cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 65 Documents clear
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENGERJAKAN SOAL BANGUN DATAR SEGIEMPAT Uswatun Hasanah; Kartini Kartini
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.3930

Abstract

Matematika dianggap sebagai salah satu pembelajaran yang sulit dan membosankan bagi siswa, karna melibatkan banyak rumus. Maka dari itu disini peran seorang guru sangat penting dalam membimbing siswa nya dalam pembelajaran matematika ini. Pemahaman yang tidak tuntas menjadi kendala untuk mempelajari materi selalanjutnya. Dalam menyelesaikan soal matematika masih banyak siswa yang menganggap bahwa matematika itu sulit. Kebanyakan siswa merasa kesulitan dalam memahami maksud dari soal yang diberikan, apa yang ditanyakan dalam soal tersebut, dan masih banyak pula terdapat kesalahan dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar segiempat dengan subjek siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Inuman Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 16 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar segi empat. Instrument tes yang diberikan berupa tes uraian. Berdasarkan hasil analisis data berupa hasil tes yang diberikan ditarik kesimpulan bahwa ditemukan kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal terkait dengan materi bangun datar segiempat yaitu kesalahan konseptual, kesalahan prosedural dan kesalahan teknikal. Kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa dari menjawab soal adalah kesalahan konsep yaitu sebesar 43,73%. Sedangkan untuk kesalahan teknikal sebanyak 30,32% dan kesalahan prosedural sebanyak 25,94%. This study aims to determine the types of errors made by students in solving quadrilaterals. The subjects in this study were 16 students of class VIII SMP Negeri 1 Inuman, Kuantan Singingi Regency. This study uses a qualitative descriptive approach that describes students' errors in solving quadrilaterals. The test instrument given in the study was in the form of a description test. Based on the results of data analysis in the form of test results, it was concluded that there were errors made by students in solving questions related to the rectangular shape material, namely conceptual errors, procedural errors and technical errors. The most mistakes made by students in answering the questions were conceptual errors, which amounted to 43.73%. As for technical errors as much as 30.32% and procedural errors as much as 25.94%.
BAGAIMANA SISWA MEMECAHKAN MASALAH ARITMATIKA SOSIAL BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIS SISWA Ervin Azhar; Sigid Edy Purwanto; Nurul Laili
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3439.028 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4218

Abstract

 Ekspolrasi tentang pemecahan masalah matematis yang dilakukan oleh siswa pada saat menyelesaikan aritmatika sosial yang ditinjau dari kemampuan matematika siswa sangatlah diperlukan. Dengan mengetahui tahapan bagaimana siswa memecahkan masalah aritmatika sosial akan memudahkan guru dalam menyusun, serta merencanakan pembelajaran aritmatika sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan wawancara tidak terstruktur untuk mencapai tujuan penelitian ini, subjek dalam penelitian ini adalah siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dimana hasil wawancara dan hasil pengerjaan tes oleh subjek dengan kajian mendalam dari beberapa penelitian-penelitian terkait sesuai dengan tahapan kemampuan pemecahan masalah matematis menurut Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah pada siswa yang tinggi. Kontribusi penelitian ini adalah mengetahui bagaimana profil pemahaman pemecahan masalah siswa pada materi aritmatika sosial berdasarkan tingkat kemampuan matematis siswa.
PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) BERBASIS MOODLE DI MASA PANDEMI COVID-19 Mutia Fonna; Marhami Marhami; Rohantizani Rohantizani; Herizal Herizal
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.591 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4489

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengembangan Learning Management System (LMS)  berbasis Moodle dilihat dari segi kevalidan, kemenarikan dan kepraktisan sehingga dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran daring dimasa pandemi Covid-19 di SMA N 2 Lhokseumawe.  Jenis penelitian yang digunakan research and development (R&D), dengan model pengembangan ADDIE yaitu: Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate. Subjek penelitian terdiri dari 25 orang guru dan 25 orang siswa di SMA Negeri 2 Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan LMS menunjukkan sangat valid dengan hasil persentase oleh ahli media sebesar 90,63% dengan kategori “Sangat Valid”, ahli materi sebesar 83,33% dengan kategori “Sangat Valid”, dan oleh ahli bahasa sebesar 86,66% dengan kategori “Sangat Valid”. Selanjutnya hasil kepraktisan LMS diperoleh persentase sebesar 84,42% dengan kategori “Sangat Praktis” dan dari segi kemenarikan LMS diperoleh sebesar 80,03% dengan kategori “sangat menarik”. Dengan demikian hasil penilaian produk oleh semua validator yang menyatakan sangat valid, penilaian guru yang menyatakan sangat praktis, dan penilaian siswa sangat menarik maka LMS berbasis Moodle yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria sangat layak menjadi salah satu alternatif untuk pembelajaran daring di SMA N 2 Lhokseumawe.   Abstract The purpose of this study to find out how developing Learning Management System (LMS) using Moodle approach based on validity, attractiveness and practicality, which can be an alternative to online learning during the Covid-19 pandemic) at SMA N 2 Lhokseumawe. The research method used is research and development (R&D), with the ADDIE development model which is: Analysis, Design, Develop, Implement, Evaluate. The research subjects consisted of 25 teachers and 25 students at SMA Negeri 2 Lhokseumawe. The results showed the percentage validity results of the LMS using moodle approach product by media experts were 90,63%  in the "very valid" category, material experts were 83,33% in the "very valid" category, and by linguists of 86,66% with the category "very valid". Furthermore, the results of practicality is 84,42% in the "very practical" category and attractiveness by 80,03% in the "very interesting" category. The results of the product assessment by all validators who stated that they were very valid, the teacher's assessment which stated that it was very practically, and the student assessment was very interesting, so the LMS using moodle developed already very suitable for online learning during the Covid-19 pandemic at SMA N 2 Lhokseumawe.
DEFRAGMENTING STRUKTUR METAKOGNITIF SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH HOTS Muhammad Noor Kholid; Aprian Agung Kurniawan
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1798.987 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4655

Abstract

Defragmenting merupakan proses memperbaiki struktur berpikir seseorang yang salah agar mendapat pemahaman yang benar. Kesalahan pemahaman tersebut dapat terjadi karena siswa belum mampu mengimplementasikan metakognisinya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan struktur metakognitif siswa dalam menyelesaikan masalah HOTS dan upaya defragmentingnya. Metode penelitian yang digunakan pendekatan deksriptif kualitatif dengan  jumlah subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan tes HOTS, observasi, wawancara, dan rekaman video. Proses analisis data penelitian dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesalahan metakognisi dalam menyelesaikan masalah HOTS yang diberikan. Kesalahan metakognisi tersebut dilakukan siswa dalam mendalami makna dari masalah matematis atau pada aspek memahami masalah dan menentukan strategi penyelesaian yang tepat atau pada aspek perencanaan. Setelah siswa menerima intervensi dan upaya defragmenting didapatkan hasil bahwa metakognisi siswa dalam aspek memahami masalah dan aspek perencanaan menjadi optimal sehingga siswa memperoleh solusi pemecahan masalah matematis yang tepat. Defragmenting is the process of reworking one's wrong thinking structure to get the correct understanding. The missed perception can occur because students have not implemented their metacognition in problem-solving. The study aims to describe the errors of students' metacognitive structures in solving HOTS problems and their defragmenting efforts. Research methods are used qualitatively descriptively with the number of subjects as many as 30 students. The data collection technique used uses HOTS tests, observations, interviews, and video recordings. The process of analysis of research data is carried out with data reduction techniques, data presentation, and conclusion withdrawal. The results showed that students experienced metacognition errors in resolving a HOTS problem. Metacognition errors are made by students in exploring the meaning of mathematical problems or on aspects of understanding problems and determining appropriate solution strategies or on planning aspects. After students receive intervention and defragmenting, efforts obtain the result that the student's metacognition in aspects of understanding the problem and aspects of planning becomes optimal to acquire the right mathematical problem-solving solution.
PERBANDINGAN PENGARUH STRATEGI MAKE A MATCH DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEAKTIFAN Budi Murtiyasa; Dwi Nurul Hidayah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.911 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4748

Abstract

Penelitian dengan desain quasi eksperimental ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek strategi pembelajaran make a match dan teams games tournament (TGT), serta keaktifan belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP N 1 Colomadu Sampel penelitian diambil dua kelas yang diberi perlakuan dengan strategi make a match dan TGT. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data dengan metode tes, angket, dan dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji anava dua jalan dengan sel tak sama menunjukkan hasil bahwa strategi pembelajaran make a match memberikan pengaruh yang lebih baik  terhadap hasil belajar matematika siswa dibandingkan dengan strategi pembelajaran TGT. Keaktifan belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa, semakin aktif siswa dalam belajar semakin baik juga hasil belajar matematika yang diperoleh. Tidak adanya interaksi antara strategi pembelajaran dengan keaktifan belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dan bahan pertimbangan guru matematika dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan khususnya strategi pembelajaran make a match dan strategi pembelajaran TGT. Research with a quasi-experimental design aims to determine the differences in the effects of the make a match learning strategy and teams games tournament (TGT), as well as student learning activities on students' mathematics learning outcomes carried out. The population of this study were all students of class VIII at SMP N 1 Colomadu. Research sample of 2 classes that treated with make a match strategy and TGT strategy. The sampling technique selected using cluster random sampling technique. Data collection techniques with the method of tests, questionnaires, and documentation. Hypothesis testing using the two-way ANOVA test with unequal cells showed that the make a match learning strategy had a better effect on students' mathematics learning outcomes than the TGT learning strategy. Student learning activity affects students' mathematics learning outcomes, the more active students are in learning, the better the mathematics learning outcomes they get. There is no interaction between learning strategies and student learning activities on students' mathematics learning outcomes. The results of this study are expected to be used as a reference and consideration for mathematics teachers in determining the learning strategies to be used, especially the make a match learning strategy and the TGT learning strategy.
STUDENTS’ DIFFICULTIES IN ONLINE MATH LEARNING DURING PANDEMIC COVID 19 Delyanti Azzumarito Pulungan; Heri Retnawati; Amat Jaedun
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.43 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4421

Abstract

Students' Mathematical Resilience when learning mathematics online during the Covid 19 pandemic must be identified. The goal is to ensure online learning does not harm students' mathematics learning outcomes. Various studies on students' mathematical resilience in offline mathematics learning have identified that mathematical resilience affects students' mathematical performance. This study investigated the resilience of students perceived by students, as well as those observed by teachers during online mathematics learning during the covid 19 pandemic. Research data were obtained from 22 students who studied math online. Using an open questionnaire and interviews, the data were analyzed. It was revealed that students had difficulties in understanding math material and completing tasks given by the teacher. It was also revealed that teachers had difficulty assessing students' mathematics learning outcomes objectively and transparently. Students also find it difficult to get support in online mathematics learning from teachers and families. Students find it difficult to adapt, low interest and motivation during online mathematics learning, even the teacher's limitations in controlling students' online learning strategies.
MATH TEACHER QUESTIONS CAN HELP STUDENTS AROUND COFFEE PLANTATIONS TO BEHAVE CRITICAL THINKING Dian Kurniati; Hobri Hobri; Abdur Rahman Asari; Sharifah Osman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.835 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4446

Abstract

The questions asked by the teacher affect students' thinking processes. So, it is necessary to do research that aims to describe what types of questions can provoke students to behave critically. The research subjects were 40 junior high school students around a coffee plantation in Jember, Indonesia. The data collection methods in this study were (1) test, (2) observation, and (3) interview. Each test was given two questions that meet the criteria for critical thinking behavior with the theme of coffee. The test is given at the end of mathematics lessons every Monday. Observations focused on three critical thinking behaviors, namely truth-seeking, open-mindedness, and inquisitiveness. Interviews were conducted at the end of the activity, namely after five learning meetings.  There are two findings in this research. First, junior high school students around coffee plantations are accustomed to truth-seeking, open-mindedness, and inquisitiveness in responding to questions from teachers. The habit of students in responding to teacher questions begins at the third meeting in learning. Second, there are three types of questions that can provoke students to behave critically. The three types of questions are questions that require students to construct concepts, principles, and procedures.Soal-soal yang diberikan oleh guru selama pembelajaran di kelas mempengaruhi proses berpikir siswa. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis pertanyaan apa yang dapat menstimulus siswa untuk berperilaku kritis. Subjek penelitian adalah 40 siswa SMP di sekitar perkebunan kopi di Jember, Indonesia. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah (1) metode tes, (2) metode observasi, dan (3) metode wawancara. Setiap tes diberikan dua soal yang memenuhi kriteria perilaku berpikir kritis dengan tema kopi. Soal yang diajukan merupakan soal yang menitikberatkan pada konstruksi konsep, prinsip, dan prosedur dalam matematika. Tes diberikan pada akhir pelajaran matematika setiap hari Senin. Pengamatan difokuskan pada tiga perilaku berpikir kritis, yaitu pencarian kebenaran, keterbukaan pikiran, dan rasa ingin tahu. Wawancara dilakukan pada akhir kegiatan yaitu setelah lima kali pertemuan pembelajaran. Ada dua temuan dalam penelitian ini. Pertama, siswa SMP di sekitar perkebunan kopi terbiasa mencari kebenaran, memiliki pemikiran terbuka, dan rasa ingih tahu dalam menjawab pertanyaan dari guru. Kebiasaan siswa dalam menanggapi pertanyaan guru dimulai pada pertemuan ketiga dalam pembelajaran. Kedua, ada tiga macam soal yang dapat menstimulus siswa untuk berperilaku kritis. Ketiga jenis soal tersebut merupakan soal yang menuntut siswa untuk menyusun konsep, prinsip, dan prosedur.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR KALKULUS BERORIENTASI PADA UNITY OF SCIENCES (UoS) Ayus Riana Isnawati; Dinni Rahma Oktaviani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6735.308 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4461

Abstract

AbstrakPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar Kalkulus 1 yang berorientasi pada UoS serta sesuai dengan kurikulum di Jurusan Matematika UIN Walisongo. Subyek penelitian adalah mahasiswa jurusan Matematika UIN Walisongo Semarang. Teknik pengumpulan data adalah dengan kuesioner. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan buku ajar Kalkulus 1 di jurusan Matematika UIN walisongo adalah Research and Development (R&D), dengan model pengembangan Sadiman. Berdasarkan hasil uji validasi dan pengujian buku ajar kepada mahasiswa Jurusan Matematika UIN Walisongo Semarang, diperoleh bahwa buku ajar yang dihasilkan sangat layak untuk digunakan. Kata kunci: buku ajar; kalkulus 1; unity of sciences AbstractThis development research aims to produce a Calculus 1 textbook that is oriented towards UoS and is in accordance with the curriculum at the Mathematics Department of UIN Walisongo Semarang. The Research subject are the students of Mathematics Department of UIN Walisongo Semarang. Data collection techniques for this research is by questionnaires. Next, data are analyzed by qualitative data analysis techniques and quantitative data analysis tecniques. The research method used to develop the Calculus 1 textbook in the Mathematics Department of UIN Walisongo is Research and Development (R&D), with the Sadiman development model. Based on the results of the validation test and textbook testing for students of the Mathematics Department of UIN Walisongo Semarang, it was found that the resulting textbook was very feasible to use.  Keywords: calculus 1; textbook; unity of sciences 
STUDENTS' CREATIVE THINKING ANALYSIS OF SPLTV MATERIALS THROUGH VIRTUAL LEARNING REVIEWED FROM BEGINNING MATHEMATICS ABILITY Muhammad Najib Siraj; Ishaq Nuriadin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.563 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4673

Abstract

Mathematical creative thinking ability is certainly different for each student based on their initial mathematical abilities. Virtual learning has become the main learning process during a pandemic. The purpose of this study was to analyze how students' creative thinking skills on SPLTV material through virtual learning were based on students' initial mathematical abilities. The subjects in this study were students of class X SMA Malahayati Islamic School totaling 149 students, which were then taken 3 students based on their initial mathematical abilities. This study used the descriptive qualitative method. Data analysis in this study is to describe the results of student interviews and answers. Checking the validity of the data using data triangulation techniques. The results showed that students with high and moderate initial abilities had mathematical creative thinking skills from the ground up and needed to be honed again. Meanwhile, students with low initial ability cannot think creatively at all. Learning in virtual classes greatly affects the learning process, especially student learning outcomes. So that mathematical creative thinking skills are strongly influenced by students' initial mathematical abilities and student learning processes. 
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL DISERTAI QR CODE PADA MATERI LOGARITMA Rahmayani Rahmayani; Rahmad Bustanul Anwar; Ira Vahlia
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.269 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4703

Abstract

Pada sekolah SMA Muhammadiyah 2 Metro, terdapat beberapa hal yang ditemukan diantaranya adalah karena tidak terlalu berfungsinya bahan ajar yang digunakan disekolah yakni berupa buku cetak. Penggunaan buku cetak dalam pembelajaran cukup sulit untuk digunakan saat pembelajaran daring karena penggunaan bahasa dari buku tersebut sulit untuk dipahami peserta didik. Begitu pun contoh soal yang tersaji kurang banyak, sehingga peserta didik kurang memahami materi dan latihan soal yang ada. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar berupa modul matematika berbasis pendekatan kontekstual (Contextual Teaching And Lerning) disertai QR Code pada materi logaritma kelas X yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE, yaitu: Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek penelitian ini adalah kelas X IPA 1 SMA Muhammadiyah 2 Metro dengan jumlah peserta didik sebanyak 6 orang. Dalam penelitian dan pengembangan ini, produk yang dihasilkan harus divalidasi terlebih dahulu, kemudian dilakukan uji coba terbatas. Hasil rata-rata dari validasi ahli materi sebesar 86,43% termasuk dalam kategori sangat valid, selanjutnya untuk hasil rata-rata validasi ahli media sebesar 90% sehingga termasuk dalam kategori sangat valid. Adapun untuk uji coba kepraktisan modul memperoleh rata-rata 87,95% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan kriteria yang diterapkan maka modul matematika berbasis pendekatan kontekstual (Contextual Teaching And Lerning) disertai QR Code pada materi logaritma kelas X dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan.At SMA Muhammadiyah 2 Metro, several things were found, including the lack of functioning of the teaching materials used in schools, namely in the form of printed books. The use of printed books in learning is quite difficult to use when learning online because the use of the language of the book is difficult for students to understand. Likewise, there are not many examples of questions presented, so that students do not understand the material and practice questions. This research and development aims to produce teaching materials in the form of mathematics modules based on a contextual approach (Contextual Teaching And Learning) accompanied by a QR Code on logarithmic material for class X that meets valid and practical criteria. This development uses the ADDIE development model, namely: Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. The subject of this research is class X IPA 1 SMA Muhammadiyah 2 Metro with a total of 6 students. In this research and development, the resulting product must be validated first, then a limited trial is carried out. The average results of material expert validation of 86.43% are included in the very valid category, then for the media expert validation average results of 90% so that they are included in the very valid category. As for the practicality of the module, it obtained an average of 87.95% in the very practical category. Based on the criteria applied, the mathematics module based on a contextual approach (Contextual Teaching and Learning) accompanied by a QR Code on logarithmic class X material is declared feasible and practical to use.