cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Potensi Bacillus Coagulans dari Serasah Hutan sebagai Probiotik Ayam Broiler Wizna Wizna; H. Abbas; A. Dharma; P. Kompiang
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.15.1.75-80.2013

Abstract

Probiotics are living microorganisms which controls the balance of pathogenic microbes in the digestive tract of cattle through competitive exclusion mechanism which lately has been widely used as a feed aditive both ruminants and poultry . One type of microbes used in probiotics in poultry livestock is a bacterium of the genus Bacillus . Bacillus coagulans (Lactobacillus sporogenes) had the same function as Lactobacillus sp known as probiotics were able to live in the digestive tract and produced some enzymes and antibiotics required by livestock. The method used in this study is an experimental method with a completely randomized design with 6 treatments administered dose level Basillus coagulans were repeated 5 times. Bacillus coagulans administration dose levels are : Do = Control (Provision of physiological saline without bacteria), DI = 0,6.106 CFU/ml, DII = 42.106 CFU/ml, DIII = 45.107 CFU/ml, DIV = 73.108 CFU/ml, DV = 90.1010 CFU/ml. To determine the effect of treatment used analysis of variance completely randomized design pattern and made a real difference obtained Duncan Range Test. The parameters measured were the number of colonies of Bacillus coagulans in the small intestine, feed intake, weight gain, feed conversion, and Income Over Feed Cost (IOFC) of broiler chickens. The results showed the higher dose of Bacillus coagulans were given the better growth of broiler chickens, which at doses 90.1010 CFU /ml chicken rations consume 2679 grams/head with the weight of 1810 g/fish or feed conversion of 1.48 and IOFC 170 g/kg harvest weight or Rp 508 ,-/kg harvest weight. Bacillus coagulans can be used as probiotics to aid digestion and optimal growth of broiler chicken.
Penentuan Keseimbangan Protein dan Energi Ransum Sapi Bali Jantan N. P. Mariani; I. G. Mahardika; S. Putra; I. B. G. Partama
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.1.46-53.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keseimbangan energi dan protein sapi Bali jantan yang diberi ransum dengan level protein dan energi.  Rancangan yang digunakan : rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan tiga kelompok bobot badan. Bobot sapi berkisar    198,67 – 207,00 kg. Kelima perlakuan ransum yaitu: (A) 15,42% protein dan GE 4,02 Mkal/kg DM; (B) 14,74% protein dan GE 3,75 Mkal/kg DM; (C) 13,11% protein dan GE 3,79 Mkal/kg DM; (D) 10,33% protein dan GE 3,92 Mkal/kg DM dan (E) 10,58% protein dan GE 3,53 Mkal/kg DM. Peubah yang diukur : konsumsi energi, konsumsi protein, energi tercerna, protein tercerna, energi termetabolis, retensi energi dan retensi protein. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi energi, energi tercerna dan energi termetabolis tidak menunjukkan perbedaan yang  nyata (P>0,05), sedangkan  konsumsi protein, protein tercerna, retensi energi dan retensi protein pada perlakuan A nyata lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan perlakuan E. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan  konsumsi energi, konsumsi protein, energi tercerna, protein tercerna, retensi energi dan retensi protein tertinggi pada imbangan 15,42% protein dan GE 4,02 Mkal/kg DM.
Karakteristik Kimiawi Telur Puyuh Akibat Pemberian Pakan Mengandung Tepung Limbah Udang Fermentasi D.A. Ambarwati; E. Suprijatna; S. Kismiati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.1.37-45.2017

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian tepung limbah udang fermentasi terhadap kualitas kimiawi telur puyuh. Materi yang digunakan adalah  puyuh petelur umur 6 minggu sejumlah 250 ekor, bobot badan 140,95±9,58. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Setiap unit percobaan  terdiri dari 10 ekor puyuh.  Perlakuan yang digunakan  adalah tepung limbah udang fermentasi dengan level 0%, 5%, 7,5% dan 10%, serta tepung limbah udang tidak fermentasi sebanyak 7,5%. Analisis data menggunakan analisis ragam dan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung limbah fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar protein (P>0,05), sedangkan untuk lemak, koleterol, HDL dan LDL telur berpengaruh nyata (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung limbah udang fermentasi 7,5% mampu  menurunkan kadar kolesterol (24%) dan LDL (22,31%) , serta meningkatkan  HDL (29%).
Pengaruh Suplementasi Kolin Klorida terhadap Efisiensi Energi Bruto pada Sapi Perah Laktasi R. G. Hayusasmita; D. W. Harjanti; Sutrisno Sutrisno
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.84-90.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi kolin klorida dalam pakan terhadap efisiensi energi bruto sapi perah laktasi. Penelitian ini menggunakan 8 ekor sapi perah betina Friesian Holstein laktasi pada bulan laktasi ke-3 dan ke-4 dengan periode laktasi II. Pakan yang digunakan adalah rumput gajah dan konsentrat WA Feed, serta kolin klorida 60% corncob dengan imbangan pemberian hijauan dan konsentrat 40 : 60. Rancangan yang digunakan adalah cross over designs dengan 2 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah T0 (ransum kontrol) dan T1 (ransum kontrol + kolin klorida 30 g/ekor/hari). Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara konsumsi TDN pada kelompok T0  (9,05 ± 1,44 kg/ekor/hari) dan T1 (9,61 ± 1,40 kg/ekor/hari). Namun, produksi susu 4% FCM pada kelompok T1 (14,54 ± 3,14 kg/ekor/hari) lebih banyak (P<0,05) jika dibandingkan dengan kelompok  T0 (13,36 ± 2,63 kg/ekor/hari). Efisiensi energi bruto menunjukan tidak berbeda antara T0  (0,28 ± 0,05) dan T1  (0,29 ± 0,06). Simpulan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa suplementasi kolin klorida dalam pakan sebanyak 30 g/ekor/hari tidak mempengaruhi konsumsi TDN dan efisiensi energi bruto, namun dapat meningkatkan produksi susu 4% FCM.
Performa Broiler yang Diberi Ransum Mengandung Daun Sengon (Albizzia falcataria) yang Direndam dengan Larutan Kapur Tohor (CaO) Akmal Akmal; Mairizal Mairizal
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.15.1.1-6.2013

Abstract

This research aims at meauring the use of  Sengon leaves soaked in kapur tohor and it’s effect on the performance of broiler. The Study used 100 broiler Hubber aged 3 days and 5 treatments ration which contain  different  Sengon. The design used in this study was completely randomized design (CRD) with 5 treatmen. Parameter measured  were ration consumption, body weight gain, feed convertion and carcass. The result of this study shows that the use of sengon in the ration is effective significantly (P<0.05) on the ration consumtion, body weight gain,carcass and feed convertion. It could be concluded that Sengon  can be used up to 7.5% in the ration of the broiler.
Peran Sektor Peternakan Ayam Pedaging dalam Perekonomian Kabupaten Kuantan Singingi Propinsi Riau S. A. Kurniati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.3.170-178.2014

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik pengusaha dan profil usaha peternakan ayam pedaging, peranan subsektor peternakan dalam perekonomian Kabupaten Kuantan Singingi. Metode penelitian adalah studi kasus berdasarkan data PDRB subsektor peternakan ayam pedaging tahun 2007-2011, dengan menggunakan analisis deskriptif, LQ (Location Quetient), dan surplus pendapatan. Pengusaha ayam pedaging rata-rata berumur 37 tahun, lama pendidikan 12 tahun, memiliki pengalaman berusaha 4 tahun, jumlah tanggungan keluarga 3 orang, dan umumnya skala usaha kecil berkisar 300-500 ekor. Analisis LQ menyatakan bahwa tahun 2007, 2008, dan 2011 subsektor peternakan sebagai sektor basis karena memiliki nilai LQ lebih dari 1 sekaligus mendapatkan surplus pendapatan bagi perekonomian karena telah mampu memenuhi kebutuhan lokal masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.
Kombinasi Abu Kayu dan Kapur pada Proses Pengasinan terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Nilai Organoleptik Telur Asin D. Novia; S. Melia; Mutiara Mutiara
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.18.1.29-35.2016

Abstract

Proses pengasinan akan mengubah telur itik menjadi telur dengan kandungan mineral, dan organoleptik yang meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh kombinasi abu kayu dan kapur pada proses pengasinan terhadap kadar kolesterol, NaCl, kalsium, lemak, air, pH, dan organoleptik telur asin. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya adalah kombinasi abu kayu dengan kapur : A (4-0), B (3-1), C (2-2), D (1-3) dan E (0-4). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi abu kayu dan kapur berpengaruh terhadap kadar NaCl, kalsium, pH tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar lemak, air, dan nilai organoleptik. Perlakuan terbaik adalah kombinasi abu kayu dan kapur (2-2) dengan kadar NaCl 3,69±0,47%, kalsium 1,72±0,06%, lemak 13,94±1,28%, air 70,96±0,92%, pH 6,91±0,17, warna 2,16, aroma 2,24 dan rasa 2,20 (suka).
Pengaruh Penggunaan Limbah Cair Pemindangan Ikan dalam Ransum terhadap Kecernaan Protein, Lemak dan Energi Metabolis pada Itik Persilangan Mojosari-Peking D. Maharani; L. D. Mahfudz; I. Mangisah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.1.21-28.2018

Abstract

Produksi NH3, Protein By Pass dan Sintesis Protein Mikroba dari Pod Kakao yang di Suplementasi Chromolaena odorata A. Dona; H. D. Triani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.3.171-175.2015

Abstract

Penyediaan pakan alternatif merupakan tantangan utama bagi peternak ketika pakan hijauan semakin berkurang, diantaranya pod kakao. Supaya dapat dimanfaatkan secara optimal, maka pod kakao  perlu disuplementasi dengan Chromolaena odorata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan Chromolaena odorata pada pod kakao terhadap produksi NH3, protein by pass dan sintesis protein mikroba. Pada percobaan dibuat empat formulasi ransum sebagai perlakuan yaitu : A. Pod kakao 100% + Chromolaena odorata 0 %, B. Pod kakao 100% + Chromolaena odorata 10 %, C.  Pod kakao 100% + Chromolaena odorata 20 %, D. Pod kakao 100% + Chromolaena odorata 30 %. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat kali ulangan. Data dianalisa dengan analisis sidik ragam dan jika terdapat pengaruh yang nyata dilakukan uji lanjut DMRT. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi Chromolaena odorata sampai 20% pada pod kakao memberikan hasil yang baik terhadap produksi NH3, protein by pass dan sintesis protein mikroba.
Potensi Pakan Ruminansia dengan Penampilan Produksi Gas Secara In Vitro Firsoni Firsoni; E. Lisanti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.136-144.2017

Abstract

Indonesia mempunyai berbagai jenis bahan pakan dengan kualitas berbeda yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ruminansia. Salah satu cara untuk mengevaluasinya adalah dengan melihat penampilan produksi gas bahan pakan tersebut secara in-vitro. Bahan pakan yang diujikan pada penelitian ini adalah tepung kulit kopi, kulit kacang tanah, rumput lapang, daun turi, jerami padi dan jerami padi fermentasi. Sampel ditimbang 200±5 mg, dimasukkan ke dalam syringe glass 100 ml, ditambahkan media cairan rumen kerbau yang sudah dicampurkan larutan bicarbonat buffer sebanyak 30 ml, selanjutnya diinkubasi di dalam waterbath pada 39oC selama 48 jam. Software Neway dipakai untuk menghitung nilai fitted gas dan rancangan acak kelompok dengan 4 blok untuk menganalisa keragaman. Variabel yang diukur adalah produksi gas 2, 4, 6, 8, 10, 12, 24, 48, 72 dan 96 jam, degradasi bahan organik, potensi produksi (a+b), laju produksi gas (k), amonia (NH3) dan asam lemak terbang (VFA Total). Hasil produksi gas tertinggi setelah 24, 48 dan 72 jam dari perlakuan rumput lapang (C) yaitu 36.33, 51.12 dan 56.29 ml/200 mg BK tapi setelah 96 jam dari jerami padi yaitu 59.60 ml/200 mg BK, sedangkan terendah (24, 48, 72 dan 96 jam) kulit kopi yaitu 6.08, 7.77, 7.61, dan 7.68 ml/200 mg BK. Potensi produksi gas tertinggi dihasilkan jerami padi yaitu 69.13 ml/200 mg BK dan terendah kulit kopi yaitu 7.72 ml/200 mg BK. Persentase produksi gas setelah 24 jam tertinggi dihasilkan daun turi (D) yaitu 91.46% dan terendah jerami padi (E) yaitu 41.22%. Jerami padi potensial diolah lagi untuk mengurangi serat kasarnya, sehingga bisa dijadikan pakan ternak mendekati rumput lapang, sementara itu kulit kopi dan kulit kacang tanah perlu dilakukan kajian lebih lanjut, karena potensi produksi gasnya rendah yaitu 7.72 dan 11.45 ml/200 mg BK.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue