cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Pelajar Kelas 2 SMA Negeri 10 Padang Mohd Luthfi B; Syaiful Azmi; Erkadius Erkadius
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.698

Abstract

Hipertensi didefinisikan dengan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi tidak hanya menyerang di usia  tua  saja, tetapi remaja juga bisa mengalaminya. Aktivitas yang padat pada remaja dan dewasa muda mengakibatkan mereka cenderung mengalami gangguan tidur yang merupakan salah faktor resiko terjadinya kenaikan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara kualitas tidur dan tekanan darah pada pelajar kelas 2 SMA Negeri 10 Padang. Metode yang digunakan adalah analitik deskriptif dengan sampel adalah 153 orang siswa kelas 2 SMA Negeri 10 Padang yang termasuk kriteria inklusi dan eklusi. Penilaian kualitas tidur dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan tekanan darah dengan menggunakan sphygmomanometer air raksa dan stetoskop. Data dianalisis menggunakan uji statistik “t-independent”. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur buruk sebanyak 106 orang (69,3%) dan baik sebanyak 47 orang (30,7%). Rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik subjek adalah 114,28 mmHg dan 73,13 mmHg. Hasil analisis data statistik kualitas tidur dengan tekanan darah sistolik didapatkan p=0,000 dan diastolik  didapatkan p=0,000. Simpulan studi ialah terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05).
Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Daya Tahan Kardiovaskuler pada Pegawai Wanita RS Semen Padang Nurfazlina Nurfazlina; Afriwardi Afriwardi; Nur Afrainin Syah Afrainin Syah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.567

Abstract

AbstrakWanita rentan memiliki kadar hemoglobin dibawah normal (anemia) karena mengalami pengurangan volume darah yang dikeluarkan secara alamiah, seperti saat menstruasi. Penurunan kadar hemoglobin dapat berdampak pada penurunan daya tahan kardiovaskuler hingga berdampak pada produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kadar hemoglobin terhadap daya tahan kardiovaskuler pada pegawai wanita RS Semen Padang. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional study terhadap subjek sebanyak 85 orang. Data dikumpulkan dari hasil Medical Check Up (MCU) yang kemudian dianalisis melalui uji korelasi Spearman. Hasil  penelitian ini mendapatkan 16,5% pegawai wanita RS  Semen Padang  mengalami anemia. Sebanyak 3,5% pegawai wanita RS  Semen Padang  memiliki daya tahan kardiovaskuler sangat baik, 17,6% baik, 28,2% sedang, 8,2% kurang dan 42,4% kurang sekali. Hasil uji korelasi didapatkan nilai r = + 0,077 dan nilai P > 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi searah antara kadar hemoglobin terhadap daya tahan kardiovaskuler, namun kekuatan korelasi sangat lemah sehingga tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dengan daya tahan kardiovaskuler pada pegawai wanita RS Semen Padang.Kata kunci: daya tahan kardiovaskuler, hemoglobin, wanita AbstractWomen are more likely to have lower hemoglobin levels (anemia) due to menstruation. The decrease of hemoglobin levels will cause the decline of cardiovascular endurance. The objective of this study was to determine the correlation of hemoglobin levels and cardiovascular endurance in female employees of Semen Padang Hospital. This research was a observational analytic research using cross sectional design on 85 samples. Data was collected from Medical Check Up (MCU) record of female employees of Semen Padang Hospital and analyzed by Spearman correlation test. The results showed that 16,5% of samples were anemia. There were 3,5 % samples had high cardiovascular endurance, 17,6 % good, 28,2% avarage, 8,2% low dan 42,4% poor. The results of correlation test (r) is +0,007 and the the significance value (p) is >0,05. In conclution, the percentage of anemia in female employees of Semen Padang Hospital was low, but the majority of female employees of Semen Padang Hospital had low and poor cardiovascular endurance. The correlation between hemoglobin levels and cardiovascular endurance was positive. The strength of the correlation was very weak and there was no significant correlation between hemoglobin levels and cardiovascular endurance among female employees of Semen Padang Hospital.Keywords: cardiovascular endurance, hemoglobin levels, women
Hubungan Konsumsi Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Murid SMP Negeri 27 Padang Istiya Putri Lestari; Nur Indrawati Lipoeto; Almurdi Almurdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.730

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama masyarakat di negara berkembang. Di Indonesia, penyebab utama terjadinya anemia adalah kekurangan zat besi. Besi merupakan zat gizi mikro yang dibutuhkan  tubuh untuk membentuk hemoglobin. Anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja dan dapat mengenai semua kelompok terutama yang memiliki sosial ekonomi rendah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada murid SMP Negeri 27 Padang. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dari bulan Februari – Juli 2015. Jumlah sampel adalah 102 murid yang dipilih secara systematic random sampling. Konsumsi zat besi diukur dengan kuisioner food recall 2 x 24 jam dan penetapan kadar hemoglobin dengan metode hemometer digital. Analisis statistik yang digunakan uji korelasi Pearson. Hasil studi menunjukkan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Berpola positif, artinya semakin tinggi konsumsi zat besi semakin tinggi kadar hemoglobinnya. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada murid SMP Negeri 27 Padang.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang “SADARI” di Nagari Painan Vitro Darma Yusra; Rizanda Machmud; Yenita Yenita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.604

Abstract

 AbstrakSeorang dari sepuluh sampai duabelas wanita diperkirakan beresiko terkena kanker payudara. Penelitian awal terhadap rekam medis pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUD DR. Muhammad Zein Painan diketahui bahwa terjadi peningkatan kasus tumor payudara dari  2010 sampai t2011, yaitu dari 62 kasus pada 2010 menjadi 73 kasus pada 2010. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di nagari Painan tahun 2014. Metode penelitian  ini bersifat analitik dengan menggunakan disain cros sectional study.. Populasi adalah  211 orang dan sampel pada penelitian ini adalah 152. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI di nagari Painan tahun 2014 yaitu :tingkat pendidikan (OR = 11,421, CI 95% : 2,620-49,791), pekerjaan (OR = 3,058, CI 95% : 1,416-6,604), Sumber informasi (OR = 10,011, CI 95% : 2,915-34,375), keluarga (OR = 6,346, CI 95% : 2,318-17,370) dan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI umur (OR = 1.428, CI 95% : 0.688– 2.962). Kesimpulan  penelitan ini adalah tingkat pendidikan  merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI di nagari Painan tahun 2014.Kata kunci: kanker payudara, factor resiko, pencegahan AbstractIt is estimated that one in ten to twelve women at risk for breast cancer. In hospitalized patients and outpatients in hospital of DR. Muhammad Zein Painan known that an increase in cases of breast tumors from 2010 to 2011, from 62 cases on 2010 to 73 cases on 2010. The objective of this study was to determine the factors that associated to  the level of knowledge to infertile women about BSE in Nagari Painan village on 2014 .The method of this study was analytical research using  cross -sectional study design. Population in this study was 211 and the number of samples in study were 152. Processing data using univariate and bivariate analysis with the chi-square statistic test.The result of this research showed that the factors associated with the level of knowledge about BSE of infertile women in Nagari Painan on 2014 are: level of education (OR=11.421, 95 % CI : 2.620 to 49.791), job (OR=3.058, 95% CI:1.416 to 6.604), Sources of information (OR=10.011, 95% CI: 2.915 to 34.375), family (OR=6.346, 95% CI:2.318 to 17.370) and factors that are not related to the level of knowledge of infertile women on BSE (OR=1,428, CI 95%:0.688- 2962).The conclusion of this research is the level of education is the most influential factor to the level of knowledge of infertile women of about BSE in Nagari Painan 2014. Keywords: breast cancer, risk factor, prevention
Tampilan Klinis pada Glaukoma Primer Sudut Terbuka di RSUP DR M Djamil Padang Fitratul Ilahi; Vera Vera
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.762

Abstract

Lebih dari 3 juta orang buta bilateral karena POAG di seluruh dunia, dan lebih dari 2 juta orang mengalami POAG setiap tahunnya. POAG yang tidak terdiagnosis merupakan reservoir terbesar dari kebutaan yang dapat dicegah dimana 30% kasus belum terdiagnosis. Banyak pasien tidak terdeteksi dini dan datang dengan tampilan klinis yang lanjut, mengindikasikan perlunya program intervensi untuk deteksi dini dan perujukan kasus-kasus POAG untuk mencegah kehilangan fungsi penglihatan yang signifikan. Tujuan: Menjabarkan tampilan klinis POAG di RS DR. M. Djamil. Metode: Sejumlah 32 pasien POAG dari 229 pasien glaukoma didapat, dimana jumlah pasien laki-laki (81,3%) lebih banyak dari pasien wanita (18,7%). Umur pasien yang paling banyak ditemukan adalah di antara 51-70 tahun (62,6 %). TIO dari 17,2, 3% pasien adalah di atas 21 mmHg, dan 79,7 % di bawah 21 mmHg. Sebagian besar rasio cup/disc pasien adalah 0,9-1,0. Tampilan perimetri pasien menunjukkan defek altitudinal, defek arkuata, nasal step, temporal island, generalized depression, tunnel vision, dan skotoma perifer. Kesimpulan: Sebagian besar pasien POAG berumur 51-70 tahun, laki-laki, dan datang dengan tampilan klinis yang lanjut
Perbandingan Profil Penderita Tuberkulosis Paru antara Perokok dan Non Perokok di Poliklinik Paru RSUP. Dr. M. Djamil Padang Cantika Dinia Zulda; Rizanda Machmud; Irvan Medison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.657

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu faktor risiko yang dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap bakteri Mycobacterium tuberculosis adalah faktor merokok. Menurut Public Health Agency of Canada terdapat hubungan yang erat antara merokok dengan TB. Tujuan penelitian ini bertujuan adalah menentukan perbandingan profil penderita TB paru antara perokok dan non perokok di Poliklinik Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain yang digunakan adalah cross sectional komparatif terhadap 44 penderita TB perokok dan 44 penderita TB non perokok. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara penderita TB paru perokok dan non perokok berdasarkan hasil pemeriksaan BTA awal (p=0,012) dan gejala hemoptisis (p=0,002). Uji statistik pada rata-rata usia (p=0,109), kejadian TB relaps (p=0,244) dan adanya komplikasi (p=0,395) menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara penderita TB perokok dan non perokok.
Hubungan Kebiasaan Sarapan dan Asupan Kalori dengan Persentase Lemak Tubuh pada Mahasiswa Prodi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2013-2015 Mohammad Arraniri; Desmawati Desmawati; Dinda Aprilia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.689

Abstract

Obesitas merupakan beban masalah untuk negara maju maupun negara berkembang. Beberapa faktor terjadinya obesitas adalah asupan kalori berlebih dan pola makan tidak teratur. Kebiasaan sarapan merupakan salah satu bentuk dari pola makan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara kebiasaan sarapan dan asupan kalori terhadap persentase lemak tubuh. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 60 mahasiswa FK Unand. Penelitian dilaksanakan dari September sampai Desember 2016. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney untuk analisis bivariat (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan umur rerata responden adalah 20,05 ± 1,22 tahun, 55% memiliki kebiasaan tidak teratur, 86,7% memiliki asupan kalori yang baik dan rerata persentase lemak tubuh sebesar 24,78 ± 5,71. Hasil uji bivariat didapatkan hubungan antara kebiasaan sarapan dengan persentase lemak tubuh (p=0,001) dan asupan kalori dengan  persentase lemak tubuh (p=0,000). Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan sarapan dan asupan kalori dengan persentase lemak tubuh.
Hubungan Lingkar Abdomen (Lingkar Perut) dengan Tekanan Darah Marini Khairana Sari; Nur Indrawati Lipoeto; Rahmatina B. Herman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.539

Abstract

Abstrak             Prevalensi obesitas terutama obesitas sentral terus meningkat di dunia termasuk Indonesia. Obesitas sentral diukur melalui lingkar abdomen. Lingkar abdomen yang meningkat berpotensi meningkatkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan lingkar abdomen dengan tekanan darah pada karyawan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas. Studi observasional ini dilakukan terhadap 92 orang karyawan yang terdiri dari 42 orang karyawan laki-laki dan 50 orang karyawan perempuan dengan rentang usia 24-59 tahun. Data dikumpulkan dari pengukuran lingkar abdomen dan tekanan darah  langsung. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan program aplikasi. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan lingkar abdomen dengan tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan rerata lingkar abdomen karyawan laki-laki sebesar 84,50±9,50 cm dan karyawan perempuan sebesar 83,57±8,98 cm. Penelitian menunjukkan sebanyak 14,13% karyawan memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara lingkar abdomen dengan tekanan darah sistolik pada subjek laki-laki dan perempuan (p<0,01 dan p<0,05) namun tidak terdapat hubungan lingkar abdomen dengan tekanan darah diastolik baik pada kelompok laki-laki maupun perempuan (p>0,05). Kesimpulan hasil ini memperlihatkan bahwa peningkatan lingkar abdomen mempunyai risiko meningkatkan tekanan darah.Kata kunci: lingkar abdomen, tekanan darah, hipertensi AbstractThe prevalence of obesity especially central obesity continues to rise in the world including Indonesia. Central obesity measured by abdominal circumference. The increasing of abdominal circumference potentially increasing blood pressure. The objective of this study was to determine the correlation of abdominal circumference on blood pressure in the employees at Faculty of Medicine, Faculty of Dentistry and Faculty of Public Health from Andalas University. Observational study conducted on 92 employees consisting of 42 male employees and 50 female employees with age  of  24-59 years. Data was collected from the measurement of abdominal circumference and blood pressure directly. Univariate and bivariate data analysis using application program. Bivariate analysis using Pearson correlation test to determine the correlation of abdominal circumference on blood pressure. The results showed a mean of abdominal circumference in male employees by 84.50 ± 9.50 cm and female employees by 83.57 ± 8.98 cm. Research showed  14.13% of employees have high blood pressure (hypertension). The statistical test showed a significant correlation exists between abdominal circumference and systolic blood pressure in male and female subjects (p <0.01 and p <0.05), but there was no correlation between abdominal circumference and diastolic blood pressure both in the group of male and female subjects (p> 0.05). The conclusion of this study is the increase in abdominal circumference at risk of increased blood pressure.Keywords: abdominal circumference, blood pressure, hypertension
Gambaran Derajat Varises Esofagus Berdasarkan Beratnya Sirosis Hepatis Yestria Elfatma; Arnelis Arnelis; Nice Rachmawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.721

Abstract

Sirosis hepatis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif. Varises esofagus merupakan salah satu komplikasi tersering sirosis hepatis. Berat ringannya sirosis  hepatis  dapat  dinilai  dengan menggunakan klasifikasi Child Pugh.  Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara beratnya sirosis hepatis dan derajat varises esofagus. Penelitian ini adalah studi analitik menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang penderita sirosis hepatis yang dirawat inap di bagian Penyakit Dalam periode 2012-2013. Data dikumpulkan melalui catatan rekam medik yang kemudian di analisis melalui uji chi-square pada derajat kepercayaan 95% (0,05). Dari hasil penelitian didapatkan varises esofagus pada pasien sirosis hepatis sebanyak 46% dengan insiden derajat varises esofagus paling banyak pada grade III 71,2% dan beratnya sirosis hepatis paling banyak pada Child C 47%. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan adanya hubungan antara derajat varises esofagus berdasarkan beratnya sirosis hepatis (p= 0,033). Simpulan studi ini ialah terdapat hubungan yang bermakna antara derajat varises esofagus dan beratnya sirosis hepatis.
Identifikasi dan Penentuan Kadar Klorin pada Beras yang Dijual di Pasar Raya Padang Suci Aulia Yude; Yuniar Lestari; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.593

Abstract

AbstrakKeamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan, keterampilan serta tanggung jawab daripada produsen dan distributor pangan terhadap mutu serta keamanan makanan. Hal ini menyebabkan produsen dan distributor sering menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanan, salah satunya penambahan klorin pada beras. Konsumsi klorin terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pada saluran cerna, seperti gastritis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan penentuan kadar klorin pada beras yang dijual di Pasar Raya Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium Kimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dari Januari sampai April 2014. Identifikasi dan penentuan kadar klorin dilakukan terhadap 34 sampel beras yang diambil secara random. Metoda yang digunakan adalah metoda iodometri dan menggunakan larutan titrasi Na2S2O3 0,01 N. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 34 sampel, didapatkan 2 sampel beras yang mengandung klorin dengan kadar 0,35gr% dan 0,53gr%.Kata kunci: klorin, beras, titrasi AbstractThe food safety is one of problems that should get attention, especially in developing countries like Indonesia, because it can gives a negative impact for health. The cause is  the producer’s and the distributor’s lack of knowledge, skill, and responsibility for the quality and safety of food.  It causes producers and distributors often add chemicals to food products, one of which chlorine in the rice. Cotinuous consumption of chlorine can cause gastrointestinal tract disease like gastritis. The objective of this study was to identify and determination chlorine in the rice that sold at Pasar Raya Padang. This research is a descriptive study at The Chemistry Laboratory, Medical Faculty Andalas University Padang from January to April 2014. The identification and determination of chlorine on 34 samples of rice taken by random. The method used is iodometri method using a titration solution of Na2S2O3 0,01 N. The results of the research showed that 2 of 34 samples of rice contain chlorine, the contents are 0,35gr% and 0,53gr%.Keywords:  chlorine, rice, titration

Page 47 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue