cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
JURNAL INTEGRASI PROSES
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal integrasi proses (JIP) diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dua kali dalam setahun. JIP menerima artikel dalam bidang teknik kimia berupa original research papers, reviewed papers dan short communications dari para peneliti, akademisi, industri dan praktisi.
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2025)" : 26 Documents clear
PENINGKATAN KADAR NATRIUM KLORIDA (NaCl) DAN PENGURANGAN IMPURITAS AIR LAUT UNTUK GARAM INDUSTRI DENGAN KARBONASI CO2 Rahma, Aliza Milah; Hamid, Muhammad Nabil; Billah, Mutasim; Erliyanti, Nove Kartika; Triana, Nurul Widji; Karaman, Novel
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32778

Abstract

Peningkatan kadar natrium klorida dan pengurangan impuritas air laut dapat meningkatkan kualitasnya sebagai bahan baku untuk pembuatan garam industri. Salah satu pendekatan yang digunakan dalam proses pemurnian ini adalah pemanfaatan gas karbon dioksida sebagai agen pengikat impuritas. Karbon dioksida bereaksi dengan ion–ion tertentu dalam air laut membentuk senyawa karbonat yang tidak larut, sehingga dapat dipisahkan melalui proses presipitasi. Dalam penelitian ini, parameter utama yang dibandingkan untuk menentukan efektivitas proses adalah laju alir gas karbon dioksida dan waktu kontak antara gas karbon dioksida dengan air laut. Laju alir gas karbon dioksida yang digunakan adalah 400,  500, 600, 700, dan 800 mL/menit, serta waktu kontak pada rentang 15, 20, 25, 30, dan 35 menit. Penelitian ini berhasil mengurangi kadar pengotor Ca2+ dan Mg2+ dalam air laut yang semula berturut–turut sebesar 0,12 dan 0,16% menjadi 0,0203 dan 0,0115%, serta meningkatkan kadar natrium klorida yang semula 1,88 menjadi 2,4502% dengan laju alir karbon dioksida 800 mL/menit dan waktu kontak selama 35 menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin lama waktu kontak dan semakin besar laju alir gas karbon dioksida yang digunakan, maka kadar pengotor dalam air laut akan semakin kecil dan kadar natrium klorida akan semakin meningkat.
OPTIMASI PENGARUH KONSENTRASI ZAT ADITIF CuCl2 DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP PENGENDALIAN KRISTAL BARIUM SULFAT Karaman, Novel; Fajria, Kamaliatul; Anshori, Husna Zaka; Susilowati, Susilowati
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31947

Abstract

Kristal barium sulfat merupakan padatan kristal yang melekat kuat pada permukaan material, sehingga pertumbuhan kristal barium sulfat perlu dikendalikan. Beberapa cara untuk mengurangi pembentukan kristal barium sulfat adalah dengan menambahkan zat aditif dan mengatur kecepatan pengadukan serta waktu pengadukan. Pada penelitian ini, digunakan model Box-Behnken design dengan response surface methodology untuk menentukan variabel penambahan zat aditif, kecepatan, dan waktu pengadukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi zat aditif CuCl2 (0, 12, dan 24 ppm), kecepatan pengadukan (0, 240, dan 480 rpm) dan waktu pengadukan (25, 75, dan 125 menit) terhadap berat kristal barium sulfat yang diperoleh. Kristal BaSO4 terbentuk dengan mereaksikan antara larutan BaCl2 dengan Na2SO4 pada suhu 50°C. Hasil penelitian menghasilkan model matematika yang dapat memprediksi kondisi optimum untuk memperoleh berat kristal barium sulfat yang kecil. Kondisi optimum yang diperoleh adalah berat kristal barium sulfat sebesar 0,2393 gram dengan konsentrasi CuCl₂ sebesar 24 ppm, kecepatan pengadukan 77 rpm, dan waktu pengadukan selama 54 menit.
PENGARUH VARIASI KOMPOSISI TANDAN KOSONG SAWIT DAN MESOKARP TERHADAP KUALITAS BIOPELET YANG MEMENUHI STANDAR SNI 8675:2018 Amraini, Said Zul; Indarty, Rozanna Sri; Evionitra, Azzahra Uthami; Nabela, Tasya; Helwani, Zuchra; Ahmudi, Ali
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.29363

Abstract

Limbah biomassa dari industri kelapa sawit, seperti tandan kosong sawit (TKS) dan mesokarp, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan biopelet, yang merupakan alternatif bahan bakar ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi komposisi antara TKS dan mesokarp terhadap kualitas biopelet yang dihasilkan, serta untuk memastikan bahwa produk biopelet memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) 8675:2018. Penelitian ini juga mengeksplorasi variasi ukuran partikel 30 dan 60 mesh, serta penggunaan tepung tapioka sebagai perekat untuk meningkatkan kualitas biopelet. Empat perbandingan campuran bahan baku (b/b) diuji, yaitu 70% TKS:20% mesokarp, 50% TKS:40% mesokarp, 40% TKS:50% mesokarp, dan 30% TKS:60% mesokarp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biopelet terbaik diperoleh dari campuran TKS 40%, mesokarp 50%, dan tepung tapioka 10% dengan ukuran partikel 60 mesh. Biopelet tersebut memiliki kerapatan 0,89 g/cm³, kadar air 2,75%, kadar abu 13,07%, kadar karbon terikat 28,62%, dan nilai kalor 5239,43 kal/g, yang semuanya kecuali kadar abu, memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam SNI 8675:2018. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam optimasi pemanfaatan limbah kelapa sawit dengan menghasilkan biopelet berkualitas tinggi yang memenuhi standar nasional.
OPTIMASI ADSORPSI TIMBAL (Pb) MENGGUNAKAN KERTAS HVS BEKAS DENGAN PENDEKATAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Sylvia, Novi; Dewi, Rozanna; Fitria, Mawaddah; Putri, Melani Annisa; Fibarzi, Wiza Ulfa
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.29057

Abstract

Salah satu limbah industri yang berbahaya adalah logam timbal (Pb). Adsorpsi sering digunakan untuk mengurangi unsur logam berat karena prosesnya yang sederhana dan efektif. Pada penelitian ini, digunakan adsorben dari limbah kertas HVS karena kandungan selulosanya yang memungkinkan penyerapan logam tertentu. Selain itu, limbah kertas mudah diperoleh dan berbiaya rendah. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh waktu kontak dan massa adsorben terhadap kapasitas adsorpsi dan efisiensi penyisihan. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu pembuatan adsorben dan limbah artifisial, serta proses adsorpsi secara batch dengan rentang massa adsorben (0,2 sampai 1 g) dan waktu kontak (30 sampai 120 menit).  Optimasi parameter proses dilakukan terhadap konsentrasi awal dan waktu kontak menggunakan pendekatan response surface methodology (RSM). Desain penelitian ini menggunakan model central composite design (CCD) model linier yang menunjukkan nilai R2 sebesar 0,785. Hasil optimum diperoleh pada konsentrasi limbah 20 ppm dengan waktu kontak 113 menit dan massa adsorben 1 g, menghasilkan efisiensi penyisihan maksimum 95% dan kapasitas adsorpsi maksimum 1.254 mg/g. 
PEMODELAN PEMANFAATAN BATUBARA METALURGI BERKUALITAS RENDAH SEBAGAI BAHAN BAKU PARSIAL PRODUKSI KOKAS PADA INDUSTRI BAJA NASIONAL Kodarif, Abdul Rozak; Bindar, Yazid; Yuqdha, Haykal; Saleh, Basuki Rahmad; Febriyanto, Pramahadi
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.32508

Abstract

Indonesia merupakan negara terbesar ke-5 penghasil Batubara di dunia dengan jenis batubara yang dihasilkan didominasi oleh batubara termal dan sedikit batubara metalurgi dengan kualitas rendah. Pemanfaatan batubara metalurgi menjadi kokas diperlukan untuk menghasilkan besi cair pada proses tanur tiup. Kokas dihasilkan dari campuran beberapa jenis batubara metalurgi mulai dari yang memiliki kekerasan yang sangat keras hingga yang lunak. Indonesia memiliki satu-satunya pabrik produksi kokas yang sampai dengan saat ini menggunakan 100% batubara metalurgi impor. Kadar sulfur batubara metalurgi Indonesia rata-rata melebihi 0,5% (ADB) sehingga tidak masuk kriteria dasar sebagai bahan baku kokas. Namun, kadar karbon yang mencapai 62% (ADB) merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan dengan mempertimbangkan efisiensi biaya operasi akibat dari penghematan logistik dan pengurangan jumlah batubara metalurgi kualitas tinggi akibat dari pemakaian batubara metalurgi lokal di Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan dukungan dari perangkat lunak simulasi Aspen Plus V11 dan data operasional aktual salah satu pabrik kokas di Indonesia. Variasi dilakukan dengan substitusi komposisi batubara metalurgi impor mulai dari 15-35% dengan batubara metalurgi lokal dan variasi dilakukan sebanyak 5. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa penggunaan batubara metalurgi lokal dapat dilakukan untuk mensubstitusi batubara metalurgi sebanyak 25% dengan total potensi penghematan yang didapatkan oleh perusahaan sebesar Rp11,93 miliar/bulan.
SISTEM LAHAN BASAH BUATAN TERINTEGRASI TENAGA MIKROHIDRO UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH KAMPUNG BATIK PASUNDAN Deviany, Deviany; Yusuf, Reggina Aulia; Tambunan, Yonathan Marasi; Saputri, Desi Riana; Nury, Dennis Farina; Turnip, Nina Juliana Roberta; Imalia, Calaelma Logys
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.29324

Abstract

Teknik pewarnaan kain tradisional batik telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Industri batik di Indonesia didominasi oleh usaha kecil dan menengah yang belum memiliki fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) memadai, seperti halnya di Kampung Batik Pasundan. Air limbah industri batik mengandung bahan kimia berbahaya, pewarna, dan logam berat yang dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Pada studi kasus ini, lahan basah buatan dirancang melibatkan interaksi antara tanaman dan mikroorganisme untuk pengolahan air limbah. Sistem pembangkit listrik tenaga mikrohidro, yang terhubung ke lahan basah buatan, memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan listrik dan menyediakan pasokan energi untuk proses produksi batik. Kapasitas air limbah sebesar 12.000 L/hari memungkinkan untuk menggerakkan turbin menghasilkan 1.368,75 kWh listrik per tahun, sekitar 14% dari total kebutuhan listrik Kampung Batik Pasundan. Desain sistem ini menawarkan solusi pengolahan air limbah industri batik yang berkelanjutan dengan integrasi konservasi energi.
OPTIMASI DISTILASI EKSTRAKTIF CAMPURAN METILAL-METANOL MENGGUNAKAN PELARUT DIMETILFORMAMIDA (DMF) DAN ETILEN GLIKOL Hartanto, Yansen; Valentino, Steven; Tangka, Adithya Margif Reinhard; Santoso, Herry
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.33117

Abstract

Dalam industri kimia tidak semua campuran dapat dipisahkan menggunakan distilasi biasa karena memiliki titik azeotrop. Salah satu campuran azeotrop, yaitu metilal-metanol yang dijumpai pada industri farmasi dan kosmetik. Penelitian ini meliputi perancangan dan optimasi distilasi ekstraktif menggunakan pelarut dimetilformamida (DMF) dan etilen glikol. Optimasi dilakukan secara bertahap dengan fungsi objektif yang digunakan, yaitu Total Annual Cost (TAC). Untuk pelarut DMF, desain optimal diperoleh saat jumlah tahap kolom pertama (N1) = 21, letak masukan umpan kolom pertama (NF1) = 11, letak masukan pelarut kolom pertama (NS1) = 4. jumlah tahap kolom kedua (N2) = 13 dan letak masukan umpan kolom kedua (NF2) = 6. Untuk pelarut etilen glikol, desain optimal adalah jumlah tahap kolom pertama (N1) = 20, letak masukan umpan kolom pertama (NF1) = 7, letak masukan pelarut kolom pertama (NS1) = 6, jumlah tahap kolom kedua (N2) = 6 dan letak masukan umpan kolom kedua (NF2) = 3. Setelah dilakukan optimasi, diketahui bahwa pelarut DMF merupakan pelarut yang lebih ekonomis dengan TAC sebesar $27.099,86/tahun dibandingkan dengan pelarut etilen glikol yang menghasilkan TAC sebesar $28.567,92/tahun.
PENGEMBANGAN BIODEGRADABLE FILM BERBASIS CAMPURAN PATI BIJI NANGKA DAN ALPUKAT DENGAN PENAMBAHAN PLASTICIZER SORBITOL Ramjani, Muhammad Rifki; Labib, Ahmad Nauval; Siswati, Nana Dyah; Suprihatin, Suprihatin
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31952

Abstract

Biji nangka dan alpukat dianggap sebagai limbah, padahal biji tersebut mengandung kadar karbohidrat dan pati yang tinggi, yaitu sekitar 56 gram per 100 gram biji nangka dan sekitar 80% dari kadar biji alpukat. Kedua biji ini dapat digunakan sebagai jaringan pembentuk polimer dalam pembuatan biodegradable film. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biodegradable film terbaik yang meliputi parameter kuat tarik, persen elongasi, ketebalan, dan persen biodegradasi yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Japanese Industrial Standards (JIS). Penelitian ini menggunakan rasio massa pati biji nangka dan biji alpukat sebesar 10:0, 7:3, 5:5, 3:7, dan 0:10 gram, dengan penambahan sorbitol sebesar 10, 11, 12, 13, dan 14 mL. Proses diawali dengan penepungan biji nangka dan alpukat, lalu dilanjutkan dengan pembuatan larutan biofilm yang kemudian dicetak dan dikeringkan. Hasil biofilm dianalisis menggunakan metode ASTM D638. Kondisi terbaik berdasarkan parameter kuat tarik, nilai elongasi, ketebalan, dan biodegradasi terdapat pada rasio pati biji nangka dan alpukat 10:0 gram dan penambahan sorbitol 14 mL yang menghasilkan nilai kuat tarik sebesar 36,45 MPa, persen elongasi sebesar 88,1%, ketebalan 0,15 mm, dan persen biodegradasi 86%.
PENURUNAN KANDUNGAN ASAM LEMAK BEBAS (ALB) PADA CRUDE PALM OIL (CPO) MELALUI METODE GLISEROLISIS UNTUK BAHAN BAKU BIODIESEL Akbar, Addin; Supriadi, Eko; Jayanti, Regna Tri; Fauzan, Adrian
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.28057

Abstract

Crude palm oil (CPO) adalah minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Namun, pembuatan biodiesel dari CPO terkendala kandungan asam lemak bebas (ALB) yang cukup tinggi. Rata-rata kandungan ALB pada CPO adalah 3-5%. Selain itu proses pemurnian CPO yang cukup panjang menambah biaya produksi biodiesel. Gliserolisis adalah metode pemurnian CPO yang sekaligus menurunkan kandungan ALB dengan menggunakan gliserol sebagai prekursor utama. Pada penelitian ini telah dilakukan reaksi gliserolisis CPO dengan tujuan menurunkan ALB hingga < 2%, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Gliserol yang digunakan berasal dari gliserol mentah produk reaksi transesterifikasi dan juga gliserol komersial sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan pada rasio molar CPO:gliserol mentah 1:0,5, 1:0,75, 1:1, dan 1:1,5 pada waktu reaksi 60 menit dan 1% katalis terjadi penurunan ALB sebesar 78,7%, 81,5%, 84,0%, dan 94,0%. Sedangkan untuk gliserol komersial dengan variasi yang sama, terjadi penurunan ALB sebesar 87,4%, 89,3%, 90,6%, dan 96,7%. Telah dilakukan juga gliserolisis pada rasio molar 1:1 untuk waktu reaksi 30 menit dan katalis 0,5% dan 0,75% terjadi penurunan ALB 39,5% dan 55,3%. Kemudian untuk rasio molar dan konsentrasi katalis yang sama pada waktu reaksi 45 menit didapatkan penurunan ALB 47,2% dan 60,2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gliserolisis menggunakan gliserol mentah dapat menurunkan ALB CPO sesuai dengan standar bahan baku biodiesel.
PEMBUATAN ASAM OKSALAT DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN PELEBURAN ALKALI Magfiroh, Aldilah Dian; Isnayyah, Wanda Nur; Triana, Nurul Widji; Sutiyono, Sutiyono
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v14i1.31607

Abstract

Pemanfaatan singkong di Indonesia sejauh ini masih berfokus pada bagian umbinya, sementara kulit singkong sering kali hanya menjadi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kulit singkong memiliki kandungan selulosa yang tinggi, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan asam oksalat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh asam oksalat dengan kadar tertinggi serta menentukan nilai pH yang stabil berdasarkan variasi suhu dan waktu terbaik dalam proses peleburan alkali. Proses pembuatan asam oksalat dari kulit singkong diawali dengan peleburan alkali, di mana serbuk kulit singkong dicampur dengan larutan KOH. Filtrat yang dihasilkan kemudian ditambahkan dengan larutan CaCl₂ 10%, lalu endapan yang terbentuk diasamkan menggunakan H₂SO₄ dan disaring untuk memperoleh filtrat asam oksalat. Filtrat tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan metode titrasi permanganometri dan pH meter. Penelitian ini menerapkan variasi suhu sebesar 100, 120, 140, 160, dan 180 °C serta waktu peleburan selama 70, 75, 80, 85, dan 90 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik diperoleh pada suhu 160 °C dengan waktu peleburan selama 85 menit, menghasilkan kadar asam oksalat sebesar 15,7% dari 5 gram serbuk kulit singkong yang memiliki kadar selulosa sebesar 48,17%.

Page 1 of 3 | Total Record : 26