cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAZKIYAH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 66 Documents
MOTIVASI MAHASISWA MEMILIH JURUSAN BKI Winengan, Winengan
AL-TAZKIAH Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam merupakan jurusan terbaru yang ada dilingkungan Fakultas dakwah IAIN Mataram. Meskipun berada di lingkungan fakultas yang selama ini langka peminat, namun di luar dugaan, jurusan ini mendapatkan respon yang cukup baik dari masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah peminatnya yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sedangkan menurut hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 mengungkapkan, bahwa para peminat jurusan ini lebih banyak didapatkan informasi dari teman-teman sekolahnya dibandingkan dengan media sosial/pola sosialisasi lainnya. Adapun motivasi mahasiswa memilih jurusan ini cukup idealis, karena datang dari dalam diri mereka sendiri (instrinsik), yaitu ingin mengkaji ilmu bimbingan dan konseling Islam.Kata
Selebritisme dan Inferiority Complex Syndrome Mastur, Mastur
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human is anorganism that always tends to have a pleasure. He calls it as the Id mechanism (a biological aspect of human being) which always demands an actualization of its satiation. Indonesian society on sociology perspective is as a society which was colonized by capitalism countries, even up to present it is still under the grip of capitalism countries (well known as neo-imprialism). This phenomenon grows and increases the hedonistic culture and consumptive culture toward Indonesian society. Celebritisme phenomenon (pop culture/Hollywood culture) toward Indonesian society, its teenagers, becomes a proven of individual and social reality (two assumptions mentioned previously). Mass media, then, has a great role in influencing personal counsciousness and it directs Indonesian society to be have what mass media exposes or present. Mass media contextually, has adominant and great role in growing and developing celebritism mentality of Indonesian society.
MEMBANGUN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK ISLAMI Ripli, Muhammad
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari layanan konselingkelompok islami dengan teknik diskusi kelompok terhadap peningkatan kedisiplinan siswa Madrasah Tsanawiyah Paok Lombok Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi (quasi-experimental research) dengan bentuk desain eksperimen Nonrandomized Control Group Pretest-Posttest Design. Pengambilan sampel penelitian tidak secara random. Subyek penelitian ini adalah 20 anak usia remaja, dimana dari 20 siswa tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A sebagai kelompok ekperimen dan kelompok B sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing 10 (sepuluh) orang siswa yang memiliki permasalahan sama dalam rendahnya kedisiplinan. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok islami dengan teknik diskusi kelompok mampu dan efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Terlihat dari masing-masing kesimpulan yaitu: Pertama, pada hasil uji beda pada post-test kelompok A (eksperimen) dan kelompok B (kontrol) dengan uji Mann-Whitney pada kelompok A (eksperimen) yaitu 15,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah adanya perlakuan), sedangkan kelompok B (kontrol) adalah 5,50 (artinya kedisiplinannya rendah karena tidak adanya perlakuan). Kedua, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok A (eksperimen) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test-nya adalah 0,00 (artinya kedisiplinannya rendah sebelum perlakuan), sedangkan nilai post-test-nya 50,50 (artinya kedisiplinannya tinggi setelah diberikan perlakuan). Ketiga, pada hasil uji beda pre-test dan post-test pada kelompok B (kontrol) dengan uji Wilcoxon Test, angka nilai pre-test 5,83 dan hasil post-test-nya 5,00 (artinya dari pere-test sampai dengan post-test-nya tidak ada peningkatan yang signifikan, dengan kata lain tidak ada perubahan peningkatan kedisiplinan pada kelompok kontrol tersebut). Hasil ini dibuktikan dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan.
MENAKLUKKAN TANPA MERESAHKAN Kearifan Nilai-Nilai Pesantren dalam Pengubahan Tingkah Laku Hasan, Syamsul Arifin
AL-TAZKIAH Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanksi di pondok pesantren dikenal dengan istilah ta’zir. Ta’zir adalahupaya mendidik (ta’dib) lantaran dosa yang tidak disanksi dengan had ataukaffarat atau terhadap perbuatan bukan ma’shiyat yang mengacu terhadapterwujudnya kemashlahatan bersama. Umpamanya, orang yang melanggaraturan bersama (nizham).Ta’zir termasuk salah satu teknik pengubahan tingkah laku gayapesantren. Konseling yang digali dari nilai-nilai pesantren perlu kita galiuntuk membuat model konseling yang berbasis budaya Indonesia. Penelitianini amat penting—terutama bagi para konselor di lembaga pendidikan yangberbasis pesantren—agar mereka mengetahui tradisi pesantren yangberkaitan dengan bimbingan konseling. Dengan mengetahui tradisipesantren, para konselor akan memahami konseli sehingga memudahkandalam proses konseling.Penelitian ini difokuskan kepada nilai-nilai pesantren yang dapat diserapdalam bimbingan dan konseling, yaitu teknik dalam mengubah tingkah lakukonseli. Kerangka teori pada penelitian ini menggunakan perspektif teoriKonseling Indigenous. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif tipeetnografi deskriptif dan dianalisis dengan hermeneutika ganda (doublehermeneutic).Hasil dari penelitian ini, ta’zir yang diperlakukan di pesantrentujuannya untuk mengubah perilaku santri menjadi baik. Prinsip-prinsip ta’zirdi pesantren antara lain bersifat mendidik (ta’dib), memperhatikan situasisosial dan kondisi pelaku (i’tibar ahwal an-nas), serta dilakukan secarabertahap (at-tadrij). Ketiga karakteristik ta’zir itu secara tersirat,menunjukkan bahwa ta’zir yang dilakukan tanpa menggunakan kekerasan.Apalagi, beberapa tradisi pesantren yang berkaitan dengan pengubahantingkah laku juga tanpa kekerasan: pepatah “megek klemar ainga se tak lekko(menangkap ikan wader, airnya jangan sampai keruh)”, memberi tantangansantri nakal, mempermudah tidak mempersulit, Gerbat (Riyadhah‘ubudiyah),bertahap dan istiqamah. Ta’zir yang demikian, mirip dengan konseppunishment (dalam konseling behavioral)Pengubahan tingkah laku yang dilaksanakan kaum pesantren dapatdisimpulkan bahwa mereka menyelaraskan antara aspek lahiriyah danbathiniyah. Misalnya, dalam menerapkan Gerbat (riyadhah ‘ubudiyah),kalangan pesantren menyeimbangkan dimensi format lahir (shurah zhahirah)dan hakikat terdalam (haqiqah bathinah). Pengubahan tingkah laku yangmenyeimbangkan kedua aspek tersebut, tujuannya agar orang yang diubahtersebut menjadi baik budi bekertinya (akhlaq al-karimah).
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN CLIENT CENTERED THERAPY DAN RATIONAL EMOTIVE THERAPY TERHADAP KEMATANGAN PENERIMAAN DIRI SISWA DALAM MENENTUKAN PILIHAN PROGRAM STUDI (STUDI DI MADRASAH ALIYAH ANNAJAH AL-HALIMY GUNUNG SARI) Fakhri, Mohammad
AL-TAZKIAH Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami efektivitas pendekatan Client CenteredTherapy dan Rational Emotive Therapy dalam membantu kematangan penerimaan diri untuk mengambil keputusan dalam pemilihan program studi bagi siswa di Madrasah Aliyah Annajah Al-Halimy Gunung Sari tahun pelajaran 2014/2015. Sampelnya sebanyak 50 siswa kelas I yang ditentukan secara random sampling dan dikelompokkan menjadi tiga kelompok, dua kelompok eksperimen (E1 dan E2) dan sebuah kelompok kontrol (K1). Kelompok E1 mendapat perlakuan (treatment) pendekatan Client Centered Therapy, kelompok E2 mendapat perlakuan pendekatan Rational Emotive Therapy, sedangkan kelompok K1 mendapat perlakuan pendekatan Eclectic Therapy. Dari penelitian ini diperoleh temuan berikut. (1) Pendekatan Rational Emotive Therapy lebih efektif dari pada pendekatan Client Centered Therapy dan Eclectic Therapy sebagai metode dalam membantu siswa untuk mengambil keputusan pemilihan program studi (2) Pemilihan program studi di Madrasah Aliyah Annajah Al-Halimy Gunung Sari dipengaruhi oleh faktor minat, kemampuan, cita-cita, penyesuaian sosial, sifat kepribadian, penyesuaian vokasional, pendidikan/peningkatan prestasi belajar dan kepercayaan diri.
Penghayatan Nilai-Nilai Islam (Kredo) dan Self Concept Remaja pada Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta) Aulia, Fitri
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent is phase transitions between stages of children with the adult stage. Adolescent is a unique individual learning and prone to learning disorders experienced since the phase transition. Self-concept is a discussion that influence birth of learning disorders. Then the formation of a positive self concept being seriously considered for the part of the private childbirth emotionally mature, intellectually, and socially. Appreciation of the values of Islam are termed Creed values human cherished beliefs, which led him in thought and action, because every human being is required to make smart decisions in the form of planning, implementation, assessment, and riskassessment and acceptance of any decision responsible. Formulation of the problem in this study, (1) How does self concept on adolescent self?, (2) How is appreciation of the values of Islam (creed) teens teens self concept formed?. The research method used was qualitative. The conclusion is, adolecent have a building that is very prone to self concept, considering the number of changesexperienced, both in terms of boilogis (ripening hormone-hormone in his body), emotional and cognitive (as the effect of changes in her hormone). The low self-concept creed on the subject, very easily influenced by factors outside themselves, such as school, family, and social environment, which resulted in high and low self concept owned, and influence the decision making process in itself.
KENDALA DAN SOLUSI PENERAPAN KONSELING KELUARGA DALAM MENANGANI SISWA TERLAMBAT Mindrewati, Mindrewati
AL-TAZKIAH Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa terlambat merupakan masalah utama yang dihadapi oleh MTs Negeri 1Mataram, terkait dengan kedisiplinan. Banyak upaya penanganan telah dilakukan, namun belum cukup efektif untuk mengatasinya. Pelibatan orangtua melalui konseling keluarga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menangani masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui kendala-kendala dalam menerapkan konseling keluarga, 2) untuk mengetahui faktor penyebab munculnya kendala-kendala tersebut, dan 3) untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala dalam penerapan konseling keluarga dalam menangani siswa terlambat di MTs. Negeri 1 Mataram tahun pelaaran 2013/2014. Subjek penelitian terdiri atas 7 orang siswa yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria terlambat ≥ 6 kali.Konseling keluarga diberikan selama 2 minggu, namun sebelum dan sesudahnya, dilakukan pengamatan kehadiran siswa di sekolah, masing-masing selama 3 minggu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif, menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kendala-kendala yang dihadapi tidak saja berasal dari diri siswa dan orang tuanya, tetapi juga berasal dari pihak sekolah. 2) faktor penyebab munculnya kendala tersebut adalah: (a) kurang lengkapnya data tentang orang tua siswa/wali murid, (b) perbedaan domisili antara siswa dan orang tuanya, (c) kurang kooperatifnya siswa dan orang tua siswa/wali murid selama kegiatan konseling, (d) belum terjalinnya koordinasi internal, antaratenaga kependidikan dan guru (guru mapel dan wali kelas) dengan guru konselor. 3) upaya penanganan siswa terlambat melalui penerapan konseling keluarga difokuskan pada upaya untuk mengatasi kendala-kendala yang berasal dari diri siswa, orang tua dan internal sekolah, dengan cara: (a) melengkapi biodata siswa terutama yang berkaitan dengan data kedua orang tuanya/wali murid, (b) meningkatkan pemahaman dan kerjasama antara pihak sekolah dengan siswa dan orang tuanya/wali murid, dan (c) meningkatkan koordinasi internal, yakni antara tenaga kependidikan dan guru, serta konselor sekolah
KONTROVERSI NURTURE DAN NATURE DALAM PSIKOLINGUISTIK Sarwadi, Sarwadi
AL-TAZKIAH Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were: 1.) To know what is differences of Nurture and Nature in psycholinguistic Context, 2.) To Know the weakness both of theory based on the child Indonesian context. 3.) To know what. The method that used in this study was qualitative-descriptive that focus on literature studies. The Procedure of collecting data in this research was documentation. The researcher grouping the theory that was stated by expert, after that the researcher analysis the data and the last concluding the view of expert. The results of this study were: 1.) Nurture, children acquire language based on their environment, family, and their parent 2.) Nature, when children, they directly bring their ability used language.
Konseling Sebaya Bagi Remaja (Tinjauan Teoritis dalam Mengatasi Problematika Remaja Persepektif Bimbingan dan Konseling) Wahid, Lalu Abdurrachman
AL-TAZKIAH Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dewasa ini kerap kali dilakukan oleh remaja dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat seperti minuman keras, narkoba, seks pranikah, bunuh diri karena diputuskan pacarnya, menderita HIV AIDS, ketergantungan pada obatobatan, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi yang menimbulkan prilaku agresif. Hal ini merupakan pelarian dari masalah yang diderita dan tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri serta tidak mengetahui kemana harus meminta bantuan agar masalahnya terselesaikan. Konseling sebaya kiranya menjadi pilihan penting yang perlu dikaji dan diperhitungkan oleh kalangan konselor profesional khususnya dan masyarakatluas umumnya. Penting sebagai salah satu bantuan layanan konseling, khususnya bantuan pengentasan masalah dikalangan remaja yang seusia. Konselor sebaya kiranya mampu menjadi fasilitator agar remaja dapat menemukan identitas diri dan potensi diri yang terpendam untuk menemukan pemecahan masalah yang dialami serta mampu mengadakan penyesuaian diri dan lingkungannya.