cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
Pengendalian Gulma dengan Herbisida dan Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Husni Thamrin Sebayang; Rully Galuh Nadi Yudisthira
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.6

Abstract

Gulma merupakan salah satu masalah dalam kegiatan budidaya tanaman bawang merah. Gulma bersaing dengan tanaman bawang merah terhadap cahaya, nutrisi, air dan tempat tumbuh sehingga perlu dikendalikan dengan berbagai cara pengendalian gulma. Penelitian untuk mempelajari pengaruh pengendalian gulma dengan herbisida dan penyiangan pada tanaman bawang merah telah dilakukan pada bulan April - Juli 2018 di Ngijo,Kecamatan Karangploso,Kabupaten Malang. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan, diulang 4 kali. Perlakuan tersebut adalah: P0 = Tanpa  penyiangan, P1 = Bebas gulma, P2 = Oksifluorfen 1 l ha-1, P3 = Oksifluorfen 1 l ha-1 + penyiangan  15 hst, P4 = Oksifluorfen 1 l ha-1 + penyiangan  15 hst dan 45 hst, P5 = Oksifluorfen 2 ha-1, P6 = Oksifluorfen 2 l ha-1 + penyiangan 15 hst, P7 = Oksifluorfen 2 l ha-1 + penyiangan 15 hst dan 45 hst. Hasil penelitian  menunjukkan perlakuan herbisida Oksifluorfen 1 l ha-1 + penyiangan pada 15 hst dan 45 hst dan perlakuan herbisida Oksifluorfen 2 l ha-1 + penyiangan pada 15 hst dan 45 hst tidak menunjukkan perbedaan  dengan perlakuan bebas gulma untuk  mengendalikan pertumbuhan gulma dan meningkatkan hasil bawang merah.
Pengaruh Durasi Penggunaan Aerator dan Pengaplikasian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) pada Hidroponik Sistem Rakit Apung Rinda Ika Wahyu Ningsih; Nurul Aini
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.2

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan jenis sayuran yang mengandung gizi yang cukup tinggi. Seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap nilai gizi dan manfaat kesehatan maka permintaan konsumen terhadap selada semakin meningkat. Tujuan penelitian yaitu mempelajari pengaruh durasi penggunaan aerator dan frekuensi aplikasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2020 di Greenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Alat yang digunakan yaitu rockwool, box styrofoam, net pot, aerator, stopkontak timer digital, pH dan EC meter. Bahan yang digunakan yaitu benih selada keriting (Grand Rapids), PGPR dan nutrisi AB mix. Penelitian ini disusun dengan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang diulang sebanyak 3 kali. Durasi penggunaan aerator (K) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu; K0: Pemberian aerator selama 24 jam/hari; K1: Pemberian aerator selama 16 jam/hari; K2: Pemberian aerator selama 8 jam/hari sedangkan frekuensi aplikasi PGPR (P) sebagai anak petak yang terdiri dari 4 taraf perlakuan, yaitu; P0: Tanpa PGPR; P1: 1 kali aplikasi; P2: 2 kali aplikasi; P3: 3 kali aplikasi. Benih selada keriting var. Grand Rapids dipindah tanam pada saat berumur 14 HSS, aplikasi PGPR dilakukan pada saat persemaian, 14 HSS dan 21 HSS sedangkan panen dilaksanakan pada saat selada sudah berumur 35 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan durasi penggunaan aerator dapat menurunkan hasil dari semua parameter dan frekuensi aplikasi PGPR sebanyak 3 kali dapat meningkatkan hasil dari semua parameter. Perlakuan K0P3 mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada yang tertinggi dan mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, luas daun, bobot segar akar, volume akar, bobot segar total, bobot segar konsumsi dan kadar klorofil.
Uji Daya Hasil Hibrida Harapan Jagung (Zea Mays L.) Dipanen Bentuk Biji Kering dan Sebagai Biomassa Bahan Baku Silase Bagus Muhamad Arif; Sri Lestari Purnamaningsih
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.7

Abstract

Jagung termasuk kedalam tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Jagung dapat dikonsumsi oleh manusia dan digunakan sebagai bahan baku silase pakan ternak. Namun nilai produktivitas jagung masih rendah yaitu 5,22 t ha-1. Sedangkan nilai potensi hasil produksi jagung seharusnya bisa mencapai 7 t ha-1. Agar produktivitas meningkat perlu adanya usaha untuk meningkatkan hasil. Salah satunya dengan perakitan varietas hibrida yang sudah teruji. Sehingga terjamin mutu produk dan potensi hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait potensi hasil 10 hibrida harapan dan 2 varietas pembanding, baik dipanen muda dan panen biji kering. Penelitian dilaksanakan di Desa Adan-adan, Kecamaatan Pagu, Kabupaten Kediri pada bulan Mei - September 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan dan 12 perlakuan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan potensi hasil yang beragam. Terdapat 2 hibrida harapan memiliki potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan hibrida harapan lainnya dan varietas pembanding, yaitu hibrida harapan B7 (H4011459) dengan potensi hasil 44,59 t ha-1 sebagai biomassa untuk bahan baku silase, dan 7,32 t ha-1 untuk panen biji kering. Sedangkan untuk hibrida harapan B9 (H4011979) dengan potensi hasil 37,96 t ha-1 sebagai biomassa bahan baku silase dan 8,04 t ha-1 untuk dipanen biji kering. Oleh sebab itu ke dua hibrida harapan tersebut memiliki potensi untuk dijadikan sebagai varietas baru.
Identifikasi Beberapa Unsur Iklim Mikro pada Perbedaan Umur Tanaman Karet ( Hevea brasiliensis) Kresna Shifa Usodri; Dimas Prakoswo Widiyani; Dedi Supriyatdi
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.3

Abstract

Lampung merupakan salah satu provinsi penghasil lateks di Indonesia yang memiliki pola iklim yang berbeda. Perbedaan iklim mikro tersebut terutama terdapat pada besaran unsur iklim mikro pada beberapa wilayah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui iklim mikro pada suatu areal atau lingkungan pertanaman untuk menjadi acuan dalam proses budidaya dalam mengoptimalkan pertumbuhan serta produksi tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2019 sampai Maret 2020 di PTPN 7 Unit Usaha Way Berulu, Afdeling 1. Desain percobaan menggunakan perlakuan tunggal dalam rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yang terdiri dari beberapa umur tanaman:15 tahun setelah penanaman; 14 tahun setelah penanaman; 13 tahun setelah penanaman; 12 tahun setelah penanaman serta diulang sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan akan dianalisis dengan uji F pada taraf α=5%. Jika hasil analisis ragam nyata maka akan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf α=5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbedaan umur tanaman pada klon karet Pb260 menghasilkan variasi iklim mikro pada setiap bulan pengamatan.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.) terhadap Pemberian Paklobutrazol dan Pupuk Organik Cair Eceng Gondok Ikke Nurafifatur Rahmah; Agus Sulistyono; Makhziah Makhziah
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.8

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) merupakan sayuran yang digemari masyarakat dan memiliki tingkat permintaan yang terus meningkat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi  paklobutrazol dan Pupuk Organik Cair (POC) eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2020-Maret 2021 di Desa Cangaan-Kanor, Bojonegoro. Penelitian terdiri dari dua perlakuan yang disusun dalam Rancangan Petak Terbagi yang diulang tiga kali, dimana POC eceng gondok sebagai petak utama dan paklobutrazol sebagai anak petak. Paklobutrazol terdiri dari 4 taraf: 0 ppm, 125 ppm, 150 ppm dan 175 ppm. POC eceng gondok terdiri dari 4 taraf: 30 g/tanaman NPK sebagai kontrol, 200 ml/tanaman, 300 ml/tanaman dan 400 ml/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata antara paklobutrazol dan POC eceng gondong terhadap jumlah buah/tanaman, berat buah/tanaman dan hasil terong/hektar, yaitu aplikasi paklobutrazol 150 ppm dan POC eceng gondok 300 ml/tanaman mempunyai jumlah buah/tanaman dan berat buah per tanaman dan per hektar paling besar. 
Keanekaragaman Gulma pada Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Pengaruh Pengendalian Gulma dan Beberapa Jarak Tanam Rifqi Syafi'i Ulya; Husni Thamrin Sebayang
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.4

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang tidak diinginkan pertumbuhannya dan selalu ada di ekosistem pertanian. Komposisi gulma dapat berubah dalam jangka waktu yang lama karena berbagai faktor yaitu seperti kemurnian benih, pemilihan tanaman, rotasi tanaman, teknik dan waktu penanaman, pengolahan tanah, waktu panen, pemupukan dan metode kimiawi. Pertumbuhan gulma dipengaruhi oleh faktor tanah, faktor cahaya, adaptasi lingkungan, dan kemampuan bersaing gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma pada bawang merah akibat pengaruh pengandalian gulma dan beberapa jarak tanam. Penelitian telah dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan September 2020. Di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan jarak tanam sebagai petak utama dan cara pengendalian gulma sebagai anak petak sehingga mendapatkan 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan yaitu: Petak Utama: Jarak Tanam 10 cm x 10 cm (J1), Jarak Tanam 15 cm x 15 cm (J2), Jarak Tanam 20 cm x 20 cm (J3); Anak Petak: Bebas Gulma (P0), Penyiangan 14 hst, 28 hst, dan 42 hst (P1), Penyemprotan Herbisida Pra Tumbuh + Penyiangan 28 hst dan 42 hst (P2), Mulsa Plastik Hitam Perak + Penyiangan 28 hst dan 42 hst (P3). Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 6 spesies gulma sebelum olah tanah yaitu Portulaca oleracea, Echinochola crussgalli, Eleusine indica (L.) Gaertn., Cyperus rotundus L., Amaranthus spinosus L., dan Altenanthera sessilis. Setalah dilakuan perlakuan terdapat 3 spesies baru yaitu Ageratum conyzoides, Cynodon dactylon (L) Pers., dan Capsella bursa-pastoris.
Efforts to Improve Productivity of Paddy (Oryza sativa L.) Var. Inpari 30 by Settings of Planting and Different Cropping Patterns Aris Ermanto; Agus Suryanto; Didik Hariyono
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.9

Abstract

Solar radiation is an essential factor in the process of plant metabolism. Indonesia has a rainy season and the dry season, which causes differences in solar radiation intensity. The purpose of this study was to obtain information on suitable planting times and optimal cropping patterns for rice in the dry season in an effort to increase plant productivity. The study was conducted using a nested design, with two factors. The first factor is planting time. The second factor is cropping pattern, a nested factor in planting time that consists of 3 levels of cropping pattern (CP). These experiments have six combinations, and these experiments were repeated three times. Cropping pattern of jajar legowo 40 cm x 20 cm x 12.5 cm can give the best results on the parameters of leaf area index, plant growth rate, percentage of productive tillers, weight per square meter and rice productivity. Rice productivity is greatly influenced by planting time and cropping patterns. The planting time in September produced the highest productivity, reaching 6.99 t ha-1. While rice planted with jajar legowo cropping patterns (40 cm x 20 cm x 12.5 cm) had productivity up to 7.66 t ha-1. 
Pengaruh Bahan Tanam dan Napthalene Acetic Acid (NAA) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kastuba (Euphorbia pulcherrima) Novita Agustiarini; Sitawati Sitawati
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.5

Abstract

Tanaman kastuba merupakan salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Salah satu kendala di kebun produksi tanaman kastuba adalah terbatasnya ketersediaan bibit. Bahan stek yang diambil dari bagian pucuk, tengah, dan bawah menyebabkan pengakaran yang tidak serempak. Hormon auksin eksogen perlu ditambahkan untuk merangsang pengakaran pada stek sehingga waktu panen menjadi lebih cepat dan tingkat keberhasilan >80%. Tujuan penelitian untuk mempelajari pengaruh asal bahan tanam dan NAA pada pertumbuhan dan produksi tanaman kastuba. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019-April 2020 di PT Condido Agro, Pasuruan, Jawa Timur. Alat yang digunakan yaitu pot, kertas label, meteran, paranet, penggaris, alat tulis, silet, LAM, dan kamera. Bahan yang digunakan yaitu stek batang kastuba 24 cm dari pucuk, savanna, arang sekam, pupuk kendang, NAA, dithane M-45 dan air. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama bahan stek (B) yaitu B1 (0 – ≤8 cm), B2 (>8 – ≤16 cm), dan B3 (>16 - ≤24 cm). Faktor kedua lama perendaman pada NAA (P) yaitu P1 (1 menit), P2 (15 menit), dan P3 (30 menit). Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian perlakuan B2P1 mendapatkan pertumbuhan dan produksi tanaman kastuba paling tinggi dibandingkan perlakuan lainnya dan mampu meningkatkan persentase keberhasilan stek, jumlah akar, panjang akar, tinggi tanaman dan luas daun.
Potensi Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) sebagai Pemacu Ketahanan Tanaman Padi terhadap Hawar Malai Padi Dyah Ayu Agustin; Elly Qurrotu A’yun; Tia Indi Marsya; Restu Rizkyta Kusuma
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2021.006.2.1

Abstract

Burkholderia glumae merupakan bakteri yang menyebabkan busuk pada persemaian. Penyakit ini terbawa benih dan menyebabkan kehampaan pada bulir padi. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji keefektifan agens hayati berupa Plant Growth Promoting Bacteria (PGPB) dalam menghambat B.glumae. Penyusunan narrative review ini berdasarkan beberapa database baik literatur nasional maupun internasional, dengan cara kombinasi kata kunci Burkholderia glumae, Isolasi × Burkholderia glumae, Pengendalian × Burkholderia glumae. Berdasarkanhasil penelusuran yang diperoleh karakteristik Burkholderia glumae merupakan bakteri Gram negatif, bersifat aerobik dan motile menggunkan 2-4 flagel. Bakteri ini berbentuk batang, dengan ukuran 0.5-0.7 × 1.5-2.5 ‎μm. Bakteri ini dapat tumbuh pada suhu 11-40°C, dengan suhu optimal 30-35°C. Pada media S-PG B. glumae menghasilkan koloni berbentuk bulat dengan warna kuning bening dibagian tepi dan di bagian tengah koloni berwarna ungu. Sebagai salah satu pengendalian serangan B.glumae yaitu menggunakan varietas tahan. Terdapat penelitian uji ketahanan padi terhadap B. glumae pada 11 varietas. Terdapat 6 vaerietas yang kuat, dengan persentase kejadian penyakit terendah sebesar 6,71% pada varietas Inpari 30. Varietas lemah-sedang yaitu  Cisantana dengan persentase serangan 61.02%. Pada hasil beberapa penelitian isolasi bakteri rizosfer bersifat antagonis terhadap B.glumaedan berpotensi sebagai PGPB karena memproduksi auksin, ACC deaminase, sitokinin, giberelin, fiksasi nitrogen, pelarut fosfat, dan sekuestrasi zat besi oleh siderofor, sehingga dapat memacu dan meningkatkan ketahanan tanaman. Bakteri tersebut diantaranya adalah Enterobacteria sp., dan Streptomyces sp.
Effect of Goat Manure and on Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays saccharata Sturt .) Plants Krisdayanti Siahaan
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sweet corn (Zea mays saccharata Sturt) is a food crop that is great demand by Indonesians because has  sweeter taste than ordinary corn and has shorter harvest time. 2012, sweet corn production was 19,377,030 tons, while in 2013 was 18,506,287 tons and in 2014 reached 18,548,872.00 tons with harvest area 3,786,376.00 ha. This shows the national maize production still not sufficient for market needs. Techniques for improving sweet corn cultivation can be done providing PGPR and goat manure. The role of PGPR in plant growth also assisted by the presenoe of goat manure, where goat manure is organic material that functions as a provider of nutrients and nutrients for PGPR so that the microorganisms in PGPR are able to survive in the environment. Goat manure is type of manure that contains lots of organic compounds. Soil organic matter can help improve soil physical, biological and chemical properties. Goat manure is friendly to the environment, abundant availability can reduce production costs and increase production through improved soil structure. This study used a randomized block design (RBD) consisting of 9 treatment combinations with 3 replications. Growth parameters include plant height, number of leaves, leaf area and plant dry weight. Yield parameters include fresh weight of cob, fresh weight cob without husk, cob length, cob diameter, sugar content and corn yield per hectare. The combination of goat manure 10 ton ha-1+PGPR 5 ml/L can increase 32.70% yield per hectare, namely 13.88 tonnes ha-1 compared to the control treatment which is 9.33 tonnes ha-1.

Page 1 of 1 | Total Record : 10