cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Gambaran Derajat Merokok Pada Penderita PPOK di Bagian Paru RSUP Dr. M. Djamil Fadhil el Naser; Irvan Medison; Erly Erly
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.513

Abstract

AbstrakPenyakit Paru Obstuktif Kronik (PPOK) adalah penyakit dengan karakteristik keterbatasan saluran napas yang tidak sepenuhnya reversibel dan dapat dicegah. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki jumlah perokok aktif yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran derajat merokok pada penderita PPOK di Bagian Paru Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang. Ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medik penderita merokok dengan yang dirawat di Bagian Paru Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil. Data sekunder diambil dari rekam medik penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) yang dirawat di Bagian Paru Rumah Sakit Umum Pusat dari  1 Januari 2013 sampai 31 Desember 2013. Data diolah secara manual dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Sebanyak 20 subjek didapatkan nilai indeks brinkman berat sebanyak 15 orang. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara derajat merokok dengan derajat keparahan PPOK (p = 0,033) dan korelasi yang kuat antara keduanya (r  = 0,577). Terdapat hubungan yang signifikan dan korelasi yang kuat antara derajat merokok dengan derajat keparahan PPOK.Kata kunci: merokok. indeks Brinkman, PPOK AbstractCOPD is a disease with airway limitation characteristic. That is not fully reversible and can be prevented. Smoking is the leading cause of COPD. Indonesia is one of the developing countries that have a high number of active smokers. The increase in prevalence is also occurred in the province of West Sumatra, which increased from 30.2% in 2007 to 38.4% in 2010. The objective of this study was to describe the degree of smoking in patients with COPD in Pulmonary Section General Hospital Dr. M. Djamil. This study used a retrospective descriptive design using medical record data of smoker patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) who were treated in the Pulmonary Section General Hospital Dr. M. Djamil. The data was taken from the secondary status of patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) who were treated in Pulmonary Section General Hospital from January 1, 2013 to December 31, 2013 that recorded in the medical record. Data processed manually from the status of COPD patients and were presented in the form of frequency distribution table. From 20 subjects obtained that 15 samples were classified to severe Brinkman index.  Statistical tests found a significant relationship between the degree of smoking with COPD severity (p = 0.033) and a strong correlation between the two (r  = 0.577). There is a significant relationship and strong correlation between the degree of smoking with COPD severity.Keywords: smoking, Brinkman Index, COPD
Perbedaan Fungsi Kognitif Antara Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dan Non Diabetes Melitus di RSUP DR M Djamil Padang Novi Yudia; Yuliarni Syafrita; Rizanda Machmud
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.697

Abstract

Populasi lanjut usia yang menderita Diabetes Melitus (DM) akan mengalami penurunan neurocognitive yang lebih cepat dan lebih buruk dibandingkan kelompok non DM dengan usia dan tingkat pendidikan yang sama. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan fungsi kognitif antara kelompok DM dan non DM dengan menggunakan kuisioner MoCA-Ina. Penelitian ini merupakan penelitian komparasi dengan desain crosssectional study menggunakan data primer yang diambil langsung secara random dari hasil wawancara pada tiap kelompok di RSUP DR M Djamil Padang dari Juli 2014 sampai dengan September 2014. Terdapat kecendrungan penurunan fungsi kognitif pada kedua kelompok terhadap kemampuan visuospasial, penamaan, atensi, abstraksi, dan delayed recall dengan hasil pada kelompok DM tipe 2 lebih rendah. Sebagian besar kelompok DM tipe 2 memiliki kadar GDP dan GD2PP yang tinggi dengan  persentase  sebesar  60%  dan  65%. Uji-t  yang  dilakukan  untuk  melihat  beda  rerata  skor  MoCA-Ina menunjukkan adanya perbedaan skor rerata antar kedua kelompok dengan p<0,001. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan skor rerata antara fungsi kognitif kelompok DM tipe 2 dan non DM dengan hasil skor MoCA-Ina pada kelompok DM tipe 2 yang mempunyai skor yang lebih buruk dibandingkan kelompok non DM. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan MoCA-Ina sebagai acuan dalam melakukan pemeriksaan skrinning fungsi kognitif agar penurunan kognitif yang lebih cepat dapat diketahui dan dihindari.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Usia Menarche pada Siswi SMP Negeri 1 Padang Rahmat Nurul Yuda Putra; Ermawati Ermawati; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.575

Abstract

AbstrakBeberapa dekade terakhir ini, telah terjadi kecenderungan onset menarche dini yang dikaitkan dengan nutrisi yang lebih baik. Penelitian yang telah ada menemukan penurunan usia menarche yang diiringi oleh peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang terjadi dalam 25 tahun terakhir. Onset menarche yang lebih cepat juga ditemukan pada anak yang gemuk dibandingkan yang kurus. IMT rendah menunjukkan tidak terpenuhinya nutrisi yang dapat mempengaruhi kecepatan tumbuh–kembang anak. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan  IMT dengan usia menarche. Penelitian cross-sectional study ini dilakukan terhadap 77 siswi yang dipilih melalui teknik proportional random sampling dan wawancara menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul lalu dianalisis dengan uji korelasi spearman. Hasil studi ini adalah rata-rata IMT 19,93 (±3,162) kg/m2dan rata-rata usia menarche adalah 11,75 tahun dengan usia termuda 9 tahun dan tertua 14 tahun. Ditemukan adanya hubungan antara IMT dengan usia menarche dengan nilai p=0,000 (p<0,05) dan r=-0,429. Kesimpulan studi ini ialah semakin tinggi IMT, maka semakin cepat terjadi menarche.Kata kunci: IMT, usia menarche, menarche AbstractThe last decades, there has been a trend of earlier onset of menarche is associated with better nutrition. Several studies have found a decrease in age of menarche is accompanied by an increase in Basal Metabolism Index (BMI). Rapid onset of menarche also found in obese children than lean. Low BMI show no fulfillment of nutrients that can affect the growth and development speed in children. The objective of this study was to determine the relationship between BMI with age at menarche. This cross sectional study was conducted on 77 female students who were selected through proportional random sampling technique. The data was collected by questionnaires and interviews, than was analyzed by Spearman correlation test. The results of this study was the average BMI 19.93 (±3.162) kg / m2, and the average age of menarche was 11.75 years with 9 years old as the youngest and the oldest 14 years. There is a correlation between BMI at the age at menarche, with p value=0.000 (p<0.01) and r=-0.429. The conclusion is a higher BMI could cause  more rapidly menarche.Keywords:  BMI, age at menarche, menarche
Hubungan Suplementasi Tablet Fe dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Air Dingin Kota Padang Fadina Rizki; Nur Indrawati Lipoeto; Hirowati Ali
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.729

Abstract

Zat besi (Fe) adalah suatu mikro elemen esensial bagi tubuh yang dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin. Kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat saat kehamilan terutama selama trimester II dan III. Jumlah zat besi yang di absorbsi dari makanan dan cadangan dalam tubuh biasanya tidak mencukupi kebutuhan ibu selama kehamilan sehingga suplementasi tablet Fe diperlukan agar bisa membantu mengembalikan kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara suplementasi tablet Fe dan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Rancangan penelitian berupa studi potong lintang dan teknik pengambilan sampel dengan metode proportional random sampling. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang pada bulan Juni – Agustus 2015. Sampel penelitian berjumlah 66 orang yang merupakan ibu hamil trimester III yang melakukan kunjungan dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin. Hasil penelitian memperlihatkan sebagian besar ibu hamil berumur antara 20-35 tahun dan berada pada fase preterm (umur kehamilan 28-33 minggu). Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square diperoleh p < 0,05 (nilai p = 0,000), artinya terdapat hubungan yang bermakna antara suplementasi tablet Fe dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara suplementasi tablet Fe dan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III.
Identifikasi Bakteri Infeksi Saluran Pernafasan Bawah Non Tuberkulosis (Non TB) dan Pola Resistensinya pada Penderita Diabetes Melitus di RSUP M. Djamil Virgi Anggia Lubis; Yusticia Katar; Elizabeth Bahar
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.603

Abstract

AbstrakKadar gula darah yang tinggi pada pasien diabetes mellitus (DM) menyebabkan pasien ini rentan akan terjadinya infeksi, salah satunya infeksi saluran pernafasan bawah non tuberkulosis (Non TB) yang disebabkan oleh bakteri Gram negatif dan Gram positif, maka terapi pilihannya antibiotik spektrum luas. Survei awal di Bagian Penyakit Dalam RSUP M. Djamil didapatkan bahwa terapi yang dilakukan adalah terapi empiris yang  mengakibatkan meningkatnya resistensi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bakteri penyebab infeksi pernafasan bawah non tuberkulosis dan pola resistensinya pada penderita DM di  RSUP M. Djamil. Penelitian deskriptif ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FK Unand Padang dan Bagian Penyakit Dalam RSUP M. Djamil terhadap 16 pasien dengan diagnosis DM disertai infeksi saluran pernafasan bawah dari Januari sampai Februari 2014. Hasil penelitian menunjukkan Klebsiella pneumonia (56,25%) sebagai penyebab terbanyak, diikuti Staphylococcus aureus (18,25%), Pseudomonas aeruginosa (12,50%), dan Streptococcus pneumonia (12.50%). Uji resistensi menunjukkan Klebsiella pneumonia mengalami resistensi yang besar terhadap Ceftriaxone (66,63%), Pseudomonas aeruginosa resisten terhadap Ceftriaxone dan Amoxicilin Clavulanat Acid (50%), Staphylococcus aureus resisten terhadap Ciprofloxacin (33,33), sedangkan Streptococcus pneumonia  sensitif terhadap Azitromicin (100%). Dapat disimpulkan bakteri yang ditemukan mengalami resistensi yang cukup besar terhadap beberapa antibiotik yang digunakan.Kata kunci: diabetes melitus, infeksi saluran pernafasan bawah no TB, bakteri, resistensi AbstractHigh concentration of blood glucose in patients with diabetes mellitus cause susceptible to be infected, including lower respiratory infections non tuberculosis caused by Gram negatif and Gram positif. Treatment of these infections are broad spectrum antibiotics. The objective of this study was to indentify the causal bacteria of lower respiratory infection non tuberculous infection and the  bacterial resistance patterns in patients with diabetes mellitus in RSUP M. Djamil. From the primary survey in RSUP M. Djamil Internal Medicine Department, the treatment that usually used is empirical therapy that could increase risk of bacterial resistance. This descriptive study was conducted in Microbiology laboratory Medical Faculty of Andalas University and Inpatient Care of Internal Medicine Department of RSUP M. Djamil to 16 patients with Diabetes Mellitus and lower respiratory infection from January until February 2014. Culture result showed that Klebsiella pneumonia (56,25%)  was the main cause, followed by Staphylococcus aureus (18,25%), Pseudomonas aeruginosa (12,50%), and Streptococcus pneumonia(12,50%). Sensitivity test result shows that Klebsiella pneumonia has great resistance to Ceftriaxone (66,63%), Pseudomonas aeruginosa is resistant to Ceftriaxone and Amoxicilin Clavulanat Acid (50%), Staphylococcus aureus is resistant to Ciprofloxacin (33,33), while Streptococcus pneumonia is sensitive to Azitromicin (100%). It can be concluded that the bacteria found had a appreciable resistance to some antibiotics used.Keywords: diabetes mellitus, lower respiratory infection non TB, bacteria, resistance
Pengaruh Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells Terhadap Sekresi VEGF pada Penyembuhan Luka Bakar Tikus Gusti Revilla
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.761

Abstract

Treatment for burns have been carried out in various ways, but have not provided satisfactory results, so that using stem cells is necessary. Administering Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells (BM-MSCs) for healing, are by accelerating the formation of granulation tissue, however the effectiveness of the provision of is still under exploration. The objective of this study was to determine the effect of the administration of stem cells BM-MSCs on VEGF secretion on burn healing process in rats. This research was an experimental research with design the post-test only control, using 12 Wistar rats, divided into 2 groups: control (PBS), treatment (BM-MSCs), stem-cells subcutaneously administered dose of 2 x 106 cells / ml. Before that the treated rats anesthetized using xylazine and ketamine then burns are made on the dorsal with full thickness degrees. On day 3 and 7, blood were obtained to measure levels of VEGF was measured by ELISA. The results were analyzed by t-test. Levels of VEGF in day 3 and day 7 in the group given BM-MSC were dereased 12.875 pg/ml dan 23.917 pg/ml compared to the control group 61.667 pg/ml and 200.042 pg/ml and showed significant differences p= 0.012 and p=0.038. The conclusion of this study is the administration of BM-MSCs were the influence levels of VEGF which has into differentiate to cells that contribute to angiogenesis was can to granulation tissue. 
Hubungan Ansietas dan Depresi dengan Derajat Dispepsia Fungsional di RSUP Dr M Djamil Padang Periode Agustus 2013 hingga Januari 2014 Dita Nelvita Sari; Arina Widya Murni; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.656

Abstract

Dispepsia fungsional merupakan salah satu jenis dispepsia yang paling sering ditemukan pada masyarakat. Banyak faktor yang dapat memicu derajat keluhan pada penderita dispepsia fungsional, salah satunya gangguan psikologis terutama ansietas dan depresi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan ansietas dan depresi dengan derajat dispepsia fungsional. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien RSUP Dr M Djamil Padang yang berobat dari Agustus 2013 hingga Januari 2014. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 32 orang. Data dari responden dikumpulkan dengan cara wawancara, ansietas dan depresi dinilai dengan Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) dan derajat dispepsia fungsional dinilai dengan Skor Dispepsia. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa 37,5% mengalami derajat dispepsia berat, 50% mengalami derajat dispepsia sedang, dan 12,5% mengalami derajat dispepsia ringan. Ansietas dialami oleh 37,5% penderita dispepsia fungsional dan depresi dialami oleh 12,5% penderita dispepsia fungsional. Berdasarkan hasil uji statistik chi square didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ansietas dengan derajat dispepsia fungsional (p<0,05) dan tidak ada hubungan yang bermakna antara depresi dengan dispepsia fungsional (p>0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara ansietas dengan derajat dispepsia fungsional tetapi tidak dengan depresi.
PERBANDINGAN KUALITAS SPERMATOZOA PADA ANALISIS SEMEN PRIA DARI PASANGAN INFERTIL DENGAN RIWAYAT MEROKOK DAN TIDAK MEROKOK Indah Ridhoila; Yusrawati Yusrawati; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.688

Abstract

Infertilitas merupakan masalah pada sistem reproduksi yang dapat mengenai pria ataupun wanita dengan jumlah 48,5 juta pasangan di dunia. Infertilitas pada pria sering disebabkan oleh kelainan pada tingkat pre testikular, testikular, dan post testikular. Salah satu faktor resiko infertilitas adalah merokok, zat toksin yang terdapat pada rokok dapat menyebabkan peningkatan Reactive Oxygen Species (ROS) yang nantinya bisa menyebabkan stress oksidatif jaringan sehingga mengganggu kualitas spermatozoa. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kualitas spermatozoa pada pria dari pasangan infertil dengan riwayat merokok dan tidak merokok. Penelitian cross sectional ini menggunakan data rekam medis analisa semen di Klinik Spesialis Obstetri dan Ginekologi dan RSU Citra BMC Padang yang dilakukan dari Desember 2016 sampai April 2017. Didapatkan 64 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Perbandingan kualitas spermatozoa pria ini dianalisa dengan chi-square dan Mann-whitney dengan (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan kualitas spermatozoa (morfologi, motilitas, konsentrasi) tidak bermakna (p >0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan bermakna kualitas spermatozoa pria dari pasangan infertil dengan riwayat merokok dan tidak merokok.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Padang Mahmudah Mahmudah; Yaslinda Yaunin; Yuniar Lestari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.538

Abstract

 AbstrakRendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan kontrol dari orangtua dapat membuat remaja berperilaku seksual berisiko. Banyak factor yang dapat mempengaruhi perilaku seksual remaja. Di Sumatera Barat, Padang menduduki urutan ke 3 terbanyak remaja berperilaku seksual berisiko setelah Payakumbuh dan Bukit Tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 158 orang yang diambil dengan cara multistage random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil analisis menunjukkan responden yang berperilaku seksual berisiko (20,9%), jenis kelamin laki-laki (38,6%), pubertas di usia <11 tahun (6,3%), tingkat pengetahuan kurang ((1,9%), mendapat paparan tinggi dengan sumber informasi seksual (19,6%) dan yang memiliki sikap negatif (34,8%). Variabel yang memiliki nilai p<0,05 adalah jenis kelamin, paparan dengan sumber informasi seksual dan sikap terhadap berbagai perilaku seksual. Dapat disimpulkan bahwa perilaku seksual remaja di Kota Padang dipengaruhi oleh jenis kelamin laki-laki, paparan tinggi dengan sumber informasi seksual dan sikap negatif terhadap berbagai perilaku seksual.Kata kunci: perilaku seksual, remaja, faktor yang mempengaruhi AbstractLack of knowledge about reproduction health and parents control can make adolescent have risky sexual behavior. Many factors that can related sexual behavior in adolescent. In West Sumatera, Padang city is on rank 3rd after Payakumbuh and Bukit Tinggi who have most adolescent with risky sexual behavior. The objective of this study was to observe the factors that can be related to adolescent sexual behavior in Padang. Type of this research was analytic with cross sectional study.  Total samples in this research were 158 respondents which are taken by multistage random sampling. Data analysis was done by chi-square test with significance level is 95%. The result of analysis showed that respondents who have risky sexual behavior (20,9%), males (38,6%), enter the stage puberty in <11 years old (6,3%), have a lack of knowledge (1,9%), get high exposure with sexual resources (19,6%) and have negative attitude (34,8%). Variables that have p<0,05 are gender, exposure with sexual resource and attitude toward sexual behavior. It can be concluded that adolescent sexual behavior in Padang City be affected by males, high exposure with internet and negative attitude toward sexual behavior. Keywords: sexual behavior, adolescent, factor that related
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penanganan Diare dengan Kejadian Diare pada Balita di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang Yessi Arsurya; Eka Agustia Rini; Abdiana Abdiana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.720

Abstract

Diare masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di dunia. Setiap tahunnya terdapat sekitar 2 milyar kasus diare di dunia dan sekitar 1,9 jutanya adalah kasus balita yang meninggal karena diare. Diare termasuk dalam 10 penyakit terbanyak di kota Padang dan wilayah Kuranji selalu menempati tiga peringkat teratas kejadian diare dalam kurun waktu empat tahun. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan diare dan kejadian diare pada balita di kecamatan Kuranji kelurahan Korong Gadang kota Padang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 150 orang ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Data primer dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan diolah secara komputerisasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang tentang penanganan diare pada balita. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang penanganan diare dengan kejadian diare pada balita dimana p-value < α (0,042 ≤ 0,05).

Page 42 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue