cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PENJINAKAN DAN BUDIDAYA IKAN BREK (Puntius orphoides) SEBAGAI UPAYA MENUJU DIVERSIFIKASI USAHATANI IKAN DOMESTICATION AND CULTURE OF TINFOIL BARB (Puntius orphoides) AS AN EFFORT TOWARD FISH FARMING DIVERSIFICATION Setyaningrum, Nuning; Nuryanto, Agus
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aims of this research were to investigate hatching rate of Puntius orphoides eggs resulted from artificial spawning and the effect of different water inlet number with different water debit and food on growth rate and survival rate of P. orphoides fry. Experimental method with factorial pattern was used. The first factor was ponds culture without water inlet and with one water inlet (10 LPM/m³ water debit), two water inlets (20 LPM/m³ water debit), and three water inlets (30 LPM/m³ water debit). The second factor was feeding with pellet and Tubifex. Each treatment was repeated twice. Parameter measured was number of hatched egg, increasing of body weight, length and survival rate. The data was analyzed by one way anova and further analysis with Duncan test. Result showed that P. orphoides could spawn in culture ponds with hatching rate of the egg was 82%. The highest growth rate was reached in the ponds with three water inlets (30 LPM/m³ water debit), while the best survival rate was reached in culture ponds with three water inlets (30 LPM/m³ water debit). Pellet food and Tubifex gave the same effect on the fish growth.
EVALUASI PERTUMBUHAN DAN DAYA HASIL ENAM KLON BAWANG MERAH DI DATARAN RENDAH DONGGALA EVALUATION OF GROWTH AND YIELD POTENTIAL OF SIX SHALLOT CLONES AT DONGGALA LOW LAND Putrasamedja, Sartono; , Suryadi; , Maskar
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 3 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan percobaan ini adalah untuk memperoleh klon bawang merah yang mampu beradaptasi dengan baik di dataran rendah Donggala. Enam klon bawang merah (Lokal Palu, Sumenep, Lokal Tinombo, Bima, Philippina, dan Lokal Napu) ditanam di dataran rendah (Donggala) (±50 m dpl) dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, masing-masing perlakuan diulang 4 kali, dari bulan Desember 2001 - Maret 2002. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon lokal Napu merupakan klon bawang merah yang dapat beradaptasi dengan baik serta mempunyai penampilan pertumbuhan yang baru dan hasil yang tinggi di dataran rendah Donggala. Kajian kesukaan konsumen masih diperlukan, apakah klon bawang merah lokal Napu dapat dikembangkan secara komersial.
POLA KOMUNIKASI PEDESAAN PASCA REFORMASI (Analisis Jaringan Komunikasi di Desa Kawungcarang Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas)RURAL COMMUNICATION PATTERN IN POST-REFORM ERA(Analysis of The Communication Network in The Village of Kawungcarang, Subdistrict of Sumbang, Banyumas Regency) Setiansah, Mite; Santoso, Edi
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah serbuan media massa reformasi, muncul fenomena yang menarik untuk diamati yaitu bagaimanakah pola komunikasi masyarakat pasca reformasi itu, apakah memang mereka telah beralih ke media ataukah masih memilih jaringan komunikasi sosial sebagai rujukan kegiatan komunikasinya ? Penelitian ini menggunakan metode analisis jaringan yang bertujuan untuk mengetahui struktur komunikasi dan pola komunikasi yang berlaku di masyarakat – dalam hal ini di Desa Kawungcarang dengan menelusuri isu program JPS-Raskin. Data dikumpulkan dengan membuat kuesioner yang memuat tiga kelompok pertanyaan yaitu : l) Kelompok identitas; 2) Kelompok pertanyaan pokok; dan 3) Kelompok pertanyaan sosiometrik yang disebarkan ke anggota populasi sejumlah 282 KK dengan cara sensus. Hasil penelitian ini menunjukkan pola komunikasi masyarakat pedesaan yang relatif stabil bahkan cenderung lebih merupakan budaya yang butuh waktu lama untuk mengubahnya di mana anggota masyarakat desa masih memilih hubungan interpersonal dalam kegiatan komunikasinya. Bagi masyarakat desa media masih lebih dominan digunakan semata-mata untuk mendapatkan hiburan.
PENGARUH JENIS ASAM ORGANIK DAN CARA ASIDULASI BATUAN FOSFAT ALAM TERHADAP KETERSEDIAAN P PADA PENGUJIAN BAHAN PUPUK N ZEO FOSFAT Rif’an, Muhammad; Sunarminto, Bambang Hendro; Hanudin, Eko; Notohadisuwarno, Supriyanto
Pembangunan Pedesaan Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat kimia berbagai jenis bahan organik, pengaruh mandiri dan interaksi jenis asam organik dan cara asidulasi BFA terhadap pH H2O, P tersedia larut air dan asam sitrat 2 % dari BFA. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah dan rumah kaca Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, kampus Karangwangkal, Purwokerto. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu (1) jenis asam organik terdiri atas 6 aras dan (2) cara asidulasi BFA terdiri atas 4 cara. Faktor-faktor tersebut dirancang dalam bentuk perlakuan faktorial, dengan 6x4 atau 24 kombinasi perlakuan, yang diulang tiga kali sehingga terdapat 72 unit percobaan. Data hasil penelitian dianalisis Sidik Ragam, apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan pada aras 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan asam fulvat dan humat yang tinggi akan diikuti peningkatan kemasaman total. Kemasaman total asam yang diekstrak dari gambut adalah tertinggi yaitu mencapai 716,43 (cmol(+)kg-1) yang diikuti dengan kandungan asam fulvat dan humat tertinggi yaitu sebesar 18,05 dan 7,56 %. Asidulasi BFA menggunakan cara 2 dikombinasikan dengan asam humat yang diekstrak dari gambut memberikan pengaruh tertinggi terhadap P tersedia dari BFA yaitu mencapai 70.853 ppm P2O5. Kemampuan asam organik untuk melarutkan P dari BFA menjadi P tersedia larut asam sitrat 2 % adalah: asam humat yang diekstrak dari gambut > asam humat diekstrak dari kotoran ayam > asam humat diekstrak dari kompos > asam humat diekstrak dari faeses sapi > asam organik dari limbah cair karet > asam organik dari limbah cair tapioka.
KEMISKINAN PADA KELUARGA PENAMBANG PASIR DI TIGA DESA DAERAH ALIRAN SUNGAI TAJUM KABUPATEN BANYUMAS POVERTY OF SAND MINER FAMILY IN THREE VILLAGES AT TAJUM RIVER FLOWING AREA, BANYUMAS REGENCY , Sudjarwanto; , Sugito
Pembangunan Pedesaan Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to know poverty of sand miner family at Tajum river flowing area, Banyumas and their received advocacy. Data were collected from 60 respondents chosen by cluster sampling method. Result of the research showed that respondents worked daily as sand miner in average of 7.25 hours and received their income of Rp10,131.00 or Rp303,979.00 per month. Their low income and high number of family member (average of 4.75 persons) pushed they and their family member to work for additional income. The average of total income was Rp915,382.00 and income per capita was Rp197,712.00. This income was small above poverty line. The economic of sand miner depended on the investors and their participation included their advocacy for improving were needed, because they understood more the miner problems.
SERANGAN NEMATODA SISTA KUNING (Globodera rostochiensis) PADA TANAMAN KENTANG DI KABUPATEN BANJARNEGARA ATTACKS OF GOLDEN CYST NEMATODE (Globodera rostochiensis) ON POTATO AT BANJARNEGERA REGENCY Manan, Abdul
Pembangunan Pedesaan Vol 5, No 3 (2005)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Golden cyst nematode (Globodera rostochiensis) is the main nematode on potato. In recent years, the nematode has been reported at several potato production centers in Indonesia. This research aimed at knowing distribution of the nematode attacks on potato at Banjarnegara Regency and factors supporting its attack. Survey was conducted by using purposive random sampling as a sampling method. Results of the research showed that G. rostochiensis was found at three districts, i.e., Batur, Pejawaran, and Wanayasa, but its populations were still -1 concentrated at Karangtengah Village, Batur District, namely 37.28 cysts 200 ml -1 soil and 10.76 cysts plant . The nematode presumably entered Banjarnegara Regency through imported potato seedlings, available potato host, and appropriate environment temperature supporting the nematode growth and development.
MEMBANGUN SISTEM INFORMASI LOKAL YANG RESPONSIF DEVELOPING A RESPONSIVE SYSTEM OF LOCAL INFORMATION Sayoga, Budi
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rakyat Indonesia sedang berada di tengah cengkraman krisis multidimensi yang kompleks dan rumit. Keresahan sosial merebak di manamana, masyarakat merasa belum mencapai apa yang diharapkan. Ironisnya dalam kondisi ini rakyat tidak memiliki sumber informasi yang kredibel dan mampu mendorong tumbuhnya motivasi, inspirasi untuk keluar dari krisis. Keberadaan media massa tidak bisa diharapkan memberikan informasi bagi penguatan khasanah intelektual dan daya kritis publik. Hal ini disebabkan orientasi media yang lebih mengedepankan kepentingan ekonominya. Efeknya rakyat terombang-ambing dalam suasana ketidakpastian. Untuk itu sangat mendesak perlu dibangun suatu sistem informasi lokal yang responsif. Dengan sarana ini diharapkan rakyat akan kembali tumbuh rasa percaya dirinya yang hilang karena kerancuan informasinya. Mereka menjadi tidak mudah terhanyut pada arus yang kontra produktif, anarkhis dan destruktif. Lewat informasi yang sehat diharapkan rakyat mampu menghadapi krisis ini dengan tegar dan percaya diri.
PROSYANDU DALAM MASA KRISIS EKONOMI : STUDI KASUS DI DESA CIPAYUNG, KABUPATEN TANGERANG INTEGRATED PUBLIC HEALTH SERVICES IN THE PERIOD OF ECONOMIC CRISIS : A CASE STUDY OF THE VILLAGE OF CIPAYUNG, TANGERANG REGENCY Puspita, Dyah Retna
Pembangunan Pedesaan Vol 2, No 2 (2002)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai kegiatan berbasis masyarakat yang paling memasyarakat dewasa ini, Keberadan posyan diadalam masa krisis ekonomi menarik untuk dikaji. Kajian ini diperoleh melalui kajian wawancara mendalam dan partisipasi terlibat terhadap 10 perempuan kader posyandu yang masih bertahan pada masa krisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa para kader dapat mengatasi berbagai permasalahn yang tibul akibat terjadinya krisis ekononomi. Mereka bersedia mengatasi meningkatnya biaya operasi dan menurunya sumber penghasilan posyandu (dari para donatur) dengan memberikan kontribusi uang pribadi mereka, meskipun ekonomi rumah tangga mereka pun juga mengalami dampak ekonomi krisis kerja social mereka pun terbukti sangat membantu kelancaran pelaksanaa program penanggulangan bencana krisis dari BKKBN dan departemen kesehatan. Keikhlasan dan kebertahanan merekadalam menggiatkan kegiatan piosyandu dan mengerjakan tugas tugas lain yang diberikan oleh atasan mereka (PLKB dan petugas puskesmas) ini timbul oleh rasa tanggung jawab dan komitmen mereka yang besar. Untuk itulah diperlukan perhatian yang lebih besar dari BKKBN dan depeartemen kesehatan baik dalam bentuk pencitraan kondisi kerja yang tidak bersifak hirarkis (dimana kader lebih dianggap sebagia mitra kerja yang setara ) , pemberian pelatihan, penyegaran, pemberian bantuan modal atau dana, pendidikan dan sebagainya
TANGGAP MAKAN DUA SPESIES RESPO Filicaulis bleekeri Keferst DAN Parmarion pupillaris (Humb.) TERHADAP EKSTRAK KASAR BUAH PINANG, AKAR TUBA, ATAU DAUN SEMBUNG FEEDING RESPONSE OF TWO SLUG SPECIES, Flicaulis bleekeri Keferst and Parmarion pupillaris (Humb.), ON CRUDE EXTRACTS OF BETELNUT SEED, DERRIS ROOT, OR WILD HELIOTROPE LEAF Apriyanto, Dwinardi; Toha, Burhannudin; Nordat, Iskandar
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 3 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine the effects of crude extracts of betelnut, derris root, or wild heliotrope on the feeding response of two slug species, Filicaulis bleekeri and Parmarion pupillaris. Feeding test was performed in Petri dishes lined with wet white muslin by exposing 3 cm diameter leaf discs of treated -1 chinese cabbage with each extract (concentration of 50 g 100 ml water) to each slug species for 6 days. Control leaf discs were treated with water. Feeding response was measured by weighting leaf disc before and after 24 h feeding totaled into 6 days feeding period. Betel nut extract was further tested outdoor at the -1 concentration of 0 (control), 12.5, 25, and 50 g 100 ml . Filicaulis bleekeri (three slugs for each extract concentration) were released into each bucket and allowed to feed for 6 days. Percentages of leaf damage (consumed) by the slugs were measured at day 2, 4, and 6 after exposure. The results showed that crude extract of betelnut and derris root significantly reduced leaf feeding of F. blekeeri. The effect of betelnut extract was more pronounced than that of derris root. Wild heliotrope extract did not reduce slug feeding. Slug weight decreased in all treatments including control, but not on leaf treated with the heliotrope extract. There was no slug died from feeding on food treated with each extract. Theresponse of P. pupillaris was not conclusive. Betelnut extract reduced leaf damage by F. bleekeri significantly until day four after exposure.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN TARAF UREA TERHADAP KUALITAS VISUAL DAN PRODUKSI RUMPUT RAJA (Pennisetum purpoides) EFFECT OF ORGANIC FERTILIZER IN COMBINATION WITH UREA LEVEL ON VISUAL QUALITY AND PRODUCTION OF KING-GRASS (Pennisetum purpoides) Hendarto, Eko
Pembangunan Pedesaan Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on King grass (Pennisetum purpoides) cultivation was carried out. The aim was to find an efficient cultivation pattern through the fertilizer application for the efforts to develop a high quality feed crops for supporting the program of whole year forage availability. Factorial experiment method using Completed Randomized Design was applied. Materials used were three kinds of organic fertilizers, i.e., cow dungs, chick and goat manures and urea fertilizer levels (0, 75, 150, 225 kilograms per hectare per defoliation) repeated three times. Variables observed were the height of grass, diameters of false stem, numbers of tree, fresh and dry production. The result of data analysis showed that up to the level of 225 kilograms of urea per hectare per defoliation on the organic fertilizer was unable to reach optimal level of Pennisetum purpoides in order to perform a good visual and production. The organic fertilizer of chicken combined with the level of 225 kilograms of urea per hectare per defoliation enable Pennisetum purpoides to perform a high visual and fresh and dry forages production.

Page 4 of 20 | Total Record : 199