cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan Faktor Risiko dengan Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia Kecamatan Padang Panjang Timur Kota Padang Panjang Iqbal Al Rasyid; Yuliarni Syafrita; Susila Sastri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.643

Abstract

Kemajuan teknologi dan industri berdampak kepada peningkatan kualitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan faktor risiko seperti pertambahan usia, jenis kelamin, stresor sosial, tingkat pendidikan, penyakit yang pernah diderita dan pekerjaan terhadap fungsi kognitif lanjut usia. Penelitian dilakukan dengan studi potong lintang menggunakan data hasil Tes MoCA-Ina. Penelitian dilakukan di kecamatan Padang Panjang Timur pada tahun 2014. Hasil analisis data dengan chi-square didapatkan bahwa sebagian besar responden adalah usia lanjut (60,8%), berjenis kelamin perempuan (71,1%), memiliki tingkat pendidikan rendah (61,9%), dan tidak memiliki riwayat penyakit (gangguan kardiovaskular, diabetes, kejang, dan trauma kepala) (51,5%). Analisis bivariat didapatkan usia dengan fungsi kognitif (p = 0,001), jenis kelamin dengan fungsi kognitif (p = 0,100), tingkat pendidikan dengan fungsi kognitif (p = 0,017), dan riwayat penyakit dengan fungsi kognitif (p = 0,394). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara usia dan tingkat pendidikan terhadap fungsi kognitif lanjut usia. Pada jenis kelamin dan riwayat penyakit tidak terdapat hubungan bermakna.
Hubungan Antara Tekanan Darah Dan Fungsi Ginjal Pada Preeklamsi di RSUP DR. M. Djamil Ilhami Fadhila; Rahmatina B Herman; Yusrawati Yusrawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.780

Abstract

Preeklamsi merupakan komplikasi dalam kehamilan yang dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas bagi ibu dan janin. Angka kejadian preeklamsi terus meningkat dari tahun ketahun. Di Sumatera Barat insidennya menduduki posisi kedua setelah perdarahan. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan antara tekanan darah dan fungsi ginjal pada preeklamsi. Penelitian ini bersifat rancangan cross sectional yang dilakukan dari Juni 2015 sampai Juli 2015. Metode pengambilan sampel adalah dengan menggunakan data sekunder sebanyak 33 ibu hamil preeklamsi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji korelasi pearson danspearman. Hasil analisis menunjukan semua variabel memiliki p > 0,05. Hal ini berarti bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara tekanan darah sistolik dengan kreatinin (r=-0,02, p=0,92) dan urea (r=0,01, p=0,96) serta tekanan darah diastolik dengan kreatinin (r=-0,01, p=0,94) dan urea (r=-0,00, p=0,98). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan bermakna tekanan darah dengan fungsi ginjal pada preeklamsi.
Hubungan Eosinofil dan Neutrofil Darah Tepi terhadap Derajat Keparahan Asma pada Pasien Asma di Bagian Rawat Inap Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2010 – 2013 Dwiyana Roselin; Eryati Darwin; Irvan Medison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.666

Abstract

Asma adalah penyakit inflamasi kronik yang ditandai dengan adanya infiltrasi sel-sel radang, termasuk eosinofil dan neutrofil. Kedua sel ini dapat melepaskan protein-protein yang mempunyai efek toksik langsung terhadap epitel saluran nafas sehingga terjadi kerusakan langsung pada epitel tersebut yang dapat memperburuk derajat serangan asma. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan eosinofil dan neutrofil terhadap derajat keparahan asma. Telah dilakukan penelitian cross sectional analytic untuk mengetahui hubungan eosinofil dan neutrofil darah tepi terhadap derajat keparahan asma di Bagian Rawat Inap Paru RSUP. Dr. M. Djamil Padang periode 2010 – 2013. Populasi adalah pasien yang didiagnosa menderita asma. Sampel adalah populasi yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dari penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95%. Dari 31 pasien dengan asma, insiden terbanyak asma berada pada kelompok usia 41 – 60 tahun (48.4%), jumlah perempuan lebih banyak (71%) dibanding dengan laki-laki (19%) dan paling banyak datang denga asma persisten sedang (64.5%). Eosinifiia terdapat pada 1 kasus (3.3%). Analisis statistik menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna eosinofil darah tepi terhadap derajat keparahan asma (p>0.05). Neutrofilia terdapat pada 27 kasus (87%). Analisis statistik menunjukan bahwa tidak dapat mencari hubungan neutrofil darah tepi terhadap derajat keparahan asma.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Derajat Kerusakan Sendi pada Pasien Osteoartritis Lutut di RSUP Dr. M. Djamil Padang Endang Mutiwara; Najirman Najirman; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.525

Abstract

AbstrakOsteoartritis lutut adalah salah satu penyakit sendi degeneratif  yang sering ditemukan di Indonesia. Pada pemeriksaan radiologi sendi lutut penderita osteoartritis terdapat kelainan yang dapat dinilai berdasarkan kriteria Kellgren dan Lawrence. Salah satu faktor resiko utama yang mengakibatkan kerusakan sendi pada penderita osteoartritis lutut adalah kegemukan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan derajat kerusakan sendi pada penderita osteoatritis lutut di RSUP Dr M Djamil. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan jumlah sampel 24 pasien. Subjek yang memenuhi kriteria inklusi  menurut American College of Rheumatology 1997 di Poli Rematik RSUP Dr M Djamil, dilakukan penghitungan IMT dan penilaian derajat kerusakan sendi berdasarkan pemeriksaan Rontgen dengan menggunakan kriteria Kellgren dan Lawrence. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 88,9% pasien yang bertubuh gemuk memiliki derajat osteoartritis yang lebih berat. Analisis uji chi-square terhadap  IMT dengan derajat kerusakan sendi pada pasien osteoartritis lutut memperlihatkan hubungan yang bermakna dengan nilai p = 0,003 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dan derajat kerusakan sendi pada pasien osteoartritis lutut.Kata kunci: osteoartritis lutut, IMT, derajat kerusakan sendi AbstractKnee osteoarthritis is a common degenerative joint disease in Indonesia. The radiograph of knee osteoarthritis shows changes of knee joint which assessed based on Kellgren and Lawrence criteria. One of the major risk factor that lead joint damage in patient with knee osteoarthritis is obesity. The objective of this study was to determine association between Body Mass Index (BMI) and degree of joint damage in knee osteoarthritis patient at DR. M. Djamil hospital. This was a cross sectional study on 24 knee osteoarthritis patients that fulfilled American College of Rheumatology 1997 criteria. These patients  came to Rheumatic Poly in DR. M. Djamil hospital, then were measured the BMI and described the degree of joint demage based of Kellgren and Lawrence criteria. Statistical analysis was performed using chi-square test. The result showed 88.9% patients who were obese have a higher degree of joint damage. Chi-square test for BMI and degree of knee osteoarthritis showed significant association with p value 0.003 (p<0.05). The conclusion in this study, there is a significant association between BMI and degree of joint damage in knee osteoarthritis patients. Keywords:  knee osteoarthritis, BMI, degree of joint damage
Hubungan Sindrom Pramenstruasi dengan Aktivitas Belajar Siswi SMAN 1 Payakumbuh Ryri Rahmawati Helmi; Yaslinda Yaunin; Almurdi Almurdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.707

Abstract

Sindrom pramenstruasi merupakan suatu penampilan siklik dari satu atau lebih gejala yang terjadi sebelum menstruasi yang mempengaruhi aktivitas seorang wanita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sindrom pramenstruasi dengan aktivitas belajar siswi SMAN 1 Payakumbuh. Penelitian ini merupakan survai analitik dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 153 orang siswi. Hasil penelitian didapatkan: 1) Responden yang mengalami sindrom pramenstruasi yaitu sebanyak 150 orang (98%); 2) 130 orang (84,9%) responden mengalami gejala fisik dan psikis sindrom pramenstruasi; 3) Sebanyak 108 orang (72%) mengalami gangguan belajar yang ringan yaitu masih dapat mengikuti aktivitas belajar di sekolah atau di tempat kursus tapi tidak mampu berkonsentrasi dengan baik.; 4) hasil uji statistik menggunakan chi-square untuk melihat hubungan antara gejala sindrom pramenstruasi dengan derajat gangguan aktivitas belajar diperoleh nilai p = 0,022 (p<0,05). Sebagian besar siswi SMA mengalami sindrom pramenstruasi. Sindrom pramenstruasi yang diderita oleh siswi SMA menyebabkan gangguan belajar yang ringan yaitu masih dapat mengikuti aktivitas belajar di sekolah atau di tempat kursus tapi tidak mampu berkonsentrasi dengan baik. Berdasarkan uji statistik dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna a tara gejala sindrom pramenstruasi dengan derajat gangguan aktivitas belajar.
Identifikasi Bakteri Escherichia coli pada Air Minum Isi Ulang yang Diproduksi DAMIU di Kelurahan Lubuk Buaya Kota Padang Rani Afrisetiawati; Erly Erly; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.579

Abstract

AbstrakAir merupakan  komponen penting bagi tubuh.  Menurut Permenkes No.492 Tahun 2010 tentang syarat mikrobiologi air minum adalah tidak ditemukannya bakteri Coliform dan Escherichia coli dalam 100 ml air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas air minum yang diproduksi depot air minum isi ulang di Kelurahan Lubuk Buaya. Penelitian bersifat deskriptif dengan melakukan pemeriksaan bakteriologi sampel air di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Februari  sampai Oktober 2014. Sampel adalah air dari masing-masing depot air minum isi ulang di Kelurahan Lubuk Buaya yang sudah dimasukkan ke dalam galon. Penelitian ini terdiri dari empat tes, yaitu tes presumtif, konfirmatif, lengkap dan identifikasi. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan empat dari dua belas sampel (33,3%) mengandung bakteri Coliform dan satu dari empat sampel tersebut mengandung Escherichia coli. Pengawasan terhadap depot air minum isi ulang di Kelurahan Lubuk Buaya harus lebih ditingkatkan. Kader Kesehatan setempat diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada pemilik atau operator depot agar memperhatikan kebersihan depot serta peralatan yang digunakan.Kata kunci: air minum isi ulang, Coliform, Escherichia  coli AbstractWater is an essential component for the human body. According to Permenkes No. 492 Tahun 2010 about microbiological standards for drinking water is the absence of coliform and Escherichia coli in 100 ml of water. The objective of this study was to find the quality of drinking water produced by drinking water refill depots at Lubuk Buaya Padang based on microbiological standards of drinking water.The research was conducted using by bacteriological test on 12 water samples at the Laboratory of Microbiology, Facultyof Medicine, University of Andalas from February until Oktober 2014. This research consisted  four tests: the presumptive test, confirmative test, completetest and identification test. Based on the result of laboratory test, there were four samples (33,3%) from twelve samples contain Coliform bacteria and one of them contain Escherichia coli. Controlling of drinking water refill depots at Lubuk Buaya should have been improved. The officers of Public Health at Lubuk Buaya must give an advice to the owners or depot operators about hygiene of depot and tools that they used.Keywords: drinking water refill, Coliform, Escherichia coli
Perbedaan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin di Puskesmas dengan di Bidan Praktik Mandiri dan Hubungannya dengan Lama Persalinan Fatihatul Hayati; Rahmatina B. Herman; Meilinda Agus
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.739

Abstract

Kejadian kematian ibu lebih tinggi terjadi pada ibu yang bersalin dengan tindakan dibandingkan pada ibu yang bersalin normal. Rasa cemas yang tidak teratasi juga dapat menyebabkan persalinan berlangsung lebih lama dan harus diakhiri dengan tindakan. Lingkungan bersalin di rumah sakit dapat meningkatkan kecemasan ibu yang berakibat mengganggu kontraksi uterus sehingga tindakan harus dilakukan untuk mempercepat proses persalinan. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan tingkat kecemasan ibu bersalin di Puskesmas dan di Bidan Praktik Mandiri serta hubungannya dengan lama persalinan. Desain penelitian adalah crossectional terhadap 74 orang ibu bersalin yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu ibu bersalin di Puskesmas dan ibu bersalin di Bidan Praktik Mandiri (BPM) dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji t independen dan Chi-square dan hasilnya terdapat perbedaan signifikan dengan nilai p < 0,05 dan terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan dengan nilai p < 0,05. Simpulan studi ini ialah ada perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan ibu bersalin di Puskesmas dan di Bidan Praktik Mandiri, serta ada hubungan antara tingkat kecemasan dan lama persalinan.
Kemampuan Daya Hambat Bahan Aktif Beberapa Merek Dagang Hand sanitizer terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus Putri Srikartika; Netti Suharti; Eliza Anas
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.613

Abstract

AbstrakHand sanitizer sebagai pembersih tangan antiseptik inovatif saat ini, sering menjadi alternatif pengganti cuci tangan dengan sabun dan air. Mencuci tangan dengan hand sanitizer merupakan salah satu cara memelihara kebersihan tangan agar terhindar dari penyakit  yang disebabkan oleh flora normal di kulit yang berpotensi patogenik seperti bakteri Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini adalah menilai kemampuan daya hambat beberapa merek dagang hand sanitizer terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap pada empat macam hand sanitizer dengan tiga kali pengulangan. Data diolah secara manual dan menggunakan analisis varians (ANOVA) dilanjutkan dengan uji pos-hoc dengan Tukey HSD dan independent t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan aktif hand sanitizer mampu mengurangi pertumbuhan Staphylococcus aureus secara signifikan. Perbedaan prosentase rerata pengurangan jumlah koloni pada waktu 30 detik berkisar antara 57,65%-72,45%, sedangkan pada waktu 1 menit berkisar 67,88%-82,65%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan bermakna terhadap perlakuan, antar perlakuan dan waktu yang diujikan dengan nilai signifikasi p <0,05. Didapatkan hand sanitizer lebih efektif menghambat pertumbuhan pada waktu 1 menit daripada 30 detik. Hand sanitizer yang mengandung alkohol 70% dan triklosan 0,05% memiliki kemampuan daya hambat lebih baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus.Kata kunci: bahan aktif, hand sanitizer, Staphylococcus aureus AbstractHand sanitizer is one of the ways for maintaining the hand hygiene. Hand sanitizer as an innovative antiseptic product at this time, becomes an alternative hand washing with soap and water. It prevents  the disease that can be caused by normal flora that potentially pathogenic bacterium such as Staphylococcus aureus. The objective of this study was to evaluate the inhibition ability of several trademarks hand sanitizer on the growth of Staphylococcus aureus. The research method used a completely randomized design in four kinds of hand sanitizer and three repetitions. Data processed manually and using analysis of variance (ANOVA) and followed by Post-Hoc test with Tukey HSD and also Independent T-Test.The results showed that the ingredients of hand sanitizer can reduce the growth of Staphylococcus aureus significantly. The differences on the percentage reduction of colonies in 30 seconds ranged between 57,65%-72,45%, while the range in 1 minute was 67,88%-82,65%. The analysis was also showed a real difference to the experiment, the combination of the experiment and the time of the experiment with significance value of p <0.05. Based on the result, hand sanitizers can inhibit the growth of Staphylococcus aureus effectively at 1 minute instead of 30 seconds. Hand sanitizer containing alcohol 70% and triclosan 0.05% has the better ability to inhibit the growth of Staphylococcus aureus.Keywords: ingredients, hand sanitizer, Staphylococcus aureus
Pemeriksaan Tajam Penglihatan pada Anak dan Refraksi Siklopegik: Apa, Kenapa, Siapa? Julita Julita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.771

Abstract

Tajam penglihatan merupakan indikator primer kesehatan mata dan sistem visual. Tajam penglihatan didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melihat suatu objek. Pemeriksaan tajam penglihatan pada anak-anak memerlukan teknik, metode tertentu, dan tergantung kondisi pasien. Pemeriksaan refraksi yang dilakukan pada anak-anak dengan menggunakan siklopegik. Metode: Studi tinjauan pustaka dari berbagai literatur. Hasil: Pemeriksaan tajam penglihatan anak pada usia preverbal (kurang dari 2,5 tahun) yaitu dapat dilakukan dengan observasi, fiksasi, oftalmoskopi, refleks pupil, optokinetic nystagmus test (OKN), the prefential looking test, dan visual evoked potential (VEP). Sedangkan pemeriksaan tajam penglihatan pada anak usia verbal (lebih dari 2,5 tahun) yaitu dengan menggunakan optotype seperti Allen card, HOTV card, LEA symbol, E chart, dan Snellen chart. Refraksi siklopegik merupakan gold standard pemeriksaan refraksi pada anak karena dapat mencegah akomodasi sehingga dapat menghindari terjadinya kesalahan hasil pemeriksaan refraksi pada anak. Kesimpulan: Pemeriksaan tajam penglihatan pada anak dapat dibedakan berdasarkan usia yaitu preverbal dan verbal. Refraksi siklopegik merupakan gold standard pemeriksaan refraksi pada anak.
Hubungan Tingkat Keteraturan Berolahraga Terhadap Komplikasi Penyakit pada Pasien DM Tipe 2 di Poliklinik Endokrin RSUP DR. M. Djamil Padang Reza Ekatama Rajasa; Afriwardi Afriwardi; Setia Budi Zein
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.510

Abstract

AbstrakAda banyak faktor yang mempengaruhi komplikasi pada pasien DM tipe 2, salah satunya adalah keteraturan berolahraga. Aktivitas fisik yang kurang akan  berisiko terjadinya hiperglikemia. Kondisi ini lambat laun akan menyebabkan kerusakan mikrovaskular dan makrovaskular. Olahraga yang teratur dapat membuat normal gula darah. Tujuan penelitian ini adalah meneliti lebih lanjut tentang hubungan keteraturan berolahraga terhadap komplikasi DM tipe 2. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat yang berkunjung ke poliklinik RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ini merupakan studi retrospektif dengan jumlah subjek 73 orang. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawancara dan rekam medis. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 65,8% responden menderita 3 atau lebih komplikasi (banyak), sedangkan 34,2% menderita kurang dari 3 komplikasi (sedikit). Kesimpulan studi ini adalah terdapat hubungan antara keteraturan berolahraga dengan komplikasi DM tipe 2.Kata kunci: keteraturan berolahraga, komplikasi DM tipe 2AbstractThere are many factors correlate to complications in  type 2 diabetes mellitus (DM) patients, one of them is exercise regularity. Lack of physical activity can lead to the hiperglycemia condition. It  could be the cause of  micovascular and macrovascular injuries. Exercise regularity can lead blood glucose toward normal. The objective of this study was to investigate the correlation of exercise regularity to the type 2 DM complications.The research was conducted to the  people who visit polyclynic of M. Djamil Hospital. It is a retrospective study with 73 subjek. Data collection was performed through interviews and using medical records. The statistical analysis was performed chi-square test.The result of this research found that 65.8% of respondent had many complication ( three or more), whereas 34.2% of had less than three complications. Analysis by chi square test, concluded that there was a significant relation between exercise regularity and complications of type 2 DM.Keywords: exercise regularity, complication of type II DM

Page 46 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue