cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Analisis Risiko Karsinogenik Paparan PM10 Terhadap Pedagang di Kelurahan Pasar Jambi Resti Ayu Lestari; Rizki Andre Handika; Solikhati Indah Purwaningrum
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.59-65.2019

Abstract

Particulate Matter 10 (PM10) is small particles with generally 10 μm  diameters. These particles can be inhaled and induce respiratory system disorders, such as breathlessness, lung cancer and even death. The purpose of this study was to analyze the carcinogenic level of health risks that were caused by PM10 exposure to vendors in Pasar Jambi. This study used observational research with Environmental Health Risk Assessment approach. The element of carcinogenic level in PM10 included Pb and Ni. Primary data of this study were vendors characteristics, Pb concentration and Ni concentration. The number of samples used was 95 people. The results showed that the average concentration of Pb and Ni at Pasar Jambi were 27.938x10-3 µg/m3 and 2.574x10-3 µg/m3. The average realtime intake of Pb and Ni were 7.015x10-7 mg/kg/day and 5.477x10-8 mg/kg/day. The average lifetime intake of Pb and Ni were 2.073x10-6 mg/kg/day and 1.619x10-7 mg/kg/day. Excess Lifetime Cancer Risk (ELCR) for Pb exposure to all samples was ≤10-6, as well as for Ni exposure. In conclusion, carcinogenic risk for vendors in Pasar Jambi was uncertain  and the carcinogenic level of health risk mostly safe for realtime and lifetime.Keywords :  PM10, Carcinogenic, Risk Assessment, Health      ABSTRAK  Particulate Matter 10 (PM10) adalah partikel kecil yang umumnya berdiameter ≤ 10 μm. Partikel-partikel ini dapat dihirup dan menyebabkan gangguan sistem pernapasan, seperti sesak napas, kanker paru-paru dan bahkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko kesehatan karsinogenik yang disebabkan oleh paparan PM10 terhadap pedagang di Pasar Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Analisis  Risiko Kesehatan Lingkungan. Unsur tingkat karsinogenik dalam PM10 adalah Pb dan Ni. Jumlah sampel yang digunakan adalah 95 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata Pb dan Ni di Pasar Jambi adalah 27,938x10-3 μg/m3 dan 2,574x10-3μg/m3. Asupan Pb dan Ni rata-rata realtime adalah 7,015x10-7mg/kg/hari dan 5,477x10-8 mg/kg/hari. Asupan Pb dan Ni rata-rata seumur hidup adalah 2,073x10-6 mg/kg/hari dan 1,619x10-7mg/kg/ hari. Excess Lifetime Cancer Risk (ELCR) untuk paparan Pb dan Ni untuk semua sampel adalah ≤10-6. Kesimpulannya, risiko karsinogenik bagi pedagang di Pasar Jambi masih aman dan belum berdampak karsinogenik.Kata Kunci : PM10, Karsinogenik, Analisis Risiko, Kesehatan 
Analisis Timbulan, Komposisi dan Potensi Daur Ulang Sampah Di Kampus Politeknik ATI Padang Seprimon Seprimon; Rizki Aziz; Candrianto Candrianto
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.66-70.2019

Abstract

 The purpose of this research is to analyze the generation, composition, and potential of waste recycling at the campus of Polytechnic ATI Padang with the number of samples and sampling method determined based on SNI 19-3964-1994. The average waste generation on the campus of Polytechnic ATI Padang is 0.0076 kg/o/h for unit weight or 0.0922 l/o/h for unit volume. Based on the source, waste generation of administrative facilities 0.1456 l/o/h, classroom 0.0106 l/o/h, ukm facilities 0.0865 l/o/h, library facilities 0.0898 l/o/h, lecturer’s room 0.1971 l/o/h, canteen 0.1442 l/o/h, laboratory 0,1204 l/o/h, worship facilities 0,0353 l/o/h, and yard/garden 0,0847 l/m2/h. The composition of garbage on the campus of Polytechnic ATI Padang is dominated by dry waste 63,40 %, which consists of paper waste 26,49 %, plastic 28,24 %, textile 0,08 %, rubber 0.40 %, glass 0,38 %, metal 0,05 %, cans 0,95 % , and etc 6,81% and wet garbage 36,60 % consisting of food waste 13,32 %, waste page 23,07 % and wood 0,21 %. Potentially recycled waste components are paper waste 60,41 %, plastic 94,85 %, glass 57,50 %, 100 % garbage can, 100 % yard waste, and food waste 82,80%. The average potential of recycling garbage on campus of Polytechnic ATI Padang is 74,39 % consisting of recycling potential of dry waste 52.05% and recycling potential of wet waste 22.34 %.Keywords : waste generation, garbage composition, waste recycling potential, Polytechnic ATI Padang     ABSTRAK  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pembangkitan, komposisi, dan potensi daur ulang limbah di kampus Politeknik ATI Padang dengan jumlah sampel dan metode pengambilan sampel ditentukan berdasarkan SNI 19-3964-1994. Rata-rata timbulan sampah di kampus Politeknik ATI Padang adalah 0,0076 kg / o / jam untuk satuan berat atau 0,0922 l / o / jam untuk volume unit. Berdasarkan sumbernya, timbulan limbah fasilitas administrasi 0,1456 l / o / jam, ruang kelas 0,0106 l / o / jam, fasilitas ukm 0,0865 l / o / jam, fasilitas perpustakaan 0,0898 l / o / jam, ruang dosen 0,1971 l / o / jam h, kantin 0,1442 l / o / h, laboratorium 0,1204 l / o / jam, fasilitas ibadah 0,0353 l / o / jam, dan halaman / taman 0,0847 l / m2 / jam. Komposisi sampah di kampus Politeknik ATI Padang didominasi oleh sampah kering 63,40%, yang terdiri dari limbah kertas 26,49%, plastik 28,24%, tekstil 0,08%, karet 0,40%, kaca 0,40%, gelas 0, 38%, logam 0,05%, kaleng 0,95%, dan lain-lain 6,81% dan sampah basah 36,60% terdiri dari limbah makanan 13,32%, limbah halaman 23,07% dan kayu 0,21%. Komponen limbah yang berpotensi didaur ulang adalah limbah kertas 60,41%, plastik 94,85%, gelas 57,50%, tong sampah 100%, limbah halaman 100%, dan limbah makanan 82,80%. Potensi rata-rata sampah daur ulang di kampus Politeknik ATI Padang adalah 74,39% yang terdiri dari potensi daur ulang limbah kering 52,05% dan potensi daur ulang limbah basah 22,34%. Kata Kunci: timbulan sampah, komposisi sampah, potensi daur ulang, Politeknik ATI Padang 
Evaluasi Penerapan Kampus Berkelanjutan dengan UI GreenMetric di Universitas Andalas Elita Amrina; Fitri Suryani
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.95-104.2019

Abstract

University can generate a significant impact to environment due to the high usage of materials, high usage of water, high consumption of energy, massive waste, extensive transportation, and extensive development of buildings and facilities. Thus, sustainable campus is become an important issue to university. This paper evaluates the implementation of sustainable campus in Andalas University using UI GreenMetric. The metric consists of six criteria divided into 39 indicators. A questionnaire is then designed and a total of 30 experts are consulted to determine the implementation level of sustainable campus. The results indicated setting and infrastructure as the most widely implemented criterion of sustainable campus in Andalas University. Otherwise, transportation is suggested as the least implemented criterion. The suggestions are then proposed to improve the transportation criterion consisting of improving the facilities and infrastructure of campus transportation, improving the schedule of campus bus, developing the car polling program, limiting the parking area, restricting the motor vehicle, promoting the cycling and walking campaign, and developing the environmentally sound transportation. It hoped the proposed suggestions can assist the university to continously improve the sustainable campus performance.Keywords: Sustainable Campus, Transportation, UI GreenMetric, UniversityABSTRAKUniversitas dapat menghasilkan dampak yang signifikan terhadap lingkungan karena tingginya penggunaan bahan, penggunaan air yang tinggi, konsumsi energi yang tinggi, limbah yang masif, transportasi yang ekstensif, dan pengembangan bangunan dan fasilitas yang ekstensif. Sehingga kampus berkelanjutan menjadi isu penting bagi universitas. Makalah ini mengevaluasi implementasi kampus berkelanjutan di Universitas Andalas menggunakan UI GreenMetric. Ukuran yang digunakan terdiri atas enam kriteria yang terbagi menjadi 39 indikator. Kuesioner kemudian dirancang dan konsultasi terhadap 30 pakar dilakukan untuk menentukan tingkat implementasi kampus berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan penataan dan infrastruktur sebagai kriteria kampus berkelanjutan yang paling banyak diterapkan di Universitas Andalas. Sebaliknya, transportasi diperoleh sebagai kriteria yang paling rendah diterapkan. Usulan perbaikan kemudian dirancang untuk meningkatkan kriteria transportasi yang terdiri atas meningkatkan fasilitas dan infrastruktur transportasi kampus, meningkatkan jadwal bus kampus, mengembangkan program polling car, membatasi area parkir, membatasi kendaraan bermotor, mempromosikan kampanye bersepeda dan berjalan kaki, dan mengembangkan transportasi yang ramah lingkungan. Usulan tersebut diharapkan dapat membantu universitas untuk terus meningkatkan kinerja kampus yang berkelanjutan.Kata kunci: Kampus berkelanjutan, transportasi, UI GreenMetric, universitas  
Dampak Lingkungan Akibat Kegiatan Pariwisata di Kota Bukittinggi Nofriya Nofriya; Ardinis Arbain; Sari Lenggogeni
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.86-94.2019

Abstract

 Environmental pressure caused by tourism activities is increasing in line with the number of visitors and the development of infrastructure-related tourism to meet the needs of tourists who visit the tourist attractions. This leads to the increasing of the amount of solid and liquid waste, pollution, sanitation and aesthetic problems. Bukittinggi has a leading tourist attractions that are almost all located within the city making it easier for tourists to travel to various locations. A thorough concern on environmental sustainability has not been undertaken by the tourism sector of Bukittinggi City. Bukittinggi is currently overshadowed by the concerns of the carrying capacity of the city to accommodate several functions simultaneously within a limited area. The purpose of this research is to analyze the environmental problems caused by tourism activities in Bukittinggi City. This research was conducted by qualitative approach using in-depth interview to sector related with tourism, observation and literature study. Research activities conducted in June to October 2017. The results showed that tourism activities that tend to be centralized in the city center resulted in congestion and lack of parking space. The increase in tourists is followed by increased waste generation, energy use, CO2 emissions and water consumption. It is suggested to the government to synergize the policy of tourism development with the concept of sustainable development. Keywords: Sustainable Tourism , Tourism Environmental Impact, Ecotourism, Sustainable Development  ABSTRAK  Tekanan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan pariwisata semakin meningkat seiring dengan jumlah pengunjung dan pengembangan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Hal ini menyebabkan meningkatnya jumlah limbah padat dan cair, polusi, sanitasi dan masalah estetika. Kota Bukittinggi memiliki tempat-tempat wisata yang terkenal dan hampir semuanya terletak di dalam kota sehingga memudahkan wisatawan untuk melakukan perjalanan ke berbagai lokasi. Akan tetapi, perhatian menyeluruh terhadap kelestarian lingkungan belum dilakukan oleh sektor pariwisata. Sedangkan Kota Bukittinggi saat ini dibayangi oleh kekhawatiran daya dukung kota untuk mengakomodasi beberapa fungsi secara bersamaan dalam area terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan pariwisata di Kota Bukittinggi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan wawancara mendalam pada sektor yang terkait dengan pariwisata, observasi dan studi literatur. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Juni hingga Oktober 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pariwisata yang cenderung terpusat di pusat kota mengakibatkan kemacetan dan kurangnya tempat parkir. Peningkatan wisatawan diikuti oleh peningkatan timbulan sampah, penggunaan energi, emisi CO2 dan konsumsi air. Disarankan kepada pemerintah untuk mensinergikan kebijakan pengembangan pariwisata dengan konsep pembangunan berkelanjutan.Kata kunci: Pariwisata berkelanjutan, Dampak lingkungan pariwisata, Pembangunan berkelanjutan      
Penentuan Prioritas Rehabilitasi Perkerasan Lentur untuk Efisiensi Penambangan Material di Kendari Waode Murniati Sadia; Latif Budi Suparma; Sri Mulyani
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.105-115.2019

Abstract

Pavement with poor performance results in lower speeds resulting in increased pollution and vehicle maintenance costs. The number of roads are not proportional to the allocation of funds for maintaining and managing the road network. According to its characteristics, the performance of the road network would be decreased that indicated by pavement deterioration. This study aims to predict the rate of performance degradation, to know the optimal time of treatment segment/road segment and to determine the priority of treatment. Delayed pavement treatment will likely require more material, which will result in the exploitation of rock mines. This study covers a detailed performance assessment using Pavement Condition Index (PCI) method, it was done three times with 4 and 3 month time interval. This study was conducted on five streets in Kendari City with varios Average Annual Daily Traffic (AADT) and existing conditions. From the result of PCI value, regression analysis was used since it was suitable with performance decreation characteristic to find out the relationship of PCI value and the time. Treatment strategy are arranged based on critical PCI method. The treatment costs were calculated by using the Bina Marga unit price analysis which was then projected to be the penalty cost. Priority of treatment were calculated by Simple Additive Weighting (SAW) method. From regression analysis obtained pavement with excellent rating gave longer time prediction than the lower rating. The treatment strategy divides five streets into 11 segments. From SAW analysis, obtained priority sequence of rehabilitation implementation for the first year: Boulevard street segment-1, Supu-Yusuf street segment-2, Supu-Yusuf segment-1, Balaikota-1 street; for the second year: Boulevard segment-2, Abunawas segment-2; Supu-Yusuf street segment-3, and third year: Boulevard segment-3, Buburanda segment-2, Buburanda street segment-1.Keywords: pavement, PCI, decreation rate, rehabilitationABSTRAKKinerja perkerasan yang buruk menyebabkan rendahnya kecepatan yang berakibat pada meningkatnya polusi dan biaya perawatan kendaraan. Namun jumlah jalan tidak sebanding dengan alokasi dana untuk memelihara dan mengelola jaringan jalan. Menurut karakteristik, kinerja jaringan jalan akan menurun yang ditunjukkan oleh kemunduran perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju penurunan kinerja, untuk mengetahui waktu optimal segmen perawatan / segmen jalan dan untuk menentukan prioritas perawatan. Perawatan perkerasan yang tertunda cenderung akan membutuhkan material lebih banyak, yang akan mengakibatkan ekploitasi tambang batuan. Penelitian ini mencakup penilaian kinerja rinci menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), dilakukan tiga kali dengan interval waktu 4 dan 3 bulan. Penelitian ini dilakukan di lima jalan di Kota Kendari dengan varios Lalu Lintas Harian Rata-Rata Tahunan (AADT) dan kondisi yang ada. Dari hasil nilai PCI, analisis regresi digunakan karena sesuai dengan karakteristik penurunan kinerja untuk mengetahui hubungan nilai PCI dan waktu. Strategi perawatan disusun berdasarkan metode PCI kritis. Biaya perawatan dihitung dengan menggunakan analisis harga unit Bina Marga yang kemudian diproyeksikan menjadi biaya penalti. Prioritas perawatan dihitung dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Dari analisis regresi diperoleh perkerasan dengan peringkat sangat baik memberikan prediksi waktu yang lebih lama daripada peringkat yang lebih rendah. Strategi perawatan membagi lima jalan menjadi 11 segmen. Dari analisis SAW, diperoleh urutan prioritas pelaksanaan rehabilitasi untuk tahun I: jalan Boulevard segmen-1, jalan Supu-Yusuf segmen-2, Supu-Yusuf segmen-1, jalan Balaikota-1; untuk tahun II: Boulevard segmen-2, Abunawas segmen-2; Jalan Supu-Yusuf ruas-3, dan tahun ketiga: Boulevard ruas-3, Buburanda ruas-2, Ruas jalan Buburanda-1.Kata kunci: Trotoar, PCI, Tingkat Penurunan, Rehabilitasi  
Analisis Kebijakan Pembentukan UPTD Laboratorium di Kab. Pesisir Selatan sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Konstruksi Yosritzal Yosritzal; Titi Kurniati; Eka Hasmatati Putri
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.116-122.2019

Abstract

Pesisir Selatan Regency is a large regency at the south part of West Sumatera Province, Indonesia. Pesisir Selatan is prone to earthquake disaster because its location is above a fault lines. Therefore, a good quality and standardize building is a must in the region. However, Pesisir Selatan has no certified laboratory to test material for construction job as part of the quality assurance. Furthermore, the limited access to big cities such as Padang, made it difficult to bring and test the material to Padang. As the access is limited, testing for construction material and samples was conducted in a non-certified laboratory provided by local government. The result of the laboratory test could not be accounted for because the laboratory has not been certified. Anticipating the potential disaster in the future, the local government decided to develop a proper laboratory unit called Unit Pelaksana Tugas Daerah Laboratorium (Laboratory Regency Task Force Unit). The main task of the unit is to develop a standardize laboratory and make a preparation for administering the laboratory certification. However, the development of the unit should be carefully studied because it will need a significant cost for development and maintain the equipment. This paper presents the feasibility study for the development of the unit based on their current condition and the prospective of income in the future. First, an audit of existing equipment, staffs, and building was conducted and then prospective of income was estimated. The audit of existing laboratory equipment and staffs was based on secondary data from the existing laboratory. Prospective income was estimated from spatial plans and long-term development plan of the regency. Furthermore, in order to know the opinion of government and the user of the laboratory, a questionnaire was distributed. Data shows that the development of the unit is feasible but some improvements should be conducted.Keywords: Composition, Generation, Hazardous Solid Waste (HSW), Municipal service facilitiesABSTRAKKabupaten Pesisir Selatan adalah kabupaten besar di bagian selatan Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Pesisir Selatan rentan terhadap bencana gempa bumi karena lokasinya berada di atas garis patahan. Oleh karena itu, kualitas dan standardisasi bangunan yang baik adalah suatu keharusan di wilayah ini. Namun, Pesisir Selatan tidak memiliki laboratorium bersertifikat untuk menguji bahan untuk pekerjaan konstruksi sebagai bagian dari jaminan kualitas. Selain itu, terbatasnya akses ke kota-kota besar seperti Padang, membuatnya sulit untuk membawa dan menguji materi ke Padang. Karena aksesnya terbatas, pengujian untuk bahan bangunan dan sampel dilakukan di laboratorium non-sertifikasi yang disediakan oleh pemerintah daerah. Hasil uji laboratorium tidak dapat dipertanggungjawabkan karena laboratorium belum disertifikasi. Mengantisipasi potensi bencana di masa depan, pemerintah daerah memutuskan untuk mengembangkan unit laboratorium yang tepat yang disebut Unit Pelaksana Tugas Daerah Laboratorium. Tugas utama unit ini adalah mengembangkan laboratorium ter standardisasi dan membuat persiapan untuk administrasi sertifikasi laboratorium. Namun, pengembangan unit harus dipelajari dengan hati-hati karena akan membutuhkan biaya yang signifikan untuk pengembangan dan pemeliharaan peralatan. Makalah ini menyajikan studi kelayakan untuk pengembangan unit berdasarkan kondisi mereka saat ini dan prospek pendapatan di masa depan. Langkah pertama yang dilakukan adalah audit terhadap peralatan, staf, dan bangunan yang ada dan berikutnya dilakukan estimasi pendapatan ketika laboratorium beroperasi. Audit peralatan dan staf laboratorium yang ada didasarkan pada data sekunder dari laboratorium yang ada. Pendapatan prospektif diperkirakan dari rencana tata ruang dan rencana pembangunan jangka panjang kabupaten. Selanjutnya, dilakukan pembagian kuesioner untuk mengetahui pendapat pemerintah dan pengguna laboratorium. Data menunjukkan bahwa pengembangan unit ini layak tetapi beberapa perbaikan harus dilakukan. Kata kunci: Komposisi, Pembangkitan, Limbah Padat Berbahaya (HSW), fasilitas layanan kota  
Timbulan dan Komposisi Sampah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Sarana Pelayanan Kota Di Kota Padang Yenni Ruslinda; Ade Supratman; Nur Indah Lestari
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.71-76.2019

Abstract

Generation and composition data of solid waste was the initial data needed in solid waste management system planning. This research aims to measure and analyze the generation and composition of Hazardous Solid Waste (HSW) from the source of municipal service facilities in Padang City. Municipal service facilities studied include recreation facilities, beaches, parks, and roads. Determination of the number of samples based on SNI 19-3964-1994 with the total sample of 11 samples and confidence level of 99.77%. Results of the study showed that total HHW generation from municipal service facilities in Padang city was 394.67 kg/day (2,312.41 liters/day), with the generation average of 0.000220 kg/m2/day in weight basis or 0.001262 liters/m2/day in volume basis. The percentage of HHW generation to total solid waste of municipal service facilities in Padang City was 0.95% in weight basis or 0.61% in volume basis. The largest composition of HHW from municipal service sources based on the type of use was body care products by 84% and based on general characteristics is toxic by 87%.Keywords: Composition, Generation, Hazardous Solid Waste (HSW), Municipal service facilitiesABSTRAKData timbulan dan komposisi sampah merupakan data awal yang dibutuhkan dalam perencanaan sistem pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis timbulan dan komposisi sampah B3 yang berasal dari sarana pelayanan di Kota Padang. Sarana pelayanan kota dalam penelitian ini meliputi sarana rekreasi, pantai, taman, dan penyapuan jalan. Penentuan jumlah sampel berdasarkan SNI 19-3964-1994, dengan jumlah sampel sebanyak 11 buah dan tingkat kepercayaan 99,77%. Dari hasil penelitian diperoleh timbulan sampah B3 dari sarana palayanan di Kota Padang sebesar 394.67 kg/hari (2,312.41 liter/hari) dengan satuan timbulan rata-rata 0,000220 kg/m2/hari dalam satuan berat atau 0,001262 liter/m2/hari dalam satuan volume. Persentase timbulan sampah B3 di dalam total sampah pelayanan kota di Kota Padang adalah 0,95% dalam satuan berat atau 0,61% dalam satuan volume. Komposisi sampah B3 terbesar dari sumber pelayanan kota berdasarkan jenis penggunaannya merupakan produk perawatan badan sebesar 84% dan berdasarkan karakteristiknya bersifat toksik sebesar 87%.Kata kunci: Komposisi, Timbulan, B3, Sumber pelayanan kota  
Studi Kandungan Logam Berat (As, Cd, Cr, Pb Dan Hg) dalam Particulate Matter 10 Mikron (PM10) di Beberapa Ruas Jalan Kota Medan Isra' Suryati; M Nasri Akbar; Nurrakhmah Latifah
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.77-85.2019

Abstract

The increase in population is directly proportional to the increase in transportation facilities. Medan city as one of the metropolitan cities also experienced an increase in the number of vehicles ± 0.6% / year. Motorized vehicles are one source of emissions in reducing urban air quality. One parameter that has a direct impact on health is particulate matter of 10 microns (PM10). This study aims to analyze the content of heavy metals (As, Cd, Cr, Hg and Pb) in PM10 from direct measurements on SM Raja Street, Balai Kota Street and Pinang Baris Street. Analysis of heavy metal content in PM10 is carried out by Inductively Coupled Plasma (ICP). Based on the observation of traffic volume in these 3 (three) roads, the highest number of vehicles is on SM Raja Street which is 8,417 units/hour (morning) and 10,043 units/hour (afternoon). The high number of vehicles on SM Raja Street because this road is a cross-province road. PM10 measurement results are 271,505 μg/Nm3 on SM Raja Street, 92,75 μg/Nm3 at Pinang Baris Street and 85,035 μg/Nm3 at Balai Kota Street. When compared with the national ambient air quality standard (150 μg / Nm3) which exceeds the quality standard is SM Raja Street. The content of some heavy metals in PM10 on several roads in Medan City for As parameters (0.57 - 1.80 μg/Nm3), Cd (1.97 - 3.63 μg/Nm3), Cr (0.08 - 0, 15 μg/Nm3), Hg (0.57 - 0.99 μg/Nm3) and Pb (0.45 - 0.63 μg/Nm3). One way to reduce heavy metal content in PM10 is to increase the area of green open space in Medan City.Keywords: Heavy metals, PM10, area of green, transportation ABSTRAKPeningkatan populasi berbanding lurus dengan peningkatan fasilitas transportasi. Kota Medan sebagai salah satu kota metropolitan juga mengalami peningkatan jumlah kendaraan ± 0,6% / tahun. Kendaraan bermotor adalah salah satu sumber emisi dalam mengurangi kualitas udara perkotaan. Salah satu parameter yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan adalah partikel 10 mikron (PM10). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat (As, Cd, Cr, Hg dan Pb) di PM10 dari pengukuran langsung di Jalan SM Raja, Jalan Balai Kota dan Jalan Pinang Baris. Analisis kandungan logam berat dalam PM10 dilakukan oleh Inductively Coupled Plasma (ICP). Berdasarkan pengamatan volume lalu lintas di 3 (tiga) jalan ini, jumlah kendaraan tertinggi adalah di Jalan SM Raja yaitu 8.417 unit / jam (pagi) dan 10.043 unit / jam (sore). Tingginya jumlah kendaraan di Jalan SM Raja karena jalan ini merupakan jalan lintas provinsi. Hasil pengukuran PM10 adalah 271.505 μg / Nm3 di Jalan SM Raja, 92,75 μg / Nm3 di Jalan Pinang Baris dan 85.035 μg / Nm3 di Jalan Balai Kota. Jika dibandingkan dengan standar kualitas udara ambien nasional (150 μg / Nm3) yang melebihi standar kualitas adalah Jalan SM Raja. Kandungan beberapa logam berat dalam PM10 pada beberapa jalan di Kota Medan untuk parameter As (0,57 - 1,80 μg / Nm3), Cd (1,97 - 3,63 μg / Nm3), Cr (0,08 - 0, 15 μg / Nm3), Hg ( 0,57 - 0,99 μg / Nm3) dan Pb (0,45 - 0,63 μg / Nm3). Salah satu cara untuk mengurangi kandungan logam berat di PM10 adalah dengan meningkatkan area ruang terbuka hijau di Kota Medan.Kata Kunci: logam berat, PM10, terbuka hijau, transportasi
Kerentanan Ketersedian Air Bersih dan Penyakit Akibat Perubahan Iklim dan Strategi Adaptasi Muchsin Riviwanto; Defriani Dwiyanti
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.123-130.2019

Abstract

 Climate change is characterized by a prolonged dry season, which has an effect on decreasing water availability. Before a drought strikes, the community needs to make a self-defense effort by adapting to conditions. This research was aimed to determine the vulnerability of clean water and diseases due to climate change and adaptation strategy efforts. This research was conducted with a quantitative positivistic-deductive approach. The unit of research analysis is the community in mountainous and coastal areas. The location of the study is in the South Solok Regency for the mountainous regions and the City of Padang representing the coastal area of West Sumatra Province. Samples were taken by means of multistage cluster random sampling. The level of vulnerability was analyzed descriptively against the dimensions of adaptive capacity, sensitivity and exposure. The results showed that the adaptive capacity index of coastal communities was 2.6 (low class) and mountainous area was 4.6 (high class). The sensitivity index in coastal areas is 9.2 (low class) and mountainous areas 10.4 (slightly higher class). The exposure index for coastal areas is 9.2 (vulnerable classes) and mountainous regions is 3.6 (non-vulnerable classes). The prevalence of diarrheal disease tends to be high in mountainous communities (13.3%) and malaria is more likely to occur in coastal communities (28.9%). Vulnerability index is a positive function of outcrop and sensitivity as well as a negative function of adaptability. The index of clean water and disease vulnerability due to climate change in coastal areas is 15.9 (slightly high class) and mountainous areas 3.6 (low class). The adaptation strategy of coastal communities in facing water crisis is to use the economic dimension. Whereas in the mountainous area is to use the social dimension.Keywords: vulnerability, clean water, diseases, strategy      ABSTRAK  Perubahan iklim ditandai dengan musim kemarau berkepanjangan, sehingga berpengaruh pada penurunan ketersediaan air. Sebelum terjadi bencana kekeringan, masyarakat perlu melakukan usaha pertahanan diri dengan cara adaptasi terhadap perubahan kondisi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerentanan air bersih dan penyakit akibat perubahan iklim serta upaya strategi adaptasi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif positivistik-deduktif. Unit analisis penelitian adalah masyarakat di daerah pegunungan dan pantai. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Solok Selatan untuk daerah pegunungan dan Kota Padang mewakili daerah pantai Provinsi Sumatera Barat. Sampel diambil dengan cara multistage cluster random sampling. Tingkat kerentanan dianalisis secara deskriptif  terhadap dimensi kapasitas adaptif, sensitivitas dan paparan. Hasil penelitian menunjukkan Indeks kapasitas adaptif masyarakat daerah pantai sebesar 2,6 (kelas rendah) dan daerah pegunungan sebesar 4,6 (kelas agak tinggi). Indeks sensitivitas di daerah pantai sebesar 9,2 (kelas rendah) dan daerah pegunungan 10,4 (kelas agak tinggi).  Indeks paparan daerah pantai sebesar 9,2 (kelas rentan) dan daerah pegunungan sebesar 3,6 (kelas tidak rentan). Prevalensi penyakit diare cendrung pada masyarakat pegunungan (13,3%) dan penyakit malaria lebih cendrung pada masyarakat Pantai (28,9%).  Indeks kerentanan merupakan fungsi positif dari singkapan dan kepekaan serta fungsi negatif dari kemampuan adaptasi. Indeks kerentanan air bersih dan penyakit akibat perubahan iklim pada daerah pantai sebesar 15,9 (kelas agak tinggi) dan daerah pegunungan  3,6 (kelas rendah). Strategi adaptasi masyarakat daerah pantai dalam menghadapi krisis air adalah dengan menggunakan dimensi ekonomi. Sedangkan pada daerah pegunungan adalah menggunakan dimensi sosial.Kata kunci: kerentanan , air bersih ,penyakit dan strategi                                          
Elektrokoagulasi untuk Penurunan Kadar Kromium (Cr), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS) pada Limbah Industri Penyamakan Kulit di Singosari Kabupaten Malang Tunggul Sutanhaji; Bambang Suharto; Shofiyunniswah Shofiyunniswah
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.131-138.2019

Abstract

The chromium compounds in the leather tannery wastewater come from the leather tanning process, which is uses 60-70% chromium sulphate compound. Electrocoagulation process generally uses aluminum or iron electrode which can act as sacrificial electrode (electrode acting as anode and cathode). The purposes of this research were to investigate the the removal of Chromium (total Cr), Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS), to find the optimum voltage and contact time in Total Chromium, COD and TSS in tannery wastewater. Method used was the laboratorical method with descriptive data analysis. Mathematical model used was experimental model. Aluminium the plate with 15 cm length and 7 cm width electrodes with voltage variation that are 6, 12 , and 24 Volt. The contact time variation were 20, 40, and 60 second. The observation parameter were Total Chromium, COD and TSS in triplicate. The results showed the quality standards parameter Total Chromium, COD and TSS reached at contact time 70 second by extrapolation. The most optimal electrocoagulation process of tannery wastewater in reducing total Total Chromium, COD and TSS concentrations occurred at 24 Volt with contact time 70 second. The removal efficiency of Total Chromium, COD and TSS were 99,99%; 97,33%; and 84,89%. The energy requirement at the time of 24 Volt voltage and contact time of 70 second, was 0.056 KWH. Determination test value (R2) for each parameter by to the voltage has a value range from 0.961314 to 1. Keywords : COD, Electrocoagulation Method, Tannery Wastewater, Total Chromium, TSS  ABSTRAK Industri penyamakan kulit yang proses produksinya menggunakan kromium sulfat 60-70% berpotensi mencemari lingkungan sekitar pabrik melalui pembuangan limbah cairnya.  Salah satu metode yang efektif untuk pengolahan limbah cair penyamakan kulit adalah dengan metode elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi umumnya menggunakan elektroda aluminium ataupun besi yang dapat berperan sebagai sacrificial electrode (elektroda yang berperan sebagai anoda dan katoda).  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penurunan kadar Kromium (Cr total), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) pada limbah cair penyamakan kulit dengan menggunakan metode elektrokoagulasi, serta mengetahui tegangan dan waktu kontak yang optimum dalam menurunkan kadar logam Kromium (Cr total), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS).  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode laboratorik dengan menggunakan analisis data grafik nomograf.  Metode elektrokoagulasi menggunakan aluminium sebagai plat elektroda dengan variasi tegangan 6 Volt, 12 Volt, dan 24 Volt, serta variasi waktu kontak 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. Parameter yang diamati, yaitu logam krom total (Cr total), TSS, dan COD dengan 3 kali pengulangan.  Proses elektrokoagulasi limbah cair penyamakan kulit paling optimal dalam menurunkankonsentrasi logam krom total (Cr total), TSS, dan COD terjadi pada tegangan 24 Volt dengan waktu kontak 70 menit. Persentase efisiensi removal pada logam krom total (Cr total) sebesar 99,99%. Persentase efisiensi removal pada TSS sebesar 84,89%; sedangkan % (persen) efisiensi removal pada COD sebesar 97,33%. Kebutuhan energi yang dibutuhkan pada saat tegangan 24 Volt dengan waktu kontak 70, yaitu 0,056 KWH.Nilai uji determinasi (R2) untuk masing-masing parameter yang di uji dengan variasi besarnya tegangan memiliki nilai range 0.961314 hingga 1. Kata Kunci : Elektrokoagulasi, Limbah Cair Penyamakan Kulit, Logam Krom, COD, TSS   

Page 1 of 1 | Total Record : 10