cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1: Februari 2020" : 26 Documents clear
Perbandingan antara Metode Advance Use Case point dan Revised Use Case Point untuk Evaluasi Biaya Pengembangan Sistem Informasi Reservasi Ruangan Saputra, Mochamad Chandra; Herlambang, Admaja Dwi; Fahrunisa, Savira
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek-proyek pengembangan perangkat lunak seringkali mengalami kegagalan karena tidak terpenuhinya batasan ruang lingkup, biaya dan waktu. Pada CV Gumcode Indonesia beberapa proyek mengalami keterlambatan dan kelebihan biaya karena metode perhitungan estimasi yang digunakan berupa campuran perhitungan dan dugaan, sehingga menghasilkan estimasi yang tidak tepat. Evaluasi terhadap metode estimasi dibutuhkan untuk menghasilkan estimasi yang lebih baik. Penelitian ini menjelaskan tentang estimasi biaya, waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk pengembangkan Sistem Informasi Reservasi Ruangan yang mengacu pada Work Breakdown Structure dan menjadwalkan ke dalam Gantt Chart menggunakan metode Advance Use Case Point dan Revised Use Case Point. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara kepada Manajer Proyek dan observasi pada sistem, yang diolah menjadi use case diagram dan use case scenario. Dari metode Advance Use Case Point diperoleh estimasi hours of effort sebesar 2.229,4 jam kerja dengan total biaya Rp 110.558.733,00 dan dikerjakan oleh 26 orang. Sedangkan, dari metode Revised Use Case Point diperoleh estimasi hours of effort sebesar 1.679,8 jam kerja dengan total biaya Rp 83.303.382,00 dan dikerjakan oleh 26 orang. Berdasarkan analisis perbandingan hasil kedua metode, metode Advance Use Case Point lebih direkomendasikan karena mencangkup fitur End-User Development yang dibutuhkan dalam Sistem Informasi Reservasi Ruangan.AbstractMany software development projects failed because they didn’t meet the limits of scope, cost and time. In CV Gumcode Indonesia, some projects experienced delay and the cost was overrun because the estimation method used is a mixture of calculations and guesses, resulting in incorrect estimates. This study described the cost, time and resource estimation needed to develop a Room Reservation Information System that referred to the Work Breakdown Structure and scheduled it into the Gantt Chart using the Advance Use Case Point and Revised Use Case Point methods. Data is collected by interviewing the Project Manager and observing the system, which is processed into a use case diagram and use case scenario as input for both methods. The Advance Use Case Point method produces hour of effort estimate of 2,229.4 hours of work with a total cost of Rp 110,558,733.00 and is done by 26 people. The Revised Use Case Point method produces hours of effort estimation of 1,679.8 working hours with a total cost of Rp. 83,303,382.00 and is done by 26 people. Based on the results of the comparative analysis, the Advance Use Case Point method is more recommended because it covers the End-User Development features needed in the Room Reservation Information System.
Identifikasi Jenis Biji Kedelai (Glycine Max L) Menggunakan Gray Level Coocurance Matrix (GLCM) dan K-Means Clustering Waliyansyah, Rahmat Robi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang kedelai merupakan tanaman pangan yang dapat diolah dalam berbagai olahan, seperti tempe & tahu. Indonesia mempunyai banyak varietas kedelai, varietas lokal atau impor. Meningkatnya konsumsi kedelai tersebut sangat dipengaruhi oleh pemilihan varietas dari kedelai tersebut. Tetapi hanya beberapa varietas saja yang dapat diolah dalam industri pengolahan kedelai, khususnya industri tahu & tempe. Untuk itu perlu adanya aplikasi identifikasi kedelai yang dapat membedakan varietas biji kedelai. Aplikasi untuk identifikasi jenis biji kedelai menggunakan pengolahan citra digital, dalam proses segmentasinya menggunakan Citra L*a*b dan K-Means Clustering. Ekstraksi ciri yang digunakan ada dua yaitu tekstur dan morfologi. Ekstraksi ciri tekstur menggunakan Metode Gray Level Coocurrence Matrix (GLCM) dengan jarak spasial 2 pixel. Parameter yang digunakan ada 4 yaitu energy, contrast, homogeneity & correlation.. Ekstraksi ciri morfologi menggunakan 2 parameter yaitu Metric dan Eccentricity. Ada pun varietas biji kedelai yang digunakan adalah : Anjasmoro, Burangrang, Dering-1, Dena-1, Demas-1 dan Grobogan untuk jenis varietas kedelai emas serta Detam-1, Detam-3, Detam-4 untuk jenis varietas kedelai hitam. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan tingkat akurasi sebesar 47% dari total 198 sampel citra uji biji kedelai dan 0% pada pengujian biji-bijian yang lain (kacang hijau) yang secara tekstur, bentuk dan warna mirip dengan kedelai (hitam). Hasil pengujian yang kurang baik ini disebabkan oleh belum maksimalnya data yang digunakan, karena sampel biji kedelai tidak selalu tersedia dan juga tiap jenis kedelai yang dipanen memiliki ukuran yang berbeda. AbstractSoybeans are food crops that can be processed in various preparations, such as tempeh & tofu. Indonesia has many varieties of soybeans, both local and imported varieties. Increased consumption of soybeans is strongly affected by the selection of varieties of soybeans. But only a few varieties that can be processed in soybean processing industry, in particular the tofu & tempe industry. Applications made using digital image processing, while the segmentation used is the Image L * a * b and K-Means Clustering. The feature extraction used is two, i.e. texture and morphology. The extraction of Texture feature was using the Gray Level Co-occurrence Matrix Method (GLCM) with a spatial distance of 2 pixels. The parameters used were 4, i.e. energy, contrast, homogeneity & correlation. Morphological feature extraction used 2 parameters, Metric and Eccentricity. There were also soybean seed varieties that were used: Anjasmoro, Burangrang, Dering-1, Dena-1, Demas-1 and Grobogan which are grouped into the types of golden soybean varieties, and Detam-1, Detam-3, Detam-4 for black soybean varieties. Based on the test results, an accuracy rate of 47% was obtained from a total of 198 samples of soybean seed test images. This unfavorable test result is caused by the lack of data used because soybean seed samples are not always available and also each type of soybean that grows has a different size.
Audit Tata Kelola Teknologi Informasi pada Pengukuran Kinerja dan Kapasitas Bandwith berdasarkan Cobit 4.1 Sayekti, Widya; Ermawati, Juliana; Dewi, Renny Sari
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) di Gresik adalah merupakan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Yayasan Semen Indonesia Tbk. Teknologi informasi (TI) yang ada pada Universitas Internasional Semen Indonesia mempunyai bagian yang berada di Direktorat Information and Communication Tecnology (ICT). Tugas dan fungsi dari divisi ICT meliputi berbagai masalah tentang teknologi informasi. Direktorat ICT memiliki tugas pokok yaitu mengelola, memelihara, menjaga dan memastikan  program, perangkat keras, perangkat lunak hingga jaringan komputer. Berdasarkan pembagian fokus penelitian, maka penulis membatasi riset ini hanya pada pengelolaan kapasitas bandwidth internet di UISI. Penelitian ini didasari pada kerangka kerja Control Objective for Information and related Technology (COBIT) 4.1 terutama pada sub proses DS 3. Data diperoleh melalui wawancara terhadap Direktorat ICT dan inspeksi menggunakan tools Speedtest.net. Hasil dari penelitian ini, tingkat kematangan menggunakan COBIT 4.1 pada sub proses DS 3 adalah  2.9 (skala 5), artinya proses yang dilakukan secara berkala namun tidak ada panduan formal dan aturan yang menjadi standar, sedangkan pada tingkat kepatuhan yaitu sebesar 11.6 persen karena tidak adanya laporan, pengecekan dan kontrol. AbstractInternational Semen Indonesia University (UISI) in Gresik is a university under the auspices of the Semen Indonesia Tbk Foundation. Information technology (IT) at the International University of Semen Indonesia has a section in the Information and Communcation Tecnology (ICT) Directorate. The tasks and functions of the ICT division include various problems regarding information technology. The ICT Directorate has the main task of managing, maintaining, maintaining and ensuring programs, hardware, software to computer networks. Based on the division of research focus, the authors limit this research only to the management of internet bandwidth capacity in UISI. This research is based on the Objective for Information and related Technology (COBIT) framework 4.1, especially in the DS 3 sub-process. Data was obtained through interviews with the ICT Directorate and inspection using Speedtest.net tools. The results of this study, the level of maturity using COBIT 4.1 on the DS 3 sub-process is 2.9 (scale 5), meaning that the process is carried out periodically but there are no formal guidelines and rules that become standard, while the level of compliance is 11.6 percent due to absence reports, checks and controls.
Halaman Belakang dan Daftar Indeks purbosari, lina
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halaman Belakang dan Daftar Indeks
Pemodelan Fuzzy Inference System Tsukamoto untuk Prediksi Kejadian Banjir di Kota Malang Adipraja, Philip Faster Eka; Sulistyo, Danang Arbian; Wahyuni, Ida
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini Malang menjadi kota yang mulai padat dengan perumahan penduduk. Hal tersebut mengakibatkan jumlah ruang terbuka hijau untuk penyerapan air hujan menjadi bekurang dan menyebabkan bencana banjir di beberapa tempat. Bencana banjir yang terjadi di Kota Malang merupakan bencana yang cukup serius dan membutuhkan penanganan cepat, karena banjir sering terjadi di perumahan padat penduduk. Oleh sebab itu, prediksi bencana banjir perlu dilakukan terlebih dahulu agar antisipasi dan mitigasi dapat dilakukan sedini mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan pemodelan algoritma Fuzzy Inference System (FIS) Tsukamoto untuk memprediksi terjadinya kejadian banjir di Kota Malang. Data yang digunakan adalah data curah hujan dan intensitas hujan di Kota Malang. Data tersebut diprediksi kedepannya sebagai masukan dalam memodelkan metode FIS Tsukamoto untuk memprediksi kejadian banjir dengan nilai error terkecil. Hasil prediksi yang dihasilkan oleh algoritma FIS Tsukamoto adalah jumlah kemungkinan kejadian banjir yang akan terjadi. Dari hasil pengujian yang dilakukan pada data jumlah kejadian banjir pada tahun 2016-2017 dihasilkan nilai error RMSE yang cukup kecil yaitu 2.76. Maka, dengan menggunakan data hasil perkiraan curah hujan dan intensitas hujan tiga tahun kedepan dari penelitian sebelumnya, pemodelan FIS Tsukamoto dapat diimplementasikan untuk memprediksi jumlah kejadian banjir di Kota Malang untuk tiga tahun kedepan mulai tahun 2018-2020. AbstractToday, Malang is a city that is starting to become crowded with population housing. This has resulted in the amount of green open space for absorption of rainwater to be reduced and causing floods in several places. The flood disaster that occurred in Malang City was a quite serious disaster and needed rapid handling, because flooding often occurs in densely populated housing. Therefore, the prediction of floods needs to be done in advance so that anticipation and mitigation can be done as early as possible. The purpose of this study is to implement the Tsukamoto Fuzzy Inference System (FIS) algorithm to predict the occurrence of flooding in Malang City. The data used are rainfall and rainfall intensity data in Malang City. The data is predicted in the future as input in modeling the Tsukamoto FIS method to predict flood events with the smallest error value. The prediction results generated by the Tsukamoto FIS algorithm are the number of possible flood events that will occur. From the results of the tests conducted on the data on the number of flood events in 2016-2017, the RMSE error value that was quite small was generated, which was 2.76. So, by using the results of rainfall and rainfall intensity estimates from the previous research, Tsukamoto's FIS modeling can be implemented to predict the number of flood events in Malang City for the next three years starting in 2018-2020.
Desain Faktorial untuk Pembuktian Teori Masters dalam Penentuan Jumlah Lapisan dan Neuron Tersembunyi pada Peramalan Multivariat dengan Jaringan Syaraf Tiruan Lusia, Dwi Ayu; Ambarwati, Awalludiyah
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan syaraf tiruan merupakan metode yang sangat sering digunakan untuk peramalan. Akurasi jaringan syaraf tiruan dipengaruhi oleh jumlah lapisan tersembunyi dan neuron didalamnya. Salah satu teori yang membahas tentang jumlah lapisan tersembunyi dan neuron didalamnya adalah Teori Masters. Teori Masters merumuskan jumlah neuron berdasarkan aturan geometric pyramid. Selain itu, Teori Masters juga mengungkapkan bahwa tidak ada alasan menggunakan lebih dari dua lapisan tersembunyi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kebenaran Teori Masters menggunakan metode desain faktorial. Kombinasi yang digunakan ialah 1, 5, 10, dan 15 neuron tersembunyi. Hasil penelitian menggunakan metode desain faktorial, menunjukkan bahwa rumus teori Masters memiliki peringkat yang cukup baik yaitu 50% teratas untuk data training maupun testing. Aturan geometric pyramid memiliki akurasi yang baik pada data training. Akan tetapi aturan tersebut tidak berlaku pada data testing. Model jaringan syaraf tiruan dengan empat lapisan tersembuyi memiliki nilai akurasi RMSE (Root Mean Square Error) terbaik pada data training dan testing. Semakin banyak lapisan tersembunyi maka semakin baik nilai RMSE data training maupun data testing. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Teori Masters yang menyebutkan bahwa tidak ada alasan menggunakan lebih dari dua lapisan tersembunyi, terbukti tidak valid. AbstractArtificial neural networks is a forecasting method a very common method for forecasting. Accuracy of artificial neural networks is influenced by the number of hidden layers and neurons in them. One theory that discusses the number of hidden layers and neurons in them is the Masters Theory. Masters Theory formulates the number of neurons based on geometric pyramid rules. In addition, the Masters Theory also reveals that there is no reason to use more than two hidden layers. This study aims to prove the Masters Theory using factorial design methods. The combinations used are 1, 5, 10, and 15 hidden neurons. Based on factorial design methods in this study, it can be concluded that the formula for many neurons has adequate rating of 50% above, both training and testing data. Tthe geometric pyramid rules have good accuracy in training data. However, this rule does not apply to data testing. The artificial neural network model with four hidden layers has the best RMSE (Root Mean Square Error) accuracy values in training and testing data. The more hidden layers will obtain better RMSE in both training dan testing datasets. Thus, the Masters Theory which states that there is no reason to use more than two hidden layers, proved to be invalid.
Implementasi Load Balancing dan Failover to Device Mikrotik Router Menggunakan Metode NTH (Studi Kasus: PT.GO-JEK Indonesia) Mustofa, Achmmad; Ramayanti, Desi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020701638

Abstract

 Perkembangan jaringan komputer dan internet yang begitu pesat pada sekarang khususnya internet sebagai media informasi tentunya harus memiliki kualitas koneksi yang baik. Begitu juga yang terdapat pada PT.Gojek Indonesia yang telah memakai dua ISP (internet service provider). Saat banyak permintaan dari pemakai maka perangkat jaringan akan terbebani karena harus melakukan banyak proses pelayanan terhadap permintaan dari pengguna. Solusinya adalah dengan membagi beban trafik yang datang ke perangkat jaringan, jadi tidak berpusat ke salah satu ISP agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi, teknologi itulah yang disebut Load balancing. Untuk diterapkan teknik Load balancing yang bisa mendistribusi beban kepada sebuah service yang ada pada server dengan memanfaatkan metode distribusi dua line koneksi yang disebut dengan metode NTH. Nantinya mikrotik diharapkan mampu mengoptimalkan bandwidth pada tiap client yang akan koneksi ke internet. Akan diterapkan juga Teknik failover pada jaringan ini, yaitu jika salah satu koneksi gateway sedang terputus maka gateway yang lainnya otomatis akan menopang semua traffic jaringan. Akan dibuat juga menejemen bandwith disemua client, agar pendistribusian bandwith merata. AbstractThe development of computer networks and internet so rapidly at the present time, particularly on the Internet as information media of course must have good connection quality. So also found on the PT.Gojek Indonesian who has used two ISP. When many requests from users, the network devices will be burdened because they have to do a lot of service processes for requests from users. The solution is to divide the traffic load that comes to network devices, so that it is not centered on one ISP so that traffic can run optimally, maximize throughput, minimize response time and avoid overloading one of the connection lines, that technology is called Load balancing. Load balancing techniques are applied to distribute the load against a service that is on the server by utilizing the two connection path distribution method called the Nth method. Later, the proxy hopes to be able to optimize the bandwidth for each client that will connect to the internet. Will also be implemented failover technique on this network, that is if one of the gateway connections is being interrupted then the other gateway will automatically support all network traffic. Will also create bandwidth management for all clients, so that bandwidth distribution is evenly distributed.
Pengukuran Performa Algoritma Culling untuk Optimasi Grafis pada Game Tiga Dimensi Fathoni, Kholid; Shaliha, Nur Shabrina; Sa'dyah, Halimatus; Basuki, Dwi Kurnia; Basofi, Arif
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, teknologi game berkembang pesat. Terdapat banyak pengembang game yang mengembangkan game menggunakan grafis 3D. Meskipun teknologi GPU berkembang dengan pesat, optimasi tetap dibutuhkan seiring dengan perkembangan teknologi visualisasi. Penelitian ini mengulas performa algoritma Occlusion Culling berbasis GPU serta algoritma Occlusion Culling klasik dalam melakukan rendering pada game tiga dimensi. Berdasarkan penelitian ini, kami ingin mengetahui apakah Occlusion Culling berbasis GPU relevan untuk digunakan pada proses rendering game tiga dimensi. AbstractGame technology is getting bigger. There are many games developed using 3D graphics. Although GPU technology is growing rapidly, we still need optimization technique because the complexity of visualization always increases day by day. In this paper, we want to investigate the performance of GPU driven occlusion culling algorithm and classic occlusion culling in 3D Game Rendering. According to this research, we want to find whether GPU driven occlusion culling relevant for 3D Game or not.
Penentuan Rute Terpendek Tujuan Wisata di Kota Toboali Menggunakan Algoritme Djikstra Web Juniawan, Fransiskus Panca; Sylfania, Dwi Yuny
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Toboali merupakan ibukota Kabupaten Bangka Selatan yang telah menjadi daerah tujuan wisata baru karena keindahan yang dimiliki dan didukung oleh kebijakan pemerintah daerah. Oleh sebab itu fasilitas wisata terus dikembangkan hingga saat ini. Namun banyak wisatawan dari daerah lain yang mengalami kesulitan dalam perjalanannya menuju tujuan wisata di Kota Toboali. Hal ini dikarenakan mereka belum mengenal letak geografis Kota Toboali. Kesulitan yang dialami para wisatawan ini adalah dalam hal mengetahui dan menentukan jalan yang akan dilalui menuju ke tujuan wisatanya. Untuk itu dibuatlah sistem informasi geografis yang berbasis web dan dilengkapi dengan fungsi penentuan jarak terpendek menggunakan Algoritme Dijkstra agar dapat lebih cepat sampai pada tujuan wisata. Sistem dirancang berbasis web agar lebih banyak orang yang menggunakannya. Dalam penelitian ini juga dibahas mengenai cara perhitungan manual algoritme Dijkstra, selain itu untuk pembuktian hasil perhitungan, diberikan pula berupa contoh kasus penentuan jarak terpendek di salah satu sudut Kota Toboali. Hasil dari penelitian berupa sistem informasi pariwisata Kota Toboali yang dapat menentukan jarak terpendek menuju lokasi wisata. Dari hasil pengujian algoritme dapat dibuktikan bahwa sistem mampu menentukan jarak terpendek dari titik awal yang ditentukan pengguna menuju titik tujuan wisatanya. Dari pengujian blackbox didapat hasil bahwa fungional sistem memiliki kinerja yang baik.   AbstractToboali City is the capital of South Bangka Regency which has become a new tourist destination because of its beauty and supported by local government policies. Therefore tourism facilities continue to be developed to date. However, many tourists from other regions experience difficulties on their way to tourist destinations in Toboali City. This is because they do not know the geographical location of Toboali City. The difficulty experienced by these tourists is in terms of knowing and determining the path to be traveled to the destination. For this reason, a geographic information system based on the web was made and equipped with the shortest distance determination function using the Dijkstra algorithm to be able to reach tourist destinations faster. The system is designed web-based so that more people use it. In this study also discussed how the manual calculation of the Dijkstra algorithm, in addition to proof of calculations, is also given in the form of a case in determining the shortest distance in one corner of the city of Toboali. The results of the research in the form of the Toboali City tourism information system that can determine the shortest distance to the tourist location. From the algorithm test results it can be proven that the system is able to determine the shortest distance from the user-specified starting point to the destination point of the tour. From the blackbox testing, the results show that functional systems have good performance.
Kombinasi Metode Nilai Ambang Lokal dan Global untuk Restorasi Dokumen Jawi Kuno Saddami, Khairun; Arnia, Fitri; Away, Yuwaldi; Munadi, Khairul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 7 No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2020701741

Abstract

Dokumen Jawi kuno merupakan warisan budaya yang berisi informasi penting tentang peradaban masa lalu yang dapat dijadikan pedoman untuk masa sekarang ini. Dokumen Jawi kuno telah mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti kualitas kertas atau karena proses penyimpanan. Penurunan kualitas ini menyebabkan informasi yang terdapat pada dokumen tersebut menghilang dan sulit untuk diakses. Artikel ini mengusulkan metode binerisasi untuk membangkitkan kembali informasi yang terdapat pada dokumen Jawi kuno. Metode usulan merupakan kombinasi antara metode binerisasi berbasis nilai ambang lokal dan global. Metode usulan diuji terhadap dokumen Jawi kuno dan dokumen uji standar yang dikenal dengan nama Handwritten Document Image Binarization Contest (HDIBCO) 2016. Citra hasil binerisasi dievaluasi menggunakan metode: F-measure, pseudo F-measure, peak signal-to-noise ratio, distance reciprocal distortion, dan misclasification penalty metric. Secara rata-rata, nilai evaluasi F-measure dari metode usulan mencapai 88,18 dan 89,04 masing-masing untuk dataset Jawi dan HDIBCO-2016. Hasil ini lebih baik dari metode pembanding yang menunjukkan bahwa metode usulan berhasil meningkatkan kinerja metode binerisasi untuk dataset Jawi dan HDIBCO-2016. AbstractAncient Jawi document is a cultural heritage, which contains knowledge of past civilization for developing a better future. Ancient Jawi document suffers from severe degradation due to some factors such as paper quality or poor retention process. The degradation reduces information on the document and thus the information is difficult to access. This paper proposed a binarization method for restoring the information from degraded ancient Jawi document. The proposed method combined a local and global thresholding method for extracting the text from the background. The experiment was conducted on ancient Jawi document and Handwritten Document Image Binarization Contest (HDIBCO) 2016 datasets. The result was evaluated using F-measure, pseudo F-measure, peak signal-to-noise ratio, distance reciprocal distortion, dan misclassification penalty metric. The average result showed that the proposed method achieved 88.18 and 89.04 of F-measure, for Jawi and HDIBCO-2016, respectively. The proposed method resulted in better performance compared with several benchmarking methods. It can be concluded that the proposed method succeeded to enhance binarization performance.

Page 1 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue