cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Pengaruh Pemberian Jahe, Kunyit dan Salam Terhadap Kadar Asam Urat dan Glukosa Darah pada Bebek M. Sulistyoningsih; R. Rakhmawati; A. A. Septiyanto
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.78-83.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tambahan herbal jahe, kunyit dan salam untuk menurunkan kadar asam urat dan glukosa darah pada bebek. DOD bebek subyek unsex 100 ekor. Perlakuan pada penelitian ini adalah P0 (pakan kontrol), P1 (pakan + jahe 2%), P2 (pakan + daun salam 3%) dan P3 (pakan + kunyit 0,2%) dengan empat ulangan. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan jika berbeda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian pemberian tambahan herbal jahe, kunyit dan salam tidak memberikan pengaruh (P> 0,05) terhadap kadar asam urat dan glukosa darah.
Variasi Marka Kualitatif pada Ayam Kokok Balenggek ; Plasma Nutfah ‘Ayam Penyanyi’ Sumatera Barat Rusfidra Rusfidra
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.3.166-169.2014

Abstract

Marka kualitatif pada Ayam Kokok Balenggek (AKB) perlu diidentifikasi sebagai penciri suatu bangsa pada AKB. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa marka kualitatif pada AKB. Penelitian dilakukan di kandang penangkaran AKB Kinantan Bagombak, Kota Solok, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan pengumpulan data dilakukan secara sensus. Parameter yang diamati adalah morfologi bulu, distribusi bulu, warna ear lobe, dan variasi bentuk kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marka kualitatif morfologi bulu pada AKB adalah bulu normal (100%), distribusi bulu adalah bulu normal (100%), warna ear lobe bervariasi dari merah (74,02%), putih (19,85%) dan putih kemerah-merahan (6,13%). Variasi bentuk kaki AKB adalah normal (94,81%), dan AKB berkaki pendek/creeper (5,19%). Untuk pengembangan lebih lanjut usaha peternakan Kinantan Bagombak sebagai salah satu kandang penangkaran secara ek-situ di Sumatra Barat, sebaiknya AKB yang dikembangkan adalah AKB yang memiliki morfologi bulu normal, distribusi bulu normal, warna ear lobe merah, dan variasi bentuk kaki normal.
Kondisi Ekonomi Rumahtangga Peternak Penggemukan Sapi Potong Pada Peternakan Rakyat di Kabupaten Kupang E. Sunarto; O.H. Nono; U.R. Lole; Y.L. Henuk
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.18.1.21-28.2016

Abstract

Pengembangan ternak sapi potong yang digalakkan oleh pemerintah dengan mencanangkan program swasembada daging pada tahun 2014 bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi potong sehingga dapat bersaing dengan sapi impor. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi yang diarahkan untuk pengembangan peternakan melalui plasma nutfah dan penggunaan teknologi peternakan. salah satu ciri dari usaha peternakan rakyat adalah orientasinya belum sepenuhnya bersifat bisnis dan biasanya dilakukan sebagai usaha sambilan yang tidak terlalu mementingkan keuntungan secara finansial. Pendapatan nyata lebih besar akan diperoleh pada saat lama waktu pemeliharaan 6 bulan atau dibawah nilai rataan dan selanjutnya cenderung terjadi penurunan dengan semakin bertambah panjangnya lama waktu pemeliharaan yang dilakukan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi rumahtangga peternak penggemukan sapi potong pada peternakan rakyat di Kabupaten Kupang, meliputi 3 (tiga) kecamatan sebagai berikut: a) Kecamatan Amarasi Timur, b) Kecamatan Kupang Timur, dan c) Kecamatan Amarasi Barat.  Pemilihan kelompok peternak contoh secara acak sederhana sebanyak dua kelompok dari tiap kecamatan dimana setiap kelompok terdiri dari 20 orang petani peternak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendapatan usaha ternak sapi potong pola penggemukan adalah Rp. 10,626,667,-/tahun/peternak dengan besaran kontribusi sebesar 44,15 % dari total pendapatan  rumahtangga.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggemukan sapi potong di tingkat peternakan rakyat di Kabupaten Kupang merupakan sumber pendapatan  utama di tingkat responden.
Pengaruh Penambahan Fucoidan terhadap Performa Ayam Pedaging A. Nururrozi; S. Indarjulianto; Yanuartono Yanuartono; S. Raharjo; H. Purnamaningsih
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.1.15-20.2018

Abstract

Kajian Pemanfaatan Limbah Jerami Sebagai Pakan Ternak Sapi di Provinsi Aceh Y. Yusriani; Elviwirda Elviwirda; M. Sabri
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.2.163-169.2015

Abstract

Kajian Pemanfaatan Limbah Jerami sebagai Pakan Ternak Sapi di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh bertujuan untuk mengintroduksikan teknologi pakan sapi berbasis jerami padi. Prosedur penelitian yang dilakukan meliputi koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan, Kabupaten Aceh Timur dimaksudkan untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan teknologi, pembuatan fermentasi jerami padi dengan menggunakan probiotik, pembuatan urea molases blok, pelaksanaan introduksi dan manajemen teknologi pakan. Ternak yang digunakan sebanyak 9 ekor berdasarkan berat badan berkisar antara 100 – 300 kg. Ada tiga perlakuan ransum yang digunakan terdiri dari : R0 : Perlakuan petani (jerami + konsentrat) ; R1 : Hijauan 30% (15% rumput gajah + 15% rumpul gamal) + Jerami Fermentasi 70% + Mineral blok + Konsentrat (jagung+ dedak), ; R2 : Hijauan 70% (35% rumput gajah + 35% rumpul gamal) + Jerami Fermentasi 30% + Mineral blok + Konsentrat (jagung+ dedak). Pengamatan yang dilakukan meliputi pertambahan berat badan, konsumsi ransum, konversi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot hidup harian (PBHH) tertinggi dijumpai pada perlakuan R2 sebesar 0,82 kg/ekor/hari dan terendah pada perlakuan R0 sebesar 0,60 kg/ekor/hari. Pola pemberian ransum Hijauan 70% (35% rumput gajah + 35% rumpul gamal) + Jerami Fermentasi 30% + Mineral blok + Konsentrat (jagung+ dedak) yaitu (R2) memberikan pertambahan bobot hidup harian (PBHH) yang optimal. Hasil pengkajian ini menunjukkan bahwa formula pakan pada perlakuan R2 lebih efisien dengan formula pakan pada perlakuan lainnya.
Pengaruh Tingkat Protein Ransum dan Lama Pencahayaan Terhadap Bobot Potong, Persentase Karkas dan Non Karkas Burung Puyuh Jantan U. Kulsum; L. R. Muryani; D. Sunarti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.130-135.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat protein ransum dan lama pencahayaan terhadap bobot potong, persentase karkas dan non karkas pada burung puyuh jantan. Penelitian ini menggunakan puyuh jantan umur 4 minggu berjumlah 275 ekor dengan rataan bobot badan 80 ± 0,07 gram (CV=9,00). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola petak terbagi dengan petak utama berupa penambahan cahaya C0 12 jam (18.00 – 06.00 WIB), C1 6 jam (18.00 – 00.00 WIB) dan C2 4 jam (18.00 – 22.00 WIB) sedangkan anak petaknya berupa tingkat protein dalam ransum P1 yaitu 18%, P2 20% dan P3 22%. Tiap kelompok diulang sebanyak 3 kali dan setiap petak terdiri 10 ekor. Variabel yang diamati adalah bobot potong, persentase karkas dan persentase non karkas. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa tingkat protein berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase non karkas tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot potong dan persentase karkas sedangkan cahaya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot potong dan persentase non karkas.
Pengaruh Penambahan Tepung Gaplek dan Isolat Bakteri Asam Laktat dari Cairan Rumen Sapi PO Terhadap Kualitas Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) I. Jasin; Sugiyono Sugiyono
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.96-103.2014

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan tepung gaplek dan isolat bakteri laktat (LAB) diinkubasi dari cairan rumen sapi terhadap silase rumput gajah (Pennisetum purpureum) telah dilaksanakan di Desa Ujung Ujung Pabelan, Kabupaten Semarang. Analisis nilai gizi dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Pangan Gizi, Fakultas Ilmu Makanan Ternak, Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah T0 = kontrol silase, T1 = silase rumput gajah dengan penambahan tepung gaplek 1% dan inokulum bakteri asam laktat dari cairan rumen sapi PO 106 cfu/g hijauan, T2 = silase rumput gajah dengan penambahan tepung gaplek 3%, dan inokulum bakteri asam laktat dari cairan rumen sapi PO 106 cfu/g hijauan, T3 = silase rumput gajah dengan penambahan tepung gaplek 5% dan inokulum bakteri asam laktat dari cairan rumen sapi PO 106 cfu/g hijauan. Parameter yang diamati adalah asam laktat, pH, bahan kering, protein kasar, dan serat kasar. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, analisis data dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung gaplek memberikan pengaruh yang nyata terhadap asam laktat, pH, NH3, protein kasar dan serat kasar. Sedang pada bahan kering pengaruhnya tidak nyata. Perlakuan terbaik adalah adalah silase rumput gajah dengan 5% tepung gaplek.
Native Chicken Production in Indonesia: A Review C. Hidayat; S. A. Asmarasari
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.1.1-11.2015

Abstract

Indonesia is a country rich in native chicken genetic resources. There are 31 native chicken breed in Indonesia.  Native chicken farming was developed for decades. In early period of 1907’s, mostly farmers reared their native chicken by traditional system (about 80%). In 1980s until now, the number of native chicken farmers which rear native chicken by semi intensive and intensive system have been increasing. These rearing system changing have significantly increased the native chicken productivity. The major constraints for the development of native chicken i.e. low growth rate, risks of high mortality, low egg production. Many research results stated that improving in breeding, feeding and management aspect will increase native chicken production. The information and data contained in this paper is the result of study literature for scientific papers, either in the form of journals, books, or proceedings, and livestock statistics books. This paper is made to support the development of native chickens in Indonesia.
Pengaruh Penggunaan Ampas Kecap Dalam Ransum Terhadap Performa Itik Mojosari G. A.A. Larasati; L. D. Mahfudz; W. Sarengat
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.2.72-78.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dari penggunaan ampas kecap dengan beberapa level pemberian (0%; 5%; 7,5% dan 10%) dalam ransum terhadap performa (konsumsi, produksi telur, konversi ransum) itik Mojosari umur 20 minggu sebanyak 240 ekor dengan bobot badan rata-rata 1.385,0 ± 130,85 gram (CV=9,44%). Bahan pakan yang digunakan yaitu campuran ampas kecap, bekatul, bungkil kedelai, jagung kuning, tepung ikan,pollard dan premix. Perlakuan yang diterapkan yaitu penggunaan ampas kecap 5%, 7,5% dan 10%. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, produksi telur, konversi pakan. Data dianalisis dengan analisis ragam atau anova dengan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ampas kecap tidak berpengaruh terhadap performa itik Mojosari (konsumsi ransum, produksi telur, konversi ransum).  Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan ampas kecap dapat digunakan dalam ransum itik Mojosari sampai level 10%.
Pengaruh Suplementasi Sumber Protein Hijauan Leguminosa terhadap Produksi Amonia dan Protein Total Ruminal Secara In Vitro R. S. Prayitno; F. Wahyono; E. Pangestu
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.116-123.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari konsentrat yang berbeda dengan sumber beberapa jenis leguminosa terhadap konsentrasi NH3, dan protein total rumen secara in vitro. Materi penelitian berupa konsentrat (kandungan PK 13%, TDN 65%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan.  Perlakuan konsentrat adalah T1 (6% Crotalaria usaramoensi), T2 (6% Crotalaria juncea),T3 (6% Tephrosia), T4 (3% Crotalaria usaramoensi + 3% Crotalaria juncea), T5 (3% Crotalaria usaramoensi + 3% Tephrosia), T6 (3% Crotalaria juncea + 3% Tephrosia), T7 (2% Crotalaria usaramoensi + 2% Crotalaria juncea + 2% Tephrosia). Parameter yang diamati adalah produksi NH3 dan produksi protein total. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam dan apabila terdapat pengaruh nyata (P<0,05) akibat perlakuan, dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrat yang ditambah dengan berbagai jenis leguminosa mampu meningkatkan produksi amonia dan protein total. Konsentrat dengan suplemen leguminosa jenis Crotalaria mampu meningkatkan produksi NH3 dan produksi protein total. Sedangkan konsentrat dengan suplemen leguminosa jenis Tephrosia di atas 3% akan menurunkan produksi NH3 dan protein total.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue