cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Analisa Manajemen Dan Efisiensi Penyediaam Pakan Ayam Pada Poultry Shop R. Syafriardi; Fitrini Fitrini; Kamaruzzaman Kamaruzzaman
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.959 KB) | DOI: 10.25077/jpi.11.3.249-260.2006

Abstract

The objectives of this research were to determine the optimum quantity of feed stocked or ordered which gave the most economic efficiency in daily management practices of poultry- shop. The case study was conducted at Rajawali poultry shop, located in Lubuk Begalung sub district, Padang city. Data or information collected included: kind of feed stocked; volume and time schedule of feed ordered; procedures and cost of feed ordering, handling, storage and distribution. The data were statistically analyzed by using Economic Order Quantity Method. The results showed that the poultry shop was applied good stock management practices. The quantity and frequency of feed ordered of 69,784 kg for every 2 days was found the most optimum management practices which might save cost of about Rp. 9,064,874 for the year of 2006.
Efektifitas Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) sebagai Additif Pakan dan Antimikrobia terhadap Pertumbuhan Bakteri Anaerob dan Coliform Secara In Vivo pada Ayam Pedaging J.R. Manullang; F. Ardhani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.3.195-199.2015

Abstract

Jahe merah (Zingiber officinale Var. Rubrum) dikenal sebagai bakteriasida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakterial bubuk jahe terhadap pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (Escherichia coli dan Salmonella sp.) secara in vivo pada Broiler. Penelitian ini menggunakan dua puluh empat DOC dengan berat badan 40,7 g. Pemberian bubuk jahe diberikan pada Broiler selama 5 hari dengan  konsentrasi ekstrak jahe merah yaitu, 0,5, 1, dan 1,5% per kg pakan. Peubah yang diamati adalah berat badan, asupan pakan dan koloni bakteri. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh ekstrak jahe merah pada total koloni bakteri yang cenderung menurun dengan semakin tinggi konsentrasi ekstrak jahe merah, semakin tinggi efek hambatan pertumbuhan bakteri. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah memiliki sejumlah aktivitas antibakteri untuk pertumbuhan bakteri anaerob dan coliform (E. coli dan Salmonella sp.).
Potensi Antibakterial Bakteri Asam Laktat Proteolitik dari Bekasam Sebagai Biopreservatif Daging Sapi Afriani Afriani; Arnim Arnim; Y. Marlida; Yuherman Yuherman
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.161-169.2017

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antibacterial bakteri asam laktat proteolitik dari bekasam sebagai biopreservatif daging sapi. Penelitian ini menggunakan 3 isolat bakteri asam laktat proteolitik dengan cara merendam daging dalam substrat antibakterial dari isolat BAL tersebut kemudian disimpan pada suhu dingin. Pengamatan utama pada penelitian ini adalah : (1) kualitas fisik daging, (2) kualitas mikrobiologi. Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor A adalah jenis BAL proteolitik yaitu a1 =  Lactobacillus pentosus BS15, a2 = Lactobacillus plantarum 1 BS22 dan a3 = Lactobacillus plantarum 1 BL12 dan faktor B adalah  penyimpanan daging pada suhu dingin selama 2, 4 dan 6 hari. Kualitas fisik daging menunjukkan bahwa nilai pH daging yang diberi substrat antibakterial Lactobacillus pentosus BS15 lebih rendah dibandingkan  dengan Lactobacillus plantarum 1 BS22 dan Lactobacillus plantarum 1 BL12 sedangkan lama penyimpanan tidak berbeda. Daya ikat air daging yang diberi substrat antibakterial  ketiga jenis bakteri tidak berbeda sedangkan lama penyimpanan 2 hari dan 4 hari lebih tinggi dibandingkan dengan 6 hari. Susut masak daging yang diberi substrat antibakterial  Lactobacillus pentosus BS15 lebih kecil dari pada  Lactobacillus plantarum 1 BS22 dan Lactobacillus plantarum 1 BL12, penyimpanan 2 hari dan 4 hari lebih besar susut masaknya dibandingkan 6 hari. Kualitas mikrobiologi menunjukkan bahwa total mikroba daging yang diberi substrat antibakterial  Lactobacillus pentosus BS15 lebih tinggi dibandingkan dengan Lactobacillus plantarum 1 BS22 dan Lactobacillus plantarum 1 BL12 dan penyimpanan 2 hari lebih tinggi dibandingkan dengan 4 hari dan 6 hari. Total E. coli dan total S. aureus menunjukkan tidak ada perbedaan sedangkan lama penyimpanan 2 hari lebih tinggi dibandingkan dengan 4 hari dan 6 hari. Kesimpulan dari hasil penelitian ini penggunaan substrat antibakterial dari BAL proteolitik dan penyimpanan pada suhu dingin dapat mempengaruhi kualitas fisik dan mikrobiologis daging yang lebih baik.
Pengaruh Dosis Inokulum dan Lama Fermentasi Campuran Dedak Padi dan Darah dengan Bacillus amyloliquefaciens terhadap Kandungan Serat Kasar, Kecernaan Serat Kasar dan Energi Metabolisme Wizna, Wizna; Muis, H.; Deswan, A.
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.128-133.2014

Abstract

Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis inokulum dan lama fermentasi campuran dedak padi dan darah dengan Bacillus amyloliquefaciens terhadap kandungan serat kasar, kecernaan serat kasar dan energi metabolisme. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x3 digunakan dengan 3 ulangan. Faktor pertama, dosis inokulum yaitu A1:1% dan A2:3%. Faktor kedua, lama fermentasi B1:1 hari, B2:3 hari, B3:5 hari. Peubah yang diamati adalah kandungan serat kasar, kecernaan serat kasar, dan energi metabolisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis inokulum dan lama fermentasi campuran dedak padi dan darah pada kandungan serat kasar dan energi metabolisme. Pada kecernaan serat kasar terjadi interaksi terhadap dosis inokulum dan lama fermentasi dengan dosis inokulum dan lama fermentasi campuran dedak padi dan darah fermentasi. Lama fermentasi menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0.05) terhadap kandungan serat kasar dan energi metabolisme. Kesimpulannya, kualitas gizi terbaik dari fermentasi campuran dedak padi dan darah dengan Bacillus amyloliquefaciens diperoleh pada dosis 3% dan lama fermentasi 3 hari, dengan kandungan serat kasar 7,93 %,  kecernaan serat kasar 45,11%, dan energi metabolisme 3195 kkal.
Degradasi in vitro Fraksi Serat Ransum Berbasis Limbah Jagung Amoniasi Elihasridas Elihasridas; R. W. S. Ningrat
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.2.116-122.2015

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan rasio penggunaan limbah jagung amoniasi dan konsentrat dalam ransum komplit ternak ruminansia berdasarkan parameter kecernaan fraksi serat (NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa) secara in vitro. Empat formula ransum komplit adalah; R0= 50% rumput lapangan + 50% konsentrat (ransum kontrol), R1= 40% limbah jagung amoniasi + 60% konsentrat, R2= 60% limbah jagung amoniasi + 40% konsentrat dan R3= 80% limbah jagung amoniasi + 20% konsentrat. Kecernaan fraksi serat diukur setelah ransum diinkubasi selama 48 jam dengan cairan buffer rumen menurut teknik Tilley dan Terry (1969). Data dianilisis secara statistik menggunakan rancangan acak kelompok, dan perbedaan nilai rataan perlakuan diuji dengan uji Duncan. Hasil yang diperoleh menunjukkan degradasi fraksi serat ransum nyata berbeda (P<0.05), tetapi R1 dan R0 tidak nyata berbeda. Disimpulkan bahwa rasio 40% limbah jagung amoniasi dan 60% konsentrat (R1) menghasilkan degradasi fraksi serat yang lebih baik dari R2 dan R3 dan tidak nyata berbeda dengan ransum kontrol (R0).
Penggunaan Limbah Industri Jamu dan Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus sp.) sebagai Sinbiotik untuk Aditif Pakan Terhadap Kualitas Interior Telur Ayam Ras Petelur Y. Wijaya; E. Suprijatna; S. Kismiati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.2.46-53.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sinbiotik sebagai aditif pakan ayam petelur terhadap kualitas interior telur. Penelitian ini menggunakan materi ayam ras petelur sebanyak 100 ekor dengan umur 40 minggu. Ayam ras petelur memiliki bobot badan 1.81± 0,12 grams . Perlakuan digunakan yaitu penambahan sinbiotik dengan level  0,5%, 1,0%, dan 1,5%. Penelitian ini menggunakan ransum yang terdiri dari bungkil kedelai, jagung, bekatul, meat bone meal, premix dan pakan tambahan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan 5 ulangan. Menggunakan 20 unit percobaan yang terdiri dari 5 ekor ayam ras petelur. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik tidak berpengaruh nyata terhadap Indeks putih telur, Indeks kuning telur dan haugh unit (P>0,05), sedangkan untuk warna kuning telur berpengaruh nyata (P<0,05). Kesimpulan penelitian ini penambahan sinbiotik pada level 1,0–1,5 % meningkatkan warna kuning telur.
Halaman Depan JPI Vol 20 No 2 Juni 2018 Halaman Depan
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.i-iv.2018

Abstract

Halaman Depan JPI Vol 20 No 2 Juni 2018
Pengaruh Pemberian Mikrokapsul Minyak Ikan dalam Ransum Puyuh terhadap Performa Produksi Sestilawarti Sestilawarti; Mirzah Mirzah; Montesqrit Montesqrit
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.15.1.69-74.2013

Abstract

An experiment was conducted to determine the effect of feeding fish oil microcapsule on quail performances.  200 quail layers were randomly allocated into 20 pens.  A randomized completely design was used in this study with 0, 2%, 4% and 6% fish oil microcapsule in diet.  Variable measured were feed consumption, egg production, egg weight, mass of egg and feed conversion. Data were analized by CRD and Duncan Multiple Range Test (DMRT).  Results of the experiment indicated that the inclusion of fish oil microencapsule in laying quails diet did not affect the production performances (feed consumption, egg production, egg weight, mass of egg and feed conversion).
Sifat Fisik dan Kecernaan Ransum Sapi Bali yang Mengandung Hijauan Beragam N. N. Suryani; I. G. Mahardika; S. Putra; N. Sujaya
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.1.38-45.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi dan jenis hijauan beragam terhadap sifat fisik dan kecernaan ransum pada sapi Bali. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 4 perlakuan ransum dengan 3 kelompok berat badan sebagai ulangan. Perlakuan ransum disusun berdasarkan bahan kering adalah: (A) rumput gajah 45% +  jerami padi 0%  +  gamal 15% + kaliandra 10% + konsentrat 30%; (B) rumput gajah 30% +  jerami padi 10% +  gamal 20% + kaliandra 10% + konsentrat 30%; (C) rumput gajah 15% + jerami padi 20% + gamal 25% + kaliandra 10% + konsentrat 30% dan (D) rumput gajah 0% + jerami padi 30% + gamal 30% + kaliandra 10% +  konsentrat 30%. Peubah yang diukur adalah sifat fisik dan kecernaan ransum. Data dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan, sapi Bali yang diberi perlakuan D memiliki densitas tertinggi (P<0,05) yaitu 0,313 g/ml, KCBK dan KCPK tertinggi (P<0,05) masing-masing 67,78% dan 71,42% namun KCSK terendah (P<0,05) yaitu 49,34%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ransum D mampu meningkatkan densitas dan daya serap air serta meningkatkan KCBK dan KCPK ransum.
Pengaruh Pemberian Tepung Azolla Fermentasi (Azolla microphylla) Terhadap Performa Ayam Kampung Persilangan A. Raras; R. Muryani; W. Sarengat
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.1.30-36.2017

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan tepung Azolla microphylla fermentasi terhadap performans ayam kampung persilangan. Materi penelitian adalah 80 ekor ayam kampung umur 5 minggu, ayam kampung ini persilangan antara ayam kampung keturunan Bangkok dan Lohman 202 dari peternakan rakyat Temanggung dengan bobot badan 469,80 ± 38 gram (CV = 3,33%). Bahan pakan yang digunakan yaitu jagung, bungkil kedelai, tepung ikan, pollard, bekatul, CaCO3, premix dan tepung azolla fermentasi. Fermentasi azolla menggunakan larutan EM4 dengan perbandingan 3 gram : 10 ml. Perlakuan pakan T0 (ransum basal tanpa tepung azolla fermentasi), T1 (ransum mengandung tepung azolla fermentasi 10%), T2 (ransum mengandung tepung azolla fermentasi 15%) dan T3 (ransum mengandung tepung azolla fermentasi 20%). Kandungan protein pakan 17% dan energi metabolis 2800 kkal/kg. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Data dianalisis dengan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan tepung azolla terfermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan, sedangkan hasil penelitian perlakuan penggunaan azolla terfermentasi tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konversi pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung azolla terfermentasi dapat meningkatkan konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan pada perlakuan T2, sedangkan untuk konversi pakan pada perlakuan penggunaan tepung azolla terfermentasi menurun.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue