cover
Contact Name
Wuri Handayani, Ph.D.
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada Jalan Sosio Humaniora No. 1, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Indonesian Economy and Business
ISSN : 20858272     EISSN : 23385847     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) is open access, peer-reviewed journal whose objectives is to publish original research papers related to the Indonesian economy and business issues. This journal is also dedicated to disseminating the published articles freely for international academicians, researchers, practitioners, regulators, and public societies. The journal welcomes author from any institutional backgrounds and accepts rigorous empirical or theoretical research paper with any methods or approach that is relevant to the Indonesian economy and business content, as long as the research fits one of three salient disciplines: economics, business, or accounting.
Articles 989 Documents
IS ACCOUNTING AN IMPEDIMENT TO COMPUTER INTEGRATED MANUFACTURING? Indra Bastian
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 9, No 1 (1994): May
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.006 KB)

Abstract

Lonjakan kemajuan teknologi pabrikasi yang disebabkan kepesatan teknologi komputasi haruslah diimbangi perangkat-perangkat lain dalam dunia usaha. Perangkat akuntansi merupakan salah satu bidang yang selalu dituntut untuk segera mengantisipasi kemajuan perangkat dunia usaha maupun perangkatnya.Computer Integrated Manufacturing (CIM) merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi pabrikasi. Artikel ini akan membahas hubungan CIM - Akuntansi. Kontribusi artikel ini adalah 1) memberikan gambaran bentuk sistem akutansi yang dibutuhkan dalam kemajuan teknologi pabrikasi dan 2) menggugah perhailan para profesional maupun pengamat tentang kesenjangan prosedur akuntansi dengan dampak kemajuan teknologi.
RISET TENJANG MINAT DAN PERILAKU KONSUMEN: SEBUAH CATATAN DAN TANTANGAN BAGI PENELITI YANG MENGACU PADA "THEORY OF REASONED ACTION" Basu Swastha Dharmmesta
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 7, No 1 (1992): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.867 KB)

Abstract

Makalah ini bertujuan mengidentifikasi fenomena yang diperkirakan muncul dalam riset konsumen, khususnya pada keterkaitan antara minat dan perilaku konsumen. Perhatian pada riset konsumen yang mengacu pada model Fishbein - Ajzen (Theory of Reasoned Action) ini dikaitkan dengan aplikasi dalam pengembangan produk baru. Akurasi prediksi variabel perilaku dari variabel sikap yang ditengahi oleh variabel minat dipengaruhi oleh faktor situasional, dimensi waktu, konteks pemasaran, dun ukuran-ukuran kriterion maupun prediktomya. Fenomena di atas perlu mendapatkan perhatian yang lebih besar dari periset konsumen.
PEMBENTUKAN MODEL DALAM PENELITIAN EKONOMI Insukindro Insukindro
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 7, No 1 (1992): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu penelitian, pembentukan model sebagai perwujudan dari suatu abstraksi berbagai aspek realita (dunia nyata) merupakan suatu kegiatan yang penting. Kegiatan semacam ini dapat dijumpai di semua segi kebidupan dan sisi atau bagian dari ilmu pengetahuan, termasuk ilmu ekonomi. Perwujudan abstraksi tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk matematis, gratis, skema, diagram dan bentuk-bentuk lainnya. Namun de-mikian, pembentukan model itu sendiri hanyalah merupakan "suatu panduan" dan dipengaruhi berbagai faktor, misalnya: tujuan yang dicanangkan, perilaku pemeran dalam sistem yang diamati, kelembaqaan yang ada, dan persepsi si pembuat model mengenai realita yang dihadapi.Tulisan ini bermaksud mengetengahkan beberapa aspek pembentukan model dalam penelitian atau analisis ekonomi, khususnya analisis atau model ekonometri. Pembahasan yang diketengahkan mencakup langkah-langkah pembentukan model, anggapan, persamaan, penggambaran dan permasalahan dalam model ekonomi. Berkaitan dengan itu, model ekonomi yang diungkapkan meliput suatu konstruksi teoritis dan yang dapat ditaksir, serta terdiri dari himpunan konsep, definisi, anggapan, persamaan dan kesamaan yang memungkinkan diturunkannya suatu kesimpulan.
ASEAN COOPERATION: TRANSFER OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY1 Dibyo Prabowo
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5623.397 KB)

Abstract

Permasalahan alih teknologi, khususnya di hidang pertanian, tetap menarik untuk dikaji. Sejarah pembangunan pertanian mencatat kisah sukses alih teknologi melalui Revolusi Hijau. Hanya nampaknya disepakati bahwa alih teknologi di bidang pertanian tidak berjalan dengan "mulus" begitu saja.Tulisan ini mencoba menelaah alih teknologi di bidang pertanian dalam lingkungan negara-negara ASEAN. Selanjutnya, juga dikaji faktor-faktor apa yang nampaknya menjadi kendala dalam proses alih teknologi. Di masa mendatang, implikasinya, dituntut upaya-upaya kerjasama antar negara negara ASEAN yang lebih erat dalam bidang teknologi pertanian, baik melalui COFAF (Komite ASEAN bidang Pangan, Pertanian, dan Kehutanan), 1RRI, maupun SCOFH (Sub komite ASEAN dalam Penanganan Pangan).
ANALISIS SHIFT-SHARE: PERKEMBANGAN DAN PENERAPAN Prasetyo Soepono
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 8, No 1 (1993): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Shift-Share sebagai salah satu metode analisis wilayah di samping teknik input-output, model linear programming, model ekonometri, mengalami beberapa modifikasi dalam upaya para pakar/pengguna untuk meningkatkan peranan teknik itu dalam membahas hubungan antarapertumbuhan wilayah dan struktur ekonomi wilayah dan dalam menanggapi kritik-kritik/keterbatasan-keterbatasannya. Meninjau kembali teknik S-S itu dan memahami modifikasi-modifikasinya dengan menggunakan data nyata, dapat meningkatkan apresiasi dan menyadari sumbangan analisis S-S dalam jajaran alat-alat analisis wilayah.
PENGARUH PAJAK ATAS HARGA TANAH Guritno Mangkoesoebroto
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 7, No 1 (1992): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.986 KB)

Abstract

Harga tanah merupakan salah satu kendala yang dihadapi pemerintah dalam melaksanakan berbagai proyek pembangunan guna kepentingan umum. Rencana pemerintah untuk melaksanakan suatu proyek seringkali terhambat oleh kenaikan harga tanah yang dibeli oleh para spekulator, begitu mereka mengetahui adanya proyek pemerintah tersebut.Tanah bagi masyarakat selain merupakan suatu bentuk kekayaan, juga harus mempunyai fungsi sosial. Seseorang tidak saja harus mempunyai hak minimal untuk memiliki tanah bagi perumahan, tetapi juga pemilikan tanah tidak boleh menimbulkan jenjang sosial yzng tajarn. Oleh karena itu diperlukan suatu perbaikan dalam sistem pajak bumi dan bangunan sebab sistem yang sekarang tidak mampu mengurangi distribusi kekayaan yang terjadi. Ini dapat dilihat dari semakin banyaknya rumah-rumah yang sangat mewah di kota-kota besar di Indonesia.Dalam makalah ini diajukan suatu usulan untuk memperbaharui sistem PBB yang ada, sehingga dapat mengatasi berbagai masalah dalam bidang pertanahan.
DERIVASI TEORI SIKLUS KEHIDUPAN PRODUK (PRODUCT LIFE CYCLE THEORY: Jawaban atas kegagalan Teori Hechscher-Ohlin Endang Sih Prapti
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.591 KB)

Abstract

Salah satu hipotesa kesimpulan teori perdagangan internasional Hechscher- Ohlin, atau sering disebut teori H-O, menyatakan bahwa perdagangan internasional akan terjadi antar negara negara yang memiliki kekayaan sumberdaya yang berbeda. Negara yang kaya akan tenaga kerja akan berdagang dengan negara yang kaya akan kapital. Namun pada kenyataannya, 60% dari volume perdagangan dunia adalah perdagangan antar negara maju, yang relatif kaya akan input sejenis, yaitu kapital. Ketidakmampuan teori H-0 menjawab fenomena ini meyebabkan diperlukannya teori perdagangan baru yang mampu menjelaskan kenyataan perdagangan saat ini, yaitu perdagangan antar negara maju yang memiliki relative factor endowment yang sama. Teori baru tersebut adalah Teori Siklus Kehidupan Produk atau dikenal dengan teori PLC (Product Life Cycle Theory), yang dikemukakan oleh Raymond Vernon. Teori PLC tidak hanya menjelaskan mengapa perdagangan internasional didominasi oleh perdagangan antar negara-negara maju, tetapi juga menjelaskan latar belakang timbulnya perusahaan-perusahaan multinasional atau MNCs (Multi National Corporations).Tulisan ini memfokuskan analisis tentang Teori PLC pada 4 (empat) aspek: (1) Peralihan dari Teori H-0 menjadi Teori PLC, (2) Ciri dinamik dari Teori PLC, (3) Perbandingan asumsi Teori H-0 dan Teori PLC, (4) Derivasi Teori PLC.
BERBAGAI ISU DALAM PENILAIAN EFEKTIVITAS ORGANISASIONAL T. Hani Handoko
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 8, No 1 (1993): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.383 KB)

Abstract

Meskipun penelitian tentang efektivitas organisasional seperti menghilang akhir-akhir ini, konsep efektivitas tetap menjadi topik penting dalam penelitian, pengajaran dan praktik manajemen. Artikel ini mereview berbagai model penilaian efektivitas yang telah diungkap dalam teratur dan mengidentifikasi berbagai masalah kritis yang "melekat" pada konsep efektivitas. Masalah-masalah yang dibahas tidak hanya menyangkut kesulitan metodologis pengukuran efektivitas, tetapi juga kerancuan konseptual.
PERAN PEMBANGUNAN SEKTOR KEUANGAN DALAM MOBILISASI DANA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI Wihana Kirana; Nurwadono Nurwadono
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 7, No 1 (1992): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.556 KB)

Abstract

Upaya pembangunan sektor keuangan yang membebaskan sektor keuangan dari adanya financial repression mendorong suku bunga ke tingkat yang lebih tinggi. Tingginya suku bunga ini mempunyai beberapa pengaruh positif yang belum banyak diungkapkan di antaranya adalah mobilisasi dana dan pertumbuhan ekonomi. Hasil pengamatan di Indonesia, ternyata deregulasi sektor keuangan yang difakukan membawa hasil dalam mobilisasi dana masyarakat, tetapi tidak mempunyai pengaruh dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi.
INSTRUMEN METODE PENYUSUTAN DIPERCEPAT MENURUT UU PPh 1984 DAN BUKU PAI: SUATU TINJAUAN UMUM Mardiasmo Mardiasmo
Journal of Indonesian Economy and Business (JIEB) Vol 6, No 1 (1991): September
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.205 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membas mengenai perbedaan-perbedaan penerapan metode penyusutan dipercepat antara UU PPh 1984 dengan buku PAI, serta hal-hal yang dapat mengurangi (menurunkan) keefektifan instrumen metode penyusutan dipercepat. Selain itu juga dibahas mengenai penyusutan, metode penyusutan dan tata cara perhitungan penentuan besarnya penyusutan menurut UU PPh dan buku PAI.Penyusutan merupakan elemen pengurang laba kena pajak yang menjadi dasar pengenaan pajak, maka usaha peminimalan pajak yang terutang melalui penyusutan dapat dilakukan dengan memperbesar pengakuan penyusutan dan mempercepat pengakuan penyusutan. Metode penyusutan dipercepat yang diterapkan UU PPh 1984 dimaksudkan untuk mempercepat pengakuan penyusutan. Manfaat mempercepat pengakuan penyusutan nampak jelas di dalam. pengambilan keputusan usulan investasi terutama jika perusahaan menggunakan metode evaluasi usulan investasi yang berdasarkan laba tunai.Instrumen metode penyusutan dipercepat yang diterapkan UU PPh 1984 berbeda dengan metode-metode penyusutan yang diperkenankan oleh buku PAI. Perbedaan-perbedaan terjadi karena maksud dan tujuan yang ingin dicapai UU PPh 1984 berbeda dengan maksud dan tujuan yang ingin dicapai buku PAI. Perbedaanperbedaan tersebut pada dasarnya merupakan beda waktu. Namun, perbedaanperbedaan tersebut dapat berubah menjadi beda tetap terutama pada saat penarikan aktiva dari pemakaian yang nilai buku aktivanya lebih besar dibanding hasil penjualan neto.Beda waktu yang berubah menjadi beda tetap tersebut dapat mengurangi keefektifan instrumen metode penyusutan dipercepat yang diterapkan UU PPh 1984. Hal-hal lain yang dapat juga menyebabkan berkurangnya keefektifan instrumen tersebut adalah perusahaan menderita rugi dan pengenaan tarif pajak progresif.

Filter by Year

1986 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 36, No 1 (2021): January Vol 35, No 3 (2020): September Vol 35, No 2 (2020): May Vol 35, No 1 (2020): January Vol 34, No 3 (2019): September Vol 34, No 2 (2019): May Vol 34, No 1 (2019): January Vol 33, No 3 (2018): September Vol 33, No 2 (2018): May Vol 33, No 1 (2018): January Vol 32, No 3 (2017): September Vol 32, No 2 (2017): May Vol 32, No 1 (2017): January Vol 31, No 3 (2016): September Vol 31, No 2 (2016): May Vol 31, No 1 (2016): January Vol 30, No 3 (2015): September Vol 30, No 2 (2015): May Vol 30, No 1 (2015): January Vol 30, No 1 (2015): January Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 3 (2014): September Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 2 (2014): May Vol 29, No 1 (2014): January Vol 29, No 1 (2014): January Vol 29, No 1 (2014) Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 3 (2013): September Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 2 (2013): May Vol 28, No 1 (2013): January Vol 28, No 1 (2013): January Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 3 (2012): September Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 2 (2012): May Vol 27, No 1 (2012): January Vol 27, No 1 (2012): January Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 3 (2011): September Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 2 (2011): May Vol 26, No 1 (2011): January Vol 26, No 1 (2011): January Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 3 (2010): September Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 2 (2010): May Vol 25, No 1 (2010): January Vol 25, No 1 (2010): January Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 3 (2009): September Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 2 (2009): May Vol 24, No 1 (2009): January Vol 24, No 1 (2009): January Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 4 (2008): October Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 3 (2008): July Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 2 (2008): April Vol 23, No 1 (2008): January Vol 23, No 1 (2008): January Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 4 (2007): October Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 3 (2007): July Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 2 (2007): April Vol 22, No 1 (2007): January Vol 22, No 1 (2007): January Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 4 (2006): October Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 3 (2006): July Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 2 (2006): April Vol 21, No 1 (2006): January Vol 21, No 1 (2006): January Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 4 (2005): October Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 3 (2005): July Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 2 (2005): April Vol 20, No 1 (2005): January Vol 20, No 1 (2005): January Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 4 (2004): October Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 3 (2004): July Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 2 (2004): April Vol 19, No 1 (2004): January Vol 19, No 1 (2004): January Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 4 (2003): October Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 3 (2003): July Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 2 (2003): April Vol 18, No 1 (2003): January Vol 18, No 1 (2003): January Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 4 (2002): October Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 3 (2002): July Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 2 (2002): April Vol 17, No 1 (2002): January Vol 17, No 1 (2002): January Vol 16, No 4 (2001): October Vol 16, No 3 (2001): July Vol 16, No 2 (2001): April Vol 16, No 1 (2001): January Vol 16, No 1 (2001): January Vol 15, No 4 (2000): October Vol 15, No 3 (2000): July Vol 15, No 2 (2000): April Vol 15, No 1 (2000): January Vol 14, No 4 (1999): October Vol 14, No 3 (1999): July Vol 14, No 2 (1999): April Vol 14, No 1 (1999): January Vol 13, No 4 (1998): October Vol 13, No 3 (1998): July Vol 13, No 2 (1998): April Vol 13, No 1 (1998): January Vol 12, No 3 (1997): July Vol 12, No 2 (1997): April Vol 12, No 1 (1997): January Vol 11, No 1 (1996): January Vol 10, No 1 (1995): September Vol 9, No 1 (1994): May Vol 8, No 1 (1993): September Vol 7, No 1 (1992): September Vol 6, No 1 (1991): September Vol 5, No 2 (1990): September Vol 5, No 1 (1990): April Vol 4, No 1 (1989): April Vol 3, No 1 (1988): September Vol 2, No 1 (1987): September Vol 1, No 1 (1986): September More Issue