cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Akut pada Balita di Kelurahan Lubuk Buaya Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2013 Silvia Rane; Yusri Dianne Jurnalis; Djusmaini Ismail
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.710

Abstract

Pengetahuan ibu mengenai diare merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya diare akut seperti ketidaktahuan ibu akan penyebab diare, bagaimana cara penularan diare, dan cara pencegahan diare. Hal ini menyebabkan angka kejadian diare akut menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya. Metode penelitian adalah analitik dan pengolahan data menggunakan uji chi-square. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang dari bulan Juli hingga bulan Agustus 2013. Ada 40 subjek penelitian dengan usia rata-rata responden yaitu 29,93 tahun, tingkat pendidikan terbanyak yaitu lulusan SLTA 18 orang (45%) dan responden dengan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga 27 orang (67,5%). Pengetahuan ibu mengenai diare dengan tingkat pengetahuan sedang 27 orang (67,5%), rendah 8 orang (20%) dan tinggi sebanyak 5 orang (12,5%). Kejadian diare akut pada balita sebanyak 23 orang (57,5%) dan yang tidak mengalami diare akut 17 orang (42,5%). Berdasarkan hasil uji chi-square, tingkat pengetahuan ibu tidak memiliki hubungan dengan kejadian diare akut pada balita dengan p<0,749 (nilai p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya Padang.
Hubungan Paparan Asap Rokok Lingkungan dengan Kejadian Dismenorea Primer Rifki YS; Ermawati Ermawati; Irvan Medison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.582

Abstract

AbstrakDismenorea primer lebih sering terjadi dibanding dismenorea sekunder dengan insiden tersering pada remaja dan usia 20-an. Penyebab tersering dismenorea primer adalah karena tingginya prostaglandin yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah akibat dari nikotin yang terkandung dalam paparan asap rokok lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara paparan asap rokok lingkungan dengan kejadian dismenorea primer pada mahasiswi pendidikan dokter  Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sebanyak 95 mahasiswi yang dipilih dengan teknik propotional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh responden yang kemudian dianalisis melalui uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kejadian dismenorea primer pada mahasiswi pendidikan dokter  Fakultas Kedokteran Universitas Andalas adalah 71.6%. Mahasiswi yang terpapar asap rokok lingkungan adalah 32.6%. Hasil uji  chi-square menunjukkan bahwa paparan asap rokok lingkungan (p=0.020) memiliki hubungan dengan kejadian dismenorea primer. Disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswi mengalami dismenore primer dan sepertiganya terpapar asap rokok lingkungan, serta terdapat hubungan bermakna antara paparan asap rokok lingkungan dengan kejadian dismenorea primer.Kata kunci: dismenorea primer, asap rokok lingkungan, mahasiswi AbstractPrimary dysmenorrhoea is more common than the incidence of the most common secondary dysmenorrhoea in adolescents and 20s. The most common cause of primary dysmenorrhoea is due to the high prostaglandin which can be caused by several factors, one of which is a result of the nicotine contained in cigarette smoke exposure environment. The objective of this study was to determine there relationship between environmental tobacco smoke exposure on the incidence of primary dysmenorrhoea Student Medical Education Faculty of Medicine, University of Andalas.This study used a cross sectional design. The 95 students were selected by Proportional random sampling technique. Data were collected through questionnaires, then analyzed by Chi-square test .The results showed that the distribution of the incidence of primary dysmenorrhoea in physician education student of the Faculty of Medicine, University of Andalas was 71.6% . While the student is exposed to environmental smoke is 32.6 %. The results of chi-square statistical test showed that environmental tobacco smoke exposure ( p = 0.020 ) had a relationship with the incidence of primary dysmenorrhoea .From the results, it can be concluded that the Student Pre-clinic Medical Education Program Faculty of Medicine, University of Andalas 2013-2014 school year are subjected to one-third of primary dysmenorrhea and environmental exposure to cigarette smoke, and there is a significant relationship between environmental tobacco smoke exposure with the incidence of primary dysmenorrhoea. Keywords:  primary dysmenorrhoea, environmental tobacco smoke exposure, students
Distribusi Fraktur Femur Yang Dirawat Di Rumah Sakit Dr.M.Djamil, Padang (2010-2012) Vithiya Chandra Sagaran; Menkher Manjas; Rosfita Rasyid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.742

Abstract

Fraktur adalah suatu diskontinuitas susunan tulang yang disebabkan oleh trauma atau keadaan patologis. Kecelakaan lalu-lintas merupakan pembunuh nomor tiga di Indonesia, setelah penyakit  jantung koroner dan tuberkulosis. Salah satu insiden kecelakaan yang memiliki prevalensi cukup tinggi adalah fraktur pada femur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi fraktur femur yang dirawat di rumah sakit Dr. M. Djamil, Padang periode 2010 hingga 2012. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif mengunakan rekam medik pasien fraktur femur. Data penelitian disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi. Hasil dari penelitian ini didapatkan fraktur femur banyak terjadi pada lak -laki usia 17-25 tahun dan penyebab terbanyak adalah cedera traumatik seperti kecelakaan. Fraktur femur banyak terjadi di bagian medial femur dan merupakan fraktur tertutup. Penanganan fraktur femur dirawat dengan operasi iaitu reduksi fiksasi internal terbuka.
Identifikasi Bahaya dan Risiko Keselamatan Kerja Pada Saat Overhaul di Area Kiln PT. X tahun 2017 Surika Martalina; Husna Yetti; Yuniar Lestari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.774

Abstract

Overhaul merupakan perbaikan mesin atau alat secara total yang dilakukan oleh perusahaan supaya kinerja mesin atau alat bekerja dengan baik. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang banyak dengan waktu yang telah di tentukan serta tekanan kerja yang tinggi berisiko terjadinya kecelakaan kerja pada saat overhaul. Pengurangan terjadinya kecelakaan kerja maka dibutuhkan penelitian tentang Identifikasi bahaya dan risiko keselamatan kerja pada saat overhaul di area kiln PT X. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bahaya dan risiko keselamtaan kerja pada saat overhaul di area kiln PT X. Studi ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode triangulasi dan semi kuantitatif berdasarkan Australian Standard/New Zealand Standard (AS/NZS) 4360:2004. Hasil penelitian mendapatkan 91 bahayadan 126 risiko yang teridentifikasi dan sebagian besar dari kegiatan di area kiln adalah pemasangan scaffolding, pengelasan dan bongkar pasang alat yang rusak. Perusahaan ini perlu melakukan training Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada pekerja serta menumbuhkan budaya peduli antara pekerja agar tindakan unsafe action tidak terjadi.
Gambaran Klinis dan Endoskopi Saluran Cerna Bagian Atas Pasien Dispepsia di Bagian RSUP Dr. M. Djamil Padang Citra Yuriana Putri; Arnelis Arnelis; Asterina Asterina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i2.519

Abstract

AbstrakDispepsia ialah suatu sindrom yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, perut rasa penuh/begah. Salah satu alat diagnostik untuk dispepsia adalah endoskopi. Alat ini dapat menentukan jenis lesi dan lokasi lesi pada saluran cerna atas pasien dispepsia. Tujuan penelitian ini adalah mementukan frekuensi keluhan, derajat keluhan, insiden pasien dispepsia yang mengalami tanda bahaya berdasarkan jenis kelamin, faktor risiko dispepsia, diagnosis endoskopi  dan lokasi lesi saluran cerna atas pasien dispepsia. Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional. Subjek penelitian  terdiri dari 54 orang pasien dispepsia yang dilakukan pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi (EGD) di RSUP Dr. M. Djamil dari Mei hingga Juni 2014. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuisioner melalui wawancara, pencatatan hasil pemeriksaan endoskopi. Hasil penelitian didapatkan bahwa keluhan terbanyak dari pasien dispepsia adalah nyeri ulu hati (98,15%), derajat keluhan terbanyak adalah derajat sedang (38,89%), insiden tanda bahaya lebih banyak pada pria, faktor risiko terbanyak adalah konsumsi makanan berlemak (92,59%), diagnosis endoskopi dispepsia terbanyak adalah gastritis (61,11%), lokasi lesi saluran cerna atas terbanyak adalah gaster (85,19%). Kata kunci: dispepsia, gambaran klinis, endoskopi AbstractDyspepsia is a syndrome that consist of pain or discomfort in upper abdominal, bloating, nausea, vomiting, bletching, early satiation  and post-prandial fullness. One of the diagnostic tool for dyspepsia was endoscopy. It can be determined the type and the location of upper gastrointestinal’s lesions in patient with dyspepsia. The objective of this study was to determined the frequency of dyspepsia’s complaints, the degree of dyspepsia’s complaints, the incident of alarm sign based on gender, the frequency of  risk factors of dyspepsia, endoscopic diagnosis and the location of upper-gastrointestinal’s lesions in patient with dyspepsia. The design of this research was an observational descriptive study. The subject of this study are consist of 54 patients with dyspepsia who have performed esophagogastro- duodenoscopy  (EGD) examination in Integrated Diagnostics Installation of Dr. M. Djamil Hospital Padang from May to June 2014. Data were collected by filling the questionnaire through an interview, recording the results of endoscopic examination. The results showed that the majority of dyspepsia patients’ complaints were heartburn (98.15%), the degree of complains is moderate (38.89%), the incidence of alarm sign most experienced by male, the most  risk factor of dyspepsia was the consumption of fatty foods (92.59%), the most endoscopic diagnosis of dyspepsia was gastritis (61.11%), and the most upper gastrointestinal lesion of dyspepsia was located in gastric (85.19%)Keywords: dyspepsia, clinical findings, endoscopy
Hubungan Stimulasi Psikososial dengan Perkembangan Anak Usia 3-72 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang Sri Mulyanti; Eva Chundrayetti; Masrul Masrul
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.701

Abstract

Perkembangan merupakan salah satu indikator kesehatan anak. Masa 3-72 bulan pertama adalah periode penting untuk mencapai perkembangan optimal anak. Dalam hal ini, stimulasi psikososial berperan dalam merangsang saraf dan otot untuk mencapai perkembangan sesuai dengan umur anak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan stimulasi psikososial dengan perkembangan anak usia 3-72 bulan di wilayah kerja puskesmas Lubuk Begalung Padang dilakukan penelitian berdesain cross-sectional dengan sampel sebanyak 163 anak berumur 3-72 bulan. Perkembangan anak diukur menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Stimulasi psikososial diukur menggunakan instrumen Home Observation for Measurement of the Environtment (HOME). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,8% anak memiliki perkembangan sesuai, 36,2% meragukan dan  8,0% menyimpang. Stimulasi psikosial terbanyak pada kategori sedang sebesar 74,8%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stimulasi psikososial dengan perkembangan anak (p=0,666).
Hubungan Aktivitas Fisik Harian dengan Gangguan Menstruasi pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Putri Anindita; Eryati Darwin; Afriwardi Afriwardi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.570

Abstract

 AbstrakGangguan menstruasi dapat menimbulkan stres dan menurunkan kualitas hidup wanita. Gambaran menstruasi seseorang dapat memperlihatkan keadaan fungsi reproduksi seseorang dan risiko mengalami berbagai penyakit. Aktivitas fisik diperkirakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi terjadinya gangguan menstruasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi. Desain penelitian  menggunakan cross sectional study dengan jumlah subjek 90 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2011-2013. Data didapatkan dari kuisioner yang diisi langsung oleh masing-masing responden yang kemudian dianalisis denga uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan gangguan menstruasi terjadi pada 73,3% mahasiswi dengan gangguan yang paling sering terjadi yaitu dysmenorrhea sebanyak 63,3%. Sebagian besar mahasiswi tersebut memiliki aktivitas fisik harian yang cukup menurut rekomendasi WHO yaitu sebanyak 60%. Berdasarkan uji chi-square, tidak ditemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi (p= 0,846). Kesimpulan ialah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik harian dan gangguan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.Kata kunci: aktivitas fisik, gangguan menstruasi, mahasiswi FK AbstractMenstrual disorder is often cause stress and decrease the life quality of a woman. Menstrual pattern can describe the condition of reproduction function and risk of having several disease. Physical Activity is considered as one of the way to reduce menstrual disorder. The objective of this study was to determine the association between daily physical activity and menstrual disorder.This  study  used cross sectional design on 90 female medical student of Andalas University Class of 2011-2013 as the sample. The data from self reported questionnaire that was given to the students is analyzed using chi-square.The results show that menstrual disorder is occured in 73,3% of the female medical student and the most frequent disorder is dysmenorrhea 63,3%. Most of the students are physically active correspond to the recommendation of WHO about 60%. It is inferred that there is no association between daily physical activity and menstrual disorder (p= 0,846). The conclusion is daily physical activity and menstrual disorder among female medical students in Andalas University have no significant association.Keywords: physical activity, menstrual disorder, female medical student
Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo Edwin Danie Olsa; Delmi Sulastri; Eliza Anas
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.733

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan linear tubuh anak menjadi pendek atau sangat pendek yang didasarkan pada tinggi badan menurut umur dengan ambang batas (Z-score) < - 2 SD. Salah satu faktor penting kejadian stunting merupakan pola asuh. Peranan polah asuh dari ibu dapat ditentukan dari sikap dan pengetahuan ibu yang akan membentuk perilaku pola asuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang hubungan antara sikap dan pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada anak baru masuk sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 232 anak baru masuk sekolah dasar usia 6-7 tahun dan ibu di Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Subjek penelitian yang sudah menyetujui inform consent, akan mengisi kuesioner dan dilakukan pengukuran tinggi badan. Data akan dianalisis dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan angka kejadian stunting pada anak baru masuk sekolah dasar sebesar 16,8%, sebagian besar ibu memiliki tingkat sikap positif (55,2%) dan tingkat pengetahuan yang cukup (48 7%). Berdasarkan analisis bivariat antara sikap dan kejadian stunting diketahui nilai p <0,05 (p= 0,000), serta antara tingkat pengetahuan dan kejadian stunting diketahui nilai p <0,05 (p= 0,000). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap dan pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada anak baru masuk sekolah dasar di Kecamatan Nanggalo Kota Padang.
Efek Pengurangan Durasi Tidur terhadap Jumlah dan Hitung Jenis Leukosit pada Tikus Wistar Wahyu Tri Novriansyah; Ellyza Nasrul; Rosfita Rasyid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.607

Abstract

AbstrakSleep Deprivation (SD) adalah hilangnya waktu tidur komplit  untuk periode tertentu ataupun durasi tidur yang lebih pendek dari waktu optimal yang dibutuhkan. Sleep deprivation mempengaruhi sistem kekebalan tubuh sebagaimana terganggunya irama sirkadian. Tujuan peneltian ini adalah menentukan efek dari sleep deprivation terhadap jumlah dan hitung jenis leukosit pada tikus wistar. Penelitian ini adalah studi eksperimental  terhadap 24 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok, terdiri dari kelompok kontrol (K0), kelompok perlakuan P1 (SD 48 jam), P2 (SD 72 jam) dan P3 (SD 96 jam).  Jumlah leukosit, eosinofil, neutrofil, limfosit dan monosit diperiksa dengan Blood Analyzer Impedant Pentra 60. Analisis data menggunakan one way Anova dengan signifikansi p<0,05. Hasil yang didapat ialah jumlah leukosit pada kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 tidak menunjukkan perbedaan signifikan (12091±4712,3). Hitung eosinofil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok P1 (0,93±0,7) dan P2 (1,75±1,5) dibandingkan K0 (0,13±0,08). Pada P3 (0,32±0,35) terlihat penurunan hitung eosinofil yang signifikan dibandingkan dengan kelompok P2. Hitung neutrofil menurun pada kelompok P3 (6,5±8,1) dibandingkan dengan kelompok K0 (10,9±3,7) dan P2 (13,5±4,2). Hitung limfosit menurun pada P2 (78,1 ±7,3) dibanding K0 (86,3±3,9), dan meningkat pada P3 (87,4 ±6,5) dibanding P2. Monosit pada kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 tidak menunjukkan perbedaan signifikan (2,0 ±0,5).                            Kata kunci: sleep deprivation, leukosit, eosinofil, neutrofil, limfosit, monosit AbstractSleep Deprivation (SD) is a complete loss of sleep for a certain period or a shorter sleep duration than the optimal time required. Sleep deprivation affects the immune system as well as the disruption of circadian rhythms. The objective of this study was to determine the effect of sleep deprivation on total and differential counting of leukocytes. This was an experimental study on 24 rats which divided into four groups, consisting of the control group (K0), the treatment group P1 (SD 48 hours), P2 (SD 72 hours), and P3 (SD 96 hours). After treatment, total number leukocytes, eosinophils, neutrophils, lymphocytes and monocytes were calculated using a blood analyzer impedant pentra 60. Analysis of the data using a one way ANOVA with significance p <0.05. The number of leukocytes in the treated group P1, P2 and P3 showed no significant difference (12091 ± 4712.3). Eosinophil count results showed a significant increase in the P1 group (0.93 ± 0.7) and P2 (1.75 ± 1.5) compared to K0 (0.13 ± 0.08).  The P3 (0.32 ± 0.35) showed a significant reduction in eosinophil count compared with the P2 group. Neutrophil count decreased in the P3 group (6.5 ± 8.1) compared with the group K0 (10.9 ± 3.7) and P2 (13.5 ± 4.2). Lymphocyte count decreased in P2 (78.1 ± 7.3) compared to K0 (86.3 ± 3.9), and increases in P3 (87.4 ± 6.5) compared to P2. Monocytes in  P1, P2 and P3 showed no significant difference (2.0 ± 0.5).                             Keywords: sleep deprivation, leukocytes, eosinophil, neutrophil, limfosit, monocyte
Akomodasi dalam Refraksi Rinda Wati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.765

Abstract

Akomodasi merupakan mekanisme perubahan kekuatan refraksi mata dengan merubah bentuk dari kristalin lensa. Titik fokus posterior berpindah kedepan mata selama akomodasi. Dengan adanya proses tersebut, titik jauh lebih dekat ke mata. Kemampuan akomodasi ketika otot siliaris berkontraksi sebagai respon bagi stimulasi parasimpatetik dan relaksasi serabut zonular. Pergerakan dari respon akomodasi merupakan hasil dari peningkatan konveksitas lensa ( terutama pada permukaan anterior). Amplitudo akomodasi (dalam D) atau sebagai jarak dari akomodasi. Jarak antara titik jauh mata dan titik terdekat dimana mata dapat menjaga fokus (titik dekat). Lensa kehilangan elastisitasnya diakibatkan proses penuaan dan respon akomodasi berkurang dinamakan presbyopia.

Page 89 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue