Articles
798 Documents
AKTUALISASI BUDAYA TERAPI AIR SEBAGAI MEDIA PENGOBATAN OLEH JAMAAH DI PESANTREN SURYALAYA – PAGERAGEUNG TASIKMALAYA
Sri Rijati Wardiani;
Djarlis Gunawan
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (709.402 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14852
Artikel ini membahas tentang aktivitas jamaah di lingkungan Pesantren Suryalaya, khususnya tentang aktualisasi yang dilakukan oleh jamaah di pesantren dalam memanfaatkan air sebagai media pengobatan terhadap berbagai penyakit fisik maupun non fisik (mental) yang hingga saat ini masih berlangsung, bahkan menjadi sebuah ‘tradisi’. Hal ini menjadi kajian yang layak untuk diteliti secara ilmiah karena secara ontologis fenomena pemanfaatan air sebagai media dalam mengobati penyakit di Pesantren Suryalaya telah berlangsung lama dan terbukti secara empiris oleh masyarakat yang berkunjung ke pesantren. Pengobatan di Pesantren ini menggunakan metode riyadlah dan psikoterapi alternatif hasil pengembangan Abah Anom sebagai cara (ikhtiar) untuk mendapatkan kesembuhan, bagi mereka yang mempunyai penyakit psikis dan penyakit fisik akibat gangguan psikis (psikosomatik). Komponen utama yang digunakan sebagai media pengobatan adalah air yang telah didoakan oleh mursyid di Pesantren Suryalaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan deskriptif analitik, dengan penalaran induktif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan etnografi dan interdisipliner antara ilmu kesehatan dan pengobatan, budaya dan jamaah, serta pendekatan sosial. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa air memiliki fungsi untuk mengobati penyakit, dengan pemahaman bahwa air hanyalah sebagai media. Jamaah di Pesantren Suryalaya mengaktualisasikan terapi air tersebut dalam bentuk aktivitas ritual ibadah yang rutin dilakukan dengan meminta air yang telah didoakan oleh para wakil talqin dan jamaah Pesantren. Air yang telah didoakan tersebut tidak hanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit secara khusus, tetapi dimanfaatkan pula oleh jamaah untuk kesehatan dan kebaikan dalam beraktivitas.
PENGEMBANGAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM SENI KALIGRAFI DI LINGKUNGAN RW 04 DESA CIPACING, JATINANGOR, SUMEDANG
- Ikhwan;
Maman Sutirman;
Nurina Dyah Putrisari
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2956.967 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14722
Khalayak sasaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah para seniman kaligrafi, Pengurus RW, dan Kader Karang Taruna. Pemilihan khalayak sasaran tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa para kader tersebut merupakan penggerak dalam kegiatan kemasyarakatan. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok sasaran dalam memproduksi dan mengembangkan seni kaligrafi yang memenuhi kaidah-kaidah dasar kaligrafi yang diakui secara konvensional. Dalam jangka waktu pendek kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada khalayak sasaran tersebut mengenai cara memproduksi kaligrafi Arab standar-konvensional, sementara tujuan jangka panjangnya adalah mampu mengembangkannya menjadi produk unggulan masyarakat yang dapat dipasarkan secara lebih luas.
PKM PENDEKATAN TEKNOLOGI MELALUI APLIKASI CERDAS PENOLONG MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP KEPOLISIAN ATAS TINDAK PIDANA/KEJAHATAN DI KECAMATAN COBLONG BANDUNG
Agus Nursikuwagus;
Febilita Wulan Sari;
Andri Sahata Sitanggang
Dharmakarya Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1453.568 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i2.21437
Terjadinya tindak pidana/kejahatan dan kehilangan merupakan salah satu faktor yang selalu meresahkan kepolisian pada khususnya. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan kepolisian mengenai teknologi dalam pelaporan kehilangan, tindak pidana/kejahatan yang ada di Kepolisian Coblong Jawa Barat. Ada 2 metode pendekatan yang dilakukan yaitu tahap pertama menerapkan teknologi pada sisi kepolisian dan tahap kedua menerapkan teknologi berupa aplikasi kepada masyarakat. Dua tahap ini dilakukan dengan cara berdialog kepada masyarakat dan kepolisian, dan mencari solosi atas permasalahan yang terjadi. Maka pengabdian ini akan menghasilkan solusi berupa pembuatan aplikasi tracking dan losing berupa pelaporan berbasis web, aplikasi ini memberikan kemudahan masyarakat dalam melakukan pelaporan kepada kepolisian serta memudahkan kepolisian dalam memberikan status perkembangan atas pelaporan tindak pidana/kejahatan dan kehilangan. Sehingga aplikasi yang sudah diterapkan antara kepolisian dan masyarakat adalah salah satu wujud pengabdian dalam menumbuhkan rasa saling percaya antara masyarakat kepada Kepolisian Coblong Jawa Barat.
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA SISWA SD DESA CIPACING DAN CILAYUNG - JATINANGOR
Anissa Lestari Kadiyono;
Diana Harding
Dharmakarya Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i4.20909
Peningkatan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat berwawasan lingkungan pada siswa sekolah dasar perlu dilakukan sebagai wujud tanggung jawab masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan generasi penerus bangsa. Salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai wujud nyata bentuk pengabdian pada masyarakat dalam upaya kepedulian terhadap generasi penerus bangsa ini adalah melakukan kegiatan workshop berisi pengenalan hidup sehat selaras dengan alam dan jajanan sehat serta teknik memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dengan baik dan benar. Kegiatan dilakukan di dua desa, pada dua sekolah di desa Cipacing dan Cilayung – Jatinangor Sumedang Jawa Barat. Kegiatan diikuti oleh 67 orang siswa SD kelas 4 SD Negeri Cipacing 1 dan 12 orang guru, serta 73 orang siswa SD Karang Mulya Cilayung kelas 4 dan 5 dengan jumlah guru sebanyak 16 orang. Kegiatan dilakukan selama 2 hari dengan tingkat peningkatan pemahaman bertambah sebanyak 46%. Kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala untuk menanamkan karakter cinta lingkungan, yang dalam hal ini dilakukan dengan menggunakan tokoh kartun untuk menanamkan karakter cinta lingkungan dan peduli kesehatan anak.
PENINGKATAN KAPASITAS MANAJERIAL KELOMPOK TANI MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENCATATAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) DI DESA TAMBAKAN DAN JALAN CAGAK KECAMATAN JALAN CAGAK KABUPATEN SUBANG
Wulandari, E. -;
Perdana, T -;
Ma’mun, D -;
Carsono, N. -
Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.105 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v1i2.8203
Seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen dalam mengkonsumsi produk-produk yang amandan sehat maka konsumen menuntut produsen-produsen khususnya di sektor pertanian untuk dapatmenghasilkan produk-produk pertanian yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen sehinggapersaingan antar produsen tidak lagi hanya dalam hal kuantitas tetapi juga harus memperhatikan kualitasproduk yang dihasilkan. Hal ini mendorong produsen untuk dapat menerapkan Good Agricultural Practices(GAP). Kegiatan peningkatan kapasitas manajerial kelompok tani melalui pelatihan dan pendampinganpencatatan Good Agricultural Practices (GAP) ini dilaksanakan di Desa Tambakan dan Desa JalanCagak Kecamatan Jalan Cagak Kabupaten Subang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikanGAP kepada para petani, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petani dalam penerapanGAP dan meningkatkan kemampuan manajerial dalam usaha produksi pertanian yang memberikannilai tambah dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani. Metode yang digunakan dalam kegiatanini dengan metode pendekatan kelompok berdasarkan pengalaman praktis dan focus group discussion.Program ini meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknis dan manajerial petani mengenai GAP.Kesadaran para petani melalui kelompok tani terhadap penerapan Good Agricultural Practices (GAP)tersebut dapat meningkatkan keuntungan baik secara teknis maupun ekonomis kelompok tani melaluisistem pencatatan dalam produksi pertanian sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuandan ketrampilan para petani dalam penerapan GAP dan meningkatkan kemampuan manajerial dalamusaha produksi pertanian yang memberikan nilai tambah dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani.Untuk menunjang keberhasilan program maka perlu disosialisasikan dengan para stakeholder di sekitarKecamatan Jalan Cagak dan bila memungkinkan program ini ditawarkan kepada pemerintah daerahKabupaten Subang khususnya pada Dinas Pertanian Kabupaten Subang.Kata kunci: Good Agricultural Practices (GAP), pertanian, kelompok tani.
WORKSHOP LITERASI INFORMASI DAN PENULISAN ILMIAH BAGI KALANGAN GURU SMA NEGERI 1 CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT
Asep Saeful Rohman;
- Prijana;
Andri Yanto
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.293 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i4.14831
Seperti halnya Dosen di perguruan tinggi, Guru di sekolah pun memiliki tanggung jawab secara akademis dan profesional untuk senantiasa menghasilkan karya ilmiah baik berupa karya tulis maupun laporan penelitian tindakan kelas. Hal tersebut dapat digunakan untuk pengembangan keilmuan maupun untuk peningkatan karir profesinya sebagai Guru. Beragam kendala sering dihadapi Guru dalam menghasilkan suatu karya tulis. Umumnya kendala tersebut dikarenakan kekurangan ide untuk menulis, minimnya informasi dan sumber referensi untuk menulis, malas untuk menulis, sibuk dengan rutinitas pekerjaan dan kegiatan sehari-hari, serta tidak terlatihnya kemampuan menulis. Untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah tersebut diperlukan berbagai upaya baik didasari oleh inisiatif sendiri dari kalangan Guru, maupun dari pihak sekolah. Melalui kerjasama antara sekolah dengan berbagai pihak, termasuk dengan perguruan tinggi, maka berbagai program untuk peningkatan kapasitas dan kualitas Guru dapat diselenggarakan secara bersama-sama. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran melalui para Dosen kepada Masyarakat di Jawa Barat merupakan bentuk kontribusi nyata yang dapat dilakukan untuk pembangunan masyarakat. Dalam program PKM yang diselenggarakan ini, Tim berupaya memberikan sumbangsih dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas Guru Pendidikan Menengan (SMA), dimana mereka adalah para Pendidik bagi siswa yang nantinya akan menjadi Calon Mahasiswa ke perguruan tinggi, termasuk ke Universitas Padjadjaran. Karena itu, dengan berupaya meningkatkan kualitas Guru dalam kemampuan literasi, maka diharapkan dapat meningkatkan pula kemampuan literasi para siswanya yang kelak akan menjalani studi di perguruan tinggi. Kegiatan PKM ini berupa pelatihan (workshop) tentang literasi informasi sebagai softskill yang dapat diimplementasikan oleh guru dalam kegiatan menulis dan menghasilkan suatu karya ilmiah. PKM ini diikuti oleh semua Guru yang ada di SMA Negeri 1 Cisarua di Kabupaten Bandung Barat. Antusiasme peserta sangat tinggi dan manfaat yang dirasakan yakni berupa tambahan pengetahuan dan skill baru dalam menggunakan informasi untuk menulis karya ilmiah yang lebih baik dan berkualitas.
INTRODUKSI PEMANFAATAN LEGUM Indigofera zollingeriana SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN KONSENTRAT PADA SAPI POTONG DI KELOMPOK PETERNAK PUTRA NUSA, DESA KONDANGDJAJA, KECAMATAN CIJULANG, KABUPATEN PANGANDARAN
Novi Mayasari;
Muhammad Rifqi Ismiraj
Dharmakarya Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.911 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i2.21055
Wawasan peternak terhadap kebutuhan nutrien merupakan hal yang penting dalam peningkatan produktivitas ternak. Salah satui penyebab utama rendahnya ketersediaan nutrisi di dalam pakan dalam usaha pembibitan sapi potong di Indonesia adalah wawasan peternak akan manajemen pakan. Hal ini dapat berdampak pada terganggunya sistem pertahanan tubuh dan menurunnya tingkat produktivitas ternak. Pakan merupakan salah satu komponen penunjang utama dalam produksi peternakan dikarenakan 60-70% biaya produksi berasal dari pakan. Salah satu usaha untuk meningkatkan kandungan nutrisi dalam pakan lengkap untuk sapi perah adalah dengan mencari bahan pakan alternatif. Indigofera zollingeriana berpotensi untuk menjadi bahan pakan alternatif karena selain kandungan proteinnya yang tinggi (27,9%) juga dilengkapi oleh kandungan mineral kalsium (0,22%) dan fosfor (0,18%). Informasi ini dirasa perlu untuk dibagikan kepada masyarakat. Desa Kondangdjaja, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran adalah wilayah yang memiliki populasi sapi potong yang cukup signifikan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Sebagai bentuk pembagian informasi, maka dilakukanlah kegiatan penyuluhan introduksi terhadap potensi manfaat Indigofera zollingeriana sebagai hijauan sumber protein pengganti sebagian konsentrat sapi potong di daerah tersebut. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah meningkatkan pengetahuan peternak mengenai potensi manfaat Indigofera zollingeriana sebagai bahan pakan alternatif hijauan pengganti sebagian konsentrat. Kegiatan penyuluhan berhasil dilaksanakan dengan mencapai target luaran yaitu peternak dapat menjelaskan potensi manfaat dan metode pengembang biakan Indigofera zollingeriana sebagai salah satu hijauan sumber protein alternatif pengganti sebagian konsentrat.
PEMBUATAN BERGER FEED UNTUK PAKAN SAPI PEDAGING, PEMANFAATAN KOTORAN UNTUK BIO GAS DAN PUPUK ORGANIK DI DESA SUKAMULYA DAN DESA KUDANGWANGI, KECAMATAN UJUNG JAYA, KABUPATEN SUMEDANG
Hendi Setiyatwan
Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.717 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v4i2.10033
Kecamatan Ujung Jaya merupakan salah satu kecamatan yang terletak di sebelah utara Kabupaten Sumedang.Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi merupakan desa berbasis pertanian. Iklim di kedua wilayah tersebutadalah iklim tropis dengan curah hujan rata-rata 2.550 mm per tahun, suhu udara berkisar antara 18-33o C dengankelembaban 50-70%. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembanganternak sapi pedaging. Ketersediaan hijauan pakan ternak dan limbah pertanian cukup potensial untuk dijadikanpakan sapi pedaging. Berdasarkan hal demikian perlu dilakukan penyuluhan mengenai pembuatan bergerfeed untuk pakan sapi pedaging, pemanfaatan kotoran untuk biogas dan pupuk organik di Desa Sukamulya danDesa Kudangwangi Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang. Pengabdian Kepada Masyarakat telahdilaksanakan selama empat bulan mulai bulan Januari sampai dengan April 2014. Serangkaian program telahdilaksanakan mulai dari pengenalan bahan pakan lokal, pembuatan berger feed, membuat bio gas, dan pembuatanpupuk organik. Penyuluhan dilakukan di Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi. Hasil kegiatan disimpulkanbahwa secara umum masyarakat Desa Sukamulya dan Desa Kudangwangi lebih antusias dalam mengikutiprogram penyuluhan dengan metode pendampingan langsung di lokasi, hal demikian tercermin dari aktifitaspeserta yang lebih responsip dan terarah.
APLIKASI TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUKARATU DAN SUKAMAHI, KECAMATAN SUKARATU, KABUPATEN TASIKMALAYA
Qosim, W.A. -
Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.1 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v3i1.8309
Sumber bahan organik yang dapat digunakan sebagaibahan baku kompos antara lain jerami yang berasaldari tanaman padi. Proses pengomposan jeramipadi dapat dipercepat dengan bioaktivator dandifermentasikan sampai menjadi kompos. Tujuankegiatan PKM adalah memberikan informasi danmenerapkan inovasi khususnya teknologi pembuatankompos untuk pertanaman padi. Metode kegiatanPKM yang digunakan adalah ceramah dan dilanjutkandengan diskusi serta demontrasi pembuatan komposdi lapang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwamasyarakat Desa Sukamahi dan Sukaratu memberikanrespon yang cukup baik tentang kegiatanpenyuluhan pertanian mengenai pembuatan komposuntuk pertanaman padi. Penyuluhan dilanjutkandengan pembuatan demontrasi plot percontohan.Para peserta berantusias untuk ikut berpartisipasidalam pembuatan plot percontohan tersebut danakan mempraktikan proses pembuatan kompos dilokasinya masing-masing.Kata Kunci: kompos, jerami padi, bioaktivator
PEMBELAJARAN UNTUK MASYARAKAT MENGENAI KEBENCANAAN GEOLOGI MELALUI KONSEP MODIFIKASI PRA (PARTICIPATIORY APPARSIAL)
Zufialdi Zakaria
Dharmakarya Vol 8, No 3 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.543 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v8i3.19778
Wilayah Indonesia memiliki bencana geologis yang lengkap, yaitu gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami dan gerakan bumi. Dalam upaya untuk memperkuat kapasitas masyarakat untuk menghadapi bencana, belajar tentang bencana geologis diperlukan. Agar pembelajaran dapat dicapai dengan cepat dan tepat sasaran, sebuah metode digunakan melalui konsep modifikasi Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan belajar dilakukan dalam sebuah acara di Bale Desa Hegarmanah di desa Hegarmanah. Desa Hegarmanah adalah ibu kota Kecamatan Jatinangor. Peserta terdiri dari perwakilan masyarakat dari masing-masing Rukun Warga di desa dengan berbagai profesi, ada guru, ibu rumah tangga, karyawan, dan staf desa. Kegiatan ini dibantu oleh beberapa siswa yang mengikuti KKN. Pemberi materi pembelajaran adalah dosen pengawas lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan. Ini dinilai dari pengetahuan sebelum dan sesudah aktivitas yang diketahui dari hasil tes sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan seminar, konseling dan pembelajaran. Berdasarkan analisis, hanya ada 9% pada pertanyaan kesembilan yang tidak sesuai target, yaitu mengenai pengetahuan dari beberapa aplikasi Android untuk bahaya geologi yang dapat dipasang pada smartphone peserta. Ini karena peserta tidak membawa ponsel seluler yang kompatibel dengan sistem ponsel cerdas Android. Untuk melaksanakan kegiatan dalam bentuk seminar dengan konseling dan pembelajaran seperti acara ini, persyaratan untuk peserta dapat disampaikan terlebih dahulu di surat undangan. Manfaat atau kegunaan dari hal-hal yang dibuat dalam acara ini dapat disampaikan dalam undangan sehingga kegiatan sesuai dan tepat sasaran.