cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jsal@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran, Malang, 65145, INDONESIA
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23563389     EISSN : 26559676     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jsal
JSAL is a journal under the management of the Environmental Engineering Study Program, Agricultural Technology Faculty, Brawijaya University Indonesia which has been established since 2014. The journal periodically publishes three issues in April, August, and December. JSAL accepts article in Bahasa Indonesia or English by covering topics on natural and environmental resource engineering and other related topics. JSAL has been indexed by Google Scholar, GARUDA (Garba Rujukan Digital) and Crossref (DOI/Digital Object Identifier) and Science and Technology Index (SINTA). Also JSAL already has an International Standard Serial Number (ISSN) in both the online (E-ISSN 2655-9676) and print version (P-ISSN 2356-3389). We are looking forward to accepting articles from potential authors, please kindly search our homepage for information and instruction or contact us.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Evaluasi Design Instalasi Pengolahan Air Limbah Pada PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung Okta Kurnia Sari; Evi Kurniati; Bambang Rahadi
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.714 KB)

Abstract

ABSTRAK  PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan marmer di daerah Tulungagung. Perusahaaan ini terletak di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung yang merupakan perusahaan pertambangan pertama sekaligus pertambangan terbesar yang ada di Indonesia.. Industri ini berdiri sejak tahun 1962 dengan melayani permintaan produksi batu marmer di seluruh Indonesia. Penelitian mengenai evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang ada di PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung dilakukan mulai bulan Desember 2016 sampai bulan Februari 2017. Penelitian dimulai dengan pengambilan sampel dan analisis kondisi eksisting, kemudian dilakukan pengujian sampel. Hasil dari pengujian sampel yang meliputi parameter pH, COD, TSS dan kesadahan kemudian dilakukan perhitungan dan perbandingan dengan baku mutu menurut Peraturan Gubernur Jawa Timur No.72 Tahun 2013 sehingga evaluasi kinerja unit IPAL dapat dilakukan. Hasil penelitian mengenai evaluasi IPAL ini didapatkan didapatkan data debit rata-rata pada unit bak sedimentasi sebesar 0,32 m3/s dan debit puncak didapatkan sebesar 0,327 m3/s serta perhitungan debit maksimal pada bak sedimentasi didapatkan hasil sebesar 36 m3/s. Efisiensi removal total sebesar 93,21% untuk parameter COD, 98,47% untuk parameter TSS dan 51,417% untuk parameter kesadahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa outlet IPAL PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung tidak melebihi baku mutu Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tetapi hasil evaluasi menunjukkan bahwa bangunan unit IPAL tersebut tidak sesuai dengan standar kriteria rancangan, sehingga disarankan dimensi bangunan diubah menjadi 16 meter untuk panjang unit, 16 meter untuk lebar unit dan 3,75 meter untuk kedalaman unit bak sedimentasi. Kata Kunci : Evaluasi IPAL, Industri Marmer 
Pengaruh Pemberian Media Berbahan Limbah Kotoran Sapi dan Blotong Tebu Terhadap Bobot dan Kadar Protein Cacing African Night Crawler (Eudrilus eugenia) Ruslan Wirosoedarmo; Shella Elsiana Santoso; Fajri Anugroho
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.588 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2019.006.01.5

Abstract

Limbah kotoran sapi sebagai limbah ternak banyak mengandung unsur hara makro seperti Nitrogen (N), Fospat (P2O5), Kalium (K2O) dan Air (H2O) dan Komposisi blotong terdiri dari sabut, wax dan fat kasar, protein kasar, gula makan cocok untuk media cacing African Night Crawler (Eudrilus eugeniae). Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui pengaruh pertumbuhan bobot cacing tanah dengan penambahan media blotong tebu dan kotoran sapi, selain itu mengetahui konsentrasi media yang terbaik dengan penambahan media blotong tebu dan kotoran sapi yang paling cocok untuk menaikan bobot  cacing tanah dan pengaruh kadar protein pada cacing African Night Crawler (Eudrilus eugeniae). Metode Penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan beberapa berlakuan . Tujuan penelitian Experimental untuk mengetahui hubungan sebab akibat dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok experimental dan menggunakan metode kjeldahl untuk analisis protein  pada cacing. Parameter limbah yang diuji pada penelitian ini adalah pH, suhu, bobot cacing, protein media dan protein cacing African Night Crawler (Eudrilus eugeniae). Suhu media selama penelitian berkisar antara 23-280C sedangkan untuk pH media antara 6,3 hingga 7,6 dengan bobot cacing meningkat antar perlakuan dan nilai protein dengan BNT 5% sebesar 9,29. Konsentrasi media yang terbaik adalah pada perlakuan BK3 50% blotong tebu + 50% kotoran sapi dimana mengalami kenaikan rata-rata tertinggi sebesar 1,727kg. Protein media berpengaruh terhadap bobot cacing ANC (eudrilus eugeniae) sebesar 18,77%
Evaluasi Daya Dukung Lingkungan Berbasis Kemampuan Lahan di Kota Batu Nurlia Ayu Pratama; Bambang Rahadi Widiatmono; Ruslan Wirosoedarmo
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.794 KB)

Abstract

Pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan tak terelakkan di Kota Batu, hal ini dapat memberikan dampak negatif terhadap kualitas lingkungan hidup, terutama penurunan kualitas maupun kuantitas sumberdaya alam. Daya dukung lingkungan hidup seharusnya menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan existing dan RTRW berdasarkan daya dukung lingkungan berbasis kemampuan lahan, serta memberikan rekomendasi pemanfaatan ruang yang selaras dengan daya dukung lingkungan. Metode yang digunakan adalah dengan metode analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisa kemampuan lahan existing Kota Batu menunjukan 5228.84 Ha atau 26.26% penggunaan lahannya tidak sesuai dengan kemampuan lahan. Luas penggunaan lahan RTRW yang tidak sesuai kemampuan lahan adalah sebesar 8736.23 Ha atau 43.88%. Kata kunci : Daya dukung, evaluasi, kemampuan lahan,
Pemanfaatan Limbah Cair Greywater untuk Hidroponik Tanaman Sawi (Brassica juncea) Liliya Dewi Susanawati; Ruslan Wirosoedarmo; Ginanjar Aji Santoso
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.052 KB)

Abstract

Aktivitas sehari-hari yang meliputi mencuci pakaian, kegiatan di dapur, dan kamar mandi ternyata mampu menghasilkan limbah cair greywater dengan kuantitas yang cukup besar dan berpotensi mencemari. Total limbah rumah tangga 50-80 % adalah berupa greywater. Penyempitan lahan pertanian juga menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Hidroponik merupakan metode yang bisa menyelesaikan dua masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan greywater sebagai air media hidroponik tanaman sawi dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental melalui hidroponik dengan memanfaatkan limbah cair greywater sebagai media tumbuh yakni membandingkan pengaruh media air biasa (dari PDAM), air limbah murni (greywater), dan air campuran keduanya. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yakni membandingkan tiga kelompok tanaman yang ditumbuhkan pada air yang berbeda. Pertumbuhan vegetatif yang diukur meliputi tinggi  tanaman, jumlah daun dan berat basah tanaman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa greywater dapat dimanfaatkan sebagai air media hidroponik dikarenakan kadar pencemar yang terkandung masih memenuhi standar untuk pemanfaatan di bidang pertanian, greywater juga mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman berupa Nitrogen (0,0110 %), Phosfor (0,0124 %), dan Kalium (0,0002 %). Penggunaan greywater sebagai air media untuk hidroponik memberikan hasil yang nyata terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman sawi dibandingkan dengan air media PDAM dan Campuran. Pertumbuhan vegetatif terbaik diperoleh dari perlakuan air media greywater dengan rata-rata tinggi 30,81 cm, jumlah daun 11,37 helai, dan berat basah 68,415 gram.Kata kunci : Greywater, Hidroponik, Sawi, Vegetatif
Pengaruh Kepadatan Mikroalga Chlorella sp. terhadap Bioremediasi Logam Krom Pada Limbah Cair Industri Penyamakan Kulit. Bambang Rahadi Widiatmono; Fajri Anugroho; Fadil Arief T. Munaf
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.027 KB)

Abstract

 Permasalahan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang dihasilkan oleh industri penyamakan kulit merupakan limbah cair yang mengandung logam Cr (krom). Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pemulihan kondisi perairan yang tercemar logam krom adalah dengan bioremediasi menggunakan mikroalga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Chlorella sp. sebagai alternatif penurunan kadar logam Cr pada limbah cair industri penyamakan kulit (biological treatment) dengan menguji kemampuan Chlorella sp. dalam kepadatan sel yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan suhu limbah cair selama 7 hari pertama mengalami fluktuasi dan diikuti dengan kondisi suhu yang cenderung stabil sampai hari ke-11. Kepadatan sel Chlorella sp. mengalami peningkatan sampai hari ke-7, setelah itu jumlah kepadatan sel menurun pada perlakuan kepadatan rendah dan tinggi sampai hari ke-11. Penurunan kadar krom total limbah cair berbanding lurus dengan waktu pengamatan, pada hari ke-3 terjadi penurunan sebesar 2,4587-4,1299 mg/L, pada hari ke-7 sebesar 0,0074-1,6713 mg/L, dan pada hari ke-11 sebesar 0,0333-0,1213 mg/L. Penurunan kadar krom total limbah cair memiliki hubungan berbanding terbalik dengan peningkatan kepadatan sel, terlihat pada hari ke-3 perlakuan kepadatan sel rendah memiliki kadar krom total limbah cair terkecil dengan nilai 0,0204 mg/L, diikuti perlakuan kepadatan sedang dan tinggi sebesar 0,1277 mg/L dan 0,4560 mg/L, serta kontrol sebesar 1,6917 mg/L.Kata Kunci : Bioremediasi, Chlorella sp., Kepadatan, Krom Total Abstract Environmental harm problem caused by the tanning industry as a result of wastewater that produced containing heavy metal Cr (chromium). A way that can be used to recovery polluted water conditions with chromium is bioremediation using microalgae. Microalgae has many advantages that made it as a choice that suited to eliminate specific content and reducing heavy metal concentration in waste or contaminated environment. This study aim to know the potensial of Chlorella sp. as chromium reduction alternative in tannery wastewater (biological treatment) at different cells density. The study shows that temperature of wastewater fluctuated for 7 first days and stable for the next until the 11th day. Chlorella sp. cells density increased until the 7th day, after that decrease at the low and high cells density until the 11th day. The decreased of total chromium concentration in wastewater directly proportional with observation time, on the 3rd day occurred a decrease from 2.4587 mg/L to 4.1299 mg/L, 0.0074 mg/L to 1.6713 mg/L on the 7th day, and 0.0333 mg/L to 0.1213 mg/L on the 11th day. Moreover, the decreased of total chromium concentration in wastewater directly upside with the increased of cells density seen on the 3rd day, the lowest total chromium concentration had by the low cells density with 0.0204 mg/L, followed by the medium and the high cells density respectively with 0.1277 mg/L and 0.4560 mg/L, and the control with 1.6917 mg/L.Keyword : Bioremediation, Cells density, Chlorella sp., Total Chromium
Operator Morpho-Hidrologi pada DEM (Digital Elevation Model) dan Peta Digital untuk Pemetaan Awal Potensi PLTA dan PLTMH (Studi Kasus DAS Mamberamo) Dedi Cahyadi; Alexander Tunggul Sutanhaji
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.717 KB)

Abstract

Energi air yang dibangkitkan dari PLTA atau PLTMH merupakan energi terbarukan yang mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan dengan energi terbarukan yang lain. Indonesia yang memiliki lebih dari 5000 DAS dengan curah hujan yang tinggi dan topografi berbukit sampai bergunung mempunyai potensi energi ini sangat berlimpah, karena potensi energi ini dipengaruhi oleh besar dan kontinuitas aliran air permukaan, dan adanya beda tinggi untuk terjunan aliran air tersebut. Sangat disayangkan potensi energi yang berlimpah ini baru sebagian kecil yang telah dimanfaatkan dan dibiarkan hilang dan bahkan merugikan manusia berupa daya rusak air dan menjadi bencana banjir atau tanah longsor. Untuk dapat mengetahui besarnya potensi sebaran energi air secara spasial, serta pemanfaatan secara optimal dan adanya usaha-usaha pelestariannya perlu adanya pengelolaan Sumber Daya Energi ini dengan baik. Piranti lunak yang berupa algoritma-algoritma atau fungsi-fungsi diperlukan untuk analisis potensi energi air dengan menghitung besar aliran, menentukan potensi tampungan dan tinggi terjunan pada suatu lokasi tertentu. Operator-operator yang harus disiapkan untuk analisis potensi energi air ini meliputi:1) penentuan daerah aliran sungai dengan data masukan titik outlet; 2) penentuan potensi waduk atau tampungan (storage); dan 3) perkiraan beda tinggi yang dapat digunakan untuk jatuhnya air pada pipa pesatKetiga operator utama ini akan dapat memberikan informasi untuk dianalisis lebih lanjut dalam suatu model matematik untuk mendapatkan potenti energi air dalam bentuk energi listrik. Setelah mengidentifikasi dan menganalisa parameter-parameter yang dibutuhkan, maka dilanjutkan pada tahap terakhir yaitu uji coba dan penerapan operator untuk pemetaan potensi energi air di DAS Mamberamo. Penerapan di SubDAS Mamberamo-Vanderwall dengan peta RBI skala 1:50.000 terdapat 6 potensi lokasi PLTA dengan tenaga listrik berkisar 11 s/d 78 MWatt dan total 217 MWatt. Kata Kunci: Operator Morpho-Hidrologi, DEM dan Peta digital, Energi air di DAS Mamberamo
Sebaran Kualitas Air Sumur Di Sekitar TPA Randegan Kota Mojokerto Berbasis Sistem Informasi Geografis Akhmad Adi Sulianto; Evi Kurniati; Citra Tri Rahmawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.535 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2020.007.01.4

Abstract

Permasalahan dalam penurunan kualitas air sumur di Kota Mojokerto disebabkan oleh aktivitas manusia yang menghasilkan sampah. Kota Mojokerto memiliki TPA Randegan yang berlokasi di Kecamatan Magersari. Lindi yang dihasilkan dari timbunan sampah dapat meresap ke dalam tanah yang menyebabkan pencemaran tanah dan air tanah secara langsung karena dalam lindi terdapat berbagai senyawa kimia organik dan anorganik serta sejumlah patogen. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kualitas air sumur di sekitar TPA Randegan dan menganalisis hubungan antara aktivitas TPA dan jarak sumber dari TPA dengan kualitas air sumur.  Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling di 6 titik sampel air sumur warga yang berada. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas air sumur di T1 (50 meter dari zona aktif TPA) dan T2 (70 meter dari zona aktif TPA) tidak memenuhi standar baku mutu parameter pada beberapa parameter. Kualitas air sumur di T1 memiliki kualitas air sumur yang paling buruk, sedangkan di T6 (400 meter dari zona aktif TPA) memiliki kualitas air sumur yang paling baik. Beberapa parameter seperti TDS, DHL, nitrat, nitrit, besi, mangan, kesadahan, klorida, total coliform dan E.coli menunjukan hubungan yang linear antara jarak pengambilan sampel dengan kualitas air sumur.
Analisis Ketersediaan Dan Kebutuhan Air Untuk Daya Dukung Lingkungan (Studi Kasus Kota Malang) Dianindya Novita Admadhani; Alexander Tunggul Sutan Haji; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.586 KB)

Abstract

Abstrak Beragam bentuk aktivitas manusia yang tidak pernah lepas dari penggunaan air. Kondisi tersebut memaksa agar suatu wilayah dapat menjaga kualitas dan kuantitas  sumber daya air. Tersedianya sumber daya air suatu wilayah harus mapu mencukupi kebutuhan air yang diharapkan, sehingga terjadi keseimbangan antara keduannya. Penentuan keterlampauinya ketersediaan oleh kebutuhan air dapat dinyatakan melalui status daya dukung lingkungan. Tujuan utama dilakukannya penelitian untuk mengetahui status daya dukung lingkungan Kota Malang. Penentuan status daya dukung lingkungan dilakukan dengan metode analisis kuantitatif. Faktor penentu kebutuhan air antara lain jumlah penduduk, luas sawah, jumlah ternak dan industri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kebutuhan air domestik mencapai 13.81%, non domestik 13.78%, industri 16.67%, serta kebutuhan air peternakan yang secara drastis meningkat hingga 10255.56%. Berdasarkan rasio daya dukung lingkungan per kecamatan dapat ditentukan bahwa status daya dukung lingkungan kecamatan Kedungkandang dan Sukun dinyatakan aman dengan rasio berturut-turut adalah 2.7 dan 2.3, sedangkan untuk 3 kecamatan lainnya yaitu Klojen, Blimbing, dan Lowokwaru masih berstatus aman bersyarat. Kata Kunci : Daya dukung lingkungan, faktor penentu, kebutuh air
Identifikasi Pencemaran Air Tanah Akibat Intrusi Air Laut (Studi Kasus Pesisir Pantai Ketah Kabupaten Situbondo) Agustin Wahita Putri; Bambang Suharto; Liliya Dewi Susanawati
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.41 KB)

Abstract

Kawasan Pesisir Pantai Ketah merupakan salah satu kawasan pesisir pantai di Kabupaten Situbondo berpotensi mengalami intrusi air laut dikarenakan permasalahan intrusi air laut sering menjadi salah satu permasalahan dikawasan pesisir pantai. Berdasarkan hasil pengujian, secara keseluruhan kualitas air air pompa yang dimanfaatkan oleh masyarakat Pesisir Ketah untuk kebutuhan sehari-hari tidak layak dikonsumsi dan harus diolah/dimasak terlebih dahulu karena telah melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan oleh Permenkes RI Tahun 2010 diantaranya titik 8 dengan kadar pH sebesar 8.73, titik 5 dengan kadar besi sebesar 0.48 mg/L, titik 4 dengan kadar kesadahan sebesar 760 mg/L, dan menurut PAHIAA 1986 kualitas air dikawasan pesisir pantai Ketah tidak layak dikonsumsi karena memiliki rata-rata nilai konduktivitas sebesar 1751.78 μs/cm dan masuk dalam kategori air agak payau, sedangkan rata-rata klorida sebesar 410.169 mg/L, TDS sebesar 20.074 mg/L dan masih dalam kategori air tawar. Kata Kunci: Intrusi, pencemaran air, pesisir
Reduction Levels of Copper (Cu) Electrolysis Method In Priting Liquid Waste Processing Circuit Board (PCB) Silfi Arini; Bambang Suharto; Liliya Dewi S.; Handaru B Cahyono
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.999 KB) | DOI: 10.21776/ub.jsal.2017.004.02.4

Abstract

Electronics industry is one of the national priorities industry continues to grow and evolve. National electronics industry growth of 10.9% and export value of US $ 9.084 billion, second only to the export of textile (Textile Products Textile) and an average production rate of 65-70%. Some of the electronic components industry also contributed to the growth of one PCB. Based on B3 material content is high, especially in the waste solution soaked concentrated liquid PCBs or PCB industry, the liquid waste must be performed prior to treatment of wastewater released into envinronment.. This method is used by electrolysis with 7.5 Volt. Type of this research is a laboratory experiment. This sample form elektrodaposisi copper (Cu) by passing electric current to the electrodes are dipped in liquid waste (process etcing) PCB manufacture. The approach used in this research is a quantitative approach and using mathematical analysis, with the intention of analyzing the data that is expressed with nominal. Quantitative data were obtained from the variation of the duration of the process, the distance between the electrodes, and the type of electrode used then the data will be derived using mathematical formulas. Based on the research results, Copper (Cu) were dissolved in the liquid waste PCB may be copper deposit with the removal of 70% - 90%. The electrodes that provide high efficiency at elektrodaposisi copper (Cu) in the wastewater industry PCB is a steel plate with at a distance of 1 cm. Based on the results of this steel plate decreased 88% removal. The time between the electrodes required to process elektrodaposisi copper (Cu) in the wastewater industry PCBs at 60 minutes, This is done because there is no longer a significant increase occurred in the copper deposit at the cathode. Mass of copper in the electrolyte solution has been nearly exhausted in the mass.Keywords: Electrolysis method, Liquid waste PCB, Reduction of the levels of processing copper (Cu).

Page 9 of 21 | Total Record : 204