cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Orbital Cellulitis Rince Liyanti; Getry Sukmawati; Havriza Vitresia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1117

Abstract

Selulitis orbital merupakan penyakit serius yang mengancam jiwa, ditandai dengan infeksi jaringan lunak di bagian posterior septum orbital. melibatkan jaringan lunak orbita. Trombosis sinus kavernosa merupakan tahapan akhir infeksi orbita yang meluas ke intra cranium, ditandai dengan penurunan kesadaran dan gejala rangsangan meningeal. Dipresentasikan tiga kasus selulitis orbital dengan klinis khas yang sangat berbeda. Pilihan terapi diberikan diberikan berdasarkan gejala klinis. Tidak ada kesepakatan tentang antibiotik terbaik untuk digunakan, golongan antibiotik β-laktam selama 4-6 minggu masih direkomendasikan sebagai agen lini pertama, dan untuk kasus thrombosis sinus kavernosus, antibiotik meropenem dan vankomisin selama 6-8 minggu merupakan terapi utama. Observasi lanjutan dan pemeriksaan radiografi dapat dilakukan sesuai indikasi. Manajemen yang tepat dari pasien selulitis orbita memerlukan multidisiplin tim. Diagnosis cepat dan terapi yang tepat diharapkan bermanfaat untuk perbaikan visual dan klinis yang baik, meskipun kadang masih terdapat gejala residual seperti sikatrik kornea dan trichiasis. Selulitis orbital merupakan kasus yang mengancam jiwa, karena penyebaran infeksi yang dapat mencapai intrakranial. Diharapkan dengan diagnosis cepat dan pemberian antibiotik agresif berdasarkan gejala klinis dapat menyelamatkan nyawa pasien.
Pengaruh Aktivitas Fisik Menggunakan YMCA Step Test terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Faiz Chalidzar; Arnelis Arnelis; Aisyah Elliyanti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1154

Abstract

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan adanya pengeluaran energi. Aktivitas fisik rutin akan meningkatkan kepekaan terhadap insulin, yang berfungsi untuk mengambil gula darah selama dan setelah beraktivitas. Tujuan: Mengetahui pengaruh aktivitas fisik menggunakan YMCA Step-Test terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik numerik komparatif berpasangan dengan desain cross sectional dengan cara pre-post test pada 40 data primer. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Ada penurunan rerata kadar gula darah dari 93,9 mg/dL menjadi 85,4 mg/dL, secara statistik terdapat perbedaan bermakna (p<0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna antara aktivitas fisik menggunakan YMCA Step Test terhadap kadar gula darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Gambaran Pemenuhan Hak Anak serta Faktor-Faktor yang Mendukung pada Klaster Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan dalam Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak Kota Bukittinggi tahun 2019 Darmayanti Darmayanti; Nur Indrawaty Lipoeto
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1107

Abstract

AbstrakSalah satu upaya pemerintah untuk mendukung pemenuhan dan perlindungan hak anak dengan mengembangkan Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA). Kota Bukittinggi sudah menginisiasi kebijakan KLA sejak tahun 2015, tetapi masih ada permasalahan anak yang harus di selesaikan dalam mewujudkan KLA. Tujuan: Melihat gambaran pemenuhan hak anak dan faktor-faktor yang mendukung pada klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan dalam mewujudkan KLA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 105 ibu yang mempunyai anak usia ≤18 tahun. Hasil: Ditemukan belum tercapainya target AKB dan AKABA penimbangan balita, ASI Ekslusif, dan imunisasi, serta masih ada anak yang merokok. Ketersedian sarana  dimana  ibu balita sudah memanfaatkan ruang menyusui namun fasilitas yang masih kurang. Pelayanan puskesmas sudah ramah anak, rumah tangga sudah mendapatkan akses air bersih, namun akses remaja untuk mendapatkan pelayanan reproduksi masih kurang. Tingkat pengetahuan dan partisipasi masyarakat cukup baik disertai dengan persepsi masyarakat yang sudah baik terhadap implementasi KLA. Simpulan: Kebijakan KLA di Kota Bukittinggi belum signifikan dalam mencapai target indikator KLA. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah perlu penguatan komitmen dari stakeholders, pelaksana dan masyarakat, perlu perencanaan yang terkoordinasi, pelaksanaan yang terintegrasi dan termonitoring dengan optimal. 
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Bidan Praktek dalam Pelayanan Kebidanan pada Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018 Timmy Larasati; Hafni Bachtiar; Syamel Muhammad
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1140

Abstract

AbstrakKeikutsertaan bidan praktek pada program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih rendah, sehingga dapat mempengaruhi angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Berdasarkan studi awal pendahuluan yang dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat, dari 87 bidan praktek hanya 30 bidan yang bekerjasama dengan BPJS (34,4%). Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan bidan praktek dengan BPJS. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional comparative design study. Penelitian dilakukan di Bidan Praktek Kabupaten Pasaman Barat September sampai Juli 2019. Sampel penelitian adalah bidan praktek sebanyak 36 orang secara simple random sampling. Hasil: Penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan bidan (p=0,094), tidak terdapat hubungan antara sikap dengan keikutsertaan bidan (p=1,000), tidak terdapat hubungan antara motivasi dengan keikutsertaan bidan (p=0,077). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan motivasi dengan keikutsertaan bidan pada program BPJS dan motivasi merupakan variabel yang paling dominan dalam penelitian ini. 
Tumor Testis Methachronous Bilateral Dengan Histopathology Berbeda Siska Rama Zirti; Etriyel Myh; Peri Eriad Yunir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1190

Abstract

Kanker testis adalah keganasan padat paling umum pada pria antara usia 15 hingga 35 tahun dan insidensinya telah meningkat secara signifikan selama dua dekade terakhir. Tumor sel germinal adalah jenis kanker testis yang paling umum terjadi. Namun, tumor testis kurang umum di Asia dibandingkan dengan negara-negara barat, kejadiannya sangat rendah yaitu 0,4 per 100.000 populasi. Mereka selanjutnya diklasifikasikan sebagai seminoma dan non-seminoma. 40% dari semua tumor sel germinal adalah seminoma. Pasien dengan kanker testis unilateral adalah 500 - 1.000 kali lebih mungkin untuk mengembangkan karsinoma testis di testis kontralateral. Tumor sel germinal testis bilateral adalah entitas yang sangat langka, dan insidensinya berkisar dari 1% hingga 5% seperti yang diterbitkan sebelumnya dalam seri besar. Mereka terjadi secara metakron pada 80- 85% kasus dan serempak pada 15-20% kasus. Kami menyajikan kasus tumor testis methachronous bilateral dengan histopatologi yang berbeda pada pria berusia 29 tahun dengan hasil hystopatologycal adalah skrotum seminoma kiri, dan skrotum kanan adalah tumor kantung kuning telur. Kata kunci: Tumor testis, tumor testis methacronous bilateral, histologi berbeda
Hubungan Cryotherapy terhadap Mukositis Oral pada Pasien Kanker Payudara dengan Kemoterapi di Ruangan Kemoterapi Rumah Sakit M. Djamil Padang Anggra Trisna Ajani; Hema Malini; Rika Fatmadona
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1093

Abstract

Mukositis oral merupakan salah satu efek samping yang paling sering muncul pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Mukositis oral dapat mengakibatkan terjadi gangguan fungsi integritas rongga mulut sehingga menimbulkan rasa nyeri hebat yang dapat mengakibatkan penundaan pengobatan kemoterapi untuk siklus berikutnya. Mukositis oral juga dapat mengurangi dosis pada kemoterapi yang akan dijalani oleh pasien sehingga pengobatan kanker tidak bisa optimal di lakukan. Tujuan: Menentukan hubungan cryotherapy terhadap mukositis oral pada pasien kanker payudara dengan kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Ada 32 orang responden yang menjadi sampel, terdiri dari dua kelompok. Intervensi pada penelitian ini yaitu cryotherapy. Cryotherapy diberikan sewaktu kemoterapi dilaksanakan sampai dengan 14 hari setelah kemoterapi dengan durasi 20 menit sekali sehari. Penilaian mukositis oral dengan menggunakan lembaran observasi OAG (Oral Assesment Guide). Penilaian OAG di lakukan sebelum cryotherapy dan hari ke-14 setelah kemoterapi. Hasil: Ada hubungan cryotherapy dengan penurunan skala mukositis oral pada pasien kanker payudara (p value 0,013). Cryotherapy dapat menyebabkan terjadinya vasokonstriksi pada daerah rongga mulut, mengurangi aliran darah yang membawa obat kemoterapi mencapai area mukosa mulut lebih sedikit. Simpulan: Cryotherapy mampu menurunkan skala mukositis oral pada pasien kanker payudara dengan kemoterapi kombinasi 5-fluorouracil.
Gambaran Keakuratan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Marisih Damanik; Rahmi Fahmy; Leni Merdawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1131

Abstract

AbstrakDokumentasi asuhan keperawatan harus dilakukan dengan lengkap dan akurat karena merupakan pertahanan diri perawat terhadap tuntutan juga sebagai bukti bahwa asuhan keperawatan benar telah dilakukan. Tujuan: Mengidentifikasi keakuratan dokumentasi asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap salah satu rumah sakit di Sumatera Barat. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan observasi terhadap dokumen rekam medis. Sampel adalah 305 dokumen dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah D-Cath Instrument. Hasil: Keakuratan pengkajian keperawatan sebagian lengkap (76,7%), keakuratan diagnosis keperawatan hanya mengandung masalah keperawatan saja (957%), keakuratan intervensi keperawatan tidak ada tindakan/aktifitas keperawatan (81,3%), keakuratan catatan perkembangan dan evaluasi sebagian lengkap (63,9%) dan legibility/keterbacaan kualitas baik (69,2%). Simpulan: Keakuratan dokumentasi asuhan keperawatan masih kurang, untuk itu masih perlu ditingkatkan lagi melalui pelatihan. 
Open Reduction of the Isolated Anterior Frontal Sinus Fracture Bonny Murizky; Al Hafiz Al Hafiz
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1168

Abstract

AbstractThe anterior wall of the frontal sinus is extremely resilient to injury. Incidents involving high-velocity impact, such as motor vehicle accidents, gunshots and sports injuries, may result in frontal sinus fractures. Clinical symptoms are associated with location and the severity. The best way to diagnose with a combination of clinical examination and CT scan. The management is mostly based on open reduction and internal fixation. The objectives was the importance of doing right management in patients with frontal sinus fracture. Reported a case of maxillofacial multiple fractures (right frontal fracture + right maxilla fracture) in a 28-year-old man, performed open reduction and internal fixation. Frontal sinus fracture is a fracture generally occurs due to traffic accidents. Anamnese of patient complaints and symptoms, physical examination and 3D CT scan can help make the diagnosis, and surgeons should give attention to the management criteria to prevent complication. 
Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 8(4) Gitelman Syndrome Venni Dimitri; Drajat Priyono
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1122

Abstract

AbstrakGitelman syndrome (GS) adalah gangguan tubular ginjal bersifat autosom resesif yang ditandai dengan hipokalemia, alkalosis metabolik, hipomagnesemia dan hipokalsiuria. Gitelman syndrome biasanya muncul pada usia remaja atau dewasa muda namun sering tidak terdiagnosis sampai akhir masa kanak-kanak atau bahkan dewasa Prevalensi GS diperkirakan 1-10 : 40.000. Manifestasi klinis berupa tetani, parestesia, cepat lelah atau kelemahan umum, poliuria, nokturia. Gitelman syndrome yang berat berupa perubahan status mental, kejang fokal, kondrokalsinosis, rabdomiolisis, kelemahan dan aritmia ventrikuler. Telah dilaporkan pasien wanita 23 tahun dengan keluhan utama penurunan kesadaran, disertai kelemahan ekstremitas, poliuria, dan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak mengantuk,kekuatan motorik keempat ekstremitas menurun. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan kadar kalium 1,3 mmol/l, magnesium 1,8 mg/dl, kalsium urin 86,3 mg/24 jam serta analisis gas darah dengan kesan asidosis respiratorik dengan gagal napas tipe II. Setelah kondisi pasien stabil didapatkan hasil analisis gas darah alkalosis metabolik. Terapi pada pasien adalah terapi substitusi dengan pemberian kalium intravena.
Kesesuaian Pemeriksaan Aglutinasi Lateks Dengan BTA Mikroskopis untuk Mengidentifikasi Pasien Tuberkulosis Prima O Damhuri; Netti Suharti; Efrida Efrida; Masrul Basyar; Andani E Putra
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1S.1159

Abstract

Pemeriksaan aglutinasi merupakan teknik pemeriksaan yang sederhana, cepat, murah, dan tidak memerlukan keahlian kusus dalam pemeriksaannya. Uji aglutinasi lateks merupakan suatu pemeriksaan berdasarkan reaksi aglutinasi yang terbentuk akibat interaksi antara antigen dan antibodi. Pemeriksaan yang paling sering dilakukan dilaboratorium kesehatan untuk mengidentifikasi Mycobacterium tuberculosis adalah pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) mikroskopis. Tujuan: Mengetahui kesesuaian antara pemeriksaan aglutinasi lateks dan pemeriksaan BTA mikroskopis untuk mengidentifikasi pasien tuberkulosis. Metode: Penelitian ini merupakan uji diagnostik aglutinasi lateks menggunakan antibodi poliklonal dengan rangcangan crossectional. Pemeriksaan dilakukan terhadap 100 orang pasien suspek tuberkulosis di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Januari 2018 sampai dengan Januari 2019. Sampel sputum direaksikan dengan reagen lateks dan diamati ada tidaknya terbentuk. Kesesuaian pemeriksaan uji aglutinasi lateks dibandingkan dengan pemeriksaan BTA mikroskopis. Hasil: Nilai koefisien kappa sebesar 0,473 (p=0,000) menunjukkan kesepatan antara pemeriksaan aglutinasi lateks dan BTA mikroskopis cukup (k 0,41-0,60). Simpulan: Uji aglutinasi lateks dengan pemeriksaan BTA mikroskopis untuk mengidentifikasi pasien tuberkulosis pada sampel sputum memiliki nilai kesepakatan yang cukup.

Page 90 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue