cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2011)" : 10 Documents clear
Strategi Penerapan Sumur Resapan sebagai Teknologi Ekkodrainase di Kota Malang (Studi Kasus : Sub DAS Metro) Wahyuningtyas, Ayu; Hariyani, Septiana; Sutikno, Fauzul Rizal
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan sistem drainase yang selama ini diterapkan (konvensional), yaitu sistem pematusan kawasan dari genangan air dengan secepatnya membuang ke sungai telah dinilai kurang tepat. Hal ini dikarenakan sungai akan menerima beban yang melampaui kapasitasnya dan akan menurunkan kesempatan bagi air untukmeresap ke dalam tanah. Perencanaan drainase seharusnya memperhatikan fungsinya sebagai prasarana yang berlandaskan konsep pembangunan berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan adanya penanganan baru berupa konsep ekodrainase yang berkaitan dengan usaha konservasi smber daya air, dengan prinsip mengendalikan air hujan supaya lebih banyak yang meresap ke dalam tanah. Sub DAS Metro dipilih sebagai wilayah studi dikarenakan memiliki jumlah permasalahan terkait sistem drainase, yaitu sebesar 45% lebih besar dibandingkan dengan Sub DAS-Sub DAS lain di Kota Malang. Adanya penelitian Strategi Penerapan Sumur Resapan sebagai Teknologi Ekodrainase di Kota Malang (Studi Kasus: Sub Das Metro) bertujuan untukmengembangkan konsep ekodrainase dengan mengevaluasi sistem drainase Sub Das Metro melalui perbandingan dengan dan tanpa (with and without) konsep ekodrainase dengan mensimulasikan teknologi sumur resapan. Metode yang digunakan dalam analisis drainase ini adalah metode rasiional termodifikasi, sedangkan untuk analisis sumur resapan menggunakan formula Sunjoto. Hasil dari analisis terssebut berupa perbandingan keefektifan antara kedua sistem drainase di Sub DAS Metro. Berdasarkan hasil pemodelan, diketahui bahwa sumur resapan telah mampu meresapkan air yang ditandai dengan debit pengaliran yang masuk ke dalam saluran menjadi berkurang. Hal ini menandakan bahwa sumur resapan dinilai efektif untuk diterapkan. Hasil dari penelitian ini adalah arahan pengembangan dan perencanaan drainase yang ramah lingkungan dengan dasar pembangunan berwawasan lingkungan untuk diterapkan di Kota Malang, khususnya Sub DAS Metro.Kata kunci: Sistem drainase, Ekodrainase, Sub DAS Metro
Pengaruh Toko Modern Terhadap Toko Usaha Kecil Skala Lingkungan (Studi Kasus : Minimarket Kecamatan Blimbing, Kota Malang) Iffah, Melita; Sutikno, Fauzul Rizal; Sari, Nindya
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan toko modern jenis minimarket di Indonesia belakangan ini telah berkembang hingga ke wilayah, termasuk Kota Malang. Jarak antara toko usaha kecil dan lokasi minimarket yang berada dalam satu jangkauan pelayanan juga akan sangat berpengaruh pada preferensi masyarakat dalam menentukan tempat berbelanja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik minimarket dan karakteristik toko usaha kecil, mengetahui persepsi dan preferensi masyarakat terhadap toko usaha kecil dan minimarket, dan mengetahui pengaruh dari keberadaan minimarket terhadap toko usaha kecil skala lingkungan berkaitan dengan jangkauan pelayanannya. Metode yang digunakan adalah IPA, crosstab, analisis pengaruh minimarket,dan overlay jangkauan pelayanan. Masing-masing fasilitas perdagangan, baik toko usaha kecil maupun minimarket memiliki kelebihan dan kekurangan berdasarkan variabel-variabel yang dinilai oleh konsumen pengunjung. Terdapat perubahan kecenderungan pada preferensi pemilihan tujuan berbelanja sebelum dan sesudah berdirinya minimarket di kawasan Kecamatan Blimbing. Berdasarkan jangkauan pelayanan, dapat diketahui bahwa semakin besar jangkauan minimarket, maka akan semakin banyak toko yang terfriksi dengan jangkauan pelayanannya . Satu minimarket berdampak terhadap 4 toko usaha kecil, dengan rata-rata friksi sebesar 57.29%. Berdasarkan penelitian, semakin jauh toko usaha kecil terhadap minimarket, pengaruh yang ditimbulkan akan semakin kecil. Namun, semakin dekat toko usaha kecil dengan minimarket, maka pengaruh yang sangat besar terjadi pada jumlah konsumen yang datang setiap harinya.Kata kunci: Pengaruh, Toko usaha kecil, Minimarket, Jangkauan pelayanan
Arahan Fungsi Lahan Berdasarkan Pendekatan Konservasi Tanah Kawasan Pesisir Utara Jawa Timur Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik Zahro, Fatimah; Usman, Fadly; Wardhani, Dian Kusuma
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem di kawasan pesisir Kecamatan Ujung Pangkah memiliki kondisi fisik vegetasi, tanah serta lingkungannya yang belum tertata. Penelitian ini membahas variabel fisik lahan yang disejajarkan dengan variabel vegetasi sehingga akan menghasilkan fungsi lahan untuk vegetasi. Tujuan tersebut akan dicapai dengan tiga jenis metode penelitian, yaitu deskriptif, evaluatif, dan development. Pada metode deskriptif digunakan untuk mengetahui kondisi vegetasi, fisik lahan, dan variabel pendukungnya, yaitu kondisi masyarakat dengan pengamatan langsung serta data sekunder. Metode evaluatif menggunakan analisi IPA untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai vegetasi, fisik lahan serta peran pemerintah. Analisis AHP digunakan untuk mengetahui penapat ahli setelah mengetahui persepsi masyarakat dengan variabel yang sama sehingga akan didapat prioritas strategi regulas vegetasi dan lahan. Metode development untukmempertimbangkan kelas kemampuan lahan. Kemampuan lahan diidentifikasi berdasarkan karakteristik fisik berupa kedalaman efektif tanah, jenis tanah, ketersediaan air, tekstur tanah, kondisi drainase, erosi tanah, potensi bencana, dan kelerengan. Hasilnya akan digabungkan dengan tata guna lahan maka didapatkan kesesuaian lahan. Kesesuian lahan digabungkan dengan vegetasi sehingga menghasilkan kesesuaian vegetasi, digabungkan juga dengan tata guna lahan eksisting sehingga menghasilkan pembagian lahan lindung dan budidaya. Pemetaan akhir berupa penrunan fungsi lindung dan budidaya dalam bentuk rekomendasi guna lahan. Rekomendasi guna lahan disejajarkan dengan kesesuaian vegetasi sehingga menghasilkan fungsi lahan  dengan pendekatan konservasi tanah.Kata kunci : Fungsi lahan, Pendekati konservasi tanah, Kemampuan lahan, Kesesuaian lahan
Optimasi Hutan sebagai Penghasil Oksigen Kota Malang Sesanti, Niti; Kurniawan, Eddi Basuki; Anggraeni, Mustika
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Malang yang cenderung mengalihfungsikan RTH (ruang terbuka hijau) menjadi kawasan terbangun menyebabkan menurunnya produksi oksigen kota Malang. Alih fungsi RTH menyebabkan peningkatan area-area yang diperkeras dengan material yang tidak memungkinkan bagi tanaman untuk tumbuh. Hutan kota sebagai unsur RTH merupakan sub sistem kota, sebuah ekosistem dengan sistem terbuka. Apabila peningkatan produksi oksigen melalui penambahan dan perluasan hutan kota sulit dilakukan, perlu adanya upaya optimasi yaitu dengan mengoptimalkan produksivitas oksigen pada lahan-lahan yang dialokasikan sebagai hutan kota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik hutan Kota Malang, produksi oksigen vegetasi dari masing-masing hutan kota, dan menentukan model pengembangannya dalam mengoptimasi produksi oksigen yang seharusnya dapat dihasilkan oleh vegetasi pada masing-masing hutan Kota Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif (identifikasi karakteristik lansekap hutan kota), metode analisis evaluatif (menghitung produksi oksigen dari vegetasivegetasipenyusun hutan Kota Malang), dan analisis development (membuat model pengembangan vegetasi hutan kota, dan menentukan arah pengembangan hutan kota). Berdasarkan hasil analisis karakteristik terhadap hutan kota Malang diketahui bahwa hutan kota Malang berbentuk bergerombol dan menumpuk dengan produksi oksigen tertinggi sebesar 7,8 ton berada pada hutan kota Malabar. Arahan pengembangan vegetasi hutan Kota Malang lebih menitikberatkan pada kecermatan pembuatan model pengembangan vegetasi hutan kota. Vegetasi berupa tegakan (stratum B, C dan D) akan dikembangkan melalui tata cara penanaman vegetasi (Tata caraperencanaan teknik lansekap jalan, 1996) sedangkan vegetasi pelantai (stratum E) akan dikembangkan dengan asumsi bahwa pada setiap bagian hutan kota memiliki luas penutupan = 100%. Pengembangan hutan Kota Malang melalui penerapan model pengembangan vegetasi hutan kota terbukti mampu meningkatkan produksi oksigen Kota Malang. Produksi oksigen Kota Malang meningkat sebesar 40.039.978,01 gram atau lebih tinggi149,12% lebih tinggi dari pada kondisi eksisting.Kata kunci: Produksi oksigen, Model pengembangan vegetasi hutan kota
Arahan Pengembangan Wisata Religi Kegiatan Prosesi Jumad Agung Kota Larantuka Belang, Agustina Angeliana; Hidayati, Agustina Nurul; Santoso, Endratno Budi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Larantuka yang terletak di Kabupaten Flores Timur memiliki keunikan kegiatan keagamaan yang akan dikembangkan yaitu Prosesi Jumad Agung. Prosesi Jumad Agung merupakan ritual tahunan penganut agama Katolik yang masuk dalam lingkaran masa prapaskah yaitu peringatan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus yang dirayakan dalam suasana kedukaan sebelum menyambut kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Seluruh umat katolik di seluruh dunia memperingati masa prapaskah begitu pula umat katolik di Kota Larantuka. Menariknya bahwa perayaan masa prapaskah di Kota Larantuka memiliki keunikan kegiatan yang tidak dimiliki oleh tempat lain. Bentuk dan ruang yang digunakan dalam kegiatan inilah yang membedakannya.Kegiatan tahunan ini telah menarik pengunjung baik berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri.Namun sangat disayangkan bahwa pengunjung hanya mengikuti perarakan malam jumad agung. Untuk itu diperlukan arahan pengembangan dalam menahan lama tinggalnya wisatawan. Dalam merumuskan arahan pengembangannya dilakukan analisa berdasarkan metode yang sesuai dengan tujuan dengan tetapmemperhatikan prinsip dan makna yang terkandung didalamnya. Motode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dan metode pemetaan perilaku (behavior mapping). Motode deskriptif eksploratif menjelaskan tentang potensi kegiatan-kegiatan dalam tradisi prosesi jumad agung, atraksi wisata pendukung kegiatan prosesi jumad agung, serta sarana dan prasarana penunjang kegiatan wisata. Motode pemetaan perilaku menjelaskan tentang pemetaan aktifitas pengunjung.Dari analisa diperoleh rencana pengembangan yang sesuai keinginan pengunjung dan masyarakat sehingga terbentuk arahan pengembangan dengan penambahan atraksi wisata seperti pertunjukan seni dan budaya, wisata belanja; dan pengembangan sarana dan prasarana seperti penginapan yang memanfaatkan rumah-rumah penduduk dan sarana prasarana pendukung dalam atraksi wisata.Kata kunci: Arahan, Pengembangan, Wisata, Prosesi Jumad Agung
Penentuan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Pusat Pertumbuhan (Studi Kasus : Kabupaten Bima, Nusa Tenggrara Barat) Farizal, Fian; Hidayanti, Agustina Nurul; Kumcoro, Teguh
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan tidak terjadi pada sembarang tempat dan tidak muncul bersama-sama. Pertumbuhan muncul pada titik-titik tertentu dengan variabel dan intensitas yang berbeda. Untuk mengkaji hal itu, penelitian ini bertujuan menentukan kawasan dan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya pusat pertumbuhan dengan mengambil lokasi di Kabupaten Bima. Metode yang dipakai untuk pengumpulan data melalui survey primer dan sekunder. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, Sturgess, Rumus Gravitasi, Konsentrasi, Distribusi Kuosien, dan Asosiasi terhadap pusat pertumbuhan eksisting berdasarkan indikator teori meliputi keterkaitan, skala usaha, aglomerasi dan pengaruh, indikator yang disesuaikan dengan konteks Kabupaten Bima, dan kawasan lain yang berpotensi menjadi Pusat Pertumbuhan dengan indikator keterkaitan, skala usaha, aglomerasi dan pengaruh, indikator yang disesuaikan dengan konteks Kabupaten Bima. Pengembangan Kutub Pertumbuhan menggunakan aksesibilitas, penduduk dan fasilitas. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pusat pertumbuhan eksisting tidak ada yang memenuhi indikator teori, pusat pertumbuhan yang sesuai dengan konteks Kabupaten Bima adalah Tente, Tawali, dan Rato. Pusat pertumbuhan yang berpotensi berdasarkan parameter lokal adalah Kore, Maria, O’o, dan Sumi.Kata kunci: Faktor, Pusat pertumbuhan
Pelestarian Kawasan Bentteng Keraton Buton Azizu, Novesty Noor; Antariksa, Antariksa; Wardhani, Dian Kusuma
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan bersejarah, mengidentifikasi dan menganalisis penyebab perubahan kawasan bersejarah dan menentukan arahan pelestarian kawasan. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif (observasi lapangan dan data sekunder), metode evaluatif(analisis faktor) dan metode analisis development. Hasil yang diperoleh, yaitu penggunaan lahan di kawasan saat ini menjadi lebih beragam namun tetap didominasi oleh permukiman dan ruang terbuka. Area sirkulasi yang terkait dengan aktivitas sosial dan budaya masyarakat masih tetap dipertahankan hingga kini. Kondisi bangunan bersejarah sebagian besar telah mengalami perubahan fisik. Faktor penyebab perubahan kawasan,yaitu pembangunan bangunan baru yang tidak selaras, kurang tegasnya pelaksanaan hukum dan peraturan tentang pelestarian, kurangnya peran aktif masyarakat, perubahan bangunan bersejarah, faktor sosial, faktor politik dan ekonomi. Faktor penyebab perubahan fisik bangunan bersejarah di kawasan, yaitu perubahan kepemilikan, kegiatan wisata, kurangnya kesadaran masyarakat, perubahan selera pemilik, kurangnya komitmen pemerintah, material bangunan dan faktor ekonomi. Berdasarkan hasil penilaian makna kultural bangunan diperoleh 6 bangunan bersejarah potensial tinggi, 61 bangunan potensial sedang dan 5 bangunan potensial rendah.Kata kunci: Kawasan bersejarah, Penyebab perubahan, Ppelestarian
Pengaruh Keberadaan Kampung Inggris Terhadap Guna Lahan dan Sosial ekonomi Masyarakat di Desa Tulung Rejo dan Desa Pelem, Kabupaten Kediri Hidayat, Ar Rohman Taufik; Surjono, Surjono; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap aktivitas guna lahan dapat mempengaruhi kondisi fisik dan non fisik daerah disekitarnya. Perubahan fisik yang terjadi adalah perubahan terhadap guna lahan disekitarnya. Sedangkan perubahan non fisik terletak pada sosial ekonomi masyarakat yang mendiami guna lahan tersebut. Penelitian ini berusaha untukmengetahui besar perubahan yang ditimbulkan dari guna lahan yaitu “Kampung Inggris” yang ada di Desa Tulung Rejo dan Desa Pelem, Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah menggunakan cara pengambilan sampel berjumlah 145. Populasinya adalah masyarakat yang berada di wilayah “Kampung Inggris” berjumlah 2015 KK. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif terhadap hasil rekap kuesioner dan evaluatif dengan melakukan uji Wicoxon dan Pearson Moment Product. Hasilnya adalah lembaga kursus di “Kampung Inggris” mempengaruhi guna lahan dan sosial ekonomi masyarakat di “Kampung Inggris”. Besarnya pengaruh yaitu lahan terbangun meningkat 5,4% per tahun setiap tahunnya, 4,8% fungsi lahan yang ada mengalami perubahan fungsi setiap tahunnya, kegiatan organisasi masyarakat menurun, partisipasi masyarakat menurun, 9,3% dari jumlah penduduk mengalami perubahan mata pencaharian terkait keberadaan lembaga kursus tersebut, dan meningkatnya pendapatan penduduk sebesar Rp. 120.587 setiap tahun dengan mengikutsertakan faktor inflasi.Kata kunci: KampungInggris, Pengaruh, Gunalahan, Sosialekonomi, Masyarakat
Optimalisasi Fungsi Daerah Penyangga Kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo (Studi Kasus : Desa Sumber Brantas Kota Batu) Listyarini, Listyarini; Sari, Nindya; Sutikno, Fauzul Rizal
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sumber Brantas merupakan salah satu desa yang menjadi daerah penyangga bagi kawasan Tahura R. Soerjo. Pemanfaatan lahan yang tidak menyesuaikan dengan fungsinya sebagai daerah penyangga akan dapat menimbulkan kerusakan pada kawasan lindung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik Desa Sumber Brantas serta menentukan strategi untuk mengoptimalkan fungsi desa sebagai daerah penyangga. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, evaluative dan analisis pengembangan. Dari penelitian ini diketahui karakteristik pemanfaatan lahan di Desa Sumber Brantas kurang sesuai dengan fungsinya sebagai daerah penyangga karena dimanfaatkan untuk lahan pertanian hortikultura. Hal ini disebabkan karena masyarakat desa belum memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola lahan didaerah penyangga. Oleh karena itu diperlukan pengaturan pemanfaatan lahan di Desa Sumber Brantas dengan menetapkan ketentuan dalam memanfaatkan lahan dan memberdayakan masyarakat desa sebagai pelaku utama dalam kegiatan pemanfaatan lahan.Kata kunci: Daerah penyangga, Pemberdayaan masyarakat
Aspek Sains Arsitektur pada Prinsip Feng Shui Faisal, Muhammad
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 3, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Feng Shui berarti “angin dan air”, digambarkan sebagai seni mencapai keseimbangan hidup antara manusia dengan lingkungan untuk memperoleh kesehatan, rezeki serta kebahagiaan. Penerapan Feng Shui pada rumah tinggal, terkait dengan Sains Arsitektur pada aspek termal. Melalui penelitian bersifat eksploratif membahas keterkaitan penerapan Feng Shui dan Sains Arsitektur serta kontribusinya pada kinerja termal rumah tinggal, dengan studi kasus Perumahan YKP Rungkut Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Feng Shui, terdapat dua komponen disain termal yang signifikan mempengaruhi kinerja termal pada obyek studi kasus. Variabel tersebut adalah dimensi terluas permukaan bangunan dan orientasi bukaan terhadap arah datangnya angin.Kata kunci: Feng Shui, Aspek Arsitektur, Termal

Page 1 of 1 | Total Record : 10