cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan antara Kadar Troponin T dengan Luas Infark Miokard yang Diukur dengan Menggunakan Metode Skoring QRS Selvester pada Pasien Infark Miokard Akut Muhammad Lingga Primananda; Masrul Syafri; Malinda Meinapuri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.562

Abstract

AbstrakDalam kriteria diagnosis IMA oleh WHO salah satunya apabila ditemukan peningkatan kadar enzim jantung. Troponin T merupakan salah satu enzim jantung yang akan meningkat apabila terjadi kerusakan sel miokardium. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara kadar Troponin T dan luas infark miokard yang diukur dengan metode skoring QRS Selvester. Ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan dari Oktober 2013 sampai September 2014 di Subbagian Rekam Medis RS Khusus Jantung YJI Cabang Utama Sumatera Barat.  Analisis data menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan p ≤ 0,05 jika bermakna.  Sampel penelitian adalah data rekam medis semua pasien dengan diagnosis IMA di RS Khusus Jantung YJI Cabang Utama Sumatera Barat periode Juli 2013 – Juni 2014 yang diambil dengan teknik total sampling. Penyeleksian data menghasilkan 81 data pasien dengan diagnosis IMA dan 37 data yang memiliki hasil pemeriksaan troponin T dan EKG. EKG digunakan untuk menentukan luas infark dengan menggunakan metode skoring QRS Selvester dengan hasil luas infark rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Troponin T dengan luas infark pada pasien IMA dengan nilai p = 0,097 (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara kadar Troponin T dan luas infark miokard.Kata kunci: troponin T, luas infark miokard, infark miokard akut, skoring QRS Selvester AbstractThe one of WHO criteria for the diagnosis of AMI is the elevated levels of cardiac enzymes. Troponin T is one of cardiac enzyme that will increase if  there is a myocardial cells damage. The objective of this study was to determine the correlation between troponin T level and myocardial infarction size that measured by using Selvester QRS scoring method. This research was an analytic research with cross sectional design that conducted in October 2013 to September 2014 in the sub-section of Medical Record of Khusus Jantung YJI Cabang Utama Sumatera Barat hospital. Analysis of the data was using the Kolmogorov-Smirnov test to determine the correlation with p ≤ 0.05 was significant. Samples of the research were medical record data of all patients with diagnosis of AMI in the Khusus Jantung YJI Cabang Utama Sumatera Barat hospital period July 2013 - June 2014 that were selected with a total sampling technique. The result of data selection was 81 patients with diagnosis of AMI and 37 data with the results of Troponin T and ECG Examination. ECG results were used to determine infarction size by using Selvester QRS scoring method with results low, medium, and high of infarction size. The results shown that there was no significant correlation between Troponin T level and myocardial infarction size with p value was 0.097 (p> 0.05). The conclusion of this research is there is no correlation between Troponin T level and myocardial infarction size.Keywords: troponin T, myocardial infarction size, acute myocardial infarction, Selvester QRS scoring
Perbedaan Tingkat Konsentrasi Belajar Siswa antara Kebisingan Lingkungan Sekolah SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 Padang Andy Yusuf; Nirza Wanto; Dian Pertiwi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.726

Abstract

Kebisingan adalah bentuk suara yang tidak dikehendaki atau bentuk suara yang tidak sesuai dengan tempat dan waktunya. Kebisingan yang sudah melewati ambang batas tingkat kebisingan terbukti dapat mempengaruhi konsentrasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan tingkat konsentrasi belajar siswa antara kebisingan lingkungan sekolah SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 Padang. Penelitian cross-sectional comparative ini dilakukan di SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 pada bulan Agustus 2015 – selesai dari pukul 10.20-10.50 WIB. Jumlah sampel sebanyak 80 orang yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing diwakili 40 orang. Pengukuran kebisingan dilakukan selama 30 menit pada setiap lokasi penelitian dengan pengambilan data setiap 5 menit. Penentuan tingkat konsentrasi siswa dilakukan dengan penggunakan digit span test. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan kebisingan lingkungan SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 terdapat perbedaan yang bermakna dengan signifikan (p = 0,033). Pada tingkat konsentrasi belajar terdapat perbedaan tingkat konsentrasi yang bermakna dari digit span test dengan signifikan (p = 0,025). Penelitian ini membuktikan terdapat perbedaan tingkat konsentrasi belajar siswa pada SDN 03 Alai dan SD Pertiwi 3 pada daerah bising yang berbeda (p < 0,05).
Hubungan Jumlah Komplikasi Kronik Dengan Derajat Gejala Depresi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Poliklinik Rsup Dr. M. Djamil Padang Try Rahmi Lussii Karsuita; Eva Decroli; Delmi Sulastri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.600

Abstract

AbstrakKomplikasi akibat penyakit Diabetes Melitus (DM) dapat menyebabkan terjadinya perubahan psikologis, salah satunya adalah gejala depresi pada pasien DM. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan jumlah komplikasi kronik pada setiap derajat depresi pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional yang dilaksanakan dari Maret sampai Mei 2014 di Poliklinik RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 76 pasien DM. Jumlah komplikasi kronik diketahui dengan melihat rekam medik pasien, sedangkan derajat gejala depresi dinilai dengan wawancara menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami gejala depresi sebanyak 27 orang (35,5%). Derajat gejala depresi normal atau minimal sebanyak 64,5%, derajat ringan sebanyak 27,6% dan derajat sedang sebanyak 7,9%. Gejala depresi pada responden dengan satu komplikasi sebesar 6,9%, dengan dua komplikasi 42,4%, dengan tiga komplikasi 88,8 % dan empat komplikasi sebesar 60%. Setelah dilakukan analisis dengan uji Kruskal Wallis didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata jumlah komplikasi kronik pada setiap derajat depresi pada pasien DM tipe 2 (p < 0,001).Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, gejala depresi, komplikasi kronikAbstractComplications due to diabetes disease can cause psychological changes, such as depression symptom. The objective of this study was to reveal the difference of the number of chronic complications on every single degree of depression in patients with type 2 diabetes. This was an analytic study that carried out from March to May 2014 in the polyclinic of RSUP Dr. M. Djamil Padang. The subject consisted of 76 diabetic patients. The number of chronic complications was identified by looking at the medical record of patients, whereas the degree of depressive symptom assessed by interview using a questionnaire BDI II. The results showed that respondents having depression symptom are made up by 27 people (35.5%). The amount of normal or minimal depression was 64.5%, mild depression is 27.6 %, and 7.9% for moderate depression. Depression symptoms on the respondents that having one complication is 6.9%, 42.4% for two complications, 88% for three complications and 60% for four complications. Kruskal Wallis test showed that there is the difference of the mean of chronic complication on every single degree of depression.Keywords: :type 2 diabetes mellitus, depression symptoms, chronic complications
Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne.) terhadap Trichophyton mentagrophytes secara In Vitro Woris Christoper; Diana Natalia; Sari Rahmayanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.758

Abstract

Dermatofitosis adalah suatu infeksi pada jaringan berkeratin yang disebabkan karena adanya kolonisasi dari jamur jenis dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang paling banyak menginfeksi yaitu Trichophyton mentagrophytes. Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) merupakan tanaman yang biasa digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanol umbi bawang terhadap pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes, mengetahui kandungan metabolit sekunder dan untuk mengetahui konsentrasi efektif larutan uji yang dapat menghambat pertumbuhan Trichophyton mentagrophytes. Metodologi penelitian ini merupakan eksperimental murni secara in-vitro dengan rancangan acak lengkap posttest only control group design. Aktivitas antijamur ekstrak diuji dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Kontrol positif yang digunakan adalah itrakonazol 8 µg dan kontrol negatif adalah Tween 80 10%. Hasil penelitian adalah ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antijamur pada konsentrasi 600; 300; 150 mg/mL, KHM pada 150 mg/mL dengan zona hambat 9,15 mm, hasil skrining fitokimia didapatkan fenol,  flavonoid, tanin, saponin, dan kuinon. Simpulan studi ini ialah ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton mentagrophytes
Hubungan Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Yana Aurora Prathita; Syahredi Syahredi; Nur Indrawati Lipoeto
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.653

Abstract

Siklus menstruasi merupakan pertanda klinis fungsi reproduksi wanita. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi siklus menstruasi, seperti lemak tubuh. Banyaknya lemak dalam tubuh dapat menyebabkan memanjangnya siklus menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persentase lemak tubuh dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap keteraturan siklus menstruasi pada wanita. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Populasi adalah seluruh mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Sampel diambil sebanyak 79 responden secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dengan kuesioner dan pengukuran antropometri (BB, TB, persentase lemak tubuh dengan menggunakan alat skinfold caliper). Data yang didapatkan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki (IMT) dan persentase lemak tubuh normal, yaitu 72,15% dengan IMT<23,00 kg/m2 dan 64,6% persentase lemak tubuh <22,1%. Tidak ada hubungan yang berarti antara siklus menstruasi dengan IMT dan persentase lemak tubuh, p=0,77 untuk hubungan siklus menstruasi dengan IMT, dan p=0,31 untuk hubungan siklus menstruasi dengan persentase lemak tubuh. Simpulan studi ini adalah tidak terdapat hubungan berarti antara persentase lemak tubuh dan IMT dengan keteraturan siklus menstruasi.
Identifikasi MRSA pada Diafragma Stetoskop di Ruang Rawat Inap dan HCU Bagian Penyakit Dalam Rizkia Chairani Asri; Roslaili Rasyid; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.685

Abstract

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri yang sering ditemukan sebagai bakteri penyebab infeksi nosokomial. Infeksi MRSA selain mengakibatkan bertambahnya mortalitas dan morbiditas juga menambah jumlah biaya perawatan karena semakin lamanya waktu rawat dan tambahan biaya pengobatan. Laporan RSUP Dr. M. Djamil Padang menunjukan kasus infeksi MRSA yang tinggi, terdapat 200 kasus yang tercatat sejak bulan Januari 2014 sampai Juni 2014. Stetoskop merupakan alat medis yang sering digunakan oleh dokter dan telah dilaporkan dapat mejadi sumber penyebaran infeksi MRSA. Tujuan penelitian ini adalah u tuk mengetahui gambaran MRSA pada diafragma stetoskop di Ruang Rawat Inap dan HCU, yang memiliki laporan kasus MRSA terbanyak daripada ruangan lainnya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan teknik total sampling dan dilakukan pada 74 sampel stetoskop di bagian Penyakit Dalam. Isolat diambil dari swab diafragma stetoskop lalu dilakukan uji resistensi menggunaka   cefoxitin. Hasil penelitian didapatkan adanya koloni MRSA pada 22 stetoskop (64,7%) di ruang rawat inap dan 8 stetoskop (72,7%) di HCU. Persentase stetoskop positif MRSA lebih tinggi pada HCU daripada ruang rawat inap. Banyaknya stetoskop positif MRSA menunjukan pentingnya pembersihan stetoskop setelah berkontak dengan pasien
Perbedaan Efek Antibakteri Kapsul Minyak Bawang Putih (Garlic Oil) dan Kapsul Bubuk Bawang Putih (Garlic Powder) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Secara In Vitro Ismail Fajri; Erly Erly; Elly Usman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.535

Abstract

Abstrak   Bawang putih  telah diekstrak berupa kapsul garlic oil dan kapsul garlic powder sehingga dapat digunakan sebagai alternatif terapi dalam pengobatan penyakit akibat infeksi bakteri. Kandungan kapsul bawang putih yang memiliki efek anti bakteri adalah allicin. Bawang putih mempunyai efek anti mikroba dalam melawan bakteri Gram positif dan Gram negatif, diantaranya Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Di pasaran terdapat dua jenis kapsul bawang putih, yaitu kapsul bubuk bawang putih dan kapsul minyak bawang putih.  Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan efek antara antibakteri kapsul minyak bawang putih dan kapsul bubuk bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.  Penelitian ini dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang dari Mei sampai Juni 2014. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian didapatkan kapsul minyak bawang putih dan kapsul bubuk bawang putih tidak memiliki kemampuan untuk menghasilkan zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Walaupun tiga kali pengulangan,  tidak terdapat efek antibakteri pada kapsul minyak bawang putih dan kapsul bubuk bawang putih.Kesimpulan penelitian ini adalah kapsul minyak bawang putih dan kapsul bubuk bawang putih tidak memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Kata kunci: minyak bawang putih, kapsul bubuk bawang putih, Staphylococcus aureus, Escherichia coli AbstractGarlic extract in garlic oil capsules and garlic powder capsules can be used as alternative therapy in the treatment of diseases caused by bacterial infection. The content of garlic capsules which have anti-bacterial effect is allicin. Garlic has anti-microbial effect against Gram positive and Gram negative, including Staphylococcus aureus and Escherichia coli. In the market there are two types of garlic capsules, the capsules of garlic powder and garlic oil capsules. The objective of this study was to determine the differences of antibacterial effect between garlic oil capsules and garlic powder capsules on the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. This research was done in the laboratory of Microbiology, Faculty of Medicine, Andalas University, Padang in Mei to Juny 2014. The type of research is experimental by using the disc diffusion method. The results of this study, garlic oil capsules and garlic powder capsules do not have the ability to produce a zone of inhibition against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Although 3 (three) time  repetitions, there were no antibacterial effect from garlic oil capsules and garlic powder capsules. The conclusion of this study is garlic oil capsules and garlic powder capsules do not have antibacterial effects against Staphylococcus aureus and Escherichia coli.         Keywords: garlic oil capsule, garlic powder capsule, Staphylococcus aureus, Escherichia coli
Hubungan Pengetahuan Siswa Palang Merah Remaja dengan Tindakan Pertolongan Pertama Penderita Sinkop di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Bukittinggi Vita Febrina; Rima Semiarty; Abdiana Abdiana
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.717

Abstract

Sinkop ialah suatu keadaan hilangnya kesadaran seseorang secara tiba-tiba. Penderita sinkop membutuhkan pertolongan cepat dan tepat untuk mencegah kondisi penderita semakin menurun, tetapi sebagian orang tidak mengetahui cara penanggulangannya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara pengetahuan anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan tindakan pertolongan pertama penderita sinkop di MTsN 1 Bukittinggi. Penelitian analitik ini menggunakan rancangan cross sectional study. Subjek adalah 47 orang anggota PMR MTsN 1 Bukittinggi tahun ajaran 2013-2014 yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Analisis yang digunakan adalah uji chi- square. Hasil studi ialah 72,3% anggota PMR MTsN 1 Bukittinggi memiliki pengetahuan yang baik tentang sinkop dan 27,7% kurang baik. Ada 51,1% anggota memiliki tindakan yang baik dalam pemberian pertolongan pertama pada penderita sinkop dan 48.9% anggota memiliki tindakan yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hubungan antara pengetahuan anggota PMR dengan tindakan pertolongan pertama penderita sinkop di MTsN 1 Bukittinggi (p = 0,024 derajat kemaknaan p< 0,05 ). Simpulan studi ini adalah sebagian besar anggota PMR MTsN 1 Bukittinggi memiliki pengetahuan dan tindakan pertolongan pertama yang baik pada penderita sinkop.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Cedera Ligamen Krusiat Anterior pada Atlet Cabang Olahraga Kontak Rurin Ardiyanti; Afriwardi Afriwardi; Nur Afrainin Syah
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.589

Abstract

AbstrakCedera Ligamen Krusiat Anterior (LKA) adalah trauma pada atlet yang memerlukan tindakan bedah dan berrisiko menjadi osteoartritis. Berbagai macam faktor dapat menyebabkan cedera LKA, seperti Indeks Massa Tubuh (IMT) yang merupakan salah satu faktor risiko cedera LKA. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan IMT dengan cedera LKA. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional. Sampel adalah 271 atlet diambil dari seluruh cabang olahraga kontak di KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Jawa Timur. Data yang diperoleh berupa IMT dan kejadian cedera LKA pada atlet dalam 1 tahun, kemudian dianalisis dengan uji kemaknaan Fisher. Peneliti menemukan 7% (19 orang) mengalami cedera LKA. Penelitian ini menemukan bahwa presentase cedera LKA pada IMT tinggi (>24,9 kg/m2) dua kali lebih banyak dibanding pada IMT tidak tinggi (≤24,9 kg/m2), yaitu 12,5% dan 6,5%. Pada uji Fisher tidak ditemukan hubungan antara IMT dan cedera LKA (p>0,05).  Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat risiko cedera LKA pada atlet dengan IMT tinggi, namun tidak signifikan secara statistik. Banyak faktor risiko cedera LKA lainnya yang tidak dapat dikontrol melalui metodologi penelitian ini.Kata kunci: indeks massa tubuh, cedera ligamen krusiat anterior, atlet AbstractAnterior Cruciate Ligament (ACL) injuries are common on athletes that need surgical treatment and a risk to become osteoarthritis. There are many factors contributed to ACL injury. Body Mass Index (BMI) is one of ACL injury risk factor. The objective of this study was to determine the relationship between BMI and ACL injury. This was an observasional analitic study. The sample was 271 contact sport athletes at KONI East Java. Data about BMI and ACL injury on the athlete for 1 year was collected. The data then was analysed by Fisher test. There were 7% (19 persons) of athletes suffers from ACL injury. This study found that the proportion of ACL injury on athlete with high BMI (>24,9 kg/m2) was twice compared to athlete without high BMI (≤24,9 kg/m2), 12,5% and 6,3% respectively. The conclusion is the different is not significant statitically. This study showed that high BMI on athletes was a risk factor for ACL injury but not significant statistically.Keywords: body mass index, anterior cruciate ligament, athlete
Gambaran Fungsi Ginjal pada Pasien Gagal Jantung dengan Fraksi Ejeksi Menurun dan Fraksi Ejeksi Normal di RSUP Dr. M. Djamil Padang Annisa Rahmi Adriyanti; Eka Fithra Elfi; Hardisman Hardisman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.749

Abstract

Gagal jantung dapat dikelompokkan menjadi HF-REF (Heart Failure with Reduced Ejection Fraction) dan HF- PEF (Heart Failure with Preserved Ejection Fraction). Gagal jantung dapat menyebabkan kerusakan jaringan intersisial ginjal akibat tidak memadainya perfusi ke ginjal, yang akan berdampak pada penurunan fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran fungsi ginjal pada pasien gagal jantung dengan EF (Ejection Fraction) menurun dan EF Normal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang dengan sampel penelitian adalah rekam medic seluruh pasien gagal jantung yang dirawat di bagian jantung RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2014. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria penelitian adalah sebanyak 102 pasien. Hasil studi menunjukkan rerata LFG (Laju Filtrasi Glomerulus) pada pasien HF-PEF (50.88±20.90 ml/mnt/1,73m2) lebih rendah dari pada pasien HF-REF(63.27±27.45 ml/mnt/1,73m2). Pada HF-PEF hanya 3,2% pasien yang fungsi ginjalnya normal, dan terdapat 6,5% pasien yang mengalami gagal ginjal, sedangkan yang lainnya mengalami penurunan fungsi ginjal dalam berbagai derajat. Pada HF-REF, tidak terdapat pasien yang mengalami gagal ginjal dan terdapat 15,5 % pasien yang fungsi ginjalnya normal, sedangkan yang lainnya mengalami penurunan fungsi ginjal dalam berbagai derajat.Fungsi ginjal pasien HF-PEF lebih buruk daripada pasien HF-REF.

Page 50 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue