cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23021276     EISSN : 26215594     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Bioterdidik adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil penelitian mengenai pembelajaran biologi maupun penelitian biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 680 Documents
Analisis Kendala Pendidik IPA Terhadap Pembelajaran IPA Terpadu Bayu Priyatma; Darlen Sikumbang
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the constraints experienced by Science teachers in Private Middle School in Bandar Lampung in implementing Integrated Science learning. This study applied a qualitative research with research data that were closed questionnaires, semi-open questionnaires and interviews. The sample in this study consisted of all Science teachers in private schools which have already implemented the 2013 curriculum. The sampling technique was taken with total sampling technique. The results showed that the implementation of Integrated Science learning in the city of Bandar Lampung from three aspects of planning, implementation and learning assessment was classified under low constraints criteria. The main constraint in the planning aspect was the preparation of lesson plan, and the main constraint in the implementation aspect was the learning process on core activity indicators in the scientific approach and various learning methods on Integrated Science learning, while the constraints of the aspect of learning assessment included the assessment process in preparing assessment instruments.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala pendidik IPA di SMP Swasta Bandar Lampung dalam pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif  dengan  data penelitian berupa angket tertutup, angket semi terbuka dan wawancara. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh pendidik IPA di sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA Terpadu di Kotamadya Bandar Lampung dari tiga aspek yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, tergolong dalam kriteria kendala rendah. Kendala yang utama dalam aspek perencanaan adalah penyusunan RPP, kendala utama dalam aspek pelaksanaan pembelajaran pada indikator kegiatan inti dalam menerapkan pendekatan saintifik dan berbagai metode pembelajaran dalam proses pembelajaran IPA Terpadu dan aspek penilaian pembelajaran yaitu pada penilaian proses dalam menyusun instrumen penilaian.Kata kunci : kendala, pembelajaran IPA Terpadu, pendidik IPA
Hubungan Antara Penguasaan Pengetahuan Lingkungan Hidup Terhadap Etika Lingkungan Siswa SMA Ade Safitri; Arwin Surbakti; Dewi Lengkana
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims were (1) describe the closeness correlation between mastery of environmental knowlagde with students environmental ethic of SMAN 1 Natar; (2) describe  the direction correlation between mastery of environmental knowlegde with students environmental ethics of SMAN 1 Natar; and (3) to know the contribution of the mastery of environmental knowlegde to students environmental ethics of SMAN 1 Natar. The design was the one shot case study design.The samples was 108 at tenth grade students of the Mathematics Department of Nature Sciences. The sample were taken by purposivesampling technique. The data of knowledge of environmental knowledge were obtained through reasoned T-F test questions and data of environmental ethics were obtained through questionnaires. The data was analyze by Pearson Product Moment. The result of correlation test and linear regression test showed that there was moderate relationship between mastery of environmental knowlagde with of environmental ethics of students in SMAN 1 Natar  with correlation coefficient of 0.387 which contributed 15% with a positive direction.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan keeratan hubungan antara penguasaan pengetahuan lingkungan hidup terhadap etika lingkungan siswa SMAN 1 Natar; (2) Mendeskripsikan arah hubungan antara PPLH terhadap EL siswa SMAN 1 Natar; dan (3) Mengetahui besar kontribusi penguasaan PPLH terhadap EL  siswa SMAN 1 Natar. Desain penelitian adalah The One Shot Case Study. Sampel penelitian  yaitu 108 siswa kelas X Jurusan MIA. Sampel menggunakan teknik purposive sampling.  Data hasil penelitian berupa data PPLH diperoleh melalui tes soal B-S beralasan dan data EL diperoleh melalui angket. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil uji korelasi dan regresi linier menunjukkan adanya hubungan yang moderat antara PPLH terhadap EL siswa SMAN 1 Natar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.387 memberikan kontribusi 15% dengan arah hubungan positif.Kata kunci: pengetahuan lingkungan hidup, etika lingkungan, lingkungan
Prevalensi Dan Intensitas Telur Cacing Parasit Gastrointestinal Pada Ternak Babi (Sus scrofa domesticus L.) Erna Pali; Nova Hariani
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Worm disease in livestock is a very important thing to observed, due to related to the amount and quality of the desired meat. This research method is descriptive and has done by observing worm eggs in pig faeces consisting of 24 samples of male pig faeces and 36 samples of female pig faeces on Marangkayu farm. The results has showed that there were 5 types of parasitic worm eggs in pig faeces from Marangkayu farm is namely Fasciolopsis buski, Echinococcus granulosus, Ascaris suum, Trichuris suis, Ancylostoma duodenale. The prevalence and intensity values were found from high to low is namely Ascaris suum prevalence 71.67% and intensity of 1.672 items/individual in Ancylostoma duodenale prevalence of 46.67% and intensity of 164 eggs/individual; on Fasciolopsis buski prevalence 35% and intensity 7 eggs/individual; in Trichuris suis there is a prevalence of 15% and an intensity of 100 eggs/individual.  Penyakit cacing pada ternak merupakan hal yang sangat penting untuk dicermati, karena terkait dengan jumlah dan kualitas daging yang diinginkan. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dan telah dilakukan dengan mengamati telur cacing dalam kotoran babi yang terdiri dari 24 sampel kotoran babi jantan dan 36 sampel kotoran babi betina di peternakan Marangkayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 5 jenis telur cacing parasit pada kotoran babi dari peternakan Marangkayu yaitu Fasciolopsis buski, Echinococcus granulosus, Ascaris suum, Trichuris suis, Ancylostoma duodenale. Nilai prevalensi dan intensitas yang ditemukan dari tinggi ke rendah yaitu prevalensi Ascaris suum 71,67% dan intensitas 1,672 item / individu pada prevalensi Ancylostoma duodenale 46,67% dan intensitas 164 telur / individu; pada prevalensi Fasciolopsis buski 35% dan intensitas 7 telur/individu; di Trichuris suis ada prevalensi 15% dan intensitas 100 telur / individu. Kata kunci: Prevalensi, Intensitas, Telur Parasit, Kutai Kartanegara
Pengaruh Berbagai Konsentrasi Ekstrak Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Zona Hambat Pertumbuhan Streptococcus pyogenes Atok Miftachul Hudha; Dewi Agustin; Siti Zaenab; Mohamad Agus Krisno Budiyanto
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptococcus pyogenes can cause pharyngitis (sore throat) and impetigo (skin infection). Then, the purpose of this study was to analyze the effect of various concentrations of Averrhoa bilimbi in the formation of inhibitory zones of the growth of Streptococcus pyogenes bacteria. The population in this study was the whole of Streptococcus pyogenes bacteria, and the sample of this study was pure culture of Streptococcus pyogenes bacteria. The data analysis techniques used were the Kruskal Wallis Test and the Mann Whitney Test. The results showed that there was an effect of giving various concentrations of Averrhoa bilimbi to the inhibition zones of the growth of Streptococcus pyogenes bacteria. The concentration of Averrhoa bilimbi which has the best effect on the inhibitory zone diameter of Streptococcus pyogenes bacteria which is 25% with an average inhibition zone diameter of 1,392 mm. Streptococcus pyogenes dapat menyebabkan penyakit faringitis (radang tenggorokan) dan impetigo (infeksi permukaan kulit). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh berbagai konsentrasi ekstrak bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Populasi dalam penelitian ini yaitu keseluruhan bakteri Streptococcus pyogenes, dan sampel penelitian ini yaitu biakan murni bakteri Streptococcus pyogenes. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Kruskal Wallis dan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ekstrak bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap zona hambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Konsentrasi ekstrak bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yang memiliki pengaruh terbaik terhadap diameter zona hambat bakteri Streptococcus pyogenes adalah 25% dengan rata-rata diameter zona hambat 1,392 mm. Kata kunci: belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi), Streptococcus pyogenes, zona hambat bakteri
Pengaruh Argument-Driven Inquiry Terhadap Kesadaran Metakognisi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMP Uji Yoga Prastio; Neni Hasnunidah
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the significance of the effect of Argument-Driven Inquiry’s learning model on metacognition awareness and cognitive learning outcomes of students in the subject matter of the respiratory system. The study population was VII grade students of Permata Bunda IT Middle School with 59 people divided into 2 classes that used as samples. The research design used was quasi-experimental with a pretest-posttest non-equivalent control group design. The results showed that there was a significant effect of using ADI model on metacognitive awareness and student cognitive learning outcomes. The significance of the effect of the Argument-Driven Inquiry learning model on metacognition awareness is 0.001 (p0.05). The significance of the effect of the Argument-Driven Inquiry learning model on cognitive learning outcomes is 0,000 (p0.05).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh dari model pembelajaran Argument-Driven Inquiry terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi pokok sistem pernapasan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP IT Permata Bunda berjumlah 59 orang yang terbagi kedalam 2 kelas yang dijadikan sebagai sampel. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pretest-posttest non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan model ADI terhadap kesadaran metakognisi dan hasil belajar kognitif siswa. Signifikansi pengaruh dari model pembelajaran Argument-Driven Inquiry terhadap kesadaran metakognisi yaitu 0,001 (p0,05). Signifikansi pengaruh dari model pembelajaran Argument-Driven Inquiry terhadap hasil belajar kognitif yaitu 0,000 (p0,05). Kata kunci: Argument-Driven Inquiry, hasil belajar kognitif, kesadaran metakognisi
Hubungan Pelaksanaan Praktikum dengan Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains Nanda Pertiwi; Berti Yolida; Darlen Sikumbang
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between practicum implementation and science process skills on learning outcomes of class X students at SMA Negeri 15 Bandar Lampung on ecosystem material. The research sample was class X MIA 3 which was selected using a purposive sampling technique. This research is a correlational descriptive study. Research data were  qualitative and quantitative. The research instruments were observation sheets, questionnaires, and daily tests. Data analysis using Pearson correlation analysis techniques using the SPSS Statistics 17.0 program. The results showed that there was a relationship between the implementation of practicum and science process skills on student learning outcomes in the Ecosystem material. And there was no correlation between the implementation of practicum and science process skills simultaneously to the learning outcomes of students in class X MIA 3 in SMA Negeri 15 Bandar Lampung in the Ecosystem material in the academic year 2018/2019.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan praktikum dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMA Negeri 15 Bandar Lampung pada materi ekosistem. Sampel penelitian adalah kelas X MIA 3 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Data penelitian berupa data kualitatif dan data kuantitatif.  Instrumen penelitian berupa lembar observasi, angket, dan ulangan harian. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi pearson menggunakan program SPSS Statistics 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan praktikum danketerampilan proses sains terhadap hasil belajar peserta didik pada materi Ekosistem. Dan tidak terdapat hubungan pelaksanaan praktikum dan keterampilan proses sains secara simultan terhadap hasil belajar peserta didik kelas X MIA 3 di SMA Negeri 15 Bandar Lampung pada materi Ekosistem tahun ajaran 2018/2019. Kata kunci: hasil belajar, keterampilan proses sains, praktikum
Mortalitas Larva Aedes aegypti Terhadap Temephos dan Bacillus thuringiensis var. israelensis (Bti) Nurriska Dwi Artie; Nova Hariani; Sudiastuti Sudiastuti
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the Districts of Kutai Kartanegara which in the last 5 years (2013-2017) was reported to have dengue cases with a high number of sufferers. Therefore, research was needed to determine the mortality of Ae.aegypti mosquito larvae of the four methods used are Completely Randomized Design (RAL) or Completely Randomized Design. The results showed that the percentage of Ae mortality. aegypti for Temephos for 24 hours with a concentration recommended by the government, namely 1 ppm, from Mangkurawang village 90%, Loa Ipuh 75%, Teluk Dalam Village 77.5% and Timbau 87.5%. Percentage of mortality Ae. aegypti to Bti for 24 hours with a concentration recommended by the government that is 20 ppm in four villages obtained a percentage of mortality from the village of Mangkurawang 85%, Loa Ipuh 77.5%, Desa Teluk Dalam 60% and Timbau 80%. The use of Bti is still effective in controlling Ae mosquito populations. aegypti in Kutai Kartanegara Regency.Salah satu Kabupaten Kutai Kartanegara yang pada 5 tahun terakhir (tahun 2013-2017) dilaporkan memiliki kasus DBD dengan jumlah penderita/IR yang cukup tinggi. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui mortalitas larva nyamuk Ae.aegypti dari empat Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) atau Completely Randomized Design. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase mortalitas Ae. aegypti terhadap Temephos selama  24 jam dengan konsentrasi yang dianjurkan pemerintah yaitu 1 ppm, dari kelurahan Mangkurawang 90%, Loa Ipuh 75%, Desa Teluk Dalam 77,5% dan Timbau 87,5%. Persentase mortalitas Ae. aegypti terhadap Bti selama  24 jam dengan konsentrasi yang dianjurkan pemerintah yaitu 20 ppm pada empat kelurahan didapatkan persentase mortalitas dari kelurahan Mangkurawang 85%, Loa Ipuh 77,5%, Desa Teluk Dalam 60% dan Timbau 80%. Penggunaan Bti masih efektif untuk mengendalikan populasi nyamuk Ae. aegypti di Kabupaten Kutai Kartanegara.Kata kunci: Aedes aegypti, DBD, mortalitas, Kutai Kartanegara
Hubungan Pelaksanaan Praktikum dan Keterampilan Proses Sains Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Nirwana Elsa Putri; Berti Yolida; Darlen Sikumbang
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the correlation of practice and science process skills to learning outcomes of class X students SMAN 13 Bandar Lampung in "Plantae" materials. The study sample were 36 students that were selected through purposive sampling technique. Research instruments used a questionnaires, observation sheets and daily test sheets. Research data were analyzed descriptively. The correlation test used was moment pearson correlation product. The results showed that practice correlation and learning outcomes showed that there was no significant correlation between the two. The results correlation tests of science process skills with learning outcomes indicate a significant correlation. While the results of multiple correlation tests show that between practice and science process skills on learning outcomes there was no significant correlation. Overall, practicum relations with science process skills on learning outcomes has an insignificant correlations.  Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan praktikum dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar peserta didik kelas X SMAN 13 Bandar Lampung pada materi “Plantae”. Sampel penelitian adalah 36 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan angket, lembar observasi dan lembar ulangan harian. Data penelitian dianalisis deskriptif. Uji korelasi menggunakan korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara praktikum dengan hasil belajar menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara keduanya. Kemudian hasil uji korelasi keterampilan proses sains dengan hasil belajar menunjukkan adanya hubungan yang signifikan. Sedangkan hasil uji korelasi ganda menunjukkan bahwa antara praktikum dan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar tidak terdapat hubungan yang signifikan. Secara keseluruhan, hubungan praktikum dengan keterampilan proses sains terhadap hasil belajar memiliki hubungan yang tidak signifikan.Kata kunci: hasil belajar, keterampilan proses sains, Plantae, praktikum
Identifikasi Kearifan Lokal Suku Sungkai Sebagai Sumber Belajar IPA SMP Ani Maharia; Berti Yolida; Rini Rita T. Marpaung
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the Sungkai tribe local wisdom that can be used as a source learning. The design used was descriptive design. The sample selection used purposive sampling technique. The research data were obtained from questionnaires, interviews, and documentation. The data of this study were analyzed and interpreted into percentage descriptive criteria. The results showed that 11 local wisdoms of  Sungkai tribe could be used as learning sources. The local wisdom was bertangus and the use of crab carcasses (KD class VII), regional dances, medicinal plants (rambutan’s leave, jatropha’s secretion, duku’s leave, water of rice), musical instruments (KD class VIII), and seeds kuwalu, gula durian and  jeghuk belimbing (KD class IX). In conclusion, 11 local knowledge can be identified which can be used as a source for science in junior high school.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal suku Sungkai yang dapat digunakan sumber belajar IPA SMP. Desain yang digunakan adalah desain deskriptif. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Data-data penelitian ini dianalisis dan diinterpretasikan kedalam kriteria deskriptif per-sentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 11 kearifan lokal suku Sungkai dapat dijadikan sumber belajar. Kearifan lokal tersebut adalah bertangus, bangkai kepiting (KD kelas VII), tarian daerah, tanaman obat (daun rambutan, getah jarak pagar, daun duku, air beras), alat musik (KD kelas VIII), serta bibit padi kuwalu, gula durian dan jeghuk belimbing (KD kelas IX). Kesimpulannya, telah diidentifikasi 11 kearifan lokal yang dapat dijadikan sumber belajar IPA SMP.Kata kunci : kearifan lokal, kompetensi dasar, sumber belajar. 
Studi Karakterisasi Dan Persebaran Durian Lahung (Durio dulcis Becc.) Di Kecamatan Damai Dan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat Nova Hariani; Purwasih Purwasih; Syafrizal Syafrizal
Jurnal Bioterdidik: Wahana Ekspresi Ilmiah Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahung (Durio dulcis Becc.) is a type of endemic durian in Kalimantan which is rarely found and threatened with extinction. This study aims to determine the character of habitat, distribution, character and the influence of physical and chemical factors of habitat. The study used purposive sampling, sampling by survey method (exploration) conducted by combining qualitative methods (semi-structured interviews) and quantitative methods (GPS data collection and biophysical data) and also manufacturing of the herbarium. Data analysis was analyzed by Quantum Gis Software Version 1.7.3. The results showed that durian lava grows in optimal conditions with neutral soil pH (7.8), dry soil moisture (3.2%), air temperature (26.5oC), and air humidity (80%). The durian Lahung has white outer bark with a brownish spot, a brick red center, and a yellowish-white inner part and an oblong leaf shape.Lahung (Durio dulcis Becc.) adalah jenis durian endemik di Kalimantan yang jarang ditemukan dan terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter habitat, distribusi, karakter, dan pengaruh faktor fisik dan kimia durian. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, pengambilan sampel dengan metode survei (eksplorasi) yang dilakukan dengan menggabungkan metode kualitatif (wawancara semi-terstruktur) dan metode kuantitatif (pengumpulan data GPS dan data biofisik) dan pembuatan herbarium. Analisis data dianalisis oleh Quantum Gis Software Versi 1.7.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lava durian tumbuh dalam kondisi optimal dengan pH tanah netral (7,8), kelembapan tanah kering (3,2%), suhu udara (26,5oC), dan kelembapan udara (80%). Durian lahung memiliki kulit luar putih dengan bintik kecoklatan, pusat merah bata, dan bagian dalam putih kekuningan dan bentuk daun lonjong.Kata kunci: Durio dulcis Becc., karakter habitat, persebaran

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 3 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 2 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 11, No 1 (2023): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 3 (2022): JURNAL BIOTERDIDIK Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 3 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 3 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 6 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 5 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 6 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 5 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 7 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 6 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 5 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 10 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 9 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 8 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 7 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 6 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 4 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 10 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 9 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 8 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 7 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 6 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 4 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 7 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 6 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 5 (2013): Jurnal Bioterdidik Vol 1, No 4 (2013): bioterdidik Vol 1, No 3 (2013): jurnal bioterdidik Vol 1, No 2 (2013): bioterdidik Vol 1, No 1 (2013): bioterdidik More Issue