cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018): Juni" : 14 Documents clear
PROGRAM PEMBERDAYAAN KELUARGA MISKIN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA KARAMAT MULYA MELALUI PENGUATAN KELOMPOK USAHA BERSAMA DINAS SOSIAL JAWA BARAT Iis kurnia Kurnia Nurhayati
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.603 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.18656

Abstract

Salah satu daerah di Jawa Barat yang merupakan bagian dari daerah dengan penyandang masalah kesejahteraan sosial adalah Desa Karamat Mulya di Soreang Kabupaten Bandung.Hal ini yang ditemui bahwa masyarakat di Desa Karamat Mulya Soreang Kabupaten Bandung sebelum mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat kehidupan ekonomi masyarakat cukup memprihatinkan, karena penghasilan yang diperoleh di bawah kecukupan. Untuk menanggulangi kemiskinan, pemerintah telah menggulirkan berbagai bantuan atau insentif berupa dana maupun program. Melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi kaum miskin merupakan salah satu program yang dikembangkan pemerintah melalui dinas sosial.Melalui KUBE diharapkan masyarakat miskin dapat mengembangkan potensinya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga. Untuk mengatasi soal kemiskinan, tidak bisa lagi dilakukan secara perorangan atau hanya sekedar pertolongan sesaat, tapi harus sistematik dan berkesinambungan. Untuk itu diperlukan komitmen yang tulus dan tindakan kolektif dari semua pihak pemerintahan, kalangan swasta, akademisi dan masyarakat miskin itu sendiri. Pendekatannya pun harus bersifat holistik.Salah satu Tridharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian pada masyarakat. Oleh karena itulah, tim dosen dari Fakultas Komunikasi dan Bisnis dan Fakultas Industri Kreatif Telkom University berkomitmen dan bertindak  dengan tulus untuk untuk mengatasi soal kemiskinan di Indonesia khususnya di Jawa Barat dengan memberikan pelatihan dan pemberian teknologi tepat guna untuk masyarakat sasar di Desa Karamat Mulya Soreang.
KOMORBIDITAS PADA PENYANDANG CEREBRAL PALSY (CP) DI SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) Hazna Nadya Nurfadilla; Uni Gamayani; Gita Tiara Dewi Nasution
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.989 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19403

Abstract

Cerebral palsy merupakan sekelompok gangguan neurologis yang timbul pada masa bayi atau kanak-kanak dan secara permanen mempengaruhi gerakan tubuh dan koordinasi otot. Cerebral palsy merupakan gangguan motorik pada anak yang paling sering terjadi. Sebagian besar anak cerebral palsy memiliki setidaknya satu kelainan penyerta atau komorbiditas. Berbagai komorbiditas yang sering menyertai anak cerebral palsy akan berdampak negatif terhadap kualitas hidup anak tersebut dan juga masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komorbiditas pada penyandang cerebral palsy di sekolah luar biasa. Penelitian dilakukan dari bulan Agustus-September 2018 di Sekolah Luar Biasa Negeri Cileunyi, Sekolah Luar Biasa D Yayasan Pembinaan Anak Cacat Bandung, dan Sekolah Luar Biasa Pusat Pengembangan Potensi Anak Suryakanti dengan metode deskriptif potong lintang. Data yang digunakan adalah data primer berupa hasil anamnesis pada orang tua/wali dan hasil pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter spesialis saraf. Dari 43 anak, 22 anak adalah laki-laki dan 21 anak adalah perempuan. Usia paling banyak berada pada rentang usia 13-18 tahun. Tipe cerebral palsy sebagian besar adalah tipe spastik tetraplegia.Tingkat Gross Motor Function Classification System yang paling banyak ditemukan adalah tingkat IV. Sebagian besar (90,70%) anak cerebral palsy di sekolah luar biasa mengalami retardasi mental. Jumlah komorbiditas lebih dari tiga paling banyak ditemukan pada tipe spastik tetraplegia dan pada tingkat Gross Motor Function Classification System IV.
PEMBERDAYAAN SOCIAL SUPPORT GROUP DALAM ADAPTASI NORMALISASI PADA ORANGTUA DENGAN ANAK KANKER DI KOTA BANDUNG BANDUNG Ikeu Nurhidayah
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.761 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19495

Abstract

Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan kronis pada anak yang semakin meningkat, termasuk di Jawa Barat. Kota Bandung merupaka kota tempat dimana terdapat rumah sakit rujukan pelayanan kanker anak di Jawa Barat, sehingga jumlah orangtua dengan anak kanker yang bermukim di Kota Bandung semakin meningkat terutama di area sekitar fasilitas rujukan. bupaten Bandung. Kanker anak memerlukan proses pengobatan yang panjang, yang akan berdampak bukan hanya pada anak, namun juga pada orangtua dan keluarga. Keluarga dengan anggota keluarga yang mengalami sakit kanker akan mengalami berbagai perubahan yang dipandang sebagai situasi krisis yang dapat mengganggu keseimbangan kehidupan keluarga. Fokus grup diskusi dengan orangtua  anak dengan kanker menunjukkan bahwa stres yang sangat luar biasa dirasakan semua orangtua pada saat mendapati kabar bahwa anaknya mengalami penyakit yang membutuhkan pengobatan sepanjang waktu, dan mengganggu keseimbangan keluarga, baik dari segi fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan ekonomi. Orangtua harus dapat melakukan berbagai penyesuaian serta membantu anak untuk beradaptasi dengan penyakitnya. Normalisasi merupakan suatu proses dimana keluarga mencoba untuk menormalkan kehidupan sehari-hari walaupun memiliki anak dengan penyakit kronis, melalui proses adaptasi. Proses normalisasi keluarga dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan melalui social support group yang bisa didapatkan oleh keluarga dari peer group, tenaga profesional dan kader kesehatan. Kegiatan ini berupa pemberdayaan social support group dalam adaptasi dan normalisasi keluarga dengan kanker di rumah singgah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia cabang Bandung. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah peer group (sesama orangta dengan anak penyandang kanker), volunteer yayasa dan kader kesehatan sejumlah 38 orang. Luaran kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan kognitif dan psikomotor orangtua, kader kesehatan dan volunteer dalam memberikan dukungan keluarga dengan kanker untuk melakukan adaptasi dan proses normalisasi. Metode kegiatan ini dilakukan dengan ceramah, simulasi, small group discussion dan praktikum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan partisipan sebelum dilakukan kegiatan pemberdayaan adalah 65,20 (SD: 0,2), dan rata-rata skor pengetahuan setelah dilakukan kegiatan adalah 87,4 (SD: 0,2), dengan rata-rata peningkatan skor 22,2 (SD: 0,12), dan kemampuan psikomotor peserta 100% dalam kategori baik. Hasil kegiatan ini merekomendasikan yayasan YKAKI untuk membentuk social support group untuk mendukung orantua dan keluarga dengan anak kanker. 
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI MASYARAKAT: STUDI PENDAHULUAN PADA MASYARAKAT DI DESA HEGARMANAH, JATINANGOR, SUMEDANG Rimadani Pratiwi; Febrina Amelia Saputri; Rina Fajri Nuwarda
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.862 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19295

Abstract

Banyak masyarakat yang menggunakan obat tradisional baik untuk pengobatan maupun perawatan. Secara umum, obat tradisional yang dikenal masyarakat adalah jamu. Dalam perkembangannya, ada produsen yang menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu. Penelitian ini dilakukan sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penggunaan obat tradisional di masyarakat. Data diperoleh dari 34 responden dan hasilnya menunjukkan bahwa 88,2% masyarakat mengenal jamu, 29,4% mengetahui obat herbal terstandar dan hanya 3% yang mengetahui fitofarmaka. Walaupun mayoritas masyarakat mengenal jamu, hanya 17,6% yang mengetahui kalo ada jamu yang ditambahkan BKO. Hasil ini dapat berkorelasi dengan dengan tingkat penggunaan obat tradisional di masyarakat, karena hanya 20,5% yang mengkonsumsi jamu. Hasil studi pendahuluan ini menunjukkan bahwa perlunya pemerataan dan penyampaian informasi secara langsung kepada masyarakat agar masyarakat dapat lebih memahami dan berhati-hati. Kata kunci: obat tradisional, jamu, bahan kimia obat, kuisioner
SOSIALISASI MODEL KOLABORASI DALAM MANAJEMEN BENCANA ALAM DI KABUPATEN PANGANDARAN Asep Sumaryana; Sawitri Budi Utami; Ramadhan Pancasilawan
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.482 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.20100

Abstract

Salah satu wilayah di Kabupaten pangandaran yang berpotensi terjadi bencana-bencana alam seperti yang telah disebutkan adalah Kecamatan Kalipucang, Dengan kondisi wilayah yang rentan terhadap bencana serta dampak-dampak yang ditimbulkan dari bencana membutuhkan perhatian untuk upaya pengurangan risiko bencana. Salah satunya adalah melalui sosialisasi tentang kebencanaan dan juga hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi bencana alam. Maka dari itu dalam kegiatan PPM yang dilaksanakan berupa kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Pangandaran dengan berkolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran melalui program Wisata Edukasi Bencana Goes to School (WEB GTS) yang kemudian  kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. kegiatan PPM adalah dengan melakukan kegiatan yang terbagi dua yaitu berupa sosilisasi di BPBD kemudian sosialisasi kepada sekolah. Sosilisasi ini dalam yang diawali terlebih dahulu dengan pemberian materi, kemudian diskusi, dan praktik. Kegiatan dipandu oleh narasumber (tenaga Ahli) sebagai fasilitator pelatihan dan dibantu dengan seperangkat alat untuk melakukan simulasi secara langsung. 
Tingkat pengetahuan penyakit kusta dan komplikasinya pada siswa sekolah menengah atas negeri Jatinangor Hendra Gunawan; Pati Aji Achdiat; Rachel Marsella Rahardjo
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.68 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19379

Abstract

Kusta merupakan penyakit menular yang masih ditakuti oleh masyarakat. Kusta dipercaya sebagai penyakit kutukan dari Tuhan, penyakit keturunan atau karena ilmu gaib yang sulit disembuhkan, dianggap memalukan dan menimbulkan aib bagi keluarga. Perlakuan diskriminasi terhadap pasien kusta tidak terlepas dari masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kusta. Tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat diketahui berkorelasi dengan dukungan terhadap pasien kusta. Peningkatan pengetahuan dengan penyebaran informasi seperti kegiatan penyuluhan tentang kusta dan komplikasinya merupakan salah satu upaya penting yang harus dilakukan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap pasien kusta. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) berupa penyuluhan ini dilakukan di SMA Negeri Jatinangor, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Peserta penyuluhan yaitu siswa dengan total peserta 50 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Setiap lembar kuesioner terdiri dari 10 pertanyaan, yang meliputi etiologi, epidemiologi, penularan, tanda dan gejala, pengobatan, komplikasi, dan pencegahan kusta. Tingkat pengetahuan seluruh siswa SMA tentang kusta dan komplikasinya sebelum dilakukan penyuluhan masih rendah. Pemberian materi penyuluhan diketahui meningkatkan pengetahuan siswa. Dari hasil kuesioner setelah penyuluhan diketahui bahwa 92% peserta penyuluhan memiliki pengetahuan tentang penyakit kusta yang tinggi dan hanya 8% peserta dengan tingkat pengetahuan yang rendah. Tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu tingkat pendidikan yang rendah, kurangnya upaya penyebaran informasi tentang kusta, dan kepercayaan pada masyarakat yang bersifat turun temurun. Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang penyakit kusta dan komplikasinya. Siswa SMA diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam penyebaran informasi penyuluhan pada keluarga dan masyarakat, sehingga dapat mengurangi stigma dan diskriminasi masyarakat terhadap pasien kusta.
PENYULUHAN MASTITIS SUBKLINIS PADA SAPI PERAH DI DESA MEKAR BAKTI KECAMATAN PAMULIHAN KABUPATEN SUMEDANG JAWA BARAT SARASATI WINDRIA
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.197 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19515

Abstract

Subclinical mastitis is an inflammation of the udder that often attacks livestock, especially milk-producing livestock. The impact of the loss of subclinical mastitis is quite large, including a dramatic decrease in the quantity and quality of milk, but no pathological changes in cattle have been found. Mekar Bakti Village, located in Pamulihan Subdistrict, Sumedang Regency, West Java, is one of the villages that is the center for producing milk in the Sumedang Region. The high incidence of subclinical mastitis encourages counseling regarding subclinical mastitis. Promotion activities were carried out by presenting material about subclinical mastitis with lecture techniques (power point slides), videos and discussion. In addition, efforts to increase livestock yields were carried out by giving information on the technique of making "Liquid Organic Cattle Fertilizer Intensification" (PITSA OC) and training in making pasteurized cow milk. This series of counseling activities is an effort to reduce the incidence of subclinical mastitis through increasing community knowledge.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGENDALIAN ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI MENGGUNAKAN KHAMIR SEBAGAI KOMPONEN PENGENDALIAN RAMAH LINGKUNGAN SRI Hartati; Endah Yulia; Luciana Djaya
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.839 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19722

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Akan tetapi, produksi cabai sering terhambat oleh adanya penyakit salah satunya adalah antraknosa. Pengendalian yang umum dilakukan untuk mengendalikan penyakit antraknosa adalah dengan fungisida sintetik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengendalian antraknosa secara ramah lingkungan.  Kegiatan ini dilakukan di Desa Cilayung yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Jatinangor yang memiliki potensi pertanian cukup tinggi. Tujuan kegiatan ini untuk mensosialisasikan pengendalian ramah lingkungan dan menerapkan salah satu cara pengendalian tersebut dengan menggunakan khamir. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini diantaranya survei lokasi, sosialisasi, wawancara, penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan yang sudah dilakukan adalah (1) penyuluhan tentang penyebab penyakit tanaman secara umum dan penyakit antraknosa pada cabai, dampak negatif pestisida sintetik yang berlebihan, dan pengendalian ramah lingkungan, (2) pelatihan penggunaan mikrob antagonis berupa khamir Rhodotorula minuta, (3) hasil survei dan wawancara mendapatkan informasi mengenai pengetahuan dan pemahaman petani dan ibu-ibu PKK tentang cara pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Setelah mengikuti kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan daya tarik petani dan ibu-ibu PKK untuk melakukan pengendalian OPT dengan ramah lingkungan.
Peningkatan Customer Value dari Produk Olahan Sayur Organik di Desa Cibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Rani Andriani Budi Kusumo
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.241 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.18987

Abstract

Desa Cibodas saat ini selain menjadi desa penghasil produk hortikultura juga berkembang menjadi desa pariwisata yang potensial. Kelompok Tani Mekar Tani Jaya sebagai salah satu kelompok penghasil sayuran di Desa Cibodas menangkap ini sebagai peluang potensial untuk meningkatkan nilai tambah dari produk sayuran yang mereka hasilkan dengan mengolah produk olahan sayuran organik. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan agar mitra dapat menghasilkan produk dengan kemasan dan atribut uang layak jual (diantaranya mendaftarkan produknya untuk memperoleh Sertifikasi PIRT). Metode pelaksanaan dari kegiatan ini adalah : 1) Penyuluhan mengenai cara meningkatkan nilai tambah produk melalui kemasan yang baik dan menarik; 2) Penyuluhan mengenai pentingnya sertifikasi PIRT; 3) Pemberian bantuan alat; 4) Pendampingan pada mitra. Setelah diberikan materi, sebagian besar peserta memiliki tambahan pengetahuan bahwa produk yang mereka hasilkan dapat ditingkatkan nilai jualnya melalui teknis pengemasan yang baik dan menarik serta pentingnya sertifikat PIRT sebagai salah satu jaminan legalitas produk bagi konsumen. Dari sisi keterampilan, sebagian besar pelatihan telah mampu untuk memilih kemasan yang baik sesuai fungsinya serta mampu untuk mempraktekkan langkah-langkah untuk memperoleh sertifikat PIRT.
BEBAN GANDA ANEMIA PADA REMAJA SMPN TEMPURAN KABUPATEN KARAWANG Nur Melani Sari
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.283 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.20208

Abstract

Anemia is commonly found in Indonesia especially in infants, children and adolescents. Adolescent  suffering a double burden of anemia including iron deficiency anemia and carriers of thalassemia. Iron deficiency anemia can affect brain function, growth and development process , and  weaken  the immune system. Thalassemia is a chronic disease passed down from parents to their children. The symptoms of these two diseases are very difficult to distinguish, namely  mild anemia and sometimes asymptomatic. The incidence of new cases needs to be controlled, one of them is by using screening tests and education to the community. This program was carried out in the form of increasing the knowledge of health workers, junior high school teachers and students regarding thalassemia and iron deficiency anemia regarding talasemia screening policy from the Health Ministry. The method used is survey, observation and socialization lecture. The results of this study showed an increase in knowledge of Tempuran Middle School students, teachers, and health workers after socialization of thalassemia. The voluntary level of students to join the anemia screening program was 81.89% in Combat 1 Junior High School, and 66.67% in Combat Middle School 2. The percentage of anemia in adolescent girls was 11.68%, while in boys it was 25.53%.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue