cover
Contact Name
-
Contact Email
aljamiah@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-558186
Journal Mail Official
aljamiah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Gedung Wahab Hasbullah UIN Sunan Kalijaga Jln. Marsda Adisucipto No 1
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
ISSN : 0126012X     EISSN : 2338557X     DOI : 10.14421
Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, theology, sociology, anthropology, political science and others.
Articles 1,211 Documents
Kedududkan akal dalam Hukum Islam Syatibi, Moh.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 28 (1982)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1982.028.1-14

Abstract

Akal ialah perangai manusia yang melebihi derajatnya daripada makhluq-makhluq lainnya. Dengan akalnya, manusia dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah, antara yang baik dengan yang buruk. Akal adalah alat berfikir yang hanya dimiliki oleh manusia. Yang dimaksu dengan Hukum Islam dalam uraiaan ini ialah meliputi fiqih, yakni hukum syar’iy yang berhubungan dengan tingkah laku mukallaf yang tersimpul . 
Jalan Mistik Tashawwuf dan Jalan Mistik Aliran Kebatinan Romdon, Romdon
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 29 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.029.57-73

Abstract

Aliran kebatinan adalah mistik kejawen, sedang tashawwuf adalah mistik islam. Keduanya akan diperbandingkan  jalan mistiknya, terlepas dari ikatan sejarah antara keduanya andaikan ada. Yang akan dipersoalkan adalah persamaan dan perbedaannya. Memang kalua ada persamaan tentu seterusnya akan timbul mengapa justru sama. Dan kalua berbedapun akan diikuti dengan pertanyaan mengapa berbeda padahal pengikut aliran kebatinan mengaku beragama Islam. Mengapa sama-sama Islam tetapi berbeda mistiknya. Tulisan ini tidak berusaha menjawab persoalan-persoalan tersebut.
Pembahasan Risalah Tauhid Karya Muhammad Abduh Busyairi, Kusmin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 29 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.029.38-56

Abstract

Risalah Tauhid, adalah salah satu karya Muhammad Abduh, yang membicarakan masalah akidah Islam/ Ilmu Kalam. Dengan Risalah Tauhidnya itu –disamping tulisan-tulisannya yang lain—dia berjuang untuk menyehatkan dan membangkitkan semangat dunia Islam, khususnya masyarakat mesir waktu itu. Yaitu semangat untuk membebaskan kaum muslimin dari kejumutan, kelemahan, keterbelakangan dan penjajahan. Karena itulah ’barangkali’ Risalah Tauhid-nya itu memikat para (banyak) Ilmuan dan diterjemahkan ke dalam beberapa Bahasa; antara lain bahasaPerancis, Urdu, Indonesia dan lain-lain. Sedangkan tulisan (paper) ini dihidangkan, juga karena ingin turut kmembicarakannya, walaupun dangkal dan sederhana sekali.
Perkembangan pembaharuaan pemikiran Islam di India Abad XIX Risman, Abu
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 29 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.029.22-37

Abstract

Semenjak awal abad XVIII kekuasaan kesultanan Islam mongol yang berpusat di Delhi semakin merosot. Lemahnya kemampuan serta kewibawaan sultan tidak dapat menghalangi kehendak para amir akan melepaskan diri dan berkuasa penuh di wilayah mereka. Selain itu kaum brahmana mulai bergerak ingin membangun Kembali kerjaan hindu. Rakyat Maratha yang sebelumnya telah berulangkali memberontak dan bergerilya, akhirnya berhasil membesarkan diri dan mendirikan kerajaan Hindu yang mereka di  India Barat. Demikian pula golongan Sikh memenangkan pembrontakaannya.
Al Hakam II Khalifah Sarjana Haikal, Husain
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 29 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.029.18-21

Abstract

Telaah awal ini akan mencoba mengetengahkan seorang khalifah daulah Bani Umayyah yang berkuasa dispanyol atau Andalusia pada pertengahan ke dua Abad X, sekitar sepuluh abad yang lalu. Al hakam II menonjol karena cinta pada perdamaiaan, serta menghabiskan waktunya untuk membangun negaranya. Gelar khalifah sarjana lekat pada figure ini karena yang bersangkutan asyik menekuni perpustakaan pribadinya, yang memiliki lebih dari 400.000 (empatratus ribu)  manuskrip yang semuanya ditulis dengan tangan, karena percetakan belum dikenal. Perhatian khalifahini lebih dari cukup terhadap dunia Pendidikan, dan telah menghasilkan hamper setiap warganya dapat membaca dan menulis.
Nuzulur al-Qur’an dan Pemeliharaan-Nya dari Masa Ke-Masa Thaib, Ismail
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 29 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.029.1-17

Abstract

Untuk mengetahui peranan yang dimainkan al-Qur’an dalam memperbaiki dan mengembalikan manusia kepada fungsi dan tujuaan hidupnya sesuai dengan fitrahnya, perlu diketahui situasi dunia, baik dalam bidang kepercayaan (Aqidah) kepada Tuhan, budi pekerti (Akhlak) dan aturan hidup bermasyarakat (syari’at) secara singkat. 
Filsafat Sejarah Mastury, Muhammad
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.54-78

Abstract

Garis besar tentang sejarah dan filsafat. Sejarah bagi suatu bangsa adalah amat penting. Amat janggal rupanya apabila suatu bangsa tidak mengetahui sejarah apalagi sejarah bangsanya sendiri. Membangun suatu bangsa, memperkembangkan suatu bangsa bahkan menyelenggarakan suatu pemerintahan orang harus memperlihatkan sejarah terutama sejarah bangsanya sendiri. 
Menyingkap Al-Mansur, Si Pemenang (Awal Kejatuhan Daulah Bani Umayyah di Spanyol) Haikal, Husain
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.44-53

Abstract

Masa al Hakam II, Khalifah Sanjana (al jamiah No. 29, th.1983), secara ringkas telah diungkapkan salah satu masa keemasan, “”\sigle de ore” dari kaum Muslim di Andalusia, Spanyol. Sebagai kelompok kecil di tengah-tengah mayoritas pemeluk Nasrani, kaum Muslim pada waktu itu telah berhasil membuktikan diri mereka sebagai “creative minority” kelompok kecil yang kreatif. Mereka telah membaktikan seluruh hidup mereka dengan kerja keras tanpa mengenal Lelah bagi tegaknya panji-panji Islam, sebagaimana dilihat antara lain dalam bidang ilmu, tehnologi, dan arsitektur yang telah mereka wariskan. Ini dibuktikan oleh hamper setiap penduduk Spanyol pada waktu itu telah dapat membaca dan menulis, sedang pada masa yang sama bagain Eropa yang lain tengah tertidur dalam abad tengah, abad kegelapan; para penguasa tertinggi, para raja Eropa pada waktu itu masih sulit untuk dapat menuliskan nama mereka sendiri. Dalam bidang tehnologi, umat Islam waktu itu telah mampu membangun dan mengembangkan jaringan pengairan, irigasi, yang berhasil menyuburkan lahan-lahan pertaniaan yang gersang yang memberikan kemakmuran dengan hasil-hasil pertaniaan yang beraneka ragam dan berlimah ruah. Mereka juga dapat membangun  dan mengembangkan jaringan jalan-jalan yang memberikan keamana bagi seluruh rakyat, serta memperlancar komunikasi dan perdagangan; sedang dalam waktu yang sama jalan-jalan di jantung London masih penuh lumpur lebih-lebih pada waktu hujan. Mereka juga telah berhasil mendirikan berbagai istana, rumah sakit, maupun Gedung-gedung perpustakaan. Alhambra menjadi salah satu bukti puncak arsitektur muslim pada waktu itu. Kaum muslim yang kecil dan penuh kreativitas serta menjalankan adidah Islam sebaik-baiknya dan berpihak pada golongan dhuafa, kaum lemah, telah melahirkan masa keemas an yang belum pernah dialami Spanyol baik sebelum maupun sesudahnya. Serba kelebihan Spanyol pada waktu itu dengan padat diketengahkan oleh salah seorang cendikiawan non-Muslim, Stanley Lane-Poole: “For nearly eight centuries, under her Mohammedan ruler, Spain set to all Europe a Shining example of a civilized and enlightened state”.
Syi’ah Imamiah Itsna ‘Asyariah dan Tafsirnya Rochim, Abd.
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.28-43

Abstract

Kegiatan mempelajari Al-Qur’an di kalangan Muslim sejak zaman Nabi s.a.w hingga kini tidaklah dapat dipisah-pisahkan dari kegitan-kegitan yang lain, karena Al-Qur’an bukan saja dipandang sebagai kitab yang menjadi sumber hukum, tetapi juga dipandang sebagai kitab yang mengandung bimbingan menuju kebahagiaan manusia baik didunia maupun diakhirat.
Kondisi dan Faktor-Faktor Penyokong Meluasnya Islam ke Luar semenanjung Arabia Sokah, Umar Asasuddin
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 30 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.030.11-27

Abstract

Setiap bangsa tentu mengenal pasang-naik dan pasang-surut dalam sejarahnya. Hal ini tergantung dari dua factor. Pertama, Situasi dan kondisi luar negeri yang mengelilingi negeri ini. Kedua, Situasi dan kondisi luar negeri yang mengelilingi negeri ini. Apabila kedua factor ini saling menguntungkan, maka sesuatu bangs aitu akan mengalami pasang-naik. Tapi sebaliknya apabila kedua hal tersebut tidak menguntungkan atau merugikan maka bangs aitu akan mengalami kemunduran.

Filter by Year

1975 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 63, No 1 (2025) Vol 62, No 2 (2024) Vol 62, No 1 (2024) Vol 61, No 2 (2023) Vol 61, No 1 (2023) Vol 60, No 2 (2022) Vol 60, No 1 (2022) Vol 59, No 2 (2021) Vol 59, No 1 (2021) Vol 58, No 2 (2020) Vol 58, No 1 (2020) Vol 57, No 2 (2019) Vol 57, No 1 (2019) Vol 56, No 2 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 56, No 1 (2018) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 2 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 55, No 1 (2017) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 2 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 54, No 1 (2016) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 2 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 53, No 1 (2015) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 2 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 52, No 1 (2014) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 2 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 51, No 1 (2013) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 2 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 50, No 1 (2012) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 2 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 49, No 1 (2011) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 2 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 48, No 1 (2010) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 2 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 47, No 1 (2009) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 2 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 46, No 1 (2008) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 2 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 45, No 1 (2007) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 2 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 44, No 1 (2006) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 2 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 43, No 1 (2005) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 2 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 42, No 1 (2004) Vol 41, No 2 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 41, No 1 (2003) Vol 40, No 2 (2002) Vol 40, No 1 (2002) Vol 39, No 2 (2001) Vol 39, No 1 (2001) Vol 38, No 2 (2000) Vol 38, No 1 (2000) No 64 (1999) No 63 (1999) No 62 (1998) No 61 (1998) No 60 (1997) No 59 (1996) No 58 (1995) No 57 (1994) No 56 (1994) No 55 (1994) No 54 (1994) No 53 (1993) No 52 (1993) No 51 (1993) No 50 (1992) No 49 (1992) No 48 (1992) No 47 (1991) No 46 (1991) No 45 (1991) No 44 (1991) No 43 (1990) No 42 (1990) No 41 (1990) No 40 (1990) No 39 (1989) No 38 (1989) No 37 (1989) No 36 (1988) No 35 (1987) No 34 (1986) No 33 (1985) No 32 (1984) No 31 (1984) No 30 (1983) No 29 (1983) No 28 (1982) No 27 (1982) No 26 (1981) No 25 (1981) No 24 (1980) No 23 (1980) No 22 (1980) No 21 (1979) No 20 (1978) No 19 (1978) No 18 (1978) No 17 (1977) No 16 (1977) No 14 (1976) No 12 (1976) No 11 (1975) No 10 (1975) No 9 (1975) More Issue