cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Skabies di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2015 Sari Yunita M; Rina Gustia; Eliza Anas
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.779

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit akibat infestasi tungau Sarcoptes scabiei var hominis. Pada tahun 2014, penyakit kulit infeksi menduduki peringkat ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas yaitu 1.926 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang berhubungan dengan kejadian skabies di wilayah kerja puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang tahun 2015. Penelitian ini bersifat analitik menggunakan desain case control dengan matching yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya pada dari Januari sampai November 2015. Sampel kasus yaitu penderita skabies yaitu 31 orang diambil dengan total sampling. Sampel kontrol yaitu tidak menderita skabies sebanyak 31 orang dengan perbandingan 1:1. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mc.Nemar. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antar personal hygiene (p=0,022, OR=5), kepadatan hunian kamar (p=0,002, OR=4,5), luas ventilasi kamar (p=0,035, OR=3,67) dengan kejadian skabies sedangkan ketersediaan air bersih (p=0,454, OR=1,5) dan status gizi (p=0,23, OR=1,83) tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian skabies. Tenaga kesehatan di puskesmas diharapakan dapat meningkatkan penyuluhan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian skabies.
Hubungan Daerah Tempat Tinggal dengan Gambaran Histopatologi Karsinoma Tiroid pada Masyarakat Sumatera Barat Eka Putri; Daan Khambri; Selfi Renita Rusjdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.665

Abstract

Karsinoma tiroid dapat dibagi berdasarkan gambaran histopatologi menjadi tipe papiler, folikuler, meduler dan anaplastik. Salah satu faktor yang mempengaruhi gambaran histopatologi karsinoma tiroid adalah keadaan geografis, dimana karsinoma tipe folikuler dan anaplastik akan lebih sering ditemukan pada daerah beresiko defisiensi yodium dibandingkan daerah tidak beresiko defisiensi yodium. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara daerah tempat tinggal dan gambaran histopatologi karsinoma tiroid. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan mengumpulkan data sekunder di Laboratorium Patologi Anatomi FK Unand dan rekam medik RSUP M. Djamil periode Januari 2010 sampai Desember 2011. Hasil penelitian ini ditemukan 102 kasus karsinoma tiroid, dimana 32 kasus bertempat tinggal di daerah beresiko defisiensi yodium dan 70 kasus bertempat tinggal di daerah tidak beresiko defisiensi yodium. Pada daerah beresiko defisiensi yodium, 34,4% merupakan karsinoma folikuler dan anaplastik, dan 65,5% merupakan karsinoma selain folikuler dan anaplastik. Pada daerah tidak beresiko defisiensi yodium, 22,9% merupakan karsinoma folikuler dan anaplastik, dan 77,1% merupakan karsinoma selain folikuler dan anaplastik. Analisis statistik hubungan antara daerah beresiko defisiensi yodium dan kejadian karsinoma folikuler dan anaplastik berdasarkan uji chi-square didapatkan nilai p =0,33. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan bermakna antara daerah tempat tinggal dengan gambaran histopatologi karsinoma tiroid pada masyarakat Sumatera Barat pada periode Januari 2010 sampai Desember 2011.
Hubungan Derajat Keasaman Cairan Lambung dengan Derajat Dispepsia pada Pasien Dispepsia Fungsional Emil Prasetyo Muhammad; Arina Widya Murni; Delmi Sulastri; Saptino Miro
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.524

Abstract

AbstrakHipersekresi asam lambung dianggap penting sebagai salah satu mekanisme patologis dispepsia fungsional. Hipersekresi asam lambung dapat meningkatkan sekresi pepsin yang dapat menimbulkan kerusakan mukosa lambung pada dispepsia fungsional. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan derajat keasaman cairan lambung dengan derajat dispepsia yang dialami pasien dispepsia fungsional. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan disain cross sectional yang dilakukan pada 35 sampel pasien dispepsia fungsional dengan teknik consecutive sampling di RSUP DR. M.Djamil Padang mulai Juli sampai Oktober 2014. Analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 51.4% pasien dispepsia fungsional memiliki derajat keasaman cairan lambung hyperacidity, 57.1% menderita dispepsia derajat sedang-berat, dan menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan tarif signifikansi (p) 0.029 (p < 0.05). Terdapat hubungan bermakna antara derajat keasaman cairan lambung dengan derajat dispepsia pada pasien dispepsia fungsional. Peningkatan derajat keasaman cairan lambung berbanding lurus dengan derajat dispepsia pada pasien dispepsia fungsional.Kata kunci: keasaman cairan lambung, derajat dispepsia, dispepsia fungsional AbstractGastric acid hypersecretion is considered important as one of the pathological mechanisms of functional dyspepsia. Gastric acid hypersecretion can increase the secretion of pepsin which can cause gastric mucosal damage in functional dyspepsia. The objective of this study was to determine the correlation of gastric juice acidity with dyspepsia level experienced by functional dyspepsia patients.This study was a analytic study with cross sectional design applied on 35 samples of functional dyspepsia patients with non-probability consecutive sampling technique at RSUP DR. M. Djamil Padang from July to October 2014. The data were computerized analyzed using chi-square test. The results showed 51.4% of patients with functional dyspepsia had hyperacidity gastric juice, 57.1% had moderate-to-severe dyspepsia level, and show a strong enough correlation with the rate of significance  0.029 (p < 0.05).There was a significant correlation between the gastric juice acidity with dyspepsia level of functional dyspepsia patients. Increase of gastric juice acidity is proportional to the dyspepsia level in functional dyspepsia patients.Keywords::gastric juice acidity, dyspepsia level, functional dyspepsia
Pengaruh Pemberian Kopi terhadap Kadar Kolesterol dan Trigliserida pada Tikus Wistar (Rattus novergiccus) Millah Fithriyah Zindany; Husnil Kadri; Almurdi Almurdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.706

Abstract

Kebiasaan mengonsumsi kopi banyak dikaitkan dengan kelainan pada kesehatan dan berbagai macam penyakit. Kopi mengandung lebih dari seribu molekul zat yang berbeda diantaranya kafein, kafestol, kahweol, dan asam klorogenik sering dihubungkan dengan metabolisme lipid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kopi terhadap kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus galur Wistar (Rattus novergiccus). Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian ini adalah 24 ekor tikus putih jantan (Rattus novergiccus) yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol (K), perlakuan 1 (DR), perlakuan 2 (DS), dan perlakuan 3 (DT). K hanya diberi diet standar tanpa kopi, DR diberikan diet kopi dosis rendah setara 3 cangkir kopi (0,39 mg/3 ml), DS diberikan diet kopi dosis sedang setara 6 cangkir kopi (0,78 mg/ 3ml), DT diberikan diet kopi dosis tinggi se ara 10 cangkir kopi (1,3 mg/ 3ml) selama 4 minggu (28 hari). Pengukuran kadar kolesterol  dan  trigliserida  menggunakan  spektofotometer. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar kolesterol K (35,80+10,84 mg/dl), DR (56,60+7,66 mg/dl), DS (60,60+12,13 mg/dl), DT (73,00+16,39 mg/dl) dan rerata kadar trigliserida K (97,00+6,44 mg/dl), DR (27,80+11,90 mg/dl), DS (29,20+16,02 mg/dl), DT(36,00+15,08 mg/dl). Uji analisis one-way ANOVA dan Post-hoc menunjukkan perbedaan yang bermakna pada kadar kolesterol total dan trigliserida kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p<0,05) namun tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p>0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna kadar kolesterol total dan trigliserida antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol tetapi perbedaan dosis tidak memberikan perbedaan bermakna.
Hubungan Perilaku Merokok dengan Ketahanan Kardiorespirasi (Ketahanan Jantung-Paru) Siswa SMKN I Padang Amanda Besta Rizaldy; Afriwardi Afriwardi; Yessy Susanty Sabri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.516

Abstract

AbstrakAda banyak faktor yang dapat mempengaruhi ketahanan kardiorespirasi pada remaja, salah satunya adalah perilaku merokok. Merokok pada masa remaja akan mengganggu kebugaran, khususnya ketahanan kardiorespirasi karena efek dari zat yang terkandung didalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan perilaku merokok dengan ketahanan kardiorespirasi pada remaja. Ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional study yang dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Padang (SMK N 1 Padang) dengan jumlah subjek sebanyak 111 orang. Pengumpulan data melalui kuesioner dan tes ketahanan kardiorespirasi. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMK N 1 Padang yang merokok memiliki ketahanan kardiorespirasi yang kurang baik yaitu sebanyak 55,1% siswa, sedangkan sebanyak 40,5% pada siswa yang tidak merokok memiliki ketahanan kardiorespirasi yang cukup baik. Setelah dilakukan analisis melalui uji chi-square, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan ketahanan kardiorespirasi (p<0,05).Kata kunci: perilaku merokok, ketahanan kardiorespirasi, remaja AbstractThere are many factors correlate to cardiorespiratory endurance of the teenagers, one of them is smoking behavior. Smoking behavior in teenagers will affect the physical fitness, especially for the cardiorespiratory endurance because of the effect from the substances in cigarette. The objective of this study was to determine the correlation between smoking behavior and the cardiorespiratory endurance of the teenagers. This was an analytical research with cross-sectional study design. This study was done for the students of Vocational Senior High School 1 Padang with the total subjects were 111 peoples. The data was collected by questionnaire and cardiorespiratory endurance’s test. This study used chi-square test for the statistical analyze. The result of this research found that most of the smoker students of SMK N 1 Padang have a low cardiorespiratory endurance, the percentage was 55,1% and 40,5% of the non-smoker students had a good enough cardiorespiratory endurance. The chi-square test result conclude that there is a significant relation between smoking behavior and the cardiorespiratory endurance (p<0,05).Keywords: smoking behavior, cardiorespiratory endurance, teenagers
Kualitas Air Sumur Gali Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Berdasarkan Indeks Most Probable Number (MPN) Randa Novalino; Netti Suharti; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.577

Abstract

AbstrakDiare merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui air terkontaminasi oleh agen penyebab seperti bakteri Coliform.  Menurut data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang pada tahun 2011, kejadian diare di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang merupakan kasus tertinggi di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kualitas air sumur gali di Kelurahan Lubuk Buaya berdasarkan Indeks Most Probable Number (MPN) menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) No. 416 tahun 1990. Sampel penelitian ini adalah  air sumur gali yang digunakan di beberapa Rukun Tetangga (RT), yang diambil secara acak dari beberapa Rukun Warga (RW) yang telah dipilih sebelumnya, sehingga didapatkan 15 sampel. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu pengambilan sampel air sumur gali sekaligus observasi faktor yang mempengaruhi kualitas air dan pemeriksaan mikrobiologi dengan metode Most Probable Number (MPN) Test. Tes ini terdiri dari tes presumtif dan tes konfirmatif yang disesuaikan dengan Permenkes RI. Hasil penelitian ialah 73,33% dari jumlah sumur yang diperiksa tidak memenuhi standar Permenkes R.I. karena mengandung Coliform > 50 pada setiap 100 ml air. Hanya 26,6% sumur yang memenuhi standar yang telah ditetapkan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu lokasi sumber pencemaran, dinding parapet, drainase, tutup sumur dan sarana pengambilan air.Kata kunci: kualitas air sumur gali, MPN, coliform AbstractDiarrhea is one of the diseases that  transmitted through contaminated water by causative agent, one of which is coliform bacteria. According to data from City Health Department Padang in 2011, the incidence of diarrhea in Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah – Padang is the highest case in the city of Padang. The objective of this study was to determine the water quality of wells dug in Kelurahan Lubuk Buaya by Most Probable Number Index (MPN) according regulation of Indonesian health minister. The 15 samples was water of dug well  in some of the RT households from several neighborhoods that was selected. The research was conducted in two stages, dug well water samples as well as observation of the factors that affect water quality and microbiological examination of the Most Probable Number method (MPN) Test. This test consists of presumptive tests and confirmative tests that were tailored to regulation of Indonesian health minister.  The result were 73.33% of the wells tested did not meet the standards of Indonesian health minister regulation, because it contains >50 coliform in every 100 ml of water. Only 26.6% of the wells were inspected to meet the standards set. Several factors can affect the location of sources of pollution, parapet walls, drainage or sewer water, cover the wells, and water collection facilities.Keywords: dug well water quality, MPN, coliform
Hubungan Antara Anemia pada Ibu Hamil dan Kejadian Persalinan Preterm di RSUP M. Djamil Padang Tahun 2013 Aulia Ulfa; Ariadi Ariadi; Elmatris Elmatris
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.738

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami selama kehamilan. Anemia ibu hamil diketahui sebagai salah satu faktor risiko persalinan preterm. Penelitian sebelumnya tahun 2012 di RSUP Dr. M. Djamil Padang mendapatkan dari seluruh pasien persalinan preterm sebagian besar (76,39%) memiliki riwayat anemia dalam kehamilan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan antara hubungan anemia pada ibu hamil dan kejadian persalinan preterm di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Berdasarkan kriteria sampel yang telah ditentukan, didapatkan sampel 30 ibu persalinan preterm sebagai kelompok kasus dan 30 ibu persalinan aterm yang diambil secara simple random sampling sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis dengan Chi-square test dan Independent t-test (α=0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu yang melakukan persalinan di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2013, terbanyak berusia 20-35 tahun (71,7%) dan multipara (55,0%). Ibu yang melakukan persalinan 40% mengalami anemia. Hasil uji statistik Chi-square  menunjukan terdapat hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian persalinan preterm (nilai p= 0,018,  OR=  4,297).  Rata-rata kadar Hb pada kelompok persalinan preterm (10,62 ± 1,42) g/dl lebih rendah dibandingkan kelompok persalinan aterm (11, 51 ± 1,06) g/dl dan bermakna secara statistik (p = 0,007). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara kejadian anemia dan persalinan preterm.
Mixoid Liposarcoma Azamris Azamris; Peri Handayani; Muhammad Rifki
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.612

Abstract

Abstrak                 Sarkoma adalah pertumbuhan maligna jaringan mesodermal (jaringan ikat, otot, tulang). Liposarkoma adalah tumor ganas atau kanker pada jaringan lemak, yang biasanya dicirikan oleh adanya diferensiasi abortif sel – sel menjadi liposit dan merupakan tipe yang paling umum dari sarkoma jaringan lunak, muncul perlahan, membesar, tanpa rasa sakit, massa submukosa nonulserasi pada usia paruh baya. Jika terdeteksi lebih dini maka angka keberhasilan pengobatan menjadi lebih baik. Wide eksisi tumor merupakan modalitas pilihan pada penatalaksanaan Liposarkoma. Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat perjalanan penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan patologi anatomi. Dilaporkan satu kasus laki-laki berusia 74 tahun dengan diagnosis Miksoid Liposarkoma dilakukan Wide Eksisi Tumor tanpa pemberian Neo Adjuvan Terapi terlebih dahulu menunjukan perbaikan yang cukup signifikan Kata kunci: Sarkoma, Miksoid Liposarkoma, Wide Eksisi Tumor, Neo Adjuvan Terapi AbstractSarcoma is the growth of malignancy mesodermal tissue (connective tissue, muscle, bone). Liposarcoma is malignant tumor or cancer at fatty tissue, characterized by abortif differentiated cells to lipocyte and the common type of soft tissue sarcoma, appearing slowly, enlarged, painless, nonulceratif mass submucosal at the middle age. If the early detected the cure rate can be better. Wide Excision Tumor is the modality for treatment of Liposarcoma. The clinical diagnosis is made based on history of illness, physical examination and anatomical pathology examination. Reported One case, man 74 year old, diagnosed with Mixoid Liposarcoma treated by Wide Excision Tumor without given Neo Adjuvan Theraphy before showed a significant improvement. Keywords:  Sarcoma, Mixoid Liposarcoma, Wide Eksisi Tumor, Neo Adjuvan Theraphy.
Irvine-Gass Syndrome Weni Helvinda; Elfi Risalma Puteri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.770

Abstract

CME merupakan penebalan retina lokal dimana cairan terakumulasi dalam ruang kistik pada lapisan luar retina di makula. Irvine Gass Syndrome merupakan CME yang terjadi setelah operasi katarak yang ditandai dengan cystoid multipel pada makula. Tujuan: Untuk melaporkan kasus Irvine Gass Syndrome. Hasil: Laki-laki 60 tahun dengan visus mata kanan 5/60, IOL pada posterior chamber dengan PCO. Pada funduskopi terdapat edema makula. OCT ditemukan CME. Pada pasien dilakukan ECCE 4 bulan sebelumnya. Pseudofakic CME dapat muncul paling cepat 3 minggu dan paling lambat 6 bulan setelah operasi. CME didefinisikan jika visus 20/40 atau lebih buruk disertai ruang cystoid. OCT menunjukkan hyporeflektif di dalam retina, dengan penebalan makula. Perubahan ketebalan makula ≥40μm merupakan indeks OCT significant macular edema. Pasien diberikan NSAIDs topikal yang menghambat cyclooxygenase yang berperan dalam biosintesa prostaglandin karena patogenesa Irvine Gass syndrome disebabkan oleh inflamasi. Setelah itu visus membaik dan pada OCT terdapat pengurangan ketebalan makula. Pasien juga diberikan Carbonic anhidrase inhibitor oral yang menstimulasi pompa RPE untuk mengurangi cairan di macula. Kesimpulan: Pada Kasus ini Pseudofakic CME terjadi 12 minggu setelah operasi katarak. Terdapat respon terapi yang baik dengan NSAIDs topikal, kortikosteroid oral dan Carbonic Anhidrase Inhibitor.
PROFIL PENYAKIT PENYAKIT JANTUNG BAWAAN DI INSTALASI RAWAT INAP ANAK RSUP DR. M. DJAMIL PADANG PERIODE JANUARI 2013 – DESEMBER 2015 Budi Junio Hermawan; Didik Hariyanto; Dinda Aprilia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.793

Abstract

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) menempati peringkat pertama dari berbagai penyakit pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penyakit jantung bawaan di instalasi rawat inap RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang yang dilakukan di instalasi rekam medik RSUP Dr. M.Djamil Padang dari Juli 2016 sampai Desember 2016. Populasi dari penelitian ini adalah data rekam medik pasien rawat inap penyakit jantung bawaan di Bagian Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari 2013 sampai Desember 2015 dengan jumlah 85 pasien. Hasil yang didapat yaitu VSD adalah ialah jenis penyakit jantung bawaan terbanyak (40,00%). Sebaran usia terbanyak pada kelompok >1 tahun (50,59%). Pasien terbanyak dengan jenis kelamin laki-laki (54,12%). Status gizi pasien PJB didominasi oleh gizi kurang (75,30%). Kelainan yang menyertai pasien terbanyak yaitu kelainan paru (40,00%), dengan penyakit terbanyak yaitu bronkopneumonia (21,18%). Pasien yang memiliki riwayat keluarga hanya 2,35%. Rerata hemoglobin dan hematokrit pasien PJB sianotik lebih tinggi daripada PJB asianotik. Simpulan studi ini ialah penyakit jantung bawaan banyak terjadi dengan jenis VSD, usia > 1 tahun, jenis kelamin laki-laki, gizi kurang, disertai kelainan paru (bronkopneumonia), jarang yang memiliki riwayat keluarga, dengan rata-rata Hb dan Ht lebih tinggi pada PJB sianotik.

Page 41 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue