cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Identifikasi Pertumbuhan Jamur Aspergillus Sp pada Roti Tawar yang Dijual di Kota Padang Berdasarkan Suhu dan Lama Penyimpanan Dina Khaira Mizana; Netty Suharti; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.521

Abstract

AbstrakPangan yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat sebagai makanan kudapan di Indonesia adalah roti tawar. Jamur merupakan mikroorganisme utama yang berperan penting dalam proses pembuatan dan pembusukan roti. Aspergillus merupakan kontaminan umum pada berbagai substrat di daerah tropis maupun subtropik. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan pertumbuhan jamur Aspergillus sp yang disimpan pada suhu kamar dan suhu di kulkas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental analitik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan jamur pada suhu kamar lebih cepat dibandingkan suhu kulkas. Pada suhu kamar 25C-28C, jamur Aspergillus sp tumbuh mulai hari ke-3 (33,3%) diikuti pada hari ke-4 (66,7%), sedangkan pada suhu kulkas (10C-15C) mulai tumbuh pada hari ke-5. Temperatur  ini juga berhubungan dengan kelembaban relatif karena semakin tinggi suhu maka  kelembaban relatif semakin rendah dan sebaliknya, semakin rendah suhu maka kelembaban relatif  akan semakin tinggi. Kesimpulan studi ini ialah terdapat perbedaaan pertumbuhan jamur Aspergillus sp yang disimpan pada suhu kamar dan suhu di kulkas walaupun perbedaannya tidak terlalu besar.Kata kunci: roti tawar, aspergillus sp, suhu, lama penyimpanan AbstractThe popular foods consumed by Indonesian citizens is loaves. Fungus is the main microorganism which has the main role in the process of loaves production and decomposition. Aspergillusis the eukaryotes microorganism that has the widest spread in the nature. This worm is also spreading in various substrates in the tropical and sub-tropical areas. The objective of this study was to compare the growth of Aspergillus sp stored in the room temperature and refrigerator temperature This research is analytic experimental. The results of this research showed  that the growth of fungus in the room temperature is faster than refrigerator temperature. In the room temperature, the fungus growth starts in the day-3 (33.3%) that is followed by dy-4 (66.7%), while the refrigerator temperature (100C-150C) shows that the fungus growth starts on day-5. The temperature is also related to the Relative Humidity (RH), the higher the temperature, so RH will become lower and vice versa. The foods which store in the low RH will be damaged on the surface side since the fungus, yeast, and certain bacteria. Hence, the fungus on loaves stored in the room temperature will be faster than loaves stored in the refrigerator temperature. There is a difference on the growth of Aspergillus sp stored in the room temperature and refrigerator temperature, even if the difference is not too big.Keywords: fresh bread,  aspergillus sp, temperature, prolonged storage
Hubungan Usia dengan Kedalaman Invasi dan Gambaran Histopatologi pada Penderita Karsinoma Kolorektal di Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran UNAND pada Tahun 2008 sampai 2012 Teddy Kurniawan; Asril Zahari; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.703

Abstract

Karsinoma kolorektal memiliki angka insiden yang cukup tinggi di Indonesia yang merupakan kanker tersering kedua pada pria dan kanker ketiga terbanyak pada wanita. Kanker ini lebih sering terjadi pada usia lanjut namun juga bisa terjadi pada usia muda. Jenis histopatologi dan kedalaman invasi merupakan beberapa faktor prognostik penting karsinoma kolorektal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan perbedaan usia dengan gambaran histopatologis dan kedalaman invasi dari penderita karsinoma kolorektal di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan desain cross sectional study. Data diambil dari hasil pemeriksaan histopatologis pasien karsinoma kolorektal selama periode 2008 sampai 2012. Kemudian dilakukan pencatatan mengenai usia, jenis histopatologis dan kedalaman invasi untuk diuji hubungannya secara statistik. Hasil studi mendapatkan jenis adenokarsinoma musinosa dan karsinoma signet ring cell memiliki persentase yang lebih tinggi pada usia dibawah 50 tahun kebawah dan secara statistik menunjukkan hubungan yang bermakna p<0,05 (p=0,001). Karsinoma yang sudah menginvasi lapisan serosa memiliki persentase yang lebih tinggi pada individu diatas 50 tahun, namun secara statistik tidak ditemukan hubungan yang bermakna (p=0,640).
Pengaruh Pemberian Berbagai Olahan Telur terhadap Kadar Kolesterol Total Darah Mencit Putri Mira Magistri; Rismawati YaswiR; Yustini Alioes
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.572

Abstract

AbstrakMasyarakat menggunakan berbagai cara pengolahan sebelum mengonsumsi telur yang dapat berpengaruh terhadap kadar zat gizi yang terkandung didalamnya, termasuk kadar kolesterol dalam telur yang juga akan mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian berbagai olahan telur terhadap kadar kolesterol total darah mencit. Penelitian menggunakan 24 ekor mencit (Mus musculus) jantan albino umur 3 – 4 bulan dengan berat badan sekitar 30 – 40 gram. Jenis kandang yang digunakan adalah kandang kotak (box) sebanyak 24 unit dengan ukuran 28x30x20 cm. Metode yang digunakan ialah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 unit perlakuan, yaitu unit perlakuan K (Kontrol), unit perlakuan A (telur mentah), unit perlakuan B (telur goreng), unit perlakuan C (telur rebus), unit perlakuan D (telur setengah matang) dan unit perlakuan E (telur asin). Dosis perlakuan adalah 1,56ml/20gram berat badan/mencit dan masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Parameter yang diukur adalah kadar kolesterol total darah mencit. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa pemberian berbagai olahan telur memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar kolesterol total darah mencit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rerata kadar kolesterol total darah mencit setelah diberikan berbagai olahan telur adalah telur mentah 106.96 mg/dl, telur goreng 143.53 mg/dl, telur rebus 194.50 mg/dl, telur setengah matang 180.91 mg/dl, dan telur asin 158.27 mg/dl.Kata kunci: olahan telur, kadar kolesterol total darah, mencit AbstractPeople use various methods of processing before consumption eggs which can affect the levels of nutrients contained in, including cholesterol content which can also affect the levels of total cholesterol in blood. The objective of this study was to determine the effect of giving a variety of processed egg on total cholesterol levels of mice. The experiment used 24 male albino mice (Mus nusculus) age 3 – 4 months old with 30 – 40 grams of body weight. The den used was 24 units of box with size of 28x30x20 cm. The experiment used Completely Randomized Design (CRD) consist of 6 treatment units which was K (control), A (raw egg), B (fried egg), C (boiled egg), D (soft-boiled egg), and E (salted egg). The dosage was  1.56 ml/20 grams of body weight/mice and 4 replication for each treatment units. The parameter measured was total blood cholesterol level of mice.  Results of analysis of variance showed that giving of a variety of processed egg gave highly  significant  effect (P <0.01) on total blood cholesterol levels of mice. Based on the results of this study, it can be concluded that the average total blood cholesterol levels of mice after giving of various preparations of eggs is as follows: raw eggs 106.96 mg / dl, fried eggs 143.53 mg / dl, boiled eggs 194.50 mg / dl, soft-boiled eggs 180.91 mg / dl, and salted egg 158.27 mg / dl..Keywords: processed egg, total blood cholesterol level,  mice
Gambaran Multipatologi Pasien Geriatri di Poliklinik Khusus Geriatri RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari – Desember 2014 Elfon Lindo Pratama; Rose Dinda Martini; Dian Pertiwi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.735

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup menyebabkan umur penduduk usia lanjut lebih panjang sehingga mengalami permasalahan kesehatan yang kompleks, seperti multipatologi. Kondisi multipatologi merupakan keadaan yang sering ditemukan pada usia lanjut dan merupakan salah satu karakteristik pasien geriatri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran multipatologi pasien geriatri di poliklinik khusus geriatri RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari sampai Desember 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pasien geriatri di poliklinik khusus geriatri RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2014. Besar sampel yang memenuhi kriteria penilaian sebanyak 229 pasien. Hasil penelitian menunjukkan hipertensi merupakan penyakit kronis yang paling banyak pada usia lanjut. Pasien geriatri yang paling banyak ditemukan adalah kelompok usia 60 – 69 tahun dan jenis kelamin wanita. Rerata jumlah penyakit kronis pasien geriatri pada penelitian ini adalah 6 penyakit.
Nilai Diagnostik Metode “Real Time” PCR GeneXpert pada TB Paru BTA Negatif Eka Kurniawan; Raveinal Raveinal; Fauzar Fauzar; Zulkarnain Arsyad
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.609

Abstract

 AbstrakTuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis. TB masih tetap menjadi masalah kesehatan dunia karena lebih kurang 1/3 penduduk dunia terinfeksi oleh kuman ini dan sumber penularannya berasal dari Basil Tahan Asam (BTA) positif maupun negatif. TB paru BTA negatif didiagnosis berdasarkan gambaran klinis dan rontgen torak yang sesuai TB serta pertimbangan dokter sehingga hal ini dapat menimbulkan under atau over diagnosis TB. GeneXpert merupakan pemeriksaan molekuler dengan metode “real time“ PCR dan merupakan penemuan terobosan untuk mendiagnosis TB secara cepat. Tujuan penelitiian ini adalah melakukan penilaian validitas GeneXpert pada TB paru BTA negatif dibandingkan dengan kultur Loweinstein Jensen. Desain penelitian uji diagnostik ini adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan terhadap 40 orang pasien TB paru BTA negatif di Puskesmas sekitar kota Padang dan pasien yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RS dr. M. Djamil Padang. Dilakukan pemeriksaan sputum dengan GeneXpert dan dibandingkan dengan kultur Loweinstein Jensen. Hasil uji diagnostik dengan GeneXpert untuk mendiagnosis TB paru BTA negatif didapatkan sensitivitas 83.33%, spesifisitas 95.46%, nilai prediksi positif 93.75%, nilai prediksi negatif 87.5% dan akurasi 90% serta hasil uji kappa didapatkan 0.796. Disimpulkan GeneXpert memiliki sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif dan akurasi yang tinggi pada TB paru BTA negatif.Kata kunci: nilai diagnostik, TB paru BTA negatif, GeneXpert AbstractPulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB is still a global health problem. Approximately one third of the world population is infected by Mycobacterium tuberculosis and the source of infection came from smear positive and negative patient. Smear negative pulmonary TB can be considered based on clinical symptom and chest x-ray as well as description of TB and it’s depend on doctor's decision, so this can lead to under or over-diagnosis. Molecular examination with real time PCR method of GeneXpert is a breakthrough invention to diagnose TB quickly. The objective of this study was to assess the validity of GeneXpert in smear negative pulmonary TB and it’s compared with Loweinstein Jensen culture. Study design was diagnostic test with cross sectional study. Research conducted on 40 patients with smear negative pulmonary TB in public health centers around the city of Padang and the patients who were treated at the Internal Medicine department of dr. M. Djamil hospital Padang. Sputum examination conducted by GeneXpert compared with Loweinstein Jensen culture. Diagnostic value of GeneXpert for diagnosing smear negative pulmonary tuberculosis are sensitivity 83.33%, specificity 95.46%, positive predictive value 93.75%, negative predictive value 87.5% and accuracy 90%. Kappa value is 0.796. GeneXpert has a high sensitivity, specificity, positive predictive value, negative predictive value and accuracy on smear negative pulmonary tuberculosis.Keywords: diagnostic value, smear negative pulmonary tuberculosis, GeneXpert
Clinical Profile of Bilateral Optic Neuritis M. Hidayat
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.767

Abstract

Neuritis optik adalah istilah yang digunakan untuk merujuk suatu peradangan pada saraf optik. Neuritis optik bilateral pada orang dewasa jarang terjadi, terutama pada individu tanpa adanya kelainan sistemik inflamasi atau autoimun. Tujuan: Untuk menggambarkan profil klinis neuritis optik bilateral akut pada orang dewasa, efek terapi kortikosteroid intravena serta waktu pemulihan visus. Metode: Kami melakukan tinjauan retrospektif terhadap rekam medis pasien yang merujuk ke klinik neuro-ophthalmologi di Rumah Sakit M. Djamil dengan neuritis optik bilateral akut dari Januari 2016 sampai April 2017. Kriteria eksklusi mencakup multiple sclerosis atau myelopathy sebelumnya, kelainan sistemik yang dikenal atau pengobatan yang terkait dengan neuropati optik, uveitis, atau neoplasma. Pasien mendapatkan metilprednisolon intravena yang diikuti oleh tappering off metilprednisolon oral. Ketajaman visual, lapang pandang, penemuan oftalmoskopi, dan evaluasi neurologis dicatat pada awal dan pada 1 bulan atau 3 bulan. Hasil: Sembilan pasien dari 4 pria dan 5 wanita, dengan rentang usia 22-41 tahun, memiliki penglihatan bilateral yang menurun, 6 dengan rasa sakit pada menggerakan mata. Semua pasien memiliki evaluasi neurologis normal, dengan ketajaman penglihatan mulai dari penghitungan jari sampai gerakan tangan dan berbagai pola lapang pandang. Kedua saraf optik menunjukkan temuan ophthalmoscopy yang tidak normal. Setelah terapi kortikosteroid rata-rata 2 minggu, semua pasien menunjukkan perbaikan pada ketajaman penglihatan, bidang visual, dan temuan oftalmoskopi. Tidak ada pasien yang mengalami masalah neurologis selama follow-up dengan rata-rata 3 bulan. Kesimpulan: Neuritis optik bilateral idiopatik jarang terjadi pada orang dewasa. Terapi kortikosteroid menunjukkan hasil visual yang baik.
Profil Balita Penderita Infeksi Saluran Nafas Akut Atas di Poliklinik Anak RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2012-2013 Dita Maharani; Finny Fitry Yani; Yuniar Lestari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.662

Abstract

Infeksi Saluran Nafas Akut Atas (ISPA atas) adalah infeksi pada saluran pernafasan di atas laring, yang merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas anak berusia di bawah lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran balita penderita ISPA atas yang berobat ke poliklinik anak RSUP DR. M. Djamil Padang tahun 2012-2013. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data rekam medik balita penderita ISPA atas pada tahun 2012-2013. Seluruh anggota populasi dijadikan sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 95 orang. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu 54,7% balita penderita ISPA atas adalah laki-laki, 68,4% pada kelompok usia 12-<60 bulan, 84,2% berstatus gizi baik dan 62% bertempat tinggal di daerah rural di Kota Padang. Pada tahun 2012, kejadian ISPA atas terbanyak terjadi pada bulan Agustus yaitu sebesar 8,4% dan pada tahun 2013 kejadian terbanyak terjadi pada bulan April dan November yaitu sebesar 7,4%.Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kejadian ISPA atas terbanyak adalah laki-laki, pada kelompok balita, dengan status gizi baik, dan umumnya bertempat tinggal di daerah rural. Kejadian ISPA atas ditemukan hampir setiap bulan pada tahun 2012-2013. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan peningkatan pemberian informasi kepada ibu yang mempunyai bayi dan balita mengenai penyakit ISPA serta faktor-faktor yang mempengaruhinya agar angka morbiditas akibat ISPA dapat berkurang.
Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN M Plus) terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas Fuka Priesley; Mohamad Reza; Selfi Renita Rusdji
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.790

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui vektor nyamuk Aedes aegypti. PSN 3M Plus merupakan tindakan pengendalian DBD dengan melakukan upaya memberantas sarang nyamuk dan menghindari diri dari gigitan nyamuk Aedes. Perilaku PSN 3M Plus dapat memutusrantai penularan virus dengue sehingga hasil yang diharapkan adalah penurunan kejadian DBD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku PSN 3M Plus terhadap kejadian DBD di Kelurahan Andalas. Penelitian analitik berjenis kasus kontrol ini telah dilakukan pada November 2017 sampai Desember 2017.Pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang perilaku PSN 3 M Plus kepada 28 responden kelompok kasus dan 56 responden kelompok kontrol dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil analisis univariat didapatkan distribusi frekuensi kategori perilaku PSN 3M Plus pada kelompok kasus terdapat 7 responden (16%) berperilaku baik dan 21 responden (52,5%) berperilaku buruk. Pada kelompok kontrol terdapat 37 responden (84%) berperilaku baik dan 19 responden (47,5%) berperilaku buruk. Hasil analisis bivariat didapat RO =5,842 denganp = 0,001. Simpulan studi ini adalah terdapat hubungan bermakna antara perilaku PSN 3M Plus terhadap kejadian DBD di Kelurahan Andalas.
Hubungan Faktor Risiko Terhadap Kejadian Sindroma Koroner Akut pada Pasien Dewasa Muda di RSUP Dr. M. Djamil Padang Anggita Tiara Pramadiaz; Muhammad Fadil; Henny Mulyani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.517

Abstract

AbstrakSumatera Barat merupakan provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi ke-4 di Indonesia. Sindroma Koroner Akut (SKA) merupakan suatu spektrum perjalanan aterosklerosis pada Penyakit Jantung Koroner (PJK). Prevalensi penyakit ini meningkat diperkirakan karena faktor risiko seperti; jenis kelamin, riwayat keluarga, diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia dan merokok. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan faktor risiko dengan kejadian SKA pada dewasa muda..Ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang yang dilakukan di RSUP.M. Djamil Padang dari Juni 2014 sampai Oktober 2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien SKA berusia < 45 tahun yang dirawat dari 1 Januari 2011 – 31 Desember 2013 sebanyak 66 orang sebagai subjek penelitian. Data  pasien didapatkan dari rekam medik. Data dideskripsikan dengan tabel dan dianalisis dengan uji chi-square dan regresi logistik.Distribusi frekuensi terbanyak pasien SKA terdapat pada laki-laki (74,2%), riwayat merokok (63,6%) dan hipertensi (37,9%). Hasil uji chi-square menunjukan terdapat hubungan antara hipertensi dan riwayat keluarga dengan kejadian SKA pada dewasa muda.Pasien dewasa muda dengan hipertensi berisiko terkena SKA 0,301 kali lebih besar.Hipertensi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian SKA pada pasien dewasa muda.Kata kunci: sindroma koroner akut, penyakit jantung koroner, faktor risiko AbstractWest Sumatra is the 4th highest province in prevalence of heart disease in Indonesia. Acute Coronary Syndromes (ACS) is a spectrum of atherosclerosis in Cardiac Heart Disease (CHD). The prevalence of this disease has increased related to risk factors,such as; gender, family history, diabetes mellitus, hypertension  and smoking. The objective of tthis study was to determine the relationship of risk factors of ACS in young adults.This was an analytic observational cross-sectional design conducted at Dr.M. Djamil Padang Hospital from June 2014 - October 2014. The populations were ACS patients age < 45 years old which hodpitalized from January 1st  2011 - December 31st  2013 to 66 samples as research subject.The data was retrieved from medical record. Data described in tables and analyzed with the chi-square test and logistic regression.The frequency distributions of most ACS patients are males (74,2%), smoking history (63,6%), and  hypertension (37,9%). Chi-square test result shows that hypertension and family history are related to ACS events in young adults. ACS events are more likely to occur 0,301 times in young adults with hypertension. Hypertension is the most influencing factor of ACS events in young adults.Keywords: acute coronary syndromes, coronary heart disease, risk factors
Hubungan Riwayat Pola Pemberian ASI Eksklusif dengan Perkembangan Anak PraSekolah di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Nurul Aini; Eva Chundrayetti; Rika Susanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.694

Abstract

Pemberian  ASI  ekslusif  sebagai  makanan  terbaik  untuk  bayi  di  enam  bulan pertama  kehidupan belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini d sebabkan berbagai factor baik internal maupun eksternal. Hal ini di tunjukkan dengan cakupan ASI eksklusif yang belum mencapai target. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan riwayat pola pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan anak prasekolah. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik cross sectional, dilaksanakan dari Februari 2016 sampai Januari 2017 di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling, sehingga didapatkan 110 anak prasekolah berusia 4-6 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner ASI dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil penelitian menunjukkan dari 110 sampel didapatkan 43 anak prasekolah yang mendapatkan ASI eksklusif, diperoleh perkembangan yang sesuai usia sejumlah 37 anak (86,0%) sedangkan 5 anak (11,6%) meragukan dan penyimpangan sebesar 1 anak (2,3%). Dari 67 anak prasekolah yang tidak ASI eksklusif, ada sebanyak 40 anak (59,7%) anak dengan perkembangan sesuai usianya , 23 anak (34,3%) meragukan dan 4 anak (6%) mengalami penyimpangan. Hasil uji analisis chisquare diperoleh nilai p=0.013 (p<0.05), Simpulan studi ini adalah ada hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan anak prasekolah.

Page 49 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue