cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 420 Documents
RIDER STRATEGY TO IMPROVE STUDENTS’ READING SKILL Ahmad Nadhif; Wawan Hidayat
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i2.1729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategy RIDER (Read, Image, Describe, Evaluate, & Repeat) diterapkan untuk meningkatkan ketrampilan membaca siswa kelas XI di MA Maarif Balong, Ponorogo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Criteria keberhasilan yang ditetapkan adalah bahwa 75% siswa mencapai nilai KKM Mapel Bahasa Inggris, yaitu score 68. Data diambil dengan tes (satu pre-test dan dua post-test di akhir masing-masing siklus) dan observasi kelas selama penerapan strategi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada prestasi siswa. Sebelum penerapan strategi, hasil pretest menunjukkan hanya ada 14,81% (4 siswa) yang mencapai nilai KKM. Hasil posttest siklus pertama menunjukkan bahwa terdapat 29,62% (8 siswa) yang mencapai KKM. Sementara itu, di posttest siklus kedua, seluruh siswa telah mencapai KKM. Demikian pula, hasil observasi menunjukkan angka partisipasi para siswa dalam proses belajar mengajar mengalami peningkatan. Di siklus pertama, hanya 33,33% yang mengajukan pertanyaan, 37,03% menjawab pertanyaan, dan 100% mencari kosakata baru. Di siklus kedua, angkanya secara berurutan menjadi 51,85%, 62,96%, dan 100%. Dengan demikian, melalui penerapan strategi RIDER, ketrampilan membaca para siswa meningkat dan demikian pula antusiasme mereka dalam belajar. [This research is aimed at finding how RIDER strategy is implemented to improve the students’ reading skill at English class at grade XI of MA Ma’arif Balong, Ponorogo. This study is a two-cycle classroom actioIn research, the success-criteria of which is that 75% of the students reach the KKM of English subject, which is score 68. The data are taken from tests (the pretest and two posttests by the end of each cycle) and classroom observation during the implementation of the RIDER strategy. The result of the tests shows significant improvement of the students’ achievement. In the pretests, which is conducted before the implementation of the strategy, only 14,81%  (4 students) reach the KKM; in the posttest in the first cycle, 8 students (29,62%) reach the KKM; and lastly, in the posttest of the second cycle, all students (100%) are successful to achieve the criteria. Regarding the class participation of the students during the implementation of the strategy, the data from the observation shows as follows. In the cycle 1 the student’ activeness in asking question is 33,33%, in answering question 37,03%, in finding new vocabulary 100%. In cycle 2, the students’ activeness improves with the following details: in asking question 51,85%, in answering questions 62,96%, and in finding new vocabulary 100%. Thus, through the implementation of RIDER strategy, the students’ reading skill improves and so does their enthusiasm in learning].
SPIN-OFF SHARIA BANKING IN INDONESIA: CALCULATION PROJECTION AND CRITICAL STUDY REGULATION Angrum Pratiwi; Fitra Rizal; Dedy Mainata
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i2.2722

Abstract

Undang-undang Perbankan Syariah No. 21 Tahun 2008 menyebutkan bagi Bank Umum Konvensional (BUK) yang memiliki Unit Usaha Syariah (UUS) dengan nilai aset telah mencapai paling sedikit 50% dari total nilai aset bank induknya atau 15 (lima belas) tahun sejak berlakunya Undang-undang wajib menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Tahun 2020-2025 terkait Perizinan, Pengaturan dan Pengawasan, OJK tidak menjelaskan kesiapan UUS untuk spin off dari Bank Induk Konvensional menjadi BUS. Penelitian ini bertujuan mengkritisi kebijakan pemerintah terkait perubahan UUS menjadi BUS, serta memberi masukan untuk merevisi Undang-undang Perbankan Syariah terkait perubahan UUS menjadi BUS. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Unit Usaha Syariah (UUS) bisa berubah menjadi Bank Umum Syariah (BUS) pada tahun 2034 bukan pada tahun 2023. Peraturan dan regulasi terkait teknis operasional persiapan transmisi pemisahan UUS menjadi BUS, perlu diperkuat kembali dan dipertegas dengan peraturan yang baru. [Sharia Banking Law No. 21 of 2008 states that Conventional Commercial Banks (BUK) that have Sharia Business Units (UUS) with asset values have reached at least 50% of the total asset value of their parent bank or 15 (fifteen) years since the enactment of the Law are obliged to become Commercial Banks. Sharia (BUS). In the 2020-2025 Sharia Banking Development Roadmap related to Licensing, Regulation and Supervision, OJK did not explain the readiness of UUS to spin off from a Conventional Parent Bank to become a BUS. This study aims to criticize government policies regarding the change of UUS to BUS, as well as to provide input for revising the Sharia Banking Law regarding the change from UUS to BUS. This research is a quantitative research with a descriptive approach. The results showed that the Sharia Business Unit (UUS) could turn into a Sharia Commercial Bank (BUS) in 2034 instead of 2023. Regulations and regulations related to the technical operational preparation for the transmission of separation of UUS into BUS, need to be strengthened and reinforced with new regulations.]
KYAI, PENGANTIN DAN NETRALITAS MASYARAKAT: Studi Analisis Gender terhadap Ceramah Agama pada Acara Resepsi Pernikahan di Ponorogo Evi Muafiah
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v4i1.747

Abstract

Abstarks: Resepsi pernikahan merupakan kegiatan penting dalam masyarakat dan biasanya disampakan ceramah agama oleh seorang tokoh agama, kyai. Penceramah menjelaskan nilai-nilai dan prinsip-prinsip ajaran Islam tentang pembentukan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Melalui analisis bahasa ditemukan beberapa ungkapan dan pernyataan yang bernuansa bias gender atau tidak sensitif gender. Ungkapan dan pernyataan tersebut diungkap dengan melalui 3 cara, yaitu diungkapkan dengan melalui kata atau kalimat yang lugas, melalui bahasa kiasan dan melalui konteksnya. Sedangkan pemetaan ceramah kyai melalui indikator-indikator gender dapat ditemukan bahwa pada indikator stereotype, semua kyai secara eksplisit bernuansa bias gender kecuali kyai MU. Pada indikator subordinasi, semua kyai bias gender. Sementara pada indikator marginalisasi dan double/multy burden hanya kyai PS saja mengutarakan secara jelas tentang bias gender. Sementara yang lainnya tidak menyentuh masalah gender ini atau tidak memberi berkomentar.
Rekonstruksi Wacana Modernis-Tradisionalis: Kajian Atas Pemikiran Keislaman Muhammadiyah Dan Nahdlatul Ulama Pasca Reformasi Luthfi Hadi Aminuddin
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1426

Abstract

Membincang mengenai Islam di Indonesia melalui telaah organisasi Islam Muhammadiyah dan NU merupakan cara yang sangat positif dan efektif, karena bangsa Indonesia mayoritas muslim. Dua organisasi Islam tersebut, melalui sejarah panjang bangsa Indonesia mampu bertahan di tengah-tengah gempuran eksternal maupun eksternal. Secara eksternal berhadapan dengan organisasi Islam yang punya jaringan Internasional semisal HTI, IM, Salafi, dan lain sebagainya. Secara internal NU dan Muhammadiyah, saling berhadapan secara ideologis, material, kultural maupun politik untuk punya pengaruh besar di kalangan masyarakat Muslim Indonesia. Embrional dari pertarungan tersebut menghasilkan perbedaan secara dikotomis dengan mengatakan Muhammadiyah lebih bercorak modernis sedangkan NU sebaliknya cenderung berperilaku tradisionalis. Dalam perjalanan sejarahnya, baik Muhammadiyah maupun NU mengalami pergeseran pemikiran dan identitas baru, seperti Liberalisme-Transformatif dan Islam Berkemajuan di Muhammadiyah, dan Post-Tradisonalis dan Islam Nusantara di NU. Identitas-identitas tersebut menjadi penanda pergeseran baik pada level pemikiran maupun sosiologis yang ada pada Muhammadiyah maupun NU. Berangkat dari ide di atas dan diiringi perubahan-perubahan sosiologis yang terjadi dalam pemikiran dan gerakan Islam Indonesia beserta pergeseran identitasnya, tulisan ini mencoba merambah pada ruang waktu pasca reformasi yang mengacu tumbangnya otoritarianisme Orde Baru sebagai arena eksplorasi rekonstruksi wacana dikotomi modernis-tradisionalis pada Muhammadiyah dan NU beserta pergeseran identitasnya.
KEBIJAKAN PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN DI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH ISLAMIC CENTRE BIN BAZ YOGYAKARTA Umar Sidiq
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i1.1672

Abstract

Untuk memenuhi dan meningkatkan peran pondok pesantren dalam mencerdaskan bangsa, maka diadakanlah program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada pondok pesantren salafiyah. Kebijakan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada pondok pesantren bertujuan untuk a) meningkatkan peran serta pondok pesantren dalam mencerdaskan bangsa dan mengoptimalkan pelayanan Program Nasional Wajib Belajar melalui salah satu jalur alternatif, dalam hal ini adalah pondok pesantren salafiyah. b) melalui penyelenggaraan wajib belajar, diharapkan para santri dapat memiliki kemampuan yang setara dengan pendidikan dasar dan memiliki kesempatan yang sama dengan siswa lembaga pendidikan lainnya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. [To fulfill and enhance the role of Islamic boarding schools in educating the nation, a compulsory 9-year basic education program is held at the salafiyah Islamic boarding school. The compulsory 9-year basic education policy at Islamic boarding schools aims to a) increase the role of Islamic boarding schools in educating the nation and optimizing the services of the National Mandatory Learning Program through one of the alternative routes, in this case the salafiyah Islamic boarding school. b) through the implementation of compulsory education, it is expected that the santri can have abilities that are equivalent to basic education and have the same opportunities as students of other educational institutions to continue to higher education]. 
AN ANALYSIS OF DEPRESSION ON THE MAIN CHARACTER KYLE KINGSON ON THE BEASTLY FILM. Wiwin Widyawati
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v8i1.793

Abstract

This research is a literary criticism which uses psychological approach. It employs a literary criticism because the writer conducts discussion of literary works which is related with the personality of the main character in the Beastly film namely Kyle Kingson. The findings showed that there are five symptoms of depression from the main character Kyle Kingson namely, (1) feeling sad or unhappy, (2) loss of interest or pleasure daily activity that be loved before, (3) easy to be angry or easy to be offended, (4) difficult to take decision, less to concentrate, (5) feeling worthless, guilty and always thinking about past failures. Moreover, Kyle can solve his depression by himself and Zola and Will make Kyle confidence with his ugly face.
MAKNA SCHOOL CULTURE DAN BUDAYA MUTU BAGI STAKEHOLDER DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) DEMANGAN KOTA MADIUN TAHUN PELAJARAN 2014-2015 Miftachul Choiri
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v9i1.464

Abstract

Peran dunia pendidikan untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas. Oleh karena itu kehadiran lembaga pendidikan yang bermutu tidak bisa dihindarkan lagi. Obyek penelitian ini adalah bagaimana para stakeholders di MIN Demangan memaknai school culture dan budaya mutu. Adapun subyek penelitiannya adalah kepala madrasah, 4 para guru, dan 2 orang anggota komite madrasah. Ini adalah Fenomenologi yang berusaha memahami makna dari sebuah pengalaman dari perspektif partisipan. Data dalam penelitian ini bersifat kualitatif, berbentuk tindakan, pernyataan-pernyataan secara lisan, dan berbagai artefak. Pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi-non partisipasi dan wawancara mendalam. Penelitian ini menemukan tiga hal: pertama, Kepala MIN Demangan memaknai budaya mutu sebagai strategi mewujudkan madrasahnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul; kedua, stakeholders MIN Demangan memaknai budaya mutu sebagai upaya untuk menumbuhkan perasaan kompetitif dalam diri warga MIN Demangan; ketiga, Kepala MIN Demangan telah melakukan berbagai hal dalam rangka menumbuhkan budaya mutu, antara lain: menumbuhkan budaya kompetitif bagi warga madrasah, memberikan penghargaan bagi warga madrasah yang berprestasi, mempublikasikan kegiatan budaya mutu di MIN Demangan melalui media massa, melaporkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran secara transparan, dan menjadikan MIN Demangan sebagai madrasah Adiwiyata
REPRESENTATION OF RELIGIOUS AND MORAL VALUES IN THE ENGLISH TEXTBOOK FOR INDONESIAN JUNIOR HIGH SCHOOL: A CDA INVESTIGATION Ahmad Nadhif
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v11i1.1148

Abstract

This research aims to examine the construction of the discourse of religious and moral values within the official English textbook for Indonesian high school students and to expose the underlying ideology. The textbook analyzed is the official English textbook for junior high school grade VII, Bahasa Inggris: When English Rings the Bell. This study makes use of Fairclough’s three dimensional models, namely textual, processing, and socio-cultural analysis. In the level of textual analysis, the researcher addresses the issues of transitivity and modality. In the processing stage, the focus is on the issue of assumption. Meanwhile, the ideology investigation is done in the last level. The findings shows that the discourse of the religious and moral values are classified into four main categories: values toward one’s self (e.g being disicpline regarding the time), values toward others (e.g loving them and being attentive to their occupation and physical appearance), values toward animals (i.e. loving and being attentive to them), and values toward things around (i.e. being attentive to them). The Critical Discourse Analysis (CDA) investigation reveals that the discourse of religious and moral values within this book represents some dominating ideologies, such as the western-secular way of greeting people, the outschool activites of the mid-high social class, the rich’s-style house furniture, and the notion that beauty is identical with white skin and straight hair, the capitalism-driven economics system, as well as the idea of woman emancipation by the feminist movement.
PENERAPAN STRATEGI INQUIRY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MUFRADAT BERBASIS MODIFIED FREE INQUIRY Kasnun Kasnun; Rizka Eliyana Maslihah; Dedi Hasnawan
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i1.1676

Abstract

Di era globalisai ini, dunia pendidikan Indonesia banyak mengimplementasikan pembelajaran berbasis active learning. Pembelajaran active learning merupakan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered). Salah satu strategi pembelajaran berbasis active learning adalah Inquiry Learning. Tujuan dari implementasi strategi ini adalah, supaya mahasiswa terbiasa untuk selalu berpikir kritis, analitis dan sistematis. Sehingga mampu menyelesaikan permasalahan terkait materi pembelajaran secara mandiri. Strategi inquiry learning berbasis modified free inquiry ini diimplementasikan dalam pembelajaran kosakata (mufradat) materi bahasa Arab. Yaitu di Jurusan Manajemen Pendidikan Islam kelas A (MP.A) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo tahun 2017. Adapun yang diteliti adalah rencana pembelajaran, desain materi ajar serta langkah-langkah pembelajaran kosakata (mufradat) materi bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian mengunakan lembar observasi keterlaksanaan serta angket. Hasil penelitian ini adalah: a) Berdasarkan pada lembar Observasi Keterlaksanaan Rencana Pembelajaran, seluruh rencana pembelajaran yang tertulis dalam RPS dapat terlaksana dalam proses kegiatan pembelajaran kosakata (mufradat) Bahasa Arab di kelas dengan baik. B) Desain materi ajar yang digunakan oleh dosen dalam pembelajaran kosakata (mufradat) dibagi kedalam sub materi berdasarkan kecakapan, serta dijabarkan dalam indikator materi tertentu, yaitu: qiro’ah, qowaid, tadrib I, hiwar dan tadrib II. C) Berdasarkan observasi keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran, dapat disimpulkan bahwasanya mahasiswa telah terbiasa untuk berpikir ktitis, serta berusaha memecahan masalah terkait sub materi pembelajarankosakata (mufradat) dengan usaha mereka sendiri maupun melalui diskusi kelompok.
Fiqh Parenting Dan HAk Asasi Anak Perspektif Kyai Di Ponorogo Rahmah Maulidia
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v5i1.754

Abstract

Abstrak: Artikel  ini  akan  menelaah  parenting  perspektif  kyai,  dengan tiga pertanyaan inti yang diajukan, yaitu pertama, bagaimana pandangan para kyai tentang konsep parenting dan Hak Asasi Anak; Kedua, bagaimana  dan  sejauhmana  peran  kyai  membangun  kesadaran parenting,  hak  asasi  dan perlindungan  anak;  ketiga,  bagaimana pendapat mereka melihat fenomena sosial menyangkut pekerja anak (child labour), pekerja seks anak (prostituted children), perdagangan anak  (child  trafficking),  perlakuan  kekerasan  (violation)  dan penyiksaan  (turtore)  terhadap  anak.  Masing-masing  kyai  memiliki konsep  yang  khas  tentang  parenting  dan  HAM  anak. Argumentasi yang  dibangun  dideduksi  dari  al-Qur’an  dan  hadis.  Dalil  yang digunakan adalah surah al-Fatihah, QS al-Tahrim: 6, QS. al-A’raf: 189, QS: al-Baqarah: 233, dan hadis-hadis pendidikan.Semua kyai memprihatinkan  kasus  kekerasan  seksual  dan  pemukulan  pada anak.  Namun  peran  keterlibatan  dan  sosialisasi  yang  dilakukan masih  minim.  Menurut  mereka  persoalan  ini  dapat  diselesaikan dengan  membangun  sikap  orangtua  yang  berilmu  (well-educated). Namun solusi yang ditawarkan ini belum menjadi aksi nyata dengan membentuk wadah sekolah parenting bagi orangtua atau sejenisnya.