cover
Contact Name
Muh. Nurjati Hidayat
Contact Email
jurnalpengairan@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
anggara.wws@ub.ac.id
Editorial Address
Jurnal Teknik Pengairan Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 20861761     EISSN : 24776068     DOI : 10.21776
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Pengairan is a scientific journal published regularly twice per year by Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Arjuna Subject : -
Articles 374 Documents
Evaluasi Kinerja Sistem Drainase Jalan Kaliurang Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Muhammad Amrulloh; Wiwik Yunarni Widiarti; Gusfan Halik
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.02.01

Abstract

Perubahan tataguna lahan akan meningkatkan limpasan permukaan sehingga menyebabkan terjadi banjir pada suatu wilayah. Salah satu dampaknya, banjir yang terjadi di Jalan Kaliurang Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Banjir yang terjadi di Jalan Kaliurang terjadi hampir disetiap tahun. Penelitian ini berfungsi untuk melakukan evaluasi kinerja drainase Jalan Kaliurang, Jember dengan menggunakan model Strom Water Management Model (SWMM) karena sesuai untuk mensimulasikan proses hidrologi dan hidrolika di daerah perkotaan. Tahapan pemodelan meliputi: perhitungan curah hujan rerata wilayah menggunakan metode poligon thiessen, uji kecocokan, perhitungan debit banjir rencana kala ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun, perhitungan intensitas curah hujan jam-jaman dengan metode mononobe dan pemodelan hidrolika menggunakan sofware Strom Water Managament Model (SWMM). Hasil pemodelan dengan Strom Water Management Model (SWMM) pada banjir kala ulang 2 tahun terdapat 4 titik lokasi rawan banjir, kala ulang 5 tahun terdapat 9 titik lokasi rawan banjir, dan kala ulang 10 tahun terdapat 13 titik lokasi rawan banjir. Rekomendasi penelitian ini adalah normalisasi saluran drainase pada titik-titik rawan banjir. Land-use changes will be caused by surface runoff, which is possible to create floods in an area. One of the impacts is the flooding that occurred on Kaliurang road, Kecamtan Sumbersari, Jember Regency. Floods that occur on Jalan Kaliurang, Jember occur almost every year. This research evaluates Kaliurang road drainage's performance using the Storm Water Management Model (SWMM). The modeling stages include: calculating the regional average rainfall using the Thiessen polygon method, testing compatibility, calculating the planned flood discharge with a return period of 2 years, 5 years, and 10 years, calculating the hourly rainfall intensity using the mononobe method, and modeling hydraulics using SWMM. Modeling results with SWMM in the 2-year return flood, there are 4 locations prone to flooding. On the 5-year return period, there are 9 flood-prone locations, and on the 10 year return period, there are 13 flood-prone locations. The recommendation of this study is the normalization of drainage channels at flood-prone points.
Kalibrasi Model Mock pada Stasiun AWLR di Wilayah Sungai Lombok Satia Cahya Noviadi
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.09

Abstract

Di Indonesia terdapat pemodelan ketersediaan air seperti metode Nreca, Tanki, Mock maupun Artificial Neural Network (ANN).  Pada penelitian ini dilakukan kalibrasi model hujan-aliran menggunakan model Mock pada beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah Sungai (WS) Lombok yang memiliki stasiun Automatic Water Level Recorder (AWLR). Hal ini dikarenakan model Mock sangat cocok untuk kalibrasi model rain run di WS Lombok yang memiliki sungai dengan tipe perennial.  Penelitian ini melakukan analisis menggunakan model rain run Mock dengan input berupa data curah hujan, data evaporasi, data debit, dan data fisik DAS. Kalibrasi model Mock pada 19 stasiun AWLR dalam WS Lombok mendapatkan hasil 11 stasiun AWLR memiliki korelasi ≥ 70% yang menunjukan korelasi tinggi atau memiliki hubungan yang sangat erat antar variabel dan 8 stasiun AWLR memiliki korelasi antara ≥ 40% dan < 70% yang menunjukan korelasi sedang atau memiliki hubungan cukup erat antar variabel. Sedangkan terdapat 10 stasiun AWLR yang memiliki error ≤ 30% dan 9 stasiun yang memiliki error > 30%.  Beberapa error yang tinggi pada kalibrasi disebabkan oleh adanya AWLR yang memiliki pengurangan debit dalam daerah tangkapan air dimana terdapat bangunan pengambilan air (bendung, embung maupun bendungan) yang disadap melalui sungai.
Analisa Optimasi Irigasi Pada Daerah Irigasi Alopohu Kabupaten Gorontalo Dengan Program Dinamik Deterministik Ekarapi Tirta Babba; Lily Montarcih Limantara; Widandi Soetopo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.02.10

Abstract

Kabupaten Gorontalo mempunyai luas wilayah daratan seluas2.125,47 km2. Potensi Lahan pada tahun 2015 di KabupatenGorontalo mencapai 13.958 hektar. Bahan pangan yang ditanam diDaerah Irigasi Alopohu adalah padi, ubi kayu, jagung, ubi jalar,kacang kedelai, kacang tanah, buah dan sayuran. Tujuan penelitianini adalah mengoptimalkan air dan lahan sehingga tercapaikeuntungan yang maksimum. Metode yang dilakukan adalah ModelSine Product untuk menghitung nilai-nilai pada tabel akibat. Padapenelitian ini dilakukan dua tahap, yaitu (1) membuat (menghitung)Tabel Akibat, dan (2) menerapkan model Program Dinamik untukoptimasi alokasi air irigasi secara spasial antar petak irigasi. Programdinamik memberikan prosedur yang sistematis untuk penentuankombinasi pengambilan keputusan yang memaksimumkankeseluruhan efektivitasnya. Dengan menggunakan program dinamikdidapatkan keuntungan maksimum sebesar Rp 29.667.765.046,dimana keuntungan tersebut didapatkan dari produksi gabah sebesar6.593 ton gabah. Hasil panen tersebut dihasilkan hanya dengan luassawah sebesar 1.538 ha. Nilai perbandingan hasil panen per ha yaitukondisi eksisting (sebelum optimasi) adalah 3,90 ton/ha sedangkansetelah optimasi sebesar 4,29 ton/ha.Gorontalo Regency has a land area of 2,125.47 km2. Land potentialin 2015 in Gorontalo Regency reached 13,958 hectares. Foodstuffsgrown in the Alopohu Irrigation Area are rice, cassava, corn, sweetpotatoes, soybeans, peanuts, fruits, and vegetables. This researchaims to optimize water and land to achieve maximum profit. TheSine Product Model method is used to calculate the values in theeffect table. In this study, two stages were carried out, namely (1)creating (calculation) Effect Tables, and (2) applying the DynamicProgram model to optimize the spatial allocation of irrigation waterbetween irrigation plots. Dynamic programming provides asystematic procedure for determining the combination of decisionmaking that maximizes its overall effectiveness. By using thedynamic program, a maximum profit of Rp. 29,667,765,046 wasobtained, where the profit was obtained from the production of 6,593tons of grain. The yields were produced only on an area of 1,538 haof rice fields. The comparison value of crop yields per ha, namelythe existing condition (before optimization) is 3.90 tons/ha whileafter optimization is 4.29 tons/ha.
Evaluasi Kesesuaian Data Satelit sebagai Alternatif Ketersediaan Data Evaporasi di Waduk Wonorejo Ennisa Dzisofi Amelia; Sri Wahyuni; Donny Harisuseno
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2021.012.02.05

Abstract

Informasi evaporasi waduk penting untuk mengetahui signifikansi kehilangan air akibat evaporasi yang mencapai 90-95% dari total kehilangan air di waduk. Permasalahan yang sering dihadapi pada data evaporasi adalah minimnya ketersediaan data. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, satelit GLDAS-2.1 dan CFS-V2 memiliki kemampuan dalam mengestimasi evaporasi di permukaan. Satelit tersebut memiliki resolusi spasial dan temporal yang tinggi, jangkauan wilayahnya luas, data near realtime dan terekam secara kontinyu, akses cepat dan ekonomis. Namun, suatu data satelit dapat dimanfaatkan apabila memiliki koherensi yang kuat dengan data observasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kesesuaian data evaporasi satelit GLDAS-2.1 dan CFS-V2 terhadap data evaporasi pengamatan dan merekomendasikan satelit mana yang tepat dalam mengestimasi evaporasi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif ketersediaan data evaporasi di Waduk Wonorejo. Evaluasi yang dilakukan pada studi ini menggunakan analisa statistika di Stasiun Geofisika Wonorejo. Hasil kalibrasi data pada satelit GLDAS-2.1 dan CFS-V2 menghasilkan faktor koreksi dengan bentuk persamaan regresi polinomial. Pada tahap validasi terkoreksi nilai RMSE, NSE, R dan KR menunjukkan hasil yang lebih baik yang awalnya sebesar 21% sebelum terkoreksi naik menjadi 79% setelah terkoreksi. Satelit GLDAS-2.1 menjadi satelit yang direkomendasikan karena menghasilkan nilai NSE dan R2 yang jauh lebih baik dengan persentase sebesar 100% jika dibandingkan CFS-V2.Reservoir evaporation information is important to determine the significance of water loss due to evaporation which reaches 90-95% of the total water loss in the reservoir. The problem that is often faced with evaporation data is the lack of data availability. To overcome these problems, the GLDAS-2.1 and CFS-V2 satellites have the ability to estimate evaporation on the surface. The satellite has a high spatial and temporal resolution, wide-area coverage, near real-time data and recorded continuously, fast accessibility, and economical. However, satellite data can be used if it has a strong coherence with the observation data. The purpose of this research is to evaluate the suitability of the evaporation data from the GLDAS-2.1 and CFS-V2 satellites to the observational evaporation data and to recommend which satellite is appropriate for estimating evaporation so that it can be used as an alternative to the availability of evaporation data in the Wonorejo Reservoir. The evaluation carried out in this study uses statistical analysis at the Wonorejo Geophysical Station. Results of data calibration on the GLDAS-2.1 and CFS-V2 satellite produce a correction factor in the form of a polynomial regression equation. At the validation stage, the RMSE, NSE, R, and KR values showed better results that were initially 21% before being corrected, increasing to 79%. GLDAS-2.1 is still being recommended compares with CFS-V2, because it produces much better NSE and R2 values with precentage of 100%.
Identifikasi Sebaran Lapisan Akuifer Dangkal di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Prasetyo Rubiantoro; Mohammad Bisri
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.10

Abstract

Potensi air tanah sangat dipengaruhi kondisi geologi dan hidrogeologi, sehingga sebaran lapisan akuifer sangat beragam dalam satu wilayah. Hal ini terjadi di wilayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Beberapa wilayah masih mengalami kesulitan memanfaatkan air tanah sebagai sumber air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan sebaran lapisan akuifer dangkal di Kecamatan Pakis. Untuk menyelesaikan penelitian, dilakukan pengukuran dengan metode geolistrik di 43 titik dan pengamatan terhadap kedalaman sumur dangkal. Menggunakan model Vertical Electrical Sounding (VES) dengan konfigurasi Schlumberger didapatkan litologi batuan ditiap titik hingga kedalaman 50 meter. Hasil interpretasi data bahwa litologi batuan didominasi oleh lapisan batuan tufa halus (lempung), tufa, pasiran, breksi dan lava. Tufa hingga pasiran teridentifikasi sebagai lapisan akuifer dangkal. Hasil pemetaan sebaran menunjukkan bahwa potensi air tanah di wilayah Kecamatan Pakis terbagi menjadi 2 zonasi yaitu  zona tidak berpotensi air tanah dangkal meliputi Desa Pakis Jajar, Bunut Wetan, Asrikaton, Saptorenggo, Tirtomoyo dan Kedungrejo. Zona berpotensi air tanah dangkal meliputi Desa Sukoanyar, Sumber Pasir, Pakis Kembar, Pucangsongo, Sumberejo, Sumberkradenan, Ampeldento, Mangliawan, dan Sekarpuro.
PLTS Terapung: Review Pembangunan dan Simulasi Numerik Untuk Rekomendasi Penempatan Panel Surya di Waduk Cirata Ivan Marupa; Idham Riyando Moe; Airlangga Mardjono; Duki Malindo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.05

Abstract

PLTS Terapung adalah salah satu proyek strategis nasional dari pemerintah Indonesia. Review teknis dan sosial adalah hal yang perlu dipertimbangkan.  Dalam hal teknis, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam penempatan panel PLTS Terapung adalah inflow, velocity, tinggi gelombang, distribusi sediment melayang dan angin kencang. Selain itu, lokasi penempatan PLTS terapung tidak dekat dengan lokasi spillway pada Bendungan. Pada aspek sosial, keterlibatan dan pelaksanaan koordinasi yang baik antara stakeholder dan pihak terkait sangat perlu dalam tahap perencanaan, terutama meyakinkan masyarakat terhadap penerimaan PLTS Terapung. Sebagai evaluasi teknis, simulasi numeris dilakukan dalam memberikan rekomendasi area panel PLTS Terapung di area Waduk Cirata. Simulasi numerik dilakukan untuk memahami kondisi terberat yang akan dialami oleh PLTS Terapung khususnya pada kondisi ekstrim dan angin kencang. Hasil simulasi akan menunjukkan lokasi dengan kecepatan aliran dan konsentrasi sedimen paling kecil untuk penempatan PLTS Terapung. Sebagai hasil analisa didapatkan area seluas 242.93 Ha atau ± 4.1% dari total luas genangan Waduk Cirata. Area ini adalah area genangan dengan kecepatan aliran air minimal, yakni < 5 cm/s, dan konsentrasi sedimen layang < 10 gr/m3. Nilai tersebut dapat dijadikan penilaian awal dalam melakukan rekomendasi penempatan panel PLTS Terapung di area Waduk Cirata.
Penggunaan Data Satelit TRMM terhadap Stasiun Curah Hujan di WS Noelmina Forisman R. Nomnafa; Denik Sri Krisnayanti; Ruslan Ramang; I Made Udiana
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.01

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data curah hujan dari TRMM dan pos hujan yang dapat dipakai pada analisis hidrologi. Analisis ini dilakukan pada 24 data pos hujan yang dikunci oleh grid TRMM dengan resolusi 0,25° x 0,25°. Dalam setiap grid TRMM terdapat minimal 1 data pos hujan sehingga berdasarkan persebarannya pada penelitian ini terdapat 8 grid TRMM. Hasil yang diperoleh adalah nilai koefisien korelasi pada basis hujan bulanan sebesar 0,3218 – 0,9351. Nilai RMSE pada basis hujan bulanan sebesar 69,46 – 856,25. Nilai error pada basis hujan harian maksimum tahunan (HHMT) sebesar 0,0597 – 1,1138. Nilai error pada basis hujan harian sebesar 0,0023 – 0,0321. Data curah hujan yang lolos uji karakteristik hujan rencana ialah data yang memiliki nilai R100/R2 antara 1,5–3,4 serta grafik lengkung faktor pertumbuhannya memiliki trend yang relatif sama dengan data hujan lainnya. Data satelit yang lolos uji karakteristik hujan rencana ialah yakni TRMM I, II, III, IV, V, VI dan VIII. Pos hujan yang lolos uji karakteristik hujan rencana yakni Nifukani, Nule, Kesetnana, Oinlasi, Tilong, Lasiana, Penfui, Tarus, Oeletsala, Naibonat, Tubutesbatan, Raknamo, Camplong, Batuliti, dan Baun.
Evaluasi District Metered Area (DMA) pada Zona Air Minum Prima PDAM Kota Padang Panjang Wahyu Tanaka; Puti Sri Komala; Denny Helard
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.07

Abstract

Zona Air Minum Prima (ZAMP) Silaing Bawah Kota Padang Panjang memiliki 2 (dua) pipa jaringan distribusi yaitu DMA 01 dan DMA 02. Untuk menentukan performa DMA maka dilakukan analisis Non Revenue Water (NRW), Infrastructure Leakage Index (ILI) dan Uji Kinerja Hidrolis dengan Epanet. Pada penelitian ini, didapatkan hasil analisis NRW untuk DMA 01 dan DMA 02 sebesar 46,51% dan 54,42 % masing-masing, dimana hasilnya masih diatas PerMen PU No 20/PRT/M/2006 yang dipersyaratkan yaitu 20%. Sedangkan nilai ILI untuk DMA 01 dan DMA 02 adalah sama yaitu ILI > 16, kategori D (buruk). Untuk hasil analisis Epanet, dipantau sebanyak 41 pipa pada DMA 01 dan 21 pipa pada DMA 02 menunjukkan hasil nilai tekanan serta residu chlorine pada aliran DMA 01 dan DMA 02 semua titik memenuhi standar yaitu P > 0,5 bar dan residu chlorine > 0,22 dan 0,23 mg/l masing-masing. Ditinjau dari nilai velocity, pada DMA 01 (9 pipa) dan DMA 02 (8 pipa) dibawah standar yaitu < 0,3 m/s. Untuk nilai head loss sendiri pada DMA 01 (13 pipa) dan DMA 02 (5 pipa) juga melebihi standar yaitu > 10m/km.
Kajian Potensi Pemanfaatan Waduk Bener Untuk Pemenuhan Air Baku dan Air Irigasi Mitha Aprilia Pratiwi; Rachmad Jayadi; Bambang Agus Kironoto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.02

Abstract

Waduk Bener merupakan waduk serbaguna yang memanfaatkan air DAS Bogowonto sebagai bagian dari Wilayah Sungai Serayu-Bogowonto untuk pemenuhan layanan air baku, air irigasi dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi air untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air baku. Ketersediaan air dihitung menggunakan alihragam hujan-aliran metode Mock. Optimasi pengaturan release air waduk menggunakan metode Program Linier berbasis prinsip neraca air waduk dengan inflow debit tengah bulanan untuk aliran tahun basah, normal dan kering. Optimasi dilakukan dengan tiga skenario kondisi kebutuhan air baku yaitu kondisi eksisting, kondisi 25 dan 50 tahun. Simulasi pemanfaatan air waduk menggunakan metode Standard Operating Rule (SOR) menunjukkan nilai intensitas tanam tahunan berkisar 247,62%-292,81%. Hasil optimasi menunjukkan peningkatan intensitas tanam tahunan mencapai 287,24%-300% dengan reliabilitas layanan kebutuhan air sebesar 100% serta rerata faktor k untuk air irigasi dan air baku yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Implementasi 6D Building Information Modelling (BIM) pada Saluran Pengelak Bendungan Margatiga dengan Aplikasi Civil 3D dan HEC-RAS 2D Muhammad Fahmi Fawji; Evi Nur Cahya; Very Dermawan
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 13 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2022.013.01.06

Abstract

Building information modelling (BIM) mulai diterapkan dalam kegiatan kontruksi di Indonesia, salah satunya pada pekerjaan saluran pengelak di Bendungan Margatiga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan contoh penerapan BIM pada kontruksi saluran pengelak bendungan yang menerapkan tingkatan BIM pada level 3D BIM berupa pemodelan tiga dimensi menggunakan Civil 3D dan 6D untuk menganalisa dampak pada lokasi kontruksi saluran pengelak bendungan berupa aliran banjir dengan aplikasi HEC-RAS. Dari perhitungan Q10 sebesar 789,10 m3/s menghasilkan model 3D BIM pada Civil 3D dengan lebar saluran 31 meter, tinggi 5 meter, serta kemiringan talud 2. Hal tersebut dapat menahan aliran banjir Q10 dan Q25 di Sungai Way Sekampung. Pada saluran pengelak terjadi aliran subkritis dengan kecepatan tertinggi 2,01 m/s dan dapat mereduksi banjir sebesar 22% untuk Q10 dan 21% untuk Q25. Hasil model 3D BIM tersebut selanjutnya diekstrak, kuantitas volume pekerjaannya melalui Civil 3D sebesar 148.994 m3 untuk pekerjaan galian tanah dan untuk 11.259 m3 untuk timbunan tanah.