cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Profil Penderita Leukemia Mieloblastik Akut di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang Bayu Rahmadin; Irza Wahid; Rismawati Yaswir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.728

Abstract

Jenis leukemia yang paling umum ditemukan pada orang dewasa adalah leukemia mieloblastik akut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penderita Leukemia Mieloblastik Akut di bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif yang dilaksanakan pada Februari – Mei 2015. Populasi penelitian ini adalah semua pasien leukemia mieloblastik akut yang dirawat di bagian penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang antara Januari 2014 sampai Desember 2014. Sampel untuk penelitian ini adalah bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu berjumlah 35 orang. Data diambil melalui rekam medis dan pengolahan data dilakukan secara manual. Hasil penelitian ditemukan pasien leukemia mieloblastik akut terbanyak pada kelompok umur 20-39 tahun sebanyak 16 orang (45,71%). Berdasarkan jenis kelamin, lebih banyak ditemukan pada perempuan sebanyak 18 orang (51,43%). Berdasarkan klasifikasi French-American-British (FAB), tipe leukemia mieloblastik akut yang terbanyak yaitu tipe M4 sebanyak 20 orang (57,14%). Sebanyak 17 orang mengalami anemia berat (48,57%). Terdapat 21 orang mengalami hiperleukositosis (60%). Seluruh pasien leukemia mieloblastik akut mengalami trombositopenia (100%). Terdapat 32 orang dengan presentasi blast >30% (91,43%).
Gambaran Hasil Uji Widal Berdasarkan Lama Demam pada Pasien Suspek Demam Tifoid Vika Rahma Velina; Akmal M. Hanif; Efrida Efrida
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.602

Abstract

AbstrakDiagnosis definitif demam tifoid adalah dengan biakan, tetapi pada beberapa daerah sering tidak tersedia fasilitas untuk biakan, maka cara lain untuk membantu menegakkan diagnosis yang praktis dan tersedia di rumah sakit yaitu uji Widal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil uji Widal pada pasien suspek demam tifoid. Penelitian ini dilakukan di Bagian Rekam Medik  RS Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah retrospektif deskriptif yang telah dilaksanakan dari Juli 2013 sampai Februari 2014. Jumlah sampel yang didapatkan adalah sebanyak 46 orang. Dari 46 sampel didapatkan hasil uji Widal dengan titer antibodi terhadap antigen O 1:80 sebanyak 6,51%, 1:160 sebanyak 73,89%, 1:320 sebanyak 19,54%, dan 1:640 sebanyak 0%. Titer antibodi terhadap antigen H 1:80 sebanyak 4,34%, 1:160 sebanyak 47,80%, 1:320 sebanyak 45,63%, dan 1:640 sebanyak 2,17%. Kesimpulan hasil studi ini ialah 1:160 adalah titer yang tersering ditemukan dengan titer antibodi terhadap antigen O tertinggi yakni 1:320 lebih sering ditemukan pada lama demam dengan rentang 6 – 8 hari sedangkan titer antibodi terhadap antigen H tertinggi yakni 1:640 ditemukan pada lama demam dengan rentang 6 – 8 hari.Kata kunci: demam tifoid, uji Widal, Salmonella typhi AbstractThe definitive diagnosis of typhoid fever is  proven by culture, but in some areas is often no way of culture. There is another examination that has been found to help the diagnosis that is practical and available in hospital which is called Widal test. The objective of this study was to describe the results of Widal test in patients with suspected typhoid fever. This research was conducted at the medical record of Dr. M. Djamil Padang Hospital. This is a descriptive research which was held in July 2013 – February 2014. The number of samples obtained are as many as 46 people.  The 46 samples obtained Widal test, the results was made with titres of antibodies against O antigens 1:80 as much as 6,51%, 1:160 as much as 73,89%, 1:320 as much as 19,54%, and 1:640 as much as  0%. Titers of antibodies against H antigens 1:80 as much as 4,34%, 1:160 as much as 47,80%, 1:320 as much as 45,63%, and 1:640 as much as 2,17%. The conclusion is 1:160 is the most often titres found in patients with suspected typhoid fever with the highest value of antibody titers against the O antigens that is 1:320, is more common in duration of fever with a range of 6-8 days and the highest value of antibody titers against H antigens that is 1:640 has found in duration of fever with range 6-8 days.Keywords: typhoid fever, Widal test, Salmonella typhi
Ekstrak Kelopak Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa Linn.) Mampu Memperbaiki Histopatologi Hepar Tikus Wistar yang Diberi Paparan Asap Rokok Arya Ulilalbab; Bambang Wirjadmadi; Merryana Adriani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.760

Abstract

Prevalensi penduduk di Indonesia usia ≥ 15 tahun yang merokok mengalami peningkatan. Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ekstrak kelopak rosella merah terhadap degenerasi hepatosit tikus wistar yang diberi paparan asap rokok. Total sampel 20 tikus jantan dan dibagi menjadi empat kelompok: perlakuan ekstrak kelopak rosella merah dosis 540 mg/bw, ekstrak kelopak rosella merah dosis 270 mg/bw, kontrol positif dan kontrol negatif. Kelompok perlakuan diberi pakan standar + ekstrak rosella dipagi hari dan setelah itu dipapar 2 rokok per hari. Kontrol positif diberi pakan standar + dipapar 2 rokok per hari. Kontrol negatif hanya diberi pakan standar. Penelitian dilakukan selama 28 hari. Diakhir penelitian, diamati gambaran histopatologi hepar. Pemberian ekstrak kelopak rosella merah dosis 270 mg/kg bb dan dosis 540 mg/kg bb dapat mencegah degenerasi hepatosit. Analisis degenerasi hepatosit dengan uji Kruska  Wallis pada   p<0,05 dan dilakukan uji lanjut Mann-Whitney. Simpulan studi ini ialah semua perlakuan dapat mencegah, bahkan bisa memperbaiki degenerasi hepatosit tikus wistar yang diberi paparan asap rokok.
Gambaran Faktor Risiko Timbulnya Tuberkulosis Paru pada Pasien yang Berkunjung ke Unit DOTS RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2015 Nurul Husna Muchtar; Deddy Herman; Yulistini Yulistini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.783

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi paru menular yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia terutama di negara berkembang. Timbulnya penyakit Tuberkulosis paru sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran distribusi frekuensi faktor risiko penyakit TB paru pada pasien yang berkunjung ke unit DOTS RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi adalah 77 orang, pengambilan sampelmenggunakan metode consecutive sampling untuk mendapatkan 65 orang. Penelitian dilakukan dari bulan Januari hingga Oktober 2015 di Unit DOTS RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data dianalisa secara komputerisasi dengan tampilan deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Didapatkan penderita TB paru dengan HIV negatif sebanyak 86,2%, tidak memiliki riwayat DM 87,7%, memiliki status gizi kurang sebanyak 66,2% dan berdasarkan riwayat konsumsi alkohol 98,5% bukan kelompok berisiko, serta 60% merupakan former smoker (mantan perokok). Sebagian besar penderita TB Paru tidak memiliki riwayat HIV, tidak memiliki faktor risiko DM dan berdasarkan riwayat konsumsi alkohol hampir semua pasien TB paru bukan kelompok risiko. Namun sebagian besar merupakan mantanperokok dan memiliki status gizi kurang.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian Ascariasis pada murid SD 27 Olo Kota Padang Selvi Dina Safitri; Eka Nofita; Dian Pertiwi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.687

Abstract

Penyakit infeksi kecacingan, khususnya Ascariasis masih merupakan salah satu masalah kesehatan bagi penduduk Indonesia. Prevalensi Ascariasis masih cukup tinggi di Padang, Sumatra Barat, terutama pada anak usia sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor yang berhubungan dengan kejadian ascariasis pada murid SD 27 Olo Kota Padang. Penelitian ini menggunakan studi analitik cross sectional pada 59 murid SD 27 Olo Kota Padang dari Februari 2016-Januari 2017. Faktor yang diteliti adalah tingkat pengetahuan ibu, higienitas perorangan, sanitasi lingkungan rumah, dan tingkat penghasilan orangtua. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,3% murid positif menderita ascariasis. Kejadian ascariasis lebih banyak ditemukan pada tingkat pengetahuan ibu yang cukup (21,9%), higienitas perorangan yang baik (20,8%), sanitasi lingkungan yang cukup (33,3%) dan tingkat penghasilan orangtua yang rendah (20,9%). Analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara sanitasi lingkungan dengan kejadian ascariasis. Tingkat pengetahuan ibu, higiene perorangan dan tingkat penghasilan orangtua tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian ascariasis.
Perbandingan Tekanan Darah Sebelum dan Sewaktu Melakukan Handgrip Isometric Exercise pada Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas M.Yoga Sefia Nurindra; Rahmatina B.Herman; Yenita Yenita
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.537

Abstract

AbstrakHipertensi dapat menyebabkan gangguan jantung yang serius sampai kematian. Handgrip isometric exercise adalah latihan yang melibatkan kontraksi otot lengan bawah dan tangan dengan melakukan cengkraman menggunakan handgrip dynamometer. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perubahan tekanan darah sewaktu melakukan handgrip isometric exercise. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan desain randomized crossover study yang melibatkan 24 orang subjek laki-laki dengan usia 20,7 ± 0,6 tahun dan BMI 21,8 ± 2,1 Kg/m2. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik yang signifikan sewaktu melakukan handgrip isometric exercise. Tekanan darah sistolik dari 115,2 ± 5,0 mmHg menjadi 135,0± 6,5 mmHg (p<0,05) dan diastolik 76,3± 5,0 mmHg menjadi 98,3 ± 8,7 mmHg (p<0,05). Pada kontrol terlihat penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan dari 113,8 ± 6,1 mmHg menjadi 111,5 ± 7,1 mmHg (p<0,05) dan diastolik penurunan tidak signifikan dari 75,0 ± 5,9 mmHg menjadi 72,9 ± 6,2 mmHg (p>0,05).  Pada penelitian ini disimpulkan bahwa tekanan darah meningkat sewaktu handgrip isometric exercise.Kata kunci: hipertensi, handgrip isometric exercise, tekanan darah AbstractHypertension can cause a serious heart problem and mortality. Handgrip isometric exercise is an activity involving contraction of forearm and hand muscle of one arm by pressing handgrip dynamometer. The objective  of  this study was to investigated blood pressure during handgrip isometric exercise. This research was an experimental study with randomized crossover design that involved 24 male subjects, age of 20,7 ± 0,6 years old and BMI 21,8 ± 2,1 Kg/m2. The results demonstrated significant increases in systolic and diastolic blood pressure during handgrip isometric exercise. Systolic blood pressure significantly increased from 115,2 ± 5,0 mmHg to 135,0 ± 6,5 mmHg (p<0,05) and diastolic from 76,3 ± 5,0 mmHg to 98,3 ± 8,7 mmHg (p<0,05). In control group, systolic blood pressure significantly decreases from 113,8 ± 6,1 mmHg to 111,5 ± 7,1 mmHg (p<0,05) and unsignificant decreased in diastolic blood pressure from 75,0 ± 5,9 mmHg to 72,9 ± 6,2 mmHg (p>0,05). It can be concluded that blood pressure increased during handgrip isometric exercise.Keywords: hypertension, handgrip isometric exercise, blood pressure
Hubungan Jumlah Trombosit dengan Nilai Hematokrit pada Penderita Demam Berdarah Dengue dengan Manifestasi Perdarahan Spontan di RSUP Dr. M. Djamil Padang Wardhy Arief Hidayat; Rismawati Yaswir; Arina Widya Murni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.719

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Pemeriksaan jumlah trombosit dan nilai hematokrit menjadi indikator diagnosis DBD. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan jumlah trombosit dengan nilai hematokrit pada penderita demam berdarah dengue dengan manifestasi perdarahan spontan di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian retrospektif telah dilakukan terhadap 138 pasien DBD di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2013 – Desember 2013. Data yang diambil dari Instalasi Rekam Medis adalah jumlah trombosit dan nilai hematokrit yang diperiksa dengan menggunakan alat otomatis Pentra-60. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata jumlah trombosit adalah 49.779 ± 35.058 sel/mm3, sedangkan rata-rata nilai hematokrit adalah 43,6 ± 6,4%. Analisis data hubungan jumlah trombosit dan nilai hematokrit didapatkan nilai koefisien korelasi Spearman (r) sebesar -0, 047 dan nilai signifikasi p>0,05. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah trombosit dengan nilai hematokrit.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Preeklampsia Berat di Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi Tahun 2012 - 2013 Siqbal Karta Asmana; Syahredi Syahredi; Noza Hilbertina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.591

Abstract

AbstrakPreeklampsia dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang membahayakan bagi ibu dan janin, sehingga dapat menimbulkan kematian.  Beberapa faktor risiko seperti usia yang ekstrem (<20 &>35 tahun) dan nuliparitas. Keduanya merupakan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Tujuan  penelitian ini adalah menentukan hubungan usia dan paritas dengan kejadian preeklampsia berat. Telah dilakukan penelitian di Bagian Rekam Medis Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi terhadap data semua pasien rawat inap obstetri dan ginekologi tahun 2012 – 2013.  Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional study. Analisis penelitian menggunakan ratio prevalence dan chi-square test dengan derajat kepercayaan 95%. Penelitian ini menemukan 162 kasus (4,99%) preeklampsia berat. Proporsi kasus terbesar ditemukan pada kelompok usia ekstrem (9,90%) dan kelompok multiparitas (8,68%). Analisis ratio prevalence menyimpulkan bahwa usia ekstrem merupakan faktor risiko preeklampsia berat (RP= 1,476; CI= 1,094 – 1,922), dan nuliparitas belum dapat ditentukan apakah merupakan faktor risiko atau faktor protektif (RP= 0,765; CI= 0,565 – 1,034). Berdasarkan analisis dengan chi-square test, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan preeklampsia berat (p= 0,014<0,05) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan preeklampsia berat (p= 0,096>0,05).Kata kunci: preeklampsia, faktor risiko, usia, paritas AbstractPreeclampsia can cause the complication that endanger maternal and fetal, until death. There are many risk factors like extreme age (<20 & >35 years) and nuliparity that can not modify. The objective of this study was to  determine the relationship of maternal age and parity to the incidence of severe preeclampsia.  The research conducted at Medical Record Division of Achmad Mochtar Hospital Bukittinggi about data of all hospitalized patients of obstetrics and gynecology on 2012 – 2013. This research used the analytical method with cross sectional study. Analysis of this research used ratio prevalence and chi-square test with degree of confidence 95%. This research  found 162 case (4.99%) severe preeclampsia. The highest proportion of this case was the extreme age groups (9.90%) and multiparity group (8.68%). Analysis with the ratio prevalence concluded that extreme age is a risk factor for severe preeclampsia (RP=1.476; CI= 1.094 – 1.922) and nuliparity can not determined wheather a risk factor or protective factor (RP= 0.765; CI= 0.565 – 1.034). Analysis with chi-square test concluded that there is a significant relationship between age with severe preeclampsia (p= 0.014<0.05) and there is no significant relationship between parity with severe preeclampsia (p= 0.096>0.05).Keywords: preeclampsia, risk factors, age, parity
Pengaruh Pemberian Gel Lidah Buaya (Aloe vera) Terhadap Gambaran Histopatologi Gaster Tikus Wistar yang Diinduksi Indometasin Alan Mustaqim; Aswiyanti Asri; Almurdi Almurdi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.751

Abstract

Indometasin dikonsumsi untuk mendapatkan efek analgetik, antipiretik dan antiinflamasi, namun memiliki efek samping yang menyebabkan kerusakan mukosa gaster. Gel lidah buaya (Aloe vera) mungkin dapat memperbaiki mukosa gaster. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) terhadap gambaran histopatologi gaster tikus wistar. Penelitian ini dilakukan dari Juli 2015 sampai Januari 2016 di Animal House FK Unand dan Laboratorium Patologi Anatomi FK Unand. Penelitian ini dilakukan pada tikus putih strain Wistar jantan (n=24) dan dibagi dalam 4 kelompok perlakuan yaitu kontrol (indometasin 30 mg/kgBB), perlakuan 1 (indometasin + gel lidah buaya 1 ml), perlakuan 2 (indometasin + gel lidah buaya 2 ml), perlakuan 3 (indometasin + gel lidah buaya 3 ml). Pengamatan dilakukan pada hari ke-14. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik One- way Anova dilanjutkan Post Hoc LSD dengan α=0,05. Pemeriksaan histopatologi gaster menunjukkan bahwa kerusakan mukosa paling berat ditemukan pada kelompok kontrol dengan skor rata-rata integritas mukosa 1,80, kemudian kelompok perlakuan 3 (1,23), kelompok perlakuan 1 (0,93), dan paling sedikit kerusakan pada kelompok 2 (0,77). Terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok kontrol dengan perlakuan 1 ataupun perlakuan 2, sementara antara kelompok kontrol dengan perlakuan 3 tidak signifikan. Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh pemberian gel lidah buaya (Aloe vera) terhadap perbaikan kerusakan mukosa gaster tikus wistar yang diinduksi indometasin dengan dosis gel 1ml dan 2ml.
Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Anak Usia 3-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang 2014 Gustiva Sari; Gustina Lubis; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.528

Abstract

AbstrakStatus gizi yang buruk merupakan salah satu penyebab kematian pada anak. Jumlah anak dengan status gizi kurang dari tahun 2011 ke tahun 2012 di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo mengalami peningkatan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan pola makan dengan status gizi pada anak usia 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan pola makan sebagai variabel independen dan status gizi sebagai variabel dependen. Populasi penelitian ini adalah semua anak usia 3-5 tahun yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Pengambilan subjek menggunakan teknik simple random sampling yang dibuat secara proporsional. Analisis data menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian yang didapatkan 68% anak dengan pola makan yang baik mempunyai status gizi normal, dan 11% anak dengan pola makan tidak baik mengalami kekurusan. Hasil uji statistik menunjukkan pola makan mempunyai hubungan dengan status gizi (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang antara pola makan dengan status gizi. Penerapan pola makan yang baik pada anak maka status gizi anak akan menjadi baik.Kata kunci: pola makan, status gizi, anak usia 3-5 tahun AbstractMalnutrition is one of the cause of childhood deaths. The year of 2011 until 2012, the cases of children with malnutrition in area of Nanggalo Health Center was increased. The objective of this study was to determine the correlation  diet on nutritional status in children aged 3-5 years old in area of Nanggalo Health Center. This research used cross-sectional study, the diet as the independent variable and nutritional status as the dependent variable. The population was all of children aged 3-5 years in area of Nanggalo Health Center. Subjects was taken by using simple random sampling technique with proportionally. The data analysis was Fisher test. The results of the study found 68% of children with a good diet have normal nutritional status, and 11% of children with a bad diet have a stunting. The Statistic results showed that diet has a relationship on nutritional status (p = 0.000). Keywords: diet, nutritional status, children aged 3-5 year old

Page 88 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue