KOMUNITAS JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
KOMUNITAS: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam has been enlisted with p-ISSN: 2086-3357 and e-ISSN: 2540-9182 and published per semester on January-June and July-December by Department of Islamic Social Community Development of Dakwah and Communication Science of Universitas Islam Negeri Mataram (Mataram State Islamic University). This KOMUNITAS: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam focuses on contemporary islamic social community issues in Indonesia, related to development, welfare and gender, religion and media, religion and tourism, religion and community empowerment and other actual issues relevant to the focus and scope of journal.
Articles
94 Documents
ANALISIS DESKRIPTIF DESA WISATA RELIGI MLANGI BERBASIS KOMPONEN 3A (ATRAKSI, AKSESIBILITAS, AMENITAS) PARIWISATA.
S. Shofi'unnafi
KOMUNITAS Vol. 13 No. 1 (2022): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1253.893 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan komponen-komponen pariwisata dalam studi wisata religi di Desa Wisata Mlangi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara responden, observasi dilapangan dan kepustakaan berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menganalisa komponen 3A, Desa Wisata Religi Mlangi telah memenuhi sebagai destinasi wisata yang nampak dari 1) Atraksi sejarah dan budaya dalam bentuk peninggalan situs Masjid Jami’ Mlangi, situs Makam Kyai Noor Iman, serta kehidupan masyarakat lengkap dengan tradisi-tradisi yang masih dilestarikan. 2) Aksesibilitas, Desa Wisata Religi Mlangi memiliki kemudahan akses karena jarak yang cukup dekat dengan pusat kota, destinasis wisata lain, jalan besar dan simpul transportasi umum di Yogyakarta. Selain itu wisatawan juga mudah mendapatkan informasi terkait destinasi dari media sosial. 3). Amenitas, Desa Wisata Religi Mlangi terdapat berbagai fasilitas pendukung seperti penginapan, transportasi, tempat makan dan minum, tempat beribadah, lahan parkir dan tempat cenderamata.
STRATEGI PENGUATAN LITERASI DIGITAL BERBASIS KOMUNITAS DALAM PENGAWASAN PILKADA DI KALIMANTAN BARAT
Syarifah Ema Rahmaniah;
Jumadi Jumadi;
Annisa Rizqa Alamri
KOMUNITAS Vol. 13 No. 1 (2022): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1404.57 KB)
Prevention of violations can be used by increasing coordination and institutional cooperation by seeking synergies and also collaborative roles among stakeholders. This study aims to conduct a critical study of the conventional communication sovereignty model and attempt to reconstruct the importance of the community based communication sovereignty model, related to the importance of the community media with effort to build communication sovereignty in participatory election. This research uses descriptive qualitative. Data were obtained through indepth interviews, observation and literature study. Then the data analized with rationally based on certain logical. The result of this research found, 1) Monitoring Participatory election means public awareness and participation by monitoring the implementation of the election. 2) Conducting a study on election issues will help to prevent the violations. 3) Submitting information on alleged election violations and support the compliance of election participants & organizers to the provisionof laws and regulations
EKSISTENSI MAHASISWA MELALUI PEMBERDAYAAN BIDANG KEAGAMAAN DI NAGARI SIMANAU
irwandi irwandi
KOMUNITAS Vol. 13 No. 1 (2022): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2429.593 KB)
Abstract: Student involvement in religious activities is a must for students, especially students of the Department of Islamic Community Development (PMI) of the Faculty of Ushuluddin, Adab and Da'wah IAIN Batusangkar. This direct involvement is one form of applying science, especially in scientific studies of community development. Community service activities carried out by PMI students who are under the auspices of the PMI majors student association and their lecturers are carried out for one week located in Nagari Simanau Kab. solo. The research carried out in this activity is to see the extent to which students exist using a qualitative method with a descriptive approach. From the results of the research, it was found that the involvement of students in community service activities is very much needed because this involvement has a positive impact on the program and the actualization of activities in the future. Keywords: student; da'wah; devotion
HARMONI KOMUNIKASI LINTAS AGAMA BERBASIS EKONOMI DAN RITUAL: STUDI FENOMENOLOGI PADA KOMUNITAS MUSLIM DAN HINDU DI DESA LINGSAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT
Kadri Kadri
KOMUNITAS Vol. 13 No. 1 (2022): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (182.714 KB)
The two religious communities are able to share the available space as a work place, use the crops from farming for the performance of rituals together and utilize the Lingsar Gardens retribution money in turn. They utilize the public facilities in Lingsar Gardens together without conflict. The Muslim and Hindu communities also utilize the ritualistic facilities available in line with their purpose. The Hindu community pray in Gaduh Temple and at the same time the Muslim community perform cultural and religious rituals in a place that is available in the Lingsar Kemaliq complex.They also use the same place to perform the rice cake war as a united cultural ritual in an atmosphere of joyfulness and spirit of togetherness. The high tolerance of the Muslim and Hindu communities enables them to succeed in sharing the space at Lingsar Gardens while at the same time making this a pleasant public space.
PERAN KOMISI PERLINDUNGAN DAN PENGAWASAN ANAK DAERAH (KPPAD) PROVINSI KALBAR DALAM MENANGANI PROSTITUSI ANAK REMAJA DI KOTA PONTIANAK
Nurul Amira Fitriani;
Arkanudin;
Syarifah Ema Rahmaniah;
Annisa Rizqa Alamri
KOMUNITAS Vol. 13 No. 2 (2022): Empowerment and Islamic Studies
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (347.726 KB)
|
DOI: 10.20414/komunitas.v13i2.5602
Kasus prostitusi yang terjadi saat ini sudah merambat di kalangan anak remaja, pemerintah membentuk sebuah lembaga khusus menangani kasus anak salah satunya adalah Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat sebagai wadah untuk menekan angka prostitusi anak remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi kalimantan Barat dalam kasus prostitusi remaja yang sedang meningkat. Penelitian ini menggunakan kualikatif deskriptif ditujukan untuk menjelaskan upaya yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi kalimantan Barat dalam menangani kasus prostitusi anak di Kota Pontianak informasi didapat dari wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa, 1) KPPAD Provinsi Kalimantan Barat melakukan upaya pencegahan yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi Kalimantan Barat, serta bentuk penanganan yang dilakukan dengan memberikan advokasi perlindungan hukum serta mediasi terhadap anak remaja yang terlibat kasus prostitusi, 2) Efektivitas peran yang dilakukan oleh KPPAD Provinsi Kalimantan Barat dalam menangani kasus prostitusi anak di Kota Pontianak.
AKTUALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SASAK DALAM MENGATASI MASALAH KESEHATAN DI ERA PANDEMI COVID
Siti Aminah
KOMUNITAS Vol. 13 No. 2 (2022): Empowerment and Islamic Studies
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.233 KB)
|
DOI: 10.20414/komunitas.v13i2.5771
Abstrak: Pada masyarakat Sasak, kearifan lokal masih dianggap sebagai suatu kekayaan yang mengandung nilai, pandangan, kebijakan dan kearifan hidup masyarakat dalam berbagai ragam permasalahan. Keterlibatan kearifan lokal dapat dilihat dalam beberapa perannya dalam sistem, pertanian, pernikahan, adat istiadat dan masalah kesehatan. Terutama di era pandemi covid-19 masalah kesehatan menjadi perhatian utama seluruh bangsa di dunia termasuk di indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat sasak di era pandemi. Serta mengungkap peran serta nilai kearifan lokal masyarakat sasak dalam mengatasi masalah kesehatan di era pandemi. Masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat sasak umumnya sama dengan fenomena yang terjadi di tengah masyarakat serta dengan gejala yang sama. Akan tetapi hambatan penyebaran dan minimnya suspek covid-19 di Desa Sengkerang terjadi karena beberapa faktor diantaranya: 1. sistem matapencaharian, 2. Psiko-Sisial. kearifan lokal masyarakat sasak pada dua faktor di atas mengindikasikan dapat meningkatkan imunitas tubuh di era pandemi.
OPTIMALISASI DAKWAH DIGITAL PADA KOMUNITAS RENTAN EKSISTENSI YOGYAKARTA
Zainal Fadri
KOMUNITAS Vol. 13 No. 2 (2022): Empowerment and Islamic Studies
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.557 KB)
|
DOI: 10.20414/komunitas.v13i2.5782
This study aims to explore a social phenomenon with a community approach in spreading goodness content through digital da'wah facilities. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data were collected in the field by observation and interview methods. Observations were carried out to collect document data and portraits of activities in the field, while interviews were conducted to enrich the repertoire as well as a clarification of the data to be analyzed so as to be able to answer research questions. The results of the study indicate that there are social activities in preaching for vulnerable communities in Yogyakarta. Da'wah activities are carried out with various social media platforms, both photo media and pamphlets as well as online applications, such as YouTube, zoom meetings and so on. Da'wah through social media adds new treasures and can reach all levels of society massively and flexibly.
KAJIAN IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM
Udas Udas;
Aty Nurmala Hamdy;
Abdul Karim
KOMUNITAS Vol. 13 No. 2 (2022): Empowerment and Islamic Studies
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.235 KB)
|
DOI: 10.20414/komunitas.v13i2.5922
Salah satu upaya pencegahan anak yang berhadapan dengan hukum melalui proses peradilan formal melalui penerapan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). UU No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak ini telah disahkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menggantikan UU No. 3 tahun 2007 tentang Pengadilan Anak. UU SPPA ini memberikan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum sejak proses awal penanganannya sampai pelaksanaan hukuman. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut UU No. 11 tahun 2012, perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum melalui beragam bentuk. Anak Berhadapan Hukum (ABH) dibagi atas 3 klasifikasi yaitu Anak Pelaku, Anak Korban dan Anak saksi. Selain itu, dalam penanganannya harus dibedakan dari orang dewasa pada setiap tingkatan proses, baik itu dari mulai penyelidikkan, penyidikkan maupun saat litigasi. Anak wajib didampingi oleh pekerja sosial bahkan aturan yang baru mengenalkan dan menekankan diversi, yaitu aspek non litigasi dalam menyelesaikan perkara yaitu diupayakan sebisa mungkin di luar peradilan.
MEMBANGUN MASYARAKAT MEMBERDAYAKAN LITERASI ANAK DALAM PERSPEKTIF SEKOLAH PERJUMPAAN: STUDI DI DUSUN BANGKET BILONG, DESA KARANG BONGKOT, LABUAPI LOMBOK BARAT
Muhammad Reza Alvin Alghifari;
Ahmad Fatoni
KOMUNITAS Vol. 13 No. 2 (2022): Empowerment and Islamic Studies
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.249 KB)
|
DOI: 10.20414/komunitas.v13i2.5957
Abstrak: Sekolah perjumpaan merupakan alternatif sekaligus cara ampuh dalam mengoptimalkan pembelajaran hati. Kesadaran akan relasi interpersonal atau intersubyektif antara guru dan murid serta lingkungan sekitarnya sangat ditekankan guna mengentaskan masalah pembelajaran yang selama ini disamakan dengan pembelajaran Sains. Metode yang digunakan berupa metode Dialog Perjumpaan di mana semua orang dipandang sama dan setara. Dialog Perjumpaan menuntut penyatuan hati untuk bisa berkolaborasi guna mencapai tujuan bersama. Kaitannya dengan masalah tujuan Pendidikan literasi anak, Sekolah Perjumpaan menginginkan adanya pembenahan terhadap proses pembelajaran sosial bagi anak. Interaksi sosial yang kurang antara guru dan murid disertai dengan pengaruh media yang banyak mendistorsi bahasa komunikasi yang positif menjadikan nilai-nilai yang ingin ditanamkan hanya sebatas pengetahuan guna untuk menyelesaikan tugas sekolah semata. Konsep Sekolah Perjumpaan menekankan pentingnya pembelajaran praksis dengan kesadaran intersubyektivitas. Perjumpaan yang positif serta menumbuhkan kerjasama guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan akan dengan sendirinya mengatasi permasalahan Intoleransi kenakalan remaja di sekolah dan lingkungannya.
KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT DESA CRANGGANG KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS TENTANG STUNTING
Agus Riyadi;
Heni Fitrianti
KOMUNITAS Vol. 14 No. 1 (2023): Islamic Community Development through Practice and Public Policy
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/komunitas.v14i1.5862
Program pemerintah dalam menangani stunting sudah cukup banyak dan terstruktur, namun pada kenyataannya kasus stunting masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konstruksi sosial yang dibangun oleh masyarakat Desa Cranggang tentang stunting, dan bagaimana upaya yang dilakukan oleh pemerintah Desa Cranggang dalam mengatasi stunting. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Cranggang mengonstruksikan stunting sebatas “balita pendek” sebagai akibat dari faktor keturunan dan sebagai hal yang wajar, tidak berkaitan dengan permasalahan kesehatan. Pandangan tersebut menyebabkan masyarakat cenderung mengabaikan kondisi stunting dan menghambat partisipasi dalam program penanganan stunting yang dilakukan pemerintah, dengan demikian penanganan stunting perlu mempertimbangkan karakteristik sosial, budaya, dan agama yang berlaku pada masyarakat setempat.