cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2025): Februari" : 9 Documents clear
Analisis Keragaman, Kesamaan Genetik dan Persebaran Tanaman Kelor (Moringa oleifera L.) Berdasarkan Karakter Morfologi di Kabupaten Boyolali Febrianty, Nita; Damanhuri, Damanhuri
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.3

Abstract

Kelor merupakan tanaman perdu yang memiliki banyak manfaat serta dapat dibudidayakan di berbagai daerah mulai dari daerah basah hingga kering panas. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari keragaman, kesamaan dan persebaran tanaman kelor dilakukan pada berbagai ketinggian tempat di wilayah Kabupaten Boyolali yang telah dibagi menjadi tiga bagian wilayah ketinggian. Penelitian menggunakan metode survei dengan engambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling.  Analisis keragaman dilakukan dengan menggunakan koefisien keragaman dan indeks Shannon-Wiener, kesamaan genetik dianalisis dengan dendogram UPGMA dengan software MVSP versi 3.22 serta persebaran kelor dianalisis melalui peta dan prediksi Maxent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik kelor di Kabupaten Boyolali tergolong rendah hingga sedang. Perbedaan ketinggian tempat tidak memberikan pengaruh keragaman pada tanaman kelor dengan terbentuknya dendrogram pada aksesi yang berasal dari ketinggian yang sama tidak bergabung pada kelompok yang sama. Kabupaten Boyolali memiliki potensi sebagai lokasi yang sesuai untuk budidaya kelor berdasarkan hasil prediksi koordinat lokasi aksesi yang dibandingkan dengan iklim makro.
Analysis of Yield Potential of Six Strain F7 Generation Rice (Oryza sativa L.) in Medium Plains Amalina, Hafira Nandyta Nur; Adiredjo, Afifuddin Latif
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.5

Abstract

Rice has a very important role for the sustainability of human life, this is because rice is one of the staple foods needed by humans. Based on data from the Central Statistics Agency (2022), rice production in the East Java region has decreased by 102,827.67t compared to rice productivity in 2021. So, to reduce imports is to carry out agricultural intensification, need to get superior varieties. These must through several stages starting from crossing to several stages of selection to get superior lines. These superior strains are then subjected to yield tests before being made into new superior varieties (NSV). The aims of this research were to determine the yields of 6 F7 strain of rice in irrigated lowland areas and their differences with the control varieties, and to obtain the selected F7 strain which had high yield characteristics. The yield component parameters observed included: plant height (cm), number of tillers (sum), number of productive tillers (sum), panicle length (cm), flag leaf shape, 50% dan 100% flowering age (DAP), and harvesting age (DAP), number of grains per panicle (sum), the number of panicles per clump (sum), filled grain (%), 1000 grain weight (g), yield (t/ha), and the difference in yield to the control variety (%). The outcome component parameters and results will then refer to the IRRI Standard Evaluation System of Rice (SES) 2013. The data obtained analyzed using ANOVA and if any significantly different results a further test used the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5%.
Analisis Neraca Air Lahan untuk Penentuan Periode Tanam bagi Tanaman Padi pada Lahan Sawah Tadah Hujan Delianata, Syifa Sarwahita; Hariyono, Didik; fajriani, sisca
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.4

Abstract

Beras merupakan bahan pangan utama bagi sebagian besar masyarakat Indoensia. Namun, dengan adanya perubahan iklim global memacu terjadinya fluktuasi hasil panen pada berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu sentra produksi beras Jawa Timur yang didominasi oleh lahan sawah tadah hujan. Lahan sawah tadah hujan memiliki faktor pembatas yaitu air sehingga mengandalkan ketersediaan air dari air hujan. Fluktuasi ketersediaan air dapat diketahui dengan pendekatan neraca air dan dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan periode tanam. Penelitian bertujuan untuk mempelajari ketersediaan air tanah dan penentuan periode tanam yang tepat untuk tanaman padi khususnya di lahan sawah tadah hujan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2023 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer (kapasitas lapang dan titik layu permanen) dan data sekunder (curah hujan dan suhu). Analisis data yang digunakan yaitu analisis neraca air lahan dan analisis penentuan periode tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air tanah di Kabupaten Bojonegoro mengalami kondisi surplus pada Desember I – April III dengan kadar air tanah mencapai kapasitas lapang, sedangkan pada Mei I – November III terjadi kondisi defisit dan kadar air tanah mengalami penurunan hingga mencapai titik layu permanen. Periode tanam untuk tanaman padi di lahan sawah tadah hujan dapat dilakukan pada 2 periode tanam. Periode tanam pertama dilakukan pada Desember I – Maret I dan periode tanaman kedua dilakukan pada Maret II – Juni II.
Response of Rubber tree GT 1, PB 235, and PB 217 clones to different doses of mineral fertilizers in south-west Côte d'Ivoire Jean Lopez, ESSEHI; francis, Soumahin Eric; Joseph, Alle Yamoussou; djézou, konan; antoine, koffie; samuel, obuayeba
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.8

Abstract

The permanent export of soil nutrients by rubber latex systematically leads to a notorious impoverishment of the soil and consequently to a decrease in rubber production from the plantations. To do this, three studies on the mineral fertilization of rubber trees clones GT 1, PB 235 and PB 217 were carried out on plots belonging in South-west Côte d’Ivoire. The research was carried out under the ecological conditions of the area, on ferrallitic soils of granitic origin, to compare the effect of nitrogen, phosphate, and potassium fertilizers, applied alone or in combination, and different doses of N-P-K-Mg (8-4-20-4) on the radial isodiametric growth, yield, and nutrient content leaves of rubber trees. Fertilizer applications were carried out on elementary plots of 84 to 100 trees in two experimental designs (factorial and Fischer block). obtained revealed that the application of increasing doses of nitrogen, phosphate and potassium fertilizers had no apparent effect on rubber tree growth parameters trees. Small gains in rubber yields have observed, ranging from 1.5 to 5%, regardless of the rubber clone. These fertilizer applications, without prior knowledge of the physico-chemical status of the soil, have sometimes caused a decrease in production by creating or accentuating imbalances between soil minerals. Based on these results, we recommend that fertilization policies on rubber plantations should consider the level of local soil fertility and the nature, frequency, and timing of fertilizers applications, but without excess, to gain a better appreciation of the effect of fertilizers on the agronomic parameters of rubber trees.
Identifikasi Keragaman Genetik Karakter Polong dan Biji pada Populasi F3 Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) yulianah, izmi; kuswanto, kuswanto; pratama, muhammad ikshan dani
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.7

Abstract

Kecipir adalah tanaman sayuran polong yang belum banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Keragaman tanaman kecipir sangat banyak dan memiliki potensi untuk dibudidayakan sehingga bisa dikonsumsi polongmya. Upaya pengembangan jkecipir, didahului dengan mengidentifikasi keragaman tanaman maupun polong yang dihasilkan. identifikasi dan karakterisasi tanaman dan polong kecipir sekaligus mengetahui potensi hasil tanaman yang akan menjadi varietas potensial.  Kegiatan identifikasi dan karakterisasi kecipir dapat dilakukan dengan mengevaluasi keragaman sebagai upaya mendapatkan karakter-karakter unggul sehingga didapatkan galur unggul untuk mengatasi permasalahan budidaya kecipir. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi Keragaman Genetik Karakter Polong dan Biji Pada Populasi Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-September 2023 di lahan Percobaan Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan metode single plant, dimana setiap tanaman diamati berdasarkan variabel pengamatan yang ditentukan. Benih berasal dari satu populasi hasil dari persilangan dua tetua dengan kode persilangan  (PLB 2.3 x MDM 1.2) ditanam sebanyak 74 individu dan tetua PLB 2.3 dan MDM 1.2 sebagai ragam lingkungan sebanyak 20 individu, sehingga total tanaman sebanyak 94 individu tanaman. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai keragaman genetik, heritabilitas, dan kemajuan genetik harapan masing-masing karakter kuantitatif memiliki kriteria yang beragam. Sedangkan karakter kualitatif pada populasi  menunjukkan terdapat keragaman dan keseragaman terhadap beberapa karakter diantaranya warna polong, warna biji.
Similarity Test Among Several Accessions of Mutant (M4) Cayenne Pepper(Capsicum frutescens L.) Based on Fruit Qualitative Character Makhziah, Makhziah; Soedjarwo, Djarwatiningsih P; Khairunissa, Asya Zhafira
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.6

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is one of Indonesia's leading horticultural commodities. The decline in cayenne pepper production does not match the increasing level of consumer demand. Gamma-ray irradiation-induced mutations are one of the methods used in plant breeding to increase genetic diversity and develop new superior varieties. Cayenne pepper plants exposed to gamma-ray irradiation undergo character changes, resulting in mutant accession populations with diverse characteristics. A similarity test of mutant accessions is conducted to determine the genetic distance between accessions and their parents. This study aims to identify accessions with the greatest genetic distance to obtain good candidate parents for crossing. The research was conducted at the Faculty of Agriculture, National Development University 'Veteran' East Java. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) with five replications and one factor, namely, 10 mutant cayenne pepper (M4) accessions or lines resulting from gamma-ray irradiation-induced mutations. The results of the similarity test in the form of a dendrogram show that the 10 mutant accessions, along with their parents and comparisons, exhibited a similarity coefficient range of 56% to 92%. The lowest similarity coefficient is found in accessions AU4 and AU8, which is 56%. Accessions AU4 and AU8 have the furthest genetic distance from accession AU9, and these accessions have the potential as parental candidates in future crossings to produce offspring with enhanced traits and diversity.
Karakterisasi Morfologi Empat Calon Varietas Hibrida Cabai Besar (Capsicum annuum L.) Fatmawati, Triana; Ashari, Sumeru
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.2

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) digunakan sebagai bumbu masakan sehari-hari karena memiliki rasa pedas, buah besar, dan buah bewarna merah. Banyaknya petani yang melakukan usaha budidaya cabai di Indonesia ternyata belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia dikarenakan sedikitnya varietas yang memiliki daya hasil tinggi serta rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Penggunaan varietas unggul berdaya hasil tinggi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas cabai besar, salah satunya melalui karakterisasi. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan calon varietas yang unggul dan mempelajari karakter morfologi yang menjadi penciri khusus empat calon varietas hibrida cabai besar. Bahan tanam yang digunakan terdiri dari empat calon varietas cabai merah hibrida dan dua varietas pembanding. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji DMRT dengan taraf 5% kemudian dilanjutkan dengan menghitung nilai koefisien keragaman genetik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Agustus 2022 di Desa Bocek Manggisari, Karangploso, Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kualitatif memiliki hasil yang beragam dan memiliki karakter pembeda yaitu karakter perubahan warna pertama buah dan warna buah masak pada CV-49. Hasil analisis kuantitatif karakter yaitu CV-09 memiliki diameter buah terbesar, CV-49 memiliki fruit set tertinggi dan umur panen yang genjah, serta CV-142 memiliki jumlah bunga terbanyak.
Uji Keragaman Genetik pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Rachmawati, Norliya; Soegianto, Andy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.9

Abstract

Cabai rawit termasuk tanaman hortikultura yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Produksi cabai rawit (Capsicum frutescens L.) mengalami penurunan sebanyak 7,9% pada tahun 2021 dengan produksi sebesar 1,39 juta ton dibandingkan tahun 2020 sebesar 1,51 juta ton. Hal tersebut dapat disebabkan oleh rendahnya kualitas benih yang digunakan dan terbatasnya jumlah varietas yang berdaya hasil tinggi. Terdapat usaha untuk meningkatkan produksi cabai rawit melalui perakitan varietas baru yang unggul yang didukung dengan penilaian terhadap keragaman genetik dan heritabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman genetik dalam dan antar galur pada tanaman cabai rawit, untuk mengidentifikasi nilai heritabilitas pada tanaman cabai rawit, dan untuk mengidentifikasi galur yang potensial sebagai calon varietas tanaman cabai rawit yang unggul. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga bulan September 2023 di lahan riset dan pengembangan milik CV. Borneo Seed Indonesia yang terletak di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh galur cabai rawit yaitu CP 1, CP 2, CP 3, CP 4, CP 5, CP OR, AG SS Lentera, dan dua varietas pembanding (CRV 212 dan RJHL 1042) sebagai perlakuan dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galur CP 3 menunjukkan nilai rata-rata terbaik pada panjang buah, diameter buah, umur berbunga, umur panen, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak, dan bobot buah per hektar. Perhitungan nilai keragaman genetik dalam dan antar galur menghasilkan nilai yang rendah hingga sedang. Nilai heritabilitas pada seluruh karakter tergolong tinggi yaitu 0,89-1,00.
Combination of Nitrogen and Potassium Improve Radiation Use Efficiency, Growth, Yield, and Agronomic Efficiency in Maize Cultivation Azizah, Nur; Nihayati, Ellis; Widaryanto, Eko; Sugito, Yogi
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2025.010.1.1

Abstract

Proper management of nitrogen (N) and potassium (K) is needed to increase maize productivity in the area having low soil fertility due to their crucial role for plant growth and production. The research aimed to analyze the effect of N and K fertilizer doses on growth, production, radiation use and agronomic efficiencies during two years maize cultivation. The research was carried out on March to July 2021 and January to May 2022 in Jatikerto Agro Techno Park, Malang - East Java, Indonesia. The experiment used 16 treatment combinations of nitrogen (0, 38, 77, and 115 kg N/ha in 2021 and 0, 50, 100, 150 kg N ha-1 in 2022) and potassium (0, 33, 67, and 100 kg K ha-1 in 2021 and 0, 50, 100, and 150 kg K ha-1 in 2022) fertilizer rates, and repeated three times of each. Maize growth and production (such as plant height, leaf number, leaf area index, interception photosynthetically active radiation, radiation use efficiency, yield) were significantly increased by application 77 and 150 kg N ha-1 combined with 67 and 150 kg K ha-1. The study found strongly effect of leaf area index and radiation use efficiency in increasing grain yield of maize (R2 = 0.94 and 0.98, respectively). However, the increases fertilizer rates should be anticipated their negative effect on agronomic efficiency. Therefore, proper combination of N and K should be considered to obtain the optimum maize growth and production, as well as maintain radiation use and agronomic efficiencies.

Page 1 of 1 | Total Record : 9