cover
Contact Name
Dr. rer.nat. Muldarisnur
Contact Email
-
Phone
+6282387463421
Journal Mail Official
jfu@sci.unand.ac.id
Editorial Address
Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Andalas ,Kampus Unand Limau Manis Padang 25163
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Fisika Unand
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23028491     EISSN : 26862433     DOI : https://doi.org/10.25077/jfu
Makalah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal ini adalah makalah dalam bidang Fisika meliputi Fisika Atmosfir, Fisika Bumi, Fisika Intrumentasi, Fisika Material, Fisika Nuklir, Fisika Radiasi, Fisika Komputasi, Fisika Teori, Biofisika, ataupun bidang lain yang masih ada kaitannya dengan ilmu fisika.
Articles 1,790 Documents
Pengaruh Panjang Serat Pinang Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Beton Ringan Shelly Monica; Alimin Mahyudin
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.047 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.3.222-227.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh panjang serat pinang terhadap sifat fisik dan mekanik papan beton ringan. Variasi panjang serat adalah 3 mm, 6 mm, 9 mm, 12 mm, dan 15 mm. Fraksi volume serat yaitu 2% dengan penambahan aluminium pasta 0,1%. Sifat fisik dan mekanik yang diuji meliputi densitas, kuat tekan dan kuat lentur. Penambahan serat pinang dan aluminium pasta dapat membuat papan beton menjadi lebih ringan dibandingkan dengan papan GRC komersial. Dari hasil pengujian, panjang serat mempengaruhi sifat fisik dan mekanik papan beton ringan. Nilai densitas terendah diperoleh pada panjang serat 12 mm yaitu 1,66 g/cm3. Nilai kuat tekan tertinggi dimiliki sampel dengan panjang serat 9 mm yaitu 49,48 kg/cm2. Kuat tekan berkurang ketika serat semakin panjang dengan nilai kuat tekan terendah pada panjang serat 15 mm yaitu 42,12 kg/cm2. Nilai kuat lentur tertinggi pada variasi panjang serat 6 mm yaitu 46,8 kg/cm2 dan berkurang ketika serat semakin panjang, nilai kuat lentur terendah didapat pada panjang serat 15 mm yaitu 36,90 kg/cm2. Nilai densitas papan beton ringan sudah memenuhi standar GRCA dan GRC komersial namun belum memenuhi kuat tekan dan kuat lentur standar GRCA dan GRC komersial.Kata kunci: aluminium pasta, densitas, kuat lentur, kuat tekan, serat pinang.
Penentuan Zona Caprock di Sekitar Gunung Talang Menggunakan Metode Resistivitas Konfigurasi Wenner Syafitri Syafitri; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.865 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.3.253-259.2018

Abstract

Penentuan zona caprock di daerah Solok telah dilakukan menggunakan metode resistivitas konfigurasi Wenner. Pengukuran dilakukan di 3 titik yang berada di daerah Cupak, Bukit Gadang dan Bukit Sundi. Terdapat tiga lintasan pengukuran dengan panjang lintasan 1050 m. Pengolahan data dilakukan menggunakan software IPI2WIN untuk mendapatkan pemodelan 1D resistivitas batuan terhadap kedalaman. Hasil pengolahan data menunjukkan pada lintasan 1 terdapat 3 lapisan batuan. Lapisan konduktif ditandai dengan nilai resistivitas <20 Ωm yang terdapat pada kedalaman di bawah 109 m. Lapisan ini diinterpretasikan sebagai batuan lempung dan berfungsi sebagai caprock (batuan penudung) Gunung Talang. Lintasan 2 menunjukkan adanya 4 lapisan batuan, dengan tidak ditemukan keberadaan zona caprock, tapi pada hasil pemodelan terdapat penurunan nilai resistivitas mulai dari kedalaman 78,7 m. Pada lintasan 3 menunjukkan 4 lapisan batuan dan pada lintasan ini juga tidak teridentifikasi zona caprock panas bumi.Kata kunci: caprock, gunung talang, konfigurasi wenner, metode resistivitas
Verifikasi Luas Lapangan Radiasi penyinaran Linac Tipe Clinac CX Terintegrasi Electronic Portal Imaging Device (EPID) Menggunakan Teknik IMRT Di RSP Universitas Andalas Bagus Sidik Waskito Hadi; Dian Milvita
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.438 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.334-338.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk memverifikasi luas lapangan radiasi penyinaran pesawat Linac tipe Clinac CX terintegrasi EPID dengan teknik IMRT. Verifikasi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pesawat Linac yang dimiliki oleh RSP Universitas Andalas. Pesawat Linac adalah alat terapi radiasi eksternal yang digunakan untuk mengobati penyakit kanker. Electronic Portal Imaging Device (EPID) adalah perangkat tambahan yang terintegrasikan pada perangkat Linac dan digunakan untuk  verifikasi dosis radiasi penyinaran. Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) merupakan teknik radioterapi yang menggunakan banyak lapangan radiasi dalam penyinarannya.  Penelitian menggunakan Multi Cube sebagai pengganti tubuh pasien.  Variasi luas lapangan yang digunakan pada penelitian ini adalah lapangan  persegi   (5 x 5)  cm2 sampai (29 x 29) cm2 dengan interval 2 cm dan dengan  energi berkas foton 6 MV dan 10 MV.  Hasil verifikasi luas lapangan radiasi penyinaran menunjukkan hubungan yang linear antara MU penyinaran Linac dan Luas lapangan radiasi untuk energi 6 MV dengan nilai R2 sebesar 0,9362 dan energi 10 MV dengan nilai R2 sebesar 0,9213.  Verifikasi luas lapangan menunjukkan semakin besar luas lapangan radiasi, maka semakin besar pula MU penyinaran Linac yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa Linac tipe Clinac CX milik rumah sakit Universitas Andalas berada dalam kondisi baik dan dapat digunakan untuk mengobati pasien penyakit kanker.Kata kunci: Electronic Portal Imaging Device (EPID),  Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT), Linac,  Multi Cube.
Pengaruh Persentase Serbuk Ampas Tebu terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Papan Semen Partikel Wenni Fitri; Mora Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.853 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.367-373.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh persentase serbuk ampas tebu terhadap sifat fisik dan mekanik papan semen partikel.  Uji sifat fisik meliputi uji densitas, daya serap air dan porositas, sedangkan uji sifat mekanik terdiri dari uji kuat tekan dan kuat lentur dengan perawatan papan selama 28 hari.  Persentase serbuk ampas tebu yang digunakan adalah 0%; 2,5%; 5%; 7,5% dan 10% terhadap volume cetakan dengan ukuran 100 mesh. Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa densitas terendah dicapai papan semen partikel sebesar 1,696 g/cm3 dengan penambahan 10% serbuk ampas tebu, daya serap air rata-rata tertinggi pada papan semen partikel sebesar 12,77% dengan  persentase serbuk ampas tebu 10 %, porositas rata-rata tertinggi pada papan semen partikel sebesar 21,67% dengan  persentase serbuk ampas tebu 10 %.  Hasil penelitian untuk uji sifat mekanik menunjukkan bahwa kuat tekan rata - rata tertinggi adalah 52,4 kg/cm2 dengan penambahan serbuk ampas tebu 5 % dan kuat lentur rata - rata tertinggi pada papan semen partikel adalah 40,5 kg/cm2 dengan penambahan serbuk ampas tebu 0%.  Penambahan 5% serbuk ampas tebu merupakan persentase optimum pada uji kuat tekan yang dapat ditambahkan pada papan semen partikel.  Nilai densitas dan daya serap air telah memenuhi SNI 03-2105-2006, namun untuk uji sifat mekaniknya belum memenuhi SNI 03-2105-2006.Kata kunci: densitas, daya serap air, porositas,  serbuk ampas tebu, kuat lentur, kuat tekan, papan semen.
Identifikasi Gas Hidrat pada Cekungan Simeuleu di Lintasan BGR-135 Menggunakan Analisis AVO (Amplitude Versus Offset) Rahmi Nanda Pertiwi; Trevi Jayanti Puspasari; Elistia Liza Namigo; Dwi Pujiastuti
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.495 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.305-311.2018

Abstract

Pengolahan data seismik laut 2D menghasilkan indikasi adanya gas hidrat pada lintasan BGR-135 yang kemudian divalidasi dengan analisis Amplitude Versus Offset (AVO). Daerah penelitian berlokasi di Cekungan Simeuleu yang terdapat di  pantai barat Sumatera. Software ProMax digunakan untuk pengolahan data seismik dan Software HRS (Humpson Russel) untuk analisis AVO. Pengolahan data seismik dimulai dari input raw data serta dilakukan proses prosesing (filtering, editing, dekonvolusi, analisis kecepatan, stacking, migrasi) hingga didapatkan output  berupa data pre stack dan post stack. Data post stack kemudian diinterpretasi untuk menentukan zona fokus yang mengindikasikan keberadaan gas hidrat yang ditandai dengan kenampakan Buttom Simulating Reflector (BSR). Dari hasil interpretasi, indikasi kehadiran BSR  terdapat pada CDP 26318 sampai 26354 dan TWT 1590 ms sampai 1660 ms.  Data seismik pre stack yang telah ditentukan batasan CDP dan kedalaman dari zona fokus, dijadikan input untuk analisis AVO.  Analisis AVO dilakukan pada  rentang daerah target di lapisan terindikasi BSR dengan menentukan nilai gradient dan crossplot. Dari analisis diperoleh nilai gradient positif dan crossplot berada pada kuadran AVO kelas III. Gradient positif menandakan adanya anomali amplitudo pada zona fokus sedangkan AVO kelas III menandakan adanya indikasi hidrokarbon pada zona fokus.Kata kunci : Analisis Versus Offset (AVO) , Gas hidrat, Bottom Simulating Reflector (BSR), Cekungan Simeuleu
Analisis Sifat Fisis dan Ketahanan Atas Natrium Sulfat Paving Block dengan Variasi Serbuk Cangkang Langkitang (Faunus ater) dan Penambahan Serat Ijuk (Arrenge pinnata) Mutia Sukma Dewi; alimin mahyudin
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.776 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.339-345.2018

Abstract

Telah dilakukan analisis sifat fisis dan ketahanan terhadap natrium sulfat paving block dengan variasi serbuk cangkang langkitang dan penambahan serat ijuk. Persentase serbuk cangkang langkitang  yang digunakan dalam agregat halus yaitu 0%,10%, dan 20%. Persentase serat  yang digunakan sebagai bahan tambahan sebesar  0%, 1%, 3%, dan 4% dengan penyusunan serat secara acak (randomly oriented). Pengujian yang dilakukan yaitu uji sifat fisis berupa kuat tekan, kuat lentur, daya serap air dan pengujian ketahanan terhadap natrium sulfat. Pengujian dilakukan setelah paving  block berumur  28 hari. Kuat tekan dan kuat lentur diuji menggunakan Universal Testing Machine (UTM) PP 24-1283. Kuat tekan tertinggi sebesar 18,500 kN diperoleh pada paving block dengan persentase serbuk cangkang langkitang 20% dan serat ijuk 10%. Kuat lentur tertinggi diperoleh pada sampel dengan persentase serbuk cangkang langkitang 10% dan ijuk 1% dan 3% dan serbuk cangkang 20% serat ijuk 4%. Daya serap air rerata terendah sebesar 0,0033% dengan persentase serbuk cangkang langkitang 0% dan serat ijuk 3%. Kehilangan massa terbesar paving block setelah direndam menggunakan natrium sulfat terjadi pada persentase serbuk cangkang langkitang 20%. Penggunaan serbuk cangkang langkitang sebagai agregat pengganti pasir menyebabkan penurunan kuat tekan paving block,  namun ketika serbuk cangkang langkitang digunakan sebagai agregat tambahan mampu meningkatkan kuat tekan paving block. Berdasarkan kuat tekannya rata-rata paving block yang  dibuat memenuhi standar mutu C hingga mutu B SNI 3-0691-1996.Kata kunci: paving block, cangkang langkitang, serat ijuk, kuat tekan, kuat lentur, uji natrium sulfat, daya serap.
Rancang Bangun Sistem Alarm Gempa Bumi Menggunakan Prinsip Gaya Pegas dan Penginderaan Medan Magnetik Andre Rizki Naldi; Wildian Wildian
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.152 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.374-378.2018

Abstract

Telah dirancang sistem alarm gempa bumi dengan memanfaatkan prinsip gaya pegas dan penginderaan medan magnet menggunakan sensor Efek Hall.  Sistem terdiri dari dua perangkat keras yaitu sistem sensor Efek Hall dan mikrokontroler Atmega 328.  Pengujian alarm gempa dilakukan dengan menjatuhkan massa dengan memvariasikan ketinggian beban yaitu 20 cm, 30 cm , and 40 cm, variasi jarak jatuh ke sensor 10 - 200 cm, dan variasi massa beban jatuh (200 g, 400 g, dan 600 g).  Acuan yang digunakan untuk menandakan getaran gempa bumi adalah 2 MMI (Modified Mercally Intansity) yaitu benda-benda ringan yang digantung bergoyang.  Dari hasil pengujian didapatkan bahwa sensor masih peka dalam mendeteksi getaran dengan semua variasi ketinggian dan massa beban pada jarak maksimum 90 cm.Kata-kunci : sistem alarm gempa, medan magnet, sensor Efek Hall, MMI, Mikrokontroler Atmega 328
Identifikasi Bulir Superparamagnetik sebagai Prekursor Longsor di Daerah Bukit Lantiak Kecamatan Padang Selatan Kota Padang Sundari Fatma Effendi; Arif Budiman
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.435 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.312-319.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi bulir super paramagnetik sebagai prekursor longsor di Bukit Lantiak Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. Sampel diambil pada empat lintasan, dengan setiap lintasan terdapat sepuluh titik pengambilan sampel. Pengukuran nilai suseptibilitas magnetik menggunakan Bartington Magnetic Suseptibility Meter  yang diukur pada dua frekuensi, yaitu low frequency 0,465 kHz (χLF) dan high frequency 4,65kHz (χHF). Hasil pengukuran nilai suseptibilitas volum yang didapat dari sampel merupakan mineral Ferrimagnetik, dan nilai suseptibilitas massa yang didapat sampel mengandung mineral Hematit (Fe2O3). Dari analisis hubungan antara ketinggian dan suseptibilitas magnetik sampel, diduga dua lintasan mengalami erosi. Hal ini dikarenakan nilai suseptibilitas magnetik bertambah dengan berkurangnya dengan ketinggian. Berdasarkan keberadaan bulir superparamagnetik, Lintasan C dan D memiliki butiran lebih banyak dibandingkan sampel lokasi A dan B. Tanah yang memiliki butiran halus lebih mudah menyerap air karena memiliki luas permukaan yang lebih besar. Air yang terserap ke dalam tanah akan terakumulasi di atas bidang gelincir, sehingga dapat menyebabkan timbulnya gerak lateral pada tanah atau longsor. Berdasarkan hal tersebut Lintasan C dan D lebih besar kemungkinan terjadinya bencana longsor dibandingkan dengan Lintasan A dan B.Kata kunci: Bulir Superparamagnetik, Prekursor, Longsor, Suseptibilitas magnetik, Bukit Lantiak
Pemetaan Percepatan Tanah Maksimum dan Intensitas Gempa Kota Padang Menggunakan Rumusan Fukushima-Tanaka Fitri Gustiana; Dwi Pujiastuti; Maya Minangsih
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.915 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.346-352.2018

Abstract

Pemetaan nilai percepatan tanah maksimum (PGA) dan intensitas gempa di Kota Padang telah dilakukan menggunakan rumusan empiris Fukushima-Tanaka. Kota Padang digrid dengan spasi jarak 0,02⁰ untuk sumber gempa di Segmen Mentawai dan sekitarnya dari tahun 1976-2017. Perhitungan nilai percepatan tanah dilakukan pada setiap titik grid yang berjumlah 234 titik. Pemetaan dilakukan dengan memisahkan kejadian gempa sebelum dan sesudah gempa besar 30 September 2009. Nilai PGA sebelum gempa 30 September 2009 berkisar dari 48,27-94,2 gal dengan PGA terendah terdapat di Kecamatan Bungus Teluk dan PGA tertinggi di Kecamatan Koto Tangah. Nilai PGA sesudah gempa 30 September 2009 berkisar dari 76,10-96,58 gal dengan PGA terendah terdapat pada sebagian Kecamatan Bungus Teluk, sedangkan PGA tertinggi terdapat di Kecamatan Koto Tangah, Padang Utara, dan sebagian Kecamatan Padang Barat. Intensitas gempa sebelum gempa 30 September 2009 berskala VI MMI pada Kecamatan Bungus Teluk, Padang Selatan dan sebagian Padang Barat, Lubuk Begalung, dan Lubuk Kilangan, selain kecamatan tersebut berskala VII MMI. Intensitas gempa sesudah gempa 30 September 2009 berskala VII MMI pada semua kecamatan di Kota Padang. Hal ini menunjukkan terjadinya perluasan daerah dengan intensitas VII MMI di Kota Padang setelah gempa 30 September 2009.Kata kunci: PGA, Fukushima-Tanaka, intensitas gempa, Segmen Mentawai
Pengaruh Zeolit Sintetis Terhadap Stabilitas dan Sensitivitas Biosensor Asam Urat Berbasis Lactobacillus Plantarum Menggunakan Metode Voltametri Siklik Faizah Faizah; Dwi Puryanti; Afdhal Muttaqin
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.633 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.4.379-385.2018

Abstract

Pembuatan material biosensor termodifikasi zeolit sintetis telah dilakukan untuk mendeteksi asam urat.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh zeolit sintetis pada material biosensor asam urat terhadap stabilitas dan sensitivitas sensor. Penggunaan biosensor untuk mengukur asam urat menggunakan urikase yang dihasilkan dari bakteri Lactobacillus plantarum. Pemodifikasian material biosensor menggunakan zeolit sintetis kandungan Sodalit yang ditambahkan dalam campuran grafit dan paraffin. Elektroda pasta karbon (EPK) dibuat dengan komposisi grafit: paraffin sebesar 70 mg: 30 mg, sedangkan elektroda pasta karbon termodifikasi zeolit (EPKZ) dengan komposisi grafit: paraffin: zeolit sebesar 50 mg: 30 mg: 20 mg. Didalam masing-masing elektroda diteteskan 7,5 μl pelet L.plantarum (EPKZLP). Pengujian kinerja elektroda dilakukan menggunakan Voltametri Siklik. Hasil pemodifikasian mempengaruhi performa biosensor seperti sensitivitas, dan stabilitas. Arus tertinggi dihasilkan oleh EPKZLP dengan rentang arus 0,0143 – 0,0592 mA. Sensitivitas terbaik dihasilkan pada EPKZLP dengan nilai sebesar 0,031 mAcm-2mM-1. Kestabilan terbaik didapatkan pada EPKZLP dengan presentase kestabilan pada hari ke-14 sebesar 30,9 %. Standar deviasi rata-rata yang dihasilkan pada penelitian ini 0.0024 mA dengan nilai kesalahan relatif masing-masing sebesar 7,8%.Kata-kata kunci: biosensor asam urat, zeolit, sodalit, sensitivitas, stabilitas.

Page 32 of 179 | Total Record : 1790