PIONIR: Jurnal Pendidikan
PIONIR: Journal of Education is an open-access Education scientific journal managed by the Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) Faculty of Tarbiyah and Teaching Ar-Raniry State Islamic University (UIN) Banda Aceh. PIONIR: Educational Journal is a forum for researchers and educational staff to develop knowledge in the field of educational studies, in order to fulfill the Tri Dharma of Higher Education, especially in the field of Basic Education.
Articles
435 Documents
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Perkalian Bilangan Cacah
Sakdiah Sakdiah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v5i1.170
Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa hasil tes akhir pada tindakan siklus I baru mencapai 65% maka tindakan ini belum berhasil karena kriteria suatu tindakan dikatakan berhasil bila telah mencapai 80% siswa mendapat skor ≤65. Hasil observasi pada kegiatan guru mencapai 80%, dan observasi pada kegiatan siswa mencapai 80%. Sedangkan hasil tes akhir tindakan siklus 2 siswa yang memperoleh skor ≤65 mencapai 80%, maka tindakan ini sudah berhasil. Hasil observasi pada kegiatan guru mencapai 83,85%, dan observasi pada kegiatan siswa mencapai 84,65%. Oleh karena itu, pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, walaupun pada tindakan siklus 1 tidak berhasil namun pada tindakan siklus 2 berhasil baik dilihat dari segi proses dan hasil.
Pembinaan Pendidikan Akhlak Di Rumah Penyantun Muhammadiyah Kota Banda Aceh
Cut Nya Dhin
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v4i1.161
Akhlah merupakan prilaku yang timbul dari hasil kebiasaan yang menyatu dan dihayati dalam kenyataan, sehingga mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana pula yang tidak berguna bagi dirinya . Penelitian ini adalah library research (penelitian perpustakaan) dan field research (penelitian lapangan) yang di dukung dengan tekhnik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara dengan 4 orang pengurus Rumah Penyantun Muhammadiyah yang terdiri dari ketua Rumah Penyantun, sekretaris, bendahara dan ustaz. Disamping itu data juga dikumpulkan melalui penyebaran angket kapada anak-anak didik yang ada di Rumah Penyantun Muhammadiyah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode yang banyak dan berfariasi dalam pembinaan pendidikan akhlak di Rumah Penyantun Muhammadiyah telah dilaksanakan dengan baik. Metode yang di gunakan antaralain: metode nasehat, metode peringatan, Metode hukuman dan metode pembiasaan. Adapun materi yang di ajarkan antara lain Akhlak menghormati orang tua, menghindari akhlak tercela kepada siapapun, jujur dalam berbicara dan akhlak menjaga lingkungan sekitar. Kendala yang di hadapi ustad dalam pembinaan pendidikan akhlak pada anak di antaranya ustad tidak mengetahui apakah teman bergaul anak-anak adalah anak yang berahlak baik atau berakhlak buruk. Penelitian ini diharapkan bermanfaat tidak hanya untuk kepala sekolah dan guru sebagai bahan reverensi juga seluruh pembaca pada umumnya.
Upaya Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Al Quran Hadits Di Min Rukoh Darussalam Banda Aceh
Tasnim Idris;
Elva Mahyuni
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v4i1.152
Guru merupakan salah satu faktor yang sangat mendukung dalam keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu guru harus dapat menggunakan berbagai macam strategi yang tepat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini berjudul “upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar Al-Qur’an Hadits di MIN Rukoh Darussalam Banda Acehâ€. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tujuan pembelajaran Al-Qur’an Hadits, metode yang digunakan dalam pembelajaran Al- Qur’an Hadits, strategi dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, kesulitan yang dihadapi murid dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, dan usaha yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di MIN Rukoh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian , menunjukkan bahwa guru berupaya keras supaya murid tidak mengalami kesulitan dalam belajar,yaitu dengan cara memperbanyak latihan membaca, memperbanyak latihan menghafal, membuat remedial dan memanggil secara khusus siswa yang benar benar bermasalah dalam belajar Al Quran Hadits. Namun demikian masih tetap ada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Al-Qur’an Hadits. Oleh sebab itu adanya kerjasama antara guru dengan orang tua merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan belajar Al Quran Hadits.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Sekolah Lanjutan Menengah Atas Dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Karakter (Character Building)
Ridhwan M. Daud
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v4i2.175
Strategi pembelajaran adalah suatu hal yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi ini idealnya dipilih sesuai dengan sifat atau karakter materi pelajaran itu sendiri. Pendidikan Agama Islam adalah satu salah mata pelajaran wajib di sekolah lanjutan menengah atas. Tujuan utama mata pelajaran ini adalah untuk membekali siswa dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga anak didik memiliki karakter yang islami. Pendidikan agama memiliki strategi yang tersendiri disamping strategi-strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran lain. Disamping itu pelajaran agama Islam juga memiliki tujuan khusus dalam pembentukan sikap disamping mencerdaskan akal. Sedangkan dalam mengevaluasi keberhasilannya pembelajaran agama Islam juga tidak hanya menilai kemampuan kognitif dan psiokomor saja, tetapi penilaian sikap lebih dipentingkan. Hal dapat dilakukan melalui teknik non test.
Penerapan Pendekatan Problem Solving Pada Materi Volume Bangun Ruang Kubus Dan Balok Dengan Menggunakan Alat Peraga Di Kelas V Min Mesjid Raya Banda Aceh
Nida Jarmita;
Nurul Fadhilah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v5i1.166
Dalam proses pembelajaran saat ini masih saja ditemukan dominasi peranan/fungsi guru dalam pembelajaran. Selain itu, kreatifitas dan inovasi guru dalam memvariasikan model dan menggunakan alat peraga dalam mengajar masih rendah. Hal ini dapat menyebabkan rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Salah satu inovasi dalam pembelajaran adalah dengan penerapan pendekatan problem solving. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerapan pendekatan problem solving pada materi volume bangun ruang kubus dan balok dengan menggunakan alat peraga di kelas V MIN Mesjid Raya Banda Aceh. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan lembar observasi kemampuan guru mengajar, tes dan respon siswa. Kemudian, data dianalisis menggunakan rumus deskriptif presentase. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa pembelajaran melalui pendekatan problem solving dapat menciptakan proses belajar mengajar lebih menarik dan membantu mengembangkan keterampilan intelektual siswa. Kemampuan guru dalam mengajar dan aktivitas siswa menjadi lebih baik. Hal ini disebabkan karena guru dapat mengembangkan kreatifitas siswa melalui penggunaan alat peraga yang dapat memperkuat daya ingat siswa dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: .
Analisis Kemunculan Sikap Ilmiah Siswa Dalam Pelaksanaan Percobaan Pada Pembelajaran Ipa Di Sdn Kota Banda Aceh
Tursinawati Tursinawati
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v4i1.157
Hakikat sains terdiri atas tiga aspek yaitu sains sebagai produk, proses, dan sikap ilmiah. Dalam pembelajaran IPA masih kurangnya penanaman nilai sikap ilmiah yang berakibat pada peroleh hakikat sains yang tidak utuh dan kurangnya terbentuk sikap ilmiah siswa. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Bagaimanakah kemunculan sikap ilmiah yang dilaksanakan dalam percobaan pada pembelajaran IPA SD Kota Banda Aceh?.Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian adalah studi deskriptif persaentase. Penelitian ini dilaksanakan pada SDN Kota Banda Aceh. Populasi adalah seluruh siswa kelas V SDN Kota Banda Aceh. Sampel ditetapkan pada 10 SDN. Instrumen adalah lembar observasi, dokumentasi, pedoman wawancara guru. Teknik analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan sikap ilmiah siswa pada pelaksanaan percobaan pada pembelajaran IPA menunjukkan kategori baik.
The Importance Of Authentic Materials In Developing Appropriate And Effective Listening Skills
Fithriyah Fithriyah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v4i2.180
There has been a growing interest in using authentic materials for the teaching of listening. In order for learners to acquire the target language, teachers need to present the real listening situation of the language. Although authentic materials have positive impact for learners and teachers, they may give difficulties for listeners to catch and understand the text. Thus, some considerations should be taken in order to develop appropriate and effective listening skills.
Potensi Mahasiswa Dalam Mengimplementasikan Minat Pada Proses Pembelajaran
Razali Tahib
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v5i1.171
That somebody enthusiasm to a mirror object from its behavior, and that enthusiasm is background by somebody attention to certain enthusiasm object, that is attention, feel to like to know high, and requirement will determine in select to something popular object it. Hence for that, somebody enthusiasm of depend on attention, feel to like to know the, requirement and selection to chosen the popular activity it. Enthusiasm also represent basis for reach for the efficacy for somebody. If student somebody hanker to a eye learn, hence entire/all attention, feel to like to know, and student requirement to a eye learn of excelsior, so that excelsior will also result of learning which is reached for student from a eye learn followed.
Konsep Belajar Menurut Islam
Darmiah Darmiah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v5i1.162
Dalam perspektif Islam, kecakapan yang konstruktif ini bisa dilihat misalnya, individu yang tidak mampu atau belum bisa melaksanakan wudhu dan shalat. Setelah melalui proses belajar, individu yang bersangkutan menjadi terampil dan terbiasa melaksanakan wudhu dan shalat1. Cara pembentukan sikap berbeda dengan cara pembentukan kebiasaan. Untuk membentuk kebiasaan dapat dilakukan melalui latihan, meniru dan pengulangan secara terus menerus2. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar perspektif psikologi, dalam konteks Islam maknanya lebih dalam, karena perubahan perilaku dalam Islam indikatornya adalah akhlak yang sempurna. Akhlak yang sempurna mesti dilandasi oleh ajaran Islam. Dengan demikian, perubahan perilaku sebagai hasil belajar adalah perilaku individu muslim yang paripurna sebagai cerminan dari pengamalan terhadap seluruh ajaran Islam. Dalam pendidikan Islam, proses belajar yang pertama bisa kita lihat pada kisah Nabi Adam di mana Allah mengajarkan berbagai nama benda kepadanya. Dalam Alqur‟an dijelaskan bahwa Allah Swt. telah mengajarkan kepada Nabi Adam tentang nama-nama benda, tabiat dan sifat-sifatnya, dan Adam disuruh mengulangi pelajaran tersebut di hadapan para Malaikat. Peristiwa yang terjadi pada Nabi Adam ditegaskan dalam surat Al-Baqarah: 33 yang artinya: “Wahai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini……†Teori pengulangan sebagai salah satu teori belajar telah dinyatakan dengan jelas dalam Alqur‟an di mana Allah Swt. menyuruh Adam mengulangi menyebut nama-nama benda. Hal yang sama juga terjadi ketika Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk membaca. Secara berulang-ulang Allah Swt. menyebut kata “Iqra†dan memerintahkan Nabi Muhammad mengulanginya (Thohirin, 2005: 56).
Belajar Dalam Perspektif Psikologi Dan Agama
Nidawat Nidawati
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/pjp.v4i1.153
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat tergantung pada proses belajar yang alami oleh peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Oleh karena itu, pemahaman yang benar dan tepat mengenai pengertian dan konsep belajar baik dalam perspektif psikologi maupun dalam perspektif agama, yakni agama Islam dengan segala aspek, bentuk dan manifestasinya mutlak diperlukan oleh para pendidik, khususnya guru dan dosen. Seorang pendidik atau calon pendidik dituntut untuk memahami berbagai konsep yang berkaitan dengan segala proses belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan penanggulangannya. Kekeliruan atau ketidaklengkapan persepsi mereka terhadap proses belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran tersebut akan mengakibatkan kurang bermutunya hasil pembelajaran yang dicapai peserta didik.