cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 73 Documents clear
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK MATERI PECAHAN BERBASIS ANDROID Ratni Purwasih; Yaya Sukjaya Kusumah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.206 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4713

Abstract

Tujuan penelitian adalah pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) pada materi pecahan berbantuan powerpoint  I-spring berbasis android yang valid dan praktis. Metode yang digunakan untuk mengembangkan bahan ajar tersebut adalah penelitian research and development (R&D) dengan model  plomp yang meliputi langkah-langkah  yaitu 1) fase investigasi awal (preliminary research), 2) fase design/perancangan; 3) fase realisasi/konstruksi; 4) fase tes, evaluasi dan revisi; dan 5) fase implementasi. Penelitian ini tidak sampai pada tahap implementasi karena waktu yang tidak memungkinkan. Instrumen  dalam penelitian ini adalah lembar angket validasi, angket respon guru dan angket respon peserta didik. Data penelitian meliputi hasil angket validasi media pembelajaran berbantuan powerpoint I-spring berbasis android oleh para ahli (materi dan media) dan hasil angket praktikalitas  oleh peserta didik dan guru kelas. Angket respon guru dan siswa untuk  mengukur bagaimana respon guru dan siswa terhadap media yang dikembangkan. Kelayakan media ini dilihat berdasarkan analisis dari lembar validasi dan angket. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  media ini dinyatakan valid dan sangat praktis dengan perolehan nilai  sebesar 96,03%. Artinya LKPD berbantuan powerpoint I-spring berbasis android   dapat diimplementasikan pada pengguna sebagai alternatif pembelajaran pada konsep pecahanThe research objective is the development of student worksheets (LKPD) on valid and practical I-spring-assisted powerpoint-assisted fractions material on Android. The method used to develop the teaching materials is research and development (R&D) with a plomp model which includes steps, namely 1) preliminary research phase, 2) design phase; 3) realization/construction phase; 4) test, evaluation and revision phases; and 5) implementation phase. This research did not reach the implementation stage due to time constraints. The instruments in this study were a validation questionnaire sheet, a teacher response questionnaire and a student response questionnaire. The research data are the results of a questionnaire validation of learning media assisted by powerpoint I-spring based on Android by experts (materials and media) and the results of practicality questionnaires by students and classroom teachers. Teacher and student response questionnaire to measure how teachers and students respond to the developed media. The feasibility of this media is seen based on the analysis of the validation sheet and questionnaire. The results of the study can be concluded that this media is declared valid and very practical with a score of 96.03%. This means that the LKPD assisted by powerpoint I-spring based on Android can be implemented by users as an alternative to learning the concept of fractions
KECEMASAN DAN KEMAMPUAN ANALOGI MATEMATIS DALAM MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER BERDASARKAN KEPRIBADIAN Elfi Rahmadhani; Nurul Qomariyah Ahmad
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.01 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4637

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kecemasan dan kemampuan analogi matematis siswa dalam pembelajaran menggunakan model treffinger berdasarkan kepribadian mereka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melibatkan 39 orang siswa MTsN 1 Aceh Tengah kelas VII. Data dalam penelitian ini diperoleh dari tes analogi, angket kecemasan, dan angket kepribadian siswa. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji t dan uji Mann-Whitney. Berdasarkan analisis yang dilakukan diketahui bahwa terdapat 23 siswa dengan kepribadian ekstrovert dan 16 siswa dengan kepribadian introvert. Setelah diterapkan model pembelajaran treffinger, diketahui bahwa siswa berada pada tingkat kecemasan matematis sedang dengan rentang , dan tidak terdapat perbedaan kecemasan matematis antara siswa dengan kepribadian ekstrovert dan introvert. Pada kemampuan analogi matematis, terdapat perbedaan kemampuan antara siswa dengan kepribadian ekstrovert dan introvert. Siswa dengan kepribadian ekstrovert menguasai semua tahapan encoding, infering, mapping, dan applying, sedangkan siswa dengan kepribadian introvert hanya menguasai tahapan encoding, infering dan applying.The purpose of this study was to measure the level of anxiety and mathematical analogy ability of students in learning using the treffinger model based on their personality. This research is a quantitative research involving 39 students of MTsN 1 Aceh Tengah class VII. The data in this study were obtained from analogy tests, anxiety questionnaires, and student personality questionnaires. The analysis was performed using the t test and the Mann-Whitney test. Based on the analysis, it is known that there are 23 students with extroverted personalities and 16 students with introverted personalities. After applying the Treffinger learning model, it is known that students are at a moderate level of mathematical anxiety with a range of 83.2<X<108.8, and there is no difference in mathematical anxiety between students with extroverted and introverted personalities. In mathematical analogy ability, there are differences in abilities between students with extroverted and introverted personalities. Students with extroverted personalities master all stages of encoding, infering, mapping, and applying, while students with introverted personalities only master the stages of encoding, infering and applying
TRUTH-SEEKING MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH NON-RUTIN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Muhammad Noor Kholid; Indriyani Tri Jayanti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.689 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.5051

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya disposisi berpikir kritis matematis terutama pada indikator truth-seeking. Selain itu, dalam proses berpikir individu akan dipengaruhi oleh gaya kognitif yang dimiliki. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan truth-seeking mahasiswa pendidikan matematika yang mempunyai gaya kognitif Field Dependent dan Field Independent dalam memecahkan masalah non-rutin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan penelitian kualitatif dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta yang sedang menempuh mata kuliah Geometri Analitik Ruang. Indikator truth-seeking yang digunakan meliputi: (1) menemukan beberapa alternatif jawaban, (2) menemukan beberapa alternatif cara penyelesaian, dan (3) memeriksa kembali kebenaran masalah dan jawaban. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes, wawancara, dan obeservasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mereduksi data, analisis tes, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa truth-seeking mahasiswa pendidikan matematika dengan gaya kognitif Field Independent dalam memecahkan masalah non-rutin pada tingkat baik dengan mampu memenuhi semua indikator truth-seeking meliputi mampu menemukan beberapa alternatif jawaban, menemukan beberapa alternatif cara penyelesaian, serta melakukan pemeriksaan kembali kebenaran masalah jawaban. Sedangkan truth-seeking mahasiswa pendidikan matematika bergaya kognitif Field Dependent dalam memecahkan masalah non-rutin masih kurang baik yang hanya memenuhi satu indikator truth-seeking yaitu memeriksa kembali jawaban. Truth-seeking mahasiswa bergaya kognitif Field Independent lebih baik dibandingkan mahasiswa bergaya kognitif Field Dependent. This research is motivated by the importance of mathematical critical thinking disposition, especially on truth-seeking indicators. In addition, the individual's thought process will be influenced by the cognitive style they have. Therefore, this study aims to describe the truth-seeking of mathematics education students who have Field Dependent and Field Independent cognitive styles in solving non-routine problems. The method used is a descriptive method with qualitative research with the research subject being 3rd semester students of the Mathematics Education Study Program at the Muhammadiyah University of Muhammadiyah Surakarta who are taking the Spatial Analytical Geometry course. The truth-seeking indicators used include: (1) finding several alternative answers, (2) finding several alternative ways of solving it, and (3) re-examining the truth of the problem and answer. Data collection techniques in the form of test, interview, and observation techniques. The data analysis technique used is data reduction, test analysis, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the truth-seeking of mathematics education students with Field Independent cognitive style in solving non-routine problems at a good level by being able to meet all truth-seeking indicators including being able to find several alternative answers, finding several alternative solutions, and re-examining the truth. problem answer. Meanwhile, truth-seeking students of mathematics education with Field Dependent cognitive style in solving non-routine problems are still not good, which only fulfills one truth-seeking indicator, namely re-examining answers. Truth-seeking students with Field Independent cognitive style were better than students with Field Dependent cognitive style.
KOMPETENSI BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MEMECAHKAN PERSOALAN HOTS BERDASARKAN GAYA BELAJAR Putri Octaviana; Nining Setyaningsih
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1324.95 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4928

Abstract

Kompetensi penting yang wajib dimiliki setiap siswa yakni berpikir kritis. Siswa dalam memecahkan persoalan kontekstual membutuhkan proses berpikir untuk menentukan hasilnya. Tujuan penelitian ini guna mendeskripsikan kompetensi berpikir kritis siswa dalam memecahkan persoalan HOTS berdasarkan gaya belajar. Jenis penelitian ini yakni penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi. Subjek pada penelitian ini sebanyak enam siswa yang terdiri dua siswa untuk setiap gaya belajar. Teknik pengumpulan data berupa angket, tes soal HOTS, dan wawancara. Data angket dianalisis dengan menghitung skor untuk mengklasifikasikan gaya belajar siswa. Data hasil tes soal HOTS dianalisis mengacu pada indikator kompetensi berpikir kritis yakni focus, reason, inference, situation, clarify, dan overview (FRISCO). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi berpikir kritis dalam memecahkan persoalan HOTS pada siswa kategori gaya belajar visual dan kinestetik mampu memenuhi indikator kompetensi berpikir kritis pada soal level kognitif menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Kompetensi berpikir kritis pada siswa kategori gaya belajar auditorial pada subjek A1 hanya mampu memenuhi indikator kompetensi berpikir kritis pada persoalan HOTS menganlisis dan mengevaluasi. Subjek A1 mengalami kesulitan dalam memecahkan persoalan HOTS mencipta. Sedangkan subjek A2 mampu memenuhi indikator kompetensi berpikir kritis pada persoalan HOTS menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.An important competency that every student must have is critical thinking. Students in solving contextual problems need a thought process to determine the results. The purpose of this research is to describe students’ critical thinking competence in solving HOTS problems based on learning styles. This type of research is descriptive qualitative research. The subjects in this research were six students consisting of two students for each learning style. Data collection techniques in the form of questionnaires, HOTS test questions, and interviews. Questionnaire data were analyzed by calculating scores to classify the types of student learning styles. The data from the HOTS test result were analyzed by referring to the critical thinking competence indicators are focus, reason, inference, situation, clarify, and overview (FRISCO). Based on the results of the research, it can be concluded that critical thinking competence in solving HOTS problems in the visual and kinesthetic learning styles category students are able to meet the indicators of critical thinking competence at the cognitive levels of analyzing, evaluating, and creating. Critical thinking competence in auditory learning style category students on subject A1 is only able to meet the indicators of critical thinking competence on HOTS problems analyzing and evaluating questions. Subject A1 has difficulty solving the HOTS problem in creating. Meanwhile, subject A2 is able to meet the indicators of critical thinking competence on the HOTS problems analyzing, evaluating, and creating.
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING DAN MODEL PBL BERBANTU YOUTUBE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI Sofri Rizka Amalia; Eka Farida Fasha; An Nur Ami Widodo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.883 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4776

Abstract

AbstrakPenelian ini mempunyai tujuan adalah mengetahui adanya pengaruh antara  self regulated learning dan model PBL berbantu Youtube terhadap kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini adalah jenis quasi eksperimen. Subjek penelitian yaitu mahasiswa semester V pendidikan matematika Universitas Peradaban yang  jumlahnya 16.  Data penelitian dikumpulkan dengan angket, observasi, dan tes. Data dianalisis dengan uji regresi berganda. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh positif antara self regulated learning dan model PBL berbantu Youtube terhadap kemampuan komunikasi matematis.                                                               Abstract This study aims to determine the effect of self-regulated learning and Youtube-assisted PBL models on mathematical communication skills. This research is a quasi-experimental type. The research subjects were 16 students of the fifth semester of mathematics education at the University of Civilization. The research data were collected by means of questionnaires, observations, and tests. Data were analyzed by multiple regression test. The results of the study are that there is a positive influence between self-regulated learning and the PBL model assisted by Youtube on mathematical communication skills..
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BERORIENTASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Ulfa Farida; Caswita Caswita; Sugeng Sutiarso
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.033 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4942

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan bahan ajar materi peluang berbasis realistic mathematics education yang valid, praktis, dan efektif ditinjau dari kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan tahapan potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Uji coba dilakukan di SMPN 2 Buay Pemaca. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan tes. Hasil penilaian ini bahwa setiap komponen penilaian bahan ajar dari aspek materi maupun media tervalidasi dengan kriteria baik dan sangat baik. Hasil analisis angket respon siswa diperoleh bahwa bahan ajar dinyatakan sangat praktis. Keefektifan bahan ajar dilihat dari rata-rata skor N-Gain sebesar 0,77 dengan kriteria tinggi, proporsi siswa yang mencapai N-Gain kriteria tinggi sebesar 71%, dan uji t menunjukkan nilai Sig. sebesar 0,003 kurang dari 0,05 sehingga  ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah produk hasil pengembangan bahan ajar berbasis RME ini memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis.This study aims to produce teaching materials based on realistic mathematics education that are valid, practical, and effective in terms of critical thinking skills. This research uses potential and problem stages, data collection, product design, design validation, design revision, product testing, and product revision. The trial was conducted at SMPN 2 Buay Pemaca. Collecting data using observation, interviews, questionnaires, and tests. The results of the assessment showed that each component of the assessment of teaching materials from the material and media aspects was validated with good and very good criteria. The results of the student response questionnaire analysis showed that the teaching materials were stated to be very practical. The effectiveness of teaching materials is seen from the average N-Gain score of 0.77 with high criteria, the proportion of students who achieve high N-Gain criteria is 71%, and the t-test shows the value of Sig. of 0.003 less than 0.05 so it was rejected. The conclusion of this study is that the product development of RME-based teaching materials meets the criteria of being valid, practical, and effective in improving critical thinking skills.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ONLINE MENGGUNAKAN APLIKASI QUIZIZZ Jahring Jahring; Herlina Herlina; Nasruddin Nasruddin; Astrinasari Astrinasari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.508 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran  yang valid, praktis dan efektif berbasis online menggunakan aplikasi Quizizz. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini melibatkan siswa kelas XI MIA SMA Negeri 2 Kolaka yang berjumlah 12 orang sebagai subjek. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi materi, lembar validasi media, soal tes dan angket respon siswa. Data yang dihasilkan dari pengumpulan data menggunakan instrumen selanjutnya dianalisis validitas, kepraktisan dan efektifitasnya. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) rerata nilai validasi materi adalah 4,43 dengan kriteria sangat valid, rerata nilai validasi ahli media adalah 4,33 dengan kriteria sangat valid; (2) rerata nilai kepraktisan instrumen adalah 4,31 dengan kriteria sangat praktis; (3) rerata nilai hasil tes siswa adalah 78,33 (83,33%) dengan kriteria baik serta memenuhi standar KKM; dan (4) rerata nilai respon siswa adalah 86,25 dengan kriteria positif. Jadi instrumen evaluasi berbasis online menggunakan aplikasi Quizizz memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.
KESALAHAN MAHASISWA PGMI DALAM PENYELESAIAN SOAL GEOMETRI Suharti Suharti
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.978 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4996

Abstract

 Target untuk penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan mahasiswa PGMI UINAM dalam mengerjakan soal matematika materi geometri yang dilihat dari aspek pemahaman konsepnya yang biasanya disebut miskonsepsi. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ialah 44 mahasiswa PGMI yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrument tes yang kemudian dianalisis menggunakan rubrik analitik. Hasil yang diperoleh dari rangkaian penelitian teridentifikasi bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan mahasiswa PGMI UINAM ialah pengaplikasian rumus yakni 79,8%, kemudian kesalahan saat menghitung yakni 43,2%, kesalahan pada data yang digunakan yakni 40,9%, kesalahan mengartikan soal 38,6%, dan paling sedikit ialah kesalahan membuat putusan yakni 20,4%.Target for this research is to identify mistakes made by PGMI UINAM students in working on math problems seen from the aspect of understanding the concept which is usually called a misconception. This research includes qualitative descriptive. The research subjects were 44 PGMI students who were selected through cluster random sampling. Data were collected using a test instrument which was then alalyzed using an analytical rubric. The results obtained from a series of studies identified the the most mistakes by PGMI UINAM students were the application of foemulas, which was 79,8%, then errors when calculating, namely 43,2%. Errors in the data used were 40,9%, errors in interpreting questions 38,6%, and the least is the error in making a decision that is 20,4%.
PEMBELAJARAN TIPE NHT UNTUK MENDUKUNG KETRAMPILAN COMMUNICATION, COLLABORATION, CRITICAL THINKING, DAN PROBLEM SOLVING Hanifahtu Solichah; Jailani Jailani; Monica Tyas Handayani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.325 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4783

Abstract

Abstrak Bahasa IndonesiaTujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan pembelajaran model kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan kemampuan awal siswa sebelum dan setelah pemberian treatment, (2) mendeskripsikan pembelajaran model kooperatif learning tipe NHT untuk mendukung kemampuan ketrampilan abad 21. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu menggunakan instrumen analisis statistik yang sesuai agar hasil penelitian yang diperoleh tidak menyimpang dari keadaan yang sesungguhnya. Instrumen dalam penelitian ini adalah instrumen lembar observasi pelaksanaan kegiatan untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran, tes pencapaian indikator kompetensi dasar untuk mengukur kemampuan pengetahuan sebelum dan sesudah pembelajaran, dan angket untuk mengukur kemampuan ketrampilan abad 21 diantaranya communication, critical thinking, collaboration,  dan problem solving. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian praktik inovasi dengan pendekatan saintifik menggunakan model NHT untuk mendukung ketrampilan communication, critical thinking, collaboration, dan problem solving siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah Program Khusus Gantiwarno, yaitu: 1) Pembelajaran materi koordinat kartesius dengan pendekatan saintifik menggunakan NHT dapat meningkatkan kompetensi siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah Program Khusus Gantiwarno dengan prosentase ketercapaian KD sebesar 84,6% dan rata-rata nilai sikap sebesar 3,46 dengan predikat B yaitu Baik, 2) Pembelajaran materi koordinat kartesius dengan pendekatan saintifik dengan model NHT mampu mendukung kemampuan communication dan sangat mendukung kemampuan collaboration, critical thinking dan problem solving siswa.Kata kunci: Collaboration; Communication; Critical Thinking; NHT; Problem SolvingAbstrak Bahasa InggrisThe aims of this study were to: (1) describe the NHT type of cooperative learning model to improve students' initial abilities before and after treatment, (2) describe the NHT type of cooperative learning model to support 21st century skills. The approach of this research is a quantitative approach. , namely using appropriate statistical analysis instruments so that the research results obtained do not deviate from the actual situation. The instruments in this study were the observation sheet for the implementation of activities to determine the course of the learning process, the achievement test for basic competency indicators to measure knowledge skills before and after learning, and a questionnaire to measure 21st century skills including communication, critical thinking, collaboration, and problem solving. Testing the research hypothesis using the paired sample t-test. The results showed that research on innovation practice with a scientific approach used the NHT model to support communication, critical thinking, collaboration, and problem solving skills for class VIII students at the Muhammadiyah Junior High School of Changewarno Special Program, namely: 1) Learning Cartesian coordinate material with a scientific approach using NHT can improve the competence of class VIII students at the Muhammadiyah Junior High School of the Changewarno Special Program with a KD achievement percentage of 84.6% and an average attitude score of 3.46 with a B predicate which is Good, 2) Learning Cartesian coordinate material with a scientific approach with the NHT model is able to support communication skills and strongly supports students' collaboration, critical thinking and problem solving abilities.Keywords: Collaboration; Communication; Critical Thinking; NHT; Problem Solving 
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA Siti Aisyah; Dadang Juandi; Al Jupri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.04 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4728

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, memaparkan dan menganalisa hasil beberapa studi terkait implementasi model Problem Based Learning terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Metode systematic literature review (SLR) digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan cara menyeleksi beberapa studi berdasarkan kriteria inklusi dana diperoleh sebanyak 20 artikel yang qualified. Penelitian ini mengklasifikasikan studi primer yang qualified berdasarkan kategori seperti jenjang pendidikan, materi ajar, metode penelitian serta efektivitas penerapan model Problem Based Learning terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.  Hasilnya adalah secara keseluruhan implementasi pembelajaran dengan model PBL berpengaruh positif terhadap kemampuan koneksi matematis siswa terutama pada siswa jenjang SMP dengan materi ajar bangun datar maupun bangun ruang. Selain itu, metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang sering digunakan untuk melihat efektivitas penerapan model PBL terhadap kemampuan koneksi matematis dengan desain penelitian adalah eksperimen atau kuasi eksperimen.  The goal of this research is to identify, describe and analyze the results of several studies related to the implementation of Problem Based Learning on students' mathematical connection abilities. The systematic literature review (SLR) method was applied in this investigation. The data were collected by selecting several studies based on the inclusion criteria and qualified as many as 20 articles. This research classifies qualified primary studies based on categories such as education level, teaching materials, research methods, and the effectiveness of the application of problem-based learning models toward mathematical connection abilities. The result of this study is the model of problem-based learning, which has a positive impact on the ability of students' mathematical connection, especially for junior high school students with teaching materials of flat shapes and spatial shapes. In addition, the quantitative method is often used to get information about the effectiveness of model problem-based learning towards the ability of mathematical connection with research design experimental or quasi-experimental methods..