cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 1,211 Documents
Agama Sebagai Dasar Penguasaan Manusia Atas Dirinya Dalam Rangka Terwujudnya Perdamaiaan Dunia Ali, Mukti
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 32 (1984)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1984.032.1-14

Abstract

Uraiaan ini merupakan pembahasan bapak Mentri Munawir Sjadzali. Saya sangat setuju dengan beliau itu. Uraiaan ini –kalau bisa—dimaksudkan untuk menambah uraiaan Bapak Mentri. Kaian dan Habel (kejadiaan) atau  Qabil dan Habil (al-Qur’an), kedua anak Nabi Adam, bertengkar karena urusan persembahan kurban kepada Tuhannya. Karena pertengkaran itu maka Qabil (kain) membunuh adiknya, Habil. Agama telah ada dalam: waktu itu, karena esensi agama adalah percaya kepada Yang Supra-Alami dan berusaha untuk berbakti kepada-nya. Tetapi dalam waktuyang sama pembunuhan atau perang-pun telah terjadi.
Ajaran dan Pemikiran dalam Akidah Islam Busyairi, Kusmin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 33 (1985)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1985.033.59-80

Abstract

Memang tidak pernah dan tidak jelas dinyatakan,tetapi dari gejala dan sikap yang Nampak diantara kaum muslimin dapat ditarik makna tentang adanya anggapan,  bahwa seluruh aspek permasalahan dan pemikiran para ahlinya (mutakallimin) di dalam ilmu kalam, merupakan ajaran akidah Islam. Sebenarnya tidak demikian. Tidak semua aspek permasalahan dan pemikiran para mutakallimin itu sebagai ajaran (ajaran akidah Islam) tetapi ada pula yang pemikiran (pemikiran akidah Islam). Antara keduanya berbeda dan harus dibedakan. Sebab, ajaran sebagai “divine acts” merupakan kebenaran mutlak dan mengikat secara mutlak. Sedangkan pemikiran sebagai “human acts” tentu  hanya merupakan kebenaran relative dan mengikat secara relative pula. Atas dasar adanya gejala anggapan seperti diungkapkan diatas itulah, maka tulisan ini disampaikan.
Sejarah Ummat Islam Uni Soviet Dakawu, Sulistyo Adi Putro Handoko
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 33 (1985)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1985.033.46-58

Abstract

Kaum Muslimin di Uni Soviet kini meliputi 20% dari 270 juta pendudk seluruh negara. Laju pertumbuhannya merupakan yang tertinggi diantara semua golongan penduduk yang tinggal disana. Masalah ini merupakan masalah serius yang harus dihadapi oleh Pemerintah Pusat di Uni Soviet, karena akan dapat menjadi suatu factor yang menjurus kepada terpecah belahnya republic terluas itu dilihat dari segi lain. Penganut Islam di Uni Soviet terdiri dari  35 suku yang memakai sekitar 100 bahasa yang berlainan. 
Mencari Kebenaran dan Perspektifnya (Suatu Pemikiran Filsafat) Soehadji, Mustafa
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 33 (1985)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1985.033.34-45

Abstract

Manusia di dunia dengan karunia akal (ratio) yang diterimanya membedakan dirinya dari makhluk yang lain. Akal menjadikan manusia memiliki derahjat dan kedudukan yang lebih tinggi darppada makhluk yang lain, karena dengan akalnya manusia berfikir, berfikir  tentang apa saja. Manusia sebagai “homo sepiens”, berfikir dan ingin mengetahui lebih jauh dan mendalam tentang kenyatan-kenyataan yang dihadapi.Manusia berusaha menalari dan menguak tabir-tabir rahasia dibalik kenyataan yang dilihatnya. Segala apa saja, termasuk alam semesta dijadikan obyek pemikiran.
Citra Status Sosial Para Haji Di Kalangan Masyarakat Pedesaan Madura Madaniy, Malik
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 33 (1985)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1985.033.27-33

Abstract

Penduduk asli Madura dikenal sebagai masyarakat yang kuat dan Tangguh dalam memegangi identitas mereka sebagai pemeluk-pemeluk agama Islam. Oleh karenaya dapat dianggap sebagai suatu penghinaan dan pencemaran yang berat apabila kepada mereka dilontarkan tuduhan sebagai orang yang bukan Islam. Apakah keteguhan memegangi identitas Islam ini sudah diikuti pula dengan kesadaran yang tinggi dalam menghayati dan mengamalkan butir-butir nilai ajaran Islam dalam perilaku kehidupan mereka sehari-hari, baik dalam hal-hal yang berkaitan dengan aspek peribadatan maupun yang berkaitan dengan aspeksosial kemasyarakatan (mu’amalah) dan lain sebagainya; hal inimemerluken suatu penelitian tersendiri.
Memikirkan Makna Dompu dalam Rangka Mencari Identitasnya Hasan, Abdul Malik
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 33 (1985)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1985.033.1-26

Abstract

Mkalah ini disusun berdasarkan hasil rekaman serangkaian wawancara yang dilakukan penulis beberapa waktu yang lalu dengan beberapa orang pemuka/tokoh yang dipandang mempunyai “simpnaan” pengetahuan tentang tradisi lisan (folklore) dari masyarakat Kabupaten Dompu (karena memang mereka tidak memiliki tradisi tulis). Wawancara difokuskan pada keluarga almarhum Haji Muhammad Ali Kamarudin, Desa Kandai Dua.Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tentu saja disamping tokoh-tokoh masyarakat Dompu yang lain yang sifatnya melengkapi, kalua-kalau ada versinya yang lain. Setelah itu dilakukan analisis dan sistematisasi sesuai materinya, sehingga menghasilkan sebuah makalah dengan judul “ Memikirkan Makna  Dompu dalam Rangka Mencari Identitasnya,” (sebuah refleksi hermeneutic) seperti naskah sekarang ini. 
Pembahasan Karya Nizar Ahmad Fauzi Early Muslim Historiografi Umar, Mu'in
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 34 (1986)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1986.034.71-83

Abstract

Literatur historiografi Islam Di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masih langka, sehingga tadi ilmu ini terbatas dengan beberapa buah buku, yang tentu saja apa yang diperoleh dengan keterbatasannya ini belum memuaskan. Walaupun demikian bagi para peminat dapat melanjutkan studinya dengan penelitian sendiri.
Pemikiran Ketuhanan Al-Kindi Afandi, A
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 34 (1986)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1986.034.56-70

Abstract

Al-Kindi, nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’cub bin Ishaq Ashabbah bin Imran bin Ismail bin Al Asy'ats bin Qoya Al-Kindi. Dilahirkan di kufah pada tahun 185 H (801 M).  Ayahnya bernama Ishaq Ashshabah, Gubernur Kufah pada masa pemerintahan Al-Mahdi dan Harun Ar-Rasyid dari Bani Abbas. Al-Kindi hidup pada zaman kejayaan khalifah Harun Ar-Rasyid wafat 252 H (861 M). Nama Al-Kindi dikenal di kemudian hari melalui kitab-kitabnya yang berjudul tidak kurang dari 241 buah dalam bidang filsafat, logica, arithmatika, kedokteran, ilmu jiwa, politik, music, matematika dan lain-lain. Pada masa hidup Al-Kindi penterjemahan buku-buku Yunani sangat pesat dan ia turut aktif dalam kegiatan itu. Ia mencoba mempertemukan atau memadukan agama dan filsafat. Menurut Al-Kindi filsafat adalah pengetahuan yang benar. Sedang agama menerangkan tentang apa yang benar. Jelas ada perbedaan antara filsafat dan agama keduanya bertujuan untuk menerangkan apa yang benar dan yang baik. Agama di samping mempergunakan Wahyu juga mempergunakan akal dan filsafat mempergunakan akal. Wahyu tidak bertentangan dengan filsafat. Hanya argumentasi yang dikemukakan Wahyu lebih meyakinkan daripada argumentasi filsafat.
Bakat Sukanta, S
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 34 (1986)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1986.034.31-55

Abstract

Sifat khas yang bersumber pada bakat besar perannya dalam proses pendidikan, dan adalah hal yang ideal apabila kita dapat memberikan pendidikan yang benar-benar sesuai dengan bakat para anak didik kita (Sumadi Sy; 1984, 169). Pemikiran tentang bakat itu sudah lama berlangsung sampai berabad-abad lamanya, serta banyak penelitian dilakukan di Greek, Latin, dan negara-negara Eropa lainnya. Jadi masalah bakat, sudah sama tuanya dengan manusia itu sendiri. Sejak zaman dahulu, orang selalu berusaha menganggap masalah ini, walaupun sudah barang tentu apabila dipandang dari kacamata ilmu pengetahuan dewasa ini hasilnya masih sangat jauh dari memuaskan. Sampai saat sekarang urgensi untuk menggarap masalah ini masih tetap ada, lebih-lebih dalam hubungan dengan usaha pendidikan dan pemilihan lapangan kerja. Suatu hal yang dipandang self eviden ialah bahwa seorang akan lebih berhasil apabila dia belajar dalam lapangan yang sesuai dengan bakatnya; demikian pula dalam pandangan kerja, seseorang akan lebih berhasil apabila dia bekerja dengan lapangan yang sesuai dengan bakatnya (Sumadi Sy; 1984. 169 – 170).
Pandangan H.M. Rasyidi Tentang Kebatinan Simuh, S
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 34 (1986)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1986.034.24-30

Abstract

Tulisan ini akan mengulas salah satu karya H.M Rasjidi yang berjudul Islam dan Kebatinan yang diterbitkan oleh yayasan Islam Study Club Indonesia, Jakarta 1967. Buku ini telah memancing timbulnya polemik yang tajam antara Warsito, H.M Rasjidi, Hasbullah Bakry, yang dimuat dalam harian KAMI dari bulan Maret hingga September 1972. Kumpulan polemik ini kemudian diterbitkan dengan judul Di Sekitar Kebatinan oleh Bulan Bintang, Jakarta 1973. Dari buku Islam dan Kebatinan dan dari bukunya Menganggap Aku Tetap Memeluk Agama Islam bisa diketahui bahwa lingkungan kehidupan H.M Rasjidi sewaktu kanak-kanak hingga menjelang muda, amat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan pemikiran dan perhatian beliau terhadap masalah-masalah agama dan filsafat. H.M Rasjidi Dilahirkan di Kotagedhe, suatu kota yang menurut serat Babat merupakan bekas ibukota kerajaan Mataram. Di Kotagedhe itulah terdapat makam leluhur raja-raja Mataram yang amat dikeramatkan baik oleh keluarga raja-raja ataupun oleh masyarakat Jawa pada umumnya. Yakni makam Panembahan Senopati yang menurut serat babat diceritakan sebagai cikal bakal kerajaan Mataram. Di dalam kompleks makam yang dikeramatkan itu terdapat Sendang (kolam) dengan ikan lele dan bulus kuning, serta pohon beringin, yang juga dikeramatkan dan dipandang bertuah oleh masyarakat. Juga benda-benda yang menurut dongeng dulu dipergunakan oleh Penambahan Senopati, seperti batu gatheng, batu gilang, dan lain-lainnya. Oleh karena itu setiap hari kamis malam (malam Jumat), terutama malam Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon, yakni hari-hari oleh tradisi kejawen dipandang bertuah, berdatangan orang-orang untuk mengadakan sesaji dan minta barakah kepada kuburan dan benda-benda keramat tersebut di atas. Praktek-praktek pengalaman agama Islam tradisional yang dicampuradukkan dengan kepercayaan dan praktek-praktek ketahayulan ini sangat menarik perhatian H.M Rasjidi. Apalagi sesudah munculnya gerakan Muhammadiyah di kota gedhe yang berusaha memberantas berbagai ketahayyulan dan praktek-praktek tradisional secara drastis.

Filter by Year

1975 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue