cover
Contact Name
Nego Linuhung
Contact Email
aksioma.ummetro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
aksioma.ummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
ISSN : 20898703     EISSN : 24425419     DOI : -
Core Subject : Education,
AKSIOMA JOURNAL, e-ISSN: 2442-5419, p-ISSN: 2089-8703 is an information container has scientific articles in the form of research, the study of literature, ideas, application of the theory, the study of critical analysis, and Islāmic studies in the field of science Mathematics Education. AKSIOMA JOURNAL published two times a year, the period from January to June and July to December, published by the Scientific Publication Unit FKIP University of Muhammadiyah Metro.
Arjuna Subject : -
Articles 1,528 Documents
EFEKTIVITAS PENDEKATAN INDUKTIF DEDUKTIF BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MASA PANDEMI Asep Ikin Sugandi; Deddy Sofyan; Siti Maesaroh; Linda Linda; Utari Sumarmo
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.658 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3452

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk menelaah  efektivitas menggunakan pendekatan induktif deduktif  berbantuan Geogebra terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Batujajar, sedangkan sampelnya dipilih dua kelas, yaitu kelas XI IPA 5 dan XI IPA 2 yang banyaknya 68 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah seperangkat tes kemampuan berpikir kreatif yang berbentuk soal uraian sebanyak 4 soal. Soal tersebut sudah memenuhi soal yang baik berdasarkan validitas, reliabilitas, daya pembeda dan indeks kesukaran. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini antara lain analisis deskriptif dan analisis inferensial meliputi uji N-gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji T-test (Independent Samples T-test) atau uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 18 diperoleh hasil bahwa pendekatan induktif deduktif berbantuan Geogebra dengan pendekatan  biasa memiliki nilai sign. sebesar 0,000, karena nilai sign. < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan induktif deduktif berbantuan Geogebra lebih efektif dibandingkan pendekatan biasa ditinjau dari  kemampuan berpikir matematis siswa. 
PENGEMBANGAN MODUL STATISTIKA DESKRIPTIF BERBASIS PEMECAHAN MASALAH Fitrianto Eko Subekti; Lukmanul Akhsani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.518 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i3.2869

Abstract

Penelitian dan Pengembangan ini difokuskan untuk mengembangkan modul statistika deskriptif berbasis pemecahan masalah. Modul dikembangkan menggunakan tahapan perencanaan, perancangan, dan pengembangan yang diadopsi dari model pengembangan Thiagarajan. Modul dikatakan valid berdasarkan penilaian validator; dikatakan praktis berdasarkan hasil angket respon mahasiswa; dan dikatakan efektif berdasarkan hasil ujicoba modul berbasis pemecahan masalah. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memenuhi kevalidan dengan rata-rata 3,45 dari rata-rata maksimal 4,00. Hasil angket respon memenuhi kriteria kepraktisan dengan rata-rata 4,47 dari rata-rata maksimal 5,00. Sedangkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah mahasiswa memenuhi kriteria keefektifan yang ditunjukkan dari hasil uji One-Sampel t-Test bahwa pemecahan masalah mahasiswa telah mencapai KKM yang ditentukan. Berdasarkan ketiga hasil tersebut menunjukkan bahwa modul berbasis pemecahan masalah memenuhi ketiga kriteria tersebut, yaitu: valid, praktis, dan efektif. Research and development are focused on developing descriptive statistics based on problem-solving modules. Modules produced using the stages of planning, design, and development adopted from the Thiagarajan development model. Modules are said to be valid based on validator ratings. They are supposed to practice based on the results of the student response questionnaire; and assumed to be effective based on the results of the module-based problem-solving trials. The validation results show that the module meets validity with an average of 3.45 out of a maximum of 4.00. The response questionnaire's results matched the practicality criteria, with an average of 4.47 out of a maximum of 5.00. While the test results of students ' problem-solving abilities meet the effectiveness criteria shown from the results of the One-Sample t-Test that students' problem solving has reached the specified KKM. Based on the three results show that the problem-based module meets the three criteria, namely: valid, practical, and effective.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN UNPACKING DAN KONSTRUKSI NEGASI PERNYATAAN MATEMATIKA Tamba, Kimura Patar
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.478 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3474

Abstract

Kemampuan unpacking dan konstruksi negasi dari pernyataan matematika merupakan hal penting dalam pemahaman mengenai pernyataan matematika, pembuktian bahkan memahami konsep matematika dibaliknya. Kemampuan unpacking diasumsikan berhubungan dengan kemampuan konstruksi negasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kemampuan unpacking dan konstruksi negasi dari pernyataan matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey terhadap 35 calon guru matematika. Penelitian ini menggunakan tes yang memuat delapan pernyataan yang diminta untuk di-unpacking dan dikonstruksi negasinya. Data hasil tes dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Statistik deskriptif menggunakan rata-rata, maksimum, minimum dan standar deviasi. Statistik inferensial menggunakan korelasi product-moment. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kemampuan unpacking calon guru matematika berada pada kategori sedang dan kemampuan konstruksi negasi pada kategori sedang. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan antara kemampuan unpacking dengan kemampuan konstruksi negasi pernyataan matematika. Temuan penelitian mengimplikasikan pentingnya mengembangkan proses dimana calon guru matematika didorong untuk melakukan evaluasi mengenai pernyataan matematika.AbstractThe ability to unpack and construct the negation of mathematical statements is important in understanding mathematical statements, proving and even understanding the mathematical concepts behind them. The unpacking ability is assumed to be related to the negation construction capability. This study aims to examine the relationship between unpacking abilities and the negation construction of mathematical statements. This research is a quantitative study with a survey method of 35 pre-service mathematics teachers. This study uses a test that contains eight statements which are asked to be unpacked and constructed for negation. Data were analyzed quantitatively using descriptive and inferential statistics. Descriptive statistics use mean, maximum, minimum and standard deviation. Inferential statistics use product-moment correlation. The results showed the level of unpacking ability of prospective mathematics teachers was in the medium category and the negation construction ability was in the medium category. The results also showed that there was no significant relationship between unpacking ability and the negation construction ability of mathematical statements. The research findings imply the importance of developing a process by which pre-service mathematics teachers are encouraged to evaluate mathematics statements.
TEACHER’S DIFFICULTIES JUNIOR HIGH SCHOOL COMMUNICATION MATHEMATICS DURING ONLINE LEARNING Rahmiliasari Samnufida; Sugiman Sugiman; Heri Retnawati
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.741 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3467

Abstract

Abstrak Komunikasi masuk dalam salah satu keterampilan abad ke-21 di framework PISA 2018 yang akan diukur. Selain itu tujuan pembelajaran matematika menurut Permendikbud bahwa salah satunya siswa mampu mengkomunikasikan gagasan serta mampu menyusun bukti matematika dengan menggunakan simbol matematika. Sehingga guru di tuntut untuk meningkatkan komunikasi siswa khusus di masa pandemi sekarang yang menerapkan pembelajaran secara daring (online). Sehingga tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam membantu perkembangan komunikasi matematis siswa selama pembelajaran online. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis Fenomenalogi. Data dikumpulkan melalui wawancara via wa dengan 12 guru SMP Sumatera Selatan. Analisis data yang digunakan ialah Miles dan Huberman dengan tahapan (1) pengumpulan data;(2) reduksi data dan penyajian; dan (3) menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa kesulitan guru dalam membantu perkembangan komunikasi matematis siswa yaitu : pelaksanaan proses pembelajaran, kondisi siswa dan ekonomi serta teknis pembelajaran online. Kata kunci: Komunikasi Matematis, Pembelajaran Online Abstract Communication get into one of the 21st Century skills in Framework PISA 2018 to be measured. In addition, the purpose of learning mathematics according Permendikbud is one of them is able to communicate ideas and able to compile mathematical evidence using with mathematical symbols. So, the teachers are demanded to foster student mathematical communication especially in current pandemic that implementations online learning. Therefor, the purpose of this study is describe teacher’s difficulties in fostering student mathematical communication during online learning. This study is qualitative research type of phenomenology. Data collected through interview WA with 12 teacher in South Sumatera. Data analysis use Miles and Huberman namely : (1) data collection (2) data reduction and  presentation; and (4) Draw conclusions. The result show that there are several teacher’s difficuly  in fostering students’ mathematical communication i.e : implementation of learning process, student conditions and techonology, economics. Keyword : Mathematics Communication, Online Learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL Ahmad Muhaimin; Zubaidah Amir MZ
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.3185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari kemampuan verbal siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Pekanbaru tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain Factorial Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, dan sampelnya adalah siswa kelas VIII.1 dan VIII.4 yang masing-masing berjumlah 35 siswa, sampel yang diperoleh diambil dengan menggunakan teknik Cluster Sampling. Adapun bentuk instrumen yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda untuk mengukur kemampuan verbal siswa dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Sedangkan teknik analisis data menggunakan uji Anova dua arah. Hasil analisis data menunjukkan F(A)hitung = 17,08 > F(A)tabel = 3,14; F(B)hitung = 11,59 > F(B)tabel = 3,99; dan F(AxB)hitung = -0,65 < F(AXB)tabel = 3,14. Sehingga diperoleh kesimpulan hasil penelitian bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, 2) Terdapat pengaruh kemampuan verbal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, 3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan verbal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. This research aimed at knowing the effect of missouri mathematics project (MMP) learning model toward students’ mathematic problem-solving ability derived from their verbal ability at the eighth-grade of State Junior High School 20 Pekanbaru in the Academic Year of 2019/2020. It was an experimental research with Factorial design. All the eighth-grade students were the population of this research, and the samples were the students of classes 1 and 4 selected each of which totaled 35 students, the sample obtained was taken using Cluster Sampling technique. The instruments used were multiple choice test to measure student verbal ability and essay tests to measure mathematic problem solving ability. Techniques of analyzing the data were two-way Anova. The results of the data analysis show F(A)= 17,08 > F(A)table = 3,14; F(B)= 11,59 > F(B)table = 3,99; and F(AxB)= -0,65 < F(AxB)table = 3,14. So that the conclusions obtained from the research results that: 1) there is a positive and significant influence on the missouri mathematics project (MMP) learning model on students’ mathematic problem solving abilities, 2) there is an influence of verbal ability on the ability to solve mathematic problems, 3) there is no interaction between learning models and verbal abilities on students’ mathematic problem solving abilities.  
DESIGN MATHEMATICS PROBLEM SOLVING TASKS : STUDENTS RESPONSE Hartatiana Hartatiana; Ambarsari Kusuma Wardani
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.442 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3334

Abstract

Problem solving is an important part of learning mathematics, but the problem solving ability of students in Indonesia is still low. This study develops problem solving tasks in an Islamic context for junior high school students. Practicality was obtained through test questions on one-to-one and small groups of 22 (twenty two) students from several cities in Indonesia as well as analysis of student work results, questionnaires and interviews. The results of data analysis indicate that practicality Islamic context problem tasks have been obtained and have high validity and reliability so that the questions are feasible to use.
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA I Made Arnawa; Liza Wulandari
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.905 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v9i4.2945

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ada atau tidaknya perbedaan kemampuan komunikasi matematis (KKM) antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional ditinjau dari tingkat kemampuan awal siswa yaitu tinggi, sedang, dan  rendah pada siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu  dengan rancangan posttest-only control group design. Jumlah sampel sebanyak 125 orang diambil secara acak dan bertingkat masing-masing 61 siswa dari sekolah percontohan dan 64 siswa dari sekolah non percontohan. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua tes KKM yaitu tes KKM1 dan tes KKM2, kedua tes telah melalui proses validasi dan ujicoba dengan koefisien reliabilitas masing-masing 0,67 dan 0,66. Uji Mann-Witney digunakan untuk menganalisis ada atau tidaknya perbedaan rata-rata KKM antar kelas eksperimen dengan kelas kontrol pada masing-masing tingkat kemampuan awal siswa dan ANAVA 2 arah digunakan untuk menganalisis ada atau tidaknya interaksi antara faktor model pembelajaran dengan faktor  kemampuan awal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) KKM siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan jika dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol; (2) Pada siswa dengan tingkat pengetahuan awal tinggi dan sedang, KKM siswa kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan jika dibandingkan dengan siswa pada kelas kontrol; (3) tidak terdapat interaksi antara faktor model pembelajaran dengan faktor kemampuan awal terhadap kemampuan komunikasi matematis.  This research aims to determine if there are any differences in mathematical communication skills between students taught using Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model with students who are taught using conventional learning models are reviewed by the students' prior knowledge (high, moderate, and low) in class VIII of SMP Negeri in Pekanbaru City. This type of research is quasi-experimentation with posttest-only control group design. Number of samples as much as 125 students taken randomly and stratified  respectively 61 students from excelent school and 64 students from non excelent  school. The main instruments used is a mathematical communication skill (CCS) i.e.CCS1 and CCS2 test, both tests have been through the process of validation and testing with reliability coefficients respectively 0.67 and 0.66. The Mann-Witney test is used to see if there is an average difference in CCS  between experiments and control class at each the prior knowledge levels and the 2-way ANAVA is used to see if there the interaction between learning model variables and the prior knowledge variables. The results of this study showed that: (1) Students' CCS in the experimental class are significantly higher when compared to students in the control class; (2) Students' CCS in the experimental class are significantly higher when compared to students in the control class either at the high or moderate prior knowledge levels; (3) There is no interaction between the learning model and the prior knowledge toward CCS.  
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA BERDASARKAN MULTIPLE INTELLIGENCE DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA Irmawaty Natsir; Anis Munfarikhatin
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.599 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i1.3384

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa berdasarkan kecerdasan majemuk (multiple intelligence) dalam menyelesaikan soal matematika pada konten change and relationship dan space and shape. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kecerdasan majemuk (multipel intelligence), tes kemampuan literasi matematika dan pedoman wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah empat orang siswa yang dipilih berdasarkan kecerdasan dominan dari seluruh siswa kelas VIII SMP IT Ibnu Sina dan mewakili setiap kecerdasan yaitu kecerdasan intrapersonal, interpersonal, kinestetik, dan logika matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) subjek dengan kecerdasan intrapersonal hanya memenuhi indikator kemampuan komunikasi pada konten change and relationship dan space and shape; 2) subjek dengan kecerdasan interpersonal hanya mampu memenuhi indikator kemampuan matematisasi pada konten change and relationship dan pada konten space and shape subjek belum memenuhi indikator kemampuan komunikasi, matematisasi, dan kemampuan memilih strategi; 3) subjek dengan kecerdasan kinestetik belum memenuhi indikator kemampuan komunikasi, matematisasi, dan memilih strategi untuk menyelesaikan masalah pada konten change and relationship maupun space and shape; 4) subjek dengan kecerdasan logika matematika telah memenuhi indikator kemampuan komunikasi, matematisasi, dan memilih strategi dalam menyelesaikan masalah pada konten change and relationship.Kata kunci: Literasi matematika; multiple intelligence; change and relationship; space and shape. Abstract This study aims to describe students' mathematical literacy skills based on multiple intelligence in solving math problems on the content of change and relationship and space and shape. This research is a qualitative descriptive study. The instruments used in this study were multiple intelligence questionnaires, math literacy skills tests and interview guides. The subjects in this study were four students who were selected based on the dominant intelligence of all eighth grade students of SMP IT Ibnu Sina and represented each intelligence, namely intrapersonal, interpersonal, kinesthetic, and mathematical logic. The results showed that: 1) subjects with intrapersonal intelligence only met the indicators of communication skills in content change and relationship and space and shape; 2) the subject with interpersonal intelligence is only able to meet the indicators of mathematical ability in change and relationship content and the subject's space and shape content has not met the indicators of communication skills, mathematics and the ability to choose strategies; 3) subjects with kinesthetic intelligence have not met the indicators of communication skills, mathematics, and choose strategies to solve problems in change and relationship content as well as space and shape; 4) the subject with mathematical logic intelligence has met the indicators of communication skills, mathematics, and chooses strategies in solving problems with content change and relationship.Keywords: mathematical literacy; multiple Intelligence; change and relationship; space and shape
IDENTIFIKASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK DIDIK LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Adi Slamet Kusumawardana; Muhammad Islah Bebe Kewa
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.563 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3669

Abstract

Salah satu sasaran pendidikan dan pembelajaran yang menjadi lahan besar proses pembinaan diri adalah LPKA atau Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran matematika di LPKA Kelas 1 Kota Blitar dengan melihat dari tiga aspek yang akan diteliti yaitu motivasi belajar matematika, hasil test soal latihan, dan implementasi pelajaran matematika dalam kehidupan di LPKA. Adapun yang menjadi subjek penelitianya beberapa tingkat siswa di LPKA mulai dari SD-SMP- SMA dengan rincian 3 siswa SD, 6 Siswa SMP dan 6 Siswa SMA, serta guru mata pelajaran matematika pada setiap tingkatan. Metode penelitian menggunakan  deskriptif kualitatif, dengan hasil pengumpulan data dari observasi dan wawancara untuk mengetahui keadaan dan kualifikasi pembelajaran matematika di LPKA Kelas 1 Blitar. Hasil penelitian dalam aspek motivasi belajar matematika anak didik di LPKA menunjukkan bahwa pada tingkat SD dan SMP berada pada tingkat kurang. Selanjutnya secara menyeluruh pada tingkat SMA termasuk dalam kategori cukup. Dalam aspek hasil test soal latihan anak didik, hanya 4 anak didik dari 15 anak didik yang mampu menyelesaikan test soal latihan meski membutuhkan aktifitas Scaffolding. Sementara dalam aspek implementasi pelajaran matematika dalam kehidupan sehari-hari hanya 3 anak dari 15 anak didik yang mampu menjelaskan keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari.
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA TIPE PISA LEVEL 5 DENGAN KONTEKS PRIBADI Tria Gustiningsi; Somakim Somakim
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.77 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i2.3535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan soal matematika tipe PISA level 5 dengan konteks pribadi yang valid, praktis, dan efektif. Metode penelitian ini adalah design research dengan tipe development studies. Penelitian dilakukan dengan tahapan yang terdiri dari preliminary, self evaluation, expert review, one to one, small group, dan field test. Subjek penelitian adalah 12 orang siswa kelas VII SMPN 1 Palembang. Data dikumpulkan dengan menggunakan walk-through, tes, angket, dan wawancara. Penelitian menghasilkan soal matematika tipe PISA level 5 konteks pribadi yang valid dari segi konten yaitu soal sudah sesuai dengan karakteristik soal PISA level 5 dan sesuai dengan karakteristik konteks pribadi, soal juga sudah valid dari segi konstruk yang terlihat bahwa soal sudah sesuai dengan kurikulum 2013 kelas VII, dan soal sudah valid dari segi bahasa yaitu soal sudah sesuai dengan PUEBI dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Soal yang dihasilkan sudah praktis yaitu soal dapat dipakai, maksud soal dimengerti oleh siswa, dan siswa tertarik mengerjakan soal. Soal yang dihasilkan juga sudah efektif yaitu soal memunculkan keterampilan berpikir siswa. Temuan dari penelitian ini adalah soal yang dihasilkan memiliki efek potensial yaitu memunculkan kemampuan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Page 40 of 153 | Total Record : 1528