cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
The Effect of Seed Density on Nursery Media to Rice Transplanter Type Crown Indo Jarwo IHT 20-40 Performance. Prasetyo, Joko; Djoyowasito, Gunomo; Tembang, Lazuardy; Purnomo, Dwi; Sutan, Sandra Malin
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.574 KB)

Abstract

Inovasi dan penggunaan teknologi rice transplanter berpeluang untuk mempercepat waktu tanam bibit padi serta mengatasi kelangkaan tenaga kerja tanam bibit padi. Pola tanam dengan produktifitas tinggi yaitu jajar legowo, untuk pola tersebut digunakan rice transplanter tipe indo jarwo. Kepadatan benih pada media persemian (dapok) yang optimal dibutuhkan untuk mendapatkan hasil panen yang baik, dan kesesuaian terhadap pengoperasian rice transplanter. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan dan analisis pengaruh perbedaan kepadatan benih pada media persemaian dapok. Kepadatan yang digunakan yaitu 60 gram, 70 gram, dan 80 gram pada luas tiap dapok 1044 cm2. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan kepadatan benih pada media persemaian dan pengulangan sebanyak 3 kali. Keragaman perlakuan dianalisis menggunakan analisis varians pada taraf uji F 5% dan 1%. Perbedaan rata-rata perlakuan diuji mengunakan beda nyata terkecil (BNT) 5%. Hasil penelitian didapatkan kepadatan benih pada media persemaian berpengaruh terhadap jumlah pengeluaran bibit per lubang, namun tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan persemaian padi, kerusakan bibit, jarak tanam, kecepatan penanaman, dan efisiensi.
Production and Identification of Antimicrobial Compounds from Microalgae Tetraselmis chuii with Ultrasound Assisted Extraction Method (Study Type of Solvent and Total Cycle Extraction) Maligan, Jaya Mahar; Adhianata, Heni; Zubaidah, Elok
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.501 KB)

Abstract

Pada ekosistem air, mikroalga merupakan penghasil alami energi dan senyawa metabolit potensial. Mikroalga ekstraseluler memiliki fungsi sebagai penghambat dan memicu pertumbuhan senyawa. Tetraselmis chuii memiliki komponen bioaktif seperti asam lemak dan ester yang digunakan sebagai agen antibakteri. Antimikroba adalah senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Proses ekstraksi dipengaruhi oleh metode ekstraksi, berbagai pelarut, dan kondisi ekstraksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan berbagai pelarut dan ekstraksi siklus total terhadap hasil ekstrak Tetraselmis chuii, mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak Tetraselmis chuii terhadap S. aureus, E. coli, A. flavus dan C. Albicans, dan mengidentifikasi senyawa bioaktif ekstrak Tetraselmis chuii yang bertindak sebagai agen antimikroba dengan menggunakan metode GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi dihasilkan dari pelarut aseton pada 3 siklus ekstraksi, yaitu sebesar 35.19%. Uji aktivitas antimikroba terbaik menghasilkan ekstrak dari pelarut kloroform dengan ekstraksi 3 siklus dengan diameter zona hambatan 16.43 mm pada S.aureus, 16.07 mm pada E. coli, 15.46 mm di C. albicans, dan 15.8 mm di A.flavus. Senyawa bioaktif dari ekstrak Tetraselmis chuii berpotensi sebagai senyawa antimikroba, termasuk asam lemak, ester, alkohol, keton, benzene, dan alkana.
PEMANFAATAN KULIT SUKUN (ARTOCARPUS ALTILIS) SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF PEMBUATAN SIRUP GLUKOSA Putri, Desiana Nuriza; Kusno, Elisa; Santoso, Erika Novena; Hikmah, Faiqotul; Putri, Dania Amalia; Lestari, Oki Indah
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.085 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.02.09

Abstract

ABSTRAKKulit sukun merupakan sumber pati yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sirup glukosa. Kulit buah sukun merupakan limbah dari pengolahan buah sukun mengandung pati sebesar 39.56%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi α-amilase yang berbeda terhadap kualitas sirup glukosa. Parameter yang diukur yaitu kadar glukosa, kadar air, rendemen dan warna sirup glukosa yang dihasilkan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan yaitu penambahan konsetrasi enzim yang berbeda α-amilase (A) yang terdiri dari 5 level yakni, A1= 0.1%, A2= 0.3%, A3= 0.5%, A4= 0.7%, dan A5= 0.9% dengan ulangan sebanyak 5 kali. Hasil penelitian yaitu penambahan konsentrasi enzim α-amilase yang berbeda berpengaruh nyata terhadap hasil rendemen, kadar glukosa, kadar gula reduksi, dan warna sirup glukosa kulit sukun. Pada penambahan enzim dengan konsentrasi 0.3% didapat hasil yang paling baik untuk kualitas sirup glukosa yaitu kadar glukosa 8.24%, rendemen 77.96%, gula reduksi 6.04%, kadar air 82.65%, warna L=33.52%, a=1.6, b=3.26 ABSTRACTBreadfruit is potentially starch source that can be developed into glucose syrup. The peel of bread-fruit is waste from fruit processing which contains starch 39.56%. The aim of this research is find out the the effect of adding different α-amilase consentration toward the quality of glucose syrup. Parameters measured are glucose level, water level, rendemen, and the colour of glucose syrup. Experiment design used is randomized block design with 1 treatment factor realised by adding enzime concentration with different α-amilase enzime which consist of 5 levels namely, A1= 0.1%, A2= 0.3%, A3= 0.5%, A4= 0.7%, and A5= 0.9% with 5 times repetition. The result shows that the addition of different α-amilase enzime concentration on liquification phase significantly affects yield, glucose level, reduction sugar, and color of breadfruit glucose syrup. In the 0.3% enzyme addition obtained the best results for quality glucose syrup such as glucose content 8.24%, rendemen 77.96%, reduction sugar 6.04%, water content 82.65%, color L=33.52%, a=1.6, b=3.26
STUDI KARAKTERISTIK PATI SINGKONG UTUH BERBASIS EDIBLE FILM DENGAN MODIFIKASI CROSS-LINKING ASAM SITRAT Kawiji, -; Atmaka, Windi; Lestariana, Sri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.304 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.02.14

Abstract

ABSTRAKPada penelitian ini akan dipelajari pengaruh penggunaan asam sitrat sebagai agen crosslinking terhadap karakteristik dari edible film pati singkong utuh. Pati singkong utuh didapat dari ekstraksi pati singkong tanpa proses pengupasan yang akan membuat pekerjaan lebih efisien dan menghasilkan rendemen pati yang lebih banyak. Pembuatan edible film dilakukan dengan menggunakan 5 g pati singkong utuh, 2 ml gliserol, dan asam sitrat kristal (0%, 10%, 20%, dan 30% dari berat pati kering). Hasil analisis ANOVA dengan signifikasi 5% menunjukkan penambahan asam sitrat dapat meningkatan ketebalan dan kelarutan edible film serta penurunan laju tranmisi uap air dan pemanjangan. Penambahan asam sitrat 10% akan meningkatkan kuat tarik, pada penambahan 20% dan 30% akan menyebabkan penurunan kuat tarik edible film. Pada pengujian FTIR adanya reaksi cross-linking pada pembuatan edible film dari pati singkong utuh yang menghasilkan gugus ester dapat terbaca pada rentang 1725.4 - 1730.22 cm-1ABSTRACTThe aim of the research is to study effect of citric acid as cross-linking agent on whole cassava starch based edible films. Whole cassava starch was extracted from cassava without peeling which had more starch content and more efficient. Edible film made from 5 g of whole cassava starch, 2 ml gliserol and citric acid (0%, 10%, 20%, 30% w/w starch). Results of ANOVA analysis with 5% significance shows added citric acid could improved thickness and solubility of edible film, and shows degrease of water vapor tranmission rate and elongation. Whole cassava starch based edible film with 10% citric acid show improved tensile streght, but added 20% and 30% citric acid shows reduction tensile streght. In FT-IR analysis, crosslinking reaction in whole cassava starch based edible films recognized at the peak 1725.4 - 1730.22 cm-1 which demonstrates the existence of an ester group
IDENTIFIKASI FITOKIMIA DAN KARAKTERISASI ANTOSIANIN DARI SABUT KELAPA HIJAU (COCOS NUCIFERA L VAR VARIDIS) Anggriani, Rista; Ain, Nurul; Adnan, Syaiful; Novianto, Muhamad Fajar
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.427 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.03.16

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan mengarakterisasi antosianin pada sabut kelapa hijau. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kasar metanol yang mengandung HCl 1% dari sabut kelapa hijau mengandung antosianin sebagai salah satu flavonoid dengan kandungan 8.34 mg/100 g berat basah. Hasil LC/MS menyatakan bahwa terdapat 4 jenis antosianin didalamnya yakni Cyanidin-3-O-glucoside, Peonidin-3-O-glucoside, Cyanidin-3-O-(6”-O-coumaroyl)-glucoside, Petunidin-3-O-glucoside. Hasil ini menunjukkan bahwa sabut kelapa hijau dapat berpotensi sebagai sumber pigmen antosianin alami ABSTRACTThe objective of this study was to identify photochemical and characterize anthocyanin of green coconut fiber. The result of phytochemical screening of methanol HCl 1% extract showed the presence of anthocyanin 8.34 mg/100 g (wb) as one of flavonoid. Moreover, LC/MS confirmed 4 types of anthocyanin detected such as Cyanidin-3-O-glucoside, Peonidin-3-O-glucoside, Cyanidin-3-O-(6”-O-coumaroyl)-glucoside, Petunidin-3-O-glucoside. This study recommend that green coconut fiber can potentially as a source of natural anthocyanin
PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPRA (STUDI KASUS DI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR) Rosidi, Asri Rachmat; Mustaniroh, Siti Asmaul; Deoranto, Panji
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.516 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.03.21

Abstract

ABSTRAKHalmahera Timur adalah daerah yang cocok untuk pengembangan usaha tanaman perkebunan, salah satunya yang berkembang saat ini adalah perkebunan kelapa dengan agroindustri kopra. Agroindustri kopra di Halmahera Timur semakin berkembang dan meningkat seiring permintaan bahan baku industri kopra saat ini. Pada pengembangan usaha diperlukan suatu analisa perencanaan strategi yang matang sehingga diperoleh hasil yang optimum dari setiap penggunaan sumber daya bidang produksi, pemasaran, sumber daya manusia, dan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan alternatif perencanaan strategi yang tepat dalam pengembangan agroindustri kopra di Kabupaten Halmahera Timur menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan strategi agroindustri kopra di Halmahera Timur menunjukkan bahwa kekuatan internal eksternal industri berada pada kategori Hold and Maintain, dengan strategi pengembangan terfokus pada penetrasi pasar dan pengembangan produk. Strategi pengembangan yang dapat dilakukan antara lain pengembangan UMKM lokal skala kecil, pengembangan kemitraan, pengembangan kualitas kopra, pengembangan keterampilan SDM ABSTRACTEast Halmahera is a good area for the development of plantation crops, one of them is currently developing is Agroindustry Copra. Agroindustry Copra in East Halmahera growing and increase as demand for industrial raw materials copra. Business development strategy required a careful analysis planning in order to obtain optimum results from any use of resources in production, marketing, human resources, and technology. The purpose of this study was to determine the alternative planning strategies in agroindustry development especially for copra in East Halmahera using SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis. The results showed that based on the SWOT analysis, strategy development Agroindustry Copra in East Halmahera indicate that the internal forces external to the industry is the hold and maintain category, with the development strategy focused on market penetration and product development. The development strategy that can be done include the development of small-scale local SMEs, the development of partnerships, the development of copra quality, human resources and skills development
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK UREA DAN JARAK ELEKTRODA TERHADAP TEGANGAN LISTRIK PLANT MICROBIAL FUEL CELL TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA) Putranto, Angky Wahyu; Sugiarto, Yusron; Kusumarini, Novalia; Wiranti, Tiara; Normalasari, Lisa
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.879 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.01.5

Abstract

ABSTRAKPlant Microbial Fuel Cell (PMFC) merupakan salah satu penghasil bioenergi berkelanjutan yang tidak mengganggu produksi pangan serta mereduksi energi input selama produksi energinya. Tanaman padi (Oryza sativa) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai penghasil tegangan listrik dalam PMFC. Penelitian ini membahas tentang pengaruh variasi pemupukan dengan pupuk urea (1, 5, dan 10 g) dan jarak elektroda (4, 6, dan 8 cm) dalam sistem PMFC. Variabel yang diukur yaitu tegangan listrik maksimal yang dihasilkan tanaman padi, arus listrik maksimal dan daya listrik maksimal yang dihasilkan. Perekaman data keluaran tegangan listrik dilakukan pada semua sampel sistem PMFC selama 5 hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tegangan listrik maksimum diperoleh perlakuan pemberian pupuk urea 10 g dan jarak elektroda 6 cm dengan nilai tegangan listrik maksimal sebesar 196 mV, arus listrik maksimal 0.78 mA dan daya listrik maksimal sebesar 153.66 mW/cm2 ABSTRACTPlant Microbial Fuel Cell (PMFC), one of sustainable bioenergy sources which is not interfere with food production and could reducing energy input during energy production. Oryza sativa is a plant that has potential as a source of electrical voltage in PMFC. This study explained the influence of urea fertilization variation (1, 5, and 10 g) and electrode gaps (4, 6, and 8 cm) in PMFC system. Variables measured are the maximum voltage produced by rice plants, maximum electric current and maximum power density. The output electrical voltage data was recorded on all samples PMFC system for 5 days, from 08.00 am until 03.00 pm. Based on this study, the maximum voltage obtained on 10 g of urea fertilizer and the electrode gap of 6 cm with maximum electric voltage of 196 mV, maximum electric current of 0.78 mA and maximum power density of 153.66 mW/cm2
KOMPONEN BIOAKTIF, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL ASAM LEMAK EKSTRAK RIMPANG JERINGAU MERAH (ACORUS SP) DAN JERINGAU PUTIH (ACORUS CALAMUS) Sofyan, Ariya; Widodo, Eko; Natsir, Halim
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.731 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.03.17

Abstract

ABSTRAKJeringau merah (Acorus sp) dan jeringau putih (Acorus calamus) merupakan tanaman dari famili Araceae yang rimpangnya dijadikan bahan obat-obatan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif sehingga kerusakan sel akan dihambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa bioaktif, aktivitas antioksidan dan profil asam lemak pada jeringau merah dan jeringau putih sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan serta sebagai sumber antioksidan alami. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rimpang jeringau merah dan jeringau putih. Hasil analisis menunjukan kandungan flavonoid dan aktivitas antioksidan (IC50) pada jeringau merah masing-masing sebesar 33.76 % b/b dan 0.22 mg/ml sedangkan tepung rimpang jeringau putih sebesar 3.84 % b/b dan 0.49 mg/ml. Jenis asam lemak yang dominan menyusun fraksi lipida rimpang jeringau merah dan jeringau putih adalah laurat dan palmitat (unsaturated fatty acid). Asam lemak jenuhnya terdiri dari 7 macam asam lemak dengan asam palmitat sebagai komponen utamanya. Sementara itu, pada rimpang jeringau merah mengandung asam linoleat, sedangkan pada jeringau putih tidak ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa rimpang jeringau merah dan jeringau putih dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan, pakan, serta sebagai sumber antioksidan alami ABSTRACTRed cypress (Acorus sp) and white jeringau (Acorus calamus) are plants of the Araceae family whose rhizome is made into medicinal materials. Antioxidants are compounds that can inhibit oxidation reactions, by binding to free radicals and highly reactive molecules so that cell damage will be inhibited. This study aims to analyze bioactive compounds, antioxidant activity and fatty acid profiles in red and white jinks and white jeringau so it can be used as an additive in food, feed as well as a source of natural antioxidants. The materials used in this study are red jisan rhizome and white jeringau. The results showed that flavonoid content and antioxidant activity (IC50) in red jeringau were 33.76% w / w and 0.22 mg /ml respectively, while white jengese rhizome flour was 3.84% w / w and 0.49 mg / ml. The dominant types of fatty acids that make up the fraction of red jelly rhizome and white jeringau are lauric and palmitate (unsaturated fatty acid). The saturated fatty acid consists of seven kinds of fatty acids with palmitic acid as its main component. Meanwhile, the red jisanau rhizome contains linoleic acid while in white jinkau not exist. This study shows that red jisan rhizome and white jinkau can be used as additive in food, feed as well as natural source of antioxidant
PENGARUH ASAL BIJI KAKAO DAN LAMA CONCHING TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI COKELAT HITAM DENGAN PENDEKATAN DISCRETE TIME INTENSITY Azhar, La Ode Muhammad Fajrul; Fibrianto, Kiki; Widyotomo, Sukrisno; Harijono, Harijono
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.404 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.01.1

Abstract

ABSTRAKKakao merupakan salah satu komoditas andalan di Indonesia. Pengolahan kakao menjadi cokelat merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah kakao. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh asal biji kakao dan lama conching terhadap karakteristik sensori cokelat hitam. Cokelat dibuat dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu asal biji kakao (100% biji kakao fermentasi Jember, 100% biji kakao fermentasi Sulawesi Tenggara, 50% biji kakao fermentasi Jember + 50% biji kakao nonfermentasi Sulawesi Tenggara, dan 50% biji kakao fermentasi Sulawesi Tenggara + 50% biji kakao nonfermentasi Sulawesi Tenggara) dan lama conching (4, 6, dan 8 jam). Analisa sensori dilaksanakan dengan menggunakan panelis terlatih dengan menggunakan metode discrete time intensity. Hasil analisa menunjukkan bahwa kekerasan dan kekenyalan tertinggi yaitu pada perlakuan 100% biji kakao fermentasi Jember dengan lama conching 8 jam yaitu 12.6 dan 11.9 pada detik ke-30, kekompakan tertinggi yaitu pada perlakuan 50% biji kakao fermentasi Sulawesi Tenggara + 50% biji kakao nonfermentasi Sulawesi Tenggara dengan lama conching 8 jam yaitu 12.4 pada detik ke-30 dan kelengketan yang tertinggi yaitu pada perlakuan 100% biji kakao fermentasi Jember dengan lama conching 4 jam yaitu 5.9 pada detik ke 120 ABSTRACTCocoa is one of the largest commodities in Indonesia. Processing cocoa into chocolate is a way to increase the added of cocoa value. The purpose of this study was to determine the effect of cocoa bean origin and length of conching on sensory characteristics of dark chocolate. Chocolate was made using a completely randomized block design with factorial design consisting of two factors cocoa bean origin (100% Jember fermented cocoa beans, 100% Southeast Sulawesi fermented cocoa beans, 50% Jember fermented cocoa beans + 50% Southeast Sulawesi non-fermented cocoa beans and 50% Southeast Sulawesi fermented cocoa beans + 50% Southeast Sulawesi non-fermented cocoa beans) and length of conching (4, 6, and 8 hours). Analysis sensory using trained panelist with discrete time intensity method. The analysis showed that the highest hardness and gumminess at 100% Jember fermented cocoa beans with length of conching 8 hours is 12.6 and 11.9 at 30 seconds. The highest cohesiveness at 50% fermented cocoa beans Southeast Sulawesi+ 50% non-fermented cocoa beans from Southeast Sulawesi with length of conching 8 hours is 12.4 at 30 seconds. The highest adhesiveness at 100% Jember fermented cocoa beans with length of conching 4 hours is 5.9 at 120 seconds
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, SIFAT FISIK DAN SENSORIS ES KRIM DENGAN PENAMBAHAN SARI APEL Khairina, Anisa; Dwiloka, Bambang; Susanti, Siti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.226 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.01.6

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembutan, formulasi, aktivitas antioksidan, sifak fisik, dan sensoris es krim dengan penambahan sari buah apel agar tercipta produk es krim yang baik dengan faktor penambahan sari apel sebesar 0%; 25%; 50%; dan 75%. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali pengulangan digunakan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara menguji langsung sampel sebanyak 2 perlakuan dengan masing-masing perlakuan menggunakan 2 pengulangan untuk aktivitas antioksidan, ANOVA untuk sifat fisik, sedangkan uji Kruskal Wallis digunakan untuk data organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan penambahan sari apel menmeningkatkan aktivitas antioksidan dan berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap overrun, resistensi pelelehan, dan total solid. Penambahan sari apel berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap aroma, rasa, tekstur, dan warna, sedangkan pada pengamatan secara keseluruhan atau overall tidak ada perbedaan yang nyata. Semakin tinggi penambahan sari apel menghasilkan peningkatan pada aktivitas antioksidan dan overrun dengan nilai aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 14.867% dan rerata overrun tertinggi sebesar 36.46%, serta penurunan terhadap resistensi pelelehan menjadi 65 menit 20 detik per 100 g es krim dan penurunan total solid dari 34.94% menjadi 21.18%. Semakin tingginya penambahan sari apel juga berpengaruh terhadap meningkatnya aroma apel dan warna es krim yang dari putih menjadi cream, serta menurunnya rasa manis, tekstur menjadi kasar. ABSTRACTThis research aim is to understand ice cream making process, to discover the right formulation to produce good quality ice cream, to find out antioxidant activities, physical, and sensory characteristics of ice cream with the addition of apple cider with each percentage of 0%, 25%, 50%, and 75%. Completely Randomized Design (RAL) with 5 times repetition was used for this research. Data obtained from analysis using descriptive for antioxidant activities, ANOVA for physical characteristics, and organoleptic for Kruska Wallis test. Result of the research showed that the addition of apple cider increased the antioxidant activities and had a real impact (p<0.05) towards overrun, melting resistance, and total solid. The addition of apple cider gave a significant impact (p<0.05) for aroma, flavour, texture, and colour, but did not have any visible impact to overall. Higher addition of apple cider generated growth on antioxidant activities and to overrun, resulting the highest antioxidant activities of 14.867% and the average number of highest overrun is at 36.46%, it also caused decreasing level of melting resistance to 65 minutes 20 seconds per 100 g ice cream and reduction of total solid from 34.94% to 21.18%. The higher addition of apple cider enhanced the apple aroma and changed the ice cream’s colour from white to cream. It also lowered thesweetness and turned the texture rough.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol 21, No 3 (2020) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue