cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
KEBUTUHAN NUTRISI CRUSTACEA DAN POTENSI CACING LUR (NEREIS, POLYCHAETA) UNTUK PAKAN UDANG NUTRITION REQUIREMENT OF CRUSTACEAN AND THE POTENTIAL OF RAGWORM (NEREIS, POLYCHAETA) FOR FEED OF SHRIMP Yuwono, Edy
Pembangunan Pedesaan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge on nutrition aspect is essential in aquacultural development. Information on crustacean nutritional requirement have been substantially abundance and needed to be critically reviewed. The potency in term of nutritional content of ragworm Nereis and it’s use for feed of shrimp have been reported in many papers. The worm contains different macromolecule and amino acid as well as fatty acid required for optimum growth and reproduction of shrimp. Therefore, the worm is nutritionally appropriate for feed of shrimp.
STUDI BERBAGAI LENGAS TANAH DAN TEKNOLOGI SONIC BLOOM DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN KEDELAI STUDY ON DIFFERENT SOIL MOISTURES AND SONIC BLOOM TECHNOLOGY IN THE EFFORT TO INCREASE GROWTH AND YIELD OF Budisantoso, Imam; Proklamasiningsih, Elly
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimental, dengan rancangan acak kelompok (RAK) dalam pola perlakuan faktorial. Faktor yang digunakan terdiri atas (1) lengas tanah dengan 3 taraf, yaitu kapasitas lapang (100% air tersedia), 75%, dan 50% air tersedia, (2) teknologi budidaya, yaitu dengan menggunakan sonic bloom dan tanpa sonic bloom. Pengukuran lengas tanah dilakukan dengan metode gravimetri, sedangkan penyiraman dilakukan setiap hari berdasarkan atas sejumlah air yang dievaporasikan. Parameter yang diamati meliputi : pertumbuhan tanaman (luas daun/tanaman; LAB dan LPR), anatomi daun (ukuran stomata dan jumlah stomata) dan hasil tanaman (retensi bunga dan polong, jumlah polong isi dan bobot biji/tanaman). Data yang telah diperoleh diuji dengan uji F, yang dilanjutkan dengan uji Duncan dan uji regresi-korelasi untuk mengetahui hubungan antar parameter dan antara pelakuan dengan parameter yang diamati. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa lengas tanah berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Menurunnya lengas tanah akan menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Ukuran dan jumlah stomata tidak dipengaruhi oleh perlakuan lengas tanah maupun sonic bloom. Sonic bloom tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun, LAB, LPR maupun retensi organ reproduksi, namun terhadap bobot kering tanaman dan bobot biji/tanaman perlakuan sonic bloom berpengaruh nyata.
PENGOPTIMUMAN SISTEM TOT MELALUI PENGGUNAAN BEBERAPA HERBISIDA DAN PUPUK HAYATI UNTUK MENDAPATKAN TEKNOLOGI PRODUKSI PADI SAWAH YANG EFISIEN(OPTIMIZING NO-TILLED SYSTEM THROUGH UTILIZATION OF HERBICIDES AND BIOLOGICAL FERTILIZER TO OBTAIN AN EFFICIENT TECHNOLOGY OF LOWLAND RICE PRODUCTION) , Supartoto; , Utomo; Muningsih, Retno
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 3 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk l). rnengetahui jenis herbisida yang paling efektif mengendalikan regenerasi gulma dan budidaya padi sawah dengan system tanpa olah tanah (TOT), 2) mempengengaruhi pengaruh pupuk hayati dalam mempercepat penyediaan unsure hara bagi tanaman yang akan pantau melalui penharuhnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi yang ditanam dengan system TOT dan 3) mengetahui interaksi antara kedua perlakuan yang dicobakan. Penelitian menujukan bahwa jenis herbisida mempengaruhi persentase benih berkecambah, tinggi tanamman umur 4, 8, dan 10 minggu tetapi tidak mempengaruhi tinggi tanaman pada usia 12 minggu dan jumlah anakan total umur 12 minggu. Pada komponen hasil jenis herbisida hanya berpengaruh pada jenis gabah per rumpun dan tidak berpengaruh pada komponen hasil lain, seperti jumlah anakan produktif , panjang malai , jumlah bulir padi per malai, bobot 1000 butir, bobot gabah per rumpun, dan bobot gabah per petak efektif. Herbisida glifosat dan glifosat + Triazin, menghasilkan bobot gabah per rumpun tertinggi( 0.77g dan 0.88g) sehingga dalam penelitian ini paling efektif digunakan dalam system padi sawah tanam benih langsung tanpa olah tanah. Herbisid oxadiason baik sendiri maupun dalam kombinasi dengan Triazin, berpengaruh negative baik terhadap pertumbuhan maupun hasil tanam padi sawah. Pupul hayati tidak berpengaruh pada semua variable yang diamati baik komponen pertumbuhan maupun komponen hasil. Interaksi antara jenis herbisida dengan pupuk hayati hanya ditemukan dengan bobot 1000 gabah. Kombinsi perlakuan yang menghasilkan gabah kering perhektar tertinggi adalah Glifosat + Triazin + M-Bio dengan hasil (equivalen) 4,2 t/ha gabah kering giling.
PENGARUH DOSIS PEMUPUKAN TERHADAP HASIL TIGA KULTIVAR CABAI MERAH THE EFFECT OF FERTILIZATION DOSAGES ON YIELD OF THREE CULTIVARS OF SWEET PEPPER , Murwito; , Sakhidin; Hidayat, Ponendi
Pembangunan Pedesaan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilizing the production of sweet pepper is importance to eliminate the fluctuation of supply and price in the market. One of these efforts is cultivation by using good cultivars and optimum fertilization. There were two treatments, namely cultivars (Hot Beauty, TM 888, and TM 999) and fertilization (600 kg/ha NPK +150 kg/ha ZA, 900 kg/ha NPK+225 kg/ha ZA, 1200 kg/ha NPK+300 kg/ha ZA, and 1500 kg/ha NPK+375 kg/ha ZA). This research used Randomized Completely Block Design by 3 replications. Result of the research showed that Hot Beauty, TM 999, and TM 888 cultivars varied in plant height, number of fruit/plant, fruit length, fruit diameter, fresh weight fruit/plant, and fresh weight fruit/plot, but generally Hot Beauty gave the highest yield. The increasing dosage of NPK and ZA would increase fruit length and diameter. Interaction between cultivar and fertilization did not affect significantly on all observed variables.
FORMULASI DAN KARAKTERISASI CAKE BERBASIS TEPUNG KOMPOSIT ORGANIK KACANG MERAH, KEDELAI, DAN JAGUNG The Formulation and Characterization of Cake Based on Organic Composite Flour: Red Bean, Soybean, and Corn Astuti, Santi Dwi; Andarwulan, Nuri; Hariyadi, Purwiyatno; Agustia, Friska Citra
Pembangunan Pedesaan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan pangan organik memiliki kandungan gizi dan komponen fungsional yang lebih tinggi dibanding non-organik serta tidak mengandung residu kimia dan logam berat. Kacang merah dan kedelai merupakan sumber protein nabati yang kaya serat pangan dan senyawa fungsional serta memiliki Indeks Glikemik rendah. Pati jagung berperan dalam memperbaiki sifat tekstural dan reologi produk pangan. Penelitian ini ditujukan untuk : 1) mengkaji karakteristik tepung komposit organik berbasis kacang merah, kedelai, dan jagung sebagai bahan pensubstitusi terigu dalam pembuatan cake; 2) mengkaji sifat fisikokimia dan sensori cake yang dihasilkan. Rasio tepung komposit organik kacang merah : kedelai : jagung yaitu 65% : 25% : 10%. Proporsi tepung komposit organik sebagai pensubstitusi terigu yaitu 0-100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tepung komposit organik memiliki kadar protein, lemak, dan serat pangan yang lebih tinggi dibanding terigu, sedangkan kadar karbohidrat dan patinya lebih rendah. Komposisi tersebut menyebabkan kemampuannya mengikat air yang tinggi pada suhu ruang dibanding terigu; sedangkan terigu memiliki kemampuan gelatinisasi (yang dilihat dari profil pasta dan viskositas) yang lebih baik; 2) Semakin tinggi proporsi substitusi terigu pada pembuatan cake menyebabkan peningkatan kadar air, abu, protein, dan serat pangan; sedangkan kadar karbohidratnya menurun. Secara sensori, terjadi penurunan pada tingkat kelembutan, kesukaan terhadap aroma, rasa, penerimaan secara keseluruhan; serta peningkatan pada intensitas warna. Substitusi terigu tidak berpengaruh besar pada sifat tekstural cake (kekerasan, elastisitas, dan daya kohesif); 3) Substitusi terigu dengan tepung komposit organik berbasis kacang-kacangan seperti kacang merah dan kedelai dapat dilakukan untuk memperbaiki nilai gizi cake terutama protein hingga taraf 50%, dan untuk meningkatkan penerimaan konsumen, produk cake dapat dikembangkan menjadi muffin.
PERBANDINGAN BERBAGAI VARIETAS UBI JALAR DITINJAU DARI PENDAPATAN USAHATANI DAN PEMASARAN DI KABUPATEN MALANG COMPARISON AMONG VARIOUS SWEET POTATO VARIETIES FOCUSED FROM FARM INCOME AND MARKETING AT MALANG REGENCY Ariadi, Bambang Yudi
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research purposed to identify varieties of sweet potato cultivated in Malang Regency and its comparison focused from farm and marketing. The population observed were farmers and marketing institution of sweet potato obtained from three districts, i.e., Pakis, Ngajum, and Nongkojajar. The farmer’s samples were determined by disproportionate stratified random sampling based on stratum of sweet potato. Each variety was presented by 20 farmers as sample. Sampling technique for marketing institution was snowball sampling. The data was analyzed descriptively by mathematics analysis for counting farm and marketer profit. The research result showed that there were six varieties of sweet potato cultivated and gave prospective in Malang Regency, i.e., Steven, Mr. Ong, IR Melati, Sari, Ubi ungu, and Gunung Kawi. The average farm income per_hectar at each variety was Steven Rp10,322,636.00; Sari Rp8,802,000.00; Mr.Ong Rp7,075,000.00; Ubi Ungu Rp5,905,936.00; IR Melati Rp4,309,167.00, and Gunung Kawi Rp3,976,500.00. Rural people at the research place prefer cultivated sweet potato compared to rice or other commodities because of the profit comparison. In term of marketing activity, the highest marketer profit was found at the variety of Ubi Ungu and Gunung Kawi, because the product price was more expensive so that the price margin was also bigger.
STUDI HUBUNGAN BEBERAPA KARAKTER FISIOLOGIS DENGAN HASIL BIJI KEDELAI(STUDY ON RELATIONSHIP BETWEEN SEVERAL PHYSIOLOGICAL CHARACTERISTICS AND GRAIN YIELD IN SOYBEAN) Dwi Haryanto, Totok Agung; Hidayat, Ponendi
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi mengenai karakter-karakter fisiologis yang mempengaruhi hasil biji akan sangat berguna dalam menunjang program perakitan varietas kedelai berdaya hasil tinggi. Dua puluh genotipe kedelai ditanam di kebun percobaan Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto sebagai subyek penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dan Mempelajari perbedaan karakter fisiologis di antara genotipe kedelai serta mengetahui dan mempelajari hubungan beberapa proses f isiologis seperti laju pertumbuhan absolut, laju pertumbuhan relatif, laju asimilasi bersih, panjang periode pengisian biji, laju akumulasi bahan kering biji dengan hasil biji. Hasil menunjukkan bahwa kedua puluh genotipe yang diuji memberikan respon yang berbeda untuk bobot kering biji dan panjang periode pengisian polong, karakterf isiologis yang paling berhubungan dengan hasil biji adalah laju asimilasi bersih dan ditemukana danya hubungan positif antara laju pertumbuhan absolut, laju asimilasi bersih dan laju akumulasi bahan kering biji dengan hasil biji
KEEFEKTIFAN Bacillus sp. DAN Pseudomonas fluorescens MENGENDALIKAN Fusarium oxysporum f.sp. lycopersici DAN Meloidogyne sp. PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA TOMAT SECARA IN VITRO Rahayuniati, Ruth Feti; Mugiastuti, Endang
Pembangunan Pedesaan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri antagonis Bacillus sp. dan Pseudomonas fluorescens dari perakaran tanaman tomat yang secara in vitro memiliki kemampuan kitinolitik, mampu menekan Fusarium oxysporum pada tanaman tomat secara invitro, dan memiliki kemampuan untuk menekan penetasan telur nematoda. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bacillus sp. dan Pseudomonas fluorescens yang berasal dari perakaran tanaman tomat bersifat kitinolitik, (2) kedua bakteri tersebut dapat menekan pertumbuhan F. oxysporum secara invitro sebesar 3,22-66,67%, dan (3) kedua bakteri tersebut secara in vitro dapat menghambat penetasa telur Meloidogyne sebesar 17,15-64,85%.
KEMEMPANAN ISOLAT LOKAL NEMATODA ENTOMOPATOGEN Steinernema carpocapsae Poinar UNTUK PENGENDALIAN HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) PADA TANAMAN KUBIS EFFICACY OF Steinernema carpocapsae Poinar ENTOMOPATHOGENIC NEMATODE LOCAL ISOLATE TO CONTROL ARMY WORM (Spodoptera litura F.) ON CABBAGE CROP Mana, Abdul; Suyanto, Agus
Pembangunan Pedesaan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research studying efficacy of Steinernema carpocapsae entomopathogenic nematode local isolate against army worm (Spodoptera litura F.) was conducted in the Laboratory of Plant Nematology, the Departement of Plant Pests and Deseases, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Both the efficacy test of S. carpocapsae against S. litura and the effect test of S. carpocapsae on S. litura development were designed by Split Plot Design based on Randomized Complete Block Design. Treatments tested were the origin of isolates, i.e., Cilacap and Brebes, and several invective juvenile nematode concentrations. Variables observed were larval mortality and numbers of pupae, adults, eggs, and hatched eggs. Results of the reserach showed that both local entomopathogenic nematode had low efficacy on S. litura, i.e., larval mortality for Cilacap and Brebes isolates of 25.5 and 28.2%, respectively. LC50 of Cilacap and Brebes isolates was 1,695.36 and 1,908.31 nematode ml . The local isolate nematodes could not inhibit S. litura development.
VARIASI MORFOLOGI Macrobrachium idae ASAL SUNGAI KAWUNG KABUPATEN BANYUMAS DAN SUNGAI LUK ULO KABUPATEN KEBUMEN (MORPHOLOGY VARIATIONS OF Macrobrachium idae TAKEN FROM KAWUNG RIVER IN BANYUMAS REGENCY AND LUK ULO RIVER IN KEBUMEN REGENCY) Winarni, Elly Tuti; Pulungsari, A.E; , Kusbiyanto
Pembangunan Pedesaan Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many researches on Macrobrachium shrimp in Indonesia focus more on Macrobrachium osenbergii, because other Macrobrachium shrimps are smaller, including M. idae. The previous study howed that M. idae spread widely as it could be found in the rivers, but the number and the size were elatively small. Possibly in the future, the existence of this shrimp cannot be found anymore, so the prevention has to be conducted through biological and ecological scientific information. As a preliminary, a biological study is carried out to see the morphological characteristics of M. idae shrimp with the purpose of knowing the differences between the shrimps taken from Kawung river in Banyumas regency and Luk Ulo river in Kebumen regency. This information can be used as a foundation of other researches aims at conserving M. idae shrimps. This research used a survey method with a simple random sampling. Variables observed were color design and truss distance. There were 21 characteristics of truss to figure out the shape of the whole body. The measurement of truss ratio compared to the standard length of the shrimp was analyzed using t test. The result showed that male M. idae shrimp had a bigger size than that of the female one. There was a different color design and 2 truss ratio distance in comparison to the length standard, between M. idae taken from Kawung and Luk Ulo rivers.

Page 3 of 20 | Total Record : 199