cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Ekspresi Gen Tissue Inhibitor Metalloproteinase-1 Pada Sel Sinoviosit Osteoartritis Grade IV Setelah Pemberian Diacerein Vivi Sofia; Hirowati Ali; Rizki Rahmadian; Fitri Amita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.775

Abstract

Disease Modifying Osteoarthritis Drugs (DMOADs) merupakan agen yang dapat mencegah, menghambat perkembangan atau mengembalikan perubahan morfologi pada penderita osteoarthritis. Salah satu yang termasuk DMOADs ini adalah diacerein. Diacerein menstimulasi terbentuknya Tissue Inhibitor Metalloproteinase-1 (TIMP-1) pada percobaan hewan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan diacerein pada ekspresi genTIMP-1 pada sel primer jaringan sinovial pasien osteoartritis. Pada penelitian ini dilakukan penambahan diacerein pada sel primer jaringan sinovial grade 4. Ekspresi gen dilihat dengan menggunakan alat Real Time PCR dari sampel yang telah diinkubasi dalam kurun waktu 24 jam dan 48 jam, kemudian dibandingkan dengan kontrol menggunakan metode ΔCT dengan GAPDH sebagai housekeeping gene. Dari hasil pengukuran ekspresi gen sampel 24 jam dan 48 jam didapatkan nilai berturut-turut 0,0179 dan 0,7423 dengan nilai kontrol 0,0005. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pada inkubasi diacerein selama 24 jam mampu meningkatkan ekspresi gen TIMP-1 dengan peningkatan sebesar 5,87 kali dibandingkan kelompok kontrol, sedangkan pada inkubasi selama 48 jam, diacerein mampu meningkatkan ekspresi gen TIMP-1 dengan peningkatan sebesar 1,53 kali jika dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa overekspresi gen TIMP-1 berkaitan dengan pemberian diacerein pada osteoartritis.
Insidensi Tuberkulosis Paru pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Dina Fitri Fauzia; Masrul Basyar; Asman Manaf
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.520

Abstract

AbstrakDiabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia akibat kelainan sekresi dan/atau gangguan kerja insulin. Sekitar 80% dari seluruh kasus DM merupakan DM tipe 2. Salah satu komplikasi DM adalah tuberkulosis (TB) paru. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi insidensi TB paru pada pasien DM tipe 2 di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari Instalasi Rekam Medis RSUP Dr. M. Djamil Padang berupa data pasien DM tipe 2 dan rekam medik pasien DM tipe 2 dengan TB paru yang dirawat di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 29 kasus TB paru dari 748 orang pasien DM tipe 2 (3,88%). Kasus DM tipe 2 dengan TB paru terbanyak ditemukan pada kelompok jenis kelamin laki-laki (58,62%), usia < 60 tahun (72,41%; mean: 54,66 ± 12,77 tahun), dan normoweight (51,72%). Sebagian besar pasien menunjukkan hasil pemeriksaan BTA sputum negatif (65,52%). Insidensi pada penelitian ini sedikit lebih rendah daripada hasil penelitian sebelumnya.Kata kunci: insidensi, tuberkulosis paru, diabetes melitus tipe 2 AbstractDiabetes mellitus (DM) is a group of metabolic disorders characterized by hyperglycemia resulting from defects in insulin secretion, insulin action or both. Type 2 DM makes up about 80% of all cases of DM. One of the DM’s complications is pulmonary tuberculosis (TB). The objective of this study was to evaluate the incidence of pulmonary TB among type 2 DM patients in Internal Medicine Ward RSUP Dr. M. Djamil Padang. The instruments used in this research were the secondary data derived from the Medical Record Departement RSUP Dr. M. Djamil Padang in the form of type 2 DM patients’ data and medical records of type 2 DM patients with pulmonary TB who were treated in Internal Medicine Ward RSUP Dr. M. Djamil Padang since January 1st 2011 – December 31st 2011. The results of this research showed that there were 29 cases of pulmonary TB among 748 type 2 DM patients (3,88%). Most of type 2 DM with pulmonary TB cases were found in males (58,62%), < 60 years old (72,41%; mean: 54,66 ± 12,77 years old), and normoweight group (51,72%). Most of these patients showed negative results on the sputum AFB examination (65,52%). The incidence in this research is lower than the previous studies.Keywords: incidence, pulmonary tuberculosis, type 2 diabetes mellitus
Hubungan Tingkat Kepatuhan Penderita Tuberkulosis Paru dengan Perilaku Kesehatan, Efek Samping OAT dan Peran PMO pada Pengobatan Fase Intensif di Puskesmas Seberang Padang September 2012 - Januari 2013 Nitari Rahmi; Irvan Medison; Ifdelia Suryadi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.702

Abstract

Indonesia sebagai negara keempat terbesar didunia dalam jumlah penderita tuberkulosis (TB) paru. Pada  tahun 2011, di wilayah kota Padang terdapat sebanyak 108 kasus TB paru per 100.000 penduduk. Kasus TB paru banyak ditemukan di wilayah puskesmas Seberang Padang yaitu sebanyak 46 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan berobat penderita TB paru dengan perilaku kesehatan, efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan peran Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam pengobatan fase intensif di puskesmas Seberang Padang. Desain penelitian ini adalah analitik cross sectional dengan menggunakan kuesioner dan wawancara observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB paru periode September 2012-Januari 2013 yaitu 34 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat kepatuhan berobat penderita TB paru dengan perilaku kesehatan (p=0,00) dan peran PMO (p=0,00), tetapi tidak terdapat hubungan dengan efek samping OAT. Disarankan untuk lebih aktif dalam melakukan penyuluhan mengenai penyakit TB paru kepada penderita TB paru dan keluarganya.
Gambaran Kadar Gula Darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang Memiliki Berat Badan Berlebih dan Obesitas Putri Auliya; Fadil Oenzil; Zelly Dia Dia Rofinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.571

Abstract

AbstrakObesitas dan berat badan berlebih merupakan faktor predisposisi terhadap resistensi insulin yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah sehingga terjadi diabetes mellitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar gula darah pada dewasa muda yang diwakili oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Sampel penelitian diambil dari total populasi yakni sebanyak 25 orang yang  diperiksa kadar gula darah puasa, TTGO, IMT dan aktivitas fisik. Hasil penelitian ini menggambarkan telah terjadi peningkatan kadar gula darah puasa yakni GDPT sebanyak 32% dan diabetes sebanyak 28%. Pada gula darah TTGO terjadi peningkatan sebanyak 16% yakni TGT. Peningkatan kadar gula darah ini sangat berhubungan dengan aktivitas fisik, yakni 16% responden dengan aktivitas fisik ringan didapatkan interpretasi diabetes pada gula darah puasa sedangkan aktivitas berat hanya 8% dan sedang 4%. Begitu pula dengan kadar gula TTGO yakni sebanyak 8% mengalami TGT pada responden dengan aktivitas fisik ringan. Kesimpulannya sebagian besar sampel yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas mengalami peningkatan kadar gula darah pada interpretasi TGT, GDPT dan Diabetes.Kata kunci: kadar gula darah, obesitas, berat badan berlebih, TTGO, TGT, diabetes AbstractObesity and overweight is a predisposing factor insulin resistance which causes an increase in blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus. The objective of this study was to reveal the blood sugar levels of medical students in andalas university whom are overweight and obese. This  was a descriptive study with a cross sectional design. This study was conducted in Medicine Faculty of Andalas University Padang. Samples from this study is the total sampling population of 25 people. The variables were fasting blood sugar, glucose tolerance, BMI and Physical Activity. This study illustrate  the increasing in fasting blood sugar level as prediabetes  32% and diabetes  28%. In the oral glucose tolerance, TGT was identified to cause an of blood sugar increased by 16%. Increased blood sugar levels was highly associated with physical activity, which is 16% of respondents with mild physical activity displayed an interpretation of diabetes from the fasting blood sugar, in strenuous activities 8% and moderate activity 4%. Similarly, the glucose tolerance as much as 8% had IGT in respondents with mild physical activity. The conclution of this study is the subjects with overweight and obesity have elevated level of blood sugar in interpretation of IGT, IFG, and diabetes.Keywords: blood glucose levels, obesity, overweight, IGT, IFG, diabetes
Hubungan Kadar Glutamic Oksaloasetat Transaminase Dengan Lama Perawatan Pasien Infark Miokard Akut di RSUP. Dr. M. Djamil Periode Januari-Desember 2013 Ardho Mahamada; Yerizal Karani; Rismawati Yaswir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.734

Abstract

Infark Miokard Akut (IMA) merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Beberapa enzim, salah satunya adalah Serum Glutamic Oksaloasetat Transaminase (SGOT),dilepaskan pada saat proses terjadinya infark miokard. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar SGOT dengan lama perawatan pasien IMA yang hasilnya dapat digunakan sebagai penentuan perawatan pasien Infark. Penelitian ini merupakan studi analitik retrospektif dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medik 51 pasien IMA yang dirawat di Cardio Vascular Care Unit (CVCU) RSUP dr M. Djamil Padang periode Januari-Desember 2013.Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar SGOT 187,529 ± 133,6 µ/L. Hasil analisis dengan uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat korelasi positif antara kadar serum SGOT dengan lama rawat pasien IMA di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Korelasi tersebut bernilai sedang dan bermakna secara statistik (r=0,437, p<0,05). Hal ini menunjukkan semakin tinggi kadar SGOT serum pasien, semakin meningkat lama rawat pasien tersebut.
Hubungan Mobilisasi Dini dengan Proses Penyembuhan Luka pada Pasien Pasca Laparatomi di Bangsal Bedah Pria dan Wanita RSUP Dr. M. Djamil Padang Wira Ditya; Asril Zahari; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.608

Abstract

Abstrak   Mobilisasi dini merupakan kebijakan untuk secepat mungkin membimbing penderita turun dari tempat tidur dan berjalan. Tatalaksana ini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka pasca pembedahan serta dapat mengurangi risiko komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka pada pasien pasca laparatomi di bangsal bedah pria dan wanita RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study dengan jumlah sampel 31 responden yang diambil secara consecutive sampling technique. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara mobilisasi dini dan proses penyembuhan luka pasca laparatomi (p = 0,003). Pasien mobilisasi dini dengan penyembuhan luka yang baik sebanyak 14 responden (77,8%) dan buruk 4 responden (22,2%). Responden tanpa mobilisasi dini dengan penyembuhan luka yang baik berjumlah 3 responden (23,1%), sedangkan yang buruk 10 responden (76,9%). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara mobilisasi dini dengan proses penyembuhan luka pasien pasca laparatomi di bangsal bedah pria dan wanita RSUP Dr M. Djamil Padang.Kata kunci: laparatomi, mobilisasi dini, proses penyembuhan luka AbstractEarly mobilization is policy to guide the patients out of their bed to walk as soon as possible. Early mobilization is one of the factors that affect post surgical wound healing and may reduce the risk of complications. The objective of this study was to determine the relationship between early mobilization and wound healing process for post laparatomy patients in men and women surgical ward of Dr. M. Djamil General Hospital Padang. The design of this study was a cross sectional to 31 respondents by consecutive sampling technique. Data were collected through questionnaire and observation, then analyzed by chi-square test with 95% confidence interval.The results show there was a significant relationship between early mobilization and wound healing process (p = 0.003). Patients of early mobilization with good wound healing were as many as 14 respondents (77,8%) and bad as many as 4 respondents (22,2%). Respondents without early mobilization who are in good wound healing were 3 respondents (23,1%) while bad ones are 10 respondents (76,9%). Based on the results of the study, it can be concluded that there is a relationship between early mobilization and wound healing process for post laparatomy patients in men and women surgical ward of Dr. M. Djamil General Hospital Padang.Keywords: laparatomy, early mobilization, wound healing process
Profil Retinopathy Hipertensi di Rumah Sakit Dr. M Djamil Padang Khalilul Rahman; Rahmi Yolla Yusticia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.766

Abstract

Pendahuluan:Retinopati hipertensi adalah kondisi yang ditandai perubahan dengan vascular pada pasien dengan peningkatan tekanan darah. Perubahan vaskular retina pada hipertensi secara umum dapat diklasifikasikan menjadi perubahan arteriolar dan lesi retinopati yang lebih lanjut. Tujuan:Untuk mengetahui profil retinopati hipertensi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode:Semua pasien hipertensi dari Bagian Ilmu Penyakit Dalam yang berobat kepoli mata sejak Juli – September 2012. Hasil: Dari 86 pasien, 38 orang (44,19%) didiagnosa sebagai Retinopati Hipertensi Keith Wagenergrade II, 23,6% grade I, 18,61% tidak ada tanda Retinopati Hipertensi, dan tidak ada yang didiagnosis dengan grade IV. Berdasarkan kelompok umur,didapat 40 pasien laki-laki dan 46 perempuan dengan frekwensi terbanyak pada 51-60 tahun 34 orang, terutama pada Grade II sebanyak 19 orang. Berdasarkan riwayat hipertensi terbanyak pada kelompok umur 5-10 tahun adalah 20 orang. Hanya 49 kaus (56,98%) yang terkontrol dengan obat. Jika berdasarkan penyakit sistemik lainnya, terbanyak dengan diabetes melitus 33,72%. Berdasarkan faktor resiko yang didapat dislipidemia merupakan faktor resiko terbanyak yaitu 50 orang (44,64%). Diikuti 33 orang (29,46%) perokok. Distribusi BMI didapatkan normal pada38 orang (44,19%). Pasien yang tidak melakukan olahraga sebanyak 60 orang (69,76%). Kesimpulan:Retinopati hipertensi KW II adalah kasus yang paling banyak ditemukan dengan riwayat hipertensi selama 5-10 tahun. Faktor risiko utamaadalahdislipidemiadanumur rata-rata yaitu 51-60 tahun.
Frekuensi Hepatitis B dan Hepatitis C Positif pada Darah Donor di Unit Transfusi Darah Cabang Padang pada Tahun 2012 Dewi Oktavia; Rismawati Yaswir; Nora Harminarti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.661

Abstract

Infeksi virus hepatitis B dan hepatitis C akut bisa bergejala (simptomatik) atau tidak bergejala (asimptomatik). Penderita asimptomatik terdeteksi pada pemeriksaan skrining donor darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi hepatitis B dan hepatitis C positif pada darah donor. Telah dilakukan penelitian deskriptif retrospektif terhadap frekuensi hepatitis B dan hepatitis C positif pada darah donor di Unit Transfusi Darah Cabang Padang tahun 2012. Jumlah donor yang tercatat di Unit Transfusi Darah Cabang Padang mulai dari Januari 2012 sampai Desember 2012 adalah 26.306 donor, terdiri dari 19.949 donor sukarela dan 6.357 donor pengganti. Jumlah total hepatitis B positif yang ditemukan adalah sebanyak 974 donor sedangkan Jumlah total hepatitis C positif yang ditemukan adalah sebanyak 157 donor. Dari seluruh donor yang diperiksa didapatkan secara keseluruhan persentase hepatitis B positif atau reaktif sebesar (3,7%) dan persentase hepatitis C positif atau reaktif (0,6%). Berdasarkan jenis donor didapatkan hepatitis B positif pada donor sukarela adalah 634 (3,2%) sedangkan donor pengganti 340 (5,3%). Untuk hepatitis C, berdasarkan jenis donor didapatkan hepatitis C positif pada donor sukarela adalah 98 (0,5%) sedangkan donor pengganti 59 (0,9%). Secara keseluruhan didapatkan persentase hepatitis B dan hepatitis C positif ditemukan lebih tinggi pada donor pengganti daripada donor sukarela.
Perbandingan Nilai Hematokrit dan Jumlah Trombosit antara Infeksi Dengue Primer dan Dengue Sekunder pada Anak di RSUP. Dr. M. Djamil Febria Prima Utari; Efrida Efrida; Husnil Kadri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.789

Abstract

Virus dengue terdiri dari empat serotipe DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN 4. Infeksi dengue primer adalah infeksi pertama kali oleh salah satu dari empat serotipe virus yang ditandai dengan trombositopenia dan hemokonsentrasi. Infeksi sekunder adalah infeksi kedua oleh serotipe virus yang berbeda dari infeksi sebelumnya ditandai juga dengan trombositopenia dan hemokonsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan nilai hematokrit dan jumlah trombosit antara infeksi dengue primer dan sekunder pada anak yang dirawat di RSUP. Dr. M. Djamil. Penelitian ini adalah penelitian retrospektif dengan pendekatan analitik komparatif tidak berpasangan yang dilakukan di Bagian Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil. Sampel dalam penelitian ini adalah data pasien DBD (Demam Berdarah Dengue) anak yang memenuhi kriteria inklusi berupa; usia < 18 tahun, mempunyai data umur, jenis kelamin, pemeriksaan nilai hematokrit, jumlah trombosit, dan serologis di rekam medik pasien. Sampel berjumlah 30 yang terdiri dari 15 sampel infeksi dengue primer dan 15 sampel infeksi dengue sekunder. Nilai hematokrit dan jumlah trombosit yang dijadikan data dalam penelitian ini adalah pemeriksaan hematokrit dan trombosit saat pasien masuk rumah sakit. Metode analisis perbandingan dilakukan dengan menggunakan uji t tidak berpasangan (unpaired t-test). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rerata hematokrit infeksi dengue primer 37%, lebih rendah dibandingkan dengue sekunder 42% dan terdapat perbedaan bermakna secara statistik (p<0,05). Jumlah rerata trombosit infeksi dengue primer 72.400 sel/mm3 , lebih tinggi dibandingkan dengue sekunder 51.733 sel/mm3, tetapi tidak berbeda bermakna secara statistik (p>0,05).
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Sawo terhadap Bakteri Escherichia coli secara In Vitro Nastasha Mufti; Elizabeth Bahar; Dessy Arisanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.693

Abstract

Daun sawo merupakan bagian dari tanaman sawo (Manilkara zapota) yang sering digunakan masyarakat sebagai obat antidiare. Daun sawo mengandung senyawa saponin, tanin, dan flavonoid yang dapat bersifat sebagai antibakteri sehingga diduga mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare. Tujuan penelitian ini adalah menentukan daya hambat ekstrak daun sawo terhadap bakteri Escherichia coli (E. coli) strain patogen secara in-vitro. Jenis penelitian adalah eksperimental laboratorium menggunakan 6 bakteri uji E. coli berbeda dengan 2 kali pengulangan menggunakan metode difusi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Organik FMIPA dan Laboratorium Mikrobiologi FK UNAND pada bulan Agustus 2016 sampai April 2017. Sampel yang digunakan adalah daun sawo yang telah dilakukan proses ekstraksi maserasi menggunakan etanol. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sawo dengan konsentrasi 15%, 30%, 45%, 60%, dan 100% memiliki daya hambat yang berbeda-beda terhadap bakteri uji E. coli. Konsentrasi ekstrak daun sawo yang paling efektif yaitu konsentrasi 100%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa ekstrak daun sawo mempunyai sifat antibakteri terhadap bakteri uji Escherichia coli strain patogen.

Page 44 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue