cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Kajian Penambahan Gambir sebagai Bahan Penyamak Nabati terhadap Mutu Kimiawi Kulit Kambing I. Juliyarsi; D. Novia; J. Helson
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.15.1.35-45.2013

Abstract

Gambier contains tannin which functions as vegetable tanning material. This study aimed to determine, the gambier addition to produces the best chemical quality leather according to Indonesian National Standard chemical quality goatleather (SNI 06-0463-1989). The method was used experimental method  randomized block design, which consists of 5 treatments with 4 replications. Treatment of this study was added the gambier percentage (%), each treatment consisting of: treatment A: 15%, B: 20%, C: 25%, D: 30%, and E: 35%. The variables were measured water content, oil/fat content, water-soluble substances content, levels of substances rawhide, levels of insoluble ash in the water, levels of tanning substances (tannins) bound and the tanning degree. The results showed a significantly different effect (P <0.05) to decrease water content, levels of substances rawhide, levels of substances soluble in water and increasing tanning degree and did not differ significantly (P> 0.05) oil/fat content, ash content and levels of tanning substances (tannins) bound. The conclusion of this study was the addition of 25% was the best gambier percentage, with 17.06±0.15% water content, the fat/oil 7.69±1.24%, the levels of water-soluble substances 4.16±0.99%, levels of substances rawhide 42.47±6.39%, 0.99±0.03% levels of insoluble ash in the water, levels of tanning substances (tannins) bound 27.63±2.75% and 65.46% tanning degree, which all meet the quality standard ISO test 06-0994-1989 and SNI No.0253-2009.
Analisis Perkembangan Harga Protein Hewani Asal Ternak dan Bahan Pakan Ternak di Kota Padang Tahun 2012 W. Sartika; E. Rahmi
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.3.198-202.2014

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga protein hewani asal ternak khususnya daging, telur, susu serta bahan pakan ternak di Kota Padang tahun 2012. Metode penelitian  adalah studi literatur  tentang data bulanan harga protein hewani tahun 2012. Analisis data disajikan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan harga protein hewani di Kota Padang tahun 2012 untuk harga daging sapi mengalami kenaikan harga tertinggi pada bulan September sebesar 9% jika dibandingkan dengan harga daging sapi pada Agustus 2012 yaitu Rp78000/kg. Harga daging kambing atau domba mengalami penurunan sebesar 33%  pada bulan Maret ke April 2012. Harga telur ayam ras dan telur puyuh cukup stabil dengan harga rata-rata untuk ayam  ras sebesar Rp 1.050/butir dan telur puyuh Rp 283/butir. Harga bahan baku pakan khususnya jagung mengalami fluktuasi sejak bulan Januari sampai dengan Desember 2012 sedangkan harga dedak sebesar Rp 2.500/kg stabil sampai akhir tahun 2012.
Pengaruh Frekuensi dan Periode Pemberian Pakan terhadap Efisiensi Penggunaan Protein pada Puyuh Betina (Coturnix coturnix japonica) N. Rani; E. Suprijatna; S. Kismiati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.1.1-9.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh frekuensi dan periode pemberian pakan terhadap efisiensi penggunaan protein pada puyuh betina. Penelitian menggunakan 180 ekor puyuh betina umur 3 minggu dengan bobot badan 58,44 ±11,34 g. Pemeliharaan puyuh dilakukan pada kandang baterai dari kawat. Penelitian menggunakan pakan komersial. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 terdiri dari 4 ulangan, sehingga terdapat 36 percobaan dan masing-masing percobaan terdiri dari 5 ekor puyuh betina. Faktor pertama terdiri dari 3 frekuensi pemberian pakan yaitu F1 (1 kali), F2 (2 kali) dan F3 (3 kali) dan faktor kedua terdiri dari 3 periode pemberian pakan yaitu P1 (16 jam), P2 (14 jam) dan P3 (12 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh nyata (P>0,05) interaksi frekuensi dan periode pemberian pakan tetapi pada faktor (F) frekuensi pemberian pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein dan pada faktor (P) periode pemberian pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada semua parameter. Dilihat dari kemampuan dalam memanfaatkan protein dari frekuensi 2 kali dan periode pemberian pakan selama 16 jam menunjukkan efisiensi penggunaan protein  yang terbaik.
Halaman Depan JPI Vol 20 No 1 Februari 2018 Jurnal Peternakan Indonesia
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.1.i-iii.2018

Abstract

Halaman Depan JPI Vol 20 No 1 Februari 2018
Pengaruh Level Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma domestica Val) dalam Ransum terhadap Karkas Itik Lokal T.D. Nova; Sabrina Sabrina; Trianawati Trianawati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.3.200-209.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kunyit dalam ransum terhadap karkas itik lokal. Penelitian ini menggunakan 80 ekor DOD itik Pitalah jantan yang ditempatkan pada 20 unit kandang boks. Metode penelitian secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 kelompok bobot badan sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah A (tanpa pemberian tepung kunyit/kontrol), B (pemberian tepung kunyit 0,2%), C (pemberian tepung kunyit 0,4%) dan D (pemberian tepung kunyit 0,6%). Peubah yang diamati meliputi bobot karkas, persentase bagian – bagian karkas (dada dan paha) dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung kunyit dalam ransum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot karkas, persentase bagian – bagian karkas (dada dan paha) dan persentase karkas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung kunyit sampai dengan level 0,6% dalam ransum tidak mempengaruhi bobot karkas, persentase bagian – bagian karkas (dada dan paha) dan persentase karkas.
Heritability of Growth Traits of Simmental Cattle in Balai Pembibitan Ternak Unggul-Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT), Padang Mengatas, West Sumatra, Indonesia D. E. Putra; Sarbaini Sarbaini; T. Afriani; H. Suhada; F. Arlina
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.170-177.2017

Abstract

This study is proposed to determine the heritability of growth traits of Simmental cattle in BPTU-HPT Padang Mengatas, West Sumatra. Data were collected by observations and measurements of the cattle in the field, completed by the secondary data from BPTU-HPT recorded from 2010 to 2016. Data for heritability were collected from 455 offsprings belonged to 15 sires. Weight and body size are two parameters used to estimate the heritability and breeding value, the heritability was analyzed between weaning and yearling age and breeding value was only calculated for weaning age. The data were analyzed by using paternal half-sib correlation method. The heritability between bulls and offspring was varied in weaning age, ranged from 0.24 to 0.97, and yearling age was showed high heritability in all parameters, ranged from 0.56 to 0.64. The heritability of weaning weight was 0.50 ± 0.19, weaning body size (shoulder height, body length and heart girth) was 0.97 ± 0.31; 0.24 ± 0.13; 0.44 ± 0.19, yearling weight was 0.56 ± 0.08 and yearling body size was 0.58 ± 0.08; 0.64 ± 0.09 and 0.56 ± 0.08 respectively. This result found that the highest heritability was shoulder height and the lowest heritability was body length. Relative breeding value above 0 represented by six sires with the highest breeding value was 37.12. Sires with the highest BV can be selected for future breeding in BPTU-HPT Padang Mengatas, while the lowest BV is recommended to be culled.
Aplikasi Probiotik Untuk Ternak Itik Zurmiati Zurmiati; M. E. Mahata; M. H. Abbas; Wizna Wizna
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.134-144.2014

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan atau menurunkan Feed Convertion Ratio (FCR) dan memperbaiki penampilan produksi ternak unggas antara lain dengan menambahkan berbagai imbuhan pakan seperti enzim dan antibiotik. Saat ini penggunaan antibiotik dalam ransum ternak telah dibatasi karena residunya memberikan efek samping terhadap konsumen, sehingga dicari feed additif lain yang aman seperti probiotik. Probiotik dapat merubah ekosistem mikroba pencernaan selain itu juga menghasilkan antibiotik alami, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan dan kinerja inang. Penggunaan probiotik sudah banyak diterapkan untuk ayam, namun pada ternak itik masih sedikit. Penelitian dan penggunaan probiotik sebagai pakan imbuhan masih perlu ditingkatkan agar diperoleh teknik produksi yang efisien dan praktis dan dapat diaplikasikan sehingga mampu memberikan dampak ekonomis terhadap industri peternakan. Probiotik memberikan pengaruh yang baik terhadap itik diantaranya meningkatkan kesehatan dan menurunkan rasio konversi ransum.
Pengaruh Pemupukan Nitrogen dan Umur Tanaman terhadap Produksi dan Kualitas Rumput Kume (Sorghum plumosum var. timorense) F. K. Keraf; Y. Nulik; M. L. Mullik
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.2.123-130.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan kualitas sorghum plumosum var. timorense dengan pemberian pupuk nitrogen dan umur tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 4 level pupuk nitrogen (faktor 1) dan 6 level umur tanaman (faktor 2) yang diulang 4 kali. Parameter yang diamati adalah laju pertumbuhan, jumlah anakan, produksi biomasa, kandungan nutrisi dan kecernaan in vitro. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk nitrogen berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi bahan kering dan produksi serat kasar, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap laju pertumbuhan, jumlah anakan, produksi bahan organik, produksi protein kasar, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Sedangkan faktor umur tanaman berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap semua parameter yang diamati. Interaksi kedua faktor tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap jumlah anakan, produksi bahan kering, produksi bahan organik dan produksi serat kasar, namun berpengaruh (P<0,5) terhadap laju pertumbuhan, produksi protein kasar dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik.
Keragaman Baru pada Daerah Ujung Gen Hormon Pertumbuhan Sapi Pesisir Ternak Lokal Sumatera Barat Yurnalis Yurnalis; Arnim Arnim; Sarbaini Sarbaini; Jamsari Jamsari
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.103-109.2017

Abstract

Dari 210 sampel sapi pesisisir umur 1,5 tahun, dipilih 60 sample berdasarkan berat badan yaitu 30 sampel dengan berat tinggi (125±9,02 kg) dan 30 sampel dengan berat badan rendah (65±6,09 kg). Sampel darah 60 ekor sapi diisolasi dan produk PCR dari fragmen gen GH (455 bp)  disekuensing forward dan reserve.  Dua dilesi ditemukan pada posisi 2731 dan 2732 dengan fekuensi allel 0.06, dan 0.19. Delapan mutasi ditemukan pada posisi  2537, 2567, 2639, 2647, 2706, 2713, 2732, dan 2813 dengan genotipe  G → T,  G → T, C → G, T → C, A → G, C → T, C → T, C → A dengan frekuensi allel berturut-turut 0,66; 0,97; 1,00; 0,54; 0,37; 0,62; 0,77 dan 1,00. Hasil penelitian ini menunjukkan gen GH pada sapi pesisir mempunyai keragaman yang tinggi, sehingga perlu dilakukan penelitian lanjut untuk mengetahui apakah keragaman ini berhubungan dengaan sifat-sifat produksi.
Halaman Belakang JPI Vol 20 No 2 Juni 2018 Halaman Belakang
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.%p.2018

Abstract

Halaman Belakang JPI Vol 20 No 2 Juni 2018

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue