaran PKn di MA NU Tanjung Karang untuk menumbuhkan nilai-nilai demokrasi peserta didik sehingga efektif menghasilkan kondisi pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik. Selain itu, dapat menumbuhkan nilai-nilai demokrasi seperti kebebasan, persamaan, solidaritas, toleransi, menghormati kejujuran, dan keadaban.Kata kunci: pengembangan media, puzzle 3D, pembelajaran PKn, nilai demokrasi