AKADEMIKA
Akademika : Jurnal Ilmiah Media Publikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang terbit secara berkala pada bulan April dan September diterbitkan pertama kali pada bulan April 2012 (versi cetak) dan telah migrasi ke terbitan online sejak Bulan September 2017, oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Akademika : Jurnal Ilmiah Media Publikasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menerbitkan hasil penelitian yang berkaitan dengan beberapa disiplin ilmu yang ada disetiap Program Studi dan Fakultas dengan penentuan tema setiap penerbitannya
Articles
96 Documents
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT (INFORMATION COMMUNICATIONS TECHNOLOGIES) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK
Hendra Saputra S Adiko
Akademika Vol 7, No 2 (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.518 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v7i2.312
One of the main tasks of an educator in realizing the goals of education in school is to develop learning strategies effectively. In learning activities especially in science learning about the process of the formation of rain requires the efforts of teachers in understanding what approaches are suitable for achieving learning goals. One suitable approach in instilling the concept of the process of rain formation is by using ICT-based media. ICT-based learning is a learning process by utilizing information technology. The purpose of this paper is to show that the use of ICT-based media can improve the learning motivation of Grade III students at the Gorontalo State University Laboratory. The method used to improve students 'motivation through classroom action research is done through evaluating student learning outcomes in which at the initial observation when educators did the learning process not using ICT-based media the results of students' mastery learning were only 9 people out of 23 students who subject to action or 39%. But after reflection again using ICT-based media, students' learning completeness increased to 21 students who managed to achieve learning completeness or 91%. Salah satu tugas utama seorang pendidik dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan di sekolah adalah mengembangkan strategi pembelajaran secara efektif. Dalam kegiatan pembelajaran khususnya dalam pembelajaran IPA tentang Proses terbentuknya hujan diperlukan upaya guru dalam memahami pendekatan apa yang cocok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang cocok dalam menanamkan konsep proses terbentuknya hujan adalah dengan penggunaan media berbasis ICT. Pembelajaran berbasis ICT adalah proses pembelajaran dengan memanfatkan teknologi informasi. Tujuan dari makalah ini untuk menunjukan bahwa penggunaan media berbasis ICT dapat meningkatkan Motivasi belajar peserta didik kelas III SD Laboratorium Universitas Negeri Gorontalo. Metode yang digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui evaluasi hasil belajar pesert didik yang dilakukan dimana pada observasi awal ketika pendidik melakukan proses pembelajaran tidak menggunakan media berbasis ICT hasil ketuntasan belajar peserta didik hanya 9 orang dari 23 peserta didik yang dikenai tindakan atau 39 %. Namun setelah dilakukan refleksi kembali dengan menggunakan media berbasisi ICT ketuntasan belajar peserta didik meningkat mencapai 21 peserta didik yang berhasil mencapai ketuntasan belajar atau 91 %.
EVALUASI KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN IPA DI SD MUHAMMADIYAH SE KABUPATEN GORONTALO
Yulanti S Mooduto
Akademika Vol 7, No 2 (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.317 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v7i2.317
This Article Journal is meant to find out : (1) Teacher Professional Competence is compiling Learning – learning.(2) Teacher Professional Competence in implementing the learning process of science and learning. (3) Teacher Professional Competence in implementing the learning Assesmen of science. This study was carried out at Muhammadiyah Elementary in the Gorontalo district. The Method used is a descriptive qualitative research method that includes performance planning and learning assessments with data acquisition trough observation interviews and documentation. Studies show that : (1). The teacher.s professional competence of putting together new set of learning for science at Muhammadiyah elementary and gorontalo discrict have been generally good for only a few teaher’s who plan to learn less. (2). The teacher.s professional competence in performing the learning in this case in under optimal quality of class management. There for , efforts in the quality of learning are required. (3). The teahers profesionallcompetence of assessing learning in general is lacking and n eeds improvement. There are still many teacher who are less than optimal at executing judgment. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kompetensi profesional guru dalam penyusunan perencanaan pembelajaran IPA, (2) kompetensi profesional guru dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA dan (3) kompetensi profesional guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran IPA. Penelitian ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah se Kabupaten Gorontalo, Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang deskriptif yang meliputi perencanaan , pelaksanaan dan penilaian pembelajaran dengan perolehan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)kompetensi profesional guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran IPA di SD Muhammadiyah se Kabupaten Gorontalo secara umum sudah baik. Hanya pada beberapa orang guru yang kurang dalam merencanakan pembelajaran, (2) kompetensi profesional guru dalam melaksanakan pembelajaran yang dalam hal ini adalah kualitas pengelolaan kelas masih kurang optimal. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya-upaya perbaikan untuk peningkatan mutu pembelajaran dan (3) kompetensi profesional guru dalam menilai pembelajaran secara umum masih kurang dan butuh perbaikan. Masih banyak guru yang kurang optimal dalam melaksanakan penilaian.
HUBUNGAN USIA, PENDIDIKAN DAN PARITAS DENGAN PENGGUNAAN AKDR DI PUSKESMAS DOLODUO KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW
Wiwin Windasari Ibrahim;
Yuliana Misar;
Fatmah Zakaria
Akademika Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.236 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v8i1.296
The family planning program (KB) in Indonesia has been recognized nationally and internationally as one of the programs that has significantly reduced fertility rates. The purpose of this study was to determine the relationship between age, education and parity with the use of IUD . This research was conducted at Puskesmas Doloduo Bolaang Mongondow District on August 8 until September 30th. This research is an analytic correlation research using crosssectional approach . The population in this study are all active acceptors of 850 people in the are a of Puskesmas Doloduo Bolaang Mongondow Utara . Sample in research that researched 85 respondent, with technique of accidental sampling sampling. Based on the Research Methods show that there is a relationship of age, education, and parity with the use of akdr in Puskesmas Doloduo Bolaang Mongondow District. Because p value 0 ,025 (
PENGARUH TEKNIK PEMBERIAN BALIKAN DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA (Suatu Penelitian Eksperimen di Kelas VIII SMP Negeri 2 Bongomeme)
Suleman Suleman
Akademika Vol 7, No 2 (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.669 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v7i2.313
The study aimed to find out: (1) differences in science learning outcomes between students who were taught with delayed and direct feedback giving techniques, (2) the interaction effects of feedback techniques and spatial cognitive style on science learning outcomes, (3) differences in science learning outcomes in the group of students who have high spatial cognitive style, those who are taught using delayed and direct feedback giving techniques, (4) differences in science learning outcomes in students who have a low spatial cognitive style, are taught using delayed and reversed direct giving techniques . The method used is tretment by level with 2 x 2 ANAVA design. The results of this study show that the learning outcomes of science in students who are taught by the technique of giving direct natural science learning outcomes are higher than the delayed giving technique. There is an influence of the interaction between the reciprocal giving technique and the cognitive style of the students towards the learning outcomes of science. Students who have a high spatial cognitive style learned by the technique of giving direct feedback to science learning outcomes are higher than the delayed giving technique. For students who have a low spatial cognitive style, learning techniques for giving direct feedback to science learning outcomes are lower than delayed feedback techniques. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar IPA antara peserta didik yang dibelajarkan dengan teknik pemberian balikan langsung dan balikan tertunda, (2) pengaruh interaksi teknik pemberian balikan dan gaya kognitif spasial terhadap hasil belajar IPA, (3) perbedaan hasil belajar IPA pada kelompok peserta didik yang memiliki gaya kognitif spasial tinggi, yang dibelajarkan dengan menggunakan teknik pemberian balikan langsung dan balikan tertunda, (4) perbedaan hasil belajar IPA pada peserta didik yang memiliki gaya kognitif spasial rendah, dibelajarkan dengan menggunakan teknik pemberian balikan langsung dan balikan tertunda. Metode yang digunakan adalah tretmen by level dengan rancangan desain ANAVA 2 x 2. Hasil dari penelitian ini menunjukan hasil belajar IPA pada peserta didik yang dibelajarkan dengan teknik pemberian balikan langsung hasil belajar IPA lebih tinggi daripada teknik pemberian balikan tertunda. Terdapat pengaruh interaksi antara teknik pemberian balikan dan gaya kognitif peserta didik terhadap hasil belajar IPA. Peserta didik yang memiliki gaya kognitif spasial tinggi yang dibelajarkan dengan teknik pemberian balikan langsung hasil belajar IPA lebih tinggi daripada teknik pemberian balikan tertunda. Untuk peserta didik yang memiliki gaya kognitif spasial rendah, dibelajarkan dengan teknik pemberian balikan langsung hasil belajar IPA lebih rendah daripada teknik pemberian balikan tertunda.
DESKRIPSI TINGKAT FERTILITAS TOTAL ( TOTAL FERTILITY RATE ) PROVINSI GORONTALO
Tisen Tisen
Akademika Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.029 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v8i1.292
The increase in TFR is predicted to have a negative impact on the Government and the community. The ASFR factor is one of the demographic factors that is closely related to TFR, the studied is to get a picture and control solution, especially in the Goron talo province. The data used in this paper is the data of Gorontalo Province’s SKAP 2018 in 2018, the population of this survey is WUS (15 to 49 years), families and adolescents aged 15 to 24 years are not married and house holds in sele cted clusters . The sampling design used stratified multistage sampling , with a total of 48 clusters selected . Each cluster was enumerated and 35 Eligible House hold were selected using the systematic random sampling technique to be interviewed. Survey results show Gorontalo Province TFR is 2.46 children per woman, increased by 2.43 percent compared to the results of the 2017 RPJMN Survey, higher than the National average TFR which reached 2.38. The highest TFR is closely related to the ASFR of 15 - 19 Years old group of 52 (52 births per 1000 women). The shift age with the highest fertility rates from 20 - 24 years to 25 - 29 years old, each shift age reached 142 and 150 births per 1000 women in each group. The high ASFR in the young age group has the potential to increase TFR. Peningkatan TFR diprediksi mampu memberi dampak buruk bagi Pemerintah dan masyarakat sendiri. Faktor ASFR merupakan salah satu faktor demografi yang berkaitan erat dengan TFR sehingga diperlukan suatu kajian untuk mendapatkan gambaran dan solusi pengendalian khususnya di wilayah provinsi Gorontalo. Data yang digunakan dalam makalah ini merupakan data SKAP 2018 Provinsi Gorontalo Tahun 2018, populasi dari survei ini adalah WUS (15 Sampai 49 Tahun), keluarga dan remaja usia 15 sampai 24 Tahun belum menikah dan rumah tangga pada klaster terpilih. Rancangan sampling yang digunakan adalah stratified multistage sampling, dengan jumlah klaster terpilih sebanyak 48 klaster. Masing-masing klaster dilakukan pencacahan dan dipilih 35 Rumah Tangga Eligible dengan menggunakan teknik sistematic random sampling untuk diwawancarai. Hasil Survei menunjukkan TFR Provinsi Gorontalo adalah 2,46 anak per wanita, meningkat 2,43 persen dibanding dengan hasil Survei RPJMN 2017 lebih tinggi dibandingkan TFR rata-rata Nasional yang mencapai 2,38. Tingginya TFR ini berkaitan erat dengan ASFR kelompok umur 15-19 Tahun sebesar 52 (52 kelahiran setiap 1000 wanita). pergeseran usia dengan tingkat fertilitas tertinggi dari usia 20-24 Tahun menjadi usia 25-29 tahun, yang masingmasing mencapai 142 dan 150 kelahiran per 1000 wanita pada masing-masing kelompok. Tingginya ASFR pada kelompok usia muda berpotensi meningkatkan TFR.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN SISWA TERHADAP KUALITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN
Yurni Rahman
Akademika Vol 7, No 2 (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.598 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v7i2.318
This study aims: to determine the factors that influence student satisfaction towards library services at Madrasah Ibtidaiyah, the level of student satisfaction with services Madrasah Ibtidaiyah library, and the most dominant factor in influencing student satisfaction with library services at the Ibtidaiyyah Madrasah. That approach used in this study is quantitative, with the type of exploratory research. While the population is all students of Alwathaniyyah Madrasah Ibtidaiyah, for sampling is done using random sampling. The results of this study among others: the quality factor of employee services at the Ibtidaiyah Madrasah library Alwathaniyyah is good, students look at the product / physical quality of Madrasah libraries Ibtidaiyah Alwathaniyyah is good enough and needs improvement, students look the performance of library staff in Madrasah Ibtidaiyah Alwathaniyyah is good, and a factor the most dominant in influencing student satisfaction with service quality The Ibtidaiyah Alwathaniyyah Madrasah Library is a factor in Service Quality Librarian. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan siswa terhadap layanan perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah, tingkat kepuasan siswa terhadap layanan perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah, dan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan siswa terhadap layanan perpustakaan Madrasah Ibtidaiyyah. Pendekatan yang digunakan dalam Jurnal ini adalah kuantitatif, dengan jenis eksploratori. Sedangkan populasinya yaitu seluruh siswa Madrasah Ibtidaiyah Alwathaniyyah, untuk pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan random sampling. Hasil penelitian ini antara lain: faktor kualitas layanan jasa pegawai perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Alwathaniyyah sudah baik, siswa memandang kualitas produk/fisik perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Alwathaniyyah sudah cukup baik dan perlu adanya peningkatan, siswa memandang performansi pegawai perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Alwathaniyyah sudah baik, dan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kepuasan siswa terhadap kualitas layanan Perpustakaan Madrasah Ibtidaiyah Alwathaniyyah adalah faktor Kualitas Layanan Jasa Pegawai Perpustakaan.
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING DENGAN ALAT BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN TERHADAP PEMILIHAT ALAT KONTRASEPSI PADA IBU PASCA SALIN DI RSTN BOALEMO
Fendriyanti Gobel
Akademika Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.118 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v8i1.297
This research was conducted in Tani Nelayan Hospital of Boalemo. The Purpose of research was to detemine the influence of counseling with tools of decision taker in contraceptive choice toward mother’s postlaborat Tani Nelayan Hospital of Boaemo. The type of research was pre experiment. Sample in this research were mother with post labor in Tani Nelayan Hosptal of Boalemo with number of 34 respondents. The results showed that there was influence of consling with tools of decision taket in contraceptive c hoice toward mother’s post labor in Tani Nelayan Hospital. This is evident from the statistical analysis used the chi squere test result obtained chi - square known p - value = 0,037 < 0,05. Penelitian ini dilakukan di RSTN Boalemo. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling dengan ABPK terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada ibu pasca salin di RSTN Kabupaten Boalemo. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu pasca salin di RSTN Boalemo dengan jumlah 34 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian konseling dengan ABPK terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada ibu pasca salin di RSTN Kabupaten Boalemo Hal ini terbukti dari analisis statistic dengan menggunakan uji chi squere test diperoleh hasil uji chi square diketahui nilai p-value= 0,037 < 0,05.
URGENSI MATA KULIAH PENDIDIKAN KARAKTER DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN DALAM KONTELASI GURU SEBAGAI ROLE MODEL BAGI PESERTA DIDIK
Irmawati Duko Ishak
Akademika Vol 7, No 2 (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.408 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v7i2.314
The formulation of the problem in this study is that the Indonesian government emphasizes the implementation of character education in the learning process in schools. in practice there are reductions that result in the practice of character education not being comprehensive, because prioritizing the teaching of values is more emphasis on the cognitive side. This research is a qualitative descriptive study conducted at the Teacher Training and Education Faculty of Gorontalo State University. The source of the data uses a purposive sample that focuses on selected informants. Data collection is needed through observation, interviews and documentation studies. The data analysis technique used in this study is interactive analysis with 4 components of analysis, namely: 1) data collection, 2) data reduction, 3) data presentation, and 4) conclusion. The results of the research data are as follows: 1) Based on the results of the interviews, it was concluded that 100% of the speakers had heard the term character education. 2) 97% of informants do not understand about 97% character education. The resource person does not understand the implementation of 100% character education 99% of speakers do not know how to teach character education to students. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah pemerintah Indonesia memberi penekanan pada pelaksanaan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di sekolah. pada praktiknya terjadi reduksi-reduksi yang mengakibatkan praktik pendidikan karakter tidak komprehensif, karena lebih mengedepankan pada pengajaran nilai-nilai saja yakni penekanan lebih pada sisi kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan dilakukan di Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo. Sumber data menggunakan sampel purposif (purposive sample) yang fokus pada informan-informan terpilih. Pengumpulan data yang diperlukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif dengan 4 komponen analisis yaitu: 1) pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, dan 4) penarikan kesimpulan. Data hasil penelitian sebagai berikut: 1) Berdasarkan hasil wawancara diperoleh kesimpulan bahwa 100 % narasumber pernah mendengar istilah pendidikan karakter. 2) 97% narasumber tidak paham mengenai pendidikan karakter 97% narasumber tidak paham implementasi pendidikan karakter 100% narasumber ingin mengajarkan pendidikan karakter terhadap siswa jika nanti mengajar disekolah. 99% narasumber tidak tau cara mengajarkan pendidikan karakter kepada siswa.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA PUTERI KELAS XI DI SMK NEGERI 1 LIMBOTO
Sri Dewi Palindrawati Lihu;
Fifi Ishak;
Sisilia S Kasa
Akademika Vol 8, No 1 (2019): April 2019
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (333.312 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v8i1.293
This research was administered in SMKN 1 Limboto. The objective of this research is to give overview of knowledge about early marriage impact on teenage girls in Class XI SMKN 1 Limboto. This researc h is descriptive and the sample involved in this research consists of 125 respondents. The sampling technique is purposive sampling . Based on the result, it is found that respondents with good level of knowledge are 18 respondents (14,4%), respondents with average level of knowledge are 66 responden ts (52,8%), and respondents with low level of knowledge are 41 respondents (32,8 %). So it can be concluded that An Overview of Knowledge Of Early Marriage Impact on Teenage Girls Class XI in SMKN 1 Limboto mos t in the category enough that is 66 respondents. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Limboto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang dampak pernikahan dini pada remaja puteri kelas XI di SMK Negeri 1 Limboto. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan sampel yang berjumlah 125 responden. Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah tekhnik purposive sampling . Dari hasil penelitian yang di lakukan di dapatkan bahwa responden dengan tingkat pengetahuan baik berjumlah 18 responden (14.4%), responden dengan tingkat pengetahuan cukup berjumlah 66 responden (52.8%), dan responden dengan tingkat pengetahuan kurang berjumlah 41 (32.8%) responden. Jadi dapat disimpulkan bahwa gambaran pengetahuan tentang dampak pernikahan dini pada remaja puteri di SMK Negeri 1 Limboto yang terbanyak berada pada kategori cukup yaitu 66 responden.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MATEMATIKA DASAR MELALUI MUSIC AND MOVEMENT
Amna N Noho
Akademika Vol 7, No 2 (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.633 KB)
|
DOI: 10.31314/akademika.v7i2.319
The purpose of this study was to determine whether the basic math skill students 5-6 years old can be improved through music and movement. This research was conducted at TKIT Ibnu Sina Duren Sawit, East Jakarta Timur, with as many as 27 students study subjects. The study was conducted in two cycles and accompanied by 2 teachers who act as observers, method action research. Data collected through observation and interviews as well as qualitative and quantitative data analysis. Qualitative data were analyzed by comparing the students’ grades in cycle 1 and cycle 2 while the qualitative data was analized by data reduction, display data, and conclusion. The results showed an increase in students’ basic math skill through music and movement. In cycle 2 the development of the mathematical aspects of general intelligence has increased 23% from the initial conditions before the study, in wich each indicator increased by 52% compared to the time of observation. Based on data analysis, it can be concluded that the students’ basic math skill can be improved through music and movement. It is thus suggested to kindergarten teachers to use music and movement in order to improve the learning basic math skill of students. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah kemampuan dasar matematika siswa usia 5-6 tahun dapat ditingkatkan melalui kegiatan music and movement . Penelitian ini dilakukan di TKIT Ibnu Sina Duren Sawit, Jakarta Timur, dengan sebanyak 27 siswa subjek penelitian. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dan didampingi oleh 2 orang guru yang bertindak sebagai pengamat, metode penelitian tindakan. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara serta analisis data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan membandingkan nilai siswa dalam siklus 1 dan siklus 2 sedangkan data kualitatif dianalisis dengan reduksi data, data tampilan, dan kesimpulan. Hasilanya menunjukkan peningkatan kemampuan matematika dasar siswa melalui kegiatan music and movement . Pada siklus 2 perkembangan aspek matematika dasar telah meningkat 23% dari kondisi awal sebelum penelitian, yang mana setiap indikator meningkat sebesar 52% dibandingkan dengan waktu pengamatan. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa kemampuan matematika dasar siswa dapat ditingkatkan melalui kegiatan music and movement. dengan demikian disarankan kepada guru TK untuk menggunakan music and movement dalam rangka meningkatkan kemampuan matematika dasar siswa.