cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM JARING PENGAMAN SOSIAL BIDANG KESEHATAN DI KABUPATEN BANYUMAS(Studi Evaluasi pada Kegiatan Pelayanan Kebidanan dan Rujukan Rumah Sakit)SOCIAL SAFETY NET PROGRAM IMPLEMENTATION IN HEALTH SECTOR IN BANYUMAS DISTRICT(An Evaluation Study on Obstetrical Service and Hospital Reference) Harsanto, Bambang Tri; , Simin
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengevaluasi pelaksanaan program jaring pengaman sosial bidang kesehatan khususnya pada jenis kegiatan pelayanan kebidanan dan rujukan rumah sakit di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini lebih memfokuskan pada bentuk evaluasi proses, yaitu ingin melihat apakah pelaksanaan program sudah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang ada. Metode penelitian yang diambil dengan cara survei dan teknik analisisnya dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (l) Ada perubahan kriteria Penentuan kelornpok sasaran;( 2) Target cakup dan pelaksanaan program sampai tahun kedua belum dapat terpenuhi. Namun demikian, persentasenya cakupan dari kelompok sasaran yang terlibat di dalam program menunjukkan angka yang cukup besar; (3) Program dipandang mampu memberi manfaat yang besar bagi masyarakat kelornpok sasaran(;4 ) Keberadaan program dapat dijadikan sarana untuk lebih memberdayakan para bidan desa / puskesma(5); Keberadaan dukun bayi hendaknya di jadikan mitra bagi para bidan dalam membantu proses persalinan sehingga tidak menjadi faktor penghambat dari pelaksanaan program.
KAJIAN POTENSI SUMBER AIR TANAH UNTUK IRIGASI DI KAWASAN CEKUNGAN AIR TANAH PURWOKERTO-PURBALINGGA BERDASARKAN RESISTIVITAS BATUAN BAWAH PERMUKAAN POTENCY STUDY OF GROUNDWATER RESOURCES FOR IRRIGATION IN PURWOKERTO-PURBALINGGA GROUNDWATER RESERVOIR AREA BASED ON RESISTIVITY OF SUBSURFACE ROCKS FORMATION , Sehah; , Hartono
Pembangunan Pedesaan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose of this research is to interpret model of geological structure and deepness of groundwater aquifer. The research has been done by using Geoelectric of Resistivity method at five locations or trajectories in around the agricultural farm at Kembaran and Kalimanah Subdistricts, because both regions were located in groundwater reservoir area and own the wide agricultural farm. Result indicated that geological structure model of subsurface was consisted of sandy claystone, compacted soil, harsh clayly sandstone, smooth sandstone, compacted gravel and sandstone, and sandstone very harsh. Based on the model deepness data obtained of shallow groundwater aquifer surface was between 0 and 4.33 metres measured from local topography. While deep groundwater aquifer surface was between 26.29 and 56.73 metres with the most potential aquifer formation was smooth sandstone. In general, the groundwater potency in the research area was estimated very good, so that it was suitable for exploration as the irrigation source.
UJI ADAPTASI 10 GALUR PADA TIGA SENTRA PRODUKSI BAWANG MERAH Adaptation Test of 10 Strains Onion at Three Central Onion Production Putrasamedja, Sartono
Pembangunan Pedesaan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh beberapa klon yang mempunyai potensi unggul dan daya adaptasi tinggi pada sentra bawang merah Brebes, Tegal (Jawa Tengah) dan Nganjuk (Jawa Timur). Percobaan ini dilaksanakan pada musim penghujan pada bulan Februari – April 2010, klon yang diuji terdiri dari : F1-30, F1-41, F1-44, JP-30, F1-61, F1-83, F1-97, F1-102, F1-66, F1-48, sebagai pembanding Bima Brebes dan Bauji. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, masing-masing perlakuan di ulang 3 kali. Hasil akhir di peroleh klon JP-80 mampu beradaptasi dengan produksi 18,24 ton/Ha dengan jumlah anakan rata-rata 8 anakan, umur panen 54 hari di ikuti oleh klon no 66 dengan produksi 14,26 ton/Ha dengan jumlah anakan rata-rata 6 anakan, panen pada umur 53 hari dan klon F1-41 dengan produksi 18,89 ton/Ha dengan jumlah anakan rata-rata 7 anakan dengan umur panen 51 hari.
PENGARUH PENYUPLEMENAN Spirulina DALAM PAKAN TERHADAP HEMATOLOGIS IKAN NILEM (Osteochilus hasselti C.V.) EFFECT OF SUPPLEMENTED Spirulina IN DIET ON NILEM FISH (Osteochilus hasselti C.V.) HAEMATOLOGYS Ida Simanjuntak, Sorta Basar; Yuwono, Edy; Rachmawati, Farida Nur
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to know the effect of supplemented Spirulina in diet on nilem fish haematologys and to obtain the best dose. Pre-treated fishes were acclimated to the laboratory environment for 10 days then allocated randomly into 4 treatment groups. Each group consisted of three aquaria containing 100 L of water equipped with recirculatory system, 12 fishes were allocated into each aquarium. Fish in group A served as control given pellet without Spirulina. Fishes in groups B, C, and D were given pellet supplemented with 2, 4, and 6 g.kg-1 Spirulina, respectively, given daily at 07.30 and 16.00 at 5% of body weight. The results showed that haematologys profile on the nilem fish was affected by Spirulina. This was indicated by increasing erythrocyte counts, total leucocyte, and haemoglobin level as well as haematocrite value. Supplement with 4 g.kg-1 Spirulina was the best dose.
PEMACUAN KEAKTIFAN BERAHI MENGGUNAKAN HORMON OKSITOSIN PADA KAMBING DARA ESTRUS ACTIVITY INDUCTION OF YOUNG GOAT BY OXYTOCIN Tagama, Taswin Rahman
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 3 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk meningkatkan efisiensi reproduksi ternak kambing yang mengalami keterlambatan pubertas pada kelompok tani, dengan pengimbasan keaktifan berahi. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 5 Juli sampai dengan 6 Oktober 1998, di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode penelitian adalah eksperimen lapangan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Kambing dara yang mengalami delay puberty dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, masingmasing sebanyak tujuh ekor ternak yang mendapat perlakuan sebagai berikut: kelompok A diimbas hormon oksitosin dosis 30 i.u. per ekor; kelompok B dosis 40 i.u. per ekor; dan kelompok C dosis 50 i.u. per ekor. Peubah yang diamati adalah (1) tenggang timbulnya berahi, (2) persentase berahi, (3) angka intensitas berahi, dan (4) angka kebuntingan. Data penelitian dianalisis variansi, dan yang menunjukkan perbedaan pengaruh dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan data untuk: (1) tenggang timbulnya berahi untuk kelompok A, B, dan C masing-masing adalah 11,08 ± 2,49 jam; 9 ,87 ± 3,12 jam; dan 10,57 ± 2,20 jam; (2) persentase berahi untuk seluruh perlakuan sebesar 100 persen; (3) angka intensitas berahi untuk kelompok A, B, dan C masing-masing sebesar 2,236 ± 0,138; 2,238 ± 0,145; dan 2,503 ± 0,142; (4) angka kebuntingan yang dicapai untuk kelompok A, B, dan C masingmasing sebesar 71,43, 71,43, dan 85,71%. Disimpulkan bahwa hormone oksitosin menyebabkan terjadinya berahi pada seluruh kambing yang diimbas, dengan angka intensitas berahi sangat tinggi.
EKSPLORASI NEMATODA PARASIT HAMA CROCIDOLOMIA PAVONANA F. DI WILAYAH PEDESAAN SENTRA PRODUKSI KUBIS KABUPATEN BANJARNEGARA(EXPLORATION OF PARASITIC NEMATODE ON THE PEST CROCIDOLOMIA PAVONANA F. IN RURAL AREAS OF CABBAGE PRODUCTION CENTRE WITHIN BANJARNEGARA REGENCY) , Herminanto; Suyanto, Agus; Husain Alatas, John Robin
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan di sentra produksi kubis wilayah pedesaan Kabupaten Banjarnegara dan di Laboratoriurn Nernatologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto. Pelaksanaan mulai bulan Agustus 1998 sarnpai Januari 1999. Penelitian dilakukan dalarn dua tahap. Tahap pertama berupa survey di sentra produksi kubis Kabupaten Banjarnegara utuk mengetahui jenis dan populasi nematoda entomopatogenik (NEP). Metode yang digunakan adalah stratified randorn sampling untuk rnengarnbil sarnpel tanah. Tahap kedua berupa eksperirnen untuk mengevaluasi patogenisitas nematoda entomopatogenik yang diternukan. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terpisah dengan RAK sebagai rancangan dasar. Perlakuan utama adalah jenis tanah asal NEP yaitu Tl : andosol tembakau T2 : regosol tembakau, T3 : andosol kubis, T4: regosol kubis, T5 : andosol kentang, T6 : regosol ulat krop kubis, Tl : andosol teh, dan T3 : regosol teh. Sub perlakuan adalah konsentrasi nematoda entorTropatogenik yaitu K6 : kontrol ,K1 : 400 nematoda/ml dan K2 : 800 nematoda/ml. Tiap perlakuan diulang tiga kali. Variabel yang diarnati meliputi : mortalitas larva C. pavonana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel tanah dari rnampu rnenginfeksi ulat krop kubis Crocidolonia cukup beragarn pada jenis tanah dan konsentras NEP
PERAN AGROINDUSTRI PADI DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN SUMBANG Sriningsih, Endang; Widjojoko, Tatang; Purwaningsih, Ari
Pembangunan Pedesaan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri padi merupakan industri yang menggiling padi menjadi beras dan produk samping berupa merang dan dedak. Keberadaan agroindustri padi di Kecamatan Sumbang menggantikan tempat penumbukkan padi rumah tangga petani yang kurang praktis dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan sasaran penelitian pengusaha agroindustri padi dan petani yang memanfaatkan agroindustri tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–Oktober 2011 dengan rancangan pengambilan sampel “Simple Random Sampling”. Hasil penelitian menunjukkan (1) kemampuan rata -rata agroindustri padi menggiling padi menjadi beras adalah 64 ton gabah kering giling per bulan atau 41,2 ton beras per bulan, jumlah produk beras yang dihasilkan di Kecamatan Sumbang 1.030 ton beras per bulan. Sementara itu, produk samping yang dihasilkan dalam bentuk sekam adalah 17.280 ton per bulan, dan dedak adalah 5.120 ton per bulan. Jumlah penghasilan agroindustri adalah Rp. 7.353.127,00 per bulan; (2) Jumlah tenaga kerja yang diserap agroindustri padi rata-rata sebesar 100 HOK per bulan dengan nilai pendapatan tenaga kerja sebesar Rp. 3.186.800,00 per bulan; (3) Nilai tambah agroindustri sebesar 79,20%, sedangkan nilai tambah yang diterima oleh tenaga kerja langsung sebesar 0,01%; dan (4) Pendapatan petani yang memanfaatkan agroindustri padi sebesar Rp. 9.111.140,00 per bulan.
HASIL BUAH MANGGA PADA BEBERAPA FREKUENSI PEMBERIAN DAN KONSENTRASI PUPUK DAUN YIELD OF MANGO AT SEVERAL APPLICATION FREQUENCIES AND CONCENTRATIONS OF FOLIAR FERTILIZER , Sakhidin
Pembangunan Pedesaan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to study the effect of application frequencies and oncentrations of foliar fertilizer on yield of mango. The research was conducted in mango orchard belong to UPTD Balai Pengembangan Benih Hortikultura dan Aneka Tanaman (BPBHAT) Instalasi Kasugengan, Cirebon Regency from July to November 2007. This research used Completely Randomized Design with three replicates. Factors tested were the application of foliar fertilizer, i.e., one, two, and three times; and concentrations of the fertilizer, i.e., 0, 0.1, and 0.2%. Each unit of experiment consisted of one tree; each tree was taken 20 panicles as sample. Result of the research showed that the application of 3 times gave the highest number and weight of harvested fruit per tree. Concentration of the 0.2% fertilizer gave the highest yield of mango. There was no interaction effect of the application and concentration on all observed variables.
EKSTRAK BIJI NIMBA Azadirachta Indica A Juss PENGARUHNYA TERHADAP PELETAKAN DAN PENETASAN TELUR ULAT HATI KUBIS Crocidolomia Pavonana F (THE EFFECTS OF NEEM SEED EXTRACT Azadirachta Indica A Juss TO THE OVIPOSITION AND SUPPRESSING EGGS FERTILITY OF Crocidolomia Pavonana F) Suyanto, Agus; Manan, Abdul
Pembangunan Pedesaan Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effective concentration of neem seed extract in suppressing the oviposition of C. pavonana. This research was conducted at the Laboratory of Pest and Plant Diseases Faculty of Agriculture Unsoed at Purwokerto. The design used was randomized block design. The treatments tested were concentration of neem seed extract 0, 2.5%, 5.0%, 7.5%, and 10.0%. The variables measured were the number of clusters of eggs laid and number of eggs that hatched. The results showed that neem seed extract concentration of 2.5% was effective in suppressing the oviposition of C. pavonana amounted to 84.87% and concentration of 5% was effective in suppressing egg fertility of C. pavonana of 95%.
KAJIAN SIFAT EKOFISIOLOGI TIGA JENIS GULMA DI BAWAH NAUNGAN STUDY OF ECOPHYSIOLOGICAL CHARACTERISTICS ON THREE SPECIES OF WEED UNDER SHADE , Mahfudz
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed at analyzing morphological, anatomical and physiological changes in weeds in relation to their adaptation to low intensity light. Research was designed in a Split plot Design. The main plot was level of shade consisted of two levels, i.e., without shade and 50% shade. The subplot was three species of chosen weed, i.e., Bidens pilosa, Paspalum conjugatum, and Cuphea balsamona. Result of the research showed that P. canjugatum, B. pilosa, and C. balsamona were significantly different in their adaptation to shade. P. conjugatum was more tolerant to shade compared to B. pilosa and C. balsamona. Under 50% shades, P. conjugatum grow faster, utilized more N efficiently, and produced seed relatively similar to the condition without shade. P. conjugatum was a competitive weed under shade condition. B. pilosa, on the other hand, was competitive under condition without shade.

Page 10 of 20 | Total Record : 199