cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Penilaian Penerimaan Teknologi E-Learning Pemrograman berbasis Gamification dengan Metode Technology Acceptance Model (TAM) Pradana, Fajar; Bachtiar, Fitra Abdurrachman; Priyambadha, Bayu
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3114.955 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019621288

Abstract

E-learning telah berkembang tidak hanya sekedar berbagi materi pembelajaran melalui internet, namun telah berevolusi menjadi tempat untuk kolaborasi, sosialisasi, project based learning, reflective practise, dan pembelajaran dengan simulasi. Untuk mewujudkan hal tersebut telah dikembangkan sebuah sistem e-learning gamification khusus bidang pemrograman. Penelitian ini menerapkan Technology Acceptance Model (TAM) untuk memeriksa faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap penerimaan sebuah teknologi baru yang diperkenalkan atau digunakan. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah Perceived Usefullness (PU), Perceived Ease of Use (PEU), Perceived Social Influence (PSI), Perceived Enjoyment (PE), Intention of Engagement (IoE), dan Elearning Gamification Attitude (EGA). Model TAM didasarkan beberapa hipotesis dan faktor yang berpengaruh. Hasil menunjukan bahwa TAM dapat digunakan untuk memeriksa penerimaan teknologi e-learning gamification bidang pemrograman. Perceived Social Influence (PSI) dan Perceived Enjoyment (PE) berkontribusi terhadap Intention of Engagement (IOE). Selain itu Perceived Usefullnes (PU), Perceived Social Influence (PSI), Perceived Enjoyment (PE), dan Intention of Engagement (IOE) berkontribusi terhadap Elearning Gamification Attitude (EGA).Abstract E-learning has evolved not only to share learning materials over the internet, but has evolved into a place for collaboration, socialization, project based learning, reflective practice, and simulated learning. To realize this has been developed a special e-learning gamification system in the field of programming. This study applies Technology Acceptance Model (TAM) to examine what factors influence the acceptance of a new technology introduced or used. The factors used in this study are Perceived Usefullness (PU), Perceived Ease of Use (PEU), Perceived Social Influence (PSI), Perceived Enjoyment (PE), Intention of Engagement (IoE), and Elearning Gamification Attitude (EGA) . The TAM model is based on several hypotheses and influencing factors. The results show that TAM can be used to check the acceptance of e-learning gamification technology in the field of programming. Perceived Social Influence (PSI) and Perceived Enjoyment (PE) contribute to the Intention of Engagement (IOE). In addition Perceived Usefullnes (PU), Perceived Social Influence (PSI), Perceived Enjoyment (PE), and Intention of Engagement (IOE) contribute to Elearning Gamification Attitude (EGA).
Optimasi Aplikasi SIMAK-BMN untuk Inventarisasi Barang Milik Negara Berbasis Aplikasi Mobile Android Atmaja, Ardian Prima; Susanto, Fredy
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4905.899 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201962807

Abstract

Dalam sebuah satuan kerja atau institusi pemerintah di Negara Republik Indonesia, terdapat barang-barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN yang kemudian dapat diidentifikasikan sebagai bagian dari Barang Milik Negara (BMN). BMN tersebut dicatat dalam sebuah aplikasi bernama Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN). Untuk melakukan monitoring BMN yang telah tercatat di aplikasi tersebut, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan tim monitoring seringkali menemui beberapa kesulitan. Hal ini diakibatkan dari keterbatasan aplikasi SIMAK-BMN yang belum sepenuhnya mudah dioperasikan untuk keperluan monitoring. Dengan kondisi seperti itu maka pada makalah ini dibahas pengembangan sistem informasi monitoring BMN terpadu dengan melakukan optimasi terhadap database SIMAK-BMN. Sistem yang dibangun dapat dijalankan oleh tim monitoring BMN secara online menggunakan internet. Selain itu, dikembangkan pula sistem monitoring BMN secara mobile yang dapat diinstall pada perangkat smartphone berbasis Android. Sehingga, dalam pengelolaaanya, petugas tim pencatat dan penginventaris BMN dapat menggunakan smartphone mereka untuk membantu memudahkan pekerjaaan inventarisasi dengan melakukan scanning QR Code dari tiap-tiap BMN. Dengan adanya sistem monitoring BMN yang merupakan optimasi dari database SIMAK-BMN tersebut, diharapkan dapat mempermudah fungsi monitoring BMN dan menjadi kontribusi dalam pengembangan sistem monitoring internal suatu satuan kerja di Republik Indonesia serta mendukung kebijakan-kebijakan pengelolaan BMN. AbstractIn a unit or institution in the government of State of the Republic of Indonesia, there are goods obtained at the expense of the APBN which can be identified as the State Goods (BMN). BMN is recorded in an application called the Management Information System and Accounting for State Goods (SIMAK-BMN). To monitor the BMNs that have been recorded in that application, the Budget User Authority (KPA) and the monitoring team often encounter some difficulties. This is due to the limitations of the SIMAK-BMN application which has not been fully operational for monitoring purposes. With such conditions, this study discusses about the development of integrated BMN monitoring information system by optimizing the SIMAK-BMN database. The built system can be run by the BMN monitoring team using the internet. Moreover, also developed a mobile BMN monitoring system that can be installed on Android-based smartphone devices. Thus, in it’s management, BMN registration team can use their smartphone to scanning QR Code from each item of BMN. With the BMN monitoring system which is the optimization of the SIMAK-BMN database, it is expected to facilitate the BMN monitoring function and become a contribution in developing the internal monitoring system of a work unit in the government of Republic of Indonesia as well as supporting the policies of BMN management.
Sistem Pakar Berbasis Android untuk Mendeteksi Jenis Perilaku ADHD pada Anak Alkaff, Muhammad; Khatimi, Husnul; Sari, Yuslena; Darmawan, Puja; Primananda, Rakhmadhany
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2464.534 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019621265

Abstract

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan otak pada anak yang mengakibatkan meningkatnya aktifitas motorik sehingga menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif dan inatentif. Kondisi ini sering memperlihatkan tingkah laku yang tidak wajar seperti selalu bergerak tanpa tujuan, selalu gelisah, atau tidak bisa duduk dengan tenang. Gangguan ADHD terbagi menjadi tiga jenis yaitu Hiperaktif, Inatentif dan Impulsif. Salah satu cara untuk mendiagnosa jenis ADHD yang diderita oleh anak adalah dengan konseling. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun sebuah sistem pakar yang dapat membantu memberikan kesimpulan tentang jenis penyakit ADHD yang diderita oleh anak serta tingkat keyakinan diagnosisnya. Penelitian ini menggunakan metode Dempster-Shafer untuk melakukan perhitungan terhadap nilai keyakinan suatu diagnosa. Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan setiap nilai keyakinan dari 2 gejala awal yang terjadi pada anak untuk selanjutnya dibandingkan lagi dengan nilai keyakinan dari gejala-gejala lainnya. Sehingga mengerucut pada suatu gejala yang mengacu kepada suatu jenis dari ADHD disertai dengan nilai keyakinannya seperti layaknya diagnosa seorang pakar psikologi anak. Dalam penelitian ini dibangun sistem pakar berbasis Android dengan basis pengetahuan dari 3 orang pakar untuk memudahkan orang tua anak dalam mendiagnosa gejala-gelaja yang mungkin diderita oleh anaknya. Hasil pengujian sistem terhadap pakar dengan persentase rata-rata sebesar 93,3% dari 3 orang pakar, menunjukan bahwa sistem pakar yang telah dibuat mampu mendiagnosa jenis perilaku ADHD yang diderita oleh anak-anak disertai dengan nilai tingkat keyakinan diagnosisnya.Abstract ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) is a brain development disorder in children resulting in increased motor activity causing the sufferer to become hyperactive, impulsive and inattentive. This condition often shows unnatural behavior like always moving aimlessly, always restless, or unable to sit quietly. ADHD disorders divided into three types, namely Hyperactive, Inattentive and Impulsif. One way to diagnose the type of ADHD suffered by children is by counseling. The purpose of this study is to build an expert sistem that can help provide conclusions about the kind of ADHD that the children had and the diagnosis level of confidence. This research uses Dempster-Shafer method to perform the calculation of confidence value of diagnosis. This is done by comparing each of the confidence values of the two early symptoms that occur in the child to furthermore compare with the belief value of the other symptoms. Therefore, conical to a symptom that refers to a type of ADHD accompanied by the value of the diagnosis beliefs, just like the diagnosis of a child psychologist. In this study, an Android-based expert system with a knowledge base from three experts is built to facilitate the child's parents in diagnosing symptoms that may be suffered by his son. The experimental test of the system with the mean percentage of 90% from 3 experts, indicates that the expert system that has been made can diagnose the type of ADHD behavior suffered by the children accompanied by the value of the diagnosis confidence level.
Model Konseptual bagi Pengembangan Knowledge Management di SMA Menggunakan Soft System Methodology Perdana, Eric Megah; Manongga, Danny; Iriani, Ade
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3529.171 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201962932

Abstract

Terhambatnya transformasi knowledge antara pengajar dan siswa di SMAK 1 Penabur Jakarta ditemukanlah suatu kendala, yaitu perbedaan karakter antara yayasan, guru, dan siswa. Berdasarkan fakta diatas, SMAK 1 Penabur Jakarta memerlukan suatu Knowledge Management yang dapat membantu kinerja yang sedang berjalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Soft System Methodology. Terdapat langkah dalam Soft System Methodology yang dilakukan yaitu menggunakan analisis CATWOE terhadap holon yang ditemui di SMAK 1 Penabur Jakarta. Pemodelan yang dihasilkan berupa komponen yang dibagi menjadi 4 bagian yaitu, manusia, proses, teknologi, dan content.AbstractThe obstructed of knowledge transformation between the educator and student in SMAK 1 Penabur Jakarta was found the constraints, it is the differences character between foundation, teacher, and student. According to the fact above, SMAK 1 Penabur Jakarta needs a knowledge management in order to help the teaching and learning proses. This research is using the method. The method that is used is Soft System Methodology (SSM) approach. It has some steps in Soft System Methodology by using CATWOE analyzation to holon in SMAK 1 Penabur Jakarta. The model-produced is divided into 4 components, those are human, content, technology, and process.
Sistem Deteksi Jumlah, Jenis dan Kecepatan Kendaraan Menggunakan Analisa Blob Berbasis Raspberry Pi Setyawan, Gembong Edhi; Adiwijaya, Benny; Fitriyah, Hurriyatul
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3164.817 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019621405

Abstract

Penghitungan kondisi lalu lintas guna analisa kualitas jalan raya umumnya dilakukan secara manual. Hal ini tentunya membutuhkan biaya dan SDM yang tinggi serta tidak dapat dianalisa secara langsung. Dalam penelitian ini telah dikembangkan metode pengenalan jenis, jumlah dan kecepatan kendaraan secara otomatis menggunakan pengolahan citra digital. Metode yang berdasarkan analisa terhadap BLOB (Binary Large OBject) tersebut ditanamkan pada sistem berbasis Raspberry Pi. Setiap blob merupakan connected-component yang diperoleh dari proses thresholding terhadap perubahan nilai pixel dari sebuah frame dan frame rujukan dalam metode background subtraction. Jenis kendaraan ditentukan oleh jumlah piksel dalam bounding-box setiap blob. Jumlah kendaraan yang melaju dihitung dengan  memberikan garis virtual dimana jumlahnya akan bertambah jika centroid dari setiap bounding-box kendaraan melewatinya. Kecepatan kendaraan dihitung dengan membagi jarak sebenarnya dari koordinat awal hingga garis virtual sepanjang 12 meter yang dibagi dengan waktu centroid tersebut untuk menempuhnya. Algoritma tersebut diimplementasikan pada sistem berbasis Raspberry Pi dengan input kamera yang terhubung dengan serial monitor untuk menampilkan output penghitungan. Pengujian akurasi deteksi jenis kendaraan yakni sepeda motor, kendaraan ringan dan berat menghasilkan akurasi 93,39%. Pengujian jumlah kendaraan menghasilkan rata-rata akurasi 93,48% untuk semua jenis kendaraan. Pengujian laju kendaraan yang dideteksi dengan dibandingkan kecepatan pada spedometer kendaraan menunjukkan akurasi 93,9%. AbstractAn analysis on traffic condition usually carried out manually by visual observation. This method demands high human resource and cannot be analysed immediately. This paper present an algorithm to analyse type, number and speed of vehicles that passing by a road automatically using BLOB (Binary Large Object)  analysis. Each blob is a connected-component as a result of thresholding after background subtration process. Type of vehicles was determined by measuring pixel number of blob’s bounding box. Number of vehicles was determined by drawing virtual line where the number was increased once a centroid of bounding box passed it. Speed of vehicles was determined using basic speed formula where 12 meters of actual distance between the beginning coordinate and virtual line was divided by time to travel it. The algorithm was embedded in Raspberry Pi where videos were acquired using attached web camera. The analysis result was shown in connected serial monitor. Testing on vehicles’ type detection (motorcycle, light vehicle, heavy vehicle) result accuracy of 93.9%, number of vehicles result accuracy of 93.48%, whilst speed of vehicles result accuracy of 93.9%.
Pengaruh Kapasitas Dimensi Citra Watermark terhadap Audio Watermarking dengan Perpaduan Metode DWT (Discrete Wavelet Transform) dan SVD ( Singular Value Decomposition) Turnip, Togu Novriansyah; Doloksaribu, Jenny; Purba, Vedtra; Saragih, Immanuel
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3469.084 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019621269

Abstract

Digital audio watermarking dibutuhkan untuk memberi perlindungan dari pembajakan musik secara ilegal dan pemberian hak cipta/kepemilikan. Penelitian ini menjelaskan perpaduan metode audio watermarking dimana informasi berupa hak cipta disisipkan ke dalam sinyal audio. Perpaduan dari metode DWT (Discrete Wavelet Transfrom) dan SVD (Singular Value Decomposition) digunakan untuk menyisipkan dan mengekstrak watermark dari sinyal audio. Informasi atau watermark tersebut dapat berupa gambar hitam putih (biner) atau huruf-huruf karakter ASCII. Pada penelitian ini sebuah gambar dijadikan sebagai watermark dengan berbagai variasi ukuran piksel seperti 10×10, 30×30, 40×40 dan 50×50 piksel. Hasil dari penyisipan watermark yang berukuran 30×30 piksel menghasilkan imperceptibility yang baik dengan nilai rata-rata diantara 43 sampai dengan 50 dB. Hasil eksperimen yang telah dilakukan juga menunjukkan bahwa kombinasi dari kedua metode tahan (robustness) terhadap beberapa serangan seperti amplify, resampling dan invert.AbstractDigital audio watermarking is needed as a protection against online music piracy and copyright issues. This paper describes an audio watermarking combination method where the copyright information is imperceptibly added into the audio signal. The combination of discrete wavelet transform (DWT) and singular value decomposition (SVD) is used to embed and extract the watermark from the audio signal. The copyright information or watermark could be a binary logo or some unique binary patterns. In this paper, a watermarked image is divided into four different capacities of dimension such as 10×10, 30×30, 40×40 and 50×50 pixels. The results of the watermarked image are imperceptibly added into the audio signal and image with 30×30 pixel dimension has the best mean result ranged from 43 to 50 dB. The experiment result also shows that the combination of DWT and SVD is robust against different attacks such as amplify, resampling and invert. 
Penerapan Extreme Learning Machine (ELM) untuk Peramalan Laju Inflasi di Indonesia Alfiyatin, Adyan Nur; Mahmudy, Wayan Firdaus; Ananda, Candra Fajri; Anggodo, Yusuf Priyo
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 2: April 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3102.409 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201962900

Abstract

Inflasi merupakan salah satu indikator untuk mengukur perkembangan suatu bangsa. Apabila inflasi tidak terkontrol akan memberikan banyak dampak negative terhadap masyarakat disuatu negara. Ada banyak cara untuk mengendalikan inflasi, salah satunya dengan peramalan. Peramalan adalah suatu aktivitas untuk mengetahui kejadian di masa mendatang berdasarkan data masa lalu. Pada penelitian ini menggunakan metode kecerdasan buatan yakni extreme learning machine (ELM). Kelebihan ELM yaitu cepat dalam proses pembelajaran. Berdasarkan penggujian yang dilakukan metode ELM mendapatkan nilai kesalahan sebesar 0.0202008, lebih kecil dibandingkan dengan metode backpropagation sebesar 1.16035821. Hal tersebut membuktikan bahwa metode ELM sangat cocok digunakan untuk peramalan.AbstractInflation is one indicator to measure the development of a nation. If inflation is not controlled will give many negative impacts to the people in a country. There are many ways to control inflation, one with forecasting. Forecasting is an activity to know future events based on past data. In this research using artificial intelligence method is extreme learning machine (ELM). The advantages of ELM are fast in the learning process. Based on ELM testing gets obtained an error value of 0.0202008, smaller than the backpropagation method of 1.16035821. It proves that ELM method is very suitable for forecasting. 
Indeks Kesiapan Perguruan Tinggi dalam Mengimplementasikan Smart Campus Zakir, Supratman; Defit, Sarjon; Vitriani, Vitriani
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 3: Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3504.759 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.201963986

Abstract

Keberhasilan perguruan tinggi memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau sering dikenal dengan istilah smart campus sebagai upaya kompetitif dan bernilai saing pada hakekatnya terletak pada sejumlah indicator seperti technoware, infoware, orgaware dan humanware. Upaya pencapaaian tujuan penggunaan smart campus tersebut dibutuhkan skema perencanaan yang matang dan need analysis yang menyeluruh. Banyak perguruan tinggi yang gagal mengimplementasikn smart campus disebabkan beberapa hal, seperti perencanaan yang tidak baik, tenaga ahli yang tidak siap, sarana prasarana yang kurang memadai, biaya awal pengembangan yang tidak tersedia dan kebijakan yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesiapan perguruan tinggi dalam mengimplemetasikan smart campus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengembangan cyber campus pada komponen ICT Use yang mencakup dimensi kebutuhan dan keselarasan serta dimensi proses dan tata kelola baru memasuki tahap kurang siap. Komponen ICT Readiness yang mencakup dimensi sumber daya teknologi pada kategori hampir berhasil. Komponen ICT Capability yang mencakup dimensi komunitas memasuki kategori belum berhasil. Komponen ICT impact sudah memasuki kategori hampir berhasil. Secara keseluruhan komponen pengembangan cyber campus dikategorikan hampir berhasilAbstractThe triumph of higher education in utilizing ICT or commonly termed as smart campus as a competitive strategy depends on some indicator like technoware, infoware, orgaware and human ware. To achieve such goal is not an easy task, it needs to have a good planning and a holistic needs analysis. Many educational institutions fail to implement smart campus due to some factors for instance bad planning, unready human resources, unsporting infrastructure, lack of fund and inconsistent policy.  The research aims at revealing readiness index of higher education in utilizing ICT. The research uses descriptive quantitative approach research that describes an object as it is with research stages including presurvey, leterature studies, questionnaires, data analysis and empirical findings. Data were obtained by using a research questionnaire. The finding reveals that developing cyber campus in the component ICT Use which covers need, harmony, and process dimensions and governance is categorized less-ready. Component of ICT Readiness which covers dimension of technology resources is categorized as successful, meanwhile component of ICT capability of community dimension is not successful yet. Component of ICT impact comes to category near to successful. As a whole, the components of developing cyber campus are in the success category.        
Evaluasi Berbasis Kriteria untuk Kesusksesan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Berdasarkan Delone and Mclean Model Herlambang, Admaja Dwi; Wijoyo, Satrio Hadi; Rachmadi, Aditya; Alimah, Cindy Felita Nur
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 3: Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2700.64 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019631321

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kesuksesan implementasi sistem informasi kesehatan (Homedika.com). Pengukuran dilakukan berdasarkan DeLone & McLean Model. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah lolos uji validitas dan reliabilitas. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan data dianalisis dengan statistik jenis deskriptif. Hasil analisis kesuksesan pada variabel system quality, information quality, service quality, user satisfaction, dan net benefits masuk ke dalam kategori Tinggi, dan variabel use masuk ke dalam kategori Cukup Tinggi. Kesuksesan implementasi sistem informasi kesehatan dapat ditingkatkan dengan cara melakukan perbaika pada variabel use dengan indikator frequency of use.AbstractThe study aims to evaluate the success of health information systems (Homedika.com) implementation. Measurements are carried out based on DeLone & McLean Model. Data collection was done through  questionnaire that had passed the validity and reliability test. The research sample consisted of 30 respondents who were selected using purposive sampling technique and ata were analyzed using descriptive statistics formula. The results of success analysis in the system quality, information quality, service quality, user satisfaction, and net benefits variable categorized as High, and use variable categorized as Quite High. The success of the implementation of health information systems can be improved by improving the use variable with frequency of use indicator.
Kuantifikasi Pengaruh Understandability dan Maintainability pada Evolusi Perangkat Lunak Adhy, Mochammad; Priyambadha, Bayu; Pradana, Fajar
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 6 No 3: Juni 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2308.889 KB) | DOI: 10.25126/jtiik.2019631289

Abstract

Understandability dipercaya sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi proses maintenance. Hal ini dikarenakan dalam praktiknya tidak selalu tim pengembang yang sama yang melakukan perbaikan kesalahan pada perangkat lunak. Jika pengembang sebelumnya tidak ada maka pengembang yang baru atau staff maintenance perlu untuk memahami sistemnya terlebih dahulu. Sebagai contoh, dalam sebuah percobaan mengenai inspeksi kode, 60% dari isu yang dilaporakan oleh reviewer profesional pada maintenance terkait dengan understandability. Berdasarkan realita tersebut munculah motivasi untuk melakukan penelitian mengukur seberapa besar keterkaitan understandability dengan maintainability pada evolusi perangkat lunak. Penelitian ini menggunakan pendekatan statistika yaitu spearman’s rank correlation untuk menganalisis tingkat keterkaitan antara understandability dengan maintainability. Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada tiga macam perangkat lunak, ditemukan bahwa nilai rata-rata keterkaitan understandability terhadap maintainability pada proses evolusi perangkat lunak sebesar 0,95 yang menjelaskan bahwa korelasi kedua variabel tersebut sangatlah kuat.AbstractUnderstandability is believed to be one of the factors that affect maintenance process. This is because in practice it is not always the same development team is tasked to makes improvements to the software. If the previous developer does not exist then a new developer or maintenance staff needs to learn the system first. For example, in the experiment about code inspection, 60% of the issues reported by professional reviewers on maintenance related to understandability. Based on these realities, emerged a motivation to conduct a research related to the measurement of correlation between understandability and maintenance on software evolution. This research uses a statistical approach that is spearman’s rank correlation to analyze the level of linkage between understandability and maintainability. From the conducted experiment on three types of software in software evolution process shows that spearman’s rank correlation of 0,95 which means understandability has a very strong correlation with maintainability.

Page 28 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue