cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Islam Futura
ISSN : 14121190     EISSN : 24077542     DOI : -
Jurnal Ilmiah Islam Futura which is published by Center for Research and Publication, Institute for Research and Community Service (LP2M/LPPM) in cooperation with Graduate Program of State Islamic University (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh focuses to publish research articles in Islamic studies field twice a year. It's scope consists of (1) Islamic theology; (2) Islamic law; (3) Islamic education; (4) Islamic mysticism and philosophy; (5) Islamic economics; (6) Study of tafsir and hadith; and (7) Islamic art and history.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
KAJIAN AGAMA DAN FILSAFAT TENTANG KEBENARAN Saifuddin Saifuddin
Islam Futura Vol 7, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v7i2.3066

Abstract

Agama dan filsafat sekilas merupakan dua kata yang berdiri sendiri dan antara keduanya tidak ada hubungan yang mengikat dan tidak ada korelasi. Bahkan menurut pandangan sebagian besar orang kedua kata tersebut cenderung berseberangan dan bertolak belakang. Memang benar bayangannya hanya pada pola dasar dan landasan yang tempat kedua kata tersebut dibentuk. Agama didasarkan pada petunjuk dan otoritas wahyu yang bersifat absolut, sedangkan filsafat menekankan pembahasan dan didasarkan pada pemikiran, penalaran dan akal yang universal. Tetapi secara lebih jauh keduanya mempunyai persamaan-persamaan dan cenderung saling berhubungan dan saling membutuhkan. Agama dan filsafat sama-sama berkaitan dengan metafisik, mempunyai objek pembahasannya adalah sama-sama manusia, yang menjadi subjek adalah tentang ketuhanan, sama sebagai pondasi tempat berdirinya kebenaran dan sumber dari ilmu pengetahuan. Banyak para agamawan dan filosof yang mempertentangkan kedudukan filsafat dan agama dalam pencaharian kebenaran, tetapi itu adalah ijtihad dan pemikiran mareka, yang jelas fungsi dan kedudukan agama dan filsafat tersebut tidak akan luntur dan bergeser hanya karena perbedaan pendapat orang yang melihatnya, justeru perbedaan-perbedaan tersebut akan semakin memantapkan fungsi dan kedudukannya tersebut.
DINAMIKA PERBEDAAN MADZHAB DALAM ISLAM (Studi terhadap Pengamalan Madzhab di Aceh) Muhammad Zukhdi
Islam Futura Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v17i1.1024

Abstract

This study has a theme about the existency of school (mazhab) and different perspectives in Islam; a study of the practice of Islamic jurisprudence school in Aceh. Majority of Acehnese community is fanatic to school (mazhab), particularly mazhab Syafi’i, as the teacher teachIslamic jurisprudence school and use its book based on its genealogy. Different perspectives divide Acehnese community into two groups, namely traditional community and modern community. Traditional group adheres to the jurisprudence of four schools (Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali), particularly, the school of Syafi'i. The existency of school (mazhab) and different perspectives in community continue to develop in Islam until now, including in Aceh. However, these differences are still difficult to accept by both traditional circles and modernist. To avoid the differences, it is suggested to deepen an understanding of Islamic jurisprudence; it is also suggested to the scholars and intellectuals to open an objective dialogue forum in both internal and eksternal level.
SENI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Raina Wildan
Islam Futura Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v6i2.3049

Abstract

Islam melalui sumbernya utama Al-Qur’an sangat menghargai seni. Al-Qur’an menuntun manusia mengenal Allah mengajak untuk memandang keseluruhan jagad raya yang diciptakan-Nya dengan serasi dan indah. Menikmati keindahan jagad raya ini, kita bisa membuktikan bahwa Allah sangat mencintai keindahan, menciptakan alam raya ini dengan indah tanpa kurang apapun. Ini lah bukti kebesaran Allah yang patut kita rasakan dan kita nikmati. Seni yang islami adalah seni yang menggambarkan wujud dengan bahasa yang indah serta sesuai dengan fitrah. Seni Islam adalah ekspresi tentang keindahan wujud dari sisi pandangan Islam tentang alam, hidup dan manusia yang mengantar menuju pertemuan sempurna antara kebenaran dan keindahan. Keindahan adalah salah satu sebab tumbuh dan kokohnya keimanan, sehingga keindahan itu menjadi sarana mencapai kebahagiaan dalam kehidupan.
PROBLEMATIKA TATA KELOLA WAKAF DI LINGKUNGAN MUHAMMADIYAH ACEH Muharrir Asy`ari
Islam Futura Vol 16, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v16i1.742

Abstract

Abstrak: Tanah wakaf tak produktif di bawah pengelolaan Persyarikatan Muhammadiyah Aceh mencapai 566,375 m2 (32,68 %); tak bersertifikat mencapai 111 bidang tanah (50,22%); bukti tanah yang belum ada data yang valid mencapai 15 bidang (6,78%); dan banyak diperkarakan. Ini bertolak belakang dengan ruh gerakan Muhammadiyah yaitu pembaruan dan jargon Muhammadiyah mengembangkan Islam yang berkemajuan. Berangkat dari hal tersebut, artikel ini berusaha mengungkap akar permasalahan tata kelola wakaf di lingkungan Persyarikatan, melalui studi lapangan. Alat ukur yang digunakan adalah teori Total Quality Management (TQM) Tenner-DeToro. Penelitian di lapangan menunjukkan bahwa masalah perwakafan yang dihadapi Muhammadiyah di Aceh disebabkan antara lain (1) pengelolaan wakaf cenderung konsumtif-tradisional. Nuansa menjaga keabadian harta wakaf lebih menonjol dibanding upaya mengembangkan harta wakaf; (2) Sumber Daya Manusia (SDM) yang miliki Muhammadiyah Aceh rendah dan sedikit, pemahaman wakif dan nazir yang keliru, manajemen pengelolaan yang cenderung tradisional, dan keberadaan Persyarikatan yang tidak disenangi sebagian masyarakat Aceh. Focus on customer, process improvement, dan total involvement dalam TQM cenderung diabaikan. Kata Kunci: wakaf, tata kelola/manajemen, tradisional, profesional, nazir.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM BERBICARA BAHASA ARAB DI MA’HAD AL-JAMI’AH UIN AR-RANIRY abizar abizar
Islam Futura Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v16i2.1328

Abstract

The aim of this research is to know the various programs of Ma’had Al-Jami’ah and its implementation as well as to know the learning result of the students of UIN Ar- Raniry whether before and after implementation of those various programs. The method used in this research was descriptive- analysis. The researcher also used random sampling with 454 samples that consist of three batches. The instrument used in collecting data is direct observation, interview, documents analysis, and test. The finding of this research as follows: the implementation of those various program of Ma’had Al-Jami’ah UIN Ar-Raniry could increase the students’ ability in speaking and beneficial also very helpful for them to increase their ability in speaking. In addition, those programs have significant role in order to increase their ability in speaking, it was suited with their pre test and post test analyzed by the researcher. The students who passed in pre test was 63% and failed was 37%, while students who passed in post test was 88% and failed was 12%.
PSIKOLOGI DALAM ISLAM Indriani Rusli
Islam Futura Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v6i2.3043

Abstract

Landasan psikologi Islam adalah Al-Qur'an dan al-Hadits. Dalam Kitab Al-Qur'an banyak terdapat istilah-istilah dan penjelasan-penjelasan serta arahan yang berhubungan dengan psikologi. Pada hakikatnya psikologi Islam adalah kajian Islam yang berhubungan dengan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia, agar secara sadar ia dapat membentuk kualitas diri yang lebih sempurna dan mendapatkan kemuliaan hidup di dunia dan akhirat. Secara garis besar psikologi Islam adalah membangun ilmu psikologi yang berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits serta ijma' para ulama.
FEMINISM, ISLAM AND MODERNITY Mustafa AR
Islam Futura Vol 7, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v7i2.3061

Abstract

Tulisan ini membahas tiga tema utama: feminisme, Islam dan modernitas. Islam telah lebih dahulu mengakui keberadaan hak-hak wanita. Al-Qur'an itu sendiri bersifat egaliter. Hanya bangsa Barat-lah yang sering salah menginterpretasikan dan merepresentasikan Islam karena kurangnya pengetahuan mereka tentang Islam, kebodohan, dan kebingugan mereka antara Islam aktual dengan kebudayaan Arab. Dengan melihat argumen-argumen tentang modernitas, feminisme, dan Islam dari sejumlah suara: filosof, pemuka kritik sosial, dan kaum feminis baik dari poros Islam maupun dari pandangan Barat, tulisan ini mengambil kesimpulan bahwa feminisme, Islam dan modernitas dapat berjalan seirama asal ketiga aspek ini dilakukan menurut etika positip, saling memahami dan adanya praktek kebesasan yang seimbang.
SYAFA'AT (INTERCESSION) IN AL-QUR'AN PERSPECTIVE (A Study on the Interpretation of Maudhu'i) Zaenal Arifin
Islam Futura Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v18i2.3498

Abstract

This study aims to find out the Al-Qur'an's view on the theme of intercession, understand intercession in relation to other than Allah, such as Angels, Rasulallah, Al-Qur'an and know who has the right to obtain intercession and its criteria. The study was designed through descriptive research conducted with a thematic qualitative approach with the maudhu'i method. The subjects in this study are library research, that is, all data sources come from written materials related to the topics discussed. Data analysis in this study uses text analysis. The results of this study indicate that syafa'at is still being discussed by the scholars, but most of the scholars say that the syafa'at exists later on the Day of Judgment. As for the group that believes that there is Shafi'i is the Shiite and Ahlussunah groups, while the Mu'tazilah group believes that there is no Syafa'at in the afterlife, of course with their respective arguments. As for those who can give syafa'at are angels, prophets, pious people and good deeds, of course after getting permission and blessings from God.
ANALISIS TERHADAP NILAI-NILAI ISLAM DALAM KESENIAN RAPAI GELENG Eka Srimulyani; Istiqamatunnisak Istiqamatunnisak
Islam Futura Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v17i2.2887

Abstract

Tari Rapai Geleng adalah salah satu tari tradisional dalam masyarakat Aceh yang cukup popular di kalangan masrakat Aceh pesisir. Sebagai sebuah karya seni dari masyarakat yang sangat dekat dan lekat dengan nilai-nilai keislaman, tari Rapai Geleng juga memiliki dimensi keterpengaruhan dengan nilai-nilai keislaman yang dianut oleh masyarakat. Hal ini terefleksi dalam koreografi, pementasan, dan paling dominan dalam syair-syair yang dinyanyikan mengiringi gerak tari tersebut. Penelitian ini mencoba menggali sejarah dan dimensi yang dipengaruhi oleh ajaran Islam melalui kajian kepustakaan dan wawancara dengan para pelaku seni tari rapai geleng itu sendiri. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari aspek sejarahnya saja, rapai geleng ditengarai berasal dari tradisi dalail khairat yang berkembang dalam masyarakat Muslim di berbagai belahan dunia. Sisi lainnya, dari syair yang dinyayikan mengiringi gerak tari, juga sarat dengan pesan-pesan yang diinspirasi dari nilai-nilai agama, dalam bentuk nasehat terkait aspek ketauhidan, ibadah, semangat untuk menuntut ilmu, dan anjuran pada nilai-nilai kebaikan.
ETHICAL VISION OF THE QUR’AN (Interpreting Concept of the Qur’anic Sociology in Developing Religious Harmony) MK Ridwan; Siti Robikah
Islam Futura Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v19i2.5444

Abstract

This paper aims to provide a perspective of sociology of the Qur’an in the development of religious harmony. This thought was motivated by a phenomenon in which Islam appears with a hardened face. The syndrome of Islamic populism shows an Islamic conservative turn and tends to prioritize formal and normative values in practise. This model is wholly vulnerable causing conflicts both intra and inter-religious. Its exclusive, binary, and aggressive style make Islam inhospitable to the plurality of groups, religions, and cultures. This model of Islam needs to be returned to its face which is inclusive, ecumenical and accommodating to diversity based on the values of the Qur'an. So this agenda requires reformulation of Islamic doctrines that have been considered established. In conclusion, this study argues that although the Qur'an supports the agenda of mission activities, it compulsively requires a dialogic-communicative process. Thus, the Qur'an's greatest contribution to the development of harmonization of diverse people lies in its inclusive and accommodating character to diversity. The principles developed by the Qur’an can be covered through various approaches, both sociological and theological. Sociologically, the Qur'an encourages humanity to jointly declare universal values in every religious activity. These values become the basis of the necessity of each religious community to be willing and able to create a space of togetherness and dialogue to formulate humanitarian agendas. Theologically, the Qur’an does not erase pre-Islamic religions implying that the Qur’an supports diversity and commands humans to always compete in the framework of goodness (religion).

Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 24 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 24, No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 24, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 24 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 23 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 23, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 23, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 23 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 22 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 21, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 19, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 17, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 16, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 15, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Islam Futura Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Islam Futura Vol 13, No 2 (2014): Jurnal Islam Futura Vol 13, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 13, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 11, No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 11, No 1 (2011): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 10, No 2 (2011): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 7, No 2 (2008): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 7, No 1 (2008): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Ilmiah Islam Futura Vol 1, No 1 (2001): Jurnal Ilmiah Islam Futura More Issue