cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Habitat
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 08535167     EISSN : 23382007     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 297 Documents
Analisis Efisiensi Distribusi Labu Siam di Kabupaten Semarang Syam Lingga Wijaya; Siswanto Imam Santoso; Wiludjeng Roessali
HABITAT Vol. 30 No. 3 (2019): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.3.12

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis saluran distribusi labu siam (Sechium edule (Jacq.) Sw), menganalisis marjin dan efisiensi distribusi pada setiap pola distribusi, dan menganalisis perbedaan marjin distribusi antar pola distribusi labu siam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2019.  Metode analisis data dalam penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 54 orang dengan rincian 16 orang petani, 8 orang tengkulak, 8 orang pedagang pengumpul pasar, 9 orang pedagang besar, dan 13 orang pedagang pengecer. Jumlah responden petani ditentukan dengan quota sampling dan responden lembaga distribusi ditentukan dengan snowball. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima pola distribusi labu siam di Kabupaten Semarang. Efisiensi distribusi labu siam pada pola I dan pola II berdasarkan nilai marjin distribusi dan farmer’s share diketahui telah efisien, sedangkan pola III, pola IV, dan pola V tidak efisien. Pola saluran I adalah pola saluran yang paling efisien berdasarkan nilai farmer’s share, nilai efisiensi, dan nilai MME.
Why Tobacco Farmers Still Standing ? (Case Study In Genteng Village, Sukasari District, Sumedang Regency) Muhammad Edi Irfandianto; Dika Supyandi
HABITAT Vol. 31 No. 1 (2020): April
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2020.031.1.3

Abstract

Tobacco, is one of the important commodities in Indonesian agriculture. The main tobacco products are tobacco leaves and cigarettes. The demand for tobacco products is estimated to continue to increase every year, giving high income to Indonesia. Sumedang Regency is identical to tobacco, one of which is in Sukasari District, there is a village that has potential for tobacco commodities, namely Genteng Village. The majority of its citizens work as tobacco farmers. The purpose of this study was to obtain a history of the development of tobacco farming in Genteng Village, Sukasari District, Sumedang Regency and also obtain a description of why tobacco farmers still continue to do tobacco farming in Genteng Village, Sukasari District, Sumedang Regency. The design in this study uses a qualitative design with case study research techniques. Data collection methods in this study used in-depth interview, observation and literature studies. Respondents and informants in this study were chosen purposive with certain considerations. Data analysis uses interactive analysis model and fishbone diagram. The results of this study indicate that based on the history of tobacco development in the Genteng Village, tobacco farming in the Genteng Village, Sukasari District, Sumedang District has continued to run since village was founded in 1845 There are 5 categories of causes that tobacco farmers continue to do tobacco farming, that is survival, parents' encouragement, young age, education level and land availability. Survival is the main category.
Pekerjaan Alternatif Sebagai Strategi Adaptasi Nelayan terhadap Perubahan Iklim (Studi Kasus di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo) Moh. Shadiqur Rahman; Hery Toiba; Anthon Efani
HABITAT Vol. 30 No. 1 (2019): April
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.1.1

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui dampak pekerjaan alternatif sebagai strategi adaptasi perubahan iklim terhadap pendapatan nelayan. Propensity Score Matching (PSM) adalah metode yang digunakan, dengan tujuan untuk memperoleh nilai dari dampak pekerjaan alternatif terhadap pendapatan nelayan tanpa adanya bias dari setiap responden. Responden dalam penelitian ini yaitu nelayan kecil di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerjaan alternatif memiliki dampak positif terhadap pendapatan nelayan. dimana nelayan yang melakukan pekerjaan alternatif memiliki pendapatan yang lebih tinggi dibanding nelayan yang tidak melakukan pekerjaan alternatif. Hal ini menyiratkan bahwa perlu adanya pemerataan informasi terhadap seluruh nelayan terkait pentingnya melakukan pekerjaan alternatif.
Resiliensi Nafkah Rumah Tangga Pulau Kecil (Studi Kasus Pulau Wetar Kabupaten Maluku Barat Daya) Junianita Fridianova Sopamena
HABITAT Vol. 30 No. 2 (2019): August
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.2.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resiliensi strategi nafkah rumah tangga Pulau kecil. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2019 di Kecamatan Wetar Utara Kabupaten Maluku Barat Daya, dengan tiga desa sampel yaitu Desa Uhak sebanyak 20 rumah tangga sampel, Desa Lurang sebanyak 30 rumah tangga sampel, dan Desa Noumatang dengan 20 rumah tangga sampel. Pemilihan sampel rumah tangga dilakukan secara sengaja, yaitu rumah tangga yang memanfaatkan usaha di darat dan laut sebagai basis utama sumber nafkah. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan tabulasi sederhana dan tabulasi silang untuk mempotret situasi dan kondisi wilayah studi. Hasil penelitian menunjukkan rumah tangga Pulau kecil cenderung memanfaatkan strategi nafkah on-farm dan off-farm sebanyak 44,3 persen rumahtangga, strategi nafkah on-farm dan non-farm sebanyak 28,6 persen rumah tangga, dan strategi on-farm dan non-farm sebanyak 27,1 persen rumah tangga. Pilihan strategi nafkah menempatkan rumah tangga yang tinggi resiliensi nafkahnya mencapai 51,4 persen, yang sedang resiliensi nafkahnya sebanyak 32,9 persen, dan rendah resiliensi nafkahnya hanya 15,7 persen. Secara umum dapat dikatakan rumah tangga Pulau kecil umumnya memiliki strategi nafkah yang resilien dalam menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan hidup.
Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Pembudidaya Ikan Air Tawar Di Sleman Yogyakarta Edy Suwasono; Ratna Dewi Mulyaningtyas
HABITAT Vol. 30 No. 3 (2019): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.3.13

Abstract

Sektor perikanan terutama perikanan air tawar di Daerah Istimewa Yogyakarta cenderung terus meningkat, dan bahkan mampu menyumbang 96% dari total produksi perikanan.  Karakteristik sosial ekonomi petani dan peran kelembagaan merupakan indikator-indikator  penting untuk mengetahui kinerja usahatani tambak ikan air tawar.  Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan karakteristik sosial ekonomi petani budidaya air tawar. Penentuan lokasi dan sampel dilakukan secara purposive di Desa Sidomoyo, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman (DIY). Jumlah sampel adalah sebanyak 30 orang. Metode penelitian adalah survei Hasil penelitian menunjukkan, 83,33% petani berada pada usia produktif dari jumlah 30 orang; 80% pendidikan formal petani hanya mencapai SD-SLTP; 86,67% rata-rata jumlah tanggungan yaitu 3 orang/keluarga; 90% petani rata-rata berpengalaman 5 tahun - 10 tahun; rata-rata produksi ikan mencapai 2.600 kg per periode usaha; sistem penjualan dengan cara berlangganan, dengan harga jual rata-rata Rp 17.000/kg dan merupakan harga yang berlaku di pasar. Karakteristik sosial ekonomi petani sangat berpengaruh terhadap kinerja usahatani pembudidaya ikan air tawar.
The Effect of Green Marketing toward the Consumers Buying Interest of Starbucks Coffee Mediated By Brand Image Livia Windiana; Ary Bakhtiar; Via Rizky Kurniasih; Shaila Basamah
HABITAT Vol. 31 No. 1 (2020): April
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2020.031.1.4

Abstract

Starbucks is a company applied to go green and concerned in the environment. Moreover, it is supported by the policy regarding the plastic cups minimalization and recycled materials used in Starbucks outlets. The objectives of the study are (1) To determine the effect of green marketing on Starbucks coffee brand image in Malang, (2) To determine the effect of brand image on buying interest in Starbuck Coffee in Malang. This research conducted at Starbucks Malang City Point and Starbucks Kota Araya in March-July 2019. The object of the research was the brand image (X1) green marketing (X2) and buying interest (Y). The data were analyzed using qualitative descriptive analysis, reliability test analysis, and path analysis. The results were (1) Green Marketing had positive and significant effects on Brand Image in other words the better quality of Green Marketing impacted on Brand Image quality improvement Starbucks Outlets in Malang (2) Brand Image had positive and significant effects on buying interest, in another sense better Brand Image of Starbucks Outlets in Malang impacted on consumer buying interest enhancement.
The Strategy for Implementing Agricultural Extension Based on Cyber Extension in Malang Raya Region, Indonesia Sabir Sabir; Sugiyanto Sugiyanto; Keppi Sukesi; Yayuk Yuliati
HABITAT Vol. 30 No. 1 (2019): April
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.1.2

Abstract

This study aimed to formulate a strategy for implementing agricultural extension based on cyber extension in Malang Raya region. This research was conducted in Malang raya region using purposive sampling technique. The analysis used to determine strategy priority for implementing agricultural extension used SWOT analysis. Based on internal analysis (IFAS) and external analysis (EFAS) implied that the position of cyber extension utilization by agricultural extension workers in the Malang Raya Region was in the area of strategy I, namely Aggressive Strategy. This depicted that the strength possessed can take advantage of opportunities and improve weaknesses optimally, so the determination of the strategy for optimizing the use of cyber extensions was more directed at aggressive strategies. Based on this study showed that the measures should be implemented such as the implementation of legislation has the greatest contribution, optimization of the utilization of information technology devices, optimization of utilization of the agricultural extension centre in each sub-district, and increasing competency and the professionalism of administrators in accordance with their respective duties and authorities.
Pengaruh Livelihood Asset terhadap Livelihood Strategies Masyarakat Tepi Hutan di UB Forest Desa Tawangargo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Hary Wahyu Wijayanto; Aminudin Affandi; Soemarno Soemarno
HABITAT Vol. 30 No. 2 (2019): August
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.2.7

Abstract

Perubahan lingkungan hutan berdampak terhadap kondisi aset penghidupan maysarakat dan menyebabkan beragamnya strategi penghidupan masyarakat sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aset penghidupan (livelihood asset) masyarakat sekitar hutan terhadap strategi penghidupan (livelihood straregy) yang mereka lakukan. Penelitian ini dilakukan di UB Forest Desa Tawangargo Kabupaten Malang. Responden penelitian ini adalah masyarakat sekitar UB forest dengan jumlah sampel sebanyak 105 responden. Metode yang digunakan adalah Structure Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aset memiliki positif terhadap strategi penghidupan. Sementara itu, demografi memiliki pengaruh negatif terhadap strategi penghidupan masyarakat sekitar hutan. Akan tetapi demografi akan memiliki pengaruh positif terhadap strategi penghidupan ketika masyarakat memiliki aset penghidupan. Hal ini menyiratkan bahwa perlu adanya peningkatan kepemilikan asset masyarakat tepi hutan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan penghidupan mereka.
Konsep Pengembangan Agribisnis Nanas (Ananas Comosus L. Merr.) Di Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur Endro Puji Astoko
HABITAT Vol. 30 No. 3 (2019): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.3.14

Abstract

Nanas (Ananas Comosus L.Merr.) merupakan salah satu buah tropis yang banyak diminati baik di dalam maupun di luar negeri.Ekspor buah nanas tahun 2008 sebesar 204.552.168 dan nilai (US$) ekspor buah nanas tahun 2012 hanya sebesar 132.015.559. Tujuan 1) mengetahui faktor yang mempengaruhi strategi pengembangan agribisnis nanas, 2) mengetahui strategi yang mempengaruhi pengembangan agribisnis. Penelitian di Desa Ngancar, Manggis, Sempu, Sugihwaras dan Babadan di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Waktu penelitian bulan Nopember 2013 sampai bulan April 2014. Metode kualitatif dengan studi kasus. Total sample adalah 15 petani. Analisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian, (1) Agroekologi cocok dipadukan dengan kualitas sumber daya manusia akan mampu menghasilkan buah nanas unggul berkualitas dan kontinuitas, (2) Ketersediaan bibit hasil penangkaran sendiri yang unggul, ketersediaan lahan, pengembangan varietas baru yang dipadukan dengan adopsi teknologi kultur jaringan akan mampu menciptakan nanas unggul  berkualitas dan kontinuitas.(3) Produksi nanas yang unggul harus didukung oleh ketersediaan sarana produksi yang memadai, kelembagaan petani yang mantap dan profesional serta kebijakan pemerintah yang memihak kepada petani nanas. (4) Strategi pemasaran yang tepat sasaran, adanya industri pengolahan nanas serta didukung kebijakan moneter yang menguntungkan bagi petani nanas.
Institutional Logic of Various Development Actors in Microcredit Program (Case study: Group-Based Microcredit Program (KMBK) in Sukorame Village, Binangun District, Blitar Regency, East Java, Indonesia) Moch Agus Junaidi; Ratna Dewi Mulyaningtyas
HABITAT Vol. 31 No. 1 (2020): April
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2020.031.1.5

Abstract

The effforts to facilitate community’s participation and encourage their contributions to the decision making process has led to increased development initiatives. Among community development initiatives, the program of Group-Based Microcredit Program (KMBK) has been recognized by development stakeholders as a development approach that offers poor people access to financial services (financial intermediation). In addition, social intermediation in the form of training programs (capacity building) is the key success in eradicating poverty in sustainable development. This study aims to compare the institutional logic of various development actors in the KMBK program in Sukorame Village, Binangun District, Blitar Regency, East Java, Indonesia. This study found that there are differences in institutional logic between development actors in the microcredit program to support sustainable development, namely 'economic logic' and 'development logic'.