cover
Contact Name
Yuda Turana
Contact Email
damianus.jom@gmail.com
Phone
+628129163309
Journal Mail Official
damianusjmed@atmajaya.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Gedung Lukas, L-401 Jl. Pluit Raya no. 2, Jakarta Utara 14440
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Damianus Journal of Medicine
ISSN : 20864256     EISSN : 26564971     DOI : https://doi.org/10.25170/djm.v
Core Subject : Health,
Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per tahun, setiap bulan Mei dan November.
Articles 162 Documents
Prediktor Klinis dan Pencitraan Hematoma Subdural Kronik pada Pasien Lanjut Usia di Instalasi Gawat Darurat Vania, Aurelia; Arimbawa, I Komang; Laksmidewi, Anak Agung Ayu Putri; Putra, Ida Bagus Kusuma; Widyantara, I Wayan
Bahasa Indonesia Vol 23 No 3 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i3.5416

Abstract

Pendahuluan: Subdural hematoma kronik (cSDH) merupakan salah kasus emergensi neurologi yang sering terjadi yang lebih sering terjadi pada lansia. Diagnosis cSDH memiliki kesulitan tersendiri pada pasien lansia. Studi ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik klinis pasien lansia yang dapat menjadi prediktor adanya cSDH dan derajat keparahan gambaran cSDH yang ditemukan pada hasil CT-scan kepala. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat Neurologi RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah dalam periode 3 tahun. Studi melibatkan 85 pasien lansia cSDH dan 85 kontrol yang terbukti tidak ada perdarahan intrakranial dari data imaging. Pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan meliputi variabel karakteristik demografi, faktor risiko, presentasi klinis, dan karakteristik cSDH pada gambaran computed-tomography scan (CT-scan) kepala. Hasil: Studi ini menemukan pasien cSDH dengan rata-rata usia 72,9±8.1 tahun dan 75,3% laki-laki. Penurunan kesadaran dan defisit fokal merupakan presentasi klinis yang paling sering ditemukan dengan median onset 3 hari (rentang 1-30 hari). Usia lebih tua, laki-laki (RO=2,84, 95% IK 1,45-5,45, p=0,001), hipertensi (RO=3,66, 95% IK 1,89-7,06, p=0,000), dan gangguan ginjal kronik (RO=2,77, 95% IK 1,34-5,72, p=0,005) merupakan faktor risiko terjadinya cSDH yang signifikan. Efek massa dan Glasgow Coma Scale (GCS) yang rendah lebih sering terjadi pada cSDH dengan midline shift (MLS) >5mm. Simpulan: Adanya cSDH perlu dipertimbangkan pada pasien lansia yang datang dengan onset manifestasi neurologis akut-subakut terutama pasien laki-laki, mengalami penurunan kesadaran dengan atau tanpa defisit fokal, disertai adanya komorbid hipertensi dan gangguan ginjal. Penurunan GCS dan efek massa dapat memperkirakan adanya MLS pada CT-scan kepala.
Effect Effect of Moringa Leaves (Moringa oleifera) on Fasting Blood Sugar Levels in Prediabetes Steffi, Steffi; Rahardjo, Theresia Monica; Suryawan, Aloysius
Bahasa Indonesia Vol 23 No 3 (2024): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v23i3.5576

Abstract

Pendahuluan: Prediabetes merupakan fase awal dari Diabetes Melitus tipe 2 (DM2). Dalam setahun, sekitar 5-10% pasien prediabetes akan berlanjut menjadi Diabetes Melitus tipe 2. Daun kelor memiliki potensi dalam mengontrol kadar gula darah, khususnya sebagai terapi tambahan alami dalam pencegahan dan terapi Diabetes Melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak daun kelor terhadap kadar gula darah puasa pada individu dengan prediabetes Metode: Penelitian ini menggunakan desain randomized controlled trial (RCT). Pengambilan sampel dilakukan di sebuah klinik di Bekasi secara consecutive sampling, dengan 88 subjek yang memenuhi kriteria: prediabetes, usia 25-55 tahun, tidak menggunakan ADO dan insulin minimal 3 bulan sebelum penelitian, serta tidak sedang hamil dan menyusui. Subjek dibagi menjadi dua bagian kelompok yaitu: kelompok perlakuan (MO) yang mendapat kapsul daun kelor 2.400 mg/hari (n=45) dan kelompok kontrol (PLC) yang mendapat kapsul plasebo (n=43) selama 50 hari. Pemeriksaan kadar gula darah puasa dilakukan setiap 3 hari, dan data dianalisis menggunakan uji T-test tidak berpasangan dan Mann-Whitney (α=0,05) Hasil: Terdapat perubahan yang bermakna dari rerata nilai kadar gula darah puasa pada kelompok perlakuan secara signifikan p <0.001 yaitu setelah 38 hari perlakuan. Simpulan: Pemberian daun kelor selama 38 hari memengaruhi kadar gula darah puasa pasien prediabetes (p=0.001).
Identifikasi peran hsa-miR-4454 pada penuaan kulit: Studi klinis dan bioinformatik Ekowati, Ana Lucia; William, William; Soeselo, Daniel Ardian; Siswanto, Ferbian Milas
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.5627

Abstract

Pendahuluan: Penuaan kulit adalah proses kompleks yang melibatkan faktor intrinsik dan ekstrinsik. Berbagai parameter untuk mengevaluasi karakteristik kulit telah diusulkan. Namun, biomarker yang akurat untuk penuaan kulit dan hubungan mekanisme molekuler penuaan kulit masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi peran mikroRNA (miRNA) dalam regulasi epigenetik penuaan kulit sebagai kandidat biomarker dan target terapi. Metode: Profil ekspresi miRNA kakek dan cucu dari 2 famili Jawa dibandingkan untuk memilih kandidat miRNA yang memiliki perbedaan ekspresi pada jaringan kulit. Selanjutnya, miRNA yang mengalami perubahan ekspresi tersebut dianalisis fungsi dan perannya pada tingkat molekuler dengan pendekatan bioinformatika. Hasil: Hasil profiling menunjukkan miR-4454 yang konsisten mengalami peningkatan ekspresi pada kedua famili yaitu sebesar 3,318 pada famili I dan 9,315 pada famili II. Berdasarkan data dari GeneCards, miR-4454 memiliki ekspresi yang cukup tinggi pada kulit dan diekspresikan pada seluruh komponen sel. Analisis data dari GWAS mengindikasikan bahwa miR-4454 terlibat dalam pengaturan panjang telomer. Analisis gen target dengan menggunakan TargetScanHuman, miRTarBase, miRTargetLink dilanjutkan dengan pengayaan ontologi gen dan jalur molekuler dengan platform EnrichR menunjukkan miR-4454 berperan dalam regulasi produksi IL-12, respons terhadap radiasi, autofagi, metabolisme, FoxO signaling pathway, dan cellular senescence. Gen ataxia telangiectasia mutated (ATM) dan mitogen-activated protein kinase 14 (MAPK14) diduga berperan penting pada regulasi penuaan kulit akibat miR-4454 karena keterlibatannya pada cellular senescence. Simpulan: Pada penuaan kulit, ekspresi miR-4454 yang tinggi berpotensi digunakan sebagai kandidat biomarker dan dasar pengembangan target terapi. Gen ATM dan MAPK14 merupakan dua kandidat target miR-4454.   
Formulation and Evaluation of Clay Mask Preparations Containing Robusta Coffee (Coffea canephora Yovitasari, Tiara Aprilli; Notario, Dion; Rachmawati, Putriana
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.5833

Abstract

Pendahuluan: Clay mask merupakan masker yang cocok untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, sedangkan kopi merupakan bahan alami yang memiliki senyawa aktif polifenol dan alkaloid. Kopi robusta (Coffea canephora) merupakan jenis kopi yang memiliki kandungan fenolik lebih tinggi dibandingkan jenis kopi lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk membuat formula clay mask yang mengandung kopi robusta yang stabil dengan tujuan untuk merawat kulit berjerawat. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan metode Response Surface Methodology. Evaluasi sediaan clay mask untuk memastikan mutu sediaan seperti uji organoleptik dan homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Uji stabilitas clay mask dengan metode Freeze Thaw Cycle dan sentrifugasi. Hasil: Formulasi optimal clay mask yang mengandung tween 20 11,5% dan xanthan gum 1,4% menghasilkan nilai viskositas sebesar 10310 ± 314 cps dan daya sebar 1,75 ± 0,03 cm. Variasi konsentrasi tween 20 dan xanthan gum memengaruhi nilai viskositas dan daya sebar, namun tidak pada daya lekat. Uji sentrifugasi dan freeze thaw menunjukkan bahwa sediaan stabil secara fisik. Simpulan: Sediaan optimal clay mask yang mengandung Coffea canephora berhasil dibuat dan dapat menjadi opsi dalam produk kosmetik untuk perawatan kulit berjerawat.
Hubungan Dismenore Primer dengan Kualitas Tidur Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Wijaya, Eveline; Dwiyanti, Stephani; Padang, Astrid Fransisca
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.5954

Abstract

Pendahuluan: Wanita mengalami menstruasi saat fase remaja dimulai. Proses menstruasi ini menimbulkan pengalaman yang kurang nyaman bagi wanita, salah satu yang tersering adalah dismenore. Prevalensi dismenore bervariasi namun mayoritas wanita yang mengalami dismenore terpengaruh kualitas tidurnya. Kualitas tidur yang buruk berdampak negatif terhadap kualitas hidup wanita, termasuk prestasi akademis pada kalangan pelajar atau mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dismenore primer dengan kualitas tidur mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FKIK UAJ). Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilakukan terhadap 212 responden yang merupakan mahasiswi FKIK UAJ angkatan 2019 – 2021. Pengambilan data dilakukan menggunakan Kuesioner Kualitas Tidur (KKT) yang telah dimodifikasi dan kuesioner WaLLID score yang disebarkan secara online melalui google form. Analisis data penelitian menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Sebanyak 91% mahasiswi FKIK UAJ angkatan 2019–2021 mengalami dismenore primer, dengan prevalensi dismenore ringan sebanyak 36,3%, dismenore sedang 44,8%, dan dismenore berat 9,9%. Angka kejadian kualitas tidur baik pada reponden sebanyak 75%, sedangkan 25% lainnya mengalami kualitas tidur yang buruk. Hasil uji SPSS menunjukkan terdapat hubungan antara derajat keparahan dismenore primer dengan kualitas tidur responden dengan nilai p <0,05. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat keparahan dismenore primer dengan kualitas tidur mahasiswi FKIK UAJ angkatan 2019–2021.
The Kemampuan Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Dalam Menghambat Pembentukan Biofilm Streptococcus mutans Hutomo, Suryani; Larope, Ceny Gloria
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.6128

Abstract

Pendahuluan: Streptococcus mutans merupakan bakteri predominan pada karies gigi. Bakteri ini mampu membentuk biofilm. Adanya resistensi antibiotik dan biofilm yang menghambat penetrasinya menyebabkan perlunya dilakukan penelitian untuk mengendalikan terbentuknya biofilm. Binahong (Anredera cordifolia) memiliki aktivitas antibakteri dan mudah ditemukan di lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efek antibiofilm ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap S. mutans sebagai penyebab utama karies gigi. Metode: Ekstrak dipersiapkan menggunakan metode macerasi. Uji antibakteri S. mutans ATCC 25175 menggunakan metode broth microdilution. Pengujian antibiofilm menggunakan metode yang serupa. Biofilm yang terbentuk diwarnai dengan 0,1% crystal violet dan dibaca pada 595 nm menggunakan microplate reader. Hasil: Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa nilai hambat minimum (MIC) ada pada konsentrasi 3750 µg/ml, sedangkan konsentrasi ekstrak sebagai antibiofilm didapatkan mulai dari konsentrasi 187,5 µg/ml sampai dengan 3000 µg/ml. Analisis statistik menggunakan One-way ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna dari masing-masing kelompok perlakuan (p=0,000). Simpulan: Ekstrak etanol daun binahong dapat menghambat pertumbuhan S. mutans dengan konsentrasi hambat minimum 3750 µg/ml serta menghambat pembentukan biofilm S. mutans pada konsentrasi efektif 750 µg/ml.
Kesepian berhubungan dengan sindrom kerapuhan pada lansia Fedrizon, Fuat; Kartini, Kartini
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.6147

Abstract

Pendahuluan: Sindrom kerapuhan merupakan sindrom geriatrik dengan karakteristik terjadinya penurunan performa fungsional, menurunnya berbagai sistem tubuh dan meningkatnya kerentanan terhadap stressor sehingga fungsi adaptasi dan kemampuan fungsional juga berkurang yang menyebabkan ketergantungan kepada orang lain. Kesepian merupakan masalah psikososial terbesar kedua pada lansia di Indonesia. Kesepian berdampak buruk bagi kesehatan seperti sindrom kerapuhan. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan kesepian dengan sindrom kerapuhan pada lansia. Metode: Penelitian observasional analitik (potong lintang). Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2023 di Panti Jompo Pusaka 41 Yayasan Al-Madiniyah, Cengkareng, Jakarta Barat, sebanyak 74 responden dipilih melalui consecutive non-random sampling dengan kriteria inklusi adalah laki-laki atau perempuan berusia minimal 60 tahun, mampu mendengar dan melihat dengan/tanpa alat bantu dan berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia. Kriteria eksklusi adalah lansia yang mengalami imobilisasi, disabilitas atau menderita stroke. Alat ukur menggunakan kuesioner Tilburg Frailty Indicator (TFI) untuk mengukur sindrom kerapuhan dan UCLA Loneliness scale version 3 untuk kesepian. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dan nilai kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian menemukan bahwa sebanyak 68,9 % adalah lansia perempuan, 73 % berusia 60 – 74 tahun, 64,9 % lansia kesepian dan 62,1 % lansia dengan sindrom kerapuhan pada kategori rapuh dan  pra-rapuh. Uji Chi-square menilai hubungan antara usia (p=0,02), jenis kelamin (p=0,04) dan kesepian (p<0,01) dengan sindrom kerapuhan pada lansia. Simpulan: Usia, jenis kelamin dan kesepian berhubungan dengan sindrom kerapuhan pada lansia. Lansia penghuni panti dihimbau aktif berkegiatan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup sehingga mencegah kesepian dan kerapuhan.
Structure, morphology, and role of primo vascular system Deby, Deby; Barasila, Atikah Chalida
Bahasa Indonesia Vol 24 No 1 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i1.4984

Abstract

Introduction: Kim Bong Han in 1960 introduced the primo vascular system (PVS), a novel circulatory system independent of the circulatory and lymphatic systems. This system is believed to have a relationship with classical acupuncture points and meridians which underlie the mechanism of acupuncture in healing diseases. This study aims to better understand the structure, morphology and role of the primo vascular system.    Methods: This study obtained 30,336 articles from international journals, including Google Scholar, Proquest, Scopus, and Pubmed, focusing on the Primo Vascular System. 12 journals were analyzed, including original English articles published between 2019-2022, open access, and free full text. Results: This study discovered that primo vascular system has a distinct structure and shape in the form of milky-white, semi-transparent spots with primo vessels and primo nodes inside of which primo fluid circulates and contains a variety of cells, including primo microcells that contain DNA. Primo Vascular System can play a role in tissue regeneration, innate immunity in inflammatory processes, and extramedullary hematopoiesis. Conclusion: The primo vascular system, consisting of milky-white, semi-transparent spots with primo vessels and nodes, plays a crucial role in tissue regeneration, innate immunity, and extramedullary hematopoiesis.
Association of knowledge and attitude with health protocols’ compliance during the COVID-19 pandemic Irawan, Chantika Putri; Ali, Soegianto
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.5675

Abstract

Introduction: The COVID-19 pandemic negatively impacted the community. The Indonesian government has implemented health protocols to control COVID-19 transmission. Knowledge and attitude affect the compliance level, which plays an important role in the success of health protocol implementation. This study aims to evaluate the knowledge, attitude, and compliance towards COVID-19 control protocols in Indonesia, as well as factors that influence the knowledge. The findings can be used in formulating a strategy to reduce COVID-19 transmission or other infectious diseases in Indonesia. Methods: A cross-sectional study utilizing a purposive snowball sampling method was performed by distributing a Google form questionnaire through social media from June to August 2021. The target population was all Indonesians aged ≥17 years old who were present in Indonesia during the pandemic and had access to the questionnaire. Incomplete questionnaires were excluded. The data were analyzed descriptively and statistically using the Chi-square or Fisher’s exact test. Results: Out of 713 respondents who met the study criteria, 95% had adequate knowledge, 87% exhibited a positive attitude, and 79.7% adhered to health protocols with high compliance. Knowledge significantly influenced attitude to COVID-19 (p<0.001). Additionally, sufficient knowledge (p<0,001; OR 9.19, 95% CI 4.47-18.88) and positive attitudes (p<0,001; OR 19.18; 95% CI 11.44-32.16) showed significant correlation with compliance. Age (p<0.001), education level (p<0.001), experience (p=0.018), and duration of social media usage (p=0.004) were significantly associated with knowledge. Conclusion: The Indonesian community generally has adequate knowledge and a positive attitude toward COVID-19. This could significantly improve compliance to health protocols.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kemampuan Interpretasi Radiografi Toraks Dokter Muda Kepaniteraan Klinik Unika Atma Jaya Langit Dursin, Karla Margaret Ntalagewang; Ronny; Susilo, Fenny; Juliawati, V Dwi Jani
Bahasa Indonesia Vol 24 No 2 (2025): Damianus Journal of Medicine
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/djm.v24i2.5746

Abstract

Latar Belakang: Pemeriksaan radiografi toraks merupakan tes pencitraan yang paling banyak digunakan. Radiografi toraks berguna untuk skrining, diagnosis dan pengelolaan berbagai kondisi dan penyakit. Keterampilan membaca dan membuat interpretasi radiografi toraks dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.  Penelitian ini menilai kemampuan interpretasi radiografi toraks oleh dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya, dan hubungan indeks prestasi kumulatif, pengalaman stase dan bimbingan dengan kemampuan tersebut. Metode: Studi observasional analitik dengan rancangan penelitian potong-lintang dilakukan pada 54 dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya yang sudah menyelesaikan stase Radiologi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner demografi dan tes pembacaan yang terdiri dari 11 kasus radiografi toraks. Analisis data menggunakan aplikasi pengolahan data, dan data diolah secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Correlation dan uji Fisher Exact. Hasil: Kemampuan interpretasi yang baik dimiliki oleh 88,8% responden. Terdapat hubungan bermakna antara indeks prestasi kumulatif dan kemampuan interpretasi radiografi toraks (p=0,0198). Tidak terdapat hubungan bermakna antara pengalaman stase dan bimbingan. Simpulan: Mayoritas kemampuan interpretasi radiografi toraks dokter muda kepaniteraan klinik Unika Atma Jaya adalah baik (88,8%) yang memiliki hubungan positif kuat dengan nilai IPK.